Appa, Bogoshipta Scene 5

Appa, Bogoshipta Scene 5

Present by

Lee Midah

Cast :

Xi Luhan EXO-M    ||    Kwon Yuri SNSD

Kim Taeyeon SNSD

Sub cast

Oh Sehun Exo-K  || Lee Sunny SNSD || Lay Exo-M || Lee Ahreum ( OC )

Other Exo SNSD

Genre Romance Fluff Hurt Family | Length Multichpater | Rating PG-16

Disclaimer

Cerita terinspirasi dari film kayaknya tapi kagak tahu film apa hahaha😄, ceritanya mungkin pasaran jadi jika ada kesamaan plot cerita atau gambaran tokoh itu hal tidak disengaja dan cerita ini Sequel dari Believe Me, I Love You My Yul😀 . Cast All belong to theyself, they parent and God.

Note :

®Fanfiction Copyright Exoshidae Fanfiction © Lee Midah

If You Don’t Like Pairing Couple, Don’t Read And Close Your Tab!!!

Don’t Bashing!!!! Typo is Art of Writing ^__^

Happy Reading!!! ^__^

“ Yuri?!!!! “, teriak Ahreum tidak percaya sambil menatap Yuri yang masih berada di tempat tidur bersama Luhan.

“ Bagaimana bisa? “, tambahnya.

“ Agashii, jika kau hanya akan mengganggu jalannya syuting kami lebih baik kau keluar dari sini. Kami sedang proses take terakhir sekarang! “, ujar sang sutradara dengan wajah kesal.

“ Tidak! Kalian tidak boleh meneruskannya! “, larang Ahreum membuat kening Sutradara itu mengerut.

“ Pokoknya aku tidak akan membiarkan mereka melakukan adegan itu! “, ucap Ahreum dengan nada tinggi dan hendak menghampiri Luhan dan Yuri.

“ Agashii, lebih baik kau keluar sebelum aku menyuruh seseorang mengusirmu “, ucap Sutradara namun Ahreum tetap tidak mendengarkan ucapan Sutradara.

“ Aish! Lay! Apa yang kau tunggu?! Bawa yeoja itu pergi dari sini! “, suruh Sutradara Micky yang terlihat kehabisan kesabarannya.

Lay yang merasa diperintah langsung menahan Ahreum dan membawanya.

“ Ahreum-ssi, ku mohon keluarlah, kau tidak tahu apa yang akan terjadi jika Sutradara sudah marah “, ucap Lay takut.

“ Shirheo! Aku tidak akan membiarkan syuting ini berlanjut! “, ucap Ahreum yang membuat Lay terpaksa menyeretnya keluar karena sutradara Micky terlihat mulai marah.

“ Lepaskan aku! Lepaskan! “, hardik Ahreum saat Lay membawanya keluar.

Luhan menatap wajah Yuri yang terlihat sedih, Luhan merasakan ada sesuatu yang terjadi antara Yuri dan Ahreum karena melihat perubahan wajah Yuri saat melihat Ahreum dan hal itu membuatnya penasaran.

“ Yuri, Gwenchana? “, tanya Luhan membuat Yuri tersadar lalu menatap Luhan.

“ Ah neh…hmmm Gwenchana “, jawab Yuri memaksakan senyumnya, Luhan semakin aneh dengan sikap Yuri namun sutradara Micky membuatnya tidak bisa menanyakan lebih lanjut.

“ Ok, kita lanjutkan! “, suruh Sutradara Micky membuat semua Kru bersiap – siap.

Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu Yuri karena aku sangat mengenalmu “, batin Luhan yang masih menatap Yuri membuat Yuri mengalihkan pandangannya kearah lain.

Sunny mengikuti Ahreum dan Lay yang keluar dari ruangan itu, wajahnya terlihat kesal dengan sikap Ahreum yang mengganggu jalannya syuting.

“ Lepaskan aku! Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini! “, bentak Ahreum pada Lay sambil mencoba melepaskan tangannya dengan kasar.

“ Aku tidak bermaksud melakukan hal ini, tapi aku hanya melakukan perintah “, sesal Lay.

“ Yak! Apa kau ingin menghancurkan syuting ini Huh?!!! “, kesal Sunny menghampiri Ahreum.

“ Sunny-a, kau tahu Yuri yang menjadi model Mv ini? “, tanya Ahreum.

“ Neh, Wae? “, jawab Sunny singkat.

“ Mengapa kau mengijinkannya? Kau tahu Luhan dan Yuri tidak boleh bertemu “, ujar Ahreum membuat Sunny mengerutkan keningnya heran.

“ Apa maksudmu? “, tanya Sunny.

“ Maksudku Luhan dan Yuri tidak boleh bertemu karena Yuri…. “, tiba – tiba saja Ahreum menghentikan ucapannya membuat Sunny penasaran.

“ Karena Yuri apa? “, tanya Sunny dan Ahreum terlihat tidak mau memberitahu alasannya.

“ Anio, tidak apa – apa “, jawab Ahreum sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“ Jawab aku! Karena Yuri wae? “, tanya Sunny sambil memegang tangan Ahreum.

“ Aku lelah, sepertinya aku butuh istirahat “, ucap Ahreum.

“ Kau belum menjelaskannya padaku Ahreum! “, ucap Sunny kesal.

“ Aku akan kembali Hotel “, ucap Ahreum meninggalkan Sunny yang masih terlihat penasaran.

“ Sunny-ssi, apa hubungan Luhan, Yuri dan Ahreum? “, tanya Lay yang dari tadi bingung dengan apa yang Sunny bicarakan dengan Ahreum.

“ Bukan urusanmu!!! “, jawab Sunny kesal lalu pergi meninggalkan Lay yang masih bingung sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal.

~o0o~

“ Taeyeon-ah!!! “, panggil seorang namja kecil yang melihat Taeyeon dan Sehun sedang berjalan menuju motor Sehun.

“ Baeky! “, ucap Taeyeon senang melihat Baekhyun bersama orang tuanya yang terlihat sibuk.

Baekhyun berlari menghampiri Taeyeon dan Sehun, wajahnya terlihat sedih saat berada dihadapan Taeyeon.

“ Taeyeon-a, siapa namja ini? “, tanya Sehun.

“ Dia temanku, Samchon “, jawab Taeyeon sambil tersenyum.

“ Namamu siapa, namja kecil? “, tanya Sehun sambil menatap Baekhyun yang terlihat menekuk kepalanya.

“ Baekhyun.. “, jawab Baekhyun sambil cemberut.

“ Kau kenapa Baeky? “, tanya Taeyeon heran.

“ Aku… aku dan orang tuaku akan pindah ke Seoul “, jawab Baekhyun sedih.

“ Seoul? “, tanya Taeyeon dan Baekhyun pun mengangguk.

“ Appaku pindah kerja dan aku juga harus pindah sekolah… “, ujar Baekhyun dengan nada sedih.

“ Jinjja? Kau tidak akan ke sekolah lagi? “, tanya Taeyeon yang mulai merasa ikut bersedih.

Sehun melihat dua anak kecil yang terlihat sedih itu merasa iba, walaupun mereka masih berumur 5 tahun tapi terlihat kalau kedua anak itu sangat sedih dengan perpisahan mereka.

“ Anak – anak, jangan bersedih ne. Walaupun kalian tidak bisa satu sekolah lagi tapi kalian masih bisa berteman dan menulis surat kan? “, ucap Sehun sambil berjongkok dan menatap kedua anak itu.

“ Tapi aku tidak bisa melindungi Taeyeon jika dia diganggu anak – anak nakal lagi, samchon “, jawab Baekhyun.

Sehun tersenyum, “ Kalau kau tidak ada, kan masih ada samchon. Jika kalian berjodoh suatu hari nanti kalian akan bertemu lagi dan bisa berteman lagi “.

“ Jinjja? Kami bisa bertemu lagi? “, tanya Baekhyun.

“ Tentu “, jawab Sehun membuat Baekhyun menatap Taeyeon dengan wajah senang.

“ Taeyoeon-a, Jika aku sudah besar. Aku janji akan kembali dan menikah denganmu “, ucap Baekhyun membuat Sehun menatap namja kecil itu sambil mengangkat alisnya karena didepannya seorang anak berumur 5 tahun sudah berbicara tentang pernikahan.

“ Yakseok? “, tanya Taeyeon sambil mengangkat kelingkingnya.

“ Neh, Yakseok! “, jawab Baekhyun.

Sehun hanya tersenyum dengan tingkah dua anak kecil didepannya, setelah itu Omma Baekhyun memanggilnya membuat Baekhyun harus segera pergi.

“ Ini! aku berikan superman untuk melindungimu dari anak – anak nakal itu “, ucap Baekhyun memberikan boneka supermannya pada Taeyeon.

“ Gomawo “, jawab Taeyeon.

Baekhyun mencium pipi Taeyeon lalu pergi menghampiri mobil kedua orang tuanya sambil melambaikan tangannya.

“ Bye bye! “, balas Taeyeon sambil membalas lambaian tangan Baekhyun.

“  Sepertinya Baekhyun itu anak yang pemberani ya? “, ucap Sehun.

“ Dia pahlawanku yang sering menolongku dari anak – anak nakal “, ucap Taeyeon.

“ Semoga kalian bisa bertemu lagi jika sudah besar nanti “, harap Sehun sambil mengusap kepala Taeyeon yang menatap boneka superman dari Baekhyun.

“ Kajja Taeyeon-a, Kita ke tempat Ommamu! “, ajak Sehun dan Taeyeon pun mengangguk sambil memegang tangan Sehun lagi. Mereka pun mulai menaiki motor Sehun dan pergi ke tempat Yuri berada.

~o0o~

 

Syuting pun berakhir dengan sukses, Sutradara terlihat sangat puas dengan hasil pengambilan gambar terakhir. Semua kru juga merasa lega karena syuting akhirnya selesai.

“ Terima kasih Luhan-ssi, Yuri-ssi. Kalian benar – benar hebat dan sangat luar biasa “, ucap Sutradara Micky sambil menjabat tangan Luhan dan Yuri.

“ Kami hanya melakukan sesuai skenario, Sutradara-nim “, jawab Luhan sambil tersenyum.

“ Yuri-ssi, apa kau berniat untuk bermain film atau drama? Kurasa kau memiliki bakat akting yang luar biasa. Sayang jika kau membiarkannya begitu saja “, tawar Sutradara Micky.

“ Anio, terima kasih atas tawaran anda Sutradara-nim. Tapi aku tidak berniat untuk melakukannya “, tolak Yuri dengan halus sambil tersenyum.

“ Sangat disayangkan sekali “, ucap Sutradara Micky yang terlihat kecewa namun itu semua pilihan untuk Yuri dan dia menghargainya.

“ Kalau begitu kita akan merayakan keberhasilan ini, kalian harus ikut juga ya “, ucap Sutradara Micky pada Yuri dan Luhan lalu meninggalkan mereka berdua dan menghampiri kru lainnya.

Yuri terlihat canggung pada Luhan namun sebaliknya Luhan merasa inilah waktunya dia untuk berbicara dengan Yuri.

“ Ikut aku! “, ucap Luhan sambil berjalan namun Yuri terlihat masih diam di posisinya.

Luhan membalikkan tubuhnya lalu menarik tangan Yuri untuk mengikutinya yang membuat Yuri harus berusaha melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Luhan.

“ Kau mau membawa aku kemana? “, tanya Yuri yang masih mencoba melepaskan tangannya.

“ Kita harus bicara dan sekarang saatnya “, jawab Luhan yang masih menarik tangan Yuri.

“ Tidak ada yang perlu kita bicarakan, Luhan “, ucap Yuri namun Luhan tetap menariknya dan mereka mulai menjauh dari Villa tempat mereka syuting.

Setelah cukup jauh, Luhan menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya menghadap pada Yuri. Yuri terlihat gugup karena sekarang hanya ada mereka berdua di tempat itu. Angin sore menjelang malam pun berhembus menerpa tubuh kedua sosok manusia itu, diiringi deru ombak yang terdengar sangat jelas ditelinga mereka. Luhan masih menatap Yuri yang terlihat sangat tidak nyaman dengan tatapan Luhan. Hatinya sungguh bercampur aduk tidak karuan. Tatapan Luhan masih meminta penjelasan padanya namun dia enggan menjawabnya.

“ Aku rasa aku harus kembali “, ucap Yuri yang ingin segera menghindar dari situasi sulit itu.

Saat Yuri berbalik, Yuri merasakan sepasang tangan memeluknya dari belakang. Badannya terasa kaku dan membeku membuatnya tidak berkutik. Rasanya Yuri ingin sekali membalasnya dan melampiaskan kerinduannya tapi ada yang membuatnya tidak bisa melakukan hal itu.

“ Aku merindukanmu Yuri…. “, bisik Luhan ditelinga Yuri yang terdengar parau, kesedihan, kepedihan dan rasa sakit di hatinya terdengar jelas oleh Yuri.

Yuri tidak bisa menahan air mata yang tiba – tiba saja jatuh dari pelupuk matanya, ingin sekali dia mengatakan sama tapi… tapi tidak bisa. Yuri benar – benar tidak bisa mengatakannya.

“ Luhan… “, lirih Yuri.

“ Kau tahu hidupku hampa 5 tahun ini dan kau tahu betapa senangnya aku saat melihatmu? “, tanya Luhan sambil menutup matanya menikmati pelukannya pada yeoja yang sangat dicintainya.

“ Aku tidak akan bertanya lagi mengapa kau meninggalkanku, tapi aku ingin kau kembali padaku. Mengisi hidupku lagi seperti dulu dan tertawa bahagia bersamaku “, tambah Luhan membuat hati Yuri semakin sakit, bukan tidak mau Yuri melakukannya bahkan dia ingin sekali.

“ Jangan membuat semuanya menjadi sulit Luhan, kita sudah tidak bisa bersama lagi “, ucap Yuri membuat Luhan membuka matanya lalu membalikkan tubuh Yuri untuk menghadapnya.

Mata Luhan memancarkan kesedihan, kekecewaan dan kemarahan sekarang. Mengapa Yuri selalu mengatakan tidak membuatnya sulit? Apa sebenarnya yang dimaksud Yuri?

“ Bukan aku yang membuatnya sulit! Tapi kau Yuri! Kaulah yang membuat semuanya menjadi sulit! “, terdengar suara Luhan yang mulai marah membuat Yuri hanya bisa menatapnya dengan air mata yang mengalir deras dipipinya.

“ Aku tahu kau masih mencintaiku Yuri, aku bisa merasakan hal itu!!! “, tambah Luhan.

Yuri tahu semua yang dilakukannya tidak akan membuat Luhan menerima begitu saja, tapi janji adalah janji.

“ Kau salah, aku sudah tidak mencintaimu lagi “, ucap Yuri menahan rasa sakit hatinya yang terasa sesak mengatakan hal itu.

“ Bohong!!! Aku yakin kau bohong!!! “, elak Luhan.

“ Wae? Mengapa kau membohongi dirimu sendiri Yuri? Mengapa? “,

“ Aku tidak bohong, aku mengatakan seju… “, sebelum Yuri melanjutkan ucapannya Luhan langsung membungkam Yuri dengan bibirnya, Luhan mencium bibir Yuri dengan rakus membuat Yuri mencoba melepaskannya.

Semakin Yuri bergerak, Luhan semakin ganas mencium Yuri. Luhan seperti kerasukan setan yang sudah tidak bisa berpikir sehat. Yuri terus berontak melepaskan dirinya dari Luhan yang seperti sudah tidak waras lagi sampai – sampai ada seseorang yang menarik tubuh Luhan lalu

Buk!!!

Sebuah pukulan mendarat di wajah Luhan membuatnya jatuh tersungkur di atas pasir.

~o0o~

Sehun dan Taeyeon sampai di Villa tempatYuri melakukan syuting. Terlihat wajah Taeyeon yang merasa senang walaupun baru saja dia merasakan kesedihan atas kepindahan Baekhyun. Tapi karena dia akan bertemu dengan Yuri membuat Taeyeon merasa senang kembali.

“ Kita sampai! “, ucap Sehun  membuat Taeyeon tersenyum.

“ Kau tidak bersedih lagi kan Taeyeon-a? “, tanya Sehun yang dijawab anggukan oleh Taeyeon.

“ Kau terlihat menggemaskan saat kau tersenyum seperti itu “, ucap Sehun sambil menuntun tangan Taeyeon dan berjalan menghampiri Villa yang berjarak 500 meter dari tempat parkir motornya.

“ Apa Omma kerja disini Samchon? “, tanya Taeyeon.

“ Neh, dia pasti senang melihatmu disini “, jawab Sehun membuat Taeyeon semakin bersemangat.

“ Aku ingin segera melihatnya “, ucap Taeyeon.

“ Neh, sebentar lagi kita akan bertemu dengannya “, jawab Sehun.

Sehun dan Taeyeon melihat beberapa Kru yang sedang sibuk memasukan semua peralatan syuting ke sebuah mobil besar. Mereka melihat sekitarnya untuk mencari Yuri. Sehun tidak sadar kalau tangan Taeyeon yang memegang tangannya itu terlepas karena dia masih sibuk mencari Yuri. Setelah beberapa menit mencari, Sehun memutuskan untuk bertanya pada salah satu Kru yang sedang membawa lampu ke mobilnya.

“ Permisi, apa aku bisa bertanya dimana aku bisa menemui Yuri? “, tanya Sehun.

“ Yuri? Yuri yang menjadi model Mv ? “, tanya Kru itu.

“ Neh “, jawab Sehun.

“ Oh… aku tadi melihatnya dibelakang Villa, kau bisa mencarinya disana “, jawab Kru itu membuat Sehun berterima kasih lalu dengan senang dia memandang kesebelah kirinya dan berniat memberitahu Taeyeon namun senyum Sehun menghilang saat dia tidak melihat Taeyeon di sampingnya.

“ Taeyeon-a!!! Taeyeon!!! “, panggil Sehun sambil melihat kesekelilingnya, namun ada banyak orang yang masih sibuk membereskan barang – barangnya. Wajah Sehun semakin panik saat dia tidak menemukan Taeyeon dimanapun.

Saat tangannya terlepas dari tangan Sehun, Taeyeon melihat sebuah gambar yang menampakkan wajah Luhan. Taeyeon pun menghampirinya tanpa tahu Sehun sudah jauh dengannya. Taeyeon terus berjalan menuju sebuah mobil yang memperlihatkan gambar Luhan.

“ Ajushii Tampan! “, ucap Taeyeon senang saat melihat gambar itu tanpa sadar kalau dirinya menaiki sebuah truk yang membawa peralatan syuting.

“ Ajushii tampan! “, Taeyeon terus – terusan mengatakan Ajushii tampan sampai seseorang menutup pintu truk.

Taeyeon pun akhirnya melihat gambar Luhan dengan jelas, senyum manis terpancar dibibirnya. Taeyeon memandangi poster Luhan dan menyentuhnya perlahan – lahan.

“ Aku senang melihat wajah Ajushii tampan sebesar ini! “, senang Taeyeon.

Namun Taeyeon tersadar saat truk yang membawanya mulai bergetar dan berjalan. Taeyeon melihat pintu truk sudah tertutup. Dia mencoba memukul – mukul pintu itu namun tidak ada yang sadar kalau Taeyeon berada didalam truk itu.

“ Buka! Buka! “, ucap Taeyeon yang terus mengetuk – ngetuk pintu itu namun truk itu sudah berjalan menjauh dari Villa.

“ Samchon! Omma! “, teriak Taeyeon sambil menangis.

“ Buka!!! “, ucapnya lagi tapi tidak ada satu orang pun yang mendengarnya.

“ Omma… Samchon… buka pintunya… “, isak Taeyeon.

~o0o~

Sehun mencari Taeyeon keseluruh tempat itu namun Taeyeon tidak ditemukan, dia pun tidak sengaja melihat Luhan yang terus mencoba mencium Yuri walaupun Yuri sudah berontak. Tiba – tiba hatinya merasa panas dan marah. Sehun segera menghampiri mereka lalu menarik tubuh Luhan dan memukul wajahnya.

Buk!!!

Luhan jatuh terungkur di pasir. Yuri terlihat tersengal – sengal sambil menangis, Sehun menghampiri Luhan lagi dan hendak memukulnya namun Yuri menghentikannya.

“ Sehun Stop!!! “, ucap Yuri saat melihat Sehun hendak memukul Luhan lagi.

“ Tapi dia sudah berbuat kurang ajar padamu Noona! “, jawab Sehun terlihat masih emosi.

“ Jebal… “, mohon Yuri membuat Sehun menghempaskan tubuh Luhan ke pasir lagi.

Luhan hanya pasrah dan memegang rahangnya bekas pukulan Sehun, lalu dia pun berdiri menatap Sehun yang menghampiri Yuri.

“ Kau tidak apa – apa Noona? “, tanya Sehun membuat Yuri mengangguk.

“ Mengapa kau menghentikannya Yuri? Mengapa kau melarangnya memukulku? “, tanya Luhan membuat Sehun menatapnya dengan kesal.

“ Aku hanya tidak ingin dia terlibat masalah denganmu “, jawab Yuri membuat Luhan tertawa.

“ Bukan itu alasannya kan, karena kau masih mencintaiku kan? Kau masih peduli padaku kan? “, tanya Luhan membuat Sehun semakin kesal.

“ Diam kau, sekali lagi kau berbuat kurang ajar pada Yuri Noona. aku tidak akan melepaskanmu “, ucap Sehun memperingatkan.

“ Sudahlah Sehun-a… “, ucap Yuri yang langsung dipotong oleh Luhan.

“ Kau pikir siapa kau? Apa aku salah mencium isteriku sendiri? “, tanya Luhan membuat Sehun mengerutkan keningnya.

“ Isteri? “, tanya Sehun lalu menatap Yuri.

“ Neh, yeoja yang berada disampingmu itu isteriku “, jawab Luhan membuat Sehun merasa tidak percaya.

“ Benarkah itu Noona? “, tanya Sehun mencoba memastikan apa yang dikatakan Luhan.

“ Jawab dia Yuri, sepertinya dia lebih memilih percaya padamu dibanding ucapanku “, ucap Luhan yang sebenarnya hanya ingin mendengar Yuri masih mengakui kalau dia dan Yuri itu pasangan suami isteri.

“ Sudahlah Sehun lebih baik kita pergi dari sini, aku sudah lelah “, pinta Yuri mengajak Sehun pergi, terlihat raut kekecewaan diwajah Luhan. Apa Yuri sudah benar – benar melupakannya?

Sehun masih penasaran dengan apa yang dikatakan Luhan namun dia tidak ingin memaksa Yuri karena merasa memang tidak memiliki hak untuk bertanya. Yuri dan Sehun pun pergi meninggalkan Luhan yang menatap sedu ke arah mereka, dia pun memukulkan tangannya pada sebuah pohon dan menyesali apa yang baru saja dia perbuat pada Yuri.

“ Mengapa aku melakukan hal itu padanya? “, gumamnya dengan penuh penyesalan.

 “ Noona… “, panggil Sehun saat Yuri berjalan dihadapannya.

“ Jika kau ingin mengetahui kebenarannya. Neh, namja itu suamiku “, jawab Yuri tanpa menoleh pada Sehun.

Sebenarnya Sehun tidak menanyakan hal itu tapi dia ingin memberitahu masalah Taeyeon, namun jawaban Yuri membuat Sehun merasa kalau Yuri masih mencintai suaminya dan sepertinya dirinya tidak akan bisa masuk dalam hati Yuri.

“ Bukan itu Noona, ini masalah Taeyeon “, jawab Sehun membuat Yuri membalikkan tubuhnya dan menatap Sehun.

“ Taeyeon? Ada apa dengannya? “, tanya Yuri yang langsung menatap Sehun dengan khawatir karena tiba – tiba perasaannya tidak enak.

“ Dia… dia hilang “, jawab Sehun gugup, Sehun pun menceritakan kejadiannya yang membuat Yuri semakin khawatir. Mereka pun mulai mencari Taeyeon ke seluruh tempat walaupun Sehun sudah melakukannya tadi dengan berulang – ulang mengitari tempat itu.

~o0o~

Luhan berjalan dengan lemas menghampiri mobilnya, Luhan duduk sambil menyandarkan bahunya.

“ Waeyo Oppa? “, tanya Sunny yang kini duduk di samping Luhan.

“ Aku rasa aku tidak memiliki harapan lagi bersama Yuri “, jawab Luhan lemah.

“ Mengapa kau berbicara begitu Oppa? “, tanya Sunny.

“ Aku memintanya untuk kembali padaku, tapi Yuri sepertinya tidak ingin. Apa dia sudah tidak mencintaiku lagi Sunny-a? “, tanya Luhan menatap Sunny.

“ Oppa, aku yakin Ahreum tahu sesuatu tentang Yuri. Karena saat dia keluar tadi aku melihat sikapnya sangat aneh “, ujar Sunny membuat wajah Luhan terlihat kaget.

“ Ahreum?! “, tanya Luhan.

“ Neh “, jawab Sunny.

Luhan pun bergegas menjalankan mobilnya untuk kembali ke Hotel, setelah mendengar cerita dari Sunny membuatnya ingin segera bertanya pada Ahreum tentang kebenaran yang terjadi namun saat akan menjalankan mobilnya Luhan melihat Yuri yang sedang di peluk oleh Sehun. Sunny merasa heran dan langsung melihat ke arah pandangan Luhan. Walaupun Sunny juga merasa kaget namun Sunny mencoba membuat Luhan sadar.

“ Oppa… “

“ Aku tahu Sunny-a “, jawab Luhan yang langsung pergi dengan rasa sakit melihat Yuri dalam pelukan namja lain tapi yang sekarang membuatnya penasaran adalah apa yang Ahreum ketahui tentang kepergian Yuri 5 tahun yang lalu.

“ Noona, Mianhae karena aku tidak menjaganya dengan baik “, ucap Sehun dengan nada menyesal pada Yuri yang kini dipelukannya.

“ Taeyeon-a, dimana kau nak? “, isak Yuri yang tidak tahu Taeyeon ada dimana.

“ Noona…. “, lirih Sehun namun tiba – tiba Sehun merasakan tubuh Yuri yang lemas dan ternyata Yuri pingsan.

“ Noona!!! Bangun Noona!!! “, ucap Sehun panik dan mencoba membangunkan Yuri.

“ Noona!!! Noona!!! “, panggil Sehun yang terus mencoba membangunkan Yuri, Sehun pun memutuskan untuk menggendong Yuri dan membawanya ke klinik terdekat.

“ Noona, bangunlah! “, harap Sehun.

~o0o~

Taeyeon tertidur setelah lelah menangis, dia hanya bersandar pada peralatan syuting sambil memeluk poster Luhan dan kedua kakinya. Terlihat matanya yang merah dan sembab karena menangis.

“ Omma…. Appa… Ajushii… “, rancau Taeyeon dalam mimpinya dan air mata pun mengalir di pelupuk matanya yang tertutup.

Luhan segera menghampiri kamar Ahreum yang pintunya sedikit terbuka, saat Luhan akan membuka pintunya dia mendengar Ahreum yang sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Luhan pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu itu dan lebih memilih untuk mendengarkan pembicaraan Ahreum dengan seseorang di seberang telepon.

“ Aku melihatnya sendiri kalau yeoja itu Yuri “, ucap Ahreum.

“ Aku tidak mungkin salah dan mataku masih normal “,

“ Aku juga kaget saat melihatnya bersama Luhan dan Sunny juga sepertinya sudah mengetahuinya dari awal “,

Dengan siapa dia bicara? “, batin Luhan.

“ Neh, tentu saja. Aku tidak akan membiarkan Yuri dan Luhan bersama kembali. Neh, aku mengerti…. “, tiba – tiba saja Sunny menghampiri Luhan membuat Luhan harus memberi isyarat untuk diam dan tidak mendengar pembicaraan terakhir Ahreum dan seseorang di seberang telepon.

“ Kau benar Sunny-a, Ahreum mengetahui sesuatu tentang Yuri “, ucap Luhan membuat Sunny semakin penasaran sama sepertinya.

Luhan masuk tanpa mengetuk pintu kamar Ahreum yang membuat mata Ahreum membulat kaget sambil menutup teleponnya.

“ Luhan?!!! “, kaget Ahreum sambil menelan ludahnya.

“ A… aapp….apa kau sudah lama disana? “, tanya Ahreum gugup melihat Luhan dengan wajah serius sekarang. Terlihat Sunny juga menatap Ahreum dengan sinis membuat Ahreum semakin gugup.

“ Aku ingin kau menjawab pertanyaanku sekarang “, ujar Luhan.

“ Pe..pe… pertanyaan apa? “, tanya Ahreum takut, karena Ahreum tidak pernah melihat Luhan seserius ini.

“  Apa yang kau ketahui tentang Yuri? Dan siapa orang yang kau hubungi barusan? “, tanya Luhan.

“ A…aaa… apa maksudmu? “, tanya Ahreum pura – pura tidak tahu namun kegugupannya semakin terlihat ditambah dengan keringat dingin yang mengucur di dahinya.

“ Kau tidak usah pura – pura lagi Ahreum, kami mendengar semua pembicaraanmu ditelepon tadi “, ujar Sunny sambil tersenyum sinis, Ahreum menelan ludahnya. Tatapan Luhan yang menusuk membuatnya tidak berkutik.

“ Aku tanya sekali lagi, apa yang kau ketahui tentang Yuri?! “, tanya Luhan dengan menaikkan nada bicaranya membuat Ahreum kaget.

“ A…aa…aku…. “, jawab Ahreum dengan badan gemetaran.

~o0o~

Sehun yang panik membawa Yuri ke sebuah klinik, Sehun pun segera menyuruh Dokter yang berjaga disana untuk segera memeriksa Yuri. Badan Yuri terlihat panas sekali dan wajahnya terlihat penuh kecemasan.

“ Dokter tolong periksa dia! “, pinta Sehun.

“ Neh, anda tunggu di luar “, suruh Dokter membuat Sehun terpaksa menunggu Yuri diluar ruangan.

Sehun yang panik terus mondar – mandir menunggu hasil pemeriksaan Yuri. Dia sesekali mencoba melihat dari kaca kecil ruangan di mana Yuri diperiksa. Setelah beberapa menit, Dokter pun keluar membuat Sehun segera menghampirinya.

“ Apa yang terjadi dengannya Dokter? Apa dia baik – baik saja? “, tanya Sehun yang tidak sabaran mendengar hasil pemeriksaan Yuri.

“ Dia demam tinggi dan sepertinya dia memiliki masalah yang sangat berat yang membuatnya stress. Sepertinya dia butuh pemeriksaan lebih lanjut ke rumah sakit karena peralatan disini sangatlah terbatas. Aku sarankan kau membawanya ke rumah sakit Seoul “, jelas Dokter.

“ Apa tidak bisa rumah sakit disini? “, tanya Sehun.

“ Rumah sakit disini masih memiliki peralatan yang terbatas, jika kau mau aku akan memberitahu temanku untuk memeriksanya “, jawab Dokter membuat Sehun terpaksa harus membawa Yuri ke rumah sakit Seoul.

“ Neh, kamshamda Dokter “, ucap Sehun lalu masuk ke kamar Yuri.

“ Taeyeon-aaah… Taeyeon-aaah… “, lirih Yuri yang belum sadar.

“ Noona, Mianhae “, sesal Sehun melihat keadaan Yuri, dia juga merasa bersalah dengan hilangnya Taeyeon.

“ Seharusnya aku lebih memperhatikan Taeyeon tadi, kenapa aku begitu bodoh membuatnya hilang seperti ini “, ucap Sehun meruntukki dirinya sendiri.

~o0o~

“ A..aa… Aku tidak tahu “, jawab Ahreum membuat Luhan marah.

“ Jangan Bohong!!! “, bentak Luhan.

“ Aku tidak bohong, aku mengatakan yang sejujurnya! “, jawab Ahreum yang terus mengelak.

Luhan merasa kesabarannya sudah habis, dia hampir melayangkan sebuah tamparan pada Ahreum namun sebelum itu Sunny menahan tangannya membuat Luhan mengurungkan niatnya.

“ Sabar Oppa, jangan pakai kekerasan seperti itu “, ucap Sunny membuat Luhan melampiaskan kemarahannya sambil memukul tembok membuat tangannya terluka.

Buk!!!

“ Oppa!!! “, teriak Sunny kaget melihat tingkah Luhan.

“ Tanganmu terluka Oppa “, ucap Sunny namun Luhan tidak menghiraukannya. Luhan menghampiri Ahreum yang juga kaget dengan kejadian barusan.

“ Jika aku tahu kau terlibat, aku tidak akan pernah memaafkanmu! “, ucap Luhan yang terdengar seperti ancaman.

“ Wae? Wae? Kenapa kau masih menanyakan tentang yeoja yang sudah meninggalkanmu 5 tahun yang lalu?!!! Mengapa kau tidak pernah menyadari aku yang selama ini ada disampingmu?!!! Aku selalu berusaha membuatmu menyukaiku, tapi mengapa kau tidak pernah menyadari perasaanku padamu?!! “, tanya Ahreum yang juga merasa kesal karena Luhan yang selalu memikirkan Yuri walaupun mereka sudah tidak bertemu selama 5 tahun.

“ Karena tidak ada yang bisa menggantikan Yuri dihatiku “, jawab Luhan sambil berjalan meninggalkan kamar Ahreum membuatnya terduduk di lantai.

“ Kau tidak akan pernah bisa membuat Luhan Oppa berpaling padamu… “, ucap Sunny sebelum mengikuti Luhan meninggalkan Ahreum di kamarnya.

“ Kita lihat saja! Aku tidak akan membiarkan kalian bersama lagi! “, ucap Ahreum yang terlihat tersenyum menyeringai namun setelah itu dia menangis, menangisi cintanya yang tidak terbalaskan oleh Luhan.

“ Mengapa kau menyakiti dirimu sendiri Oppa? “, tanya Sunny yang sedang membalut tangan Luhan.

“ Aku tidak bisa menahan diriku Sunny-a “, jawabnya lemah.

“ Kita tidak seharusnya bertanya dengan kekerasan Oppa, orang seperti Ahreum tidak bisa kita gertak “, ucap Sunny.

“ Tapi aku sudah tidak tahan lagi Sunny, setelah 5 tahun tidak bertemu dan sekarang sudah bertemu pun aku tidak bisa bersamanya lagi. Aku merindukannya juga anakku… “, ucap Luhan namun dia teringat kalau dia belum menanyakan apapun tentang anaknya pada Yuri.

Luhan bersiap – siap menggunakan jaketnya dan mengambil kunci mobilnya membuat Sunny menatapnya heran.

“ Kau mau kemana Oppa? ini sudah malam “, tanya Sunny.

“ Aku belum mengetahui apapun tentang anakku Sunny-a, aku harus menemui Yuri “, jawab Luhan.

“ Tapi kemana Oppa? ini sudah malam dan Yuri juga pasti sudah kembali kerumahnya, kecuali kau tahu dimana dia tinggal “, ujar Sunny membuat Luhan berpikir apa yang dikatakan Sunny benar, dia tidak tahu dimana Yuri tinggal.

Luhan kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya di sofa, sesekali dia menghembuskan nafasnya berat. Sunny merasa prihatin dengan masalah yang yang dihadapi Oppanya, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk membantu Oppanya.

“ Aku yakin takdir akan mempertemukan kau dengan keluargamu lagi Oppa “, ucap Sunny sebelum meninggalkan Luhan sendiri dikamarnya.

~o0o~

Seorang namja membuka pintu truknya dan beberapa orang datang untuk membereskan semua peralatan syuting yang telah dipakai. Saat mengangkat sebuah kotak hitam yang besar kedua orang namja itu kaget melihat sebuah tubuh yeoja kecil yang tertidur disana.

“ Omo! Mengapa ada anak kecil disini?! “, kaget seorang namja membuat namja satunya juga melihatnya.

“ Jinjja? Apa yang dilakukan yeoja kecil ini disini? “, tanya namja yang lainnya.

“ Omma… Appa…. “, lirih yeoja kecil itu yang ternyata Taeyeon.

Taeyeon membuka matanya dan melihat 2 orang namja menatap padanya. Saat seorang namja mencoba bertanya padanya, Taeyeon terlihat tak sadarkan diri tubuhnya terasa panas yang sepertinya demam karena kedinginan didalam truk tadi.

“ Badannya panas sekali, sepertinya yeoja kecil ini sakit “, ucap namja itu.

“ Yak! Apa kalian menemukan kamera kecilku? Aku yakin ada disini tadi “, ujar seorang namja pada kedua namja itu.

“ Lay-ssi, kami menemukan seorang yeoja kecil disini. Sepertinya dia sakit “, ucap namja yang menemukan Taeyeon.

“ Yeoja kecil? Apa yang dilakukannya disini? “, tanya Lay.

“ Kami juga tidak tahu, bisakah kau membawanya ke rumah sakit. Kami harus menyelesaikan tugas kami sekarang “, pinta namja itu pada Lay.

“ Baiklah, aku akan membawanya “, ucap Lay lalu kedua namja itu menggendong tubuh Taeyeon dan memberikannya pada Lay.

“ Yeoja kecil yang manis “, gumam Lay yang langsung membawa Taeyeon menuju rumah sakit dengan mobilnya.

To Be Continue….

Apa Luhan akan tahu penyebab kepergian Yuri dan berkumpul dengan keluarganya?

Apa Yuri akan menemukan Taeyeon secepatnya?

Apa Taeyeon akan baik – baik saja?

Apa yang akan dilakukan Ahreum untuk mencegah Luhan dan Yuri bersatu? Siapa yang di dihubungi Ahreum sebenarnya?

Anyeong para readers ^_^ aku kembali dengan Appa Bogoshipta, disini konfliknya bermunculan dan banyak. Moga kalian yang menunggu FF ini bisa puas dengan part ini😀 Kamshamida yang udah mendukung cerita ini yang mungkin mirip sinetron hehehe😛 Keep RCL, hargai karya Orang lain apalagi kalian menikmatinya ^__^

 

 

62 thoughts on “Appa, Bogoshipta Scene 5

  1. Kenapa baekhyun harus pindah..kan kasihan taeyeon jadi sendirian.
    Benerkan nenek sihir itu pasti dibalik semuanya dasar brengsek..
    Omona uri taeyeon kenapa harus kebawa sama truck itu sih, oh ayolah author jangan buat yuri semakin menderita dengan hilangnya taeyeon.

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s