You’re My Destiny | Part 5

ymd

Title     : You’re My Destiny

Genre  : Romance, Sad(ga yakin-_-), Angst (ga yakin_-_), Comedy (?)

Main Cast        :

Jessica Jung

Xi Luhan

Support Cast :

Xiumin Kim

Kim Hyoyeon

Sunny Lee

Chen Kim

Pairing : HanSica –XiuSica – XiuSun – HyoChen

Rating :  PG-13

Author : CJH

SIDERS? GO TO THE HELL NOW!

Disclaimare :This is my own storyline. I don’t copy this from other fiction,this is my pure imaginaton. Don’t Be a plagiator, don’t bashing and in this fiction i just borrow the cast’s name.

jangan lupa kunjungi wp pribadi aku ya >> choijunghee.wordpress.com

Note : FF ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan mohon dimaklumi hwhw._.

Created By Choi Jung Hee

 Previous : | 1 | 2 | 3 | 4 |

Part 5

.               .               .                               .               .               .                               .               .               .

Namja yang disebut Kim Min Seok itu menoleh kearah asal suara tersebut. Di dapatinya bawahannya sedang memandang lirih kearahnya. Xiumin, nama panggilan namja bernama Kim Min Seok itu memegang pipinya yang terdapat bentuk telapak tangan berwarna merah disana. Sakit memang rasanya di tampar oleh seorang wanita.

“Ada apa?” Xiumin memandang Jessica, gadis yang menamparnya itu tadi dengan tatapan sinis. Begitupun gadis yang ada di depan Xiumin saat ini, Lee Sun Kyu. Jessica memandang kearah bawah. Gadis itu tidak tahu harus mengatakan apa. Yang jelas, hatinya sangat hancur saat ini. Hancur dan hilang di tiup angin malam yang dingin.

Jessica menghirup nafasnya dalam – dalam. Menutup matanya sejenak untuk menenangkan pikirannya. Gadis bermarga Jung itu mendongkakkan kepalanya menghadap Xiumin. Gadis itu sudah bertekad untuk memberanikan dirinya untuk menghadap Xiumin. Meskipun nanti ada kenangan pahit di dalamnya.

“Jelaskan padaku apa maksud dari ini semua, Tuan” ujar Jessica dengan menekankan kata ‘Tuan’. Gadis itu terlihat menahan air matanya untuk tidak jatuh, lagi. Wanita yang ada di depan Xiumin, atau biasa di sebut dengan Lee Sun Kyu itu kini menatap Jessica sinis.

“Kau bodoh” jawab Xiumin singkat. Jessica yang mendengar jawaban itu langsung menatap Xiumin tajam. “Kau bodoh Jessica Jung Sooyeon” ucap Xiumin sekali lagi. Dan itu semua membuat Jessica geram. Ada apa lagi yang akan terjadi?

“Well, kau adalah boneka barbie bagi Xiumin” kata Sun Kyu dengan nada sinis. Jessica semakin bingung. Apakah ini adalah drama yang biasa Jessica tonton selama ini?

“B-Boneka.. Barbie?” tanya Jessica dengan nada yang gemetaran. Mendengar jawaban Jessica yang terdengar gugup itu membuat Sun Kyu semakin tersenyum kemenangan. Kalau Xiumin? Namja itu hanya melihat drama yang kini ia saksikan live itu dengan tatapan yang sulit di artikan.

“Kau adalah mainanku” kata Xiumin pelan. Meskipun pelan, kalimat itu sangat mudah di dengar oleh telinga Jessica. “Mainan?” tanya Jessica yang terdengar membentak. Well, siapa yang tidak marah jika di jadikan oleh mainan seorang namja?

“Lee Sun Kyu, mantan rekan kita itu adalah kekasihku” Xiumin menatap Jessica dalam. Namja itu tahu kalau Jessica sedang sakit hati karenanya sekarang. Tapi, apa boleh buat? Karena Xiumin memang benar – benar kekasih Sun Kyu.

Jessica membulatkan matanya setelah mendengarkan hal itu. Jantungnya seperti tertusuk berjuta – juta pedang yang berhasil menembus dinding luarnya. “A-Apa?” tanya Jessica lagi. Sungguh ini semua mirip dengan drama yang biasa Jessica tonton selama ini.

“Kau tidak dengar Nona Jung? Xiumin adalah kekasihku. Apakah perlu aku tekankan sekali lagi?” kata Sun Kyu terdengat sinis. Jessica meneteskan air matanya, lagi. Hatinya  rapuh saat ini.

Jessica menatap Xiumin seolah meminta penjelasan lebih. Xiumin mengetahui hal itu. lalu namja itu membetulkan duduknya lalu berdehem kecil. “Jadi begini…” perkataan Xiumin menggantung. Jujur, Xiumin tidak tega melukai Jessica lebih dalam. Ia akui, semuanya adalah kesalahannya.

Ini semua karena Sun Kyu. Sun Kyu yang membuat rencana ini semua. Pasti gadis itu sedang senang karena rencananya berhasil dan sangat sukses. Xiumin menceritakan semuanya kepada kekasihnya, Lee Sun Kyu. Tentang Jessica yang mengaguminya.

Dan muncullah ide gila dari otak cerdas Sun Kyu. Tujuannya, untuk membuat Jessica kapok mencitai Xiumin. “Aku adalah kekasih seorang Lee Sun Kyu. Kami sudah menjalani hubungan ini selama empat bulan” Xiumin menghela nafasnya sebentar. Sungguh sulit mengatakan yang sebenarnya kepada Jessica. Gadis bermarga Jung itu terlalu baik untuk di sakiti. Meskipun Xiumin seorang player, sebenarnya ia tak sejahat itu.

“Apa tujuanku untuk memintamu kemari? Aku ingin membuatmu kenal lebih dekat dengan Sun Kyu. Jangan pernah berfikiran jika kita ini kencan. Dulu aku sering membuatmu melayang akan kata – kataku, sejujurnya itu semua hanya tipu bualan yang selama ini aku rencanakan untuk membuatmu tidak pernah mencintaiku lagi”

Jleb!

Rasanya Jantung Jessica sudah tidak berfungsi lagi. Apakah malaikat sudah mencabut nyawanya?.

Sekali lagi, Jessica terdiam membisu. Kata – kata Xiumin sungguh membuatnya buta akan segala hal. Jadi selama ini dia adalah sebuah boneka barbie bagi Xiumin. Tidak lebih.

“Oh, chukkae” ujar Jessica singkat. Gadis itu memaksakan untuk tersenyum kearah mereka berdua, Sun Kyu dan Xiumin. Meskipun sangat jelas bahwa senyuman itu adalah senyuman perih. Sun Kyu tersenyum kemenangan, lagi. “Lalu apa yang kau tunggu? Pergi dari sini sekarang juga” usir Sun Kyu halus. Memang suaranya halus selembut permen kapas, tetapi di dalamnya ada aura gelap.

Jessica menundukkan kepalanya. Cobaan kali ini sangat berat baginya. Jadi, selama ini ia mengagumi atasannya itu adalah sebuah kesalahan besar. Sangat besar malah. Jika kalau Jessica tidak menyukai Xiumin, yeoja itu tidak mungkin sakit hati sedalam ini. Bukan hanya sakit hati, tetapi malu juga. Malu di depan Xiumin maupun Sun Kyu.

Tidak ada pilihan lain. Jessica berbalik berjalan gontai menuju ambang pintu restaurant terkemuka itu. Yeoja itu tetap saja memaksakan berjalan, padahal kakinya sudah tidak kuat lagi menopang badan mungilnya itu. Air mata Jessica makin deras. Entah berapa liter air mata yang telah di keluarkan yeoja cantik itu.

Luhan sudah menyaksikan semuanya. Tidak ada satu adegan yang di lewatinya. Bahkan satu kata saja tidak ada yang ia lewatkan untuk di dengarkan. Luhan tau ini semua akan terjadi. Ia merasa iba ke Jessica. Pasti hatinya sangat sakit sekarang. Mengetahui namja yang di sukainya sudah memiliki kekasih.

Luhan mendatangi Jessica yang sedag mengeluarkan isakan – isakan kecil dari bibir mungilnya. Rambut berantakan, mata yang sembab dan berkantung hitam, make up yang sudah mulai luntur. Sungguh, penampilan Jessica saat ini sangat menyedihkan.

Namja berambut blonde itu memeluk Jessica hangat. Jessica membalas pelukan hangat itu. Tangisan yeoja itu semakin menjadi – jadi. Sampai – sampai baju yang Luhan kenakan menjadi basah karena air mata Jessica.

“Menangislah sekencang – kencangnya” bisik Luhan tepat di telinga kanan Jessica. Mendengar hal itu, Jessica malah berteriak dalam tangisnya. “Menangislah hingga kau lelah. Menangislah supaya kau lega”

Luhan melepaskan pelukannya dengan Jessica. Lalu menghapus air mata gadis itu perlahan. “Aku hanya ingin mengatakan, kau jelek hari ini” ujar Luhan sambil mencubit hidung jessica pelan. Yeoja itu malah mengerucutkan bibirnya.

“Kau yang menyuruhku menangis dengan kencang” katanya kesal. Luhan tersenyum mendengarnya. Namja itu memilih untuk diam dan tenggelam ke alam fikirannya.

“Kau boleh pulang, aku akan masuk ke dalam. Nanti aku akan mampir ke apartemenmu” ujar Luhan. Namja itu meninggalkan Jessica tanpa mendengarkan persetujuan dari gadis itu.

Sebenarnya, Jessica ingin menolaknya dan memilih untuk menunggu Luhan. Tapi apa boleh buat, jika yeoja itu melanggar perkataan Luhan. Pasti ia akan habis di makan Luhan terlebih dahulu. Atau Luhan akan menjadikan Jessica sebagai Kimchi?

***

Luhan memasuki restaurant elite tersebut. Namja itu terlihat sedang mencari – cari seseorang. “Ah, itu dia” gumamnya sendiri. Lalu menghampiri meja yang terdapat dua orang yang duduk di sana.

“Xiumin-ah” namja yang di panggil Xiumin itu sontak menoleh ke arah Luhan dengan tatapan malas. Sedangkan gadis yang ada di depannya, Sun Kyu malah menatap Luhan tajam.

“Wae?” balas Xiumin singkat. Luhan menatap Xiumin tajam, dan itu membuat namja chubby tersebut merasakan bulu kuduknya berdiri tegak sekarang. “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” bisik Luhan tepat di telinga kiri Xiumin. Sedangkan Sun Kyu, atau bisa di sebut Sunny itu berusaha menajamkan indra pendengarannya. Namun nihil, bisikan Luhan terlalu pelan untuk di dengar Sun Kyu.

“Meng..” belum sempat Xiumin menjawab kalimat Luhan, namja berambut blonde itu sudah menyeret Xiumin untuk mengikutinya ke suatu tempat. Tempat sepi tentunya.

Kini, dua namja tersebut ada di tempat parkir mobil di bagian belakang. Tempat yang cocok, karena sangat sepi di sini. “Kau mau apa?” tanya Xiumin yang berusaha gentle untuk menutupi ketakutannya. Luhan tersenyum tipis.

“Jangan sok menjadi laki – laki kalau kau ternyata itu setengah wanita” kata Luhan sinis. Xiumin mengerutkan keningnya bingung akan tingkah Luhan. “Apa maksudmu?”

“Beraninya kau menghancurkan sahabatku” Luhan menarik kerah baju Xiumin, namja yang mempunyai wajah baby face itu mengangkat Xiumin hingga tidak menyentuh tanah. “Bodoh, aku ini atasanmu! Beraninya kau!” bentak Xiumin sambil berusaha melepaskan dirinya dari tangan Luhan.

“Aku tidak peduli apapun jabatanmu saat ini. aku hanya ingin menasihatimu, tuan” Luhan menatap Xiumin dalam. Begitupun Xiumin, sepertinya namja chubby itu sudah mengumpulkan keberaniannya untuk melawan Luhan.

“Cih, menasihati? Jika kau ingin menasihatiku katakan saja! Kau sudah membuang waktuku yang berharga karena omong kosongmu” bentak Xiumin kasar. Mendengar bentakan itu wajah Luhan menjadi merah padam. Amarahnya sudah memuncak sekarang.

“Oh oke akan ku katakan sekarang” Luhan menghela nafas panjang. Menyiapkan dirinya yang akan berkata panjang lebar tanpa henti. Pasti membutuhkan oksigen banyak.

“Apa maksudmu menjadikan Jessica sebagai mainanmu? Kau kira Jessica mudah di beli dan di buang, huh? Dia bukan boneka barbie seperti yang kau inginkan pabo! Aku tahu kalau wajah Jessica seperti barbie, tingkah laku yang kekanakan seperti barbie. Dan aku juga tahu kalau wanita itu memang bisa di mainkan layaknya sebuah boneka barbie yang bisa kita atur semau kita. Tapi ingat Kim Min Seok, lelaki sejati tidak pernah dan tidak akan mau bermain barbie!!”

Luhan mengatakan semua itu dengan lancar, penuh tekanan dan penuh bentakan. Luhan juga tidak memberi kesempatan Xiumin untuk berkata apapun. Layaknya seorang dewa yang sedang marah besar. Lalu namja itu meninggalkan Xiumin yang masih terpaku dengan perkataan Luhan. Lelaki sejati tidak pernah dan tidak akan mau bermain barbie

Kalimat itu terus saja memutari otak Xiumin. Dan itu semua membuatnya pusing tujuh keliling. Apa Xiumin harus minta maaf pada Jessica? Tidak mungkin!. Bukankah harga dirinya lebih penting?

***

Luhan sampai di apartemennya dengan selamat. Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Malam ini sudah Luhan pastikan, ia akan tidur selama satu atau dua jam atau tidak sama sekali. Karena niat namja itu saat ini adalah, pergi ke ruang apartemen Jessica dan menenangkannya.

Srek..

Pintu apartemen berwarna cokelat kayu itu terbuka. Menandakan ada seseorang yang masuk atau bertamu. Yeoja sang pemilik apartemen itu melangkah ke arah ambang pintu tersebut. Tidak perlu di lihat atau di tanyakan, seseorang tersebut pasti Luhan. Siapa lagi yang tau password apartemen seorang Jessica Jung?

Keadaan Jessica sekarang sangat kacau. Mungkin, keadaan yeoja bermarga Jung itu terlihat menyedihkan. Pasti orang yang melihatnya saat itu merasa iba dengannya. “Sudahlah jangan kacau seperti ini. Tidak ada gunanya memikirkan hal yang tidak berguna”

Jessica menatap Luhan. Lalu menatapnya sendu. Hati Jessica saat ini tidak bisa di deskripsikan. Sungguh tidak beraturan dan membingungkan. Layaknya sebuah benang, selalu membingungkan seorang nenek atau bahkan seluruh manusia untuk memasukkannya ke lubang jarum.

“Aku tidak memikirkannya” Bohong. Sekarang Jessica mungkin sudah bisa di katakan sebagai liar. Jessica sang pembohong.

Luhan tidak menjawab jawaban Jessica. Entah mengapa. Luhan hanya diam dan sekali – kali memegangi kepalanya yang berat. Mungkin ia mengantuk atau pusing.

“Kau mau menginap di sini untuk malam ini saja Lu?” perkataan Jessica yang tiba – tiba sekaligus mengagetkan itu membuat Luhan menatap Jessica penuh tanya.

“Aku hanya takut mendapat nightmare…”

Sudah menjadi kebiasaan. Jika Jessica mendapat suatu kejadian buruk, ia pasti akan mendapat mimpi buruk. Dan ia tidak mau hal itu terjadi.

“Baiklah. Lalu aku harus tidur dimana?” tanya Luhan pasrah. Jessica menunjuk tempat tidurnya dengan senyum kepolosan. Luhan membesarkan matanya, hingga terlihat akan copot dan menggelinding di bawah lantai.

“Mwoya!! Kau gila? Jika aku di tempat tidurmu kau dimana?” teriak Luhan heboh. Jessica menatap Luhan dengan pandangan bodoh sekaligus bingung. “Kita tidur di situ lulu, dasar pabo”

Melihat reaksi Luhan yang semula kaget menjadi tersenyum evil seperti setan yang baru kesurupan/? Jessica langsung melempari Luhan dengan bantal sofa yang berat. Pasti sakit.

“Jangan berfikiran yang aneh – aneh lulu” ujar Jessica sambil mencubit hidung Luhan gemas. Tingkah laku namja yang satu ini memang tidak wajar. Luhan menghela nafas pasrah. Setidaknya, Jessica sekarang sudah kembali tersenyum bukan?

***

Cahanya matahari yang terang sudah mulai memasuki jendela apartemen Jessica. Sinar terang itu membuat Jessica menggeliat seperti cacing. Matanya mulai membuka meskipun snagat berat rasanya. Ia menguap kecil.

Yeoja itu tersentak kaget. Matanya membulat lebar hingga melihatkan mata foxynya yang sangat indah.

“LUHAN!! IGE MWOYA???”

TBC

Huhuhu u,u. Ini ff gaje banget sumpah. Tidak layak untuk di baca /elap ingus.

Ini ff kaga NC loh ya’-‘ jijai author mah kalo NC-_-. Di lirik genrenya kan ada comedy gagal, jadi aku selipin comedy gagal itu/? meskipun toh ya ga lucu sama sekali-_-

Maaf banget ffnya pendek-_- biasalah otak lagi mampet/?

Oiya, buat readers setia aku. Minal aidzin walfa’idzin. Mohon maaf lahir dan batin. HAPPY EID MUBARAK ALL!!~~~ /telat/

77 thoughts on “You’re My Destiny | Part 5

  1. Kyaaaa ><" gantung banget thorrrrr…
    Lu ama sica eonni ngapain hayooo (¬-̮¬)
    Sunny sama xiumin kok jahat banget ihhhh.. (╰_╯)
    Next chaptnya di tunggu thor

  2. Pingback: You’re My Destiny | Part 6 | EXOShiDae Fanfiction

  3. itu jessie sm luhan ngapain hayoooo? btw itu xiuminnya jahat banget. sunny segitunya klo cemburu. jessica semangat yaaw. next part ditunggu ya chingu. jgn lama”🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s