Love in SM Academy [Chapter 15]

love in sm academy by kang taehee

Author : Kang Taehee

Artworker : V-signed

Title : Love in SM Academy

Genre : friendship, romance, schoolife

Rating : PG – 13

Length : Chapter

Cast :

SNSD Jessica

SNSD Taeyeon

SNSD Tiffany

SNSD Yoona

EXO K Kai

EXO K Chanyeol

EXO K Kyungsoo

EXO M Luhan

EXO M Kris

F(x) Sulli

F(x) Victoria

note : maaf ya  ngepostnya lama. gak tau kenapa susah banget dapet feel kaisica akhir-akhir ini :” . apalagi dengan keadaan yang udah biasa aja sama EXO. tapi saya usahain kok buat ff ini sampe tamat. lagi pula mungkin 4 chapter atau 3 chapter lagi juga tamat. doain aja ya, semoga maksimal cuma 20 chapter. sebenernya ide udah ada, jalan cerita udah ada sampe tamat. tapi kalo pas ngetik feelnya gak ada juga susah. maaf ya garing dan maksain feelnya😥

Warning! hal-hal yang dipaksakan dan typo

=============================

                Malam ini Jessica benar-benar pulang ke rumahnya. Setelah memohon-mohon dan menghiperbolis perkataannya pada pihak sekolah, gadis berdarah California-Korea ini diperbolehkan pulang selama dua hari. Untungnya pihak sekolah tahu bahwa dirinya adalah putri dari Jung Yonghwa dan Go Ara. Jika tidak, gadis itu terpaksa harus melaksanakan rencana keduanya yang tak lain dan tak bukan adalah kabur dari SM Academy.

Gadis itu terlihat menyeret kopernya di dalam rumah megah tempat dia tinggal jika dirinya berada di Seoul. Kebetulan sekali, pelayan pribadi Jessica mendapati Jessica yang masuk ke dalam rumah. Pelayan tersebut terlihat terkejut melihat kepulangan majikannya yang memang tak sesuai dengan jadwal yang ada. Dia tahu sekarang bukanlah jadwal Jessica pulang. Melihat penampilan Jessica yang saat ini terlihat cukup mengenaskan apalagi dengan matanya yang sembab membuat pelayan Jessica tahu bahwa gadis itu sering menangis. Wajahnya pun tak terlihat seperti biasanya. Kali ini bukan Jessica yang sangat ceria dan suka memaksa.

“ nona, kau sudah pulang?” ujar pelayan Jessica sambil menghampiri majikannya tersebut. Jessica terlihat menghentikan langkahnya dengan pandangan yang dia tujukan kepada pelayannya tersebut. tak ada respon dari Jessica untuk pertanyaan yang dilontarkan pelayan tersebut pada Jessica. pandangan gadis itu terlihat kosong. Namun detik berikutnya Jessica memeluk pelayannya tersebut. gadis itu menangis di pelukan pelayan pribadinya. Ini hal biasa yang Jessica lakukan. Jessica memang akan tenang jika memeluk seseorang di saat keadaan hatinya benar-benar sangat tak enak. Pelayan pribadi Jessica terlalu mengenal Jessica. Bahkan pelayannya bisa menebak apa yang akan Jessica ucapkan saat ini. Apalagi jika bukan meminta Luhan atau Victoria untuk ke Korea.

“ Luhan, aku ingin dia disini. Aku ingin Victoria disini, ahjumma.” Isak Jessica di pelukan pelayan pribadinya yang sudah dia anggap bibinya sendiri. Tepat sekali dugaan pelayan pribadi Jessica tersebut. Luhan dan Victoria mungkin hanyalah orang yang selalu mampu menenangkan Jessica. tentu saja, mereka bertiga berteman dari sejak kecil. Dan Jessica lah yang paling manja di antara ketiganya.

“ aku ingin kembali ke China. Aku benci disini. Disini tak ada siapapun.” Isak Jessica dengan suara parau. Suaranya bahkan sudah terdengar sangat serak. Tubuhnya terlihat sedikit bergetar. Dia benar-benar terlihat terpukul dengan semuanya. Apa yang Tiffany lakukan, Baekhyun yang mempermainkannya, serta Kai yang membencinya saat ini. Itu semua membuat Jessica tak nyaman berada di Korea. Hanya saja dia tahu, orangtuanya tak akan mengijinkannya pergi ke China kembali.

“ nona, disini ada ahjumma.” Ujar Pelayan pribadi Jessica yang memang terlihat tak tega melihat keadaan Jessica yang seperti ini. Isak tangis yang tak kunjung berhenti, membuat Jessica benar-benar terlihat terluka. Pelayan pribadinya terlihat melepas pelukan Jessica dan menghapus airmata majikannya. Gadis di hadapannya ini terlihat kuat, padahal sesungguhnya Jessica mudah sekali mengeluarkan airmata di hadapannya maupun Luhan atau Victoria.

“ ahjumma akan menyuruh Luhan kesini. Tapi ada apa denganmu, nona?” tanya pelayan pribadi Jessica tersebut. gadis itu terlihat menggeleng pelan. Dia tak sanggup menceritakan semuanya kali ini. Dia tahu yang ada bukan bercerita, tapi gadis itu menangis. dia ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu. Setelah itu, dia akan menceritakan semuanya pada Luhan.

“ a.. aku ingin istirahat. Tolong jangan ganggu aku hingga besok.” ujar Jessica sambil meninggalkan pelayannya yang menatapnya khawatir. Jessica tak pernah terlihat sekacau ini sebelumnya. Gadis itu bahkan selalu saja terlihat cerah dan memamerkan senyumannya sebelumnya. Dan ini cukup membuat pelayan pribadi Jessica khawatir.

 

***

 

Luhan benar-benar langsung pergi ke Korea malam ini juga saat pelayan pribadi Jessica menelpon dirinya bahwa keadaan Jessica kurang baik dan Jessica menginginkannya untuk ke Korea. Dia terlalu mengenal Jessica. Berteman dengan Jessica semenjak dirinya masih sangat kecil membuat dirinya mampu mengetahui hal apapun yang ada pada diri Jessica. Setidaknya Luhan benar-benar tahu keadaan dimana Jessica sedang benar-benar kacau. Dan dia benar-benar tahu kebiasaan buruk gadis itu saat seperti ini.

“ aku harap kau tak melakukan hal bodoh, Jess. Jangan mengemudi mobil seperti saat aku akan pergi ke Amerika dulu.” Gumam Luhan terlihat gusar saat dirinya berada di dalam pesawat. Mengingat Jessica yang pernah dalam keadaan sangat kacau seperti dulu membuat Luhan benar-benar merasa cukup mengerikan membayangkannya. Dia ingat suatu waktu Luhan sempat akan pindah ke Amerika, dan Jessica tak menyukai hal tersebut. Gadis itu mengajak Luhan untuk jalan-jalan. Yang dia dapat Jessica bukannya mengajak dirinya bersenang-senang, gadis itu malah mengemudikan mobilnya dalam kecepatakan tinggi, padahal saat itu Jessica belum mendapat SIM dan baru bisa menyetir. Jessica mengancam bahwa jika Luhan tak menggagalkan kepindahannya ke Amerika, Jessica tidak akan menghentikan laju mobilnya dan akan mengendarai mobilnya tersebut dalam kecepatan tinggi. Tentu saja Luhan menyerah dan memilih untuk membatalkan kepindahannya tersebut.

“ aku merindukanmu, Jung.” ujar Luhan sambil menatap layar ponsel miliknya. Lelaki itu memang menjadikan foto dirinya, Victoria, dan Jessica sebagai walpaper di ponsel miliknya. Disana terlihat ketiganya tengah tersenyum ceria sambil memamerkan sederetan giginya. Pandangan mata Luhan terus tertuju pada sosok Jessica. dia merindukan gadis berambut pirang di foto tersebut. dia merindukan sifat Jessica yang cukup kekanak-kanakan. Diantara Victoria dan Jessica, Luhan memang lebih menyayangi Jessica. Victoria lebih dewasa diantara mereka bertiga, dan itu membuat Luhan menganggap Victoria seperti kakaknya. Sedangkan sifat Jessica yang kekanak-kanakan dan selalu memaksa membuat Luhan merindukannya. Lelaki itu selalu ingin menjaga Jessica.

 

***

Jangan menangis sekarang! Simpan airmatamu sampai aku berada di Korea. Jangan mengendarai mobil seperti saat aku akan ke Amerika. Jangan pergi kemana-mana. Aku akan menemuimu lalu akan menghapus airmatamu kkkkk.

Jessica terus mengulangi membaca pesan singkat dari Luhan. Dia tak bisa menepati apa yang Luhan katakan. Airmatanya benar-benar tumpah kembali saat melihat pesan singkat tersebut. dia tak bisa menahan airmatanya agar tumpah bukan saat ini, dia tak bisa menahan airmatanya agar tumpah saat Luhan muncul di hadapannya untuk menghapus airmatanya, gadis itu tidak bisa. Semuanya terasa sangat menyakitkan. Mengingat pandangan Kai yang sangat tajam saat berbicara padanya, membuat hatinya terasa benar-benar teriris. Baekhyun hanyalah sebagian kecil yang membuatnya seperti ini. Yang membuatnya sangat kacau adalah saat dirinya menyadari bahwa Kai benar-benar sangat berarti, Kai malah lebih memilih Manami. Dan itu benar-benar membuat Jessica kecewa.

“ Luhan… Vict…” isak Jessica sambil memanggil nama kedua sahabatnya. Gadis itu terlihat memeluk kedua kakinya. Ponsel yang sedaritadi dia pegang pun terlihat dia simpan di sisinya. Gadis itu terlihat membenamkan wajahnya sambil terus terisak. Saat seperti ini hanya Luhan yang mampu menenangkannya, hanya Luhan yang selalu menuruti permintaannya. Bahkan Victoria yang Jessica harapkan kehadirannya pun, terkadang membuat mood Jessica semakin turun karena dia melarang apa yang Jessica inginkan. Pada akhirnya Luhan dan Victoria akan berdebat. Dan Jessica sangat merindukan hal tersebut. hal tersebutlah yang terkadang membuat Jessica tersenyum kembali.

“ aku merindukan kalian. Aku ingin ke China. Aku tak betah di Korea.” Lirih Jessica sambil melemparkan bantal yang tepat berada di sampingnya. Detik berikutnya gadis itu terlihat menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Sekarang tangisnya terdengar tak bersuara. Dan itu membuat Jessica terlihat benar-benar menyakitkan.

 

***

 

Kai terlihat mengacak-ngacak rambutnya frustasi saat dirinya mengingat  apa yang dirinya katakan pada Jessica tadi sore. Mengingat ekspresi kecewa Jessica saat berbicara padanya membuatnya tak enak pada Jessica. Kai takut Jessica akan menuruti permintaannya untuk menjauhinya beberapa waktu. Dia tak sanggup menerima kenyataan bila pada akhirnya Jessica akan menjauhinya untuk selamanya, bukan untuk sementara seperti yang dia inginkan.

“ kukira kau benar-benar menyerah dan memilih Manami.” Ujar Kyungsoo membuat Kai menoleh padanya dengan senyum kecut yang terlihat menyedihkan. Rasa egois yang begitu besar dalam dirinya membuatnya tak mampu memaafkan gadis itu dengan mudahnya. Jessica terlalu banyak memberikannya rasa sakit. Gadis itu benar-benar telah membuatnya kecewa dengan segala yang telah diperbuatnya. Dan itu membuat Kai sulit untuk memaafkan Jessica. Kai hanya ingin menguji perasaan Jessica. dia takut jika Jessica hanya menjadikannya pelampiasan karena Baekhyun telah menyakiti Jessica. Kai tak ingin hal itu terjadi.

“ tidak juga.” ujar Kai dengan nada suara yang datar. Kyungsoo terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat hubungan Kai dan Jessica yang menurutnya sulit untuk dimengerti. Mulai dari Jessica yang sebenarnya adalah cucu dari seorang presiden, Baekhyun yang menjadikan Jessica sebagai perantara membuat Kai tersiksa, Kai dan Jessica yang sama-sama mempertahankan egonya, semua itu terasa seperti sebuah drama bagi Kyungsoo. Drama yang menurutnya tak akan ada habisnya. Memikirkannya saja Kyungsoo merasa pusing, apalagi Kai yang menjalaninya.

“ lalu mengapa kau memperlakukan Jessica seperti itu saat di lapangan basket?” tanya Kyungsoo yang sebenarnya tak habis pikir dengan pola pikir Kai. padahal jika Kai mau menurunkan egonya sedikit saja, mungkin hubungan keduanya tak akan serumit ini.

Kai terlihat menghela nafas berat sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi saat Kyungsoo mengungkit kejadian di lapangan basket tadi. Kyungsoo tak akan pernah mengerti dirinya. Ya, potongan-potongan kejadian manis antara Baekhyun dan Jessica terus terputar di otak Kai, kejadian saat Jessica selalu menganggap bahwa Baekhyunlah yang benar akan Kai ingat saat dirinya melihat wajah Jessica. dan itu membuat Kai tersiksa. Tadi Kai hanya ingin menetralisirkan hatinya terlebih dahulu. Hanya saja ternyata itu malah membuat keadaannya bahkan semakin buruk.

“ kau tidak akan mengerti. Aku ingin menenangkan diri. Kumohon jangan menggangguku dulu.” Mohon Kai membuat Kyungsoo menatap sahabatnya dengan tatapan cukup iba. Banyak sekali wanita yang menginginkan Kai, tapi mirisnya Kai mencintai orang yang bahkan menyakitinya. Dan ini bukan terjadi sekali, bahkan sudah dua kali. Pertama Manami, dan kedua adalah Jessica.

 

***

 

Luhan terlihat sedikit meringis saat dirinya menerima telpon dari Victoria dan membiarkannya mengomel tak jelas di telpon. Dirinya yang benar-benar lupa untuk mengajak Victoria ke Korea membuat Victoria kesal. Jangankan untuk mengajak Victoria, Luhan sendiri terlalu khawatir dengan keadaan Jessica. Yang dia ingat, pelayan pribadi Jessica mengatakan Jessica ingin dirinya ke Korea tanpa menyebut nama Victoria, tentu saja Luhan tak ingat sama sekali pada gadis itu.

“ jangan sok lupa. Katakan saja padaku kau ingin mencari kesempatan dalam kesempitan, Lu. Kau pikir aku tak tahu bahwa kau ingin berduaan dengan Jessica?” sindir Victoria membuat Luhan gemas karena Victoria yang terus menuduhnya macam-macam. Sungguh, Luhan tak pernah berniat untuk mencari kesempatan dalam kesempitan pada Jessica. Toh Luhan sendiri tahu gadis itu tak akan tertarik padanya.

“ jangan mengatakan yang tidak-tidak, Vict. Aku benar-benar lupa. Kau tahu tidak? L-U-P-A.” Kesal Luhan sambil memakai sepatu untuk pergi ke rumah Jessica. Saat Luhan tiba di Korea, lelaki itu memang tak benar-benar langsung pergi ke rumah Jessica. tapi Luhan memilih untuk beristirahat dulu di hotel.

“ ck. Nanti disana kau bersenang-senang dengan Jessica tanpa aku. Aku juga merindukan anak kecil itu. Aku ingin belanja bersama Jessica seperti dulu. Sahabat macam apa kau yang tega melupakan sahabatnya yang satu ini?” Keluh Victoria membuat Luhan setidaknya bersyukur tak mengajak Victoria untuk pergi ke Korea. Membayangkan dirinya mengikuti Jessica dan Victoria yang sedang berbelanja membuat Luhan bergidik ngeri. Kakinya benar-benar serasa patah jika sedang mengantar kedua wanita itu berbelanja.

“ untung saja kau tak ke Korea. Bisa dibayangkan betapa tersiksanya diriku saat mengantarmu dan Jessica berbelanja.” Celetuk Luhan membuat Victoria terus mendumel tak jelas di dalam telpon. Bukan apa-apa, Luhan memang sudah terlalu sering mengkomplain hal tersebut. seharusnya sebagai sahabat Jessica dan Victoria, Luhan harus terbiasa dengan kebiasaan mereka.

“ ah. Kau memang tak asik, Lu. Nanti saja aku menelpon Jessica. selamat bersenang-senang ya. Jangan kau apa-apakan Jessica. aku tahu…”

Click

Luhan benar-benar memutuskan sambungan telponnya padahal Victoria belum sempat menyelesaikan perkataannya itu. Luhan memang tak ingin mendengarkan perkataan Victoria yang semakin ngawur dan mengejeknya. Lagipula Luhan sudah benar-benar terburu-buru ingin bertemu dengan Jessica.

 

***

                Kai terlihat mencari keberadaan Jessica saat dirinya berpapasan dengan Sulli dan Taeyeon di cafetaria SM Academy saat dirinya sedang sarapan. Gadis itu belum menampakan batang hidungnya pagi ini. Dan itu cukup membuat dirinya bingung. Bukan apa-apa, biasanya Jessica tidak akan terpisahkan dari Taeyeon atau Sulli. Dan kehadiran Sulli dan Taeyeon sekarang tanpa Jessica membuat Kai bertanya-tanya tentang keberadaan Jessica.

“ Sulli – ah.” Panggil Chanyeol sambil melambaikan tangannya pada Sulli dan tak lupa untuk menarik Kai mengikuti dirinya. Chanyeol tahu, Kai mencari-cari keberadaan Jessica yang saat ini tak terlihat bersama Sulli dan Taeyeon. hanya saja sepertinya Kai gengsi untuk menanyakan Jessica. sebagai sahabat yang baik, sepertinya Chanyeol harus bertindak membantu Kai yang benar-benar menyedihkan ini.

“ apa?” ujar Sulli tidak suka saat Chanyeol berada di hadapannya dan terdengar sedikit tidak santai. Sedangkan Chanyeol terlihat tertawa kecil melihat gadis yang mampu menarik perhatiannya ini tak pernah bersikap manis padanya. dan membuat Chanyeol bingung sebenarnya apa yang membuat Sulli sampai terlihat begitu tak suka padanya?

“ sahabatku ini terlihat bingung, mengapa Jessica tak terlihat?” Ujar Chanyeol membuat Kai menatap Chanyeol tajam seolah mengatakan ‘apa maksudmu?’, sedangkan Sulli dan Taeyeon sontak saling berpandangan seolah mereka bingung akan menjawab apa.

“ Jessica ijin.”

“ Jessica sakit.”

Itulah kedua jawaban berbeda yang dilontarkan oleh Taeyeon dan Sulli secara bersamaan membuat Kai maupun Chanyeol mengerutkan keningnya bingung atas kedua jawaban yang harus dia percayai. Sulli terlihat menatap Taeyeon mengisyaratkan ‘mengapa tak ikut apa yang aku katakan?’, dan itu cukup membuat Taeyeon meringis pelan. Seharusnya Taeyeon membiarkan Sulli untuk mengambil alih untuk berbicara. sehingga tak terjadi kebodohan seperti saat ini.

“ kalian menyembunyikan sesuatu dari kami?” tanya Kai curiga membuat keduanya semakin meringis saja. Sulli terlihat menggigit bibir bawahnya, sedangkan Taeyeon tak berani mengatakan bahwa Jessica sekarang sudah pulang untuk beberapa hari. Dan Kai terdengar menghela nafas berat melihat hal tersebut. Kai tahu, pasti ada sesuatu yang tak beres tentang gadis itu.

“ sebenarnya ada apa?” tanya Chanyeol membuat Sulli mendongakkan kepalanya dan menatap Chanyeol. Sepertinya kali ini lebih baik mereka jujur tentang keberadaan Jessica yang memang tak sedang berada di kawasan SM Academy. Lagipula jika mereka berbohong pun kemungkinannya sangat kecil jika Kai dan Chanyeol akan mempercayainya.

“ Jessica pulang. Dia terus menyebut nama Luhan. Sepertinya Luhan adalah kakaknya.” Ujar Sulli membuat jantung Kai terasa berhenti berdetak saat itu juga. pikirannya terus melayang pada kejadian saat Manami pergi meninggalkannya. Lelaki itu tak ingin kali ini Jessica meninggalkannya seperti saat Manami meninggalkannya juga. Kai juga tahu Luhan bukanlah kakak Jessica. saat dirinya mencari informasi tentang Jessica tanpa sengaja Kai menemukan akun weibo milik Jessica. dan Kai banyak melihat self camera Luhan dan Jessica. dan dari foto-foto tersebut Kai dapat menyimpulkan bahwa Jessica dan Luhan memiliki hubungan yang sangat dekat.

 

***

 

Ternyata Kris dan Victoria sampai lebih cepat di rumah Jessica sebelum Luhan. Keduanya memang pergi menyusul Luhan yang sudah terlebih dahulu berada di Korea. Saat Kris akan mengajak Luhan untuk pergi ke Korea, ternyata lelaki itu sudah lebih dahulu tiba. Sedangkan Victoria tadi menelpon Luhan hanya untuk menggoda lelaki itu tentang Jessica.

“ Jess, buka.” Ujar Kris mengetuk-ngetuk pintu kamar Jessica namun si empunya terus mengurung diri tanpa membukakan pintu kamarnya tersebut. daritadi Jessica memang sudah berteriak tak ingin membukakan pintu untuk sepupunya tersebut. hanya saja sepertinya Kris tak pantang menyerah.

“ Jess, kau itu kenapa?” tanya Victoria mulai frustasi karena Jessica terus tidak mau membukakan pintu kamarnya. Disaat seperti ini Victoria benar-benar merutuki tentang kedatangan Luhan yang menurutnya dirasa sangat telat. Ya, Luhan memang satu-satunya orang yang Victoria rasa mampu membuat Jessica menurut.

“ tanyakan saja pada Kevin kenapa aku seperti saat ini. Tanyakan padanya mengapa menitipkanku pada Baekhyun. Kau tahu? Karenanya aku benar-benar tak bisa membedakan perasaanku sendiri.” Teriak Jessica dari dalam kamarnya dengan suaranya yang cukup parau. Dan itu cukup membuat Victoria tahu tentang keadaan Jessica yang Victoria pikir cukup kacau. Victoria sendiri sedikit bertanya-tanya tentang siapa Baekhyun. Apakah Baekhyun adalah orang yang mampu membuat Jessica jatuh cinta? Apakah Baekhyun pula yang membuat Jessica sekacau ini?

“ Baekhyun itu siapa? Dan mengapa bisa lelaki itu membuat Jessica sekacau ini?” bisik Victoria pada Kris, sementara Kris hanya mengedikkan bahunya karena dia sendiri tak tahu dengan apa yang telah temannya lakukan pada Jessica. lagipula yang dia tahu, Baekhyun saat ini tak lagi di Korea. Dan itu membuat Kris yakin kepergian Baekhyun dan kacaunya Jessica saat ini ada hubungannya.

“ apa yang kalian lakukan di depan kamar Jessica? mengapa kalian berbisik-bisik?” tanya Luhan curiga dan tiba-tiba saja ada di belakang Kris dan Victoria. Victoria terlihat dengan cepat membalikkan badannya sambil memandangi Luhan dengan pandangan yang sangat berbinar. Ya, Victoria yakin kali ini pasti Jessica akan membuka pintu kamarnya jika Luhan yang berbicara.

“ Vict, kupikir kau ada di ….”

“ jangan banyak bicara. Cepat pinta Jessica untuk membuka pintu kamarnya.” Ujar Victoria sambil menarik Luhan agar dirinya berada tepat di depan pintu kamar Jessica. sedangkan Luhan terlihat mencibir kelakuan Victoria pelan. Terkadang Luhan bingung mengapa dirinya bisa memiliki teman sedewasa Victoria namun terkadang bertingkah semena-mena terhadapnya.

“ Jessica! Luhan ada, ayolah buka pintunya.” Teriak Victoria sedikit bersemangat karena kali ini gadis itu yakin Jessica akan langsung membukakan pintu untuk ketiganya.

“ kau bohong.” Teriak Jessica sambil terdengar sedikit terisak, dan itu membuat Victoria mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil. Sepertinya gadis itu harus membiarkan Luhan sendiri yang berbicara sehingga sahabatnya mau mempercayai perkataannya itu.

“ ini aku Luhan. Kau tidak merindukanku? Ayolah, aku kesini untukmu. Kau sendiri bukannya ingin bertemu denganku? Sama sepertiku, aku ingin menemuimu. Aku merindukanmu. Maka dari itu kumohon buka pintu kamarmu. Jangan membuatku khawatir seperti ini.” Ujar Luhan terdengar lebih tenang bahkan sangat tenang dari Victoria maupun Kris. Kris dan Victoria terlihat memandangi Luhan tak percaya. Baru kali ini mereka melihat Luhan yang tak bertingkah kekanakan seperti Jessica. dan sedangkan Jessica tak mengeluarkan suaranya saat Luhan selesai berbicara. sehingga terjadi keheningan diantara Kris, Victoria, dan Luhan.

“ Je…” baru saja Victoria akan berbicara, bunyi kunci yang terbuka dari kamar Jessica membuatnya mampu menghentikan perkataannya tersebut. pintu kamar Jessica terbuka membuat ketiganya dapat melihat Jessica dengan keadaan sangat kacau ini. Rambut pirangnya yang berubah menjadi berwarna coklat gelap itu terlihat berantakan, belum lagi matanya terlihat sembab karena terlalu banyak menangis. dan itu cukup membuat ketiganya tak percaya dengan keadaan Jessica yang saat ini.

“ hanya Luhan yang boleh masuk ke kamarku.” Ujar Jessica dengan suara seraknya sambil menarik tangan Luhan untuk mengikutinya ke dalam kamar. Luhan terlihat terkejut karena tiba-tiba saja Jessica menarik tangannya. Sedangkan Kris dan Victoria terlihat tak terima karena dari dulu Jessica selalu lebih mengutamakan Luhan.

“ tapi Jess, wanita dan pria dilarang…” belum sempat Victoria menyelesaikan perkataannya itu Jessica sudah menyelanya dengan menutup pintu kamarnya cukup keras. Dan itu mampu membuat Victoria bungkam, sedangkan Kris terlihat menahan tawanya melihat ekspresi kecewa Victoria.

“ diamlah Kris.” ketus Victoria sambil meninggalkan kamar Jessica.

 

***

 

Yoona terlihat takut untuk menghampiri Sehun yang saat ini sedang berbicara dengan Taemin saat mereka berdua baru keluar dari ruang musik seusai  Z Class melaksanakan kelasnya. Saat ini Yoona memang memiliki niat untuk meminta maaf pada Sehun atas kejadian kemarin. Sehun yang terus bersikap dingin pada Yoona membuat wanita itu tak kuat. Apalagi saat berpapasan, Sehun tak pernah berniat untuk meliriknya sedikitpun. Dan itu membuat Yoona semakin merasa bersalah. Sebenarnya seberapa besar rasa benci Sehun saat ini? Bahkan menatap Yoona saja rasanya tak mau.

“ Sehun – ah!” panggil Yoona sambil berlari menghampiri Sehun namun lelaki itu terlihat pura-pura tak mendengarkannya dan pura-pura sibuk berbicara dengan Taemin. Yoona terlihat menghela nafas berat. Apakah sebegitu besar kesalahannya pada Sehun sehingga lelaki itu bahkan terlihat membencinya. Jangan berpikir untuk berbicara dalam waktu yang lama seperti dulu, sekarang bahkan Sehun tak mau memandanginya sedikitpun.

“ Sehun, bisakah kau mendengarkanku?”  tanya Yoona sambil menarik tangan Sehun dari belakang membuat Taemin dan Sehun menghentikan langkah kakinya. Sehun terlihat menghela nafas berat tanpa membalikan badannya untuk menghadap Yoona. Sementara Yoona terus sibuk mengatur nafasnya yang terengah-engah karena gadis itu memang berlari untuk sampai di tempat Sehun berada.

“ maaf.” Ujar Yoona terdengar sangat pelan namun cukup mampu terdengar oleh Sehun. Taemin terlihat melihat keduanya dengan pandangan cukup kikuk. Sepertinya kali ini lelaki itu berada di tempat yang salah. Berada diantara orang yang akan bermaafan membuat Taemin merasa menjadi obat nyamuk diantara keduanya.

“ aku tidak memiliki waktu untuk hal yang tidak penting seperti ini. Lebih baik kau kembali ke kelasmu.” Ujar Sehun sambil melepaskan tangan Yoona yang memegangi pergelangan tangannya. Gadis itu terlihat menggigit bibir bawahnya. Bukankah sekarang Yoona terlihat menyedihkan? Murid A Class terlihat memohon maaf dari seorang murid Z Class. jika Tiffany tahu mungkin Yoona akan habis.

“ ta.. tapi ini penting. Aku ingin meminta maaf padamu. Aku ingin…”

“ aku pergi.” Ujar Sehun memotong pembicaraan Yoona. Lelaki itu terlihat meninggalkan Yoona tanpa memikirkan Yoona yang mungkin terlihat kecewa dengan sikap Sehun yang benar-benar berubah seperti ini. Gadis itu terlihat menundukkan kepalanya kecewa. Dari awal ini salahnya dan Yoona sadar dirinya pantas mendapatkan ini semua.

 

***

 

Kamar Jessica benar-benar terlihat cukup berantakan saat Luhan memasukinya. Selimut dan bantal yang seharusnya tergeletak di kasur terlihat tergeletak tak beraturan di lantai. Kali ini Luhan benar-benar yakin bahwa Jessica sangat kacau. Setahunya separah apapun Jessica sedih, Luhan tak pernah melihat kamar Jessica seberantakan ini. Apalagi Jessica cukup rajin untuk membuat kamarnya rapi. Ya, kamar adalah tempat kesukaan Jessica.

“ maaf. Mungkin ini memang berlebihan.” ujar Jessica sambil duduk di sofa yang terdapat di kamarnya itu. Melihat ekspresi Luhan yang sepertinya terkejut dengan keadaan kamarnya membuat gadis itu yakin bahwa Luhan mungkin berpikir bahwa dirinya berlebihan. tapi Jessica benar-benar kacau sekarang. Belum lagi Jessica sedikit trauma untuk kembali ke SM Academy jika dirinya tetap berada di Z Class. ayolah, semua orang akan jijik jika disiram dengan air dari pembuangan. Jessica sendiri yang saat ini membayangkan kejadian beberapa hari yang lalu merasa ingin muntah.

“ kau ingin kembali ke China? Aku bisa mengatakannya pada ibumu.” Ujar Luhan sambil duduk di samping Jessica, namun gadis itu terlihat menggelengkan kepalanya lemah. Hal itu membuat Luhan terus memandangi Jessica dengan tatapan heran, yang dia tahu Jessica ingin sekali kembali ke China. Namun sekarang saat dirinya akan membantu Jessica untuk membujuk ibunya, Jessica malah menolaknya.

“ tidak. aku memiliki urusan yang harus kuselesaikan saat ini. Bisakah kau membantuku mengurus kepindahanku dari kelas Z Class ke kelas A Class. aku mohon.” Mohon Jessica membuat Luhan menganggukan kepalanya. Dari dulu Luhan memang selalu mengabulkan apa yang gadis di sampingnya pinta. Gadis ini terlalu berharga bagi Luhan, dan tentu saja sulit bagi Luhan untuk menyakiti gadisnya dengan cara menolak permintaan Jessica.

“ sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Luhan membuat wajah Jessica kembali muram. Gadis itu terlihat melipat kakinya lalu memeluknya. Pandangannya terlihat gadis itu alihkan pada Luhan. Sekarang keduanya terlihat saling berpandangan.

“ kau pernah merasakan patah hati? Apakah kau pernah merasakan kecewa karena cinta?” tanya Jessica pelan, detik berikutnya gadis itu terlihat menundukkan kepalanya. Luhan terdiam mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu. Lelaki itu pernah merasakan kecewa karena cinta, patah hati, bahkan detik ini juga dia merasakannya. Ya, alasan Luhan selalu memperlakukan Jessica dengan sangat baik itu karena Luhan mencintai Jessica. alasan Luhan terbang dari China menuju Korea dengan sangat terburu-buru juga itu karena Luhan mencintai Jessica.

“ pernah. Ya, aku pernah merasakannya.” Ujar Luhan membuat Jessica mendongakkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya pada Luhan. Jessica tahu betul perasaan Luhan terhadap dirinya. Dan Jessica pikir yang membuat Luhan patah hati dulu adalah dirinya. Ya, Jessica dan Luhan memang pernah berpacaran ketika masih menginjak sekolah menengah pertama, hanya saja Jessica meminta untuk mengakhirinya dan tetap menjadi sahabat. Bahkan Kris pun terlihat kaget dengan hubungan Jessica dan Luhan saat ini. Bukankah pada biasanya kita tidak akan akur dengan mantan kekasih?

“ maaf.” Ujar Jessica membuat Luhan mengusap puncak Jessica pelan sambil tersenyum tipis. Inilah yang Jessica suka dari Luhan. Lelaki itu sangat dewasa. Dan itu membuat Jessica merasa masalahnya sedikit demi sedikit menghilang saat Luhan berada di dekatnya.

“ tidak apa-apa. Lagipula itu dulu, Jess. Lalu siapa yang membuatmu seperti ini?” tanya Luhan yang saat ini sudah siap mendengarkan cerita dari Jessica.

 

***

                Victoria terlihat bangkit dari duduk santainya saat Luhan bergabung dengannya dan Kris yang memilih untuk menonton televisi setelah Jessica mengatakan bahwa hanya Luhan yang boleh masuk ke dalam kamarnya. Mata Victoria yang terlihat berbinar saat menatap Luhan membuat Luhan tahu bahwa sahabatnya itu meminta penjelasan tentang apa saja yang terjadi di kamar Jessica dan apa saja yang Jessica katakan terhadapnya.

“ kau tidak ber…”

“ aku dan Jessica hanya berbicara seperti biasa, dia menceritakan apa yang terjadi. Jangan berpikiran macam-macam. Lainkali kau harus mencuci otakmu, Vict. Setidaknya pikiranmu tak akan melayang kemana-mana.” Ujar Luhan memotong apa yang Victoria katakan membuat gadis itu terlihat mengunci mulutnya kembali. Lelaki itu terlihat duduk di samping wanita yang saat ini akan menagih cerita darinya. Sedangkan Kris terlihat menahan tawanya saat Luhan memotong perkataan wanita itu. Sudah tadi Jessica yang memotong perkataan Victoria dengan cara menutup pintu kamarnya, sekarang Luhan pun memotong perkataan Victoria lagi.

“ lalu memangnya apa yang terjadi pada Jessie?” tanya Victoria membuat Luhan menghela nafas berat.

“ dia mengatakan padaku untuk tidak menceritakannya pada kalian. Lagipula ini sangat rumit. Apalagi untukmu, Kris. kau akan menyesal jika mendengarkan cerita ini.” Ujar Luhan terlihat sedikit muram membuat Victoria terlihat menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Victoria tahu tentang perasaan Luhan pada Jessica. dia yakin saat ini Luhan cukup patah hati melihat Jessica kacau karena lelaki lain.

 

***

                Tiffany terlihat memandangi Yoona dengan tatapannya yang terkesan tidak suka saat mereka berdua berada di kamar asrama mereka pada malam hari. Dan untuk kesekian kalinya Yoona terlihat menundukkan kepalanya saat Tiffany terlihat marah seperti ini. Yoona tahu, apa yang membuat Tiffany marah padanya kali ini. Orang yang mengaku sahabatnya itu pasti tadi siang tak sengaja melihat dirinya meminta maaf pada Sehun. Tiffany memang sudah mengingatkan Yoona agar tidak dekat-dekat dengan Sehun. Karena Tiffany pikir murid A Class seperti mereka tak akan pernah sebanding jika harus disandingkan dengan murid Z Class.

“ sebegitu sulit kau menjauh dari, Sehun? Ayolah, untuk apa kau meminta maaf padanya? jangan seperti orang menyedihkan.” Bentak Tiffany membuat Yoona menundukkan kepalanya. Sungguh, dalam hati Yoona cukup kecewa terhadap nasibnya mengapa dirinya harus memiliki sahabat seperti Tiffany, mengapa dirinya harus berada di lingkungan orang-orang yang bahkan untuk berteman saja harus dengan orang di sekelas yang sama. Yoona terkadang ingin seperti Sulli maupun Taeyeon. rasanya meski mereka tak kaya seperti Yoona, kedua orang itu terlihat cukup bahagia.

“ ya, aku menyedihkan. Karena aku mencintai…”

PLAK

Tiffany menampar wajah mulus Yoona saat gadis itu akan mengatakan bahwa dirinya mencintai lelaki yang berasal dari Z Class itu. Pandangan tidak suka terlihat jelas di wajah Tiffany. Tentu saja Tiffany tidak suka, gadis itu tak mau sahabat-sahabatnya ataupun orang terdekatnya berhubungan dengan murid Z Class, apalagi berpacaran. Apalagi kali ini Yoona sudah dia peringatkan sebelumnya untuk tidak dekat-dekat dengan Sehun. Dan itu membuat Tiffany marah karena Yoona tak mendengarkannya.

“ sudah kubilang untuk tak pernah tertarik dengan murid Z Class. Im Yoona, aku sungguh …”

“ tapi cinta tak bisa dipaksakan.” Ujar Yoona memotong perkataan sahabatnya tersebut. gadis itu terlihat memberanikan dirinya untuk menatap Tiffany. Perlahan airmatanya turun. Ya, gadis itu benar-benar lelah. Lelah karena selama ini dirinya harus terus menuruti apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu, sekaligus lelah karena dirinya harus memendam rasanya pada Sehun. Gadis itu ingin seperti yang lainnya, mencintai tanpa melalu proses menyedihkan seperti ini.

“ pilih saja cinta. Mulai besok kuharap kau tak ada di kamarku lagi.” teriak Tiffany membuat Yoona tersenyum sinis. Sekarang, persahabatannya dengan Tiffany benar-benar harus berakhir hanya karena hal yang menurutnya sangat sepele. Padahal apa salahnya jika dirinya menyukai murid Z Class. Yoona tidak suka Tiffany yang terlalu memikirkan kasta seperti ini.

“ ya, tanpa kau suruh pun aku akan keluar dari kamar ini besok.” ujar Yoona dengan senyuman sinisnya membuat Tiffany hampir saja melayangkan tamparannya sekali lagi pada Yoona. Namun entah apa yang membuatnya menarik lagi tangannya tersebut. gadis itu terlihat menghela nafas berat sambil memandangi Yoona dengan tatapan tajamnya.

“ ya, lakukan saja apa yang kau mau.” Ujar Tiffany sambil keluar kamarnya meninggalkan Yoona. Gadis itu terlihat membanting pintu kamarnya kasar. Semenjak kepergian Tiffany, Yoona terlihat mendudukan tubuhnya di lantai. Bahkan dirinya sendiri tak yakin dengan pilihannya. Yoona dan Tiffany sudah bersahabat semenjak kecil. Dan tentu saja kejadian ini membuat Yoona sedih. Tapi kali ini Yoona benar-benar harus memilih diantara dua pilihan

 

***

 

Kris dan Victoria terlihat sedikit takut saat Jessica baru saja menjalankan mesin mobilnya. Mendengar betapa liarnya Jessica mengendarai mobil ketika dirinya kacau dari Luhan membuat Victoria dan Kris sekarang takut jika Jessica akan melakukan hal yang sama pada saat ini. Kedua orang ketakutan bahkan heran mengapa Luhan terlihat biasa saja, apa mungkin Luhan sudah terbiasa? Itulah yang ada di pikiran mereka berdua. Luhan memang yang paling sering menemani Jessica saat dalam keadaan tak enak hati.

“ kalian berdua mengapa? Mengapa sepertinya kalian terlihat resah.” Ujar Jessica sudah mulai mengendarai mobilnya namun masih dalam kecepatan biasa saja. Luhan terlihat menahan tawanya melihat kedua temannya yang duduk di jok belakang itu resah. Ya, Luhan tahu bahwa kedua temannya itu khawatir jika tiba-tiba saja Jessica mengendarai mobilnya itu dengan kecepatan tinggi.

“ ani. Siapa yang terlihat resah? Kami tenang-tenang… AAAA.” Sontak Victoria berteriak saat Jessica menggas mobilnya agar kecepatannya lebih tinggi dari sebelumnya. Jessica terlihat tersenyum jahil mendengar teriakan Victoria yang seperti ketakutan itu. Sementara Luhan terlihat biasa saja tak seperti Kris dan Victoria yang sekarang wajahnya sudah pucat pasi. Mereka berdua memang takut terjadi apa-apa. Apalagi yang mereka tahu Jessica belum memiliki surat izin untuk mengemudi. Lagipula Jessica belum memiliki umur yang cukup untuk mendapatkannya

“ Jess, perlambat laju mobilnya. Kau belum mendapat SIM.” Protes Kris

“ biar saja. suruh siapa kau menitipkanku pada Baekhyun. Anggap saja ini hukuman dariku untukmu.” Ketus Jessica membuat Victoria nampaknya tidak terima. Jessica hanya bermasalah pada Kris. tapi kali ini gadis itu terkena dampaknya juga. setidaknya karena masalah ini Victoria terancam keselamatannya karena acara mengendarai mobil Jessica yang sangat liar.

“ kau bermasalah hanya dengan Kris, Jess. Ayolah pelankan lajunya.” Mohon Victoria namun Jessica tak mau ambil pusing dan menanggapi perkataan Victoria sama sekali. Gadis itu terlihat memilih untuk fokus mengendarai mobilnya daripada harus berdebat dengan kedua sahabatnya tersebut.

 

***

 

Kali ini Tiffany benar-benar tak dapat menahan senyumannya saat dirinya selesai memfoto pemandangan yang cukup menarik perhatiannya. Setelah benar-benar meyakinkan dirinya dan bertanya apakah itu Jessica atau bukan pada Yuri, Tiffany sekarang yakin bahwa gadis yang sedang duduk di bar dengan seorang pria itu adalah Jessica. salah satu sudut bibirnya terlihat terangkat ke atas. Seakan kejadian beberapa hari lalu saat dirinya menjahili Jessica itu tak cukup, nampaknya kali ini Tiffany memiliki niat jahat lain untuk membuat kehidupan Jessica di SM Academy itu seperti di neraka dengan foto yang dia miliki saat ini.

 

=============================

maaf buat chapter ini kainya dikit banget, tapi next chapter bakal banyak lagi kok scene kaisica :3

oh ya, maaf ngecewain juga chapter yang ini. dimohon kritik dan sarannya ya, semoga bisa membantu. kalo ada ide pun silahkan dituangkan, kali aja dapat membantu kelanjutan ff ini biar lebih cepet dipost😉

oh iya, saya mau minta maaf ya kalo komen kalian di Love in SM Academy chapt 14 banyak yg gak dibales. tapi saya baca kok😉 dan itu cukup membuat saya semangat. maaf ya, soalnya modemnya rada ngadat. mau bales buka notifnya suka rada susah ;_;

terimakasih, saya undur diri.

99 thoughts on “Love in SM Academy [Chapter 15]

  1. author….aku iseng2 cari update-an ff ini… tapi kok masih chap 15 aja huhu TT^TT ayo segera dipublish dong thor:”) aku selalu menunggu update-anmu kkkkk

  2. author..
    chap 16 nya mana???
    dh lama banget nunggunya…

    tiap mondar mandir ke sini, pasti yg pertama di cari lanjutan Love in Sm Academy
    tapi gk nongol2 T.T

  3. Ya Thor mana capter 16 udah g sabaran ngelihat kelanjutannya gimana hubungan Kai Oppa sm Sica Eonni!!! Thor ditunggu kelanjutannya!! Ditunggu next chapternya nih!!😥

  4. thorr cepet” d’next dong ff.a …. udah pnsran bgtt nihh… dn udh nunggu lma bgtt lnjutan.a … ayoo ding thor cpet d’lanjut … hehehhe:-D

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s