[Freelance] The Note

The Note

Author : springgirl08 || Title : The Note

Main Cast : GG’s Im Yoon Ah || EXO’s Xi Luhan || EXO’s Oh Sehun

Length : Oneshoot || Rating : PG || Genre : Romance, Angst, Sad and Other

Disclaimer : This story is pure FICTION only.

Ide cerita ini terinspirasi dari sebuah cerita pendek dengan beberapa perubahan. Tapi sayangnya tidak ada credit yang jelas tentang cerita itu. Kalau ingin lihat cerita aslinya search aja keyword nya ‘Without your love I would die’.

Note : FF ini sebelumnya sudah di publish di WP pribadi springgirl08. Happy Reading.😀

——————–

Seorang lelaki tengah berdiri menyandar disamping mobil hitamnya, ia menengadahkan kepalannya memandang langit cerah dengan beberapa gumpalan awan putih yang menghiasinya, ‘sepertinya ini hari yang sempurna’ batinnya. Dikeluarkannya secarik kertas berwarna biru muda dari saku kemejanya, tak lama seorang gadis dengan rambut ikal gelap dengan kemeja putih dan celana jeans yang ia kenakan menghampirinya sebuah senyum tipis terpatri dibibir lelaki itu melihat kedatangan kekasihnya. Dilipatnya kertas biru muda tadi kemudian menyimpannya kembali.

“Apa kau sudah lama menunggu?,” tanya gadis tadi ketika ia berdiri tepat dihadapannya. Luhan -Lelaki tadi- hanya menggelengkan kepalannya singkat kemudian mengulurkan tangannya untuk merapikan beberapa helaian rambut yang menutupi wajah gadis itu.

Senyuman kembali mengembang diwajah Luhan. Namun berbeda dengannya, gadis tadi hanya sekilas menatapnya kemudian memalingkan pandangannya. “Ayo kita pergi..” lanjut gadis tadi.

“Kau mau kemana, Yoong?” tanya Luhan yang kini tengah mengendalikan kemudi mobilnya menyusuri jalanan seoul yang cukup ramai, menjelang sore seperti ini.

“Aku tak tahu Lu,kau yang mengajakku.” Jawab Yoona seraya mengedikan bahunya. Sedangkan luhan hanya menganggukan kepalanya pelan kemudian memutar balik arah jalan mereka sebelumnya.

.

.

“Kau menyukainya?,” Yoona menatap Luhan yang duduk di depannya, ia tersenyum tipis kemudian mengangguk meng-iya-kan pertanyaan Luhan, saat ini mereka berada di restoran Jepang dan menyantap Sushi, makanan kesukaan mereka berdua.

Luhan tersenyum singkat melihat sikap kekasihnya itu, biasanya jika berhubungan dengan makanan favoritnya, gadis itu akan sangat semangat namun kali ini berbeda. Ah tidak, bukan kali ini saja melainkan beberapa hari ini ia terlihat lebih pendiam. Ia seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri tanpa memperdulikan sekitarnya, namun Luhan tak pernah tahu apa yang tengah dipikirkan oleh gadis itu.

“Kau kenapa?, sepertinya dari tadi kau diam saja. Tak biasanya seperti ini” Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan Luhan.

“ah? Ehm, mungkin itu hanya perasaanmu saja..” Yoona hanya tertawa canggung, melihat Luhan yang tengah menatapnya.

“Baiklah kalau begitu. habiskan makananmu. setelah ini aku akan mengajakmu kesuatu tempat”

“Kemana?”

“Kau akan mengetahuinya nanti”

.

Yoona menghempaskan nafasnnya kasar, sekarang ia seperti berdiri di sebuah persimpangan jalan yang kedua ujungnya pun tak pernah ia tahu. Begitu membingungkan, dan benar-benar menguras semua perasaannya. Lelah dan tak tahu apa yang harus dilakukan, hanya itulah yang kini berada di dalam pikirannya.

Yoona kembali menatap lelaki didepannya yang kini tengah menuntunnya menyusuri jalan setapak menuju sebuah bukit. Tak banyak yang bisa mereka lihat saat ini, hanya semak-semak dan pepohonan yang berjajar sepanjang jalan ini. Yoona mendongkakkan kepalannya sehingga kini ia melihat ratusan? atau ribuan? Ah entahlah.. karena malam ini langit begitu cerah sehingga ia bisa melihat begitu banyak bintang menaunginya.

Senyuman terukir diwajah cantik gadis itu, langkahnya terhenti disebuah tanah lapang diatas bukit, semilir angin malam makin terasa menusuk kulitnya sekarang. Namun hal itu tidak mengganggunya karena ia lebih memilih menikmati suasana tenang dan damai ditempat ini yang mampu menghilangkan sejenak kekalutan dalam pikirannya.

Yoona memejamkan matanya kemudian memeluk tubuhnya sendiri mencoba meringankan sedikit kedinginan di tubuhnya. Tak berapa lama sepasang lengan melingkar dipinggangnya, rasa hangat mulai menjalar pada seluruh tubuhnya terutama punggungnya yang kini tengah bersandar didada lelaki yang saat ini masih menjadi kekasihnya.

“Kau ingat tempat ini?” tanya Luhan seraya mengeratkan lengannya kemudian membimbing Yoona sehingga kini ia duduk diatas rerumputan yang sedikit lembab dengan Yoona yang duduk dipangkuannya. Yoona masih terdiam tak menjawab, ia hanya merebahkan kepalanya di pundak Luhan. Tentu saja ia ingat, tempat ini.. tempat dimana Luhan menyatakan cintanya dan meminta Yoona untuk menjadi kekasihnnya.

Yoona bergumam pelan, benar-benar pelan hingga hanya dirinya yang mengetahui apa yang ia katakan.

.

.

Hari semakin larut, tak banyak kendaraan yang lalu lalang. Hanya beberapa orang saja yang rela memotong waktu tidurnya hanya untuk keluar ditengah malam seperti ini. Hanya keheningan yang terasa,

Sama seperti itu keheningan pun meliputi Yoona dan Luhan, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Luhan yang semakin merasa ada sesuatu yang salah dengan gadis yang tengah duduk disampingnya itu. Karena ia tetap setia dengan diamnya, tak seperti ia yang biasanya. Dan Yoona yang masih terdiam dengan matanya yang menerawang.

Sampai suara deringan memecahkan keheningan yang tercipta diantara mereka berdua, Yoona menggigit bibirnya ragu ketika melihat ID penelponnya, dahinya mengernyit kemudian ia beralih menatap Luhan seakan meminta persetujuan untuk  menjawab handphone nya yang terus menerus berdering. “Jawablah” ucap Luhan singkat.

“Yeoboseyo, Sehunnie…” Luhan melirik Yoona yang berada disampingnya, kemudian menghempaskan nafasnya kasar saat ia mendengar sebuah nama yang keluar dari gadis disampingnya itu. Sudah beberapa bulan terakhir Luhan seringkali mendengar nama itu, nama seorang pria yang kini tengah dekat dengan Yoona disamping dirinya sendiri yang notabene berstatus sebagai kekasih gadis itu.

“….”

“Aku sedang bersama… Luhan” Yoona menatap pemandangan dibalik jendela yang berada disampingnya, jarinya mengetuk-ngetuk pelan diatas lututnya gusar seakan-akan ia memikirkan sesuatu yang begitu membingungkan.

“….”

“Arraso, Sampai jumpa” Jawab Yoona mengakhiri percakapannya dengan Sehun.

“Ada apa?” tanya Luhan

“Sehun, ia hanya—-,” Yoona terdiam sejenak, “Bisakah kau menepi dulu sebentar?, ada yang ingin ku bicarakan”

Luhan menatap sekilas gadis disampingnya kemudian perlahan menepikan mobilnya. Yoona mengalihkan pandangannya tak berniat memandang laki-laki itu. Luhan menggenggam kemudi mobilnya semakin erat, ia tahu ada hal serius yang ingin gadis itu bicarakan.

“Aku rasa… sekarang semuanya sudah berubah,” Yoona menghempaskan kasar nafasnya. “Perasaanku. Sekarang perasaanku sudah berubah dan sudah waktunya bagi kita untuk berjalan sendiri-sendiri” ucap Yoona lantang.

Luhan melepaskan genggaman tangannya, ia memijat pelipisnya. Perkataan Yoona benar-benar menohok hatinya. Sekarang ia berpikir atas sikap gadis itu yang tiba-tiba berubah akhir-akhir ini, apa karena hal ini??

Luhan tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia mencintai gadis itu. Benar-benar mencintainya. Tapi sekarang gadis itu bilang perasaannya sudah berubah? Apa ini yang namanya patah hati?. Sangat menyakitkan. Benar-benar menyakitkan, hingga tak terasa sebuah airmata jatuh diatas pipinya. Ia merogoh sakunya kemudian mengeluarkan secarik kertas biru muda yang telah dilipat kemudian menarik tangan gadis itu dan meletakan kertas tadi di telapak tangannya.

Yoona menatap kertas yang berada di tangannya kemudian mengalihkan pandangannya untuk menatap Lelaki disampingnya itu, namun seketika matanya melebar dan hanya kilatan cahaya yang sangat terang memenuhi penglihatannya dan…

BRAAKKKK!!

———–

—–Sebuah kecelakaan terjadi tengah malam tadi sekitar pukul 12:15. Hal itu terjadi akibat sebuah truk yang kehilangan kendali kemudian menabrak sebuah mobil sedan hitam. Diduga hal tersebut terjadi dikarenakan pengemudi truk tersebut dibawah pengaruh alcohol. dilansir Riz News, dua orang penumpang sedan hitam dikabarkan mengalami luka yang cukup serius akibat kecelakaan tersebut—–

———–

“Yoong!” seru seorang lelaki yang tengah duduk disamping ranjang dimana seorang gadis tengah terbaring dengan berbagai luka ditubuhnya. Yoona -Gadis tadi- mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang memasuki retinanya. ia meringis karena badannya yang terasa sakit, tak berapa lama matanya membuka sempurna. Hal pertama yang ia lihat adalah seorang lelaki tinggi berkulit pucat yang tengah menatapnya khawatir.

Yoona mulai memejamkan kembali matanya, sekelibat bayangan mengenai kejadian terakhir yang ia alami muncul.

“Luhan.. mana luhan? LUHAN!!,” Yoona berusaha bangkit dari ranjangnya namun tubuhnya yang masih lemah menolak keinginannya.

“Yoong, tenanglah..” tahan lelaki tinggi berkulit pucat tadi.

“Aku ingin luhan, mana luhan…,” isak Yoona, “sehunnie, aku mohon..”

lelaki tinggi berkulit pucat yang bernama Sehun tadi, tak kuasa menolak permintaan Yoona, ia mengantar Yoona kesebuah ruangan yang tak jauh dari kamar inap Yoona. Sesampainnya disana gadis itu terisak melihat tubuh Luhan yang dikelilingi berbagai peralatan medis untuk mendukungnya tetap bertahan.

Kesunyian meliputi ruang rawat Luhan, hanya suara Kardiograf yang mencatat detak jantung lelaki itu saja yang terdengar. Yoona masih setia duduk disamping ranjang lelaki itu, seseorang memegang pundaknya sehingga membuat gadis itu menoleh.

“Ini milikmu” Yoona menatap sebuah kertas catatan berwarna biru muda yang telah kusut, ia mengenal kertas itu. Kertas yang diberikan Luhan padanya. Ia mengambil catatan itu. Dia mulai membaca tulisan didalamnya

Without your love I would die

Yoona berguman, sama dengan apa yang ia katakan saat terakhir ia bersama Luhan, “Mianhae”. Suara kardiograf semakin nyaring menandakan detak jantung Luhan yang semakin menurun, Yoona tersadar. “LUHAN!!”

———-

7 thoughts on “[Freelance] The Note

  1. Ah gak lucu hueeeee kenapa Luhannya meninggal.. Padahal kan Yoona nya udah gak akan sama Sehun * sok tau *
    Aigoo ottoke.. Aku pingin sequel ya thor yaaa jebal *puppy eyes*

  2. Aaa thor, kenapa ceritanya ngegambarin perasaan aku skrg. Perasaan kayak Yoona disana. Terus bayangan dan rasa bersalah kayak Yoona. Aaaa makin galau :’)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s