Telepathy (Chapter 6)

The Truth

82nd-tele

 Author : Nadiachan

Title      : Telepathy

Length  : Series

Rating   : 15

Genre    : Action, Fantasy, Romance, Supranatural

Main Cast (s) :

Girls’ Generation        Jessica

EXO    (K)                      Kai

EXO    (M)                     Luhan

Other Cast :

EXO Member               Sehun

SNSD Member (s)       Hyoyeon, Taeyeon, Tiffany, Yuri.

TVXQ                             Yunho

 

Introduction | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3| Chapter 4 | Chapter 5

 

(Warning : Typo ._.)

 

Previous (Chapter 5)

 

“Tenang saja tubuh itu akan hilang dengan sendirinya”

Kai menganggukkan kepalanya melihat seperti asap hitam keluar dari tubuh Vampire tersebut. Tanda Vampire itu akan musnah secara perlahan.

 Tiba-tiba muncul satu pertanyaan di kepala Kai, membuat namja itu tidak tahan segera bertanya kepada Luhan.

“Dimana Jessica?”

 

Reaksi Luhan setelah mendengar pertanyaan itu tidak jauh seperti Kai. Ia memberi pandangan ‘aku tidak tau’. Tentu saja ia tidak tau, bukankah sudah jelas kalau dirinya tadi sedang dikejar Vampire?

Mereka saling beradu pandang beberapa detik. Detik selanjutnya Luhan dan Kai menoleh bersamaan ke seorang yeoja yang berdiri di tengah hamparan pasir putih sedang menutup mulut dengan sebelah tangan. Itu Jessica.

 

“What the hell was that!!”

 

~~~

 

Situasi seperti inilah Kai tidak suka. Tidak ada sedikitpun suara keluar dari bibir mungil yeoja disebelahnya. Penyebabnya? Ya apalagi selain kejadian barusan.

 

Jessica melihat dengan jelas pertarungan Luhan melawan Vampire dan juga melihat kemampuan miliknya berpindah cepat. Parahnya Jessica juga melihat Luhan mengeksekusi mati Vampire tadi.

Memang, Jessica meminta penjelasan darinya mapun Luhan. Tapi Kai berpikir bukankah lebih baik menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu, ah maksudnya membicarakan di saat Jessica tenang. Ditambah lagi hari sudah malam, pasti Jessica lelah setelah seharian berkencan bersama Luhan dan pikirannya susah untuk menerima penjelasan tidak masuk akal tentang dunia makhluk Seiz.

Bahkan Kai tidak memikirkan keberadaan Luhan langsung pergi menarik Jessica ke dalam mobil. Berlama-lama bersama namja itu menambah suasana memburuk, apalagi ia cemburu mengetahui Luhan dan Jessica jalan berdua.

 

Tidak terasa perjalanan dari Busan menuju Seoul sangat cepat. Mungkin karena Kai sama sekali tidak melepaskan kakinya dari pedal gas –mengemudi penuh kecepatan tinggi.

Mobil mereka memasuki halaman luas rumah keluarga Jung, berhenti tepat di depan pintu utama.

Tak ada satu abjad keluar dari mulut sang nona. Jessica main meninggalkan Kai sendirian, berlari memasuki rumah.

 

Kai menghembuskan nafas pelan melihat perlakuan dingin. Sama sekali bukan Jessica yang ia kenal. Semarah apapun, sekesal apapun Jessica tidak pernah seperti itu. Paling-paling marah hanya bisa bertahan paling lama dua jam tidak lebih, Kai hafal betul.

Sekilas Kai mengecek handphonenya sekedar melihat waktu. Dan angka yang terpampang dalam layarnya adalah 01 : 28 KST. Hmm, pantas tubuhnya terasa lelah dan matanya terasa berat. Ia berencana segera tidur, mengistirahatkan diri namun sepertinya tidak. Yunho berdiri di depan pintu utama sambil memberi tatapan penjelasan.

Kai mendesah lagi. Sepertinya waktu tidur harus diulur.

 

~~

 

Berulang kali kedua kelopak matanya berusaha ia tutup, mencoba terlelap menuju ke dunia mimpi.

Tetap tidak bisa. Matanya memaksa untuk terbuka terus meski terasa berat.

 

Jessica membalikan tubuhnya ke kanan, menghadap jendela kamar yang ia buka lebar-lebar. Angin malam masuk sesukanya memenuhi kamar yang di dominasi warna biru itu. Tentu menambah suhu kamar Jessica menjadi dingin karena Jessica juga menggunakan pendingin ruangan dengan suhu rendah.

Jessica tau bahwa ia suka udara dingin. Menambah suhu rendah kamarnya menggunakan kedua cara tersebut. Tapi ia juga menganggap kedua hal yang ia lakukan itu percuma agar mendinginkannya, sebab dirinya tidur dengan selimut tebal yang mampu menghangatkan tubuh.

Ia butuh tidur. Tidur memanglah hal yang mudah ia lakukan mengingat ia paling suka tidur. Mendadak ia tidak bisa melakukan hal mudah tersebut, otaknya terus mengulang scene perkelahian Luhan.

 

Jessica bergidik ngeri. Bagaimana cara Luhan melakukan hal tidak wajar untuk kalangan manusia normal.

Ia ingat betul iris mata mengerikan tepat di matanya, panjang gigi taring yang melebihi gigi taring rata-rata manusia, gerak perpindahan secepat cahaya, dan paling akhir tubuh terkapar mengeluarkan asap hitam setelah Luhan menusuk namja tidak dikenalnya tadi.

‘Ukh.. mengerikan. Sebenarnya Luhan dan Kai itu makhluk apa?’

 

Tok Tok Tok

 

Kepala Jessica beralih ke pintu kamarnya. Seseorang meminta izin masuk ke dalam dengan mengetuk pintu.

“Masuk..” tanggap Jessica.

Orang di balik pintu itu muncul setelah membuka kamar, Yunho.

Jessica mengubah posisi berbaringnya dengan duduk. Ia menerka pasti Yunho akan membicarakan tentang hal yang mengusik pikirannya sekarang. Dan terkaan itu benar.

 

“Aku bukan pembaca pikiran handal sepertimu tapi aku tau apa yang kau pikirkan” ujar Yunho.

“Hahaha.. dan aku tau apa yang kau pikirkan karena aku seorang pembaca pikiran. Mau menjelaskanku tentang peristiwa aneh tadi?”

Yunho tertawa sekilas sembari mengacak pelan rambut Jessica. “Yeah..”

“Oppa, sebenarnya mereka berdua itu apa? Apa mereka bukan manusia?” Jessica meletakan boneka teddy bear pemberian Yunho dalam pelukannya. Itu sudah biasa Jessica lakukan saat ia menjadi serius.

“Bukan, mereka bukan manusia. Hanya luarnya saja mereka mirip manusia, nyatanya mereka adalah makhluk Seiz. Makhluk Seiz adalah makhluk yang memiliki kemampuan supranatural atau bisa dikatakan kemampuan melebihi batas wajar manusia. Kalau detik ini Oppa jujur, semua penghuni rumah ini adalah makhluk Seiz. Termasuk dirimu juga” jelas Yunho.

 

Jessica mengerjapkan matanya berulang kali. Merasa ada yang tidak beres dengan dirinya setelah mengetahui kalau ia bukanlah manusia, namun makhluk yang baru saja ia ketahui namanya itu. Jessica ingin tertawa, apakah maksud Yunho adalah spesies? Mungkin mamalia, atau apalah yang lebih masuk akal ketimbang ‘Seiz’..

Entah mengapa hati Jessica malah balik menertawakan pikiran logikanya dan mengatakan dengan tegas kalau makhluk Seiz itu memang ada, nyata dan eksis.

 

“Baiklah pertama akan aku jelaskan siapa Kai dan Luhan. Orang pertama yang aku jelaskan adalah Kai”

Ucapan tersebut mampu menajamkan pendengaran Jessica. Seakan tidak rela satu abjad pun tak terdengar olehnya.

“Kai adalah salah satu makhluk bagian Seiz bernama Deft. Makhluk yang paling cepat dari sekian makhluk lainnya. Deft makhluk yang paling setia, maka dari itu aku memilih dia sebagai penjagamu dari kejaran makhluk pembunuh”

Jessica menganggukkan kepala mengerti. Kini ia tau memang Kai seorang Deft, jelas kemarin ia melihat Kai datang secara tiba-tiba di pantai dan kecepatan yang namja itu gunakan.. sungguh tidak bisa ia deskripsikan dengan kata-kata.

“Kedua, Luhan. Namja yang kau sukai –atau bisa aku katakan kau cintai itu adalah seorang Vampire. Makhluk yang selama ini mengejar kau di Madrid. Mereka mencoba mengambil darahmu demi keabadian, tidak mempunyai batas umur, tidak menua, dan stay di umur mereka saat mengambil darah itu”

 

Vampire? Pikir Jessica.

 

Selama ini ia mengolok-olok kalau Stephenie Meyer itu hanya berimajinasi dengan khayalan tingkat tinggi yang bisa membuat perutnya itu sakit saking terlalu banyak tertawa. Dari serial film ataupun novel ‘Twilight’ sampai ‘Breaking Down’ Jessica memang sudah menonton maupun membacanya dan menjadikan itu hanya sebagai hiburan semata.

Kini dirinya diam seribu bahasa, Vampire itu memang ada. Hanya saja manusia tidak menyadari memang benar adanya, untuk alasan lain mungkin Vampire pintar menyembunyikan status mereka sebagai ‘makhluk penghisap darah’.

 

Oh, jadi selama ini makhluk itu yang mengejarku. Mereka menginginkan darahku untuk mendapatkan keabadi– Apa? Darahku?!

 

“Astaga! Apa yang Vampire inginkan?! Darahku? Memang ada apa dengan darahku?!” Jessica menyerbu Yunho dengan pertanyaan. Tentu saja ia langsung kaget mendengar kalau ia diburu hanya demi mendapatkan darah? Yang benar saja!

Take it slow Jess.. tanya satu persatu, tapi berhubung aku mengerti inti dari pertanyaanmu jadi aku jawab saja. Penjelasannya sangat panjang, mirip seperti dongeng. Namun ini dongeng dalam dunia nyata bukan dalam dunia peri.

Kau, Jessica Jung juga bagian dari makhluk Seiz. Seorang Viero, makhluk memiliki kedudukan paling tinggi diantara makhluk Seiz lainnya.
Ingat tatto di bahu kananmu itu? Tatto dengan pola rumit tersebut adalah salah satu tanda alami untuk Viero, untuk mengetahui kau seorang Viero dengan cara mudah bisa dengan menggunakan ini. Ini milik Eomma..”

 

Yunho mengeluarkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk huruf  V –memiliki pola sama seperti tatto di bahunya. Kalung berwarna perak itu menjuntai indah di mata Jessica.

Seperti ada yang menarik untuk cepat-cepat memakaikan kalung tersebut di lehernya. Oppa nya, Yunho tau apa maksud tatapan Jessica kepada kalung di genggamannya ini memberikan ke telapak tangan Jessica dan mempersilahkan yeoja itu memakainya.

Benar. Kalung tersebut cocok sekali melingkar di leher jenjang Jessica. Karena memang kalung Viero harus kembali pada sang pemilik –Viero. Dan hanya berfungsi bagi orang yang memiliki darah Viero dalam darahnya.

Yunho tersenyum melihat adiknya terlihat bahagia memakai kalung milik eommanya. Ia pun melanjutkan penjelasan yang sempat tertunda.

 

“Viero itu makhluk spesial, mereka mempunyai kekuatan bermacam-macam. Contoh kau bisa membaca pikiran, sebenarnya kekuatanmu bukan hanya itu saja. Kau bisa mengendalikan seseorang menggunakan pikiranmu pastinya dengan tingkat konsentrasi yang tinggi, tinggal mengucapkan kata yang kau inginkan dan wush orang yang kau tuju langsung menurutinya. Semua bisa sesuai rencana jika kau menggunakan kata dengan bahasa inggris, misal kau ingin menyakitiku dengan mengatakan Pain, detik ini juga aku pasti bersimpuh kesakitan apalagi kekuatan Viero tidak bisa disepelekan alhasil dampak yang diberikan memberi rasa sakit tak tergambarkan.

Kemampuan satunya yaitu kau bisa menelepati, kekuatan ini lebih dominan dengan tubuhmu. Mirip seperti kemampuan mengendalikan seseorang tapi ada satu hal yang unggul, kekuatan ini lebih kuat. Kekuatan ini negatif, saat kau marah atau kesal pasti akan muncul. Otomatis kau menggunakan kekuatan ini dan menyebabkan orang yang kau tuju merasakan rasa sakit luar biasa di dalam dadanya, biasanya sampai mutah darah atau bahkan meninggal. Jadi aku sarankan jangan sekali-kali kau menggunakannya..

Dan yang terakhir ini juga kekuatan yang dominan denganmu namanya Dark Heart. Secara Dark Heart kalau diartikan adalah hati kegelapan, sesuai sebutan tersebut kekuatan ini mengendalikan seluruh jiwa dan ragamu. Menyakiti seseorang tanpa memandang bulu, sebab kemampuan ini dikoordinasi oleh kebencian di bawah alam sadar, dapat diketahui dengan berubahnya iris matamu menjadi kebiruan. Juga ada roh dengan wajah mengerikan yang menjadi cerminan kebencianmu, aku tidak tau bagaimana bentuk dan rupanya tapi aku dengar hal ini dari Appa.

Kau pernah menggunakan kekuatan ini saat masih kecil. Ketika tidak sengaja mendengarkan seorang pelayan membicarakan Eomma dan Appa, kau tersinggung karena jelas-jelas pelayan itu mengatakan hal buruk tentang beliau. Seketika rasa benci merasuki jiwamu dan menggerakan raga untuk memberi pelajaran kepadanya”

 

Perasaan Jessica menjadi tidak enak mendengarkan kata ‘memberi pelajaran’. Ia memang ingat betul saat pelayan itu menyinggung pembicaraan kedua orang tuanya, namun ia tidak sadar dengan ‘memberi pelajaran’ itu.

“Memang apa yang aku lakukan Oppa?” tanya Jessica sangat pelan. Ya, ia takut.. sangat takut.

Yunho memberikan pancaran mata teduh, mengisyaratkan tanda kalau namja itu tidak mau Jessica mengetahui hal ini. Tapi bagaimana lagi yeoja dihadapannya sudah mendesak, selain itu tidak baik menutupi kebenaran.

“Kau membunuhnya..”

 

Memang benar. Apa yang ia terka memang benar.

 

Mata Jessica memanas dan tak tahan untuk mengeluarkan setetes air bening dari mata indah dengan iris coklat terang tersebut, membuat seolah ada kaca bening di dalamnya.

“Maafkan aku Jessica tapi ini memang benar kenyataan. Kau membunuh pelayan itu menggunakan kekuatan Dark Heart. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, itu bukan kau, itu sisi gelap dari dirimu. Ditambah dengan fakta kau menyayangi Eomma dan Appa, jadi maklum saja kalau kau tidak suka orang lain menjelek-jelekan mereka”

 

Tangan Jessica terangkat mengusap aliran kecil yang bersumber dari ujung matanya.

“Oppa, aku sudah dari dulu ingin menanyakan ini. Eomma dan Appa meninggal karena apa?
Aku yakin Eomma dan Appa tidak meninggal karena kecelakaan biasa, aku ingat betul luka yang mereka dapat. Luka yang tidak wajar.. seperti cakaran, luka berlubang di leher Eomma, dan juga tubuh kurus Eomma karena kehilangan banyak darah. Kumohon Oppa menjelaskan semua ini dengan jujur tanpa kebohongan”

Bibir Yunho membentuk senyuman miris. Ia tidak yakin menceritakan lebih jauh mengenai orang tua Jessica, karena Yunho percaya setiap baris kata pasti membuat Jessica bertambah sedih.

“Sebelumnya aku mengakui sebenarnya aku bukanlah kakak kandungmu”

Tanpa ditanya lagi tentang keadaan Jessica pasti jawabannya adalah yeoja itu sangat terkejut bukan main. Namja yang selama ini ia kira memiliki hubungan darah ternyata bukan Oppanya.

 

“Itu benar.. aku bukan Oppamu. Kau anak tunggal dari pasangan suami istri William Jung dan Stephanie Hwang, dan aku adalah Serenity, mirip seperti penegak keadilan dalam dunia  manusia tapi ini dalam dunia Seiz. Tuan Jung dan Nyonya Jung memilih aku sebagai penjagamu karena disaat itu aku satu-satunya Serenity yang lulus diumur 11 tahun, sedikit menyombongkan diri tapi aku Serenity lulus dengan nilai tertinggi di antara Serenity berumur 17 tahun.
Karena kehandalanku yang lebih tinggi akhirnya aku dipilih oleh Tuan Jung mengingat Viero yang baru lahir harus dilindungi. Tuan William memberi tau semua hal dan mengajarkan apa-apa saja yang dilakukan untuk melindungi Viero.
Aku tidak tau kenapa tiba-tiba Tuan William memberi sedikit darah Viero milik Nyonya Stephanie ke dalam darahku. Entah mungkin Tuan William merasakan firasat buruk yang  akan menimpa keluarganya dan beliau memberiku darah istimewa ini adalah tindakan tepat.

Dan ketidak tauanku tujuan Tuan itu terjawab setelah Tuan William berbicara kasar di telefon memaki-maki Vampire yang meneror keluarga Jung. Vampire tersebut mengincar nyawamu Jessica, membuat Tuan William dan Nyonya Stephanie takut setengah mati. Dan berusaha melindungimu semampunya.
Tepat satu hari setelah itu Nyonya Stephanie diculik oleh seorang Vampire yang menginginkan sisa darah dalam tubuhnya. Tuan William dipermainkan oleh Vampire tadi dan berusaha mengambil kembali Nyonya Stephanie, Eommamu.

Namun semua terlambat, Nyonya Stephanie sudah tidak bernyawa lagi setelah Tuan William datang. Alhasil Tuan William yang sangat marah itu bertarung melawan si Vampire yang juga sudah mempunyai darah Viero.
Aku tidak tau bagaimana kejadiannya lebih jelas, yang aku tau Tuan William meninggal karena mengorbankan nyawanya demi menghentikan si Vampire tadi”

Jessica menyentuh dadanya yang terasa sesak sekaligus lega. Sesak karena orang tuanya mati-matian menjaga dirinya dan lega mengetahui semua fakta yang ditutup-tutupi.
Air matanya kembali menetes tanpa ia kehendaki.

 

“Lalu bagaimana dengan Vampire itu tadi?”

“Seperti yang kujelaskan tadi. Tuan William meninggal karena mengorbankan nyawanya demi menghentikan si Vampire, artinya si Vampire juga meninggal”

“Kenapa Vampire itu tidak mengincarku saja? Kenapa harus Eomma?”

“Darah Viero yang mengalir di dalam tubuhmu itu masih belum matang, mungkin hanya memperpanjang umur saja. Sedangkan darah milik Nyonya Stephani sudah matang dan bisa membuat Vampire itu abadi. Selain itu Tuan dan Nyonya Jung tidak akan rela putri kesayangan jatuh di tangan Vampire jahat”

Jessica tersenyum. Dadanya terasa ringan mendengar kalimat terakhir ucapan Yunho. Seperti merasakan belaian kasih sayang tidak secara langsung.

“Jadi Vampire yang mendapatkan darah Viero itu bisa abadi?”

Yunho mengangguk, “Iya. Tapi mereka bisa meninggal kalau dibunuh atau mengeluarkan darah Viero dalam tubuh mereka. Sebab darah Viero itu seperti kunci yang bisa digunakan untuk membuka pintu keabadian. Hal sebaliknya, jika kunci itu ditarik kembali maka pintu keabadian pun tertutup –tidak berfungsi”

“Apakah Appa juga makhluk Viero? Buktinya aku terlahir sebagai Viero”

“Tidak. Appamu seorang Vampire tapi setelah meminum seperempat darah milik Eomma, Appa menjadi abadi sama seperti Eommamu yang memang abadi. Viero menjadi abadi dan berhenti tumbuh saat menginjak umur 25 tahun, artinya sedikit lagi kau akan menjadi Viero seutuhnya. Untuh masalah itu kekuatan DNA Viero lebih kuat ketimbang DNA Vampire maka dari itu kau menjadi Viero, meskipun ada setidaknya 10% darah Vampire di dalam tubuhmu”

 

“Kembali ke masalah yang muncul sejak aku mulai bersekolah di universitas. Jadi ini kah alasan Oppa kenapa aku harus dilindungi? Alasan kejadian yang disenmbunyikan selama ini? Jawaban dari kenapa aku terus dikejar oleh mahluk Vampire? Karena aku Viero yang dibutuhkan para Vampire demi kepentingan mereka? Dan jangan katakan kalau Luhan mendekatiku hanya untuk darah yang mengalir dalam tubuhku… ” suara Jessica merendah di akhir.

Yeoja itu takut kalau Luhan berpura-pura mencintainya. Takut namja itu mencampakkannya setelah puas mendapat keabadian. Takut perlakuan manis selama ini hanya modus belaka.

 

“Hahahaha Jessica, kalau aku menyayangimu kenapa aku menutupi semua ini?
Tentu aku harus menjalankan perintah kedua orang tuamu, aku berusaha sekuat tenaga melakukannya dengan menutup pikiranku agar kau tidak seenaknya membaca rahasia ini. Sekarang kan aku sudah menceritakan semua, aku memilih waktu yang tepat memberitahu ini. Diumur 24 tahun, kurasa kau cukup dewasa untuk menerima segala kenyataan. Dan.. ”

Yunho mengela nafas berat, memberi jeda.

“Tentang Luhan.. Aku tidak tau jalan pikirannya, tapi kusarankan jangan terlalu berburuk sangka. Siapa tau kalau dia memang mencintaimu juga”

 

“Mungkin.. mungkin aku mencintai Luhan, Oppa. Tapi aku tidak tau apakah perasaan ini bertahan setelah mengetahui Luhan Vampire yang berusaha mendapatkan darahku.. Karena Viero adalah satu-satunya hal yang tersisa dari Eomma dan Appa untukku, ini adalah hal berharga yang pernah aku miliki. Dan aku tidak mau kehilangan Viero ‘utuh’ dari dalam tubuhku..”

Mata Yunho melebar. Ia tidak percaya jika Jessica akan seperti itu.

 

“Ta-tapi Jessica, aku tau kalau Luhan itu salah satu takdirmu. Kau tidak bisa menentang takdirmu begitu saja”

“Tidak Oppa, takdirku ada dua. Jika aku tidak memilih Luhan aku bisa memilih satunya” Kai..

“Jangan keras kepala Jessica Jung, ada bukti kalau kapan saja kau bisa menyerahkan darahmu pada Luhan. Eomma dan Appa misalnya, Eomma juga memberikan darahnya pada Appa meski ia mencintai kekuatannya karena beliau memberi kekuatan itu kepada Appa seperti memberikan cinta”

Jessica tertawa pelan. Yunho pun mengangkat sebelah alisnya, apa memang ia tadi bercanda?
Tidak.

 

“Lucu sekali.. Bukankah Oppa sendiri yang membatasiku dengan para Vampire? Buktinya Kai, namja itu suruhan Oppa untuk melindungiku kan? Tapi kenapa sekarang Oppa malah menyuruhku dekat-dekat dengan Luhan yang notabene seorang Vampire?”

“Ini berbeda Jess. Ini menyangkut takdirmu.. Aku tidak mau kau mengambil takdir yang salah”

“Tapi ini juga menyangkut takdirku sendiri Oppa, memiliki kekuatan Viero dari Eomma adalah takdirku. Dan aku harus menjaga kekuatan ini selamanya, aku tidak akan merelakan kekuatan peninggalan orang tuaku” tegas Jessica.

“Kumohon jangan seperti itu, nanti kau malah termakan sendiri dengan ucapanmu. Kalau kau tetap berkomitmen seperti itu bagaimana kau bisa menyalurkan kekuatan Viero kepada anakmu? Lalu siapa yang akan jadi penerusmu?
Asal kau tau saja Jessica, kau adalah Viero terakhir di dunia ini” ucap Yunho tajam saking kesalnya dengan komitmen Jessica.

“Aku tinggal menikah dan memiliki anak sebagai penerus bukan? Itu mudah..”

“Jess, aku tau takdirmu. Luhan dan Kai, iya kan?”

 

Jessica langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Bagaimana bisa Oppanya mengetahui rahasia yang berusaha ia simpan serapi mungkin?

“Kau lupa? Barusan aku menceritakan kalau aku juga memiliki darah Viero. Walaupun sangat sedikit, aku bisa menggunakan kekuatan membaca pikiran orang. Aku sengaja melakukan ini agar kau tidak menutup pikiranmu.
Satu hal lagi, Viero tidak akan memiliki penerus sebagai Viero juga kalau salah satu dari mereka tidak mempunyai aliran darah yang sama. Contoh saja kau Viero dan Kai Deft, selama Kai tidak memiliki darah sama seperti mu kau tidak akan bisa memiliki anak Viero. Yang ada malah mengikuti DNA Deft dan untuk DNA Viero kemungkinan sangat kecil atau bahkan tidak ada”

“…..”

“Jika kau terus menyimpan kekuatan itu sendiri kau seperti makhluk yang tamak, tidak mau berbagi. Apalagi ini demi ke-eksistensian keberadaan Viero. Alam sedang tidak seimbang, hanya kau lah yang bisa mengembalikan keseimbangan kehidupan mahluk di dunia ini, teutama dunia makhluk Seiz”

“……”

“Sepertinya aku perlu memberitahu ini agar kau tidak salah memilih, aku tidak memaksamu untuk memiliih..
Cara untuk memberikan darah kepada Kai itu sangat susah apalagi perpindahan darah dari Viero melalu media perantara lain tidak diperkenankan. Kalau kepada Luhan itu lebih mudah karena dia memiliki media perantara sendiri –menggunakan taring yang alami dari dirinya.
Perpindahan darah Viero tidak boleh menyentuh udara, setitik darah yang bereaksi dengan udara maka darah itu tak ada gunanya. Dan kalau perpindahan darah itu terbuang sia-sia, lama-lama kau bisa kehabisan darah, lalu meninggal… ”

Yunho bangkit dari duduknya, berjalan menuju pintu kamar Jessica berangsur meninggalkan yeoja itu supaya beristirahat.

 

“Kenapa.. kenapa Oppa seolah-olah membujukku agar memilih Luhan daripada Kai? Padahal sangat jelas Luhan adalah seorang Vampire, makhluk yang selama ini Oppa jauhkan dariku”

Langkah Yunho terhenti. Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jessica itu, sangat salah. Ia memutar tubuhnya kebelakang.

 

“Aku tidak membujukmu.. Aku hanya ingin kau benar-benar memikirkan yang terbaik, dan tidak ingin membuatmu mati sia-sia..”

“Agar tidak salah memilih… Mati sia-sia.. Hm, apakah jawaban itu juga membuat supaya aku cepat-cepat memberikan darah ini?”

“Berapa kali aku harus menjelaskannya?
Bukankah sudah ada buktinya. Sekeras apapun kau mempertahankannya Oppa yakin, kau akan mengalah. Pikirkan lagi kejadian Eomma dan Appamu. Eomma memang keras kepala dan sama sepertimu saat ini, bersikeras mempertahankan precious thing miliknya. Esok kelak kau pasti juga begitu –seperti Eomma, entah kepada Kai atau Luhan. Pegang kata-kata Oppa”

 

~~

 

Percuma saja segala hal ia lakukan agar terlelap dan mengarungi dunia mimpi. Sejak tubuh Yunho menghilang di balik pintu, Jessica tetap menatap pintu itu –sambil memeluk boneka Teddy Bear miliknya.

Penjelasan tentang makhluk Seiz, Kai, Luhan, kedua orang tuanya dan tentang dirinya tidak bisa meresap ke dalam otaknya bahwa hal itu memanglah nyata.

 

Oh ayolah, orang mana yang bisa mencerna hal tidak masuk akal menjadi masuk akal?

 

Jessica menenggelamkan mukanya ke leher boneka Teddy Bear dalam pelukannya. Mendadak semua terasa begitu aneh.

Ia adalah makhluk yang harus dilindungi.

Ia adalah makhluk abadi, dan keabadian itu menjadi kenyataan sebentar lagi. Saat ia menginjak umur 25 tahun.

Ia adalah makhluk Viero yang terancam keberadaannya.

Ia adalah makhluk yang diincar dan diburu para Vampire.

Apakah ia harus menghilang dari permukaan bumi ini saja agar tidak ada pertentangan Vampire dengan makhluk Seiz menyangkut perburuan Viero?

Apakah ia bunuh diri saja supaya Vampire berhenti mementingkan diri?

Secara dirinya adalah Viero terakhir di dunia.

Jessica tersenyum masam. Kenapa harus ia yang jadi Viero? Kenapa harus ia yang menjalankan tugas sebagai Viero untuk meneruskan generasi?

Memang tidak ada orang lain apa? Merasa lelah karena semua beban ada pada dirinya, tidak adakah yang mau membantunya?

 

Cairan bening menumpuk di ujung mata Jessica. Karena tidak mampu memuat lebih banyak cairan itu pun jatuh menetes mengaliri pipi Jessica dan jatuh tepat di kepala boneka Teddy Bear.

Ia butuh sandaran. Eomma dan Appa, itu lah yang ia butuhkan.

“Hiks.. Hiks..”

.

Seorang namja berdiri di balkon kamar Jessica, sibuk memandangi Jessica yang terisak kecil. Ia hanya bisa menatap dan terus menatap –tanpa ada keinginan menghampiri Jessica.

Tatapannya menjadi teduh melihat orang yang dicintainya menangis menghadapi kejamnya dunia. Kejam karena hanya dia yang diberi kesempatan mengubah keadaan demi umat makhluk Seiz, sendirian.

Ini semua salahnya. Andai saja ia tidak mengajak Jessica ke pantai, mungkin Jessica tidak akan mendapat kenyataan ini tiba-tiba. Harusnya yeoja itu tau tentang dirinya dan semuanya seiring waktu berjalan, perlahan-lahan.

.

Tepat Jessica hendak menoleh ke balkon kamar sosok namja disitu menghilang. Meninggalkan hembusan angin semilir membelai kulit Jessica.

 .

 

Aku pengecut.. Tidak berani bertatap muka dengannya. Karena ia sudah tau semua tujuan yang kurencanakan sejak dulu, mengambil benda berharga peninggalan orang tuanya.

Mungkin kalau aku egois detik ini juga aku akan mengambil benda itu, tetapi.. aku tidak tau kenapa dan tidak tau sejak kapan mengubah prinsip hidupku ‘menjadi abadi’ beralih ‘cintai dia’.

Tidak mungkin ia membalasnya. Yakin, bahwa dia lebih memilih Deft itu ketimbang makhluk pembunuh sepertiku. Sudah menjadi hal yang umum bahwa wanita memilih yang lebih baik dan menguntungkan. Itu tidak masalah… tapi ada satu pemikiran yang mengusik,

 

Sekarang dia membeciku.

 

                                                                TBC

 

fiuh~ akhirnya chapt. 6 yang banyak penjelasannya selesai. Sungguh chapter yang lumayan bikin capek -_-

 

Hahahaha Hai readers. Nunggu lama ya kelanjutannya FF ini?
Ini aku udah publish kelanjutannya, dan gimana? bikin kesel? bikin penasaran? atau malah bikin ngakak?

/Ah iya Eommanya Jessica (Stephanie Hwang) bukan Tiffany lho ya, itu cuma pake nama aja/

Jujur aja, aku mulai males bikin FF, mungkin baca FF aja udah males juga. Dan sempat berpikir buat berhenti di dunia per-FF an ._. –> alasan yang bikin publish FF lama banget.

 

Last, dear readers mohon komennya :D

81 thoughts on “Telepathy (Chapter 6)

  1. Authornya koq bisa mikir bikin ff nya jauh dari pemikiran saya /plakk/
    Pokoknya ceritanya tambah keren lahhh😀
    Dilanjut ne^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s