[Freelance] Romantic Street

Romantic Street

Title : Romantic Street || Author : Tiffany Tania || Genre : Romance || Length : Oneshot

Cast by “Kim Taeyeon GG’s – Byun Baekhyun EXO-K’s”

Note : This is just a fanfic, dont think to much. All of the cast its belong to God, themselves, theirparents and also SM.Entertaimet but the storyline its pure mine.

I suggest you to hear “Romantic Street” before you read it! ITS RECOMMEND!


So, please enjoy!^-^

—-

Oxford Street, City of Westminster – London

Seorang wanita bertubuh mungil dengan surai kecoklatan terang itu tengah berjalan girang ditengah hiruk pikuknya kota London. Wanita itu nampak sedang sibuk membawa sebuket bunga, mencoba menerobos kerumunan orang disana. “Excuse me.. Sorry.. Excuse me..” setidaknya kata – kata itulah yang sedari tadi dia ucapkan.

Hingga sampailah dia disalah satu cafe ternama, Loco Cafe.

Akhirnya aku sampai ditempat ini, aku menerawang seluruh pengunjung cafe dan bernafas lega. “Syukurlah dia belum datang..” kataku sambil tersenyum sumringah. Aku memilih duduk di meja yang dekat dengan jendela karena aku lebih senang melihat orang lalu lalang berjalan disana.

Aku mendudukan diri disalah satu bangku itu, dan tiba – tiba seorang pelayan mendatangiku. “Can I help you?” tanyanya dengan senyuman indah. Inilah yang aku sukai dari cafe ini, pelayan yang sangat ramah juga pelayanannya yang sangat nyaman. Membuat siapapun betah.

Aku menatap buku menu dan menatap wanita pelayan itu sambil tersenyum, “Veggie sandwich and Lemonade, please..” ujarku menutup buku menu. Dia-pelayan- itu mengangguk dan menuliskan pesananku, “Wait a moment” ucapnya berlalu pergi. Tak lupa dengan senyuman khasnya.

Sesekali aku menatap jam tangan yang melingkar indah ditanganku dengan tatapan berharap, “Dimana dia?” ujarku khawatir. Sebelumnya dia tak pernah seterlambat ini.

Pandanganku mengedar keluar jendela, tampak seorang pria turun dari mobil itu seraya membuka kacamatanya.

Aku tersenyum, “Akhirnya dia datang juga!”

Dengan cepat aku membawa buket bunga itu dan menyembunyikannya dibalik punggung, dia masuk dan mulai menghampiriku.

“Maafkan aku terlambat lagi.. Tadi ada sedi-“ ucapnya terdiam karena lengan wanita dihadapannya membungkam mulutnya. Dia tersenyum, “Duduklah..” tuturnya lembut.

Lelaki bernama Byun Baekhyun itu hanya mengangguk mengerti, “Sorry..” ucapnya lagi sambil menunduk kali ini. Aku hanya terkekeh pelan, “Oh babe, it’s OK. No problem” ucapnya memamerkan senyuman manisnya.

Sekali lagi, lelaki itu jatuh cinta pada senyumannya. Gadis itu Kim Taeyeon.

Taeyeon menghembuskan nafasnya pelan dan panjang, “Ini untukmu.. Happy anniversarry two years baby.. Still longlast with me, okay? I love you” ujarku dan mencium pipinya sekilas. Dia menepuk keningnya pelan, “Oh my god.. I’m sorry Taeng, i’m forget it” ucapnya dengan suara parau.

Baekhyun menyesal karena dia lupa akan hari ulang tahun pernikahannya yang kedua bersama wanita yang begitu setia terhadapnya-Kim Taeyeon.

Lagi lagi, wanita itu hanya menunjukkan senyum sumringahnya.

“Sudah kubilang.. Tidak masalah sayang, aku mengerti kau mungkin lelah dengan pekerjaanmu itu. Aku mengerti” ucapku menggenggam erat lengan Baekhyun. Mencoba menenangkan perasaan bersalahnya. Namun, jikalau boleh jujur wanita itu sakit hati namun tak masalah, bukankah dalam cinta kita harus saling memaafkan dan saling percaya?

Baekhyun mengusap pelan punggung tangan wanita dihadapannya, “Terimakasih untuk dua tahun ini.. Aku mencintaimu” ucapnya mencium bibirku.

Aku membelalakkan kedua mataku. Dan mendorong badannya agar menjauh, “Sayang.. ini tempat umum.. Aku malu” ucapku menunduk karena kini seluruh tatapan pengunjung menatapku dan suamiku, Byun Baekhyun.

Baekhyun hanya tersenyum sumringah, dia menarik Taeyeon untuk berdiri. “Today its my anniversarry wedding.. I love her so much” ucapnya lantang yang mampu membuat riuh seluruh pengunjung. Tak sedikit pengunjung yang ikut terkekeh akan celotehannya dan bertepuk tangan.

Aku hanya menunduk dalam, sungguh aku tak pernah segugup ini. Oh, Baekhyun cukuplah. Kurasa pipiku sudah memerah. Aku memukul pelan lengannya, “YA! Aku malu” ucapku terkekeh didalam pelukannya.

Bahkan salah satu pengunjung pun meneriaki kami, “Youre a match couple!”

                Setelah selesai mereka berjalan pulang, kini kami masih berada di jalan Oxford. Terlihat raut senang menyelubungi raut wajah mereka. Apalagi pihak lelaki, Baekhyun dia sangat senang karena mereka tak menyangka bahwa istrinya bisa seromantis ini.

Baekhyun menarik lenganku dan memasukkan lenganku kedalam saku jaketnya, “Cuacanya dingin..” ucapnya sambil mengacak pelan rambutku. Lantas saja aku tersenyum, “Terimakasih..”

Kini langkah kami tiba – tiba saja terdiam, kami memandangi indahnya sungai Thames. Baik Taeyeon maupun Baekhyun sungguh berterimakasih kepada sungai ini. Karena sungai ini mereka akhirnya dipertemukan dan bisa menjalin hubungan indah dua tahun belakangan ini.

“Kau ingat tempat ini?”

Baekhyun hanya mampu tersenyum, “Tentu saja.. “ dan menarik Taeyeon kedalam pelukannya. Taeyeon hanya membenamkan wajahnya kedalam dada bidang namja itu mencoba menyesap wangi tubuh suami tercintanya.

Kali ini, aku melingkarkan lenganku kepinggang kecil lelaki dihadapanku ini. Lelaki yang menjadi suamiku dua tahun yang lalu, yang melingkarkan cincin dan mengikrarkan janji suci dialtar.

Kenangan itu mencoba memaksaku untuk memutar kembali memori indah itu.

.

.

“Tiffany menyebalkan! Bagaimana bisa dia membiarkanku menunggunya disini selama dua jam lebih? Ish!!” ucapku menendang kesal angin dihadapanku.

Aku membuka kembali ponselku, ‘Taengoo, mianhae.. Aku tak bisa datang kesana tiba – tiba saja Sehun mengirimiku pesan dan katanya dia sedang sakit. Dia membutuhkanku, sekali lagi maaf. Aku berjanji akan mentraktir eskrim mint kesukaanmu besok? Arrachi?’

“Aku bukan anak kecil yang bisa kau sogok dengan eskrim nona Hwang!” ucapku menggerutu kesal.

“Kau ini tipe wanita yang bising ya? Suka sekali mengganggu ketenangan orang” ujar seseorang yang tiba – tiba muncul begitu saja. Dan membuat ku menoleh cepat kearahnya.

Seorang lelaki dengan rambut berwarna ungu kemerahan(?) juga tinggi yang tidak seberapa tengah melipat tangannya didepan dada. Wajahnya berubah menjadi wajah yang sangat kesal.

Aku menggaruk tengkukku kikuk, “A..ah.. Maaf, aku tak bermaksud” ucapku tersenyum canggung. Lelaki itu mendekatiku dan meletakkan tangannya dihidungku, mencubit lebih tepatnya. “Kau lucu saat kau gugup.. Aku suka” ucap lelaki itu tanpa jeda.

Mulai detik itu aku terdiam, tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun.

Sungguh, aku jatuh cinta padanya.

“Perkenalkan.. namaku Byun Baekhyun.. Senang berkenalan denganmu” ujarnya menjabat hangat tangan Taeyeon dan mampu membuat Taeyeon tersipu malu.

Terimakasih banyak untuk Sungai Thames ini, yang sudah mempertemukanku dengan sosoknya. Lelaki yang sangat kucintai, lelaki yang kini menyandang status suami. Lelaki yang menjadi sosok pemimpin untukku dan anak – anakku kelak.

‘Thank you so much Thames rivers.. I love you..’

.

.

                Pancaran matahari menyerobot masuk kecelah jendela kecil, namun tak mampu mengganggu ketenangan sepasang suami istri yang sedang tertidur lelap itu. Lengan Baekhyun kini memeluk erat pinggang istrinya, Kim Taeyeon.

Seolah tak ingin ada celah diantara mereka, dia menariknya kebelakang. Dan menciumi pundak wanita bermarga Kim itu.

Perlahan wanita itu terperangah, “Hmm” wanita itu mengerang pelan karena gangguan kecil dari suaminya itu.

“Bangun sayang.. “

Suara indah menggelitiki leherku, memaksaku untuk membuka mataku. Sontak saja perlahan aku membuka mataku, dan menoleh sedikit. Bisa kulihat dari samping wajah suamiku ini sedang bertengger manja dipundakku.

Aku menoleh, dan mencium bibirnya sekilas. “Selamat pagi, pahlawanku”

“Selamat pagi, sayang..”

Mereka berdua bangun, Baekhyun pergi ke kamar mandi untuk bersiap kerja sedangkan Taeyeon membereskan tempat tidurnya dan langsung meluncur kedapur. Tentunya menyiapkan sarapan bagi suaminya itu.

Aku membawa selembar roti tawar dan mengoleskan selai kacang diatasnya, dan menumpuknya lagi dengan selembar roti tawar. Baekhyun tiba – tiba saja memelukku dari belakang, “Mana sarapanku, sayang?” ujarnya manja.

“Sedang kubuatkan Tuan, jangan manja!” tegasku pada Baekhyun. Baekhyun hanya mendengus kesal, dan berbalik ke meja makan.

Akupun menyajikan sandwich buatanku yang asal dan coffee cappucino kesukaan Baekhyun. Perlahan dia menyesap kopinya perlahan, dan mengalihkan pandangan kearah istrinya. “Sepertinya aku lembur.. Kau tidak apa – apa kutinggal sendiri?”

Aku hanya memamerkan senyum, “Ne, gwenchana Baekhyun-ah..”

Baekhyun sudah siap berangkat, Taeyeon mengantarkannya sampai ambang pintu.

“Jaga dirimu baik – baik.. Aku akan mengirimimu pesan nanti, bye” ucapnya melangkah pergi tak lupa sambil mencium puncak kepala wanita berkulit putih pucat itu.

Berkali – kali aku mundar mandir ke wc, perutku mual entah apa yang terjadi. Muntah tapi tak ada apapun yang keluar, Taeyeon mengerutkan dahi tak mengerti. Perlahan dia meraih ponselnya dan menelepon seseorang.

Suara diseberang telepon mulai terdengar.

“Hello?”

“Hello, Fany-ah its me!”

“Oh, Taeyeon? Kenapa?”

Aku terdiam sejenak dan melanjutkan, “Entah kenapa, perutku terasa mual padahal tak ada apapun yang keluar. Apa kau tahu aku kenapa?”

Tentu saja Taeyeon bertanya pada Tiffany karena dia adalah seorang dokter. Terdengar kekehan pelan diseberang sana, membuat Taeyeon semakin tak mengerti.

“Kau kenapa tertawa? Apa ini semua lucu?”

Suara diseberang nampak histeris,”Apa mungkin kau hamil? Bagaimana jika kau pergi kerumah sakit sekarang, aku akan memeriksamu!”

.

.

Taeyeon tengah duduk, tangannya meremas pelan dress yang dia gunakan. Menanti hasil yang keluar atas keluhannya tadi, “Semoga saja aku hamil..” ucapnya penuh harapan.

Sedari tadi senyum tak pernah hilang dari raut wajahnya, keluarlah Tiffany dengan jas berwarna putih khas rumah sakit itu.

Tiffany tersenyum dan mulai duduk, membuatku mengernyitkan dahi. “Bagaimana hasilnya?” tanyaku penasaran. Kakiku bergetar jujur saja, aku mulai kehilangan kendali. Aku terlalu gugup sampai keringat dingin keluar dari keningku.

“Selamat.. Kau akan segera menjad ibu.. Usia kandunganmu sekarang menginjak dua bulan” ucap Tiffany. Aku membelalakkan kedua mataku lebar – lebar kupasang pendengaranku dengan jelas. Apa aku tak salah dengar? Hey, apa ia aku tengah mengandung anak dari Baekhyun?

“Benarkah? Kau tidak sedang bercanda kan Tiff?”

Tiffany mendekatiku dan memelukku, “Tidak Taeyeon, kau memang tengah mengandung. Dan akupun iri padamu!” ucap Tiffany mengerucutkan bibirnya kesal.

“Makanya cepat menikah dan susul aku!”

Tawa meledak diruangan dokter bernama Tiffany Hwang itu. Atmosfirnya kali ini sungguh sangat indah, membuat Taeyeon betah berada disana.

.

.

Pintu apartemen tak terkunci, aku sempat heran apakah Taeyeon tak menguncinya? Aku masuk dan mulai meletakkan sepatuku dirak. Sambil membuka dasi, aku menyipitkan mataku mencoba menatap sosok yang sedang tertidur disofa.

Astaga itu Taeyeon!

Perlahan aku mendekatinya, “Taeyeon-ah, bangun.. Ayo kita pindah” ucapku sambil menepuk pipi Taeyeon pelan. Perlahan Taeyeon terbangun, dan langsung memelukku erat.

“Mengapa kau tidur disini?”

“Aku menunggumu” ucap Taeyeon semakin mengeratkan pelukannya. Aku melepas pelukannya dan menatap dalam ke manik mata kecoklatan Taeyeon itu. “Ada apa, hm?”

Taeyeon hanya tersenyum dan mengusap pelan perutnya, perlahan dia mendekat dan membisikkan sesuatu. “Sayang.. aku hamil” ucapnya yang mampu membuatku diam terpaku.

Benarkah? Apa benar dia sekarang tengah mengandung darah dagingku?

Seketika lelah yang kurasa hilang entah kemana, yang jelas aku sangat bahagia mendengar kabar ini. Perlahan aku memeluk Taeyeon dan menciumi pipinya berulang kali. Sampai Taeyeon terkekeh pelan, “YA! Jangan menciumiku terus, anakmu tidak akan kau beri cium? Dia marah lho!” ujar Taeyeon tersenyum lebar.

Langsung saja aku bersimpuh dan mengusap pelan perut istriku ini, aku menempelkan telingaku keperutnya. “Sayang.. ini ayahmu..” ucapku dan beralih mencium perut Taeyeon.

Lima tahun kemudian…

‘Kenneth Nicole Brodsky’ seorang anak perempuan berusia sekitar lima tahun itu memang mewarisi gen kedua orang tuanya. Matanya bulat seperti ibunya, bibir tipis nya menurun dari ayahnya. Sungguh, ciptaan tuhan yang sempurna. Baik Taeyeon maupun Baekhyun sangat menyayanginya.

Taeyeon tengah berjalan santai sambil menggenggam erat lengan putri pertamanya itu. Sedangkan Baekhyun mengikuti mereka dari belakang.

Mom, aku ingin pergi kesana..” ujar peri kecil Taeyeon dan Baekhyun itu menunjuk Sungai Thames. Dengan semangat Taeyeon mengangguk, “Come on ..”

Baekhyun hanya tersenyum sumringah melihat kedua bidadarinya itu bahagia.

Taeyeon duduk disalah satu bangku panjang disisi sungai itu, tangannya masih setia menggenggam erat lengan Nicole. Baekhyun ikut duduk disamping Taeyeon dan menatap indah kearah sungai penuh kenangan itu.

Tiba – tiba saja Nicole berlari entah kemana, saat Taeyeon hendak mengikutinya lengan Baekhyun menghalaunya. Dia menarik Taeyeon kedalam pelukannya itu. Membuat Taeyeon tersenyum penuh arti.

“Terimakasih, karena telah menjadi bagian hidupku..” ucap Baekhyun setengah berbisik. Taeyeon mengeratkan lengan Baekhyun agat memeluknya erat. “Jangan berterimakasih kepadaku, berterimakasih lah pada jalan Oxford ini dan tentunya Sungai Thames ini”

Disisi lain Nicole tengah memerhatikan seorang anak lelaki, dia meraih sesuatu dan memberikannya pada bocah manis itu. “Is this yours?” tanya anak lucu itu hati – hati.

Bocah lelaki itu tersenyum seraya meraih sapu tangan ditangan Nicole, “Yes, thankyou. May I know your name?”

Nicole tersipu malu, dengan cepat dia mengulurkan tangannya “Kenneth Nicole Brodsky, and you?

It’s a beautiful name. My name is Park Chanyeol, i’m from Korea. Nice to meet you, angel” ucapnya mencolek dagu Nicole. Nicole hanya tersenyum dan menunduk sambil sesekali menatap wajah tampan lelaki itu.

Nampaknya, kedua orangtuanya tengah menyaksikan dialog anak mereka. Mereka terkekeh bersama, melihat begitu polosnya anak mereka itu. Masih dengan posisi yang sama, Baekhyun memeluk Taeyeon dari belakang dan menaruh dagunya dipundak Taeyeon. Sedangkan Taeyeon menarik lengan Baekhyun dan menggenggamnya.

Taeyeon menyikut pelan perut Baekhyun, “Lihat anak lelaki itu.. persis sepertimu! Pandai menggombal!” ujar Taeyeon terkekeh pelan. Baekhyun ikut tertawa, “Apa bedanya Nicole denganmu? Dia polos dan langsung saja menerima jabatan tangannya. Persis seperti kau kan? Mudah digoda” kekehnya pelan.

Taeyeon tertawa begitupun Baekhyun, namun tiba – tiba Taeyeon berbalik dan mencium bibir Baekhyun. Dia menarik tengkuk Baekhyun, memaksa agar ia menikmati ciumannya itu.

Mom.. Dad, what are you doing?”

Suara Nicole putri pertamanya- itu mampu membuat Baekhyun dan Taeyeon berhenti. Dengan cepat mereka terkekeh geli karena tertangkap basah tengah berciuman. Lantas saja, Taeyeon berhambur memeluk Nicole begitupun Baekhyun.

So, you want me to kiss you?”

Perlahan Taeyeon mencium pipi kanan Nicole sedangkan Baekhyun mencium pipi kirinya. “I love you Nicole..”

Nicole pun membalas dengan mencium pipi kedua orangtuanya, “I love you too mom, dad..”

Mereka pun pergi meninggalkan Sungai itu, kedua lengan mungil Nicole bermanja dilengan kedua orangtuanya. Nicole berjalan riang sambil sesekali melompat kecil.

‘Thank you Thames river, you found him for me’-Kim Taeyeon

‘Thank you Thames river, because of you I have her’ – Byun Baekhyun

‘Thames river! I love it!’- Kenneth Nicole Brodsky

**END**

Gimana, gimana? Feelnya dapet ga? Aku tahu ini FF gagal._. soalnya baru pertama kali aku bikin FF genrenya yang udah nikah gitu (lupa namanya). Entah kenapa jujur aja akhir-akhir ini lagi suka ini couple (BaekYeon) mereka cute gitu sih soalnya hehe^^

Banyak typo? Maaf soalnya aku ga read ulang._.
Semoga kalian menikmati ya^^

Dont forget to leave your comment~

=TiffanyTania=

26 thoughts on “[Freelance] Romantic Street

  1. Lucu banget thor< aku gaberenti senyum. Emang pas bgt dengerin romantic street'-')b suara taeng sama sica unnie mendukung bgt. Ah daebak! Lanjut terus thor wkwk

  2. Woaah~ Daebak!
    Feelnya dapet kok! Sukaaa~ :G
    Lucu bgt wktu bagian Nicole dan Chanyeol xD masih kecil, Chanyeol udh pintar ngegombal xD hahah. Cute!
    Nahloh, BaekYeon ciuman ketangkep basah ama anak sendiri xD
    Suka bgt ama BaekYeonnya, sweet gitu :3
    Author-nim daebak!
    Kapan-kapan bikin yg kayak ginian(?) lagi, ne? Hohoh (reader banyak maunya x_x)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s