[Freelance] Laugh of Loud

Title                 : Laugh Out Loud

Author             : Park Jea

Length             : Drabble

Rating             : G

Genre              : Absurd

Cast                 :

  • Hyoyeon SNSD as Kim Hyoyeon

Other Cast       :

  • Sunny SNSD as Lee Sunny
  • Chen EXO as Kim JongDae
  • Xiumin EXO as Kim Minseok
  • Taeyeon SNSD as Guru Kim
  • D.O EXO as Do KyungSoo

Disclaimer       : Cerita ini murni milikku. Cerita ini aku bikin dari pengalaman pribadi. Bukan pengalaman sih. Pokoknya baca aja sendiri, Nanti kalian ngerti .-.

Author’s Note: pernah di publish di  http://Jenongkece.wordpress.com dengan Jessica sebagai Main Cast.

-oOo-

 “Hei, kau tinggal dimana?” Tanya Hyoyeon pada JongDae yang bersiap menulis. Lelaki imut itu menoleh. “Memang kenapa?”

“Jawab saja.”

“Di Rumah.”

“Rumahmu dimana?”

“Rumahku didekat sekolah ini, kok.”

Hyoyeon mencibir pelan. “Kau tidak asik.”

“Memang ada apa? Apa yang tidak asik?” Tanya JongDae, sambil menaikan sebelah alis. “Kau tinggal dimana?” Tanya JongDae saat Hyoyeon tidak menjawab.

“Dirumah.”

“Rumahmu dimana?”

“Ya ditinggal, lah. Kau pikir aku ini siput yang selalu membawa rumahnya?”

“Hahaha.” JongDae tertawa mendengar jawaban teman sebangkunya itu. “Jadi, kau bilang tidak asik karena aku tidak menjawab seperti itu, eoh?”

“Tunggu dulu. Kenapa hening?” Tanya Hyoyeon. Ia menendang bangku didepannya. “Hey, kenapa hening?”

MinSeok membuka buku milik Hyoyeon dan menyodorkannya pada gadis itu. “Ini. Rangkum ini. dari bab A sampai bab B.”

“Hey, kau tinggal dimana?” MinSeok menautkan kedua alisnya. “Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Jawab saja.” Sahut Hyoyeon dan JongDae serempak.

“Aku tinggal didekat sekolah ini. bukankah kalian sering bermain kerumahku?”

“Kau tidak asik.” Jawab Hyoyeon dan JongDae kembali serempak.

MinSeok hanya menggeleng dan kembali menulis. JongDae segera menghadap Hyoyeon. “Lebih dulu mana, Ayam atau Telur?”

“Ayam atau Telur, ya?” Hyoyeon memegang dagunya seraya berpikir. Namun sedetik kemudian ia menggeleng. “Aku menyerah.”

“Jawabannya adalah… Telur.”

“Kenapa?”

“Mana ada penjual telur yang berteriak ‘Ayam telur, ayam telur!’. Pasti mereka berkata ‘Telur ayam, telur ayam!’, bukan begitu?”

“HAHAHA”

JongDae menggeleng pelan melihat kelakuan sahabatnya itu. Ia memilih untuk menulis. Namun sepertinya Hyoyeon tidak puas, hingga ia tidak berhenti tertawa. Bahkan beberapa murid menegurnya dan hanya dibalas dengan lambaian tangan dari Hyoyeon sambil berkata “Hai”.

Masih dengan tawa yang membahana, Hyoyeon membuka buku catatannya dan bersiap menulis. Tetapi tawa membuatnya tidak dapat konsentrasi. JongDae memukul lengan Hyoyeon. “Jangan tertawa terus. Semua mata tertuju padamu, tahu?” bisiknya.

“hahahaha.”

Sekali lagi JongDae memukul lengan Hyoyeon. Tetapi kali ini lebih keras dan segera dibalas oleh si empunya lengan. Semakin lama tawa Hyoyeon semakin membahana.

Sunny yang duduk dihadapan JongDae menatap Hyoyeon dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. “Kau kenapa, eoh?”

Bukannya menjawab, Hyoyeon justru terjatuh dari kursi. Kyungsoo yang duduk tak jauh dari bangku JongDae meletakan jari telunjuk dibibir tebalnya. “Heh, berisik.”. lagi-lagi hanya dibalas lambaian, “Hai~”

“Bu, Hyoyeon -nya gila, bu.” Adu JongDae pada Guru Kim. Guru Kim yang sedari tadi menjelaskan sesuatu pada Sunny pun menoleh. “Ada apa?”

“Dia gila, bu. Daritadi ia tidak berhenti tertawa. Sepertinya ia salah minum obat tadi pagi.” Adu JongDae sambil sesekali melirik Hyoyeon yang masih asik tertawa di bawah meja. Guru Kim tersenyum kecil. “Yang sedang jatuh cinta itu beda, ya?” Goda Guru Kim.

Seisi kelas pun kini menyoraki Hyoyeon seperti “Cieeeee”, “Pajak-nya dong.”, atau “awas pipis dicelana” ._.

Hyoyeon kembali duduk dikursi-nya dengan tenang. Tidak ada tawa yang keluar dari bibirnya. Sunny yang tidak mendengar suara keramat /? dari Hyoyeon pun menoleh. “Kenapa hening?” sedetik kemudian tawa Hyoyeon kembali pecah.

“Aaaaaaa. Aku salah bertanya, ya? Maaf.” Ujar Sunny pada JongDae yang tengah menatap horror teman sebangkunya. JongDae menghela napas berat. “Abaikan saja.”

Sudah hampir 20 menit Hyoyeon tertawa. Dan mungkin itu membuatnya lelah dan lebih memilih diam. Saat JongDae membuat lelucon bersama Sunny dan MinSeok, Hyoyeon tidak tertawa. JongDae menyenggol lengan Hyoyeon. “Kau kenapa? tidak biasanya diam. Kenapa tidak tertawa?”

Hyoyeon menatap JongDae dengan wajah memelas. “Jong, kotak tertawaku.”

Sunny mengerutkan kening. “Ada apa dengan kotak suaramu?”

“Kotak tertawa, Sun. Kotak tertawa.”

“Iya, maaf. Ada apa dengan kotak suara –eh maksudku, ada apa dengan kotak tertawamu?”

“Kotak tertawaku rusak. Huaaaa.” Rengek Hyoyeon. MinSeok menepuk pelan kepala Hyoyeon. “Kalau begitu minta bantuan Spongebob Squarepants saja.”

“Kau pikir aku Squidward Tentacles?!”

-oOo-

Aku tahu ini gaje. Tapi… ya gitu deh. Dan kalian tahu? Menurutku, saat tertawa adalah saat yang paling menyenangkan. Karena dengan tertawa, aku bisa melupakan masalah atau tugas. Ya, walaupun hanya sementara. Maaf kalau ada typo ._.v

14 thoughts on “[Freelance] Laugh of Loud

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s