Twoshoot : Falling In Love With My Fangirl

FILWMF1

Falling In Love With My Fangirl

By wolveswifeu

Starring

Lay | Yuri

Genre

Romance | Sad | little Comedy | little Friendship

Length

Twoshots

Disclaimer

Original Cast : Tiffany & Chanyeol

Wolveswifeu’s New Fiction, Falling In Love With My Fangirl

Gadis berambut coklat ikal panjang itu berlari dengan cepat menyelusuri jalan kota Seoul yang ramai itu. Yuri Hwang, gadis yang berambut coklat ikal panjang itu bernama Yuri Hwang. Gadis ini berdarah campuran dan kini sedang berlari menuju universitas yang lumayan terkenal di Seoul, Korea Selatan.

“Finally..”Gumam Yuri ketika melihat universitas yang dia cari sedari-tadi.Sebenarnya dia tidak telat bangun atau semacamnya. Dia telat karena bus yang dia tumpangi tadi tiba-tiba mogok dan tidak bisa menyala, mau tidak mau dia berlari agar bisa mengikuti test penting dari Mr. Frank selaku guru import dari Canada sana untuk universitas yang dia pergunakan untuk menimbah ilmunya.

Yuri memasuki gerbang universitasnya, berlari menelusuri koridor yang berisi mahasiswa-mahasiswi yang tidak asing dimatanya.Ya, dia memilih jurusan sastra inggris.Mengapa?Dia bermimpi untuk menjadi novelis, novelis yang menulis novel dengan bahasa inggris. Langkah larinya berhenti di depan kelasnya, dia mengintip sebentar ke dalam dan sialnya, Mr. Frank sudah berada disana.

“Bagaimana ini?”Gumamnya.Dengan tangan yang bergetar dia mengetuk pintu kelasnya itu.Tok, tok, tok. Tiga ketukan yang menurut  Yuri cukup untuk memusatkan perhatian Mr. Frank dan mahasiswa-siswi lainnya untuk melihat ke arahnya. Yuri tersenyum, senyum paksaan dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas lalu berhenti di depan Mr. Frank.

“Sorry sir if I come late. My bus that I used to come here had some problem.” Yuri menjelaskan bahwa dia terlambat karena masalah pada bus yang dia gunakan untuk ke universitasnya.

“I know, I saw you run to here. You can join the test now.” Balas Mr. Frank sambil memberikan beberapa lembar test.

“Thanks, sir.” Yuri tersenyum dan langsung menghambar tempat duduknya lalu mengisi semua pertanyaan dari kertas yang diberikan oleh Mr. Frank tadi.

***

“Yuri-ah, kau babo sekali!Kenapa tidak menumpang padaku?”Tanya teman baik Yuri itu, Taeyeon.Yuri menghentikan aktivitas mengetiknya pada laptopnya itu dan menatap Taeyeon.

“Aku tidak mau merepotkanmu. Rumah kita beda arah, Taeyeon-ah.” Jawab Yuri.

“Hanya butuh lima menit dari rumahku ke rumahmu, itu yang namanya tidak searah?”Tanya Taeyeon heran.Dia heran kenapa sahabatnya ini suka sekali mencari alasan, memang benar kata Yuri, tapi itu benar-benar sebuah alasan kecil.

“Aniyo, aku janji aku tidak akan telat lagi.Bukankah kamu selalu menurunkanku di persimpangan dekat rumahku?” Tanya Yuri.

“Baiklah, you win.” Balas Taeyeon. Dia benar-benar tidak akan menang dengan Yuri. Maklumlah, Yuri seorang novelis, bagaikan ada seribu alasan di otaknya untuk mengelak.Taeyeon melihat jus manga yang tadi dia minum dengan keadaan habis.

“Ya!! Yuri! Kau yang meminum jus ini hah?!” Tanya Taeyeon. Yuri menoleh dan hanya bergidik ngeri melihat sahabatnya itu dan jus yang tadi dia  teguk sampai habis bergantian.

“Mian!Aku belikan yang baru!”Kata Yuri langsung berjalan ke tempat yang menjual jus di kafetaria kecil di universitas itu.

“Jus manga satu!”Dua suara jadi satu.Suara Yuri dan suara seorang namja. Yuri menelan ludahnya dengan susah payah, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang, dan tiba-tiba tubuhnya bergetar. Dia tidak tahu jika wajahnya kali ini memerah atau tidak, dia tidak bisa bercermin untuk melihat wajahnya yang merah itu.Namja itu, suara namja itu, suara Lay, model dan salah satu mahasiswa di universitas ini.Zhang Lay tepatnya, Lay memilih jurusan drama di universitas ini.

“Jadi?Jus manga dua?” Tanya sang pelayan kafetaria.

“Aniyo, kami beda pesanan.” Dengan cepat Yuri menjawab pertanyaan sang pelayan.

“Tidak usah, satukan saja.” Perintah Lay, Yuri yang mendengar perkataan Lay tadi. Lay mendekatkan mulutnya ke telinga Yuri.

“Mian, bukankah sedang ada promo untuk pesanan kedua harga jadi 50%?”Bisik Lay kepada Yuri.

“Oh, baiklah.Kalau begitu kita bisa membagi harganya jadi dua.”Usul Yuri sambil mengeluarkan dompet di saku celananya.

“Tidak usah, anggap saja ini aku yang traktir.”

“Tapi..”

“Lain kali kamu yang harus mentraktirku.” Kata Lay lalu menatap sang pelayan lagi.

“Antarkan ke meja yang biasa ya.” Kata Lay lalu pergi meninggalkan Yuri dan sang pelayan itu.

***

“Nah, jus manggamu.”Kata Yuri sambil memberikan jus manga itu kepada Taeyeon.

“Gomawo Yuri-ah, tadinya aku mau marah, tapi tak jadi hehe.”Yuri hanya duduk sambil mendengarkan ketawa garing Taeyeon itu. Yuri menggeser kursor di ponselnya, layarnya menyala dan..

“Aigoo! Bukankah itu Zhang…”

“Sssst! Tidak sopan sekali mengintip ponsel orang tanpa ijin!”Oceh Yuri pada Taeyeon.Taeyeon mendekatkan mulutnya ke telinga Yuri.

“Bukankah itu Prak Lay? Model yang mengambil jurusan drama itukan?” Tanya Taeyeon dengan suara yang nyaris tak terdengar.

“Ne, wae?”

“Eheheheyyy, kau menyukainya?”Kini suara Taeyeon meninggi.

“Tidak, aku fangirlnya, babo!”

“Masa?”

“Iya!Dia itu seperti inspirasiku untuk menulis.”

“Oh, yasudah, kajja!”

“Jusmu?”

“Sudah habis!Lihat dong!”Jawab  Taeyeon sambil mengangkat segelas jus yang sudah kosong.

“Cepat sekali..”

***

Tik-tak-tik-tak-tik.Itulah suara perpaduan keyboard dan jari lentik Yuri.Jika diperhatikan, kuku dari jari tangan Yuri tampak berwarna merah muda.Mungkin Yuri mengcat kukunya, maklumlah seorang yeoja.Kini jarinya berhenti, dia mengambil sebuah bingkai dengan foto didalamnya, ya, itu foto ummanya yang sudah meningglakannya di Los Angeles, meninggalkan TiYuri untuk selamanya.Sedangkan appanya masih berada di Los Angeles, mengurusi perusahaan yang berada disana.Yuri hanya tersenyum miris meratapi nasibnya itu.Appanya memang selalu mentransfer beberapa uang ke rekening Yuri dan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhannya di Korea.

Tiba-tiba ponselnya berdering telepon masuk. Dengan cepat Yuri melihat darimana panggilan itu, nihil, dia tidak tahu, hanya nomor asing tanpa nama yang tercantum di layar ponselnya. Dengan ragu dia mengangkat panggilnya itu.

“Yeobosseyo?” Panggil Yuri. Tidak ada jawaban dari sana, bahkan hembusan nafas!

“Nuguseyo?Mianhamnida, aku sedang sibuk.” Lanjut Yuri dan masih tidak ada sahutan dari sebrang sana.

“Sinting!”Yuri langsung memutuskan panggilan itu.Benar-benar pengganggu, batinnya.

***

Sinar matahari yang menembus gorden kamar Yuri menusuk hingga bola matanya.Yuri menguap sambil merenggangkan otot-ototnya sehabis bangun tidur itu.Dia meraih ponselnya yang berada di meja kecil dekat kasurnya itu, menggeser kursornya dan terpampanglah wallpaper dengan namja yang sedang tersenyum, Zhang Lay.

“Morning, Lay.” Sapa Yuri. Inilah aktivitasnya tiap pagi, menyapa Lay yang berada di ponselnya tanpa ada balasan.Tentu saja, Yuri hanya menyapa Lay lewat benda mati.

Yuri bangkit dari kasur dan membuka lemari bajunya.Biru dan pink, itulah warna yang mendominasi lemari Yuri.Mengapa?Pink, Yuri sangat menyukai bahkan hampir terobsesi dengan pink.Biru?Itu warna favorit Lay.Yuri meraih baju lengan panjang berwarna soft blue dan celana panjang berwarna dark blue serta pakaian dalamnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

***

Yuri sudah tampak sempurna hanya dengan baju lengan panjang, celana panjang, rambut diikat satu, flat shoes berwarna soft blue, handbag berwarna dark blue, dan mengenggam sebuah laptop dengan tas laptop tentunya sambil menunggu bus yang sering ia tumpangi untuk tiba di universitasnya.

Tiba-tiba sebuah motor besar berhenti tepat didepannya, seorang namja, Yuri mengenal namja itu. Dibukanya helm yang dia kenakan, terpampang jelaslah wajah tampan namja itu, Zhang Lay.

“Hallo.” Sapa Lay. Merah, pasti itu wajah Yuri sekarang.

“Hallo.”

“Butuh tumpangan?”Yuri melebarkan matanya ketika mendengar tawaran Lay.

“Aniyo, gamshahamnida.” Lay menghela nafas dan merapikan sedikit jaket yang ia kenakan.

“Baiklah, aku tidak akan memaksa.Ah ya, kamu, Yuri Hwang masih menghutang traktiran denganku.”Kata Lay sambil memakai helmnya.Belum Yuri menjawabnya tapi dia sudah melesat dengan cepat meninggalkan Yuri sendiri.

“Mwo?Dia mengetahui namaku?!”

***

“Bagaimana hubunganmu dengan Baekhyun?”Tanya Yuri kepada sahabat yang berada disebelahnya, Taeyeon.

“Biasa saja.Kau tahu?Berhubungan jarak jauh itu sangat susah.” Jawab Yuri.

“Oh, untung saja aku tidak mempunyai kekasih.Jadi tidak perlu sesetres itu.”

“Kamu benar.Ketika dia tidak membalas pesanku pasti aku membayangkan dia sedang dikelilingi banyak yeoja.Kalau dia tidak mengangkat teleponku pasti aku membayangkan dia sedang meninggalkan ponselnya di apartement untuk menemui tetangganya yang yeoja.Ternyata salah, dia sedang mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.Ah ya, bagaimana jika kamu dengan Zhang Lay?”Curhatan Taeyeon tiba-tiba begitu saja melenceng.

“Tidak mungkin!Untuk berteman dengan seorang namja yang tampan, popular, bahkan model seperti dia tidak segampang membalik telapak tangan.”Balas Yuri.Taeyeon hanya bisa menyerah, lagi-lagi menyerah dalam perbincangannya dengan Yuri.

***

Yuri sedang menunggu Taeyeon yang mengambil mobil di depan gerbang. Sudah lima menit dan Taeyeon tidak kunjung sampai. Tiba-tiba Yuri melihat mobil berwarna hitam milik Taeyeon.

“Akhirnya..” Kata Yuri. Benar mobil itu berhenti tepat di depan Yuri, kaca mobil itu terbuka, muncullah muka Taeyeon.

“Yuri-ah, maaf ya, aku harus ke rumah sakit. Aku baru dapat kabar bahwa unnieku sudah melahirkan dan arahnya benar-benar berlawanan dengan….”

“Baiklah, aku bisa sendiri. Titip salam ya!!” Yuri langsung memotong penjelasan Taeyeon.Yuri mengerti Taeyeon yang sedang terburu-buru sekarang.

“Baiklah, mianhae!!”Kata Taeyeon sekali lagi sebelum dia melesat pergi dengan mobilnya itu.

Yuri  berjalan menelusuri jalanan Seoul yang ramai itu. Ntah mengapa dia tidak mau naik bus yang sering dia tumpangi itu.Berjalan sambil mendengarkan earphone yang tercantol di telinganya.Tiba-tiba langkah Yuri terhenti ketika dia sadar bahwa ada seseorang memerhatikannya.Pertama dia menoleh ke sebelah kiri, hanya ada toko dengan kaca besar disana.Tapi, mata Yuri menangkap wajah yang tak lagi asing disana, di kaca toko itu, pantulan wajah itu sedang tersenyum kepadanya dengan deretan giginya yang sangat putih dari arah berlawanan.Refleks Yuri menoleh ke arah berlawanan.Matanya melebar, dia piker itu hanya imajinasinya saja.

“Lay-ssi?”Panggil Yuri untuk memastikan.

“Daebak!Kau mengenaliku!”Kata Lay sambil bertepuk tangan singkat.

“Tentu saja.Siapa yang tidak mengenal model sepertimu?”Yuri tersenyum kaku.

“Haha, benar juga.Ingat sesuatu tidak?” Tanya Lay.

“Sesuatu?”Tanya Yuri balik.

“Ne, kau kan janji untuk mentraktirku!”Yuri langsung menepuk dahinya pelan.

“Aigoo, kau mau apa? Biar aku belikan!” Ucap Yuri.

“Tidak perlu repot-repot.Aku tidak jadi ingin ditraktir dengamnu.”

“Waeyo?”Yuri terlihat bingung, kenapa namja ini bisa mengubah keputusannya begitu saja?

“Iya, bagaimana jika kamu menemaniku?”

“Menemanimu?Kemana?”

“Suatu tempat.Naiklah, kau akan tahu nanti.” Yuri menurut lalu naik ke motor Lay, kursi bagian belakang.

“Pegangan yang erat!” Suruh Lay.

“Hah?”

“Pegangan!Nanti kau bisa jatuh!”Kata Lay, dengan ragu Yuri melingkarkan, ah tidak, lebih tepat dia hanya memegang jaket Lay sisi kanan dan kiri.Lay mendecakkan lidahnya, tangan Lay yang besar itu langsung menggenggam kedua tangan Yuri, di tariknya kedua tangan itu sampai melingkar sempurna di pinggang Lay.Ya, tangan Yuri betul-betul melingkah di pinggang Lay sehingga Yuri memeluk Lay dari belakang.Ekspresi wajah Yuri itu yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Begitu saja, ntah kemana motor itu pergi hingga menghilang dari jalanan tadi.

To Be Continue

Bagaimana? Bagus? Mau dilanjut atau tidak nih? Makasi yang udah bacaaaaaa!

18 thoughts on “Twoshoot : Falling In Love With My Fangirl

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s