DESTINY Part 4

Destiny by Lee Midah

Title :

DESTINY  Part 4

Present by

Lee Midah

Artwork by

Lm Artwork

Main Cast :

Xi Luhan Exo-M || Kwon Yuri SNSD

Sub Cast :

Kai Exo-K || Kim Airin Oc ||  Lee Donghae || Choi Sooyoung || Baekhyun || Sehun

Rating  PG -15 || Lenght Multichapter || Genre  Angst, Romance, Hurt, Sad

Disclimer : Cerita ini murni hasil pikiran Author yang sedang ingin membuat FF tentang HanYul couple. Castnya milik God, SM, dan diri mereka sendiri. Author cuma minjem ^^It’s Just Mystory, so just for fun!!!  Don’t Siders!!! Don’t Plagiat!!! Don’t Bashing!!!! Typo is Art ^___^

 

N/B : If You Respect To Me, Leave a Comment After read!!! Bila tidak suka pairingnya mending gak usah baca ya, cos Aku memilih Cast sesuai dengan karakter yang menurut aku cocok. Terserah readers mau berpendapat sama atau tidak. Ini hanya cerita jadi Mohon tidak Bashing, Be Friendly?! 🙂

Happy Reading !!!

Preview :

Luhan mengakhiri lagunya dengan petikan terakhir gitarnya. Luhan baru sadar kalau Yuri sekarang tertidur dibahunya. Luhan menoleh kearah Yuri yang sedang tertidur membuat wajah mereka sangat dekat. Perlahan Luhan semakin mendekatkan wajahnya pada Yuri. Luhan menutup matanya seraya menyentuh bibir Yuri dengan bibirnya lembut. Yuri pun terbangun dan perlahan – lahan membuka matanya namun dia kaget saat menyadari Luhan sedang menciumnya. Tiba – tiba jantungnya berhenti, nafasnya tercekat dan matanya membulat kaget. Pikiran Yuri seakan tidak berjalan sekarang, dia hanya diam membeku ditempat itu. Luhan melepaskan ciumannya dan melihat mata Yuri yang terbuka. Kini kedua mata mereka saling menatap satu sama lain Dan….

Part 4

Thump! Thump! Thump!

Suara detak jantung mereka jika bisa didengar mungkin sekarang akan terasa berisik sekali. Ya keduanya merasakan hal yang sama dan tatapan mereka masih berlanjut seperti   mencoba untuk menyatukan perasaan mereka, namun suasana itu terganggu oleh sebuah panggilan seseorang.

“ Yuri! Luhan! “,

Yuri dan Luhan seakan tersadar dari aktivitas saling menatap satu sama lain dan menoleh kearah sumber suara yang memanggil mereka. Ternyata yang memanggil itu adalah Kai yang sedang berjalan menghampiri Luhan dan Yuri diikuti oleh Sehun dan Baekhyun. Saat Yuri dan Luhan saling menatap lagi terlihat suasana menjadi canggung, keduanya menjadi salah tingkah dan terasa saling menjauh. Yuri memalingkan pandangannya kearah kanan dan Luhan ke arah kiri.

“ Sedang apa kalian disini? “, tanya Kai setelah sampai didepan Luhan dan Yuri.

“ Kami… “, jawab Yuri dan Luhan bersamaan namun langsung terdiam.

“ Kenapa dengan kalian? Aneh sekali! “, ujar Sehun menatap keduanya bergantian.

“ Ania, Gwenchana “, jawab Yuri dan Luhan bersamaan lagi.

“ Kenapa kalian kompak sekali? “, sekarang giliran Baekhyun yang bertanya.

“ Ya! Kenapa kalian banyak bertanya? Memangnya kami ini kriminal apa! “, ujar Luhan kesal karena mereka membuatnya semakin salah tingkah didepan Yuri.

Yuri masih terdiam karena pikirannya masih entah dimana? Juga dia masih sibuk menenangkan jantungnya yang masih belum berdetak dengan normal.

“ Mengapa kau kesal seperti itu? Kami kan hanya bertanya karena kalian terlihat aneh, atau jangan – jangan kalian habis melakukan sesuatu ya? “, tebak Kai sambil menatap keduanya dengan tatapan menyelidik.

“ Mwo?! Memangnya kami melakukan apa? “, sangkal Luhan yang terlihat salah tingkah, sesekali dia melirik kearah Yuri.

“ Kenapa wajahmu memerah Luhan? “, tanya Sehun memperhatikan wajah Luhan.

“ Mwo? Anio, aku tidak memerah! “, elak Luhan mengalihkan pandangannya kearah lain.

“ Yuri, Gwenchana? “, tanya Baekhyun yang dari tadi memperhatikan Yuri yang diam saja.

“ Eh? “, sahut Yuri.

“ Apa kau baik – baik saja? Kau sakit? “, tanya Baekhyun membuat semua namja menatap Yuri.

“ A… anio, Aku baik – baik saja “, jawab Yuri gugup mencoba tersenyum.

“ Jinjja? Kau terlihat demam Yuri, wajahmu sudah merah seperti itu “, ucap Sehun dengan nada khawatir.

“ Yuri-a, kau butuh dokter kajja aku antar! “, ucap Kai langsung berdiri didepan Yuri.

“ A…anio, aku tidak demam atau butuh dokter. Aku baik – baik saja kalian tidak usah khawatir “, ucap Yuri mencoba bersikap normal sambil memperlihatkan senyum kakunya.

“ Ya! Yang sakit itu aku! Yuri sudah bilang dia baik – baik saja! “, kesal Luhan pada ketiga  temannya yang sepertinya berlebihan pada Yuri, lagian Luhan sedikit merasa cemburu.

“ Kalau kau sih tidak usah ditanya dan semua suster sudah pasti akan langsung mengobatimu jika kau sakit “, ujar Kai membuat wajah Luhan semakin terlihat kesal.

“ Aku curiga, Xi Luhan kau tidak melakukan apapaun padanya kan? “, ucap Sehun menyelidik.

“ Apa maksudmu Oh Sehun?! Aku… aku melakukan apa padanya? “, jawab Luhan namun tetap saja terdengar nada gugup dari suaranya.

Sebelum ada yang berkata apa – apa lagi Yuri langsung berdiri membuat semua orang menatapnya.

“ Mian, sepertinya aku harus pulang duluan, Luhan sekarang kan sudah ada yang menemanimu. Aku pulang ya, Oppa pasti sudah dirumah “, ucap Yuri pamit, Luhan hanya menganggukan kepalanya karena dia juga bingung mau bicara apa.

“ Yah, Kenapa buru – buru sekali Yuri. Kami kan baru datang “, keluh Kai saat Yuri akan pergi.

“ Sudahlah Kai, Yuri bilang kan Oppanya sudah menunggu dirumahnya. Apa kau butuh tumpangan Yuri ? “, ujar Baekhyun sambil tersenyum.

“ Ania, Gwenchana. Kalau begitu aku pamit, Anyeong! “, kemudian Yuri pergi meninggalkan keempat namja itu.

Apa dia marah padaku ya? Xi Luhan, kenapa kau menciumnya? Neo Baboya! “, batin Luhan meruntuki dirinya.

~o0o~

Semenjak ciuman itu Luhan dan Yuri sering merasa canggung, bahkan setiap bertemu mereka sering diam karena bingung mau bicara apa? Walau terkadang sering terpikiran apa yang akan mereka  ucapkan tapi saat berhadapan keduanya serasa blank dan semua kata – kata yang mereka siapkan langsung menghilang dari pikiran mereka. Hari ini minggu ke empat Luhan melakukan terapi, seperti biasa Yuri selalu menemaninya. Omma Luhan juga sudah menganggap Yuri sebagai orang terdekat mereka karena seringnya Yuri bersama Luhan.

“ Ayo Luhan-ssi, kemajuanmu sungguh pesat. Jika kau terus seperti ini kesembuhan kakimu pasti akan lebih cepat “, ujar sang Dokter yang membimbing Luhan terapi.

Luhan tersenyum pada Dokter itu sambil mengangguk. Yuri yang berada disampingnya pun juga ikut tersenyum. Luhan mulai berjalan dengan memegang penyangga yang berada disamping kanan kirinya. Selangkah demi selangkah dia coba, memang masih ada rasa sakit pada kakinya tapi usahanya untuk sembuh sangatlah besar.

“ Syukurlah, kau sudah membaik sekarang Luhan “, ucap Yuri sambil tersenyum bahagia.

“ Neh, Gomawo karena kau selalu memberiku semangat Yuri “, ucap Luhan yang juga tersenyum bahagia.

“ Yuri… “, panggil Luhan saat mereka berjalan bersama ke taman.

“ Hm? “, sahut Yuri.

“ Mianhae, waktu itu aku…. “, ucap Luhan yang merasa bersalah namun tidak berani untuk mengungkapkannya pada Yuri.

Yuri mengerti apa maksud Luhan, tentang kejadian ditaman waktu itu.

“ Ania, Gwenchana “, ucap Yuri sambil mencoba tersenyum, sebenarnya Luhan sedikit kecewa dengan reaksi Yuri namun dia hanya menganggukan kepalanya dan mencoba berjalan lagi.

“ Oppa!!! “, teriak suara seorang yeoja dengan tiba – tiba membuat Luhan dan Yuri menengokan kepala mereka.

“ Airin ? “, ucap Luhan membuat Yuri menatap Luhan.

Kemudian yeoja itu mendekati Luhan dan langsung memeluknya membuat Yuri heran sekaligus ada rasa aneh yang menjalar dihatinya.

“ Mianhae Oppa , aku baru menengokmu. Aku baru tahu kemarin dari Oppaku kalau kau mengalami kecelakaan “, ucap Airin manja pada Luhan.

“ Gwenchana, kau lihat aku sudah baikkan, lagian kau tidak perlu kembali ke Korea hanya karena mendengar aku kecelakaan “, ucap Luhan membuat Airin cemberut.

Yuri merasa kalau sekarang dirinya di lupakan, sepertinya yeoja bernama Airin ini cukup dekat dengan Luhan. Karena dari cara bicara mereka dan sikap mereka membuatnya jelas kalau mereka itu sangat dekat.

“ Oh iya aku lupa, kenalkan ini Yuri. Yuri dia Airin “, Yuri pun tersenyum dan mencoba mengulurkan tangannya saat Luhan memperkenalkan dirinya pada Airin.

Namun yeoja yang bernama Airin ini sepertinya tidak menyukai Yuri, terlihat dari tatapannya dan sikapnya yang tidak mau menerima uluran tangan Yuri.

“ Dia siapa Oppa? “, tanya Airin sambil melirik Yuri sinis.

“ Dia temanku saat aku kecelakaan waktu itu, kami sempat dirawat dikamar yang bersebelahan “, jawab Luhan sambil menoleh pada Yuri membuat Yuri tersenyum.

“ Oh… terus apa yang dia lakukan disini? “, tanya Airin lagi dengan nada semakin menyebalkan.

“ Dia menemani aku terapi, bagaimana dengan kuliahmu di China? Apa tidak apa – apa kau pulang kesini? Apa Kai tahu? “, tanya Luhan karena Airin merupakan adik dari Kai.

“ Tidak apa – apa lagian aku sedang liburan semester jadi aku bisa menemanimu disini “, ucap Airin sambil tersenyum manja dan menggandeng lengan Luhan yang sempat di gandeng Yuri.

“ Kau tidak usah mambantuku, Rin-a. Yuri sudah cukup “, ucap Luhan merasa tidak enak pada Yuri.

“ Anio, aku ingin sekali menggandengmu Oppa, aku rindu sekali denganmu “, ucap Airin sambil berdiri diantara Luhan dan Yuri membuat Yuri tergeser dengan paksa.

“ Yuri, Gwenchana? “, tanya Luhan.

“ Neh “, jawab Yuri singkat sambil mencoba tetap tersenyum.

~o0o~

“ Biar aku suapi Oppa, Aaaaa “, ucap Airin sambil menyodorkan satu sendok nasi pada Luhan.

“ Tidak usah repot – repot Rin-a, aku bisa sendiri “, tolak Luhan

“ Oppa, Aaaaa!!! “, ucap Airin yang tidak mengidahkan ucapan Luhan sedangkan Yuri hanya menatapnya kesal.

“ Mengapa aku tidak suka melihat Luhan dengan Airin seperti ini? “, batin Yuri.

Luhan melirik Yuri sesekali karena merasa tidak enak. Entah kenapa hatinya tidak ingin Yuri melihat Airin melakukan hal ini padanya didepan Yuri.

“ Rin-a, biar aku sendiri saja. Lagian tanganku masih normal kok jadi kau tidak usah menyuapiku seperti ini “, ucap Luhan membuat Airin cemberut.

“ Tapi aku kan hanya ingin merawatmu Oppa, aku sengaja datang dari China untuk menjengukmu tapi kau malah bersikap seperti ini “, ucap Airin dengan nada kecewa membuat Luhan merasa tidak enak.

“ Sepertinya aku permisi keluar dulu, kalian bisa melanjutkannya “, pamit Yuri membuat Luhan dan Airin menoleh ke arahnya.

Luhan hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Airin menatap Yuri sinis. Yuri pun keluar dari kamar itu lalu memegang dadanya.

“ Apa yang sebenarnya terjadi padaku? “, ucap Yuri sambil menyandarkan tubuhnya di dinding.

Saat Yuri berjalan tiba – tiba ada seseorang yang memegang pundaknya lalu menyudutkannya ke dinding.

“ Akh! “, erang Yuri saat tubuhnya menempel ke dinding dengan kasar.

“ Airin-ssi, waeyo? “, tanya Yuri saat melihat Airin adalah orang yang melakukan itu padanya.

“ Jauhi Luhan Oppa! “, ucap Airin

“ Waeyo? “, tanya Yuri tidak mengerti.

“ Aku tahu kau menyukainya kan? Tapi jangan pikir kau bisa merebutnya dariku karena Luhan Oppa adalah milikku “, jawab Airin sambil tersenyum menyeringai.

“ Aku tidak menyukainya, aku hanya ingin merawatnya saja “, sangkal Yuri membuat Airin tertawa.

“ Jangan sok polos, aku tahu apa yang ada dipikiranmu. Tapi aku tidak akan membiarkan kau merebut Luhan dariku. Ingat itu! “, ucap Airin sambil menekan jarinya pada dada atas Yuri.

“ Rin-a!!! “, tiba – tiba terdengar seseorang memanggil Airin membuat yeoja itu menoleh.

“ Kai Oppa? “, ucap Airin yang kini melihat Kai menghampirinya.

“ Apa yang kau lakukan disini? Bersama Yuri? “, tanya Kai.

“ Aku hanya menjenguk Luhan Oppa “, jawab Airin yang sepertinya takut pada Kai.

“ Kau kesini hanya untuk menemui Luhan? Tapi kau tidak pulang ke rumah? Omma pasti khawatir sekarang “, tanya Kai dengan nada marah.

“ Mianhae Oppa, aku kan khawatir saat mendengar Luhan Oppa dirawat “, ucap Airin manja.

“ Tapi setidaknya kau harus menghubungin rumah dulu kalau kau kembali dari China “, ucap Kai semakin membuat Airin menunduk.

“Oh Yuri, kau sedang apa disini? “, tanya Kai saat menyadari Yuri yang berdiri daritadi.

“ Aku… hanya ada perlu diluar saja “, jawab Yuri.

“ Oia kenalkan dia Kim Airin, dongsaengku “, ucap Kai.

“ Dongsaeng? “, ucap Yuri.

“ Neh, dia kuliah di China tapi sekarang dia pulang tanpa mengatakan apapun padaku dan orang tua kami “, ujar Kai.

“ Oppa, mengapa kau menceritakan detail seperti itu? Memangnya dia orang penting bagimu apa? “, cibir Airin kesal.

“ Mianhae Yuri, dia memang sedikit kurang ajar “, ucap Kai malu dan Yuri hanya tersenyum menanggapinya.

“ Ya! Oppa! “, cibir Airin kesal.

Lalu mereka pun kembali ke kamar Luhan ditambah Kai yang ikut menjenguk.

“ Hey! Bro! “, sapa Kai sambil merangkul Luhan yang sedang duduk di tempat tidurnya.

“ Kau datang sendiri? Mana Sehun dan Baekhyun? “, tanya Luhan.

“ Mereka ada urusan dengan yeojacingu mereka, Ya! Kau tidak senang aku menjengukmu eoh? “, tanya Kai pura – pura kesal.

“ Anu… Sepertinya aku pamit pulang dulu, aku takut Donghae Oppa mencariku “, pamit Yuri pada Luhan dan Kai.

“ Yuri, aku kan baru saja datang. Mengapa kau cepat sekali pulang? “, ujar Kai terlihat kecewa.

“ Mianhae tapi aku harus pulang “, jawab Yuri tidak enak.

“ Aish! Hentikan Kai! Yuri harus pulang, lagian mengapa dia harus disini bersamamu? Bukankah kau datang menjengukku bukan untuk bertemu Yuri? “, ujar Luhan yang sebenarnya tidak ingin Yuri pulang cepat tapi dia tidak ingin memaksa Yuri.

“ Aku kan hanya ingin lebih dekat dengannya saja “, gumam Kai membuat Luhan sedikit kesal mendengarnya.

“ Oppa, biarkan saja dia pulang. Lagian dia tidak harus ada disini lagi karena mulai sekarang aku yang akan merawat Luhan Oppa “, ucap Airin sambil memandang Yuri sinis.

“ Rin-a, jangan bicara seperti itu! “, ucap Kai.

“ Seharusnya kau tidak usah repot – repot merawatku, Rin-a. Aku baik – baik saja “, ucap Luhan yang ikut membela Yuri.

“ Kalau begitu aku permisi dulu, Bye “, pamit Yuri.

“ Neh “, jawab Luhan sambil menatap Yuri yang mulai berjalan menuju pintu keluar, Luhan merasa kecewa karena sekarang dia tidak bisa melihat Yuri.

Airin melihat Luhan yang masih memandang ke arah Yuri pergi, dia merasa kesal karena Luhan terlihat tertarik pada Yuri.

“ Aku tidak akan membiarkan yeoja itu merebut Luhan Oppa dariku, tidak akan! “, batin Airin.

“ Luhan, Aku mau menyusulnya. Aku ingin mengantarnya pulang. Bye “, pamit Kai sambil berlari keluar, Luhan yang mau bicara pun tidak sempat karena Kai sudah menghilang.

Mengapa aku tidak suka Kai mencoba mendekati Yuri? “, batin Luhan.

~o0o~

“ Yuri! “, panggil Kai membuat Yuri menoleh.

“ Kai? “, ucap Yuri heran.

“ Bolehkah aku mengantarmu pulang? “, tawar Kai.

“ Hmm… apa tidak merepotkan? “, tanya Yuri tidak enak.

“ Tentu saja tidak, dengan senang hati aku melakukannya “, jawab Kai sambil tersenyum lebar.

“ Kalau begitu, Neh “, jawab Yuri membuat Kai merasa senang.

“ Ya sudah, Kajja! “, ajak Kai semangat dan Yuri mengikuti Kai menuju mobilnya.

Sementara Luhan masih kepikiran dengan Kai yang sekarang pulang bersama Yuri.

“ Oppa, mengapa kau melamun? “, tanya Airin membuat Luhan sadar.

“ Neh?! “,

“ Aku tanya mengapa kau melamun? “, ulang Airin.

“ Anio, Eopseoyo “, bohong Luhan mencoba tersenyum.

“ Apa Luhan Oppa memikirkan yeoja itu? “, batin Airin curiga karena Luhan terlihat aneh.

“ Gomawo, Kai “, ucap Yuri turun dari mobil Kai.

“ Gwenchana, kalau besok kau mau ke rumah sakit. Aku akan menjemputmu “, ucap Kai.

“ Anio, tidak usah. Itu sangat merepotkan “, tolak Yuri tidak enak.

“ Gwenchana, bukankah aku sudah bilang kau tidak usah sungkan? “, ujar Kai sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yuri dan memperlihatkan senyum terbaiknya.

Yuri hanya memaksakan senyum pada Kai, lalu Kai pun menjalankan mobilnya meninggalkan Yuri didepan rumahnya.

“ Siapa namja yang baru saja mengantarmu? “, tanya seseorang tiba – tiba yang membuat Yuri kaget.

“ Omo! Oppa! kau membuatku kaget saja! “, ucap Yuri sambil mengusap – usap dadanya.

“ Siapa namja itu? “, tanya Donghae dengan tatapan menyelidik.

“ Dia temannya Luhan yang kebetulan tadi bertemu di rumah sakit “, jawab Yuri.

“Jinjja? Kupikir dia ingin mendekatimu. Hmm… aku lebih menyukai Luhan dibanding temannya itu, karena dia terlihat seperti playboy “, goda Donghae membuat wajah Yuri mulai tersipu.

“ Apa maksudmu Oppa? Aku tidak ada hubungan seperti itu dengan Luhan “, sangkal Yuri sambil menahan wajahnya yang memerah.

“ Oppa tidak bilang kau ada hubungan dengan Luhan, Oppa kan hanya bilang lebih menyukai Luhan. Dia terlihat namja yang baik “, ujar Donghae sambil tersenyum penuh arti.

“ Aish! Berhenti menggodaku Oppa “, cemberut Yuri kesal.

“ Aigo! Uri dongsaeng sudah besar rupanya “, ucap Donghae sambil mencubit kedua pipi Yuri membuat Yuri semakin kesal, Donghae hanya bisa terkekeh melihat reaksi Yuri.

~o0o~

Ny. Xi masuk ke kamar puteranya dan mendapati Luhan yang melamun sambil tersenyum. Dia merasa kalau Luhan terlihat mulai menerima dengan keadaannya sekarang, bahkan Luhan terlihat sangat bersemangat untuk sembuh. Ny. Xi merasa bersyukur karena keterpurukan Luhan sudah terlewati, sekarang dia bisa melihat keceriaan lagi diwajah puteranya yang sempat hilang semenjak kecelakaan itu terjadi.

“ Aigo! Mengapa kau tersenyum seperti itu Luhan? “, tanya Ny. Xi sambil tersenyum membuat Luhan menoleh.

“ Omma! Sejak kapan kau datang? “, tanya Luhan.

“ Baru saja dan Omma penasaran apa yang membuatmu tersenyum bahagia seperti itu? “, ujar Ny. Xi sambil menatap puteranya yang terlihat malu.

“ A…anio, tidak ada apa – apa Omma “, jawab Luhan sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal.

“ Eeeeh… kau tidak usah bohong pada Omma. Omma tahu ada sesuatu yang membuatmu tersenyum seperti itu kan? “, ujar Ny. Xi membuat Luhan semakin tersenyum tidak karuan.

“ Omma senang kau kembali menjadi Luhan yang dulu lagi, Omma yakin kau pasti bisa kembali normal lagi “, ucap Ny. Xi

“ Neh, Omma. Mianhae karena aku pernah putus asa padahal harapan selalu ada untuk setiap orang yang memiliki kemauan yang kuat kan? “, ujar Luhan semakin membuat Ny. Xi bahagia.

“ Oia Yuri belum menjengukmu? “, tanya Ny. Xi dan Luhan menggeleng sebagai jawaban.

“ Tenanglah, Omma yakin dia akan datang menjengukmu, jadi kau tidak usah khawatir “, ucap Ny. Xi sambil mengusap kepala puteranya seakan tahu Luhan memang mengharapkannya.

“ Neh, Omma “, jawab Luhan.

Sementara itu di kediaman Kim, Kai sedang bersiap – siap untuk pergi. Dia melihat dirinya dicermin sambil mengecek seluruh penampilannya. Tiba – tiba saja Airin masuk ke kamarnya dan melihat Oppanya yang terlihat aneh.

“ Tumben kau rapi seperti ini Oppa? kau mau kemana? “, tanya Airin heran dengan sikap Kai.

“ Aku akan menjemput Yuri untuk menjenguk Luhan “, jawab Kai sambil merapikan rambutnya.

“ Yuri? Yeoja kemarin yang kulihat di rumah sakit? “, tanya Airin.

“ Neh “, jawab Kai singkat.

“ Untuk apa dia sering menemui Luhan Oppa? memangnya apa hubungan mereka? “, tanya Airin penasaran.

“ Yuri menjenguk Luhan karena dia memang baik, kurasa mereka hanya berteman “, ujar Kai.

“ Jangan bilang padaku kau menyukainya Oppa? “, tebak Airin sambil memicingkan matanya membuat Kai menoleh sambil tersenyum.

“ Wae? Tidakkah dia cukup cantik untuk menjadi iparmu? “, tanya Kai sambil tersenyum penuh arti.

“ Aish! Apa sih yang dimiliki yeoja itu? Sampai – sampai Luhan Oppa juga Kai Oppa menyukainya? “, batin Airin kesal.

“ Jakkaman! Kalau Kai Oppa bisa bersamanya mungkin saja dia tidak akan mendekati Luhan Oppa lagi “, batin Airin sambil berpikir.

“ Kau memikirkan apa huh? “, tanya Kai sambil menatap Airin yang terlihat melamun.

“ Anio, kalau kau memang menyukainya kau nyatakan saja perasaanmu padanya Oppa “, saran Airin membuat Kai mengerutkan keningnya.

“ Maksudmu? “, tanya Kai tidak mengerti.

“ Aku akan mendukung hubunganmu dengannya. Jadi kau harus segera menjadikannya yeojacingumu secepatnya Oppa, jika tidak dia pasti sudah menjadi milik orang lain “, ucap Airin membuat Kai mengerti lalu tersenyum.

“ Kau benar. Gomawo “, ucap Kai sambil mengacak rambut Airin lalu pergi menuju mobilnya.

“ Setidaknya jika Kai Oppa berhasil menjadikan Yuri itu yeojacingunya, Luhan Oppa pasti menjadi milikku “, ucap Airin sambil tersenyum menyeringai.

~o0o~

“ Aku rasa kau menyukainya Yuri “, ucap Sooyoung saat Yuri menceritakan tentang perasaan aneh yang dirasakannya akhir – akhir ini pada Luhan.

 “Aku tidak yakin, karena aku masih merasa bersalah padanya. Mungkin saja itu perasaan yang biasa dirasakan seseorang yang merasa bersalah “, ucap Yuri sambil memandang keluar jendelanya.

“ Rasa bersalah dengan rasa cinta itu berbeda. Jika kau merasa bersalah, kau tidak akan mungkin merasa jantungmu berdegup kencang saat dekat dengannya Yul “, ujar Sooyoung.

“ Tapi aku masih belum yakin, aku takut jika benar aku menyukainya dan  suatu saat dia akan membenciku saat mengetahui aku yang menyebabkan hidupnya seperti ini “, Yuri pun menunduk.

“ Jika Luhan benar – benar menyukaimu, dia pasti akan menerimamu dan memaafkanmu “, ucap Sooyoung sambil memegang pundak Yuri.

“ Apa mungkin dia menyukaiku? “, tanya Yuri menatap sahabatnya itu.

“ Kurasa seperti itu, karena bukankah kau bilang dia sudah mulai tersenyum kembali dan bersemangat lagi untuk sembuh. Mungkin semua itu karenamu “, tebak Sooyoung.

“ Lalu aku harus bagaimana? “, tanya Yuri.

“ Kau harus mencari tahu apa Luhan itu menyukaimu atau tidak? “, jawab Sooyoung.

“ Caranya? “,

“ Aish! Kau ini memang belum pengalaman dalam urusan cinta. Kau coba saja membuatnya cemburu, biasanya untuk seorang namja hal itu akan terlihat sangat jelas “, ujar Sooyoung membuat Yuri berpikir.

“ Jangan bilang padaku kau tidak tahu cara membuatanya cemburu? “, tebak Sooyoung sambil menatap wajah Yuri yang sedang berpikir, Yuri hanya menjawab dengan senyuman yang berarti iya.

“ Aish! Kwonyul, kau ini! “, kesal Sooyoung karena sahabatnya ini benar – benar membuatnya gemas.

Tiba – tiba saja pintu kamar Yuri diketuk oleh seseorang yang ternyata Donghae.

“ Yul, namja kemarin menunggumu didepan rumah “, ucap Donghae.

“ Namja kemarin? “, tanya Yuri dan Sooyoung saling bertatapan.

“ Namja yang mengantarmu pulang “, jelas Donghae.

“ Kai? “, Donghae pun mengangguk lalu kembali ke aktivitasnya.

“ Kai? Nuguseyo? “, tanya Sooyoung penasaran.

“ Oh dia teman dari Luhan, kami sering bertemu di rumah sakit “, jawab Yuri.

“ Ah aku punya ide “, ucap Sooyoung sambil membisikan sesuatu pada Yuri.

“ Eh? Kenapa aku harus melakukan itu? “,

“ Kau ini Babo Yuri-a, ya untuk mengetahui apa Luhan itu cemburu atau tidak “, gemas Sooyoung.

“ Aku yakin kau pasti bisa, Hwaiting!!! “, ucap Sooyoung sambil mengepalkan tangannya keatas.

~o0o~

Luhan terlihat tersenyum saat mendengar dari Ny. Xi kalau Yuri sudah datang, dia merasakan hatinya sangat senang karena kemarin dia tidak memiliki waktu yang lama bersama Yuri. Yuri pun masuk dari pintu sambil tersenyum pada Luhan dan Luhan membalasnya namun senyum Luhan menghilang saat melihat Kai muncul dibelakangnya.

“ Bagaimana bisa kalian datang bersama? “, tanya Luhan.

“ Aku menjemput ke rumahnya karena aku yakin dia akan kesini menjengukmu “, jawab Kai membuat Luhan merasa sedikit tidak suka.

“ Kai menjemput ke rumahnya? Apa mereka sudah sedekat itu? “, batin Luhan.

“ Bagaimana dengan kakimu? “, tanya Yuri yang membuyarkan lamunan Luhan.

“ Oh… baik, tapi sebentar lagi terapi dimulai “, jawab Luhan mencoba tersenyum.

“ Kalau begitu aku akan membantumu. Kajja! “, ajak Yuri mencoba membantu Luhan turun dari tempat tidurnya dan memapahnya.

Kai merasa sedikit cemburu dengan perhatian Yuri pada Luhan, bahkan dia berpikir apa kalau dirinya sakit akan membuat Yuri perhatian seperti itu padanya? Sepanjang perjalanan menuju ruang terapi Yuri dan Luhan berbicara ringan yang sesekali tertawa bersama. Kai semakin merasa panas dengan keakraban mereka.

“ Aku ke toilet dulu ya “, pamit Kai pada Luhan dan Yuri.

Kai membasuh wajahnya dengan air berkali – kali lalu ia menatap bayangannya dicermin.

“ Apa aku cemburu dengan kedekatan mereka? “, tanyanya pada diri sendiri.

Luhan mencoba berjalan untuk menggerakkan kakinya perlahan – lahan di awasi oleh dokter yang merawatnya. Walaupun masih terasa ngilu di bagian kakinya, Luhan tetap berusaha karena dia ingin segera sembuh.

“ Ayo Luhan, kau pasti bisa “, ucapan Yuri seakan cambuk baginya untuk terus berjalan sampai akhir, setelah sampai Luhan pun bernafas lega.

“ Kau semakin baik Luhan, kuharap semangatmu akan terus seperti ini karena kau bisa sembuh secepatnya “, ucap Dokter membuat Yuri dan Luhan tersenyum.

“ Kau juga agashii, sepertinya jika kau bersamanya dia sangat bersemangat untuk melakukan terapinya “, goda Dokter membuat keduanya malu.

“ Kamshamida Dokter “, ucap Luhan membuat Dokter itu tersenyum lalu meninggalkan mereka berdua.

“ Syukurlah, kau semakin membaik Luhan “, ucap Yuri membuat Luhan mengangguk.

“ Dokter itu benar Yuri, ini semua karenamu yang memberikan aku semangat “, batin Luhan sambil tersenyum.

“ Kajja, kita kembali ke kamarmu “, ajak Yuri yang mencoba membantu Luhan lagi.

Mereka pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit sambil berjalan berdampingan, tiba – tiba saja ada sebuah lampu yang hampir jatuh mengenai Yuri namun Luhan langsung menarik Yuri kedalam dekapannya yang membuat Yuri kaget.

Brak!

Lampu itu jatuh tepat di depan Yuri dan Luhan yang kini sedang dalam posisi berpelukan.

Thump! Thump! Thump!

Detak jantung keduanya berpacu dengan cepat, Yuri yang masih kaget dan Luhan juga sama kagetnya hanya saja dia menikmati moment kedekatannya sekarang dengan Yuri. Kai yang melihat posisi mereka sekarang semakin membuatnya merasakan panas dalam hatinya.

“ Agashii, gwenchana? “, tanya seseorang menyadarkan Yuri dan Luhan yang sempat terpaku.

“ Joseowamida, karena aku tidak hati – hati saat mengganti lampunya “, ucap orang itu menyesal.

Yuri dan Luhan melepaskan pelukan mereka dan merasa saling canggung.

“ Gwenchana, lagian aku tidak terluka “, jawab Yuri membuat orang itu merasa lega.

“ Syukurlah kalau begitu “, ucap orang itu lagi yang kembali memperbaiki lampunya.

“ Gomawo “, ucap Yuri yang tidak berani menatap Luhan.

“ Neh “, jawab Luhan lalu mereka kembali berjalan tanpa merubah suasana yang canggung itu.

“ Airin benar, seharusnya aku lebih cepat menyatakan perasaanku pada Yuri “, ucap Kai sambil berjalan menuju kamar Luhan.

To be Continue…

Udah lama gak lanjutin FF ini, readers ada yang menunggu ff ini kah? Mianhae ya, Aku baru sempet lanjutin lagi cos ada beberapa FF yang harus aku lanjut juga. Jangan lupa tinggalkan sepatah atau 2 patah kata jika kalian sudah membacanya. Hargai karya orang lain apalagi jika kalian menikmatinya, Gomapsimida ^___^

 

Advertisements

49 thoughts on “DESTINY Part 4

  1. hahaha,
    uda ada cinta ni diantara mereka ! Cie2..
    Kai oppa gausa cembru ya merka emang uda ditakdrkan bersama.
    Buat airin jahat bnget yah ni orang. Hhaha

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s