[Freelance] The Legend’s and The Goddess (Part 7)

the legend's and the goddess

The legend’s and the goddess part 7

 

Title : our princess

Author : RYN

Length : multichapter

Rate : PG 17+

Cast :

@ Taeyeon SNSD

@ all member EXO

Other cast : silahkan temukan sendiri

Genre : fantasy,drama,romance,action,comedy,friendship

Warning! Jika kalian tidak menyukai fanfic dengan MULTIPARTNER sebaiknya jangan membaca fanfic ini!!!

Sepertinya ada banyak dari para readers yang tidak membaca peringatan di atas. Multipartner. Seluruh member exo akan berpasangan dengan Taeyeon. aku sudah menduga jika membuat fanfic dengan cast banyak akan membuat reader yang lain meminta couple fav.nya tapi karena ini adalah cerita fantasy, aku membuat semuanya berpasangan dengan Taeyeon. well, semuanya bisa saja terjadi bukan? Aku mengikuti imajinasiku dan seluruh kerja kerasku tertuang dalam setiap hurufnya jadi kuharap kalian juga menghargainya.

Tapi seumpama jika ada di antara kalian yang menjudge sembarangan dan memberi kritikan yang tak berdasar, sebaiknya kalian jauh-jauh dari setiap fanficku. Aku lebih senang orang membaca, berkomentar, memberi saran dan kritik yang membangun daripada berkoar-koar seperti fans labil.

Don’t plagiat, don’t copy paste without my permission!!

Aku tidak pernah memberikan izin pada siapapun untuk membuat cerita berdasarkan fanfic ini!!!

***

“gadis itu..The Heart”

Mereka terkesiap mendengar kalimat Kris. Sehun ikut diam menatap ketua guardian utara itu dengan pandangan tak percaya. senyumnya perlahan mengembang di wajahnya, dia tak mengira Kris juga sependapat dengannya.

Krak! Semuanya langsung beralih pada Taeyeon. Gadis itu tersentak dengan mulut melongo kaget sampai-sampai genggaman pada stir sepedanya terlepas dan berakhir jatuh bebas di atas tanah.

*M-Mwo?!* Taeyeon tidak sepenuhnya mengerti apa yang mereka perbincangkan tapi mendengar kalimat ‘gadis itu’ membuatnya langsung memasang tanda alarm. Dia mengira mereka akan melakukan sesuatu padanya. sementara para guardian kembali sibuk dengan pembicaraan serius mereka.

“kau yakin dia adalah gadis yang tepat?” tanya Suho sambil melirik Kris, menunggu jawabannya.

Raut wajah Kris sulit di artikan. Ekspresinya masih tetap sama. Datar seperti biasanya. Ini bukan karena mereka tidak mempercayai ketua guardian utara itu, tapi melainkan karena mereka harus bertindak hati-hati hingga nantinya mereka tidak salah orang.

Kris menyadari semua perhatian kini beralih fokus padanya termasuk Taeyeon, meski begitu dia masih ingin meyakinkan dirinya lagi sebelum memberitahu guardian lain apa yang ia rasakan terhadap gadis itu. Suho menghela nafas pelan. ketua guardian selatan itu tersenyum tipis, dia bisa melihat bagaimana Kris masih berpikir keras tentang sesuatu yang mereka tidak ketahui.

“kau tentu tahu, kita tidak bisa sembarangan mengatakan kalau gadis ini adalah gadis yang kita cari karena ini adalah tugas yang sangat penting. Seberapa pentingnya pun aku tidak tahu tapi yang jelas, satu kesalahan akan berakibat fatal dan membuat kita gagal” ucapnya kemudian. Suho sangat mempercayai Kris termasuk insting kuatnya, dia hanya ingin mengingatkan mereka.

Dia tersenyum sambil menatap guardian satu persatu. “yah, meskipun kita belum sepenuhnya mengerti seberapa penting gadis ini untuk planet kita” tambahnya sengaja mengecilkan suaranya di kalimat terakhir, khawatir jika gadis itu mendengarnya dan mungkin akan pingsan atau panik mendengar ucapannya.

Taeyeon masih diam di tempatnya, tidak berani bergerak. Dia memproses apa yang baru saja terjadi dan di dengarnya, tapi sepertinya kepala atau otaknya berjalan lebih lambat kali ini.

“aku tahu” Kris kembali bersuara dengan tenang. dia sadar apa yang dikatakan Suho memang benar. mereka tidak boleh salah, meskipun dia memiliki insting yang kuat, dia tidak bisa begitu saja memutuskan tanpa persetujuan mereka. barangkali saja insting kuatnya itu sedang lemah karena mereka berada di planet bumi.

“tapi gadis itu memang princess kita!” Sehun tetap bersikukuh. Taeyeon menaikkan sebelah alisnya, memandangnya dengan tatapan aneh seakan pria itu gila atau semacamnya karena berteriak seperti itu.

Sebelum guardian’s menginterupsinya, Sehun kembali berbicara. “apa kalian tidak menyadarinya? Tidak merasakannya? Bukankah dewan tertinggi mengatakan takdir yang akan mempertemukan kita dengannya?” dia berusaha meyakinkan mereka. “dan sekarang, dia berada di hadapan kita tapi kalian masih belum menyadarinya..bahkan Kris juga berpendapat demikian tapi kalian malah tidak mempercayainya” gumamnya di akhir kalimatnya. dia sangat kecewa karena guardian lain tidak mempercayainya.

Kris hanya diam saat mendengar namanya di sebut-sebut. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri. *mungkinkah aku salah?* pertanyaan itu terus terlintas di kepalanya. sesekali dia melirik Taeyeon yang langsung tersentak begitu tatapan mereka bertemu. Kris tidak tahu kalau ternyata bukan hanya dia yang berpikir keras tentang gadis itu. Baekhyun dan Luhan juga sibuk dengan pikiran mereka. meskipun Baekhyun dan Luhan tidak sepertinya, paling tidak mereka bisa merasakan sesuatu yang berbeda dengan gadis itu. begitupun dengan guardian yang lain, hanya saja mereka lebih memilih mengabaikan perasaan itu. hidup sebagai guardian yang menjaga keamanan planet Exo dan sering berperang membuat mereka terlatih untuk berhati-hati dalam segala hal termasuk mempercayai orang apalagi seorang gadis manusia dari planet bumi.

“ini bukan tentang percaya atau tidak Sehun, tapi apa yang dikatakan Suho memang benar” Lay sibuk memberi pengertian pada guardian termuda di antara mereka itu. “kita tidak boleh gegabah, lagipula tidak mungkin kita menemukannya secepat ini”

Sehun cemberut. “tapi aku merasakannya” nada suaranya mengecil, dia memandang mereka penuh harap. “apa kalian benar-benar tidak merasakannya?” ulangnya.

Guardian’s terdiam. pertanyaan Sehun begitu merasuk dalam pikiran mereka. ini bukan karena mereka tidak merasakannya. Sebenarnya, jauh dalam hati mereka juga merasakannya. Gadis itu berbeda dengan yang lain, hanya saja mereka kurang yakin akan hal itu.

Taeyeon mengeryitkan keningnya. *apa yang sebenarnya mereka bicarakan? Kelihatan serius sekali* pikirnya heran. melihat mereka sibuk berdiskusi dengan kata-kata yang sulit di mengerti, membuatnya mulai khawatir. Ini bukan karena dia tak mengerti bahasa mereka, hanya saja sikap mereka terlalu mencurigakan. Meskipun mereka memiliki wajah tampan dan tubuh yang menarik, siapa yang tahu mereka bukanlah orang yang jahat? Lagipula, kenapa sekumpulan pria aneh berjalan malam-malam di jam begini jika bukan karena mereka gang penculik atau pemerkosa atau mungkin perampok dan pembunuh? Bulu kuduknya menegak dan dia mulai bertambah panik hanya dengan membayangkan pikiran negatif serta kemungkinan yang terjadi jika dia tidak segera meninggalkan tempat itu.

Disaat yang lainnya sibuk memikirkan benar tidaknya gadis di hadapan mereka adalah The Heart, Baekhyun masih memperhatikan Taeyeon dengan teliti. Di tatap seperti itu membuat Taeyeon sedikit salah tingkah. menurutnya, pria itu lebih baik di bandingkan dengan pria tinggi menjulang yang berada di belakangnya. Setidaknya tatapannya tidak membuatnya merasa terintimidasi. Taeyeon menyadari jantungnya berdetak kencang sejak memperhatikan pria itu, tak ingin wajahnya yang memerah terlihat, dia segera memalingkan mukanya. Tanpa sepengetahuannya, pria yang dipandanginya tadi tersenyum geli karena melihat reaksinya.

Taeyeon mulai merasa tidak nyaman apalagi perhatian seluruhnya kini berpusat padanya. tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka dan hanya fokus padanya.

“guys, berhentilah memandangnya seperti itu. kalian membuatnya ketakutan” Suho yang sepertinya menyadari ketidak nyamanan Taeyeon langsung menegur teman-temannya. “Xiumin, Do, Kai, Chanyeol”

Do mengejapkan matanya. “apa? kami tidak melakukan apapun padanya!” protesnya membela diri namun setelah itu kembali menatap Taeyeon tanpa berkedip.

*tentu saja* Taeyeon memutar bola matanya mendengarnya namun dalam hatinya, dia ingin sekali tertawa melihat mata bulat pria itu. tanpa sengaja matanya kemudian beralih pada Luhan dan dia sedikit tertarik dengannya. *aigooo…imut sekali. dia pasti yang paling muda di antara mereka* jika saja mereka bukan orang asing, dia mungkin saja berlari ke arah pria itu dan mencubit pipinya dengan gemas. Dia berusaha menahan senyum gelinya ketika membayangkan pria itu menjadi bonekanya. Tapi, apa yang di bayangkannya terhapus begitu saja saat pria yang dibilangnya imut itu menangkap tatapannya. Dan tebak apa yang terjadi selanjutnya? dia menatap dingin ke arah Taeyeon membuat gadis itu tidak nyaman. tatapan dinginnya serasa ingin membekukannya hidup-hidup dan tak perlu dua kali diminta, Taeyeon segera menghapus rasa fangirlingnya tadi karena mulai tidak menyukainya.*dia sama sekali tidak imut!* rutuknya dalam hati.

Taeyeon tersentak, tatapan mereka semakin intens padanya. Chanyeol yang lebih dulu merubah sikapnya namun sesekali melirik Taeyeon. Bukannya tidak ingin tapi dia hanya tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu. *jadi seperti ini makhluk manusia itu* batinnya. sama halnya dengan Chanyeol, Lay tertegun beberapa saat memandangi gadis itu. dia mulai sedikit tertarik ingin tahu lebih dalam seperti apa manusia itu.

Chen memutar bola matanya. “tatapan kalian terlihat seperti ingin memakannya!” tegasnya.

Mata Taeyeon langsung membulat lebar. *m-memakannya?!* alarm berbunyi di dalam kepalanya.

“memangnya kenapa? dia kelihatan cukup lezat” Xiumin berkata dengan acuh, tak sadar apa yang baru saja di ucapkannya semakin membuat wajah Taeyeon pucat pasi dan mungkin sebentar lagi dia akan pingsan di tempat.

“Xiumin! kau menakutinya!” Sehun berteriak. Dia refleks mengibaskan tangannya dan sedetik kemudian Xiumin sudah terjerembab ke tanah.

Xiumin berdiri, dia memandang tajam ke arah Sehun yang juga membalasnya dengan tatapan tajam. “kau. Berani. Menyerangku?!” geramnya dengan kepalan tangan terkepal kuat.

*oh-uh* Guardian lain memasang tanda alarm. Mereka ingin menghentikan Xiumin tapi terlambat. Taeyeon sudah melihat semuanya. gadis itu melihat sinar biru keluar dari telapak tangan Xiumin yang lambat-laun berubah menjadi serpihan es yang membeku. Matanya memandang horor ke arah mereka, jantungnya berdebar kencang.

Guardian’s menyadari perubahannya, perasaan khawatir terhadap gadis itu tiba-tiba saja muncul dalam hati mereka. pandangan mereka berubah teduh, mereka seharusnya tidak memperlihatkan hal ini padanya-setidaknya sampai mereka benar-benar mengenalnya, tapi Xiumin dan Sehun mengacaukan segalanya.

Taeyeon menarik nafas dalam-dalam, pikirannya di penuhi dengan segala cara melarikan diri dari kumpulan pria aneh di depannya. dia menghimpun kekuatannya dan pada hitungan ketiga, dia segera membalikkan tubuhnya dan mulai berlari sekencang mungkin. Taeyeon sudah tidak peduli dengan sepedanya yang tergeletak begitu saja di tanah, yang ia pikirkan hanyalah keselamatannya. Siapa yang bisa menjamin keselamatannya jika terus berada di tempat itu terutama setelah melihat apa yang terjadi.

“hei princess melarikan diri!” Tao berseru keras. Xiumin dan Sehun otomatis menghentikan duel mereka. Sehun ingin mengejarnya tapi Suho melarangnya.

“lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?” Do bertanya dengan malas. Dia sebenarnya tidak begitu peduli dengan menemukan gadis itu atau tidak. Yang terpenting baginya adalah memenuhi tanggung jawabnya dan menyudahinya dengan cepat lalu segera kembali ke planet Exo.”apa kita akan mengejarnya atau tidak?”

“kita belum memastikannya” Kai mendengus kesal.

“lalu apa? diam disini seperti orang bodoh?” balas Do ketus.

Tidak ada yang berani mengeluarkan suara.

“kita harus mengejarnya” kata Baekhyun tiba-tiba yang membuat semuanya melongo heran padanya. tapi Baekhyun tetap bersikap tenang dan tersenyum. “apa kalian ingat apa yang dikatakan master Leeteuk pada kita saat di Helium?”

Guardian’s saling berpandangan kemudian kembali menatapnya dengan heran sembari mencoba mengingat ulang apa maksud pertanyaannya. bahkan Do dan Xiumin yang terkadang menganggap sesuatu tidak serius, ikut berpikir.

*setelah kalian bertemu dengannya, kalian akan tahu kalau dia adalah gadis yang kalian cari*

Guardian’s sontak mengerjapkan mata mereka. bagaimana bisa kalimat sepenting itu hampir saja mereka lupakan. Yah, mereka baru menyadari, takdirlah yang akan mempertemukan mereka dan itu berarti…

“benar. dia adalah gadis itu” Baekhyun berucap dengan tegas dan yakin.

Suho dan Kris memandangnya sejenak, memastikan Baekhyun benar-benar serius dengan ucapannya. Tapi setelahnya, mereka berdua tersenyum begitupun guardian yang lain. Baekhyun memang lebih pandai dari siapapun, bahkan dia masih mengingat setiap kata yang di ucapkan dewan tertinggi pada mereka. mereka yang awalnya tidak yakin, kini menjadi sangat yakin.

“kalian terlambat menyadarinya”

“huh, kalian dengar? Baekhyun juga berpendapat yang sama denganku. ck, bagaimana kalian bisa menemukan The Heart kalau kalian sendiri tidak bisa merasakannya?” ejek Sehun.

“ini bukan sesuatu yang perlu kau banggakan bodoh” Tao menggerutu kesal menanggapinya.

“itu karena kalian tidak mempercayaiku!” balasnya. Tao hanya mengangkat bahunya, tidak ingin memperpanjang masalah sementara yang lainnya menggeleng-gelengkan kepala mereka.

“bagaimana kalau kita kehilangan jejaknya?” tanya Sehun pada Suho dan Kris. dia mulai khawatir karena tidak ingin kehilangan gadis itu. Setelah semuanya, dia ingin meminta maaf karena telah membuat gadis itu ketakutan.

“kau pikir kita akan membiarkannya pergi begitu saja?” Suho menyunggingkan smirknya. dia menoleh pada Kai dan tersenyum penuh arti. Kai yang mengerti maksudnya hanya mengangguk pelan. sedetik kemudian, tubuhnya pun lenyap dari hadapan mereka. Kris dan Suho menyusul kemudian di ikuti Baekhyun dan Luhan. mereka berlari kencang dan meloncat dari tempat yang paling tinggi ke tempat yang lain.

“aku tak percaya, ini pertama kalinya seorang gadis lari dari kita.” Do tersenyum pahit sambil mengusap punggung lehernya.

Lay menaikkan sebelah alisnya, “harga dirimu terluka Do?”

“tentu saja tidak!” bantah Do cepat.

Lay memutar bola matanya kemudian menyusul ke lima guardian yang telah lebih dulu meninggalkan tempat itu. selang beberapa detik setelahnya, Do pun menyusulnya.

“sebaiknya kalian cepat sebelum kita kehilangan dia” Tao menoleh ke belakang sekilas untuk memperingatkan guardian lain di belakangnya, kemudian ikut menyusul Lay dan Do.

“gadis itu benar-benar merepotkan. Kenapa dia harus lari sementara kita akan melindunginya? Apa dia bodoh?”

“menurutmu siapa yang membuatnya melarikan diri dari kita?” tanya Chanyeol sarkastik.

Xiumin langsung melotot padanya. “apa maksudmu?!” teriaknya kesal. tapi Chanyeol sudah tidak berada di tempat itu.

“kau keterlaluan” Sehun memberinya tatapan sinis.

“mwo? Aku? YAA SEHUN KEMARI KAU!!” Xiumin lagi-lagi berteriak kesal. sama seperti Chanyeol, Sehun tidak menghiraukannya. guardian itu segera menyusul yang lainnya tanpa melihat ke belakang.

Xiumin melirik Chen yang masih bersamanya. “kau juga ingin memarahiku seperti yang lain?” tanyanya dengan wajah cemberut. Chen hanya diam dengan ekspresi biasa. Tak lama kemudian dia menggeleng membuat Xiumin tersenyum cerah. Namun kemudian senyumnya seketika terhapus dari wajahnya mendengar ucapan Chen setelahnya.

“lain kali jangan mengatakan hal-hal yang menakuti princess atau aku tidak akan memaafkanmu” Chen berbicara dengan tenang namun bersungguh-sungguh dengan kalimat ancamannya.

Xiumin semakin cemberut menatap kepergian Chen. Dia hendak menyusulnya namun matanya tidak sengaja menangkap benda yang tergeletak di atas tanah. Sepeda Taeyeon. dia menghela nafas pelan sebelum akhirnya menghampiri benda itu. *mungkin sebaiknya aku meminta maaf*

– – –

*please~jangan biarkan mereka mengejarku* Taeyeon membatin sembari terus berlari. Sesekali dia menoleh kebelakang untuk melihat apakah sekumpulan pria itu mengejarnya atau tidak. Merasa dirinya sudah aman,dia mulai memperlambat kakinya dan akhirnya berhenti untuk mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. *thank god*

“KYAA!!” pekiknya tiba-tiba ketika melihat Kai sudah berada tepat di belakangnya.

“anneyong princess” Kai melambai dengan cute di depannya.

Taeyeon menggelengkan kepalanya tak percaya. *bagaimana dia bisa sampai disini?* tanyanya pada dirinya. dia melihat ke kiri dan ke kanan, tapi tak menemukan siapapun selain pria itu.

Taeyeon kemudian memundurkan kakinya ke belakang bersiap untuk lari sementara Kai hanya diam memperhatikannya. Taeyeon bersumpah, dia melihat sebuah smirk di wajah pria itu. meski dia ingin tahu kenapa pria itu tiba-tiba tersenyum mengerikan seperti itu, dia lebih memilih mengabaikannya.

*hana..dul..set..* dengan mantap Taeyeon berbalik. bukannya langsung berlari, dia malah kembali memekik keras. pandangannya berubah horor, dua orang pria tiba-tiba mendarat di hadapannya. Tidak hanya sampai disitu, satu persatu para pria yang tadi di lihatnya kini sudah mengelilinginya.

*dari mana mereka datang?!* Taeyeon berteriak frustasi. *tunggu! Kalau aku tidak salah menghitungnya, tadi mereka berjumlah 12 orang* diapun mulai sibuk menghitung dalam hati. *kurang satu lagi* pikirnya. Tepat saat itu, Xiumin melompat turun dan mendarat tidak jauh darinya.

Taeyeon hanya bisa melongo kaget. pria yang baru saja datang itu membawa sepeda miliknya di atas bahunya. tapi bukan itu yang menjadi perhatiannya, pria dengan pakaian aneh itu melompat dari atas gedung ke bawah. Taeyeon memperhatikan kedua kaki pria itu dengan teliti saat ia berjalan menghampirinya, tapi tampaknya keduanya baik-baik saja dan sangat normal.

“oi princess..kau melupakan benda milikmu” Xiumin tersenyum pada Taeyeon lalu menurunkan sepeda dari atas bahunya. “maaf princess..aku sudah membuatmu ketakutan. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi” ucapnya meminta maaf.  Seluruh guardian yang menyaksikan adegan itu di depan mereka sedikit kaget dengan sikap Xiumin yang tiba-tiba berubah. mereka tidak menyangka Xiumin akan meminta maaf pada Taeyeon dengan sangat manis.

Taeyeon yang kaget sekaligus bingung memandang mereka satu persatu lalu berakhir pada pria berpipi chubby itu. 12 orang di sekelilingnya itu kelihatannya bukan orang jahat. Buktinya, pria itu repot-repot membawakan sepeda miliknya meski dengan cara yang sedikit aneh dan ekstrim. Meski begitu, Taeyeon masih ingin tetap waspada. Dia tidak ingin lengah sedikitpun karena dia belum tahu siapa mereka sebenarnya.

“siapa sebenarnya kalian? dan kenapa kalian mengikutiku?” suara Taeyeon kecil terdengar seperti berbisik. Dia bersikap hati-hati dengan setiap tingkah laku dan tutur katanya sambil berusaha menenangkan dirinya. saat ini yang ingin diketahuinya adalah siapa mereka sebenarnya dan mereka berasal dari mana.

Kai terkekeh pelan membuat Taeyeon memutar kepalanya ke arahnya.

“kau ingin tahu siapa kami?”

Untuk suatu alasan, Taeyeon ingin sekali menghapus smirk di wajahnya itu tapi berbalik dengan keinginannya, dia malah mendapati dirinya mengangguk seperti anak Tk yang di tanya oleh gurunya.

“Kai jangan menakutinya”

Sebuah suara lembut menegur pria bernama Kai itu. Taeyeon melirik ke asal suara, dia mengingat pemilik suara itu. pria dengan senyum kharismatik. Begitulah ia menyebutnya. Suho menggelengkan kepalanya saat Kai memutar bola matanya dan hanya menjawabnya dengan suara ‘sheeshh’. Suho tidak ingin satu kata yang keluar dari mulut Kai, membuat gadis itu ketakutan dan melarikan diri lagi dari mereka. dia kemudian tersenyum manis pada Taeyeon dan senyumnya semakin lebar ketika menyadari semburat pink di kedua pipi gadis itu. namun sayangnya, senyumnya langsung memudar karena Taeyeon berubah melotot tajam padanya.

*siapa yang tahu pria dengan senyum seperti malaikat itu tidak akan melakukan sesuatu padaku* Taeyeon membatin.

“kami sebenarnya-“

“bukan manusia” Do mengakhiri kalimat Kai sambil tersenyum sinis yang membuat Kai mengerang kesal.

“terima kasih Do atas bantuanmu” Kai dengan ucapan sarkastiknya, mendelik kesal pada Do.

Do hanya mencibir dan kembali melihat Taeyeon yang shock dengan ekspresi datar.

*b-bukan manusia?*

“hei, kau baik-baik saja?” Lay bermaksud mendekatinya tapi Taeyeon beringsut menghindarinya dan melotot tajam padanya. guardian itu kelihatan mengkhawatirkannya.

“apa aku kelihatan baik-baik saja bagimu?” suara Taeyeon yang bergetar karena takut semakin membuat Lay merasa kasihan padanya.

*aku tidak tahu kalau efeknya akan sebesar ini* Lay tersenyum pahit sambil mengusap punggung lehernya. dia sedikit terluka karena Taeyeon menolak bantuannya dan malah takut padanya. guardian yang lain pun sepertinya tidak berani mendekat, mereka khawatir akan membuat gadis itu lebih takut pada mereka setelah melihat contohnya, Lay.

Taeyeon masih berpikir untuk melarikan diri lagi dari orang-orang aneh di sekelilingnya. Dia masih berharap kalau ternyata dia sedang berada dalam acara tv yang menggunakan kamera tersembunyi. Sekarang memang ramai dengan reality show seperti itu, menganggetkan orang-orang dengan info aneh yang bermaksud untuk membuat orang itu shock hingga tampak lucu. tapi kenyataannya, hari semakin malam dan mustahil kalau ada kru yang terlihat di tempat itu karena tempat itu benar-benar sangat sepi. ini menjelaskan kalau semuanya itu REAL dan keadaan ini membuatnya semakin cemas.

Salah satu dari pria itu tiba-tiba maju selangkah di hadapannya, tersenyum sumringah padanya.

“hai gadis manusia~eh, maksudku princess..anneyong~” Sehun menyapa dengan hangat-melambaikan tangannya sambil memasang senyum polosnya.

“ck, kau bisa merusak rahangmu dengan senyummu itu” komentar Tao setengah mengejeknya. Sehun tidak menanggapinya, hanya menjulurkan lidahnya lalu kembali tersenyum cerah pada Taeyeon. *princess sangat cantik dan cute sepertiku* batinnya.

Taeyeon perlahan-lahan tersenyum. tingkah laku Sehun yang kekanak-kanakan serta wajahnya yang cute membuat hatinya untuk sesaat melunak. Dia tidak tahu mengapa, tapi pria dengan baby face itu terlihat lucu. baik Taeyeon maupun Sehun, tidak menyadari kalau saat ini 11 pasang mata memandang mereka dengan pandangan cemburu. Ke 11 guardian itu tak menyangka Sehun bisa membuat Taeyeon tersenyum padanya.

Sadar dengan situasinya, Taeyeon mendadak mengernyitkan keningnya mengingat pria baby face itu baru saja memanggilnya dengan sebutan ‘gadis manusia’ dan ‘princess’

*okay~dia sedikit…aneh* Taeyeon mulai merasa tidak nyaman karena pria dengan baby face itu terus memandanginya tanpa berhenti tersenyum.

Sementara itu, guardian yang lain sibuk memandangi Taeyeon dengan cara mereka masing-masing.  Kris masih dengan wajah tanpa ekspresinya, Kai masih dengan smirk di wajahnya, Suho yang kembali tersenyum dan berharap Taeyeon tidak takut padanya, Baekhyun dengan raut wajahnya yang tenang namun masih penasaran dengan Taeyeon, Luhan masih dengan tatapan dingin seperti biasanya-kelihatan tidak begitu peduli atau bisa di sebut tidak tertarik, Xiumin yang tampak bosan, Do dengan mata bulatnya memandanginya dengan intens, Lay yang hanya tersenyum tipis-masih trauma karena Taeyeon sempat membentaknya, Tao memasang ekspresi datar tapi tatapan matanya sangat tajam padanya, Chanyeol sama seperti Kris namun matanya seakan tak berkedip ketika memandanginya, Chen hanya diam dengan ekspresi yang biasa tapi Taeyeon sempat melihat kedua pipi pria berahang kokoh itu sedikit bersemu merah. Ini membuatnya sedikit kaget dan bertanya pada dirinya, benarkah apa yang dilihatnya kalau pria itu baru saja ‘blushing?’

Sehun masih tersenyum seperti orang bodoh meski Taeyeon memberinya tatapan aneh. *jangan pernah percaya dengan wajah baby face* tegasnya sambil melirik Luhan yang tiba-tiba tersenyum dingin padanya. *baby face menyebalkan!* rutuknya kembali mendelik kesal ke arah Luhan lalu kembali pada Sehun. *tapi kalau di pikir-pikir, mereka berdua kelihatan mirip* pikirnya sambil bergantian memandangi Luhan dan Sehun. Luhan yang sadar di perhatikan, menyunggingkan smirknya yang membuat Taeyeon kesal.

“berhenti tersenyum. itu mengerikan” Taeyeon mundur menjauhi Sehun.

“MUAHAHAHA..princess kita membencimu!” Xiumin langsung tergelak. Wajah Sehun menekuk, tatapannya berubah sedih. Taeyeon menjadi merasa bersalah karena telah berkata seperti itu padanya. Kai dan Do sibuk menahan tawa mereka tapi setelah Suho dan Kris memberi ‘smack’ di kepala mereka, mereka berdua langsung terdiam dan melotot pada keduanya sambil mengusap kepala mereka.

Taeyeon mendelik kesal pada Xiumin yang masih tertawa terbahak-bahak. “dan Kau, jangan panggil aku princess!” serunya keras hingga Xiumin otomatis menutup mulutnya.

Guardian’s tercengang memandang Taeyeon. Mereka tidak mengira gadis manusia di hadapan mereka bisa langsung mengendalikan Xiumin. Taeyeon menghadapi para guardian itu sambil melipat kedua tangannya.

“siapa kalian sebenarnya? Aku tidak mengerti kenapa kalian mengikutiku dan memanggilku dengan sebutan princess” entah dari mana keberanian di dapatnya, yang jelas hati kecilnya seolah telah memberitahunya kalau dia tidak perlu takut pada mereka. “apa kalian manusia?” tanyanya ragu-ragu.

Kai memutar bola matanya. “kami memang bukan manusia”

“KAI!!”

Mata Taeyeon kini membulat sempurna. *aku tidak salah dengar bukan? Dia baru saja mengatakan kalau mereka bukanlah manusia* keberaniannya yang sempat terpupuk tadi perlahan-lahan berkurang. Dia berusaha menormalkan kembali pikirannya yang sempat kosong setelah apa yang baru saja di dengarnya sementara kakinya pelan-pelan mundur ke belakang.

“bagus Kai, sekarang kau membuatnya takut lagi” Suho melirik tajam padanya.

“kita bahkan belum melakukan apapun padanya tapi dia sudah ketakutan seperti itu” Kai berucap dengan santai.

Jika saja mata bulat Taeyeon bisa melompat keluar, mungkin saja itu telah terjadi sekarang. kalimat ‘belum melakukan’ terngiang-ngiang di dalam kepalanya dan dia semakin cemas apa yang akan mereka lakukan padanya. *aku harus melarikan diri!*

Luhan yang melihat kecemasan dan ketakutan Taeyeon,  menghela nafas pelan. *idiot* dia melirik tajam ke arah Kai. Kai merasakan seseorang sedang mengirimkan tatapan laser padanya menoleh ke belakang. dia tersentak saat melihat Luhan menatap tajam padanya. dengan gugup, dia memutar kembali kepalanya, menghindari tatapan Luhan.

“guys, please beri dia sedikit ruang. Kalian bisa membuatnya mati lemas karena ketakutan” Baekhyun menegur guardian’s. dia tidak tega melihat kecemasan Taeyeon karena mereka. dia bisa melihat bagaimana gadis itu berusaha tetap kuat meski dia sangat rapuh.

“untuk ukuran The Heart, dia terlalu lemah. pantas saja dewan tertinggi mengirim kita melindunginya” Luhan tiba-tiba berkomentar. Taeyeon langsung melotot tajam padanya karena mendengarnya menyebutnya dengan sebutan lemah namun keningnya mendadak berkerut mendengar kata ‘The Heart’ dan ‘dewan tertinggi’

*sebenarnya apa yang dibicarakan orang-orang aneh ini?* Taeyeon merutuk dalam hatinya.

Do mengangguk setuju. Dia melirik para guardian itu dengan raut bingung. “kalian yakin kalau dia gadis yang tepat?” tanyanya tak percaya. Baekhyun dan Kris memberinya tatapan datar mendengar komentarnya. “hei, aku bukannya tidak percaya tapi lihatlah dia..” pandangannya beralih ke Taeyeon, seolah mengejeknya. saat dia berjalan ke arahnya, Taeyeon otomatis mundur ke belakang.

“j-jangan mendekat!” suaranya bergetar.

Do dengan angkuh, melipat tangannya. “kalau tidak?” tantangnya.

“huh?”

Do memutar bola matanya. “jika orang mengatakan ‘jangan mendekat’ pada orang lain, dia juga akan menambahkan kata’kalau tidak’ beserta kalimat ancamannya.” jelasnya panjang lebar. “kau tidak ingin mengancam kami karena mendekatimu?”

Taeyeon terkejut dengan ucapannya. Mulutnya sedikit membuka saking terkejutnya. *sok pintar* dengusnya kesal.

“cukup guys, kalian sudah membuatnya sangat ketakutan” Suho menegur mereka. Taeyeon menoleh padanya dan dia tersenyum. “maafkan kami princess..kami tidak pernah bermaksud menakutimu” ucapnya dengan sopan. Taeyeon hanya memandangnya, bahkan membalas senyumannya pun tidak. “mereka hanya bercanda..hahaha” Suho melepaskan tawa canggungnya yang otomatis membuat seluruh guardian ingin menutup wajah mereka karena malu dengan tingkah ketua mereka bahkan mereka berniat pura-pura tidak mengenalinya saat itu.

Taeyeon melongo sesaat kemudian perlahan-lahan memberinya pandangan aneh. Guardian’s tidak bisa menahan senyum geli mereka melihat reaksinya. lucu dan cute bersamaan. Suho mengusap punggung lehernya dan tersenyum malu menyadari sikapnya.

Setelah memperbaiki sikapnya, ketua guardian selatan itu pun dengan tenang mulai menjelaskan siapa mereka pada Taeyeon.

“kami adalah guardian dari planet Exo. Kedatangan kami di bumi karena sebuah misi yaitu melindungi dan menjaga The Heart” Suho dengan gaya seorang ketua guardian, berbicara dengan bahasa yang formal dan sopan. Taeyeon sempat kagum dengan tutur katanya. Terlalu resmi dan hormat.

Awalnya, Taeyeon mengerutkan keningnya ketika mendengar nama planet Exo. *aku bahkan tak tahu kalau planet seperti itu eksis* gumamnya dalam hati. kemudian dia semakin di bingungkan dengan ucapan pria itu selanjutnya. melindungi dan menjaga The Heart. *apa maksudnya? Apa itu The Heart? sebuah benda? Binatang? Atau manusia?* Taeyeon memperhatikan setiap wajah guardian, beberapa dari mereka tampak menggangguk-anggukan kepala termasuk si baby face dengan senyum polos itu dan selebihnya, lebih memilih memasang ekspresi datar.

“jadi kalian benar-benar alien?” tanya Taeyeon kemudian. Dia sedikit ragu-ragu saat memanggil mereka dengan sebutan alien.

“apa kau bercanda?” Kai menyela. Dia kelihatan tidak suka dengan sebutan itu. “kami adalah guardian planet Exo. Ingat itu baik-baik.” ucapnya dengan penuh penekanan.

“itu sama saja. jika kalian bukan dari planet bumi, itu berarti kalian adalah alien karena begitulah manusia menyebutnya.” Taeyeon menjelaskan dengan sedikit kesal.

“kalian para manusia sangat aneh” Do berkomentar.

“setidaknya tidak seperti kalian. Alien.” Taeyeon mencibir.

Do tersenyum sinis. “rupanya kau butuh sedikit bukti princess” smirk tersungging di bibirnya. Suho dan lainnya langsung tahu apa yang di pikirkannya. “aku akan menunjukkan bedanya kami dengan makhluk yang kalian sebut dengan alien”

Taeyeon mulai gugup. dia menatap Do dengan hati-hati saat pria itu mulai menghentakkan kakinya, tanah di sekitarnya tiba-tiba bergetar.

“Do hentikan!” Baekhyun berteriak tapi Do mengabaikannya.

“kau lihat princess..guardian seperti kami memiliki kekuatan yang tidak di miliki manusia ataupun alien” Do masih menatap Taeyeon dengan tajam. “kau lihat guardian di sampingku?” tunjuknya pada Chanyeol. “dia bisa memanggangmu hidup-hidup”

Chanyeol terkejut mendengarnya tapi tidak mengatakan apapun karena fokus pada Taeyeon. gadis itu membulatkan matanya dan wajahnya berubah lebih pucat dari tadi. sepertinya ucapan Do terlalu berlebihan kali ini.

“kau ingin menghentikannya sekarang atau tidak Do?”

Do otomatis berhenti. suara Kris yang terdengar tegang dan tegas membuatnya merinding. Taeyeon melihat pria tinggi menjulang itu dengan tatapan memelas. Tapi menjadi guardian dengan selalu memasang wajah datar, Kris tidak menunjukkan kekhawatiran, kasihan atau semacamnya. guardian itu berjalan dan berhenti tepat di hadapannya. Postur tubuhnya yang tinggi membuat Taeyeon sedikit kesusahan mengangkat wajahnya bertatapan dengannya. entah mengapa, tatapan tajamnya pria itu membuatnya tak berkutik meski untuk mengedipkan mata sekalipun. Suasana hening, semua menanti apa yang akan dilakukan Kris pada Taeyeon.

“dengar princess..” Kris mulai berbicara.

Taeyeon cukup terkejut mendengar panggilan untuknya. *ada apa dengan mereka semua? Kenapa mereka suka sekali menyebut orang dengan sebutan princess?*

“t-tunggu sebentar.” Kris hanya menatapnya. “aku tidak mengerti, kenapa kalian sangat suka menyebutku dengan sebutan princess. Apa di planet Exo kalian saling memanggil dengan sebutan princess?” tanyanya bingung.

Lay tertawa kecil membuat Taeyeon meliriknya. “kami hanya memanggilmu dengan sebutan itu princess” ucapnya menjawab pertanyaannya sementara guardian lain hanya tersenyum.

“itu benar karena kau adalah princess kami” Sehun bersorak.

Taeyeon semakin bingung sekaligus heran. “aku..tidak mengerti” gumamnya.

“The Heart yang kami maksud adalah kau”

Peryataan Kris membuat Taeyeon sangat terkejut. *m-mwo?!* matanya sudah membulat sempurna, sangat berbeda dengan Kris yang tetap tenang.

“apa kalian bercanda?!” Taeyeon berteriak. Guardian’s tersentak mendengar suaranya. “ini pasti ada yang salah. aku sama sekali tidak mengenal kalian dan kalian pun tidak mengenalku. Kalian pasti salah orang!”

Kris menggeleng. “kami tidak akan salah. tidak akan pernah.” Tegasnya.

Taeyeon membuka mulutnya untuk memprotesnya, tapi menutup kembali karena tidak tahu apa yang harus di katakan karena pria itu terlalu mengintimidasinya. “kalian pasti sudah gila” ucapannya sangat pelan namun guardian’s masih bisa mendengarnya.

“apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih pada kami?” Luhan tersenyum dingin padanya. “kami akan tinggal bersamamu dan menjagamu selama 24 jam, seharusnya kau senang dengan perlakuan seperti itu princess.”

“dengar baik-baik mr cold, jangan pernah memanggilku dengan sebutan princess” desis Taeyeon. dia cukup kesal dengan sebutan itu karena menurutnya itu terlalu berlebihan dan terdengar aneh. Taeyeon beralih menatap mereka satu persatu. “aku tidak tahu apakah kalian harus memeriksakan otak kalian atau tidak, yang jelas. iam.not.your.princess. ingat itu baik-baik! aku tidak pernah mengingat pernah menelpon jasa bodyguard, jadi permisi.” Usai mengucapkan kalimat itu, Taeyeon segera membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkan mereka yang tertegun. Namun baru beberapa langkah, Kai tiba-tiba muncul di depannya membuatnya memekik kaget.

“jangan sembarangan muncul di hadapan orang!” teriaknya.

Kai hanya mengangkat bahunya lalu tertawa kecil. kepalanya mengangguk ke arah guardian’s lain yang kini menghalangi jalan gadis itu.

“a-apa yang kalian lakukan?” Taeyeon gugup. otaknya mulai berpikir yang tidak-tidak.

“kau pikir kami akan membiarkanmu pergi begitu saja? hell no” Do tersenyum evil. “kami sudah susah payah mendarat di bumi untuk mencarimu dan sekarang..kau ingin kami membiarkanmu pergi? apa kami terlihat bodoh bagimu?”

*mungkin* Taeyeon diam-diam memutar bola matanya.

“stop it. Kau terlihat mengerikan dengan berakting seperti itu” Sehun mengejeknya. Do langsung mengirimkan tatapan tajam padanya.

“maafkan dia..Do memang selalu bertingkah seperti itu. kami berjanji tidak akan menyakitimu” Suho tersenyum ramah padanya.

Taeyeon mengejapkan, dalam hatinya menghela nafas lega mendengar ucapannya. “apa yang kalian inginkan dariku? Sudah kubilang aku bukanlah orang yang kalian ca-“

“kami tidak peduli. kau princess kami, itu sudah cukup” Xiumin memotong ucapannya.

Taeyeon melongo. Dia sudah kehabisan kata-kata. Baginya, 12 pria di hadapannya itu mungkin sakit jiwa atau semacamnya. apa mereka tidak bisa melihat? Dia hanyalah gadis biasa yang hidup dengan normal. Bagaimana mungkin mereka mengharapkan dia bisa menerima mereka untuk tinggal bersamanya?

“princess, menjaga dan melindungimu adalah tugas kami. Dewan tertinggi mengirim kami karena tugas itu dan kami berharap kau bisa menerima kami” Baekhyun berbicara dengan tenang. dia seakan bisa membaca pikiran Taeyeon.

“bagaimana kalau kalian mencari gadis lain? perlu kalian ketahui, di planet ini gadis manusia sangat banyak. silahkan memilih sesuai pilihan dan selera kalian”

Taeyeon sendiri cukup terkejut dengan kalimatnya sendiri yang tidak terkejut setelah mengetahui mereka dari planet lain. mungkin karena dia tidak menganggap mereka benar-benar berasal dari planet lain. ucapan dan tingkah laku ke 12 orang itu menurutnya sangat mencurigakan. Siapa tahu saja mereka baru saja lepas dari rumah sakit jiwa atau semacamnya. tapi mengingat kapal mereka dan kekuatan mereka.. ini sangat tidak mungkin. diam-diam dia melirik Chanyeol dan jantungnya berdebar keras ketika bertatapan dengannya. *si mata besar itu bilang kalau dia bisa memanggangku hidup-hidup. Catatan : jangan dekat-dekat dengannya* Taeyeon mengangguk mantap dalam hatinya.

Chanyeol yang merasakan ketakutan di mata Taeyeon padanya, sedikit terluka. Dia melotot pada Do yang saat itu tidak melihatnya. kedua tangannya terkepal kuat dan giginya gemertak karena geram. *Do, kau idiot! Princess jadi takut padaku!*

Kai nampak bosan begitupun Do. “so, apa yang harus kita lakukan padanya? gadis ini sangat keras kepala” Kai memandang para guardian.

“bagaiman menurutmu?” Luhan berbisik pelan pada Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum tipis sembari mengangkat bahunya. mengharapkan gadis itu menerima begitu saja keberadaan mereka, itu memang cukup sulit.

“well, karena tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, aku permisi” Taeyeon berucap. “semoga beruntung dengan The Heart kalian!” serunya keras sambil berlari lalu menaiki sepedanya-mengayuhnya secepat mungkin. dia terlalu takut pada 12 orang itu mungkin akan mengejarnya lagi.

Tak ada satupun guardian’s yang bergerak dari tempatnya. Mereka menatap kepergian Taeyeon dengan diam.

“princess kita pergi..” Sehun menekuk wajahnya. dia kelihatan sedih setelah kepergian Taeyeon. “apa kita tidak punya cara yang lain? apa kita akan membiarkan princess pergi begitu saja? apa yang harus kita lakukan~?” dia mulai merengek. “bagaimana kalau kita gagal dengan misi ini? apa kita akan kembali ke planet Exo? Ap-“

“diamlah Sehun!!” Do langsung membentaknya. Sehun refleks menutup mulutnya. wajah Do yang kesal terlihat sangat menyeramkan baginya.

Suho menghela nafas dalam-dalam. “aku tidak tahu tugas kita akan sesulit ini.”

“apa kita akan menyerah?” Tao bertanya.

Suho tersenyum kembali. “tentu saja tidak” jawabnya yang membuat seluruh guardian memandangnya. “kurasa kalian tahu apa yang harus kita lakukan.” Ucapnya sembari memamerkan smirk-nya.

Guardian’s tersenyum penuh arti. Mereka sekali lagi menatap jalan yang di lalui Taeyeon. *princess, kau tidak bisa lari dari kami* mereka membatin.

– – –

Tiba di rumah, Taeyeon segera mengunci pintunya rapat-rapat kemudian berlari menuju kamarnya yang berada di lantai atas. setelah yakin mengunci pintu kamarnya, dia segera membuka bajunya dan buru-buru berdiri membelakangi cermin lemarinya. Matanya membulat lebar saat melihat punggungnya. Sebuah Tato berbentuk sebuah pohon kini tampak sedikit membesar dari sebelumnya. terkejut dan heran, begitulah reaksinya. Tatonya seolah bergerak, seperti pohon yang hidup karena ukiran batang dan dahan-dahannya terlihat lebih panjang meski tak sampai menutupi punggungnya. Seingatnya, terakhir kali ia mengeceknya kemarin, tato itu masih kecil.

Tato itu memang telah di dapatnya sejak ia lahir. Meski terlihat mencolok dan tidak biasa, anehnya teman-temannya yang pernah melihat punggungnya tidak pernah melihat tato itu disana. tato itu seakan membuat dirinya tak terlihat oleh siapapun kecuali dirinya. tapi bukan berarti dia suka memperlihatkan punggungnya ke orang lain karena sebenarnya, dia tidak suka mengekspos kulitnya seperti kebanyakan gadis-gadis lain.

Taeyeon masih memperhatikan tato di punggungnya. Dia menelusuri tato itu dengan tangannya. beberapa jam yang lalu, punggungnya terasa panas dan nyeri hingga membuatnya berpikir sesuatu mungkin telah terjadi pada punggungnya. Tapi setelah melihat sendiri, kelihatannya punggungnya memang baik-baik saja. tapi kenapa tadi perasaannya berbeda?

Taeyeon mendadak teringat 12 alien yang tadi di temuinya. Sambil mengganti pakaiannya dengan baju tidurnya dan tak lupa menggosok giginya, dia masih memikirkan kata-kata mereka.

*The Heart yang kami maksud adalah kau*

*apa kau tidak ingin mengucapkan terima kasih pada kami? kami akan tinggal bersamamu dan menjagamu selama 24 jam, seharusnya kau senang dengan perlakuan seperti itu princess*

*kau pikir kami akan membiarkanmu pergi begitu saja? hell no. kami sudah susah payah mendarat di bumi untuk mencarimu dan sekarang..kau ingin kami membiarkanmu pergi? apa kami terlihat bodoh bagimu?*

*kami tidak peduli. kau princess kami, itu sudah cukup*

*princess, menjaga dan melindungimu adalah tugas kami. Dewan tertinggi mengirim kami karena tugas itu dan kami berharap kau bisa menerima kami*

Taeyeon cepat-cepat menggelengkan kepalanya, sadar kalau dia sudah terlalu banyak memikirkan 12 alien aneh itu. *aku bahkan tidak mengenal siapa dewan tertinggi yang sudah repot-repot mengirim mereka* bibirnya langsung mengerucut. Setelah selesai dengan rutinitas sebelum tidurnya, Taeyeon segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur empuknya dan mulai memejamkan matanya. selang beberapa menit kemudian, dia sudah berada di alam mimpi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

*my dear..bangunlah…*

Kelopak mata Taeyeon bergerak perlahan segera setelah mendengar suara halus itu. dia bangun dan memandang sekelilingnya. *ini bukan kamarku* batinnya.

Tempat itu adalah tempat yang sering ia datangi setiap kali bermimpi tentang seorang wanita yang mengajaknya berbicara. *apa ini..*

*benar my dear…* seseorang menjawab pikirannya.

Taeyeon berdiri dan kembali memandang sekelilingnya, mencoba mencari siapa pemilik suara halus itu.

*kemari my dear..sebelah sini* suara itu memberinya petunjuk dan Taeyeon segera menurutinya tanpa rasa takut. Hati kecilnya berkata orang yang berbicara dengannya itu tidak akan menyakitinya itulah sebabnya ia menuruti ucapannya.

Setelah lama berjalan, tibalah ia di sebuah lembah yang sangat luas. Sebuah lembah yang di penuhi dengan tanaman bunga yang indah. sepanjang yang dilihatnya, seluruh jenis bunga tumbuh di lembah itu hingga membentuk sebuah taman bunga yang sangat luas. Untuk beberapa saat Taeyeon terpukau di buatnya, namun suara halus itu kembali terdengar. Kali ini tidak jauh darinya bahkan tepat di hadapannya.

*selamat datang Kim Taeyeon*

Taeyeon terkesiap. Kumpulan kabut yang menyatu di depannya perlahan-lahan membentuk sebuah figur seorang wanita. Wanita itu memakai gaun tipis berwarna putih perak hingga menjuntai ke bawah, lekuk tubuhnya terlihat sangat indah bak seorang model. Rambut ikalnya yang juga menjuntai ke bawah sangat halus hingga angin pun tidak bosan memainkan setiap helainya. sebuah mahkota krystal terpampang di atas kepalanya menambah keanggunan dari sosoknya yang kharismatik. Jika di taksir berapa umurnya, Taeyeon akan menilai wanita itu berumur kurang lebih 30an. Wanita itu tersenyum ramah padanya. *setelah sekian lama, akhirnya kita bertemu juga* suaranya tetap lembut dan penuh kharisma.

Taeyeon tak bisa berkata-kata selain mengagumi kecantikan dan tutur bahasanya yang lemah lembut.

“darimana kau tahu namaku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

Setelah lama terdiam, Taeyeon akhirnya berbicara. raut wajahnya tampak bingung menandakan dia masih setengah percaya dengan apa yang di lihatnya.

*kita pernah bertemu sebelumnya* suara lembutnya terdengar lagi. baru saja Taeyeon hendak menjawabnya, wanita itu kembali berbicara. *dalam mimpimu tentu saja* tawa kecilnya terdengar seperti melodi yang sangat indah seolah menyatu dengan angin.

“jadi..kau yang selalu berbicara denganku..dalam mimpiku?” tanya Taeyeon hati-hati.

Wanita itu mengangguk. *aku selalu menemanimu Taeyeon, menjagamu dalam tidurmu*

Taeyeon mengeryitkan keningnya. “siapa kau? Dan kenapa?”

*kau ingat kalimat yang pernah kukatakan padamu terakhir kali kita bertemu?*

Taeyeon masih bingung tapi perlahan-lahan dia mulai mengerti maksudnya. “maksud anda ‘mereka’ yang akan selalu bersamaku dan membantuku?” tanyanya ragu-ragu.

Wanita itu mengangguk pelan. *aku hanya akan mengatakan hal ini sekali karena mungkin aku tidak akan bisa lagi menemanimu, jadi dengarkan baik-baik Taeyeon*

Meskipun kurang yakin dengan apa maksud ucapan wanita itu tentang dia yang tak bisa lagi menemaninya, Taeyeon tetap fokus mendengarkan apa yang akan dikatakan wanita itu padanya.

*kau memiliki tugas sebagai seorang pelindung..mereka akan membantumu dan melindungimu seperti halnya sebuah perisai untukmu..*

Taeyeon benar-benar semakin bingung. dia berusaha mencerna setiap kalimatnya tapi tidak berhasil. Siapa mereka baginya? Dan kenapa mereka harus menjadi perisainya?

Tapi wanita itu terus berbicara dan ia kembali mendengarkannya dengan serius. *sampai kau berhasil menyatukan mereka, saat itulah takdirmu yang sebenarnya di mulai* Sosok wanita itu perlahan-lahan mengabur.

“tunggu! Aku tidak mengerti“ Taeyeon berseru keras namun wanita itu sudah menghilang dari hadapannya. hanya suara halusnya yang masih terdengar jelas bersama dengan angin yang berhembus.

*kelak kita akan bertemu kembali Taeyeon..saat itulah, kau akan tahu siapa dirimu sebenarnya dan seluruh rahasia yang tersimpan dalam buku masa lalu*

Taeyeon terdiam. tubuhnya tiba-tiba merinding dan bergetar tak terkendali. Panas yang dirasakannya di punggungnya kini kembali lagi.

*dengan kemurnian dan ketulusanmu…aku yakin kalian pasti bisa melalui semuanya* itulah kalimat terakhir yang di dengarnya sebelum gelap menyelimuti sekitarnya.

– – –

Taeyeon merasakan tubuhnya di goncang pelan. dia beringsut menarik selimut hingga batas pundaknya.

“hei..” sebuah suara berat terdengar di telinganya.

“halmoni sebentar lagi~” rengeknya dan membalik tubuhnya hingga membelakangi si pemilik suara yang di kiranya neneknya itu. tapi segera setelah itu, keningnya berkerut menyadari kalau suara itu bukan milik neneknya.

“apa suaraku terdengar seperti wanita tua bagimu?”

Taeyeon sontak membuka matanya. dia berbalik dan matanya langsung membulat lebar. di depannya, Kai berdiri tidak jauh dari tempat tidurnya. Kedua tangannya melipat di dadanya seraya memandangnya dengan angkuh. Tak lupa, smirk khas di wajahnya.

*t-tidak m-mungkin…* Taeyeon berdiri di atas tempat tidurnya, pandangannya berubah horor bersamaan dengan smirk Kai yang semakin lebar menunggu reaksinya.

“KYAAA!!!”

Kai hanya tersenyum evil sambil memandanginya atas dan bawah. “Wow..pemandangan yang indah..princess.” ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.

Taeyeon benar-benar shock. dia refleks menyilangkan kedua lengannya di dadanya seolah melindungi dirinya dari penglihatan Kai. Dalam hati dia menyesal memakai gaun tidur mini dengan satu tali. Dia bahkan tidak sempat lagi memakai gaun luarnya hingga seluruh tubuhnya terekspos dengan sangat jelas.

Kai dengan santai melambai cute di depannya. “selamat pagi princess.”

Wajah Taeyeon merah padam. Disamping karena malu, dia juga sangat terkejut melihat Kai tiba-tiba berada di kamarnya. jantungnya berdebar kencang seakan siap meledak kapan saja.

“DASAR ALIEN PERVERT!!!”

To be continued…

 

Sebelumnya aku minta maaf buat para reader yang telah menunggu kelanjutan fanfic ini (yang ga menunggu juga ga pa2^^), selama bulan ramadhan aku menjadi lebih sibuk dari hari biasanya. Bahkan untuk melanjutkan fanfic yang lain pun jadi terbengkalai karena kesibukanku itu. kuharap masih ada yang mau menunggu lanjutannya ini…

Seperti yang kalian lihat, seluruh guardian memanggil Taeyeon dengan sebutan princess. Aku pengen aja ngasih nickname buat Taeyeon disini seperti halnya di setiap fanfic-fanficku. Gimana menurut kalian?^^

Satu hal lagi. ini pertama kalinya aku membuat fanfic dengan percakapan yang dilakukan banyak orang, jadi kuharap kalian bisa memaklumi jika terjadi kesalahan atau sedikit membosankan.

–> RYN

56 thoughts on “[Freelance] The Legend’s and The Goddess (Part 7)

  1. lanjut thor,,ketawa sendiri waktu taeyeon nyebut “halmoni sebentar lagi~” padahal itu kai,,

    buruan dilanjut yah,,sudah penasaran nih,,maaf dicerita sebelum nya aku gak koment..

    cepet dilanjut ya?? sudah penasaran tingkat Dewa nihh,,

    oke?? banyakin moment exotaeng nya,,hihihi

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s