[Freelance] Peter Pan (Chapter 1)

peter-pan-chapter-1-nawafil-storyline

Title : Peter Pan

Author : Nida Wafa

Genre : Romance,sad,friendship,Life

Length : Chaptered

Rating : PG-13

Cast : EXO’s Sehun l SNSD’s Yoona | EXO’s Luhan

Disclaimer : All cast belong to god. plot of the the story is mine. If you don’t like don’t read. Don’t bash please. This is just a fiction and forever will be a fiction! ^^

Happy Reading and don’t be siders!

WARNING! Typo bertebaran dimana mana

+++

Yoona berlari sangat kencang menuju sekolah adiknya, berkali kali ia melirik jam tangannya Ia takut terlambat menjemputnya karena tadi ia harus melaksanakan tugas tambahan dari gurunya. “sebentar lagi sampai” ucapnya dengan nafas yang tak beraturan

“hhh..akhirnya sampai” Yoona menyeka keringat yang ada dipelipisnya kemudian melirik ke dalam sekolah adiknya. Yoona menghela napas panjang “ternyata dia sudah pulang”

“Aku masih menunggu eonni” mendengar suara itu yoona segera membalikkan badannya. “seohyun-ah,kau masih ada disini?” wajah yoona yang tadinya cemas berubah menjadi gembira. Wajar saja,seohyun sampai sekarang masih belum hafal jalan pulang. Bahkan seohyun pernah hilang karena ia pulang sendiri dari sekolah

“Tentu saja,aku percaya eonni akan datang” seohyun tersenyum manis pada Yoona. Yoona pun mengacak ngacak rambut seohyun “kau memang adikku yang paling baik,sekarang ayo kita pulang”

eo,kajja”. Kakak beradik inipun berjalan bersama menyusuri jalanan Jakarta.

“eonni,kenapa appa dan eomma tidak mencari kita ya?” celetuk seohyun ditengah perjalanan. Yoona tersenyum mendengar pertanyaan adiknya “tentu saja appa dan eomma mencari kita”

“Tapi mereka tidak pernah datang bahkan membiarkan kita hidup seperti ini”. Yoona terdiam sejenak memikirkan jawaban apa yang pantas agar adiknya mengerti. “Begini seo-ah, kau taukan appa dan eomma sangat menyayangi kita? Mereka hanya ingin kita hidup mandiri saja. Arasseo?”

“Aaaaa,arasseo” seohyun mengangguk anggukkan kepalanya. “kita sudah sampai dipanti seo” Yoona menunjuk panti asuhan yang selama 5 tahun ini menjadi tempat tinggal mereka. “ayo kita masuk” Yoona dan seohyun pun memasuki panti asuhan itu

“Yoong kau sudah pulang?” Tanya Yuri – Teman sekamarnya sekaligus sahabat baiknya-.“Ne Yul” Jawab Yoona. Setelah bertanya pada Yoona ia mengalihkan pandangannya pada anak perempuan disamping Yoona kemudian berjongkok mensejajarkan tingginya dengan anak itu “Hai adik kecil,sekarang kau pergi mandi ya supaya badanmu tidak bau seperti ini”

“Aku selalu wangi eonni”

Yuri tersenyum mendengar jawaban seohyun “Baiklah,terserah kau saja. Sekarang kamu mandi ya?”

“Ne eonni aku mandi dulu ya” seohyun berlari meninggalkan Yoona dan Yuri.  “anak itu tetap saja manis” ucap yuri selagi melihat tubuh seohyun berlari menjauh

“Tak terasa kita sudah 5 tahun berada disini Yul”

eo,setelah insiden itu aku tak menyangka kita akan hidup dengan baik seperti ini”

+++

“Anak anak,waktunya Makan Malaaaammm” Bu Azizah – Ibu panti asuhan- berteriak dari luar. “Huaaaa..makanan,ayo kita keluar” ucap gadis bertubuh tinggi – Sooyoung-.

“dasar shiksin haha kalian duluan saja ya,aku masih ingin disini” ucap Yoona. “Yoong,ammogo?” Tanya sooyoung

“Aku masih kenyang,kau duluan saja”

“kau yuri?” sooyoung mengalihkan pandangannya pada Yuri. “aku akan menemani Yoona,kau keluar bersama seohyun saja”

“baiklah kalau begitu,ayo seo-ah” Sooyoung dan seohyun pun keluar dari kamar menuju ke meja makan.

“Yoong,kenapa kau melihat ke luar? Memangnya ada apa?” Tanya Yuri. “bintang” jawab yoona tanpa menoleh pada yuri. “boleh aku bergabung?”

“Tentu saja,ayo berdiri disebelahku” Yoona melihat ke arah yuri dengan senyuman diwajahnya. Yuripun mendekat dan berdiri disebelah Yoona. “apa yang kau pikirkan Yoong?”

Yoona menghela napas “walaupun aku betah tinggal disini tapi terkadang aku juga merindukan seoul

“aku juga terkadang berpikir seperti itu. Aku rindu orang tuaku,aku rindu teman temanku disana,pokoknya aku merindukan kehidupanku yang dulu”

“Andai saja kejadian 5 tahun lalu tak terjadi pasti kita masih berkumpul bersama keluarga kita”

Flashback

“Halo adik kecil, apa boleh ahjussi tau nama kalian?” Tanya seorang pria menggunakan bahasa Indonesia dengan pakaian serba hitam. “Jeoneun Im Yoona Imnida dan ini yeodeongsaengku seohyun” Yoona bisa mengerti apa yang ditanyakan ahjussi barusan walaupun ahjussi tadi menggunakan bahasa Indonesia

“nama kalian indah,apa kalian mau permen?” tawarnya. “tapi kata eomma kami tidak boleh menerima apapun dari seseorang yang tidak kami kenal”

“begitu ya?kalau begitu kalian mau ahjussi ajak jalan jalan?”

“gomawo ahjussi,tapi kami mau pulang sekarang” saat Yoona dan Seohyun hendak pergi meninggalkan ahjussi tadi secara tiba tiba pria itu menggendong Yoona dan seohyun,awalnya keduanya memberontak tapi lama kelamaan tenaga mereka hilang dan akhirnya keduanya kehilangan kesadaran.

“eonni,eonni bangun..nan musseowo” Seohyun menggoyang goyangkan tubuh kakaknya. Yoona pun terbangun dan mengucek matanya “kita dimana seo-ah?”

“molla,tempat ini menyeramkan”

Yoona pun melihat ke sekeliling tempat itu dan betapa kagetnya ia melihat 2 yeoja yang seumuran dengannya sedang ketakutan, tanpa pikir panjang ia mendekati mereka. “chogiyo,jigeum eodiya?”

Keduanya tak ada yang menjawab yoona pun mengulang pertanyaannya sekali lagi “chogiyo Agasshi, Jigeum eodiya?”

“Na-nan Musseo-wo” ucap salah satu dari mereka. Saat Yoona akan menjawab tiba tiba pintu yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berada terbuka. “Ireona!” Pria bertubuh tegap itu membentak Yoona dan yang lainnya dengan suara yang sangat keras.

“sekarang kalian harus beker—“ Belum selesai pria itu menyelesaikan ucapannya tiba tiba terdengar suara seseorang dari luar. “kau sudah terkepung ,Menyerahlah”

Dengan wajah panik pria itu berusaha melarikan diri. Ia berlari ke sana ke sini namun tak juga menemukan jalan untuk kabur karena polisi telah mengepung tempat ini.

BRAK

Pintu itu didobrak oleh seorang pria dengan pakaian abu abu dengan memakai topi dan memegang pistol. Tak lama setelah pria tadi masuk, banyak pria dengan penampilan yang sama pun ikut masuk. Yoona, seohyun dan kedua yeoja tadi berpelukan, mereka sangat ketakutan. Mereka tak tau siapa pria dengan pistol itu

“Apa kalian mengerti bahasa kami?” Tanya salah satu dari pria tadi

“Ne” ucap Yoona. “kalau begitu saya mau Tanya,kalian berasal dari negara mana?”
“Korea selatan err Kami berada dimana?” ucap Yoona. “kalian berada di Indonesia. kami polisi daerah sini, kalian tak usah takut”

“Ne” jawab Yoona singkat. Yoona dan seohyun memang mengerti Bahasa Indonesia karena Ayah mereka berasal dari Negara Indonesia dan bahasa ini juga bahasa yang sering mereka gunakan dikehidupan keseharian mereka.

Yoona melihat kedua yeoja disebelahnya. “Ireumi Mwoya?” Tanya Yoona. “Chae Ireumeun Kwon Yuri Imnida, kau tidak usah berbahasa korea aku juga bisa berbahasa Indonesia”

“Ne,kami juga bisa bahasa Indonesia” ucap seorang yeoja Disebelahnya “kau lupa mengucapkan namamu Pabo” sindir Yuri. “Yak! Aku tidak bodoh”

“Terserah,tapi kau memang belum memperkenalkan dirimu”

“Ah ne,aku lupa hehe namaku Sooyoung, Choi Sooyoung”

“Keure,namaku Im Yoona dan ini yeodongsaengku Seo Joo Hyun,kau bisa memanggilnya Seohyun”

“Lepaskan! Lepaskan! Aku tidak menculik mereka” pria yang mengenakan pakaian serba hitam itu telah diborgol oleh polisi. Ia terlihat berontak minta dilepaskan

“Kalian ikut kami ke kantor polisi untuk mengetahui identitas dan tempat tinggal kalian” salah satu polisi di sana membantu keempatnya berdiri dan membawanya masuk ke mobil

1 Jam lama nya Yoona,Seohyun,Yuri dan sooyoung berada dikantor polisi. Berbagai pertanyaan menghujani mereka tentang identitas mereka. Karena polisi merasa keempatnya tidak pantas berada dikantor polisi maka mereka pun dipindahkan ke Panti Asuhan Kasih Ibu hingga keluarga nya datang

FLASHBACK END

“Tak ku sangka kita akan berada disini hingga sekarang” ucap Yuri. “Nado,ini benar benar diluar dugaan. Tapi setidaknya kita tetap bersama Yul”

“emm” ucap Yuri menganggukkan kepalanya. “Yoona,Yuri ayo keluar. Kalian belum makan” Di luar terdengar suara teriakan Bu Azizah. “Iya bu” Yoona dan Yuri berteriak bersamaan kemudian mereka pun keluar dari kamar

+++

“Hoaaamm” Yoona terbangun dari tidurnya, ia melihat jam yang melingkar ditangan kirinya. 04.00 KST. Dengan malasnya ia turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi

Hampir setiap hari Yoona harus bangun lebih pagi dari Yuri dan yang lainnya. Ia harus pergi menuju sekolahnya lebih awal karena banyak tugas menumpuk yang harus ia kerjakan dan hanya bisa dikerjakan apabila membaca buku perpustakaan. Wajar saja, ia tak mungkin menggunakan internet untuk mengerjakan setiap Tugasnya

“Bu, aku pergi dulu” Yoona mencium tangan Bu Nafisa dan pergi meninggalkan panti asuhan. Jujur saja, sebenarnya matanya masih belum membuka sempurna sekarang. Tubuhnya masih mengajaknya untuk bergulat dengan bantal dan gulingnya. Tapi apa boleh buat? Kewajibannya sebagai seorang siswa mengharuskannya menunda keinginannya

30 menit kemudian ia sampai didepan gerbang sekolah. Seperti yang ia duga belum ada orang disana bahkan satpam pun belum datang dan seperti biasa juga ia memanjati gerbang sekolah agar bisa masuk.

“Akhirnya aku bisa masuk” ucapnya sembari menepuk nepuk tangannya menghilangkan debu yang ada. Yoona melangkahkan kakinya menuju perpustakaan, betapa kagetnya ia melihat pintu perpustakaan terbuka padahal biasanya akan tertutup dan ia harus masuk lewat jendela paling atas yang terbuka

Perlahan ia memasuki perpustakaan, ditangannya ada sebuah sapu yang kapan saja siap memukul siapapun. Ia celingukan melihat sekelilingnya. Ia takut seseorang berniat jahat memasuki perpustakaan. Yeah~ walaupun jika dipikir pikir apa yang akan orang jahat lakukan diperpustakaan?

BRAK

Tiba tiba saja buku diseberang Yoona terjatuh. Dengan segera yoona melangkah mendekati asal suara. Ah Im Yoona, tak sadarkah kau bahwa sekarang kaulah yang terlihat seperti pencuri?

Bingo!

Yoona menemukan seorang namja sedang membereskan buku yang jatuh tadi. “Yak! Siapa kau berada disini?” Tanpa basa basi Yoona memukul orang yang ia pikir penjahat itu dengan penuh nafsu (?) Ia bahkan tak memberi kesempatan si namja berbicara.

“Kau tak tau hah sekolah ini punya siswa yang lebih kejam dari satpam? Berani beraninya kau datang kemari! Katakan apa maksudmu? Cepat katakan!”

“Bagaimana bisa— aku mengatakannya Aww jika kau terus memukuliku dengan aww sadis seperti ini” ucap namja itu disela sela kegiatannya menahan rasa sakit dari pukulan Yoona. “Baiklah, aku akan berhenti” Ucap Yoona. Sejenak Luhan merapikan bajunya yang berantakan dan menata ulang rambut dan wajahnya kembali, setelah selesai ia pun berdiri

“Apa kau tidak lihat seragam kita sama?” Tanya namja itu menunjuk seragam yang ia pakai. “Cih, aku tau itu hanya akal akalanmu saja kan? Sudah 2 tahun lebih aku bersekolah disini tapi aku belum pernah melihatmu”

“Itu karena aku siswa pindahan, baru hari ini masuk” Jawab namja itu. “Baik, untuk pertanyaan yang satu ini kau bisa mengelak. Lalu kenapa kau bisa masuk ke perpustakaan dipagi hari seperti ini?”

“Wajar bukan anak pemilik sekolah sepertiku mempunyai kunci cadangan perpustakaan?” Jawab namja itu dengan sedikit gusar. Ia tak terima dianggap sebagai pencuri terlebih lagi ia mendapat pukulan. Sontak Yoona kaget dengan pernyataan Luhan tapi ia tetap berusaha tenang. “Siapa Namamu?” Tanya Yoona.

Luhan menunjuk name tag yang ia pakai “Xi Luhan. Namaku Xi Luhan, kau pasti sudah mendengar nama ini kan?”

DEG

Xi Luhan? Itu kan anak pemilik sekolah yang berada dikorea, berarti ia telah kembali? Gawat! Bagaimana bisa Yoona memukuli anak pemilik sekolah. Bisa bisa beasiswa yang ia dapatkan dicabut karena insiden ini. “Jeongmal Mianhae, aku tidak tau itu Mianhae Jeongmal Mianhae” Yoona berlutut memohon dihadapan Luhan

“Apa yang kau lakukan? Ayo bangun” Luhan membantu Yoona bangun. Ia membersihkan rok Yoona yang sedikit kotor “kau tak seharusnya melakukan itu. Lagipula aku bisa memakluminya”

“Ah wajahmu terluka” Tangan Yoona tergerak memegang wajah Luhan namun Luhan menahannya “Aku baik baik saja”

“Bagaimana bisa kau berkata begitu? Kau ini terluka. Aku akan bertanggung jawab” Yoona menarik tangan Luhan keluar dari perpustakaan namun betapa terkejutnya ia melihat Yuri yang masih mengenakan pakaian tidurnya dengan wajah panik dan lelah. Rambutnya pun belum sempat ia tata rapi

“Yoong, sesuatu yang buruk telah terjadi”

+++

Chapter 1 beres! Akhirnya. Chapter 1 aku lebih banyak ambil setting (?) di Indonesia *ya iyalah, mereka diculiknya ke Indonesia* pertemuan yoona dan Luhan dimulai. Apa yang akan terjadi selanjutnya? #lebay Tunggu next chap ya! Be siders is not nice, please appreciate my Fic with your comment and like ^^

14 thoughts on “[Freelance] Peter Pan (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s