[Freelance] I Got a (Wolf) Boy (Chapter 1)

igawb

[Chaptered/Part 1] I Got a (Wolf) Boy

Aku                        : Hwang Ahra >> http://www.hwangahra.wordpress.com

Cast                       : All member SNSD and EXO

Other Cast          : Find it by yourself

Genre                   : Fantasy, Romance, Friendship, etc

Rating                   : T

Length                  : Chaptered

Desclaimer          : All cast belong to God, their family and SM entertaiment, but this story belong to me.

Note                      : Annyeong, Ahra balik bawa chap 1 dari FF ‘I Got a (Wolf)Boy’. Terharu banget baca komen dari readers, makasih banyak yaa :’) padahal sebenernya chap 1 ini udah aku post di wp pribadi aku loh dari awal._. jadi mungkin ada sebagian yang udah baca hehe.. tolong jangan ada bashing ya, semua cast punya pairing masing2, jadi jangan ada yang protes ne?._. if you don’t like, don’t read! After read please leave your comment^^ happy reading all~

Copyrighted ©hwangahra 2013 All Right Reserved

***

Luhan membuka mata ketika seberkas cahaya matahari mulai menerobos masuk melalui celah-celah dipelupuk matanya.

“Argh..” Luhan mengerang kesakitan ketika mencoba untuk bangun dari tidurnya.

Setelah terbangun, ia menyapukan pandangannya keseluruh penjuru ruangan yang kini ia tempati. Sebuah ruangan kecil yang cukup gelap dan lembap berisikan sebuah kasur kecil, sebuah lemari dan sebuah meja kecil yang sudah lapuk termakan usia.

Fungsi ruangan ini memang terlihat seperti sebuah kamar tidur, namun terlampau sangat kotor dan bobrok, sehingga ruangan ini lebih cocok disebut gudang dibandingkan sebuah kamar.

“Ya! Xi Luhan bangun!” tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka, menampakkan sesosok pria paruh baya dengan tampang yang cukup sangar.

Luhan menelan air liurnya dengan susah payah. Xi Luhan? Apakah itu marga yang kini ia dapatkan?

“Ya, a—ad—ada apa?” ucap Luhan dengan terbata-bata, merasa cukup takut dengan pria bertampang sangar itu.

“Cepat mandi dan berangkat ke kampus!” ucap pria itu lagi sambil menutup pintu dengan kasar.

Kampus? Tempat apa itu?  Batin Luhan heran. Oh ya, hampir saja ada yang Luhan lupakan. Dengan cepat ia membuka gulungan kertas yang diberikan ‘Tuannya’. Ia harus mencari tahu seperti apa seorang Im Yoona yang harus ia jaga dan ia awasi.

Sederet informasi pun mulai bermunculan diatas kertas berkaitan dengan Im Yoona. Dan betapa Luhan merutuki nasibnya. Im Yoona ternyata adalah anak seorang konglomerat di negara ini.

Dan Luhan? Ooh… bagaimana ia bisa mendekati Yoona dengan keadaannya yang…  amat memprihatinkan ini.

***

Kris membuka matanya. Tangannya meraba-raba sebuah selimut yang kini menutupi tubuhnya. Sangat lembut dan nyaman. Membuatnya kembali mengantuk dan terlena untuk tetap berbaring dan kembali melanjutkan tidurnya dikasur berukuran king size yang empuk itu.

“Gege! Ayo bangun!” sebuah suara membuat Kris kembali membuka matanya. Kris menatap lekat-lekat seorang namja bertubuh tegap yang tengah berdiri disebelahnya itu. Kantung matanya yang hitam membuat Kris sedikit kaget. Ia mirip panda. Begitu pikir Kris

“Hari ini kan kau harus bersiap-siap. Ayo, cepat bangun gege!” katanya lagi.

Kris tidak sanggup mengucapkan apa-apa. Ia bahkan tidak mengetahui siapa nama namja yang sedari tadi memanggilnya gege itu.

“Ng.. baiklah” ucap Kris setelah lama terdiam.

“Aku dan yang lain akan menunggu dibawah. Cepat mandi, calon tunanganmu sebentar lagi akan datang”

Ap—apa? Calon tunangan?!

***

“Suho-ya, kau belum berangkat kuliah?”

Suara seorang yeoja dari arah belakang membuat Suho membuka matanya. Ia segera memperhatikan penampilannya yang seperti sudah bersiap hendak berangkat –Memakai jas almamater lengkap dengan tas yang sudah berada didalam genggaman tangannya—.

“Suho-ya,apa yang sedang kau lamunkan daritadi?”

Suho segera menoleh ketika mendapati seorang yeoja yang sudah berumur berdiri disebelahnya. Ia terlihat begitu ramah apalagi ketika menampakkan seulas senyum kepada Suho.

“Apa kau memikirkan Kai?” tanya yeoja itu lagi, kali ini nadanya terdengar sedikit sedih

Kai? Apa dia tinggal serumah denganku? Lalu dimana sekarang anak itu?

“Ah, tidak. Aku… tidak memikirkan apa-apa” ucap Suho.

“Nah, kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo segera berangkat. Jangan pikirkan yang lain dulu ne?” ucap yeoja itu dengan lembut.

Suho mengangguk dan segera melangkahkan kakiknya, hendak berjalan ke arah pintu depan yang terbuka. Meski tidak mengerti apa itu kuliah, tapi ia yakin, itu bukanlah sebuah hal yang buruk.

***

Lay membuka matanya ketika sebuah tepukan yang cukup keras menempel dipundaknya.

“Ya! Zhang Yi Xing! Jangan tertidur terus!” ucap seorang pria muda yang memakai kaus putih longgar lengkap dengan sepatu sneakers merah.

Zhang Yi Xing? Apa itu namaku?  Batin Lay dalam hati

“Aku?” tanya Lay sambil menunjuk dirinya sendiri menggunakan jari telunjuknya

“Ya, kamu! Memangnya siapa lagi? Oh, atau kau lebih peka bila kupanggil ‘lay’ ?”

Tsk.. sok sekali sih orang ini . Gerutu Lay dalam hati

“Ya, aku lebih suka bila kau panggil Lay” ucap Lay tajam

Pria muda yang terlihat sedikit lebih tua dari Lay itu pun mulai kesal. Giginya mulai bergemeletuk menahan amarah.

“Ya! Berani sekali kau berkata seperti itu kepada Sunbae-mu!?” teriak Sunbae Lay itu. Kini, tanpa disadarinya, seluruh orang yang berada didekat mereka memperhatikan pertengkaran kecil yang sedang berlangsung itu.

Sunbae? Apa lagi itu Sunbae? Lay bergumam dalam hati

“Sekarang, minta maaf padaku atau kau akan aku hukum!?”

Lay hanya menyeringai meremehkan sunbaenya itu, sama sekali tidak takut dengan kemarahan yang jelas-jelas ditampakkan oleh sunbaenya.

“Aku.. tid—“

PUK!

Sebuah tepukan keras Lay dapatkan dibahu kirinya. Ia menoleh kebelakang dan mendapati seorang yeoja berambut blonde tengah menggeleng-gelengkan kepalanya.

Lay terdiam sejenak. Mungkin maksud yeoja ini adalah ‘sudah, minta maaf lah’. Batin Lay

Lay menghela nafas panjang, bermaksud mengurangi emosinya yang sudah memuncak.

“Baiklah, ak—aku… minta ma—maaf sunbae…” ucap Lay sambil masih menahan emosi.

***

“Kim Taeyeon”

Baekhyun dengan segera membuka matanya ketika ada seseorang berteriak sebuah nama, Kim Taeyeon.

Kim Taeyeon? Itu kan… nama yeoja yang harus kuawasi dan kujaga, apa dia berada disekitar sini?. Dengan cekatan Baekhyun segera memperhatikan sekelilingnya, oh tunggu, dimana ini?

“Baekhyun oppa? Apa yang sedang kau cari?”

Baekhyun segera menoleh ketika mendapati seorang yeoja memanggilnya.

“Aku… aku…tidak mencari apa-apa Seo—seohyun” ucap Baekyun terbata-bata sambil melirik name tag yang tertempel dibaju yeoja itu. Beruntung sekali ia karena yeoja itu memakai name tagnya.

“Jinjja?” tanya Seohyun lagi

“Ya, ha-ahahaha” Baekhyun hanya bisa tertawa paksa

“Baiklah, setelah giliran Taeyeon eonni bernyanyi, lalu selanjutnya giliranku. Lihat aku ne?”

Taeyeon? Kim Taeyeon?  Dengan segera ia melirik ke arah depan. Terdapat sebuah panggung dan seorang yeoja yang berdiri diatasnya sambil bernyanyi.

Itu… Kim Taeyeon.  Ada rasa senang tersendiri ketika melihat Taeyeon bernyanyi, suaranya begitu indah. Setidaknya, itulah yang dipikirkan Baekhyun.

Dan tanpa sadar, Baekhyun mengangkat sudut bibirnya. Ia baru saja melihat Taeyeon tengah tersenyum kearahnya meski hanya sekilas. Tapi, ia tidak melihatnya, ia tidak melihat seorang Seo Joo Hyun  yang berada disebelahnya kini menghela nafas kasar.

***

Chanyeol menatap datar bola basket yang berada ditangannya. Namun siapa sangka, meski pikirannya terlihat sedang kosong, ternyata Chanyeol sedang berpikir keras.

Ia bingung. Amat sangat bingung. Karena ketika terbangun, ia sudah diajak oleh beberapa namja muda yang sekarang ia ketahui sebagai temannya untuk duduk dipinggir lapangan. Ia juga sudah berpakaian lengkap dengan seragam. Oh ia benar-benar tidak mengerti, permainan konyol macam apa lagi ini?

“Chanyeol-ah, sebaiknya kita bersiap-siap. Sebentar lagi  giliran tim kita yang akan bertanding”

Aish..tapi  aku benar-benar tidak siap. Gumam Chanyeol dalam hati

“Wae Chanyeol-ah? Kau terlihat gugup” tanya salah seorang teman Chanyeol –yangmenurutnya– bertubuh cukup pendek untuk ukuran pemain basket.

“Ah, ti—tidak, mungkin itu perasaanmu saja” ucap Chanyeol kaku

“Kau harus percaya diri Chanyeol-ah, lihat, Xiumin yang bertubuh lebih pendek darimu saja sangat percaya diri” tiba-tiba salah seorang teman Chanyeol datang sambil menepuk pundak teman Chanyeol yang memang pendek itu.

“Ya! Jangan menyinggung-nyinggung soal tinggi tubuh!” ucap Xiumin

“Ahahaha” Chanyeol hanya tertawa ketika melihat teman-temannya itu mulai beradu mulut layaknya anak kecil

Hmm.. benar, aku harus percaya diri, lagipula aku harus percaya pada instingku bukan?. Batin Chanyeol

***

Mungkin hanya Dokyungsoo. Ya, diantara kesembilan wolfboy itu, mungkin hanya seorang Dokyungsoo lah yang paling menggunakan akalnya. Ia memang wolfboy terpintar diantara kesembilan temannya, maka tak heran jika ia terus menggunakan daya analisisnya setiap dihadapkan pada sebuah situasi.

Seperti kali ini contohnya, ia bahkan tidak mau mengambil resiko untuk pergi keluar rumah ataupun berangkat ke sekolah seperti yang disuruh oleh kedua orang tuanya –orang tua dibumi— karena inilah pertama kalinya ia sampai ditempat ini.

Tapi, ia menggunakan daya analisisnya untuk terus mengamati dan mempelajari segala hal tentang kehidupan dibumi ini. Hanya dalam waktu beberapa jam saja, ia sudah berhasil mengetahui bagaimana latar belakang keluarganya, dan juga latar belakang seorang Lee Sun Kyu. Yeoja yang harus selalu ia awasi itu.

“Kyungsoo-ya?” tiba-tiba saja eomma D.O masuk kedalam kamarnya.

“Ne, eomma? Ada apa?” ucap D.O , oh, rupanya ia benar-benar sangat baik dalam menjalankan perannya sebagai seorang manusia dibumi. Ia bahkan tidak canggung ketika memanggil seorang yeoja yang bahkan tidak dikenalnya dengan sebutan eomma.

“Kenapa hari ini kau tidak mau kesekolah? Apa ada masalah?” tanya eomma D.O sambil duduk ditepian kasur milik D.O

“Tadi pagi kepalaku terasa pusing, makanya aku tidak berangkat sekolah. Bukan masalah besar eomma” ucap D.O sambil tersenyum. Alasan yang diberikan D.O sangat logis dan masuk akal. Caranya berpikir pun benar-benar matang, ia memikirkan segala hal untuk kedepan, bukan untuk saat ini saja.

“Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah tidak apa-apa?” tanya eomma D.O penuh nada cemas.

“Ya, tidak apa-apa, eomma tidak perlu cemas. Pasti besok pun aku sudah bisa berangkat kesekolah” ucap D.O percaya diri.

Ya, pasti aku akan berangkat kesekolah . Untuk bertemu dengan Lee Sun Kyu, ah atau lebih baik kupanggil Sunny?. Batin D.O

***

Kai terbangun ketika sebuah tangan lembut mengelus-elus pipinya.

Seketika Kai terlonjak kaget melihat seorang yeoja cantik yang berbaring  sambil tersenyum manis disebelahnya, ia tampak sangat cantik meskipun rambutnya sedikit berantakan.

Dan ooh astaga, Kai lebih terkejut lagi ketika mendapati yeoja itu hanya memakai kaus putih yang tipis dan terlihat kebesaran dibadannya.

Dengan segera Kai memeriksa penampilannya. Ternyata penampilannya pun tak beda jauh dengan yeoja itu.

Kai menelan salivanya dengan susah payah. Apa yang baru saja kulakukan? . Batin Kai

“Waeyo chagi-ya?” tanya yeoja berambut pirang itu dengan nada manja

“Ng.. ah, tidak” ucap Kai canggung, benar-benar tidak tahu harus berkata apa

“Omo?! Sudah jam sembilan? ! Aku harus segera bersiap-siap” ucap yeoja itu ketika melirik sebuah jam dinding kemudian ia mulai beranjak dari kasur.

Kai menghela nafas panjang ketika yeoja itu masuk kedalam sebuah kamar mandi.

Argh! Sebenarnya ada apa ini!?  Dan, siapa… yeoja itu?

***

“Sehunna?”

Sekilas, Sehun mendengar ada suara yeoja yang memanggilnya dengan lembut

“Sehunnaaaa?”

Kali ini suara itu semakin mendekat, dan juga semakin keras.

“Ya Sehunna! Jangan tertidur ketika sedang makan!”

Sehun segera membuka mata ketika yeoja yang terus menerus memanggil namanya itu kini berada tepat disampingnya.

“A-a-a, maaf” ucap Sehun terbata-bata, bagaimana tidak? Seketika saja, seorang yeoja cantik berambut coklat panjang berada disebelahnya, meskipun wajahnya sedang terlihat kesal, tapi tetap saja, bagi Sehun ia terlihat sangat cantik.

“Hmm, kau itu ya, pasti semalam kau  bermain playstation lagi sampai pagi buta?” ucap yeoja itu sambil melipat tangan didepan dada.

“E—eh?” Sehun melongo dengan wajah polosnya, sekarang ia benar-benar bingung, sebenarnya apa yang baru saja dibicarakan yeoja itu.

“Aish.. sudahlah, cepat habiskan sarapanmu, lalu kita berangkat ke kampus bersama. Aku menunggumu dimobil ne?” Yeoja yang belum Sehun ketahui namaya itu beranjak pergi dari hadapan Sehun dan meninggalkan Sehun seorang diri dalam kebingungannya.

***

“Fany-ah, cepat tunjukkan padaku, mana namja yang kau bilang keren itu?” ucap Sunny

“Aigo, sabar, sebentar lagi dia akan bertanding” Tiffany merapikan pom-pom yang ia genggam.

Sunny memperhatikan lapangan , “Ah, kelas XII-1 mulai bertanding. Itu kelasnya bukan?”

“Aah! Kau benar, aku harus memberikannya semangat!” ucap Tiffany girang sambil menaikkan pom-pomnya tinggi-tinggi.

Tiffany terus memperhatikan setiap gerik-gerak yang Chanyeol lakukan. Ia sangat berharap agar Chanyeol berhasil memasukkan meski hanya 1 bola saja.

Chanyeol mulai melakukan dribble, oh ada Choi Siwon dari arah berlawanan melakukan blocking terhadapnya, gerakan tangan Chanyeol mengisyaratkan agar Xiumin menerima operan bolanya, namun yang terjadi adalah Chanyeol mengecoh dengan melakukan perlawanan untuk menerobos pertahanan lawan.

Kini Chanyeol sudah berada tepat di depan gawang lawan. Dengan kepercayaan insting yang dimilikinya, Chanyeol memilih untuk melakukan Slam dunk. Chanyeol mulai menekuk kakinya, mencoba untuk membuat lompatan setinggi mungkin, dan…

“Masuk! 2 point untuk kelas XII-1” ucap sang wasit pertandingan diiringi gemuruh tepuk tangan dan teriakan heboh dari penonton yang mayoritasnya adalah yeoja.

Tiffany dan Sunny pun tak kalah hebohnya, mereka berpelukan. Masih sambil memperhatikan Chanyeol, Tiffany hanya ikut tersenyum ketika mendapati Chanyeol  tertawa riang sambil berhigh five dengan teman satu timnya.

***

Sooyoung terus menempelkan ponsel ditelinganya. Yang terdengar hanyalah nada sambung, namun sama sekali tidak ada yang menjawabnya dari seberang sana. Sooyoung menghela nafas, menyerah. Percuma saja, ia sudah menelpon Kim Joon Myun, namjachingunya itu, berkali-kali namun hingga panggilan kedelapan pun tidak ada jawaban.

“Soo, bagaimana? Apa ada jawaban?” tanya Hyoyeon sambil menghampiri Sooyoung diruang ganti yeoja

“Ani” ucap Sooyoung sambil menggelengkan kepalanya pelan, lalu berkata “Oh, ya, bagaimana latihan tadi?”

“Sangat kacau, kau tahu Lay bukan? Tadi dia dan Eunhyuk sunbae bertengkar saat latihan” Hyoyeon duduk disebelah Sooyoung.

“Mwo? Aish… jinja, anak itu” Sooyoung kembali menggeleng-gelengkan kepala tanda tak habis pikir.

“Yah, tapi untunglah aku datang, dan langsung melerai mereka, atau.. lebih tepatnya menahan Lay agar tidak meluapkan emosinya didepan Eunhyuk sunbae” ucap Hyoyeon

“Wah! Kau benar-benar hebat Hyo!” Sooyoung menepuk-nepuk pundak Hyoyeon agak keras.

Hyoyeon menahan tangan Sooyoung, “Ya! Ya! Hentikan Soo, sakit tahu”

“Oops, ehehehe.. mianhae” Sooyoung sambil menggigit bibir bawahnya.

“Oh ya, lalu bagaimana dengan pertandingan basketmu? Kulihat pertandingan tim putra sudah hampir selesai tadi” ucap Hyoyeon

“Omo! Aku harus bersiap-siap dipinggir lapangan kalau begitu. Annyeong Hyo, doakan aku ne?” ucap Sooyoung sambil berjalan keluar ruang ganti.

“Ne, hwaiting!” ucap Hyoyeon dengan volume suara yang sedikit dibesarkan.

***

Kris memperhatikan seluruh manusia yang kini tengah duduk manis melingkari meja makan. Seluruh manusia yang kini ia ketahui sebagai keluarganya dan keluarga calon tunangannya itu kini tengah berkumpul dirumahnya untuk membahas tentang rencana pertunangan mereka.

Ya, pertunangan tanpa dasar rasa cinta. Pertunangan yang hanya mementingkan bisnis kedua belah pihak sehingga akan mempersatukan dua perusahaan raksasa ternama di Korea, Wu Corp dan Jung Corp. Namun, pertunangan yang tidak pernah memikirkan perasaan sang calon penerus perusahaan itu.

Tsk..mengapa aku harus segera menikah? Dan argh.. pakaian ini membuatku sesak nafas. Gerutu Kris sambil mencoba melonggarkan dasi yang terikat rapi dilehernya.

Kris kemudian menengok ke arah yeoja cantik yang kini tengah duduk disampingnya.

Yeoja berambut pirang itupun ikut menoleh ke arah Kris ketika menyadari dirinya diperhatikan seperti itu. Sambil menengok, ia pun tersenyum anggun ke arah Kris.

Seketika Kris terpesona melihat senyuman yeoja itu, yeoja itu benar-benar sangat cantik dan anggun. Kris masih benar-benar tidak menyangka bahwa yeoja secantik itu adalah calon tunangannya.

“Ah permisi sebentar, aku harus ke kamar kecil” ucap yeoja itu sambil membawa tas tangannya. Kemudian ia berjalan dituntun oleh seorang pelayan menuju toilet.

Kris memperhatikan sosok yeoja itu sampai Tao, namdongsaengnya, menyikut tangannya.

“Gege, kau beruntung sekali mempunyai calon tunangan secantik Jessica noona” ucap Tao setengah tersenyum jahil

Jessica? Tunggu.. sepertinya Kris pernah mendengar nama itu. Ah! Jung Corp! Hmm.. Jessica Jung. Jadi itu orangnya. Batin Kris sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

***

“Seohyun? Kenapa melamun? Sekarang giliranmu tampil. Ayo” ucap Baekhyun sambil menepuk pundak Seohyun bermaksud memberi semangat.

Seohyun menepis tangan Baekhyun lalu berkata, “Ne, aku tahu” ucapnya sambil berjalan menuju panggung.

Baekhyun terkejut ketika Seohyun menepis tangannya, entahlah, meski baru pertama kali bertemu, tapi ia merasa bahwa Seohyun adalah seorang yeoja yang baik dan berlaku lemah lembut.

Seohyun yang berjalan menuju panggung berpapasan dengan Taeyeon, Taeyeon tersenyum ke arah Seohyun namun senyumnya itu hanya dibalas anggukan sekilas oleh Seohyun.

Seohyun mulai berdiri diatas panggung, oh astaga, ia sudah berlatih seharian untuk hari ini, namun kejadian yang ia lihat tadi, Baekhyun… Taeyeon… membuat konsentrasinya seketika buyar.

Ia memegang microphone dengan tangan yang gemetaran. Seketika saja lututnya terasa lemas.

Seo, kau pasti bisa!  Batin Seohyun meyakinkan dirinya sendiri.

Namun ketika ia akan mulai bernyanyi, pemandangan itu tiba-tiba saja mengganggu konsentrasinya lagi. Kini, Baekhyun dan Taeyeon bukan hanya saling pandang, namun mereka terlihat mengobrol bersama, lalu tersenyum, dan tertawa bersama. Kedekatan mereka terlihat begitu jelas, apalagi dari atas panggung ini.

Mereka.. terlihat begitu akrab . Aish, aku yang yeojachingunya Baekhyun oppa saja sepertinya tidak pernah membuat ia tertawa lebar seperti yang Taeyeon eonni lakukan. Batin Seohyun kesal

Mata Seohyun mulai memanas, rasanya sebentar lagi tangisnya akan pecah. Lututnya kini bukan lagi hanya lemas saja, tapi juga terasa begitu berat, sehingga ia mulai kehilangan keseimbangannya.

BRUGH

Seketika semuanya terlihat begitu gelap dimata Seohyun.

***

Luhan melangkahkan kakinya menuju pelataran halaman kampusnya yang sangat luas dan megah. Awalnya Luhan sedikit tidak percaya bahwa ia bersekolah disini, oh atau biasa orang dibumi sebut sebagai kuliah, ya mengingat memang kondisi keluarganya yang sangat memprihatinkan.

Tapi sedikit demi sedikit ia mulai mencoba mempelajari kehidupan orang dibumi. Lalu, ia mulai tahu banyak hal. Ini semua berkat saran dari D.O, mungkin tanpa saran dari D.O yang ia terima melalui telepatinya, ia tidak akan tahu bahwa dirinya yang sebagai Xi Luhan adalah seorang mahasiswa teladan dikampusnya yang berhasil mendapatkan beasiswa sehingga mampu untuk bersekolah ditempat seperti ini.

Luhan segera mencari tempat duduk dibawah pohon yang memang disediakan dikampusnya. Ia segera membuka gulungan kertas tipis yang selalu ia bawa kemana-mana itu. Kali ini ia membutuhkan informasi dimana Yoona sekarang.

Ia memang sudah tahu jika Yoona kuliah ditempat yang sama dengannya. Dan ia pun tersadar, mungkin inilah yang dikatakan ‘Tuannya’ bahwa ia akan terlahir sebagai orang yang berdekatan dengan sang yeoja, namun ia sendiri yang harus berusaha dekat dengan yeoja itu.

Luhan terus memperhatikan gulungan kertas itu yang lama kelamaan mulai menampakkan beberapa tulisan mengenai keberadaan Yoona. Tulisan itu lambat laun semakin jelas, dan…

“Hai Luhan-ah” tiba-tiba saja seorang yeoja berambut hitam ikut duduk disebelah Luhan

“Oh, ha—hai!” ucap Luhan kaget, sambil memasukkan gulungan kertas itu kedalam tasnya dengan tergesa-gesa

“Apa yang kau lakukan disini? Apa kau belum ada kelas?” tanya yeoja itu

“Hmm, belum. Kau sendiri?” tanya Luhan balik

“Ak—“

“Yuri-ya!” ucapan yeoja itu terpotong karena ada seseorang yang memanggil namanya dari kejauhan

“Oh, Yoona?” ucap Yuri pelan, “Baiklah temanku sudah datang, dan sepertinya aku harus segera masuk karena sebentar lagi aku ada kelas. Annyeong Luhan-ah” Yuri pun beranjak pergi meninggalkan Luhan yang masih terpaku.

Ya. Luhan terpaku menatap sosok itu, sosok seorang Im Yoona yang kini tengah menggandeng lengan Yuri dengan cerianya. Benar-benar terlihat menyilaukan sosok Yoona dimata Luhan. ia terlihat begitu… bersinar.

Hmm, aku menemukanmu tuan putri . Batin Luhan senang.

Kini pandangan Luhan beralih. Beralih kearah seorang namja yang awalnya berjalan dibelakang Yoona, namun detik itu juga Yoona menggandeng tangannya sehingga namja itu berjalan tepat disampingnya.

Itu…Sehun? . Batin Luhan heran. Bagaimana bisa Sehun… berada begitu dekat dengan Yoona?

TBC

Oke, gimana chap 1nya? Di chap awal ini aku sengaja bikin pairingnya berbeda dengan di teaser, soalnya dari situlah sebagian konflik bakal muncul. Jadi, kalau ada yang minta moment biasnya dibanyakin, tunggu dulu ya chingu u,u

Jujur, aku rada bingung juga karena cast disini banyak banget, maklum bikin cast 18 orang dengan cerita berbeda-beda itu susah banget-_-v so, maaf banget kalau misalnya bias kalian cuma kebagian partnya sedikit, atau belum muncul sama sekali (?) *ada ga? Ga ada kan yah?._. tapi ini juga aku udah berusaha semaksimal mungkin supaya adil ko, hehe^^

Oke, see you on next chap *bow bareng EXO & SNSD* :3

56 thoughts on “[Freelance] I Got a (Wolf) Boy (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s