[Freelance] Ma Boy (Part 5)

Ma Boy

MA BOY   (FREELANCE) CHAPTER 5

Cast                 = Im Yoona || Jung Jessica || Oh Sehun || Xi Luhan

PG                   = 17

Genre              = romance,friendship

Author             = Shin Hyuna a.k.a Pungky arsita @puncyalcica

Length             = Chapter

“apa lagi yang harus kita diskusikan?”

Suasana cafeteria sekolahan yang tampak ceria di kerumuni oleh namja serta yeoja seusia ketiga siswa-siswi-siswa sama sekali tidak mempengaruhi suasana mencekam diantara mereka. Sedari tadi aura ketegangan terus saja dipancarkan oleh ketiganya.

Yoona~satu-satunya yeoja yang terlibat perdebatan diantara Luhan dan Sehun~ beberapa kali mendengus kesal. Remaja seusia mereka memang paling sulit jika mengendalikan ego masing-masing.

“bukankah sudah kubilang semua hanya salah paham?”desis namja yang bernama Luhan.

“sigh… salah paham eoh?sudah kuputuskan akhiri saja hubunganmu dengan Yoona…”balas Sehun tak kalah skeptis, matanya berbinar seketika melihat ekspresi Luhan yang seolah ingin menerkam Sehun.

“apa hakmu menyuruhku dan Yoona putus?”

Sehun mengaduk-aduk Choco Bubble Tea miliknya,sedangkan satu tangannya yang bebas ia gunakan untuk menggenggam jemari Yoona yang sama sekali tak berminat masuk ke lingkaran perdebatan mereka apa lagi menengahi permasalahan yang diakibatkan kejadian kemarin.

Sehun tahu benar, Yoona sedang gugup saat ini, gugup karena harus menghadapi Luhan, gugup karena ia masuk ke tengah-tengah perdebatan, gugup karena hatinya.

“aku yang mengenalkan Yoona padamu hyung… ingat itu?dan kukira kau namja baik-baik sehingga aku menyerahkannya padamu,tapi nyatanya… kau tak lebih baik dariku…. Dan sekarang sudah kuputuskan~” ia meneguk Choco bubble tea-nya sebelum melanjutkan pembicaraannya dengan Luhan, membasahi tenggorokannya seakan cairan yang baru masuk itu adalah sebuah pelumas yang melancarkan emosinya.

“aku tak akan menyerahkannya lagi pada siapapun,aku sendiri yang akan menjaganya, karena aku mencintainya hyung…”lanjutnya, seakan hati Luhan disambar petir ribuan volt hingga membuatnya hanya bisa menganga menatap tajam kedua orang yang sangat ia sayangi.

“j-jadi kau mencintainya?kau menikungku Sehuna?” emosinya sudah stabil,walaupun masih kentara wajahnya yang diselimuti keterkejutan dan rasa shocknya.

“aku tidak pernah menikungmu hyung,aku juga tidak pernah berniat merebutnya darimu jika saja kau menjawab kepercayaanku padamu,tapi apa yang kulihat?kemarin sudah cukup untuk mengetahui keseluruhan dari semua pertanyaanku selama ini… dan kaulah yang memaksaku akhirnya menyadari perasaanku ini…”

Yoona menatap Sehun dengan tatapan yang sulit diartikan, namja disampingnya enar-benar sudah berubah. Sikapnya yang kekanakan dan manja kepadanya hilang begitu saja ketika berhadapan dengan Luhan saat ini. Entah apa yang ia rasakan, senang, bahagia, sedih… sekaligus kecewa, bagaikan nano-nano yang sulit untuk di presentasikan menjadi beberapa kata sederhana yang mampu dipahami setidaknya oleh dirinya sendiri.

“Yoong… dengarkan dulu penjelasanku… tidak adil rasanya jika kau hanya menjudge-ku dengan kejadian kemarin yang bahkan tidak kau ketahui secara utuh kronologinya…”pinta Luhan setelah beberapa saat ia tercekat dengan penuturan namja dihadapannya.

Yoona mengangkat dagunya untuk memandang Luhan secara penuh, ekspresi yang tergambar di wajah namja itu sungguh beragam, tatapan penuh penyesalan dengan sorot mata yang seolah inilah satu-satunya harapan terakhirnya serta gesture tubuhnya menandakan kesedihan yang teramat.

“kuberi kesempatan kau untuk menjelaskan…”ucap Yoona akhirnya.

Luhan menghirup nafas panjang sebelum mengeluarkan benaknya yang mungkin saja akan mempengaruhi kehidupan, suasana hati dan perjalanan cintanya di hari depan.

“Jessica… Jung Jessica.. adalah mantan yeoja chinguku, tiga tahun kami menjalin hubungan, ia satu tahun lebih tua dariku, tapi hubungan kami sudah berakhir sebulan sebelum aku bertemu denganmu, dan kemarin ia mengungkapkan padaku jika ia masih menyukaiku dan … dia…”

“cukup… cukup sampai disitu, kau masih mencintainyakan?dan… aku hanya bentuk dari pelarianmu…”tangan Yoona mengepal kuat,meremas tangan Sehun yang mendekapnya,menyalurkan rasa sakit di dalam relungnya, berharap semoga dengan berbagi rasa sakit itu ia akan lebih baik.

“ak~”

“Cukup Lu… mungkin kau ingin mengelak jika kau sudah tidak mencintainya lagi… tapi matamu tidak bisa berbohong Xi Luhan…”tuntut Yoona, matanya menelisik setiap jengkal paras namja di hadapannya, dengan tatapan yang mengintrogasi.

“m-mianhe Yoong…”ucap Luhan lemah, wajahnya ia tekuk karena perasaan bersalahnya yang membuncah, hatinya memang tidak sepenuhnya masih dimiliki gadis bermarga Jung yang telah meninggalkannya, 30% tepatnya sudah dimiliki oleh Yoona dan itu semakin membesar seiring waktu, tapi ia tidak mungkin semakin jauh menorah luka dihatinya dengan bersikap egois.

Seulas senyum terpampang dibibir Sehun, keinginannya untuk memiliki Yoona sudah di depan mata,bahkan ia lupa jika ada satu yeojachingunya yang belum ia putuskan,bahkan masih ada satu yeoja ex-yeojanya yang masih berharap padanya.

“baiklah… semua sudah jelas bukan?kita akhiri hubungan kita secara baik-baik,akan sulit kedepannya untukmu dan untukku untuk kembali menjalin hubungan meskipun itu sekadar hubungan persahabatan,tapi aku berniat untuk terus berteman denganmu karena kau orang baik Lu….”

Tanpa mereka sadari buliran air mata sudah menggenang di pelupuk mata namja berwajah bayi itu, tampaknya ia harus menerima kepahitan yang diakibatkan oleh dirinya sendiri.

“ok…”ucapnya singkat.

………………………

Bukankah indah jika akhirnya kita mengakhiri hubungan yang menyakitkan?meskipun akhir dari hubungan itu menorehkan luka yang cukup dalam, itu tak seberapa toh dengan seoring berjalannya waktu luka itu akan menutup dengan sendirinya, dibanding dengan mempertahankan hubungan itu,yang ada akan semakin memperbesar luka.

Sehun membelai surai-surai Yoona yang menangis di pelukannya, hatinya penuh kebimbangan apakah gadis dipelukannya juga merasakan hal yang sama seperti dirinya sat ini, yang begitu menginginkannya. Ia butuh penjelasan, tapi setidaknya tidak sekarang.

Membahas masalah hati disaat lawan sedang kacau bukan solusi yang baik.

“Hunniya…”bisik Yoona pelan, ia sudah bisa mengontrol emosinya.

“hmm….”jawabnya tanpa menghentikan aktivitasnya membelai surai gadis itu.

“kenapa kau mneyukaiku?bukankah kita ini sahabat?”Yoona melepas pelukannya, menatap sepasang sepatu ketsnya seolah benda itu lebih menarik dari pada apapun disekitarnya.

Tentu ia mencoba mencari alibi yang kuat agar tidak menerima tatapan dari Sehun,malu… sangat malu malah. Bahkan ia sendiri bingung dengan perasaannya pada Sehun, yang paling jelas kendalinya atas seluruh saraf ditubuhnya hilang saat namja yang disebutnya sahabat melakukan hal romantis untuknya, setiap sentuhan, ucapan bahkan deru nafasnya adalah candunya.

Emosinya juga sering fluktuatif kala Sehun menggoda yeoja lain atau ada yeoja yang menitipinya surat, coklat dan bunga untuk Sehun.

“kau mau tau jawabannya?”tanya Sehun, tujuannya membuat Yoona menatap matanya sukses. Tanpa pikir panjang ditangkupnya wajah Yoona dengan kedua telapak tangannya, mengeliminasi jarak diantara keduanya,hingga ia bisa merasakan deru nafas lawannya yang tadinya teratur berubah menjadi memburu.

Smirk-nya mengembang merasakan kegugupan yeoja didepannya,namun ia tak mau lagi mengeluarkan kata-kata menggoda, itu bisa merusak suasana yang ia ciptakan.

“aku bertemu denganmu karena takdir… aku berteman denganmu karena itu pilihanku… dan aku jatuh cinta padamu tanpa bisa mngendalikan hal itu….”terangnya.

Romantis. Satu kata yang menggambarkan kata-kata dari Sehun tadi, yeoja normal manapun pasti akan melayang jika di ia diperlakukan seperti itu, kata-kata gombal yang halus namun mengena di hati.

Ia mendaratkan satu kecupan di kening Yoona, tidak lagi di bibir, kecupan yang cukup panjang mengingat ia berusaha menyalurkan apa yang ada di hatinya.

“aku tahu kau masih bimbang dengan hatimu, tapi cepat atau lambat kau akan menyadari hanya aku satu-satunya namja yang menguasai hatimu….”lanjutnya lembut dan penuh penekanan.

Perlahan lengkungan indah terpasang dibibir Yoona, ia sedikit terkesiap begitu Sehun mendorongnya menjauh.

“waeyo?”tanya Yoona kaget.

“kau menghancurkan suasana romantis yang kubuat Na-ya… seharusnya tadi kau tidak tersenyum… i-itu membuatku gugup…”rajuk Sehun yang ditanggapi tawa menggelegar dari Yoona.

“yak… yak… kau… tutup mulutmu… apa wajar tertawa begitu lebar dihadapan kekasihmu?”protes Sehun, tangannya membungkam mulut Yoona.

“hmmmpft… kau lucu sekali Huniya… sungguh… dan siapa yang kekasihku?saat ini aku sedang lajang…”goda Yoona, Sehun mempoutkan bibirnya,memalingkan wajahnya dari sudut lingkup tangkapan retina lawannya.

“aigoo….. kau marah Hunniya?kau marah.. ugh… lucu sekali….”godanya lagi, kali ini tangannya bergerak mencubit kedua pipi namja yang mungkin sudah resmi menggantikan posisi Luhan.

“YAK….”teriak Sehun jengkel, sikap kekanak-kanakannya muncul lagi, bahkan kali ini lebih parah dengan menggesekgesekkan kepalanya di bahu belakang yeojanya. Sedangkan Yoona hanya geli menanggapi tingkah namjanya.

“Sehun ah……”

Satu teriakan yeoja sudah mampu membuyarkan acara manja-manjaan Sehun-Yoona, yeoja yang sangat familiar di antara keduanya yang akhir-akhir ini Sehun lupakan keberadaannya.

“Seohyun….”gumam Yoona,mendapat anggukan dari Sehun. Mata Yoona teralih menatap Sehun, ia tahu jika Sehun masih memiliki hubungan dengan Seohyun.

“tenang saja… mulai saat ini,disini hanya kau…”ucap Sehun meraih tangan Yoona mengarahkannya pada kepalanya.

“otak Oh Sehun yang tampan ini hnya memikirkanmu…”lanjutnya, menurunkan tangannya yang menggenggam kedua tangan Yoona turun ke dadanya.

“dan di dalam hati ini hanya ada nama Im Yoona, satu-satunya yeoja yang menjadi masa depan Sehun dan seluruh keturunannya… aku selesaikan dulu masalahku chagi… annyeong…”ucapnya diakhiri dengan sebuah kecupan lembut di bibir Yoona.

Yoona memandangi punggung Sehun yang menjauh darinya,”apa dia pikir aku akan melahirkan anak-anaknya?bahkan ia masih kelas satu… berani sekali sudah berbicara keturunan?”gumam Yoona, sesekali senyum malu-malu terlihat di wajahnya mengingat keromantisan dari Sehun.

Tangannya mengibas-ngibas di depan wajahnya merasakan hawa panas aneh yang mengikir tubuhnya,padahal saat ini sedang musim dingin.

Tak jauh dari bangku taman tempat Yoona duduk ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi kegiatannya, termasuk saat-saat romantisnya bersama Sehun. Seorang yeoja,berseragam sama seperti Yoona, membalikkan badannya, rimbunan semak-semak melindunginya dari pandangan orang lain.

Beberapa kali yeoja bername-tag Choi Jinri itu menepuk-nepuk dadanya,buliran-buliran air mata jatuh dengan deras meninggalkan jejak di wajahnya yang cantik.

“sudah kuduga begini jadinya… kau keterlaluan Sehuna… aku sudah berkorban dengan pindah sekolah disini untuk mendapatkanmu kembali,tapi…. Apa aku terlambat…”isaknya tertahan, “aku Choi Sully,akan merebutmu dari Yoona eonnie….”tekadnya.

END.

Hahahay akhirnya ni ff end juga,sesuai dengan kemauan readers lu ya Yoonhun bersatu Yeay…. Ugh…. RCL ne… don’t Bash ingat… and annyeong…….

Advertisements

26 thoughts on “[Freelance] Ma Boy (Part 5)

  1. bgs thor..
    tp jangan end dulu donk..
    masih pgn tau hub seyoon yg penuh lika liku krna di ganggu choi sulli.. di tggu sequel nya ya thor

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s