[Freelance] All My Love is for U (Chapter 9)

all my love is for u

All my love is for U chapter 9

 

Author : RYN

Length : multichapter

Rating : PG 17 (sewaktu-waktu bisa berubah)

Main cast :

@ Baekhyun Exo K

@ Taeyeon SNSD

Other cast : silahkan temukan sendiri

Genre : drama,romance,Fluff

Don’t plagiat, don’t copy paste without my permission!!

Aku tidak pernah memberikan izin pada siapapun untuk membuat cerita berdasarkan fanfic ini!!!

***

“terima kasih atas bantuan anda, aku benar-benar sangat berterima kasih”

Pria tua itu hanya terkekeh pelan mendengarnya. “itu bukan masalah besar tn Jung. Kuharap putrimu bisa beradaptasi dengan lingkungan baru secepatnya. Aidan pasti akan banyak membantunya”

“lalu bagaimana dengan perjodohan mereka berdua? kapan kita mengumumkan berita resminya?”

“secepatnya” jawab Robert. tn Jung tersenyum puas mendengarnya. “jika mereka cocok dan kedua-duanya setuju, kita akan segera mengatur semuanya”

Kening tuan Jung mengernyit. Fakta bahwa Robert kelihatan tidak yakin dengan jawabannya membuatnya khawatir. Dia sudah lama menantikan perjodohan ini dan menginginkan putrinya menjadi bagian keluarga Royal family Lee, tapi mendengar jawaban itu membuatnya tidak puas. Dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. dengan menjadi bagian keluar Lee, status keluarga mereka pun akan terangkat terlebih Aidan adalah satu-satunya pewaris tunggal warisan Robert. Siapapun pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu.

“aku mengerti” tn Jung melepaskan tawa paksanya. Dalam hati dia telah memutuskan untuk segera menghubungi Sohee dan menyuruhnya terus mendekati Aidan apapun yang terjadi.

– – –

“anda yakin dengan ini tuan?” tanya mr Choi pada Robert yang tampak sedang memikirkan sesuatu.

“awalnya aku sangat yakin tapi sekarang…entahlah” Robert menjawabnya. dia sudah mendengar sendiri jawaban Aidan yang menolak perjodohan itu dan diapun sangat tahu bagaimana sifat cucunya itu jika dia telah berkeras. Tapi, itu tidaklah cukup. Dia sangat tahu bagaimana Aidan sangat menyayanginya dan menghormatinya jadi tidak mungkin dia tetap akan menolak jika dia memintanya lagi. meskipun dia tidak begitu mempercayai pria bermarga Jung itu, setidaknya dia bangga karena telah menemukan pasangan yang cocok untuk cucunya yaitu Jung Sohee.

Melihat ekspresi tuannya, Mr Choi menjadi sedikit khawatir. Dia yakin Robert telah memutuskan sesuatu terhadap Aidan dan ini sangat buruk jika Aidan tahu apa yang telah direncanakan untuknya. Mr Choi sudah mengenal Aidan sejak lama dan dia tahu betul apa yang akan dilakukan anak itu jika orang disekitarnya terlalu memaksanya.

“anda tetap akan merencanakan perjodohan mereka tuan?”

Robert tersenyum puas. “Aidan sangat beruntung memiliki gadis itu sebagai calon istrinya”

Mr Choi terdiam. sifat Robert dan Aidan tidak jauh berbeda. *kuharap juga begitu tuan* batinnya.

“ada apa Mr Choi? Kau sepertinya tidak setuju dengan pemikiranku”

Mr Choi tersentak kaget lalu segera memperbaiki sikapnya. “maafkan aku tuan..hanya saja aku tidak yakin Aidan akan menyukai berita ini. maksudku kita tahu sendiri seperti apa Aidan, jika dia mengatakan tidak menyetujuinya, dia akan selalu seperti itu” ujarnya mengeluarkan pendapat.

“menurutmu begitu?” Robert tersenyum penuh arti dan Mr Choi langsung tahu apa maksud ekspresi itu.

***

Baekhyun sibuk berkutat dengan beberapa dokumen di atas mejanya, namun sesekali berhenti hanya untuk melihat jam tangannya. Senyum terukir di bibirnya lalu kembali menyibukkan dirinya. tepat saat itu, Leo masuk ke dalam ruangannya.

“anda memanggilku tuan?”

Baekhyun mengalihkan pandangannya dari dokumen ke arah Leo yang berdiri tepat di depannya. “aku ingin kau membatalkan jadwal penerbanganku ke Jeju besok”

Tanpa bertanya alasannya, Leo hanya mengangguk patuh. “baik tuan”

Baekhyun kembali sibuk-mengacuhkan Leo yang masih berdiri di hadapannya.

“tuan Lee..” Leo terlihat ragu-ragu dengan apa yang ingin dikatakannya. Baekhyun yang mendengarnya, tetap fokus pada dokumen di tangannya tanpa sekalipun meliriknya.

“katakan Leo”

“nona Jung ingin bertemu dengan anda”

Mendengar nama itu, Baekhyun sontak mengangkat kepalanya. “bagaimana dia bisa kemari?” tanyanya acuh.

“sepertinya tuan Robert yang memberitahunya tentang tempat ini tuan” jawab Leo tetap tenang.

Baekhyun menghentikan kegiatannya sejenak. “apa yang dilakukannya disini?” gumamnya. Dia kurang menyukai kedatangan gadis itu di apartemennya. di sekolah, gadis itu selalu mendekatinya dan itu membuatnya kesal. karena mereka berada di kelas yang sama, ini semakin sulit baginya terlebih lagi dia tak punya alasan untuk menjauhinya. Bukankah itu salah satu permintaan kakeknya?

Baekhyun bukan ingin menerima begitu saja permintaan kakeknya, dia sebenarnya telah memikirkan ini jauh setelah pembicaraan dengan kakeknya beberapa waktu yang lalu. Hubungan kakeknya dan tuan Jung sangatlah dekat begitupun hubungan perusahaan mereka. begitulah info yang di berikan oleh Leo padanya. keluarga Jung sudah seperti keluarga mereka sendiri dan sebagai cucu Robert, dia tidak bisa menampakkan ke egoisannya begitu saja dan membuat hancur hubungan baik mereka. namun demikian, dia sudah bertekad akan berbicara dengan kakeknya sepulangnya dari Korea nanti.

Melihat Baekhyun masih berkutat dengan pikirannya, Leo berinisiatif bertanya kembali. “apa anda ingin menemuinya tuan?” tanyanya hati-hati. dia sangat tahu Baekhyun tidak menyukai gadis itu. tapi, membiarkannya menunggu terlalu lama diluar membuatnya tidak tega. Leo yakin, Baekhyun bisa saja mengacuhkan gadis itu jika ia tak mengingatkannya.

Baekhyun tidak menjawab, dia bangkit dari kursinya lalu melangkah keluar di ikuti Leo. Bunyi pintu yang baru saja terbuka membuat Sohee menoleh. gadis itu tersenyum manis pada Baekhyun yang berdiri di depan pintu.

“masuklah” ekspresi yang ditunjukkan Baekhyun tetap datar. Sama seperti saat mereka berada di sekolah.

Tanpa menunggu lagi, Sohee segera masuk ke dalam. dia sudah menduga kalau Baekhyun tidak akan senang dengan kehadirannya terbukti dari ekspresi dingin yang di tunjukkannya sekarang. tapi baginya itu tak menjadi masalah karena setidaknya pria itu mau membuka pintu untuknya.

“aku akan kembali ke tempatku tuan. Jika anda menginginkan sesuatu, anda tinggal menghubungiku” Leo pun pamit yang hanya di jawab dengan anggukan kecil dari Baekhyun.

Sepeninggal Leo, Baekhyun mempersilahkan Sohee duduk lalu menghilang ke dalam kamarnya. tidak berapa lama kemudian dia kembali dengan pakaian yang rapi.

Sohee tak memungkiri jika ia terpesona pada Baekhyun. pria itu dari segi apapun tetap terlihat sangat tampan. Tapi mengetahui Baekhyun akan pergi, sebersit perasaan kecewa ada dalam hatinya.

“kau mau pergi?” Sohee tetap bertanya meskipun ia tahu jawabannya.

Baekhyun tidak menjawabnya. dia berjalan ke tempat Sohee dan duduk berhadapan dengannya. “bukankah kau ingin membicarakan sesuatu denganku?”

Tatapan dingin Baekhyun dan sikapnya yang acuh padanya membuat Sohee menjadi salah tingkah. Seharusnya dia sudah tahu kalau Baekhyun adalah tipe pria yang dingin, tapi berada berdua bersamanya seperti ini entah mengapa membuatnya gugup.

“mm..” Sohee semakin gugup. dia bahkan tanpa sadar mengepal kedua tangannya kuat-kuat di atas pangkuannya. jantungnya berdebar-debar karena Baekhyun menatap lurus padanya. meskipun tak ada ekspresi disana, dia tetap merasa senang. “a-aku minta maaf karena telah datang kemari tanpa memberitahumu..” Sohee memulai. Baekhyun hanya diam mendengarkan. “ayahku sudah menceritakan semuanya termasuk tentang perjodohan kita” gadis itu sengaja mengecilkan suaranya di kalimat terakhir, kepalanya menunduk-tak berani memandang Baekhyun. Dengan wajah sepolos itu, gadis itu bisa saja membuat orang tertarik padanya hanya dengan sekali lihat. Tapi itu tidak berlaku bagi Baekhyun. pria itu tetap diam dengan ekspresi datar seolah tak begitu peduli dengan apa yang dikatakannya.

“apa yang sebenarnya ingin kau katakan padaku?”

Pertanyaan dingin Baekhyun sontak membuat Sohee tersentak kaget. dia tak menyangka Baekhyun masih bersikap dingin padanya meski ia telah mengingatkannya tentang perjodohan mereka. Sohee hanya tidak tahu saja kalau saat ini Baekhyun sedang berusaha menahan amarahnya.

“a-aku..”

“aku sudah menolak perjodohan ini dan kurasa semuanya sudah jelas sekarang. kau tidak perlu bersusah payah kemari hanya untuk memberitahuku hal itu”

Sohee terkejut. Ucapan Baekhyun sangat menusuk hatinya dan dia berusaha sebisa mungkin menahan air matanya. dia merasa di permalukan karena harga dirinya terluka. Dia yang begitu antusias dengan perjodohan mereka harus menelan kenyataan pahit bahwa Baekhyun tidak pernah menganggap perasaannya dan berbicara seperti tidak terjadi apa-apa. tapi apa yang diharapkannya? Dia sendiri tahu Baekhyun tidak menyukainya tapi masih berharap pria itu menyetujui perjodohan mereka.

Sejak pertama kali melihat Baekhyun di acara ulang tahun perusahaan ayahnya di New York, dia sudah jatuh cinta padanya. dia tak pernah menyangka pria yang disukainya ternyata adalah orang yang akan di jodohkan dengannya. saat mendengar berita itu dari ayahnya, dia sangat bahagia hingga tak bisa tidur. Tapi kembali lagi pada realita, Baekhyun telah menyukai gadis lain dan gadis itu adalah seniornya. Kim Taeyeon. bagi Sohee, segalanya bisa menjadi mudah jika dia berusaha dan untuk itu, dia bertekad untuk mengambil kembali miliknya. Sesuai pembicaraannya dengan ayahnya, dia akan berusaha mendapatkan Baekhyun.

“aku mengerti” suara Sohee yang pelan menutup pembicaraan mereka.

Baekhyun beranjak dari tempat duduknya. “aku akan menyuruh Leo mengantarmu pulang”

“tidak perlu” Sohee memaksakan senyumnya. “aku akan menyuruh supir menjemputku” ucapnya.

Setelah mengucapkan selamat tinggal, Sohee pun bergegas keluar dari apartemen itu. dia tidak ingin melihat Baekhyun yang terus tersenyum sambil memandangi ponselnya sejak pembicaraan mereka. dia gerah dan muak melihat pemandangan itu. seharusnya senyum itu untuknya tapi Taeyeon mengambil itu darinya.

– – –

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Seohyun. gadis itu melirik jam dinding di depannya dan sebaris senyum terukir di bibirnya. dia menghentikan kegiatannya sejenak lalu beranjak untuk membuka pintu.

“Baekhyun” senyumnya mengembang saat mendapati Baekhyun telah berdiri di depan pintu rumahnya-tersenyum sepertinya. “masuklah, Taeyeon unni sudah menunggumu sejak tadi” ucapnya sembari mempersilahkan pria itu masuk.

Taeyeon memang sudah memberitahunya kalau Baekhyun akan datang berkunjung. Oleh sebab itu, sementara Taeyeon mempersiapkan dirinya, dialah yang akan menemani Baekhyun sembari mengerjakan PRnya.

“unni sedang mandi” Seohyun seolah tahu apa isi hati dan arti pandangan Baekhyun padanya. melihat anggukan Baekhyun, Seohyun tersenyum. *aku jadi penasaran, apa saja yang dibicarakan unni saat bersamanya* pikirnya. Baekhyun yang tak banyak bicara padanya tentu membuatnya penasaran bagaiman interaksi unninya dengan pria itu. dia hampir tak percaya kalau pria di depannya itu kini adalah kekasih unninya.

Sementara Seohyun sibuk mengerjakan PRnya, Baekhyun melayangkan pandangannya ke sekitarnya. matanya menelusuri setiap sudut rumah itu dan berakhir pada sebuah meja dimana banyak foto terpajang di atasnya. Perlahan, dia bangkit dari kursinya menghampiri benda yang telah membuatnya tertarik. senyum lembut menghiasi wajahnya kala matanya terpaku pada sebuah foto dimana Taeyeon berpose cute disana. *dia tak pernah berubah* gumamnya dalam hati sambil mengingat pertemuan pertamanya dengan Taeyeon di taman itu.

“kau sepertinya sangat menyukai Taeyeon unni”

Baekhyun hanya menoleh sekilas dan kembali tersenyum pada foto di dalam bingkai biru yang dipegangnya. “aku sangat menyukainya”

Tawa kecil Seohyun terdengar segera setelah ia mengakhiri peryataannya. Dia meletakkan bingkai foto itu pada tempatnya kemudian kembali ke tempat duduknya.

“kau tahu, unni telah menyiapkan makan malam untukmu” Seohyun kembali berbicara. matanya fokus pada buku pelajarannya tapi mulutnya sibuk membicarakan tentang apa yang seharian dilakukan Taeyeon. tentu saja Baekhyun sangat tertarik mendengarnya. apapun yang dilakukan Taeyeon selalu menarik baginya meski itu hanya hal-hal kecil. “karena dia tidak tahu makanan apa yang kau suka, dia jadi memasak banyak makanan hari ini”

Baekhyun sekali lagi tersenyum. dalam hati dia merasa sangat senang karena Taeyeon begitu memperhatikannya.

“dan kau tahu apa yang ia kata-“

“Seo!”

Seohyun terlonjak kaget. Taeyeon telah berdiri di atas tangga dengan wajah yang cemberut. Semburat pink menghiasi kedua pipinya dan dia tidak tahu bagaimana menyembunyikannya. Seohyun sudah berbicara banyak pada Baekhyun, jika saja dia tak datang secepatnya, mungkin seluruh rahasia tentangnya yang menyangkut Baekhyun akan terpapar dari mulut gadis itu.

Baekhyun hanya tersenyum melihat ekspresinya. Dia bisa membaca kalau gadis itu malu karena Seohyun telah memberitahu semuanya padanya.

“unni~mianne” Seohyun meminta maaf sambil mengedip-ngedipkan matanya tapi malah mendapat tatapan tajam dari Taeyeon.

Tawa Baekhyun yang terdengar membuat Taeyeon semakin malu. dia mengira Baekhyun menertawainya. Tapi jika di tilik lebih jelas, Baekhyun tak bisa menahan senyumnya karena ke cute-annya. Hanya dengan melihatnya, jantungnya berdetak sangat kencang hingga serasa ingin meledak. Gadis itu terlalu sempurna baginya dan dia sangat beruntung memilikinya.

“Baekhyun” Taeyeon menghampiri pria itu. senyum malu-malu nampak di wajahnya. “maaf membuatmu menunggu lama” ucapnya.

“aku sempat berpikir, sepertinya kau lebih menyukai kamar mandimu dibandingkan diriku”

Taeyeon bersemu merah mendengar Baekhyun menggodanya. “i-itu..a-aku..maksudku..aku..tidak..” Taeyeon mendadak menjadi gugup, Seohyun yang melihatnya berusaha menahan senyum gelinya.

*Taeyeon unni sungguh tak bisa menyembunyikan perasaannya di depan Baekhyun*

Baekhyun tiba-tiba menarik Taeyeon ke pelukannya membuat gadis itu mengejapkan matanya karena kaget. “its ok. Aku bisa menunggu lebih lama dari ini” suaranya yang lembut selalu bisa membuat Taeyeon merasa tenang. gadis itu pun membalas pelukannya sambil berusaha mengontrol debaran jantungnya. Untuk beberapa saat mereka seolah lupa dimana mereka berada sampai akhirnya, sebuah suara menginterupsi mereka.

“ehm”

Taeyeon segera melepas pelukannya dan menjauhkan dirinya. ekspresi Baekhyun langsung berubah kecewa karenanya. Dia kelihatan belum rela melepaskan Taeyeon.

“ahhh…panas.panas.panas…” Seohyun memalingkan wajahnya ke tempat lain sambil berpura-pura mengipas-ngipas wajahnya dengan kedua tangannya. “sepertinya ruangan ini sedikit HOT” tambahnya sengaja menggoda Taeyeon.

“y-ya Seo!” teriak Taeyeon. dia gagal menyembunyikan wajahnya yang telah merah padam karena Seohyun menggodanya.

“aku akan ke kamarku sekarang unni. Selamat menikmati waktu kalian berdua” seru Seohyun berlari ke arah tangga. “aku janji tidak akan mengganggu!”

“SEO!!”  Taeyeon ingin sekali menyembunyikan dirinya di dasar lubang yang paling dalam agar siapapun tak bisa melihat wajahnya yang mungkin sekarang telah menjadi seperti kepiting rebus.

Berdua saja dengan Baekhyun masih membuat Taeyeon merasa canggung apalagi setelah Seohyun menggodanya. Dia masih merasa kaku harus bagaimana memulai interaksi dengan Baekhyun karena pria itu selalu yang lebih dulu memulai ketimbang dirinya.

“B-Baekhyun..mmm…kau ingin makan sekarang?” Taeyeon segera merutuki dirinya setelah menanyakan hal itu padanya. terutama karena kegugupannya.

Baekhyun hanya tersenyum. dia kemudian menggenggam tangan Taeyeon dan menariknya ke kursi sofa yang tadi di dudukinya. Mereka berdua duduk berdampingan dengan kedua tangan saling menggenggam. Baekhyun kemudian menyentuh kepala Taeyeon agar menyandar di bahunya tanpa melepaskan genggaman tangannya. Taeyeon tak menolak tindakannya, dia malah menikmatinya meskipun awalnya dia sempat merasa nervous karena mengingat skinskip yang mereka lakukan beberapa hari yang lalu. Beberapa detik setelahnya, suasana mereka berubah hening. hanya bunyi detik jam dinding yang terdengar sepanjang kediaman mereka.

“lusa aku akan berangkat ke Jeju” Baekhyun akhirnya memecah kesunyian di antara mereka. Taeyeon cukup terkejut mendengar berita itu. gadis itu sedikit menjauhkan kepalanya agar dapat melihat wajah Baekhyun dengan jelas. keningnya mengernyit heran seolah ingin tahu.

Baekhyun menatapnya dan tersenyum lembut, kedua lengannya kini mendekap tubuh mungil itu-menariknya hingga jarak di antara mereka lenyap. Taeyeon menyandarkan kepalanya di dada Baekhyun dengan senyum di wajahnya. Dia cukup kaget sekaligus bahagia ketika mendengar detak jantung pria itu berdetak kencang sepertinya.

“apa yang kau lakukan di Jeju?” tanyanya pelan.

“ada yang harus ku kerjakan disana”

“berapa lama?” tadinya dia hanya ingin bertanya alasan Baekhyun ke Jeju, tapi mendengar jawabannya, rasa ingin tahunya semakin besar mendorongnya hingga pertanyaan bernada posesif itu keluar dari mulutnya. Kemungkinan karena dia tidak rela Baekhyun pergi meninggalkannya.

Tubuh Baekhyun bergetar, pria itu terkekeh pelan. Taeyeon menggigit bibirnya, malu karena perasaannya ketahuan oleh Baekhyun. Baekhyun mengecup puncak kepalanya dan menyandarkan dagunya disana. “aku tidak akan lama” ucapnya.

Taeyeon memejamkan matanya, membiarkan hidungnya menghirup dengan rakus aroma tubuh Baekhyun. belum apa-apa dia sudah mulai merindukan Baekhyun dan itu membuatnya semakin tidak rela Baekhyun pergi darinya. Taeyeon baru menyadari, dia ternyata sangat menyukai Baekhyun, atau mungkin telah mencintainya.

Baekhyun merasakan kediaman Taeyeon. dia meregangkan pelukannya hingga bisa menatap wajah gadis itu. Taeyeon masih belum mengangkat wajahnya hingga dia harus menggunakan sebelah tangannya untuk mengangkat dagunya-sedikit memaksa agar bisa melihatnya. Baekhyun terkejut ketika melihat air mata yang jatuh membasahi pipi Taeyeon. Hatinya sakit mengetahui gadis itu menangis karenanya. Taeyeon memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut Baekhyun di pipinya saat mengusap air matanya. dia tak tahu kenapa dia tiba-tiba berubah menjadi gadis cengeng seperti ini di depan Baekhyun. pandangan Baekhyun yang hangat dan senyumannya yang lembut membuatnya semakin mencintai pria itu.

“aku tidak akan membuatmu menungguku terlalu lama.” Baekhyun tersenyum padanya. “aku akan segera kembali.”

Taeyeon hanya mengangguk kecil. hanya mendengar ucapan itu sudah membuatnya sangat bahagia dan kesedihan yang dirasakannya perlahan-lahan menghilang meskipun ada setengah dari dirinya masih memegang perasaan itu. Baekhyun kemudian meraih wajahnya dan menatapnya dalam-dalam. jika boleh jujur, menatap Taeyeon sedekat ini membuatnya tidak bisa mengendalikan dirinya. ada sebuah dorongan kuat dalam dirinya untuk mencium bibir gadis itu saat ini. jika saja ia tak mengingat hubungan percobaan mereka, dia mungkin saja langsung mengklaim bibir itu sebagai miliknya. Namun, dia tidak ingin membuat Taeyeon menjadi membencinya karena hal itu. dia sadar, dia harus menunggu lebih lama walaupun mungkin akhirnya nanti akan membuatnya kecewa.

Taeyeon mengejapkan matanya, wajah mereka yang sedekat ini membuatnya semakin gugup dan jantungnya berdebar kencang. Dia merasa belum siap jika Baekhyun menciumnya sekarang. Ini adalah ciuman pertamanya, tentu dia harus mempersiapkan diri sebelumnya. Meski ada sebagian dari dirinya yang juga menginginkannya, entah kenapa dia tetap masih belum siap.

Merasakan ketidaknyamanan Taeyeon, Baekhyun segera merubah sikapnya. Dia kembali membawa tubuh gadis itu kepelukannya. Untuk beberapa saat ruangan itu kembali hening tanpa satupun dari mereka yang berbicara.

Kruuyyk..kruuyyk..

Taeyeon mengerjapkan matanya begitupun Baekhyun. sedetik kemudian wajahnya memerah karena malu, dia tak percaya kalau bunyi yang berasal dari perutnya itu telah mempermalukannya di depan Baekhyun. *bagus Taeyeon..sekali lagi kau mempermalukan dirimu di depannya* Taeyeon merutuki dirinya sambil menundukkan kepalanya. *ugh!bisa-bisanya perutku merusak reputasiku!ini sungguh memalukan*

Baekhyun yang melihatnya hanya tersenyum geli. dia menyukai ekspresi gadis itu. ekspresi malu-malu yang membuatnya ingin…menciumnya. Baekhyun segera menggelengkan kepalanya menepis apa yang baru saja terlintas di kepalanya.

“aku lapar..bisakah kita makan sekarang?” tanya Baekhyun.

Taeyeon mengangkat kepalanya, Baekhyun sedang tersenyum lembut padanya. Taeyeon tahu, Baekhyun sengaja bertanya seperti itu agar ia tidak canggung setelah apa yang terjadi. Perlahan, Taeyeon tersenyum kemudian mengangguk.

Malam itu mereka menikmati makan malam yang telah di sediakan oleh Taeyeon. dan kabar baiknya, Baekhyun ternyata sangat menyukai seluruh makanan yang di masak Taeyeon bahkan menjadikannya sebagai makanan favoritnya. Tentu saja Taeyeon sangat senang. Dia tak mengira Baekhyun akan menyukai seluruh makanannya.

***

Hari ini sekolah terlihat ramai dari hari biasanya. Beberapa gerombolan siswa yang datang dari berbagai sekolah, mulai memasuki gerbang sekolah Star Academy. Kepala sekolah secara resmi telah membuka festival sekolah hari ini. hari pertama di bukanya festival sekolah dimulai dengan pertandingan persahabatan tim basket Star Academy melawan tim basket dari sekolah Kirin.

Gedung olahraga yang sangat luas itu kini telah di penuhi dengan banyaknya siswa dan siswa yang ingin melihat pertandingan basket itu, begitupun dengan Taeyeon, Miyoung dan Seohyun. mereka bertiga sudah sejak tadi berada di sana meskipun pertandingan baru akan di mulai satu jam lagi. suara riuh dari sorakan penonton yang rata-rata adalah para siswi, menggema di dalam ruangan. Mereka tak berhenti menyemangati kedua tim yang akan bertanding.

“unni, aku dan Miyoung unni akan mengambil minuman”

Taeyeon hanya mengangguk. “cepat kembali. Aku tidak nyaman sendirian”

Miyoung memutar bola matanya. “kau akan segera merasa nyaman saat melihat Baekhyun keluar dari sana”

Wajah Taeyeon langsung bersemu merah. “y-yaa..! ini tidak ada hubungannya dengan dia. Kita kemari untuk mendukung Channie dan tim basket sekolah kita” bantahnya cepat.

“ya~ya~ya~ kau bisa bilang begitu tapi begitu melihat Baekhyun, aku yakin kau hanya akan bersorak untuknya”

“ya Miyoung-sshi!!”

“pssh..aku sudah mendengar semuanya dari Seo” Taeyeon langsung melotot ke arah Seohyun yang langsung pura-pura melihat ke tempat lain. “Kau dan Baekhyun melakukan apa di ruangan keluarga kita yang berharga? Jangan katakan kalau kalian..”

“YAA!” teriak Taeyeon yang kemudian refleks menutup mulutnya. orang-orang di sekitarnya kini memandang ke arah mereka dengan tatapan aneh. Taeyeon memasang senyum kakunya lalu mendelik kesal pada Miyoung yang tampak cuek saja. “aku.tidak.melakukan.apapun.dengannya” desisnya.

Miyoung mengernyitkan keningnya kemudian menoleh pada Seohyun. “kau bilang mereka berciuman. Apa kau yakin Seohyun?”

Taeyeon langsung membulatkan matanya. dia dan Miyoung kini fokus menatap Seohyun. bedanya, Miyoung dengan pandangan ingin tahu sementara Taeyeon, dari tatapannya sudah membuat Seohyun takut.

“err..itu…aku mungkin salah lihat” Seohyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir.

“argh…” Miyoung mengeluh. “seharusnya aku membolos kerja saja tadi malam”

Taeyeon melotot tajam padanya. “kau benar-benar mau mati?”

Miyoung hanya nyengir. “aku hanya bercanda”

“mian unni. Miyoung unni memaksaku menceritakan apa saja yang dilakukan Baekhyun tadi malam padamu” Seohyun tampak merasa bersalah.

“oh gosh Seo..demi tuhan, aku tidak melakukan apapun dengannya! dan dia juga TIDAK melakukan apapun padaku! intinya TIDAK ADA apapun yang terjadi di antara kami!” tandasnya menekan setiap kata ‘tidak’ di kalimatnya.

“sheesh..relaks Taeyeon. kau tidak perlu sampai seperti itu. bukankah itu adalah hal yang wajar jika kalian sampai…”

“YAA!!”

Semua mata lagi-lagi melihat ke arah mereka bertiga.

“sebaiknya kami pergi sekarang. bye!” Miyoung dan Seohyun mengedipkan mata mereka lalu meninggalkan Taeyeon yang sibuk menutup mukanya dengan telapak tangannya. dia sangat yakin, keduanya sengaja menghindarinya.

Pertandingan akan segera di mulai. Suara sorakan makin terdengar keras kala para pemain basket muncul di lapangan. Taeyeon memandang sekelilingnya dengan pandangan tak suka. dia mendengus kesal melihat seluruh penonton yang sebagian besar terdiri dari para siswi bertingkah terlalu berlebihan. Ini hanyalah pertandingan basket tapi mereka bersorak seperti berada di sebuah konser musik. Mereka beramai-ramai meneriakkan nama-nama tim Exo yang jelas-jelas bukan berasal dari sekolah mereka.

Taeyeon menonton dari bangku paling bawah. Dari tempatnya dia bisa melihat dengan jelas Chanyeol, Kai, Sehun, Tao, Luhan dan tentu saja Baekhyun sedang di beri arahan oleh pelatih. Jantungnya tak berhenti berdebar-debar setiap kali melihat sosok Baekhyun. meskipun mungkin Baekhyun tidak bisa melihatnya, dia sudah cukup senang karena pria itu adalah Baekhyun. di matanya Baekhyun terlihat paling bersinar diantara yang lain dan dia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang selalu bersemu merah jika mengingat senyum dan suara lembutnya.

“Chanyeol!!!”

“Kai!!”

“Sehun!”
“Tao!

“Luhan!!!!”

Taeyeon menutup telinganya, melindungi telinganya dari segala arah. Para siswi-siswi itu benar-benar fangirl tim Exo. Meski begitu, ada rasa senang dalam hatinya karena tidak ada yang memanggil nama Baekhyun. mungkin karena mereka belum mengenalnya, tapi bagi Taeyeon itu sangat menyenangkan. Diam-diam dia tersenyum bangga ketika mendengar bisik-bisik beberapa siswi di sekitarnya tentang siapa pria tampan berkulit putih dengan ekspresi dingin yang berdiri di sebelah Chanyeol. namun lama kelamaan, dia mulai kesal dengan para fangirl labil itu. mereka tidak akan berhenti bertanya pada teman-teman disamping mereka-meski mereka tak saling mengenal hanya untuk mencari tahu nama Baekhyun.

“Baekhyun fighting!!”

Taeyeon mendadak membeku di tempatnya. Dia bersumpah tidak salah mendengar suara itu. suara yang jelas-jelas meneriakkan nama Baekhyun hingga para fangirl di sampingnya ikut meneriakkan nama Baekhyun karena suara itu.

*Sohee?* Taeyeon menangkap sosok Sohee tidak jauh darinya. dia hampir tak percaya kalau Sohee lah yang meneriakkan nama Baekhyun. Sohee menoleh dan tak sengaja bertemu pandang dengannya. gadis itu tersenyum manis seakan tidak terjadi apa-apa.

*tentu saja dia memberi semangat padanya Taeyeon… mereka kan teman sekelas* Taeyeon mencoba berpikir positif meski hatinya merasa tidak enak dengan kejadian itu.

“Taeyeon sunbae..apa kabar?” Sohee telah berada di depannya dan kini membungkuk padanya. “sunbae menyukai pertandingan basket juga?”

Taeyeon hanya mengangguk malas. dia ingin melarang Sohee agar tidak duduk di sampingnya karena itu adalah tempat Miyoung, tapi gadis itu sudah terlanjur duduk disisinya.

“sunbae mendukung siapa di tim Exo?” Sohee bertanya lagi. kali ini dia berhasil membuat Taeyeon hampir tersedak karena pertanyaannya.

“aku mendukung semuanya” Taeyeon menjawabnya tanpa memandangnya.

Sohee mengikuti arah pandangan Taeyeon lalu tersenyum sinis. “kalau aku..aku mendukung Baekhyun”

Taeyeon sontak menoleh padanya namun Sohee terus berbicara seolah tak peduli.

“dia pria yang tampan sunbae dan kudengar dia sangat mahir bermain basket. Aku yakin Baekhyun akan memenangkan pertandingan ini” ujarnya bersemangat.

Wajah Taeyeon merah padam. Dia menundukkan kepalanya sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, berusaha menahan rasa cemburu yang perlahan-lahan menggerogotinya setelah mendengar semua kalimat Sohee. Sohee di sisi lain diam-diam sangat menikmatinya. Dia senang melihat Taeyeon menderita dengan perasaannya sendiri. meskipun gadis itu menutupinya, Sohee tahu kalau Taeyeon cemburu dengan ucapannya tentang Baekhyun.

“omo!” Sohee pura-pura terkejut. “Sunbae mianne…aku terlalu banyak bicara sampai lupa kalau sunbae adalah kekasih Baekhyun..sekali lagi maaf sunbae..aku sangat mengidolakan Baekhyun, oleh sebab itu aku tidak bisa menahan diri jika sudah membicarakan tentangnya”

*apa gadis ini benar-benar serius?* Taeyeon menaikkan sebelah alisnya menatap Sohee yang memberinya senyuman polos. dia tak menyangka gadis seperti Sohee mampu mengatakan semua itu tanpa merasa bersalah sedikipun padanya. gadis itu memang meminta maaf padanya, tapi nadanya terkesan di buat-buat. Jika dia memang meminta maaf, dia tidak perlu berbicara seterus terang itu padanya. atau memang dia sengaja membuatnya cemburu?

“hyung lihat!” Sehun mengangguk ke tempat Taeyeon berada. Baekhyun dan lainnya otomatis mengikuti arah pandangannya.

“wah..noona menonton pertandingan kita” Chanyeol bersorak kegirangan di ikuti Tao dan Sehun.

“Noona! Noona!”

“ck, dia tidak bisa mendengar suara kalian bodoh” Kai memutar bola matanya. ketiganya langsung mendelik kesal ke arahnya karena mengatai mereka bodoh.

Baekhyun tersenyum lembut memandangi Taeyeon dari jauh. Jika saja ini bukan pertandingannya, dia pasti sudah berlari ke tempat Taeyeon dan memeluknya. Sejujurnya, dia merasa kebersamaan mereka terlalu singkat dan dia tidak puas jika hanya sejam dua jam bersamanya.

Luhan menangkap ekspresi frustasi Baekhyun. dia memberi isyarat pada teman-temannya yang lain agar diam dan memperhatikannya. tatapan Baekhyun terus fokus pada Taeyeon. sulit untuk membuatnya mengalihkan perhatiannya meskipun mereka mengambil bola basket dari tangannya.

“jika kau begitu merindukannya, kenapa kau tidak pergi menyapanya?”

Pertanyaan Luhan berhasil membuat Baekhyun menoleh. “pertandingan kita masih beberapa menit lagi. kau masih punya banyak waktu bersamanya”

“kau benar-benar sangat jatuh cinta padanya” Kai menggelengkan kepalanya. matanya beralih memandang Taeyeon. “Taeyeon noona sangat hebat bisa membuat pria sepertimu jatuh cinta padanya sampai seperti ini”

Baekhyun hanya tersenyum tipis dan kembali memandangi Taeyeon yang sibuk berbicara dengan seorang gadis di sampingnya. Senyumnya seketika terhapus dari wajahnya ketika mengetahui siapa gadis yang bersamanya itu.

“eh, siapa gadis yang berbicara dengan Taeyeon noona?” Tao mengernyitkan keningnya.

“tentu saja Miyoung noona atau Seohyun. memangnya siapa lagi?” Sehun memberinya tatapan aneh.

“coba kau lihat baik-baik. kau pikir aku lupa wajah Miyoung noona dan Seohyun?”

Chanyeol menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan Tao dan Sehun yang tak penting. “gadis itu Jung Sohee. Siswi baru di kelas kami” jelasnya yang langsung menghentikan perdebatan itu. Tao dan Sehun melongo.

Sementara itu di tempat Taeyeon dan Sohee..

Taeyeon mulai merasa tidak suka dengan sikap Sohee. Gadis itu berkali-kali meminta maaf padanya dengan menunjukkan senyum polosnya tapi beberapa menit kemudian dia kembali lagi memuji-muji Baekhyun dan bagaimana dia sangat mengidolakannya. Taeyeon mengalihkan perhatiannya ke tempat Baekhyun dan ia tersentak ketika ternyata Baekhyun juga sedang memandang ke arahnya. Baekhyun tiba-tiba melambaikan tangannya sembari tersenyum padanya. Taeyeon tersipu malu, dengan malu-malu diapun mengangkat tangannya melambaikan tangan pada Baekhyun. para fans di sekitar Taeyeon berteriak histeris apalagi ketika tim Exo ikut melambaikan tangan mereka. tentu saja mereka mengira tim Exo melambaikan tangan pada mereka.

Sohee terdiam. dia memperhatikan interaksi Taeyeon dan Baekhyun dengan pandangan cemburu. Dia tidak suka, tidak.. dia membencinya. Sangat membencinya.

“excuse me”

Sebuah suara membuat Taeyeon dan Sohee menoleh. Taeyeon segera tersenyum mendapati Miyoung dan Seohyun datang membawa minuman mereka. Tapi tidak seperti Taeyeon, Miyoung sama sekali tidak tersenyum. dia bahkan melihat Sohee dengan pandangan tidak suka.

“kau mengambil tempat dudukku” ucapnya datar.

Sohee sedikit takut melihat ekspresi Miyoung padanya. “mianne sunbae..aku tidak tahu kalau ini adalah tempatmu” sambil tersenyum kaku, Sohee beranjak dari tempatnya.

Miyoung memutar bola matanya dan duduk di tempatnya. “seharusnya kau bertanya sebelum mengambil tempat orang lain” ujarnya dengan sinis tanpa melihat Sohee yang telah mengambil tempat tidak jauh dari mereka.

Taeyeon menyikutnya, “itu terlalu kasar Miyoung”

Seohyun yang sudah duduk di tempatnya mengangguk setuju membuat Miyoung lagi-lagi memutar bola matanya. “aku hanya berbicara berdasarkan fakta. Lagipula aku tidak menyukai gadis itu” tandasnya.

“kenapa? dia gadis yang cantik dan-“

“wajah cantiknya tidak cocok dengan auranya” Miyoung memotong kalimatnya.

Taeyeon tertawa kecil dengan pernyataannya sementara Seohyun mengeryitkan keningnya.

“sejak kapan kau jadi bisa membaca aura orang lain Miyoung?” Taeyeon bertanya di sela-sela tawanya.

“kau bisa berkata seperti itu karena kau terlalu polos” Miyoung kembali mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Tanpa Taeyeon atau Seohyun ketahui, dia melihat bagaimana Sohee berusaha mendekati Baekhyun meskipun pria itu menunjukkan ketidaksukaannya. Miyoung sengaja tidak memberitahu hal ini pada Taeyeon karena tidak ingin Taeyeon terluka jika mendengarnya. Jika dia bisa memperingatkan Sohee untuk menjauhi Baekhyun, Taeyeon tentu tidak perlu tahu tentang masalah ini dan menjalani hubungannya bersama Baekhyun dengan bahagia.

Taeyeon hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Miyoung yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Sama halnya dengan Miyoung, Seohyun merasa memang ada sesuatu terhadap Sohee. Tapi, dia tidak ingin cepat menarik kesimpulan sebelum memastikannya terlebih dahulu.

***

“noona! Taeyeon noona!”

Seseorang memanggil Taeyeon dari belakang saat dia melewati gerbang sekolah. gadis itu berbalik dan melihat Chanyeol serta teman-temannya melambaikan tangan ke arahnya. Taeyeon menghentikan langkahnya dan tersenyum pada mereka. Chanyeol yang mengapit bola basket di lengannya, setengah berlari ke arahnya di ikuti yang lainnya. Hanya Kai dan Luhan yang tetap berjalan santai di belakangnya.

“aku ucapkan selamat pada kalian. kalian tadi sangat hebat” ucap Taeyeon.

Pertandingan basket tadi berakhir dengan kemenangan oleh tim basket dari sekolah mereka.

“terima kasih karena noona sudah menonton kami” Sehun berujar dengan semangat. Tapi semangatnya menurun ketika mendengar ucapan Tao.

“jangan senang dulu. Taeyeon noona tentu saja menonton pertandingan kita karena kekasihnya ada disana”

“jangan bilang begitu!” Taeyeon langsung memberikan pukulan ringan di lengan Tao. meski tidak begitu sakit, Tao berpura-pura mengusapnya seolah-olah pukulan tadi sangat keras di lengannya.

“aku menonton pertandingan kalian karena ingin mendukung kalian. bukan semata-mata karena ada Baekhyun” Taeyeon membantahnya dengan cepat. tapi begitu melihat smirk di wajah Luhan dan Kai, wajahnya bersemu merah. *aku lupa kalau mereka berdua ada disini. Dua orang yang menyebalkan* rutuknya sambil melotot ke arah mereka.

“noona belum pulang?”

Taeyeon diam-diam berterima kasih pada Chanyeol karena sudah bertanya padanya. setidaknya dengan begini, tidak ada jalan bagi Kai ataupun Luhan menggodanya.

“aku menunggu Baekhyun” jawab Taeyeon sembari tersipu malu. dia ingin sekali menghapus smirk di wajah Kai dan Luhan karena telah melihatnya seperti ini.

Chanyeol manggut-manggut mengerti. Tak lama kemudian dia menepuk ke dua tangannya dengan ceria. “kalau begitu bagaimana kalau kita menunggu Baekhyun bersama-sama?”

Taeyeon membuka mulutnya ingin berbicara tapi Sehun membuatnya kembali terdiam.

“ide yang bagus! Kami tidak mungkin membiarkan noona sendirian disini”

Taeyeon hanya menghela nafas pelan. *sepertinya memang tidak ada jalan lain* dia bukannya tidak ingin mereka menunggu bersamanya, tapi dia malu jika mereka mulai menggodanya lagi karena sikap Baekhyun padanya.

“kenapa noona? Kau sepertinya tidak kelihatan senang melihat kami disini. Apa kau takut kami mengganggu kalian berdua?”

Taeyeon segera melayangkan tatapan mematikannya pada Kai yang tampak tersenyum puas setelah mengucapkan kalimat-kalimat itu.

“kami janji tidak akan mengganggu kalian berdua noona!” Sehun langsung menaikkan dua jarinya dengan ekspresi serius.

Taeyeon menutup mukanya dengan telapak tangannya dan menggeleng tak percaya. *terima kasih Sehun..kau semakin membuatku malu*

Tao dan Chanyeol tersenyum geli mendengar ucapan Sehun dan ekspresi Taeyeon. mereka benar-benar cute dan sangat..polos.

“Sehun hentikan. Kau sama sekali tidak membantu” Luhan menegurnya. Sehun yang tentu saja tidak mengerti maksudnya, mengernyitkan keningnya. Luhan menghela nafas dalam-dalam. terkadang, Sehun akan benar-benar sangat polos di saat-saat waktu yang tidak di ketahui. “tidak akan ada yang menggangu mereka Sehun.. Kai hanya bercanda” jelasnya.

Sehun yang polos hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

Tidak berapa lama setelahnya, bunyi motor terdengar semakin mendekat ke arah mereka. semuanya termasuk Taeyeon menoleh. motor itu berhenti tepat di depan Taeyeon. senyum terukir di wajah Taeyeon ketika Baekhyun membuka helmnya.

“honey, maaf sudah membuatmu menunggu lama” ucap Baekhyun. lembut seperti biasanya.

Taeyeon hanya mengangguk pelan. Baekhyun pun turun dari motornya untuk memakaikan helm pada Taeyeon. Chanyeol dan lainnya hanya tersenyum melihat adegan di depan mereka. mereka sepertinya sudah terbiasa dengan hal itu.

“kalian lebih terlihat seperti pasangan suami istri dibandingkan dengan pasangan kekasih” gumam Chanyeol yang disambut tawa oleh lainnya. Taeyeon tersipu malu sementara Baekhyun tertawa kecil.

“Channie..kau menyebalkan”

Chanyeol hanya tertawa. Dia dan lainnya menyaksikan sosok Taeyeon dan Baekhyun yang perlahan-lahan menghilang dari pandangan mereka.

Dia menghela nafas dalam-dalam, sebaris senyum tipis tersamar di wajahnya. ini sudah beberapa tahun berlalu sejak pertemuan pertamanya dengan Taeyeon di sebuah taman kecil. saat itu dia hanya sekedar berjalan-jalan dan akhirnya bertemu dengan Taeyeon yang sedang duduk di salah satu bangku kecil di taman itu. Taeyeon yang di kenalnya, dari dulu hingga sekarang tak pernah berubah. begitu cute dan polos. meski Taeyeon lebih tua darinya, dia tak pernah merasakan perbedaan umur mereka. dia juga masih mengingat dengan jelas, ketika ia selalu bertemu Taeyeon setiap hari di bangku kecil itu. awalnya dia tidak begitu mempedulikannya, namun seiring waktu dia menjadi penasaran. Hingga suatu hari, dia akhirnya menanyakan alasan kebiasaannya itu padanya.

“apa yang kau lakukan disini noona?” tanyanya ketika memperhatikan ekspresi Taeyeon kecil yang tak berhenti melihat jalan di depannya. “apa kau sedang menunggu seseorang?”

Taeyeon kecil yang saat itu tidak mengalihkan pandangannya dari jalan hanya mengangguk pelan.

Karena semakin penasaran, dia kemudian bertanya lagi. “siapa?”

Taeyeon kecil akhirnya menoleh padanya. “pemilik sapu tangan ini” jawabnya sembari menunjukkan sapu tangan dengan inisial ‘A’ di ujungnya.

Beberapa waktu setelah itu, hubungan mereka menjadi sangat dekat. Taeyeon pun sepertinya mulai melupakan pemilik sapu tangan itu karena dia tidak lagi menunggunya seperti biasa di bangku kecil taman itu. dia sangat senang karena Taeyeon waktu itu menjadi lebih fokus padanya.

“oi Chanyeol! kau tidak mau pulang?”

Chanyeol buru-buru menepis ingatan masa lalunya kemudian berlari ke arah teman-temannya yang lebih dulu berjalan di depannya.

To be continued…

Akhirnya setelah perjalanan yang panjang, chap 9 berhasil di post. sebelumnya aku minta maaf pada para reader yang menunggu kelanjutan ff ini. Sejak bulan ramadhan, kegiatanku lebih sibuk dibanding hari biasanya. Selain kerja ga pernah libur, aku juga harus mempersiapkan menu buka puasa di rumah, trus shalat tarawih dan sebagainya hingga waktu membuat ff ini jadi lebih berkurang. Jadi jika seumpama isinya di dalam agak amburadul, harap di maklumi aja. Aku membuat ini di sela-sela kesibukanku.

–> Ryn

35 thoughts on “[Freelance] All My Love is for U (Chapter 9)

  1. ffnya bagus thor… js pengen baca dr awal…
    q beberapa kali liat di listnya kalo authornya ryn pasti bagus, bahasa n kalimatnya enak dinikmati…
    boleh minta alamat blognya ga thor🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s