(SongFict) Ichiban No Takaramono (GoodBye Day)

1-ichiban

Title : Ichiban No Takaramono (Goodbye Day)

Author : Haru No Sakura Prev is Im Hyun Ah

Genre : Drama/Angst

Length : (Maybe) SongFict

Rating : G

Cast : Xi Luhan

Im Yoona

Other : Kris Wu

Disclaimer : Diambil dari salah satu scene di episode 10 anime Angel Beats. Story bukan milik saya!

.

.

.

Ketika tujuanmu telah tercapai

Kau…

Akan ditiadakan

.

.

.

Lapangan baseball sudah mulai sepi. Mentari telah kembali keperaduannya. Malam akan datang beberapa saat lagi. Namun, kedua anak manusia berbeda gender itu seolah tak mempedulikan keadaan, mereka masih terus melanjutkan permainan, lempar-pukul bola di lapangan luas itu.

Gadis dengan setelan beserta atribut khas pemain baseball terlihat berdiri di salah satu sudut lapangan dengan kedua tangan menggenggam erat pemukul bola. Nafasnya mulai memburu, dan keringat tak henti-hentinya keluar dari pori-pori tubuhnya.

Saat si lelaki melemparkan bola kecil berwarna putih itu kearahnya, ia dengan tenaga yang nyaris habis berusaha memukul bola itu. Namun gagal, ini kegagalannya yang kesekian kalinya.

Ia menyerah, otot-otot tubuhnya tak sanggup lagi melakukan aktivitas, ia jatuh terduduk diatas tanah.

Lelaki berambut pirang itu terdiam sejenak, nafasnya tak kalah memburu. Beberapa detik kemudian ia berlari ringan menghampiri si gadis yang tengah terduduk seraya menundukkan kepalanya.

“Kau tidak apa-apa? Coba lihat tanganmu?” Ucap lelaki bernama Kris itu seraya mendekat.

“Jangan” balas si gadis tegas.

“Sini lihat” dengan setengah memaksa Kris akhirnya berhasil meraih telapak tangan gadis tersebut. Kedua iris miliknya melebar saat mendapati beberapa plester menghiasi jari-jari lentik itu.

‘Memang tidak mustahil sampai seperti ini’ batinnya.

“Dari awal memang tidak mungkin” suara gadis itu membuyarkan lamunan Kris. “Cukup ah mimpinya” gadis itu bangkit dari posisinya. Tangan kanannya menenteng kayu pemukul yang tadinya tergeletak tak berdaya disebelahnya.

“Jangan menyerah” sanggah Kris cepat.

“Terima kasih banyak, ya” balas gadis bernama Yoona tersebut. Kakinya melangkah ringan menjauh dari Kris. “Kenapa kau mau melakukan semua ini untukku?”

Kris terdiam, tak tahu harus menjawab apa. “Itu karena……kau yang mau kan?” Akhirnya hanya itu yang dapat keluar dari bibir Kris “Ayo kita selesaikan” lanjutnya dengan sedikit menaikkan suaranya.

Yoona masih terus melangkahkan kakinya, sampai akhirnya ia berhenti tepat menghadap sinar mentari yang mulai lenyap. Ia mengangkat kayu pemukul itu dan meletakkannya diatas tengkuknya dengan ditahan oleh kedua tangan mungilnya.

“Mimpiku untuk membuat home run kelihatannya cuma mimpi kosong ya? Walaupun aku tidak bisa mencetak home run, tapi kalau aku bisa bergerak seperti ini aku sudah senang. Itu sudah cukup” Gadis itu tersenyum tulus sebelum melanjutkan “Aktif setiap hari sangat menyenangkan” Ia tertawa kecil diakhir kalimatnya.

“Sudah kubilang kan? Karena dulu aku lumpuh…makanya ini sangat menyenangkan untukku” ucapnya ceria sambil menggerak-gerakkan tubuhnya.

Kris masih diam ditempatnya. Matanya terus memperhatikan sosok gadis hyperaktif didepannya dengan segaris senyum tipis.

“Jadi sekarang sudah terwujud semuanya?”

“Terwujud? Apanya?” Yoona berbalik dan menatap Kris bingung.

“Hal yang ingin kau lakukan saat kau tak bisa bergerak” jawab Kris.

Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali “Oh…masih ada satu” ucapnya sedikit pelan dan kembali membelakangi Kris. Mendengar itu Kris dengan sigap berdiri, ingin mewujudkan keinginan gadis itu. Namun kata berikutnya yang ia dengar membuatnya terkejut.

“Menikah”

“Puncak kebahagiaan untuk wanita…tapi menjemur baju saja aku tak bisa, selain itu aku juga tidak mandiri. Cuma jadi masalah, cuma jadi beban…apa ada yang mau menerimaku?” Yoona terus berbicara tanpa memandang Kris, gadis itu membungkukkan tubuhnya dengan menopang pada kayu pemukul yang ia letakkan secara vertikal diatas tanah. Keheningan menyelimuti keduanya selama beberapa menit, Kris tak tahu harus berbuat apa sekarang. Ia hanya mampu menatap gadis itu dari belakang.

“Tuhan itu kejam ya?” Suara Yoona memecah keheningan “Semua kebahagiaanku…semuanya direbut dariku” Tangan gadis itu bergetar seolah menahan tangis.

“Itu…salah…”

“Kalau begitu sunbae…” Yoona menolehkan kepalanya kearah Kris “Apa kau mau menikah denganku?” Yoona menatap lelaki jangkung itu intens, tepat pada kedua manik hitamnya.

“Itu…” Kris tak tahu harus menjawab apa. Mungkin selama ini semua keinginan Yoona bisa ia wujudkan-walau harus mengorbankan banyak hal-, tapi untuk kali ini ia benar-benar tak bisa. Ditengaj kebingungannya, seseorang berteriak. Mengisi kekosongan lapangan baseball itu dengan seruannya yang lantang.

“Aku mau”

Kris maupun Yoona sontak menolehkan pandangan mereka kearah pelaku teriakan itu, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat sosok lelaki berambut pirang pucat berdiri beberapa meter dari mereka dengan tatapan tajam yang terarah kearah Yoona.

“Luhan?”

Pemuda bernama Luhan itu berjalan mendekat kearah Yoona yang masih terpaku ditempat.

“Aku ingin menikahimu” tatapan mata Luhan begitu mengintimidasi Yoona “aku serius” lanjutnya begitu lelaki itu berdiri dengan jarak sekitar satu meter darinya.

Yoona terdiam. Wajahnya menunjukkan raut ketidakpercayaan atas ucapan Luhan, walau jujur hatinya berdesir mendengar kata-kata Luhan. “Jangan bercanda…” Bahu gadis itu meluruh, tatapannya sendu. “Sunbae tidak mengenalku”

“Aku tidak tahu bagaimana kau saat hidup, aku mau menikahimu! Aku tidak peduli apapun kekuranganmu!” Tegas Luhan membalas ucapan Yoona.

“Aku tidak bisa berjalan tahu” timpal Yoona “berdiri saja tidak bisa” lanjutnya sembari menundukkan kepala.

“Aku bilang aku tidak peduli” ucap-atau mungkin- bentak Luhan. Yoona tersentak “Tidak bisa berjalan ataupun tidak bisa berdiri sekalipun…bahkan walaupun kita tak kan bisa punya anak, walau apapun aku mau menikahimu!” Perlahan keraguan yang timbul dihati Yoona terkikis dengan senyuman tipis dibibr mungilnya “Selamanya ingin bersamamu…kau yang disini bukan kau yang lain” Yoona memejamkan kedua kelopak matanya, meresapi setiap untaian kata Luhan yang begit merasuk kehatinya.

“Tapi Yoona…” Luhan kini telah berdiri tepat dihadapan Yoona “Dimanapun kita bertemu, aku tetap menyukaimu. Dalam kesempatan satu banding sejuta untuk betemu lagi denganmu…walaupun kau masih tidak bisa bergerak. Aku akan menikahimu” Luhan tersenyum diakhir kalimatnya, matanya menatap lembut gadis didepannya yang tengah menunduk.

“Tidak mungkin ketemu…” Yoona perlahan mengangkat wajahnya, karena Yoona akan selalu terbaring dirumahnya” setitik cairan bening bergumpal diujung mata indah gadis itu.

Luhan kemudian mendongakkan kepalanya, menatap langit jingga diatas sana “Aku akan bermain baseball, suatu hari aku akan memecahkan kaca jendelamu. Saat itu aku menemukanmu…” Lelaki itu terkekeh pelan “Bertemu disana”

“Setelah kia bicara kita jadi teman, setiap hari aku akan mengunjungimu, belajar menjagamu. Bagaimana?”

“Baik.” Sahut Yoona pelan “Sampai saat itu orang yang menjagaku, ia yang hidup untukku. Ibuku. Tolong jaga dia ya” Luhan tersenyum tulus “serahkan padaku”

Saat itu mereka berdiri saling berhadapan, itu yang terakhir. Dengan sinar mentari yang akan segera menghilang diujung senja seolah membagi cahaya bagi mereka. Seolah memberikan ruang halus agar tak ada yang merasakan kepedihan. Bagi Yoona, lelaki didepannya adalah sebuah anugrah yang Tuhan berikan padanya, selama ini ia membenci hidupnya dan menyalahkan Tuhan atas semua itu. Apa Tuhan memang menyiapkan tempat ini untuk memberikan sebuah kehidupan yang lebih baik baginya? Entahlah. Yang ia rasakan sekarang sangat berbeda, ia merasa sangat bebas, ringan dan mungkin bisa melayang.

“Terima kasih”

.

.

.

Umarette kita koto mou koukai wa shinai

(Aku sudah tidak menyesal dilahirkan)

Matsuri no ato mitai

(Seperti akhir dari karnaval)

Samishi kedo soro soro ikou

(Sedikit menyedihkan tapi waktunya pulang)

.

Doko made month yuku yo

(Dimanapun berada)

Koko de shitta koto

(Dengan hal yang kupelajari disini)

Shiawase to yu yume o kanaete miseru yo

(Mimpi yang disebut bahagia, aku pasti akan mendapatkannya)

.

Kimi to hanarete month donnani tooku natte month

(Walau terpisah darimu, tidak peduli jauhnya)

Atarashii asa ni atashi wa ikiru yo

(Aku akan tetap hidup di pagi esok)

.

Megurutte nagarete

(Banyak hal yang mungkin berubah)

Matahari kini benar-benar terbenam. Berkasnya mengambilnya. Yang tertinggal hanyalah topi hitam, bola beserta kayu pemukul yang sedari tadi digenggamnya. Ia telah pergi. Menyongsong hidup yang lebih dari ini.

Toki wa utsuroi de

(Dan waktunya memudar)

Hanya tersisa dua lelaki dilapangan itu. Angin berhembus pelan, seolah menjadi bisikan tersendiri bagi Luhan. Lelaki itu bisa memandang tribun didepannya, tanpa ada yang menghalangi. Sosok didepannya menghilang.

“Dia senang?”

Luhan mengambil nafas dalam-dalam sembari memejamkan matanya, pertanyaan Kris terlalu ambigu baginya, walau begitu ia mengerti. Kelopak matanya terbuka, ia menatap tanpa arti tiga benda yang tergeletak diatas tanah. Matanya menyiratkan kekosongan.

Mou nani ga atta ka

(Hal yang terjadi sebelumnya)

Sedetik kemudian ia tersenyum. “Pastinya”

Omoidasenai koto

(Aku tidak mengingatnya lagi)

“Bagaimana denganmu?”

Me wo tojite mireba

(Saat kututup mataku)

“Aku akan terus disini sampai akhir”

Dare ka no warai goe

(Kudengar seseorang tertawa)

“Masih banyak mereka yang perlu dikhawatirkan”

Naze ka sore ga ima

(Sekarang karena suatu alasan)

Kris tersenyum simpul “Ya”

Ichiban no Takaramono

(Itulah hartaku yang paling berharga)

.

.

.

Ini yang terbaik bagimu Yoona-ya, dunia ini terlalu kejam untuk kau hadapi. Tapi satu yang harus kau percaya, bahwa suatu saat nanti aku akan menikahimu – Xi Luhan

.

.

.

tumblr_m7eh3uGDXe1qjypm2

FIN

***

Haiii reader#lambai-lambai

Setelah beberapa bulan saya hiatus tak resmi/? Saya sekarang kambek, tapiu bukan dengan ff chapter.

Bagi yang belum ngerti dengan jalan ceritanya, saya anjurin buat nonton animenya, Angel Beats, supaya bisa ngerti maksud ff ini. Tapi kalau yang pengen lihat scene Yui-Hinata yang saya edit jadi scene Yoon-Luhan, silahkan download episode 10 aja, tapi saya gak berani jamin kalian bisa ngerti*plak

Maka dari itu download semua episodenya, gak banyak kok cuma 13 episdoe, cari aja di animekompi#saya kayak promosi ya

Oke deh, saya minta reviewnya minnaaa

13 thoughts on “(SongFict) Ichiban No Takaramono (GoodBye Day)

  1. LuYoon!!! Aaa~ So sweet. Tutur kata dan pembahasaannya bagus. Jalan ceritanya juga. Keren!!! Ditunggu ff LuYoon lainnya

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s