Just Friend

JUst Friend by Lee Midah

Just Friend

“ Nothing more “

Present by

Lee Midah

Artwork by

Lee Midah / Lm Artwork

Wufan Kris Exo – M  || Kwon Yuri SNSD || Jung Jessica SNSD || Xi Luhan Exo-M

Length : Oneshoot || Rating : PG-15|| Genre : Friendship , Sad, Romance, Fluff

Disclaimer :

Story pure mine, Cast belong They self, They Parent, SM and God. If you don’t like pairing don’t read!!! Don’t Bashing!!! Be Friendly ^__^

Typo is art of writting!!!

Happy Raeding ^__^

Seorang gadis terlihat tersenyum ketika seseorang menghampirinya, seseorang yang membuat hidupnya yang dingin dan hampa menjadi menyenangkan. Setelah kehadiran orang itu membuatnya tahu arti kebahagian dan rasa cinta yang tulus. Selalu membuatnya tersenyum dan merasakan indahnya hidup.

“ Apa kau sudah lama menunggu? “, tanya Pria yang menghampirinya kini.

“ Anio, aku baru saja selesai latihan vocal “, jawab gadis itu sambil tersenyum dan pria itu pun ikut tersenyum.

“ Kau pasti lelah Kris, lihatlah keringatmu bercucuran seperti ini“, ucap gadis dengan rambut blonde itu sambil mengusap keringat didahi pria yang bernama Kris yang berstatus sebagai kekasihnya itu.

“ Sebentar lagi akan ada pertandingan basket antar kampus dan aku harus latihan extra untuk menyambutnya “, jawab Kris.

“ Kau haus? “, tanya gadis itu sambil menyodorkan sebotol minuman mineral.

“ Gomawo, Sica-a “, ucap Kris sambil mengambil botol itu dan meneguknya.

Gadis yang bernama Sica atau lengkapnya Jung Jessica itu menatap lekat pada kekasihnya dan menyunggingkan senyum dibibir mungilnya, Kris yang sadar menatap heran pada gadis yang sudah menjadi kekasihnya sebulan yang lalu.

“ Wae? Kenapa kau melihatku seperti itu? “, tanya Kris.

“ Anio, kau begitu tampan sekali “, jawab Jessica membuat Kris tersenyum.

“ Apa kau baru sadar kalau aku ini tampan eoh? “, tanya Kris dengan nada menggoda.

Jessica memukul lengan Kris pelan, lalu keduanya terkekeh bersama. Pasangan yang sangat serasi dan terkenal di kampus. Sang pria kapten basket dan sang gadis sangat populer dikampusnya karena dia cantik dan memiliki suara indah. Mereka selalu membuat orang yang melihat kemesraan mereka iri, sungguh perfect couple.

~o0o~

Seorang gadis menatap sedu kearah pasangan itu, hatinya sungguh sedih melihat kemesraan mereka. Wajahnya memperlihatkan senyum getir seakan menahan rasa sesak didadanya. Bagaimana tidak, pria yang dia sukai selama beberapa tahun ini sudah resmi berpacaran dengan gadis populer yang tidak sebanding dengannya yang hanya yeoja kutu buku dengan novel yang dibawa kemana pun dia pergi.

“ Apa kau merasa sedih lagi? “, tanya seseorang membuatnya menoleh, setelah tahu siapa yang berbicara gadis itu kembali membaca novel yang ada ditangannya.

Seorang pria yang bertanya tadi kini duduk disampingnya membuat yeoja itu semakin tidak nyaman.

“ Jika kau menyukainya, mengapa kau tidak mengatakan padanya? Kalau kau hanya diam mana mungkin dia akan sadar dengan perasaanmu “, ucap Pria itu lagi.

“ Itu bukan urusanmu Xi Luhan-ssi, jadi kau tidak sudah ikut campur “, ucap Gadis itu karena pria yang bernama Luhan ini sering sekali mengganggunya.

“ Tentu saja urusanku, karena kau seperti ini “, ucap Luhan membuat gadis itu mengernyit lalu menatap Luhan.

“ Memangnya mengapa jika aku seperti ini? Lagipula apa pedulimu? “, tanya gadis itu yang kesal.

“ Kwon Yuri, kau tahu kan aku itu menyukaimu makanya aku peduli padamu “, ucap Luhan membuat Yuri menatapnya malas.

“ Aku tahu kau menyukai Kris, tapi dia kan tidak menyukaimu “, ucap Luhan membuat Yuri menatapnya tajam.

“ Apa yang kau tahu tentangku? Lagian aku tidak begitu mengenalmu dan aku yakin kau juga sama. Bagaimana caranya kau bisa menyukaiku? “, tanya Yuri sambil tersenyum sinis.

“ Memang aku tidak tahu tentangmu, kalau begitu bisakah aku mengenalmu lebih jauh supaya aku bisa mengenalmu dengan baik? “, pinta Luhan membuat Yuri kesal.

“ Yuri! “, panggil seorang pria membuatnya dan Luhan menoleh.

Kris menghampiri Yuri dengan Jessica yang menggandeng tangannya. Terlihat keduanya tersenyum senang melihat kearah Yuri.

“ Lihatlah sekarang apa kau akan berpura – pura lagi atau tidak “, ucap Luhan membuat Yuri semakin menatapnya tajam.

“ Anyeong “, sapa Yuri dengan mencoba tersenyum membuat Luhan terkekeh.

“ Yuri-a, Mianhae. Akhir – akhir ini aku tidak bisa bersamamu lagi karena kau tahu kan aku harus bertanding minggu depan “, ucap Kris dengan nada menyesal pada sahabatnya itu.

“ Gwenchana, lagian memangnya siapa kau yang harus menemaniku setiap waktu? Kau juga kan sudah punya kekasih “, ucap Yuri dengan nada bercanda, Luhan semakin terkekeh karena tingkah pura – pura Yuri yang membuatnya sangat lucu.

Yuri menginjak kaki Luhan dan membuatnya diam dan mengaduh.

“ Oia kau pasti Kwon Yuri, Aku Jessica. Kris sering menceritakan tentangmu padaku “, ucap Jessica ramah membuat Yuri heran karena Jessica dikenal dengan sebutan ice princess yang selalu dingin pada semua orang.

“ Jinjja? Apa yang dia bicarakan tentangku? Awas saja kalau dia menceritakan semua yang buruk tentangku “, ujar Yuri sambil menatap Kris dengan memicingkan matanya.

“ Ya! Memangnya aku orang seperti itu? “, tanya Kris sambil memasang wajah polos.

“ Oia Yul, kau tidak ingin mengenalkan kekasihmu padaku? “, tanya Kris sambil melirik Luhan.

“ Kekasih? Dia? Anio, dia hanya orang menyebalkan yang entah datang darimana “, ujar Yuri membuat Luhan tertawa renyah.

“ Oh Luhan-ssi, bukankah kau mahasiswa pindahan dari China itu ya? “, tanya Jessica.

“ Neh, kau benar “, jawab Luhan.

“ Aku banyak mendengar kabar tentangmu “, ucap Jessica.

“ Jinjja? Tapi kenapa gadis di sampingku tidak mengetahuinya ya? “, ujar Luhan sambil melirik Yuri.

“ Memangnya kau member Exo yang harus aku ketahui “, cibir Yuri membuat mereka semua tertawa.

“ Tidakkah aku mirip dengan salah satu membernya? “, tanya Luhan dengan penuh percaya diri membuat Yuri mencibirnya.

“ Oia Yul, kau harus datang ke pertandinganku minggu depan ya “, pinta Kris.

“ Shirheo! Paling juga aku akan menonton kekalahanmu “, jawab Yuri dengan nada mengejek.

“ Huh? Kau meragukanku? Apa kau tidak tahu aku ini pemain hebat di team basket “, ujar Kris .

“ Jinjja? Mengapa hanya aku yang tidak sadar ya? “, ucap Yuri.

Jessica dan Luhan hanya melihat sepasang sahabat itu saling beradu mulut. Ada rasa iri dihati Jessica dan Luhan, Jessica yang merasa kedekatan Yuri dan Kris lebih dari hubungannya dengan Kris dan Luhan yang tahu perasaan Yuri sebenarnya. Tapi bagi Jessica, Kris sudah menganggap Yuri memang lebih dari sahabat, Kris selalu mengatakan Yuri adalah orang yang penting untuknya tapi Jessica adalah orang yang paling dibutuhkannya dan Jessica percaya Kris mencintainya dengan tulus. Luhan hanya tersenyum melihat wajah kesal Yuri bercampur bahagia, dia ingin sekali membuat Yuri seperti itu.

“ Kau menyukainya Luhan? “, tanya Jessica membuat Luhan menoleh.

“ Apa begitu jelas? “, tanya Luhan dan Jessica mengangguk.

“ Dia begitu sulit menerima kehadiran orang baru dalam hidupnya dan dia masih memiliki seseorang dihatinya “, ujar Luhan sambil tersenyum.

“ Jinjja? Setahuku Kris pernah bilang kalau Yuri tidak pernah menyukai seorang pria sebelumnya “, ucap Jessica polos.

Luhan melihat Jessica yang terlihat tidak tahu apa – apa,dia merasa Jessica memang tidak harus tahu tentang kebenarannya tapi Yuri juga tidak seharusnya sakit hati terus menerus.

“ Tenanglah, jika kau tidak terus berusaha aku yakin Yuri akan luluh padamu “, ucap Jessica memegang pundak Luhan untuk memberikan dukungannya.

“ Kau benar, seharusnya aku lebih berusaha keras untuk mendapatkan hatinya “, ujar Luhan melebarkan senyumannya, Jessica pun ikut tersenyum.

~o0o~

“ Oia bagaimana kalau kita berempat mengadakan double date setelah pertandingan Kris? “, usul Jessica saat mereka berempat berada dikantin.

“ Double date? Sepertinya menyenangkan “, setuju Kris.

“ Aku tidak setuju “, tolak Yuri membuat mereka menatapnya.

“ Waeyo Yul? “, tanya Jessica.

“ Kalian enak berpacaran sedangkan aku? Aku tidak mau menjadi kambing conge(?) untuk kalian “, keluh Yuri.

“ Kau ini! Kita kan bilang double date berarti double pasangan dan Luhan kau juga akan ikut kan? “, ujar Kris menatap Luhan.

“ Neh?! “, Luhan kaget dengan ajakan Kris.

“ Kami kan tidak pacaran “, ucap Yuri.

“ Tapi kan Yul, kau bisa jalan bersamanya siapa tahu kalian cocok “, ucap Jessica.

“ Benar, lagian kau ini kan tidak punya kekasih jadi tidak apa – apa kan? “, Setuju Kris membuat Yuri mencibirnya kesal.

“ Apa kau tidak mau berpasangan denganku? “, tanya Luhan pada Yuri.

“ Neh, karena kau menyebalkan “, jawab Yuri.

“ Ayolah Yul, kali ini saja. Lagian selama ini kau tidak pernah mengenalkan kekasihmu kan “, bujuk Kris membuat Yuri berpikir.

“ Aku tidak memilikinya karena aku masih mengharapkanmu Kris “, batin Yuri.

“ Baiklah, tapi dengan syarat kau harus menang dalam pertandingan itu “, jawab Yuri membuat ketiganya tersenyum.

“ Hal itu tidak usah kau ragukan lagi “, ucap Kris.

Luhan menatap ke arah Jessica yang kini mengedipkan matanya, dia pun tersenyum sambil mengucapkan terima kasih. Kris pun tersenyum pada Luhan karena dia bisa melihat kalau Luhan serius dengan perasaannya pada Yuri, setidaknya Kris tidak akan merasa khawatir lagi karena selama ini dia sudah jarang memperhatikan Yuri.

~o0o~

Semua penonton bersorak – sorai mendukung team basket dari masing – masing sekolah. Terlihat Yuri dan Luhan berada di bangku penonton sedangkan Jessica menjadi salah satu team Cheerleaders untuk mendukung kekasihnya.

“ Go Dragon!!! Go! Go! Go Dragon!!! Go! “, sorak para team Cheerleaders.

Kris menatap Jessica dan mengatakan, “ Saranghae… “, tanpa suara yang membuat Jessica tersipu malu. Yuri yang melihatnya hanya bisa menahan perasaan hatinya yang sesak dengan kejadian itu namun Luhan mulai memegang tangannya seakan membuat Yuri merasakan kalau dia masih ada untuknya. Yuri hanya menoleh sekilas ke arah Luhan yang tersenyum padanya.

“ Kau tidak akan pernah melihat padaku kan, Kris? I just friend for you, right? “, gumam Yuri sedih.

“ Jika aku mengatakan hal yang sama, akankah kau melihatku? “, tanya Luhan namun karena suara penonton yang keras membuat Yuri tidak mendengarnya.

Pluit sang wasit berbunyi, terlihat pertandingan basket ini sangatlah meriah. Apalagi saat sang kapten Wu menambahkan skor bagi teamnya. Jessica semakin bersemangat menyorakkan dukungannya pada kekasihnya itu. Yuri pun ikut senang dan sesekali tidak sengaja memeluk Luhan yang membuat hati Luhan senang. Persaingan antara kedua team masih memanas sampai detik terakhir skor menjadi imbang. Saat Kris akan maju dengan membawa bola tiba – tiba ada lawan yang menarik bajunya membuat Kris terjatuh.

Buk!

Kris terjatuh di lapangan dan lututnya terluka membuat semua orang terdiam sambil berdiri. Jessica pun merasa cemas dan hampir saja masuk ke lapangan. Waktu sudah mencapai akhir pertandingan, Wasit memberikan pelanggaran pada team lawan dan memberikan kesempatan untuk shoot terakhir bagi team Kris. Kris mencoba berdiri lalu mengambil bola basket dan bersiap melakukan shoot. Kris menatap keseluruh penjuru lapangan terlihat dia menatap Yuri dan Luhan sambil tersenyum. Kris juga menoleh pada Jessica yang menatapnya khawatir, Kris seolah meminta kekuatan dari kekasihnya untuk melakukan shoot yang akan menjadi penentuan bagi kemenangan taemnya. Kris kembali fokus pada keranjang didepannya, dia pun bersiap dengan bolanya. Semua penonton merasa tegang, apa lemparan ini akan menjadi penentuan kemenangan bagi Taem Kris atau sebaliknya?

“ Tuhan, semoga Kris bisa melakukannya “, harap Jessica dalam hatinya.

“ Kau pasti bisa Kris “, harap Yuri yang juga menatap Kris tegang.

Kris mulai melempar bola basket ditangannya, suasana pun menjadi hening sejenak. Hanya ada suara pantulan bola yang kini mengitari lubang keranjang membuat semua orang menelan ludahnya karena gugup. Dan akhirnya bola itu masuk menjadi akhir dari pertandingan tersebut. Semua orang bersorak gembira menyambut kemenangan bagi team Kris. Jessica pun merasa sangat bahagia, ia berlari menuju Kris lalu memeluknya. Kris mengangkat tubuh mungil Jessica lalu memutar – mutarnya meluapkan rasa gembiranya. Dibangku penonton Yuri sontak memeluk Luhan yang berada disampingnya sambil loncat – loncat gembira. Luhan hanya tersenyum dan membalas pelukan Yuri.

“ Sepertinya kau suka sekali memelukku “, ujar Luhan membuat Yuri terdiam dan langsung melepaskan pelukannya pada Luhan.

“ Mwo?! “, Luhan hanya tersenyum melihat reaksi Yuri.

“ Ya! Itu kan karena aku sedang senang saja “, sangkal Yuri namun Luhan hanya terkekeh karena wajah Yuri yang terlihat merah sekarang.

“ Sudahlah, kita temui mereka! “, ajak Yuri mengalihkan perhatiannya lalu meninggalkan Luhan yang masih terkekeh.

“ Sudah kubilangkan Yuri, aku pasti menang “, ucap Kris bangga sambil menggandeng tangan Jessica.

“ Arraseo “, pasrah Yuri.

“ Jadi kita akan pergi untuk double date kan? “, tanya Jessica terlihat antusias.

“ Tentu saja Chagi, Yuri kan sudah janji “, jawab Kris sambil memeluk Jessica, Yuri hanya memaksakan senyum melihatnya.

Luhan memegang tangan Yuri membuat Yuri menatapnya dan Yuri pun membiarkan Luhan melakukannya karena dia memang butuh pegangan untuk menahan rasa sesaknya lagi.

“ Neh, aku kalah. Tapi kau harus obati lukamu dulu sebelum kita pergi “, ucap Yuri membuat Jessica menatap Kris.

“ Kau terluka Chagi? Eodiseo? “, tanya Jessica khawatir.

“ Gwenchana, ini hanya luka kecil kok “, jawab Kris.

“ Tapi kita harus mengobatinya dulu, Kajja! “, ajak Jessica pada Kris meninggalkan Yuri dan Luhan disana.

“ Gomawo “, gumam Yuri tanpa menoleh pada Luhan.

Luhan menoleh pada Yuri lalu tersenyum, “ Cheonma “.

“ Aku akan berusaha untuk selalu ada untukmu Yuri “, batin Luhan

~o0o~

Kini mereka berempat pergi ke taman hiburan untuk double date. Jessica dan Kris terlihat antusias sekali sedangkan Yuri dan Luhan hanya mengikuti mereka dari belakang.

“ Kalau kau merasa tidak kuat, kau boleh memegang tanganku “, ucap Luhan membuat Yuri tersenyum getir.

“ Apa aku semenyedihkan itu? “, tanya Yuri.

“ Anio, aku hanya ingin kau berbagi kesedihanmu padaku “, jawab Luhan

“ Mengapa kau selalu baik padaku? “, tanya Yuri lagi.

“ Karena… “, belum sempat Luhan menjawabnya suara Kris dan Jessica memotongnya.

“ Yuri! Luhan! Ayo kita naik itu! “, ajak Jessica sambil menunjuk roller coster.

“ Kau takut? “, tanya Luhan membuat Yuri menoleh.

“ Anio, Kajja! Aku ingin berteriak sekencang – kencangnya “, ajak Yuri sambil berlari kearah Jessica dan Kris.

Luhan merasa senang melihat wajah Yuri yang antusias, dia pun mengikuti Yuri menyusul mereka.

“ Jika kau takut, pegang tanganku “, tawar Luhan.

“ Kau pikir aku setakut itu kah? “, ucap Yuri sambil tersenyum sinis.

“ Chagi-a, pegang tanganku ya! “, ucap Kris pada Jessica yang duduk di depan.

Mereka pun menyelesaikan permainan itu dengan Kris dan Luhan yang terlihat mual dan pucat. Yuri dan Jessica hanya tertawa padahal saat naik mereka yang mengatakan jangan takut dan sok jadi pahlawan.

“ Aku ingin naik itu “, ucap Jessica sambil menunjuk sebuah wahana yang menyerupai perahu.

Terlihat wajah Kris dan Luhan yang semakin pucat pasi dan sepertinya keduanya memiliki pemikiran yang sama.

“ Kajja, pasti menyenangkan! “, ucap Yuri.

“ Kalian saja, kami akan menunggu di bangku itu “, tolak Kris dan Luhan pun mengangguk.

“ Aish! Dasar para pria payah! “, cibir Yuri.

“ Kajja Yul! Biarkan saja mereka! “, ajak Jessica menarik tangan Yuri meninggalkan Kris dan Luhan.

Kini hanya ada Luhan dan Kris yang duduk dibangku berdua sambil menunggu para gadis selesai dengan permainannya, mereka pun mengobrol ringan.

“ Luhan, apa kau serius dengan Yuri? “, tanya Kris membuat Luhan menoleh ke arahnya.

“ Mengapa kau bertanya seperti itu? “,

“ Setidaknya aku akan tenang bila dia bersamamu “, jawab Kris membuat Luhan mengerutkan keningnya.

“ Aku tahu tentang perasaannya padaku “, kali ini Luhan menatap Kris tidak percaya.

“ Kau tahu? Tapi mengapa kau berpura – pura tidak tahu? “, tanya Luhan.

“ Aku tahu saat beberapa hari kemarin aku tidak sengaja membaca diarynya, aku merasa bersalah padanya membuatnya merasakan sakit yang tidak seharusnya dia dapatkan dariku. Tapi aku tidak mungkin memutuskan hubunganku dengan Jessica hanya karena itu, aku mencintai Jessica dengan sepenuh hatiku. Aku tahu aku egois tidak memikirkan perasaan Yuri yang menderita tapi aku percaya Yuri adalah gadis yang sangat kuat berbeda dengan Jessica yang memiliki hati yang lemah walaupun dia terlihat kuat diluar tapi sebenarnya Jessica gadis yang rapuh dan aku ingin sekali melindunginya. Yuri berhak mendapatkan kebahagiaan walau bukan denganku “, jelas Kris membuat Luhan terdiam.

“ Aku yakin kau bisa membuatnya mencintaimu Luhan, aku bisa melihat kau begitu peduli padanya, jagalah dia. Aku percaya kau bisa melakukannya “, tambah Kris.

“ Bagaimana jika dia tidak sekuat yang kau pikir? “, tanya Luhan.

“ Aku sudah mengenalnya sejak kami masih sekolah dasar, Yuri bukan orang yang lemah. Walaupun terlihat pendiam tapi keteguhan hatinya melebihi orang lain termasuk aku “, jawab Kris.

“ Apa kau tidak akan menyesal menyerahkannya padaku? “, tanya Luhan membuat Kris menoleh lalu tersenyum.

“ Jikakalau pun itu terjadi, aku mungkin tidak mencintai Jessica dengan tulus. Yuri memang penting bagiku sama halnya seperti Jessica. Tapi kedudukan Yuri dihatiku hanya sebatas sahabat atau adik saja tidak lebih “, Luhan tertawa renyah mendengarnya.

“ Baiklah, tapi kau jangan menyesal jika aku sudah merebut hatinya suatu saat nanti “, ucap Luhan membuat Kris tertawa sambil menganggukan kepalanya.

Tak berapa lama Jessica dan Yuri pun kembali menghampiri kedua pria itu yang masih tertawa.

“ Kalian sedang membicarakan apa? Terlihat senang sekali “, tanya Jessica penasaran.

“ Anio, kami hanya sedang bercerita tentang jaman sekolah Kris dan Yuri “, jawab Luhan.

“ Mwo?! Ya! Wufan, apa yang kau ceritakan padanya? “, tanya Yuri dengan kesal.

“ Hanya sedikit rahasiamu denganku “, jawab Kris.

“ Jinjja? Kau itu tidak bisa menjaga rahasia orang ya!Awas saja kalau kau menceritakan yang tidak – tidak “, ancam Yuri.

“ Dia hanya mengatakan dulu kau itu gadis yang rakus yang bisa menghabiskan 3 piring makanan sekali makan “, ujar Luhan membuat Yuri menatap Kris tajam.

“ Aish! Wufan, Mati kau! “, ucap Yuri namun Kris langsung bersembunyi dibelakang Jessica.

~o0o~

Jessica dan Yuri duduk beristirahat di bangku taman sementara Luhan dan Kris membelikan minuman untuk mereka.

“ Yuri, apa kau tidak memiliki perasaan pada Kris? “, tanya Jessica membuatnya kaget.

“ Mwo?! “,

“ Sebenarnya aku iri dengan kedekatan kalian, aku penasaran apakah kau menyukainya? “, tambah Jessica.

“ Anio, kau tahu kan kami hanya sebatas sahabat tidak lebih. Lagian dia kan berpacaran denganmu “, bohong Yuri.

“ Tapi mendengar cerita Kris tentangmu, mungkin jika aku berada diposisimu aku akan mencintainya “, ujar Jessica.

“ Kris memang namja yang baik, tapi Kris tidak akan main – main dengan perasaannya “,ujar Yuri.

“ Sekali dia mencintai seorang gadis, dia akan melindunginya dengan sepenuh hatinya “, tambah Yuri walaupun hatinya sakit tapi Yuri mencoba lebih tegar didepan Jessica.

“ Neh, kau benar. Semenjak Kris masuk kedalam kehidupanku aku merasa hidupku lebih berarti. Kau pasti berpikir hidupku sempurna sama seperti semua orang pikir tapi kenyataannya aku hanyalah seorang gadis yang rapuh dan butuh perhatian. Semua orang mencoba berteman denganku tapi tidak ada satupun yang benar – benar tulus melakukannya. Mereka semua berteman denganku hanya ingin popularitas saja “, papar Jessica menceritakan dirinya.

“ Karena itu kau bersikap dingin? “, tanya Yuri dan Jessica pun mengangguk.

“ Aku sangat kesepian dan tidak mengetahui apa ketulusan itu sampai aku bertemu dengan Kris dan dia menceritakan persahabatannya denganmu yang membuatku iri. Karena aku belajar arti ketulusan seorang teman yang menerima apa adanya entah itu kekurangan atau kelebihan dari sahabatnya. Kalian mengajari bagaimana cara berteman dengan tulus dan merasakan adanya seseorang disaat kita senang maupun sedih. Makanya aku selalu ingin berteman denganmu Yuri. Mau kah kau menjadi temanku? “, ujar Jessica sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yuri.

Aku tidak tahu sekarang apakah aku harus memperjuangkan cintaku pada Kris atau tidak? Tapi mendengar Jessica mengenai hidupnya kenapa hatiku merasa aku harus merelakannya? “, batin Yuri menatap tangan Jessica.

“ Yuri, apa kau mau menjadi temanku? “, tanya Jessica lagi.

“ Tentu saja, kau kan kekasih sahabatku berarti kau sahabatku juga “, ucap Yuri sambil menerima jabatan tangan Jessica yang kini tersenyum bahagia.

“ Gomawo “, ucap Jessica dan Yuri pun tersenyum.

Aku tidak mungkin merusak kebahagian mereka, aku harus melupakan perasaanku pada Kris “, batin Yuri.

“ Luhan juga namja yang baik, Yul “, ucap Jessica membuat Yuri menoleh,

“ Neh?! “,

“ Dia sangat menyukaimu, aku bisa melihatnya “, ucap Jessica.

“ Anio, dia hanya senang mengangguku dan mempermainkanku saja “, sangkal Yuri.

“ Bukankah pria akan melakukan hal itu untuk mencari perhatian gadis yang disukainya? “, tanya Jessica membuat Yuri salah tingkah.

“ Apa yang kalian bicarakan? Pasti membicarakan aku kan? “, tanya Kris yang tiba – tiba muncul dengan moca ditangannya lalu memberikannya pada Jessica.

“ Kau ini percaya diri sekali! “, cibir Yuri.

“ Igeo! Bubble tea mu ‘, ucap Luhan sambil memberikan minuman yang dipesan Yuri.

“ Gomawo “, ucap Yuri sambil mengambil bubble tea dari tangan Luhan.

“ Bagaimana kalau sekarang kita ke rumah hantu? “, saran Kris yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yuri karena Kris tahu sekali Yuri paling benci dan takut dengan hantu walaupun hanya hantu palsu.

“ Ide yang bagus “, setuju Jessica sambil menggandeng tangan Kris.

“ Kalian saja, aku sedang ingin disini “, tolak Yuri.

“ Ayolah Yul, apa kau takut? “, tanya Luhan membuat wajah Yuri merasa gengsi untuk menjawab iya.

“ Si… siapa yang takut? Aku hanya malas saja “, jawab Yuri dengan gugup dan mereka bertiga tahu sekali kalau Yuri berbohong.

“ Kalau begitu, Kajja! “, ajak Jessica menarik tangan Yuri untuk masuk ke rumah hantu.

Jessica menggandeng erat tangan Kris karena dia juga takut namun Jessica tahu kalau Kris merencanakan sesuatu untuk membantu Luhan. Sedangkan Yuri menelan ludahnya berkali – kali saat berada didepan pintu rumah hantu.

“ Kalau kau mau, kau bisa menggandengku “, tawar Luhan.

“ Tidak, terima kasih “, tolak Yuri sedangkan Luhan hanya mengangkat bahunya dan mulai berjalan.

Terdengar suara teriakan Jessica yang seperti suara dolphin meleking. Yuri kaget langsung maju menabrak Luhan.

“ Kau takut? “, tanya Luhan.

“ A.. anio, aku hanya kaget “, jawab Yuri.

Saat hantu – hantu muncul Yuri juga tidak kalah menjerit ketakutan, dia pun tersandung karena tidak melihat jalan. Yuri semakin menjerit saat hantu palsu itu mendekatinya, dia pun menangis sambil gemetaran. Yuri mencari Luhan yang tadi ada didepannya namun karena gelap dia tidak melihat sosok Luhan.

“ Omma… tolong aku hiks… hiks… “, isak Yuri semakin gemetaran.

Tiba – tiba seseorang mendekatinya membuat Yuri menjerit karena dia tidak tahu orang apa hantu palsu itu yang mendekatinya.

“ Yuri, ini aku! “, terdengar suara Luhan yang membuat Yuri langsung memeluknya erat sambil menangis didada Luhan.

“ Tenanglah Yuri, ada aku “, ucap Luhan mengusap punggung Yuri.

“ Aku takut, bawa aku keluar dari sini “, pinta Yuri dengan suara lirih.

Karena kaki Yuri yang tersandung membuatnya keseleo, Luhan pun menggendong Yuri karena Yuri tidak bisa berjalan. Kris dan Jessica menunggu di luar karena sebenarnya mereka tidak masuk ke dalam. Mereka hanya membiarkan Yuri dan Luhan berdua.

“ Apa mereka baik – baik saja? “, tanya Jessica.

“ Luhan pasti bisa melindunginya walaupun pasti Yuri menangis histeris “, jawab Kris.

“ Tidakkah ini keterlaluan Kris? “, tanya Jessica khawatir.

“ Anio, bukankah kita ingin mendekatkan mereka, jadi kau tenang saja Chagi “, ujar Kris sambil memeluk Jessica.

Luhan mendudukan Yuri di sebuah bangku saat mereka berhasil keluar, kemudian dia menatap Yuri yang masih ketakutan. Luhan menghapus air mata Yuri dengan tangannya.

“ Jangan takut lagi, kita sudah keluar dari sana “, ucap Luhan lembut membuat Yuri menatapnya.

“ Kakimu sakit kan? Biar aku lihat “, ucap Luhan sambil memegang kaki Yuri yang keseleo tadi.

Yuri masih memperhatikan wajah Luhan yang sangat perhatian padanya, entah kenapa hatinya merasa nyaman sekarang. Rasa takutnya hilang melihat tatapan lembut Luhan, Luhan masih fokus dengan kaki Yuri dia mencoba memijatnya perlahan – lahan.

“ Apa masih sakit? “, tanya Luhan namun Yuri tidak menjawabnya, Luhan pun mendongkakkan kepalanya dan mendapati Yuri yang kini menatapnya.

Yuri menyadari Luhan dan merasa kaget dengan cepat dia memalingkan wajahnya kearah lain. Luhan tersenyum melihat tingkah Yuri yang seperti salah tingkah.

“ Kau pasti terpesona melihat wajah tampanku kan? “, tany Luhan.

“ Percaya diri sekali, siapa yang terpesona olehmu? “, cibir Yuri.

“ Kau tidak usah menyangkalnya Yuri, wajahmu tidak bisa berbohong padaku “, ucap Luhan membuat Yuri semakin salah tingkah.

“ Yuri, Kau kenapa? “, tanya Kris dan Jessica yang menghampiri mereka.

“ Ini semua salahmu, Wufan! “, kesal Yuri.

“ Mengapa aku? “ tanya Kris sambil menunjuk dirinya sendiri.

“ Dia keseleo karena tersandung didalam “, jawab Luhan.

“ Jinjja? Gwenchana Yuri? “, tanya Jessica khawatir.

“ Gwenchana “, jawab Yuri.

~o0o~

Kris dan Jessica sudah sampai di rumah Jessica, saat Jessica akan keluar Kris memanggilnya membuat Jessica menoleh kearahnya.

“ Jakkaman! “,

“ Waeyo? “, tanya Jessica heran.

“ Kau lupa sesuatu “, ucap Kris membuat Jessica mengernyit.

“ Apa? “, Kris mendekatkan wajahnya pada Jessica membuat Jessica menatapnya heran.

“ Igeo! “, ucap Kris lalu mendaratkan bibirnya pada bibir Jessica lembut, awalnya Jessica kaget namun ia pun menutup matanya dan membalas ciumannya. Setelah beberapa menit, mereka pun melepaskan ciuman mereka.

“ Jangan lupa mimpikan aku ya “, ucap Kris membuat Jessica tersipu malu lalu keluar dari mobil Kris dan masuk kerumahnya dengan wajah yang gembira. Kris hanya tersenyum melihat kekasihnya yang menurutnya sangat lucu.

Luhan menggendong Yuri setelah mereka naik bis umum, Yuri tidak ingin ikut ke mobil Kris karena pasti Kris harus mengantar Jessica dahulu. Yuri memutuskan untuk naik bis ditemani Luhan yang terus memaksanya untuk mengantarnya pulang. Kini Yuri masih di punggung Luhan sambil terus berpikir.

“ Luhan… “, gumam Yuri.

“ Neh? “, sahut Luhan yang masih berjalan.

“ Apa aku harus melepaskannya? “, tanya Yuri.

“ Ikuti kata hatimu, karena hanya hatimu yang bisa membawamu ke jalan yang terbaik “, jawab Luhan.

“ Mau kah kau membantuku? “, pinta Yuri.

“ Mwo?! “,

“ Bantu aku menyembuhkan rasa sakit di hatiku, agar aku bisa melupakan perasaanku pada Kris “, ujar Yuri membuat Luhan berhenti berjalan.

“ Apa aku tidak salah dengar Yuri? “, tanya Luhan memastikan telinganya masih bagus atau tidak.

“ Apa kau lihat aku sedang bercanda? “, tanya Yuri.

“ Tanpa kau minta pun aku pasti membantumu “, jawab Luhan senang.

“ Gomawo “, Luhan semakin tersenyum dan semangat berjalan menuju rumah Yuri yang berjarak beberapa meter lagi.

Setelah Luhan menurunkan Yuri dari punggungnya, dia menatap Yuri sambil tersenyum penuh arti.

“ Apa kau sudah mulai menerimaku? “, tanya Luhan lagi yang ingin melihat ekspresi Yuri.

“ Hmmm “, jawab Yuri sambil mengangguk, senyuman diwajah Luhan semakin lebar.

“ Kalau begitu besok dan seterusnya aku akan menjemputmu ya. Bye! “, pamit Luhan dengan semangat. Yuri melambaikan tangannya namun tiba – tiba Luhan berhenti dan kembali menghampiri Yuri.

“ Waeyo? Apa kau lupa sesuatu? “, tanya Yuri heran saat Luhan berada didepannya kini.

“ Gomawo, Yuri “, ucap Luhan lalu mencium kilat bibir Yuri yang membuat Yuri membeku. Itu ciuman pertamanya dan kini Luhan yang melakukan itu padanya.

“ Bye, sampai besok Chagi-a “, ucap Luhan membuat Yuri sadar dan memegang bibirnya.

Yuri pun tersenyum, setidaknya dia akan mulai menutup semua masa lalunya dan menghadapi masa depannya dengan sesuatu yang baru dan cinta yang baru.

The End

Anyeong para readers, ada yang menunggu ff dariku kah? Ada yang kangen ma ff Yulexo? #gak ada plakkk. Tapi walaupun gak ada, aku persembahkan Oneshoot terbaruku moga kalian suka 😀 Jangan Lupa Keep RCL ^^ Hargai karya Orang lain apalagi jika kalian menikmatinya. Kamshamida ^__^

 

77 thoughts on “Just Friend

  1. kereeeen, KrisSicaaa……
    #Lbaynya Ya ALLah
    sukaaa, jjur ini prtma kLi aq bca ff Yuri ama Luhan,,, aq fkir awaLnya ini krisyuL, tpi trnyata krissica, aduh sweetnya

    keren, suka
    keep writing n fighting !!

  2. Annyeong eonni ^^ wah akhir ny eonni comeback bkin ff kekeke~~ Berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, beuhhh cocok bgt buat perumpamaan ny Yuri. Mian eonni bru coment, sya bru bka wp. Sya jga blm mampir ke WP eonni. Lebaran mudik kekampung, koneksi ny lemot bgt. Nanti deh mampir. Mhon maaf lhir btin eonni ^^ Tpi eonni itu ekhm…………… kiss scene ny krng pnjang hahaha 😀

  3. Unnie tumben bngt buat ff yulsic aku sukaaa akhirnya unnie yuri uda mau lupain kris dan uda membuka hatinya utk oppa luhan
    YULHAN & KRISICA JJANG !!!

  4. woakhhh… Sequel dong eonnie.. Please… Sumpah ni ff daebakkk abisss… Hahaha… Janjutkan eonie.. Ttp semangawoakhhh… Sequel dong eonnie.. Please… Sumpah ni ff daebakkk abisss… Hahaha… Janjutkan eonie.. Ttp semangawoakhhh… Sequel dong eonnie.. Please… Sumpah ni ff daebakkk abisss… Hahaha… Janjutkan eonie.. Ttp semangawoakhhh… Sequel dong eonnie.. Please… Sumpah ni ff daebakkk abisss… Hahaha… Janjutkan eonie.. Ttp semangat..!!

  5. Bagus ceritanya, , ,
    Kayak ceritaku yang dulu suka sahabat sendiri tapi dia suka sama orang lain sangat” menyakitkan *eh curhat , , ,
    Mianhae 🙂 🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s