[Freelance] My Heartful Song

My Heartful Song

Title                 : My Heartful Song

Author             : far

Genre              : Romance, Friendship and Comedy failed (hehehe)

Rating             : PG-15

Cast                 : Kim Taeyeon [SNSD]

Byun Baekhyun [EXO-K]

Support cast :       temukan ndiri nyak? xD

Poster by : pearlshafirablue

Desclaimer      : Judul cerita ini diambil dari salah satu OST Anime yaitu Shugo Chara! Dan penyanyi aslinya adalah Nana Mizuki. Disini saya hanya pinjam nama dan judul untuk FF saya ^^

already  post in : All The Stories is Taeyeon’s and bluegreenfanfiction with the same pairing ^^

Happy Reading~ ^^

 

Saanani o utau no?Nani o shinjiru no?
Mayotterudakejagarakutaninaru
SubetefurikitteYugandayozorani
Kuroi Diamond Black Diamond

 

“Wah.. Baekhyun-ssi,suaramu memang tidak bisa diragukan lagi!” aku hanya memutar bolamataku. Pujian itu sudah biasaku terima. Walaupun aku juga tidak tahu itu pujian ikhlas atau bukan. Aku tidak peduli

Aku keluar dari studio itu. Tanpa pamit,salam,atau sejenisnya.Ya. Rekaman itu membunuhku. Aku bisa kehilangan suaraku bahkan aku bisa mati mendadak karena aku terus-terus menyanyi dan tidak bernafas. Aku bagaikan arwah tapi berbentuk manusia. Ya. Aku merasa,aku tidak pantas hidup. Aku mulai lagi. Berbicara sendiri bak orang gila. Lebih baik aku menelfon temanku sesama penyanyi. Langsung hanya aku mengeluarkan handphoneku dan menekan ‘speed dial’ no. 3

“Yoboseyo?”ucap pemilik telfon. Suaranya tampak lemas.

“Jongdae-ah? Kau sakit?” tanyaku,khawatir. Oh God! Please,jangan buat Chen sakit.

“Aniyo hyung aku baru bangun tidur. Ada apa?”suaranya masih terdengar lemas

“Jika kau sakit a—”

“AKU BILANG AKU TIDAK SAKIT!” aku menjauhkan handphoneku saat ia meneriakkan kata pertamanya.

“Okey. Aku hanya mengetestmu” aku yakin ia sedang memutar bola matanya sekarang.

“Aku ingin kau menemuiku di Cafe didekat Studio biasa aku rekaman”aku berkata ‘to the point’ saja.

“Baiklah. Aku datang sekitar 1 jam lagi. Apakah itu terlalu lama?” Ya Tuhan. Aku harus sabar mengahadapi anak itu. Haruskah aku bergumam sendiri lagi di Cafe itu? Jongdae-ah,kau terlau pintar. Mana bisa 1 jam itu dikatakan cepat, jika sedang bermain,mungkin,tapi ini beda statusnya.

“Bisa lebih cepat?”aku berusaha tenang.

“Mian,aku belum mandi. Dan kau tahu seberapa lama aku mandikan?”

BELUM MANDI?!

Ia kira ini jam 6 pagi? Lebih baik,aku cari temanku yang lain!

“Ehhmm.. Kita tunda saja ya Jongdae-ah,kapan-kapan kita ngobrol

lagi. Annyeong” aku langsung menutup  telfon. Menutup telfon saat Jongdae berbicara lebih baik daripada mendengar omelannya bak kereta api tidak bertemu stasiun (?)

Akhirnya,aku berjalan sendirian ke Cafe ini. Berharap semoga ada orang yang kukenal disana.

KRING

Bunyi khas Cafe itu,menekikkan telingaku. Walaupun aku sering ke Cafe ini,sifat kagetku tidak pernah hilang. Oh sudahlah,aku terlau banyak menceritakan Aib.

Aku berjalan melewati baris-baris meja yang ada disamping kananku. Hampir semua meja disini pasti diduduki oleh 2 orang. Paling banyak, 5 orang. Oh sungguh malangnya nasibku.

Duduk didekat jendela. Sendirian. Ya. Hal itu sedangku rasakan sekarang.  Memang tidak enak. Bak orang hilang. Pandanganku terfokus pada titik-titik hujan yang menetes dari langit. Kau sedang menangis untukku atau untukmu? Kebiasaanku ini memang susah dihilangkan

“Permisi,anda ingin memesan sesuatu?” seorang pramusaji tiba-tiba datang.

“White Coffe satu” kataku tanpa melihat wajah pramusaji itu. Air hujan lebih menarik perhatianku.

“Mohon tunggu sebentar” aku masih tetap memasang pendengaranku tetapi mataku masih saja melihat rintik-rintik hujan itu.

“Hyung?”seseorang memanggilku. Spontan,aku mencari asal suara itu.

“Jongdae?” ternyata ia datang juga.

“Kau sudah mandi?” aku mencoba menggodanya.

“Jangan menggodaku!”ucapnya ketus. Sedih sekali temanku ini. Hidupnya terlalu serius

“Jongdae yang malang”aku menepuk-nepuk pundaknya. Lalu,ia menepisnya. Aku hanya tertawa kecil.

Tiba-tiba pramusaji itu datang lagi. Oh,sepertinya ia membawa pesananku.

“Ini pesanan anda. Selamat menikmati” ia menaruh White Coffeku dan …

“Jongdae-ah?” ia menyapa temanku dan temanku juga membalas sapaannya dengan wajah berseri-seri. Tampaknya ia menyukai pramusaji itu.

“Taeyeon-ah? Kau masih bekerja disini? Kukira kau sudah pindah” pantas saja wajahnya berseri-seri. Lah wong (?) mereka saling kenal toh #inibahasanya -_-

“Aku nyaman disini Jongdae-ah. Oh ya,kau ingin memesan apa?” seketika juga,Jongdae menjawab.

“Seperti biasa,chagiya”

Chagi? Jongdae sudah berpacaran? Kenapa aku tidak tahu?

“Kita sudah tidak berpacaran lagi Jongdae-ah. Jika kau masih menggunakan kata itu lagi,aku kubunuh kau!” awww (?) mantannya Jongdae tampak seram.

“Tenanglah Taeyeon-ah,aku tahu itu.”suara Jongdae terdengar pasrah. Pernyataanku benar,hidupnya terlaru dibawa serius.

Pramusaji itu pergi meninggalkan Jongdae yang masih meratapi nasib (?)

“Sudahlah. Masih banyak perempuan diluar sana Jongdae-ah”aku melihat Jongdae yang sedang tersenyum pahit.

“Ia wanita yang baik Hyung. Lihat? Walaupun kita sudah putus,dia tetap menyapaku. Jarang ada wanita seperti itu Baekhyun-ah. Jika kita memutuskan sebuah hubungan,biasanya wanita itu akan menghapus nomor telfon kita,mengunffol twitter kita (?) dan lain sebagainya”

Aku terhenyak mendengar cerita Jongdae atau bisa dikatakan ‘Curhatan Jongdae’ (?) Ia termasuk namja yang mudah luluh hatinya. Sama halnya dengan namja-namja lainnya. Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Akhirnya,aku kembali menghadap ke jendela dan melihat tanah yang basah terkena tangisan langit. Hujannya sudah berhenti? Kenapa aku tidak sadar?

“Jongdae-ah,aku harus kembali ke dormku. Kau tidak apa-apakan kutinggal sendirian?”tanyaku hati-hati. Aku takut Jongdae masih galau (?) karena hal tadi

Ia mengangguk sebagai jawaban. Lalu aku berdiri dari tempat dudukku,menuju meja kasir dan keluar dari cafe itu.

Tomorrow

 

Aku dan teman-temaku sekarang sedang berada diruang biasa kami latihan. Oh God,jangan latihan lagi. Aku masih saja ingat kejadian kemarin.

“Ehmm.. Konichiwa minna-san (selamat siang)”ucap orang itu. Ia berbicara apa? Artinya apa?! Oh Tuhan, kenapa engkau selalu memberi hambamu yang malang ini penderitaan?

“Pasti kalian tidak  mengerti orang ini berbicara apakan?” kami serentak menggeleng-geleng kepala kami

“Haaa..(?) Sebelumnya,kalian mengenal siapa dia?” aku melihat sekelilingku. Semuanya menggeleng. Tapi aku merasa pernah melihat orang itu

“Silahkan perkenalkan diri anda” Lee Ahjussi mempersilahkan orang itu memperkenalkan diri

Watashi wa, Nana Mizuki desuka”

Nana Mizuki? Penyanyi Jepang favoritku?!

“AAAA… NANA MIZUKI!!!!” tanpa sadar aku berdiri dan berteriak seperti itu. Dan aku baru sadar saat Lee Ahjussi berdehem.

“Memalukan sekali!” gumamku.

“Sebelumnya, suwatte kudasai, Mizuki-san(silahkan duduk Mizuki-san)” pada akhirnya, penyanyi Jepang Favoritku –Nana Mizuki- duduk bersila disamping Jongin. Beruntung sekali dia. Mungkin jika aku ada di posisinya,sudah kepeluk-peluk dia –Nana Mizuki-

“Baiklah. Kedatangan Nana Mizuki kesini bukan untuk berduet dengan kalian atau lain semacamnya. Tetapi ….”

Tok,tok,tok. Terdengar suara pintu diketuk.

“Permisi,Tuan Lee. Dia sudah datang”kata salah satu staff Manajemen kita.

“Ohh.. baiklah,suruh ia masuk” staff itu kembali menutup pintu itu kembali. Bebrapa detik kemudian,suara pintu terketuk, terdengar lagi.

“Masuk” perintah Lee Ahjussi.

jeogiyo” seorang yeoja mengintip dari balik pintu.

“Oh, Nona Kim. Kenapa lama sekali?” Lee Ahjussi menghampiri yeoja itu dan menyuruhnya masuk. Saat ia menampakkan wajah aslinya,aku terkejut dan spontan langsung menatap Jongdae yang tengah menunduk sedih. Sungguh malangnya nasib orang itu.

“Nona Kim,silahkan perkenalkan dirimu” langsung saja,yeoja yang dipanggil Nona Kim oleh Lee Ahjussi memperkenalkan dirinya.

“Annyeonghaseyo. Jeoneun Kim Taeyeon imnida” wanita itu menunduk lalu menatap kami. Matanya menjadi bulat dan besar ketika melihat Jongdae tengah menunduk sedih. Tetapi,buru-buru ia mengahlikan pandangannya ke arah Lee Ahjussi. Tunggu sebentar,kenapa aku memperhatikannya? Ahh.. Sudahlah. Lupakan hal itu.

“Mulai hari ini,kita mempunyai 1 solo female singer baru yaitu,… Kim Taeyeon!” ia melemparkan senyumnya kepada kami. Cantik. Heyy.. apa yang barusan aku katakan?! Hari ini aku merasa aneh.

“Dan Nona Kim akan berduet dengan…. Nana Mizuki!” ia terlihat bahagia ketika namanya disebut. Sepertinya ia juga salah satu fans Nana Mizuki

Sebelum Lee Ahjussi pergi,ia tampak memberikan suatu pesan penting kepada New solo female kita. Aku ingin tahu apa yang Lee Ahjussi omongkan kepada yeoja itu.

Yeoja itu langsung pergi dari ruang latihan kami. Tanpa menyapa Jongdae. Sungguh bodohnya Jongdae! Ia bilang gadis itu gadis baik? Atau mungkin dia masih malu-malu atau apa karena hal kemarin? Hanya dia dan Tuhan yang tahu

Baekhyun side off

 

Author side on

 

Taeyeon berlari sekencang-kencangnya menjauhi gedung itu. Ia tidak ingin bertemu dengan Jongdae untuk sementara waktu. Kejadian kemarin mulai menghantuinya lagi saat sorotan matanya jatuh tepat pada Jongdae yang sedang menunduk sedih. Ia belum bisa memaafkan dirinya sendiri. Hal kemarin adalah hal paling bodoh yang ia lakukan. Ia mengatakannya secara spontan,tanpa difikirkan terlebih dahulu. Ia menangis sejadi jadinya. Mengeluarkan semua penyesalannya selama ini.

BRAK!

Bunyi suara itu terdengar nyaring ditelinga Taeyeon. Spontan,ia mencari darimana asal suara itu.

“Omo!”Taeyeon menutup mulutnya. Sebuah mobil keluarga menbrak sebuah truk besar yang mengakibatkan, mobil keluarga itu menabrak pembatas jalan dan terlempar jauh kedalam jurang. Taeyeon seperti bisa  meresakan penderitaan orang itu. Ia kembali mengelurakan air matanya lalu ia buru-buru menghapusnya.

“Aku turut berduka cita” katanya lalu pergi menuju rumahnya yang tidak terlalu jauh darisana

*at Taeyeon home

 

“Aku pulang” ucap Taeyeon sambil melepas sepatunya.

HIKS

Saat Taeyeon memasuki rumahnya,ia mendengar suara Tangisan

“Namjoo-ah? Namjoo-ah?!” Taeyeon berteriak-teriak didalam rumahnya.

“Eonni!” Namjoo langsung memeluk Eonninya itu.

“Ada apa Namjoo-ah?” ia mensejajarkan tinggi badanya dengan dongsaengnya itu lalu memegang pundaknya

“Eomma, Appa … Huaaaa!” Namjoo kembali menagis. Ia mengeluarkan semua air matanya

“Ada apa dengan Eomma dan Appa?!” Taeyeon memaksa Namjoo untuk memberitahunya

“Mereka wafat” ucapan Namjoo sukses membuat Taeyeon melepaskan tanganya dari pundak Namjoo. Ia memflash back apa yang tadi ia lihat yaitu mobil keluarga terpental kedalam jurang

“Apkah itu orang tuaku? Apakah itu mereka?! Apakah itu mereka?!” tangis Taeyeon pecah. Ia tidak bisa menahannya lagi

“Namjoo-ah! Ceritakan pada Eonni,apa yang terjadi pada Eomma dan Appa!?” Taeyeon memaksa Namjoo itu menceritakan semuanya. Ia harus tahu! Namjoo hanya diam. Ia tidak tahu harus bagaimana menceritakannya.

“Eomma dan Appa terpental kejurang” jantung Taeyeon berhenti berdetak. Urat sarafnya menegang

“K-k-kau t-tid-tidak bercandakan Namjoo-ah?” Taeyeon menatap ubin dibawahnya. Ia bagaiman seorang peramal yang bisa melihat masalalu. Ia melihat, dimana ibunya sedang tersenyum kepadanya begitupun ayahnya

“Eonni,Appa dan Eomma menitipkan ini padaku. Mereka bilang,ini untuk Eonni” Taeyeon mengambil amplop putih itu tanpa melihat Namjoo. Ia khawatir pada Eonninya. Takut jika Eonninya akan seperti ini terus menerus

To : Kim Taeyeon

From : Eomma dan Appa

Taeyeon-ah,apakabar? Semoga kau sehat-sehat saja ne? Eomma sangat merindukanmu! Begitupun Appa dan saengmu, Namjoo. Kami hanya ingin mengucapkan selamat tinggal kepadamu. Eomma dan Appa tahu kau sangat sibuk,tetapi tolong luangkanlah waktumu untuk dongsaengmu yang kini tinggal sendirian. Kau harus janji sama Eomma dan Appa untuk menjadi anak yang mandiri dan menjaga dongsaengmu. Tenang saja,Appa dan Eomma masih mengawasi kalian,tetapi dari dunia yang berbeda. Annyeong Taeyeon~ah

Tangan Taeyeon bergetar. Uraf sarafnya menegang. Jantung berpacu lebih cepat dari biasanya. Ia merasakan bahwa Eomma dan Appa yang berbicara sendiri. Tangisannya semakin menjadi. Namjoo –yang sudah merasa tenang- menenagkan Eonni

“Eonni,kita tidak bisa begini terus. Kita harus kuat Eonni”

“Tidak bisa Namjoo-ah, tidak bisa” tangis Taeyeon semakin pecah

“Eonni sudah baca surat itukan?! Eonni tahukan apa pesan Eomma dan Appa pada kita?!” Namjoo sedikit memberi penekan pada setiap kalimat terakhir yang ia ucapkan. Taeyeon kembali mengingat pesan Appa dan Eommanya.

untuk menjadi anak yang mandiri dan menjaga dongsaengmu

 

Taeyeon menghapus airmatanya. Ia kembali tersenyum seperti Taeyeon yang dulu

“Baiklah Namjoo-ah. Mulai hari ini,kita harus menjadi anak yang kuat dan tegar ne?!” lantang Taeyeon kepada dongsaengnya Namjoo

“Ne Eonni!” Taeyeon dan Namjoo saling melepas rindu mereka dengan pelukan hangat dan sayang

aku berjanji padamu Appa Eomma! Aku akan menjaga Namjoo dan menjadi anak mandiri!” janji Taeyeon dalam hati

 

 

Author side off

 

 

Taeyeon side on

 

Hari ini,aku akan pindah. Tentunya, Namjoo aku ajak. Aku mulai menjadi anak yang tegar semanjak Namjoo mengingatkan aku tentang surat itu.

“Kita akan tinggal dimana Eonni? Dan bagaimana dengan rumah ini?” tanya Namjoo dengan polosnya

“Rumah ini sudah Eonni jual” ucapku tenang

“Mwo? Dijual?!” Namjoo tampak khawatir namun aku buru-buru menenangkannya

“Begini. Seorang teman Eonni sudah lama mengincar rumah ini. Lagipula kau mau tinggal dirumah ini? Sendirian? Apakah kau tidak takut?” aku berusaha menakuti-nakutinya. Aku sangat tahu bahwa dongsaengku ini sangat takut dengan apa saja yang berbau hantu

“Tidak Eonni! Aku tidak mau!” lihat? Usahaku berhasil

“Yasudah. Lebih baik kau ikut Eonni,ne?” ia mengangguk sebagai tanda persetujuan. Aku tersenyum.

“Tunggu. Memang Eonni mau pergi kemana?”  aku menepuk jidatku sendiri. Aku lupa memberi tahunya.

“Kau akan tahu nanti” aku berusaha menyembunyikan ini

 

*At Taeyeon new house

 

“Nah! Kita sampai!” aku menaruh koperku didepan sebuah gedung besar. Terlihat seperti sebuah Apartement

“Ehhmmm.. Apakah anda bernama Kim Taeyeon?” seseorang membuyarkan lamunanku. Loh? Namja ini kan ….

“Kau bukannya yang bersama Jongdae kemarin?!” aku terkejut. Aku takut Jongdae ada disini. Tuhan,semoga tidak ada Jongdae disini.

“Iya. Aku yang bersama Jongdae kemarin. Tapi tenang saja,aku sedang tidak bersamanya” aku langsung membuang nafas,lega.

“Syukurlah” oops! Aku keceplosan!

“Errr~ kau tidak mendengarnyakan?!” aku kelabakan (?)

“Bodoh. Aku mendengarnya” Great! Omo! Aku memegang pipi. AAA! Sepertinya mukaku memerah!!! Aku melihat namja didepanku. Ia tertawa renyah. Lalu aku melihat Namjoo dan

“HUAAAA… Eonni,mukamu lucu sekali!” Ohh Namjooo…. Kau tambah mempermalukanku!

Seketika itu,aku menutup mukaku. Aku sangat malu. Dan sialnya,disini ada orang yang tidak ku kenal!

“Sudahlah. Kau membuang waktu dengan wajah merahmu itu …” Dia mengejek atau apa?

“… aku akan mengantarkanmu menuju dormmu”

Dorm?!

“Tunggu!”aku menahan lajunya dengan memegang tangannya

“Kau bilang dorm? Dorm kau bilang? Hey! Kau tidak lihat apa. ada yeoja lain selain aku!” aku membentaknya. Sifat tomboiku muncul.

“Hei! Lepakan dulu tanganku! Aku akan menjelaskannya!” aku melepas tangannya

“Aku hanya menjalankan tugasku. Jika kau ingin kasur,bantal,guling atau sejenis lagi,kau bisa menghubungi staff kami bagian dorm”jelasnya datar. Sepertinya ia tidak punya perasaan

Aku hanya ber’oh’ ria.

Aku mengikuti namja –yang belum aku kenal- itu sambil menarik koperku. Bisa aku bilang.. Dia cukup tampan. Namja ini tinggi semampai (semeter tidak sampai) #plak ,kulitnya putih, dan rambutnya … Ahh,sudahlah.  Kenapa tiba-tiba jadi membicarakan namja –yang namanya saja aku tidak tahu- itu?

“Oh ya ..” namja itu membuyar kehingan diantara kita

“Kau belum mengenalku. Aku Byun Baekhyun. Kau bisa memanggilki Baekhyun” ia menggulurkan tangannya. Sebenarnya,aku malas melakukan ini,tapi ya… begitu deh (?)

Aku membalas ulurannya “Kau sudah tahu namakukan? Apa perlu aku meng—”

“Aniyo.. tidak perlu” ia  melepas uluran tanganku dengan sekali hentakkan. Benar kataku,namja ini memang tidak punya perasaan!

“Baiklah,ini dormmu” ia menggeser dirinya. Oh,bisakah kau sedikit berperasaan kepada perempuan?!

Aku memegang gagang pintu dorm. Ohhh… aku sudah tidak sabar!

KREK *back sound pintu kebuka*

“Wahhhhhh~”Aku dan Namjoo melongo.

“I-ini benar dormku?! Luas sekali!” aku melempar tasku dan meninggalkan koperku diluar.

“Namjoo-ah! Lihat! Ini luas sekali! Cukup untuk kita berdua!” aku melihat Namjoo tengah tersenyum haru

“Eonni,aku tidak percaya” seketika itu pula,ia menangis

“Sudahlah~ Kau tidak perlu menangis. Inilah hasil kerja keras Eonni”  aku juga ikut mengeluarkan air mata walaupun tidak banyak.

“Tapi Eonni,memang aku boleh tinggal disini?”

Deg.

Aku hampir lupa!

“Yak, Baekhyun-ssi. Apakah orang selain Trainee atau Artis tetap (?) boleh tinggal disini?” aku berusaha membuyarkan lamunannya. Kenapa ia tidak menjawabku? Arrghh! Aku berdiri lalu menghampirinya

“Hey” aku menjetikkan jariku. Tidak sadar juga? Dia manusia bukansih? Apa jangan-jangan ….. Lupakan

Aku memikirkan ide yang bagus. Aha! #korbaniklansusu

DUK!

AWWW!

Hahahaha.. Ternyata rencanaku berhasil. Rasakan kau

Kalian ingin tahu apa yang aku rencanakan? *lu semacem korban dora* *BERISIK LU KEMBARAN TOMCAT!!* *TOM EMANG /keburu dijejelin boots sama Taeyeon/* #lupakanini #jangananggapiniada #tulisaniniaib #kokaibmasihadatulisannya #…. #…. #… #hastaginitidakakanberakhir

*balik ke cerita

Aku menginjak kakinya dengan High Heelsku

“Bagaimana? Sakit? Cian u,u. Hahahaha” tawaku meledak. Mukanya menahan kesal. Aku menambah volume tertawaku

“Apa yang kau tertawakan?!” ucapnya ketus. Aww~ (?) seram sekali dia. Tetapi aku tidak akan menyerah!

“Aniyo~ hahahaha” aku masih terus tertawa. Ia semakin kesal.

“Cepat! Aku ingin kembali ke dormku! Ada yang ingin kau tanyakan?” ia menawarkan bantuan. Ternyata… Ia cukup baik –walaupun sebenarnya ia galak-

“Apa boleh,orang selain Trainee dan Artis ngontrak #authonyakehabisanbahasa #tapibenerkanya? Tinggal disini?”tanyaku dengan wajah polos

“Boleh.” Ia menjawab dengan singkat padat dan jelas #iniFFapasoalessay -_-“ lalu pergi. Aku tidak jadi mengatainya ‘Namja Baik’

O_o

dare mo inai STA-

 

CUT!

“Taeyeon-ssi,ada apa dengan suaramu? Kenapa tidak sebagus waktu pertma kali kau rekaman?” Ya. Saat ini aku sedang bersama Nana Mizuki – my favorite singer- Byun Baekhyun –Namja Galak- dan beberapa staff.

“Hmm~ Aku sedang terkena flu,jadi suaraku rada-rada serak. Mian” aku mencoba mencari alasan yang spesifik agar tidak dicurigai oleh orang lain.

“Ne. Kau boleh istirahat dulu hari ini. Istirahatlah yang cukup agar besok kau sudah agak baikan. Mizuki-san ….” aku langsung pergi dari tempat itu. Sungguh membosankan!

“Kau benar-benar sakit?”

Deg.

“S-s-siapa kau?” aku gelalapan #authormulaikehabisanbahasa

“Coba balikan badanmu” aku membalikan badanku

“Kau!” aku menunjuk namja jelek itu

“Yo? What’s up?” gayanya ‘so cool’ sekali #naribarengsistar

“Kenapa kau juga ikut keluar,huh?!” Ya Tuhan. Jika engkau masih ingin hambamu hidup,jauhkan ia dari hamba, Tuhan

“Aniyo. Tiba-tiba saja… Jongdae!”

MWO!? J-j-jongdae?

“Ann—Taeyeon?” buru- buru aku lari dari tempat itu.

Good Taeyeon! Sekarang kau berada dimana,huh? Apakah kau tau tempat ini? Oh tidak,haruskah aku menelfon Namjoo? Bad idea!

“Sedih sekali dirimu, sudah tadi gagal …”

“BISA UNTUK SEMENTARA WAKTU KAU TUTUP MULUT COMELMU ITU?!”

Ya Tuhan,cobaan apa lagi yang kau berikan kepada hambamu ini? Sudah cukup engkau mempertemukan aku dengan orang jahat lalu engkau memberikan aku jalan buntu sekarang. Haa~ Tidak ada gunanya Kim Taeyeon. Kau selalu menggunakan kebodohanmu saat sedang keadaan genting. Kapan kau menggunakan kepintaranmu saat keadaan genting?

“Kau tampak…”

“DIAM! SUDAHKU BILANG DIAM YA DIAM!”  Aku menghela nafasku. Ya Tuhan. Aku terduduk disalah satu tanah itu. Kakiku melemas. Otaku berhenti bekerja. Ada apa ini?

Tunggu. Aku merasa ada yang janggal disini. Hey! Ia pergi. Stupid baka and babo Taeyeon! Kenapa kau tidak meminta tolong padanya??!!!!!

AAAAAAAAAAAA……..! aku berteriak. Aku tidak tahu harus melakukan apa lagi.

“Hey! Kenapa kau berteriak-teriak? Suaramu membuat telinga manusia tuli!” ha? Itu suara… Baekhyun? Ia masih disini?!

“Baekhyun-ssi! Tolong aku. Bantu aku agar aku bisa kembali ke dorm” aku memohon padanya

“Tadi kau marah-marah sekarang …”

“Jangan pikirkan itu. Lupakan hal itu. Mianhae” aku merasakan ada air yang jatuh ke pipiku. Aku menagis

Deg.

Omo! Ada yang memegang pipiku!

“Sudah. Kau tidak perlu menagis. Aku memaafkanmu”

“K-kau t-tidak bercanda?” gugupku. Hey! Kenapa aku tiba-tiba gugup? + jantung berdetak tidak karuan?

“Mana mungkin aku bercanda” ia menjauhkan tangannya dari pipiku. Syukurlah~

“Yasudah. Kajja,kita kembali ke tempat rekaman”

Tempat rekaman!?

“Hey! Aku memintamu untuk bukan untuk mengantarkanku ketempat rekama tetapi ke dorm. Ke DORM!” sengaja aku meninggikan kalimat terakhirku agar ia sadar

“Kau tampak sehat. Bahkan kau bisa berteriak tadi” dia berusaha memanas-manasiku

“Baik. Kita kembali ke tempat rekaman!” tantangku pada diriku sendiri.

O_o

“Taeyeon-ssi? Kau sudah baikkan?” tanya seseorang yang tidak kukenal.

“Ehhmmm… Lumayan” jawabku santai.

“Baik. Kau bisa mulai sekarang. But, Mizuki-san Anatawa, saishonikidōsurukotogadekimasu(kau bisa memulai duluan)” apa yang ia katakan? Itu tambah membuatku pusing

Daremoinai stage
Yume no jikanwamoumakugaoriteyuku
Kinou to onaji
Asuwanido to konai to kidzuku no
Last scene waitsumosetsunakuutsukushiikedo
Namidafuitetobiratatakou

 

….

Oh suaranya,indah sekali. Wait, hey! Suaraku tidak sebagus Nana Mizuki. Tetapi kenapa aku yang dipilih ya? Aahh~ Molla

“HEY!”

“HWAAA!!”

DUBRAK!

“Awww” aku mengusap bokongku yang sepertinya sangat suka mencium lantai.

“Cih. Ceroboh sekali kau” ia mencibir. Oh,terima kasih atas cibiranmu!

Sebuah tangan tiba-tiba muncul didepan mataku. Tangan siapa ini?

“Biar aku bantu. Aku merasa seperti laki-laki tidak gentleman” seketika itu juga,aku seperti ingin muntah. Aku menghela nafasku lalu berpikir sejenak. Baiklah. Aku meraih tangannya lalu ia menarikku agar dia lebih mudah menarikku. Aku heran,bagaimana ia bisa merubah sifat dirinya begitu saja?

“Gwenchana,Taeyeon-ssi?” kata salah satu staff

“Gwenchana” aku tersenyum meyakinkan. Lalu ia tersenyum balik

“Baiklah kau bisa mulai sekarang” aku memasang earphone yang tersedia lalu…. Mulai!

…..

Ima
Atarashiiwatashiniumarekawaru
Yuukiwodashite
Kagayakitsuzukeyou
My Heartful Song
My Heartful Song
Utauyoitsumademo
Anatanitodokimasuyouni

 

Aku mengahiri laguku dengan tersenyum. Aku bangga! Eomma! Appa! This for you.

“Wahhh~ Kemampuanmu mirip sekali dengan Baekhyun” MWO? Baekhyun!? NO WAY! Aku hanya tertawa garing.

“Watashiwakaregawatashi no uta o utaitai(aku ingin laki-laki itu menyanyikan lagu ini)” kata Nana Mizuki sembari menatap Baekhyun. Akupun menatapnya juga.

“M-m-me?” Nana Mizukipun mengangguk. Ia pun berjalan menuju tempatku tadi mengeluarkan suaraku lalu memasang earphone yang tadi aku pakai juga.

……..

itsu kara darou
honto no egao miserarena kunatteta
konna watashi wo
akiramenaide mattete kureta no

 

……..

Suaranya sungguh ……..

“Kau menyukai suaraku?” tiba-tiba terdengar suara dari telingaku

“YAKKK!”

BUKK!

“Awww” ia mengusap dahinya

“Cih. Makanya,jangan suka mengagetkan orang!” kataku dengan nada ketus lalu pergi

Taeyeon side off

 

 

Author side on

 

itsu kara darou “Enngghhh!”

 

itsu ka— “Argghhhh!!!”

 

Taeyeon frutasi. Ia tidak bisa menyanyi sebagus Baekhyun.

“Wae? Wae? WAE?!” ia berteriak melampiaskan kekesalannya

“Eonni.. Eonni. Ada apa?” Namjoo yang khawatir akan keadaan Eonninya itu menghampiri Taeyeon yang tengah mengusap air mata yang jatuh ke pipinya

“Eonni tidak apa-apa Namjoo-ah. Kau tidak perlu khawatir” ia menenangkan saengnya yang sepertinya juga ingin mengeluarkan air mata

“Eonni… Pergi dulu ne?” Taeyeon lalu bangkit dan meninggalkan Namjoo di dormnya

Onii-chan,ganbatte ne?” ucap Namjoo lirih

Taeyeon berlari menuju tempat dimana ia tadi tersesat. Ia menangis sejadi-jadinya disana

“Hiks,Hiks.. Kenapa aku mau menerima tawaran itu?! Kenapa!?” ia masih frustasi.

“Kau hanya perlu menyanyi dengan hatimu. Bukan mengikuti gaya orang lain. Jika kau terus-terus mengikuti gaya orang lain,kau akan terus frutasi”

Deg.

Taeyeon terkejut. Ia sangat mengenal suara namja ini.

“B-b-b…”

GERP

“Shh.. ”

Taeyeon merasakan wajahnya memerah,jantung berdetak lebih kencang dari biasanya dan hal hal lain yang jarang ia rasakan.

“K-k-k …”

“Jika aku boleh jujur,sepertinya mememilik rasa seperti Jongdae…”

“J-j-jo…”

“Jangan memotong pembicaranku. Iya. Pasti kau tahu’kan”

“K-k-k…”

“Ne. Saranghae”

Deg.

“Kau mencintaiku?” kata Taeyeon cepat

“Ne. Kau sudah tahu’kan?” Baekhyun melepas pelukannya lalu menatap lembut Taeyeon

Ada apa dengannya? Kenapa ia jadi seperti itu?” ujar Taeyeon dalam hatinya. Seperti bisa membaca pikiran Taeyeon,Baekhynunpun menjawab

“Tidak tahu kenapa,aku selalu berbeda jika dihadapanmu. Kadang-kadang jantung berdegup kencang. Pipiku memerah dan lain-lain yang tidak perlu kau tahu. Aku pernah bertanya pada salah satu temanku. Katanya,ini…. cinta. Ya. Awalnya aku juga tidak percaya dan akhirnya… aku percaya” kata Baekhyun panjang x lebar = luas persegi panjang (?)

“O-o-o…”

“Kau tidak perlu menjaw—”

“Sok tahu sekali kau! Memang kau tahu perasaanku,huh?!” Taeyeon melipat tangannya lalu membuang muka. Baekhyun tertawa kecil lalu melanjutkan perkataanya

“Aku tahu. Barusan aku merasakannya”

Blush.

Thanks God. Kau membuat wajahku memerah lagi” ucap Taeyeon dalam hati sementara Baekhyun hanya tertawa kecil.

Hening

“Err.. Baekhyun-ssi,aku harus pergi. Nam—”

“Kau masih memanggilku dengan embel-embel ssi? Kau tidak bercanda?” terdengar nada kecewa disana. Taeyeon kelabakan. Ia bingung.

“A-a-a-… Ah! Aku duluan” Taeyeon langsung pergi darisana meninggalkan Baekhyun yang tengah menggalau (?)

Beberapa hari setelahnya

 

daijōbu?(kau baik-baik saja?)” tanya Nana Mizuki saat mereka berada di belakang panggung. Taeyeon mengangguk.

“Ganbatte ne?” Nana Mizuki mengepalkan tangannya. Taeyeonpun juga mengikuti. Mereka berduapun tertawa bersama

Hari ini adalah hari dimana Taeyeon akan berduet dengan salah satu penyanyi favoritnya yaitu Nana Mizuki. Ia berusaha untuk menampilkan yang terbaik. Ia mengintip dari tirai dibelakang panggung. Ia tersenyum saat melihat adik tengah duduk disalah satu tempat duduk penonton tetapi ia sedih saat melihat Baekhyun yang juga ada disana. Kata-kata Baekhyun masih tergiang-giang diotak Taeyeon.

“Aku pasti bisa!” ucapnya

“Baik-baik. Hari ini kalian berdua akan berduet.jadi tampilkan yang terbaik,ne?”

“Ne!” ucapku semangat

“Ok. Kalian boleh keluar” saat ‘MC’ menyelesaikan kalimat terakhirnya,Taeyeon dan Mizuki keluar dari belakang panggung. Taeyeon dan Mizukipun keluar dengan gaun seperti ini

“Wahh~” penontonpun terkejut. Saking terkejutnya,ada yang sampai mati mendadak #alay -_-

“Taeyeon-ah., you are so beautiful” ucap Baekhyun dalam hatinya

“Eonni. Aku tidak percaya kau bisa berduet dengan penyanyi favoritmu! Aku turut bangga!” memang,Namjoo belum mengetahui bahwa yang berduet dengan Eonninya itu adalah Nana Mizuki

 

dare mo inai STAGE
yume no jikan wa mou maku ga orite yuku
kinou to onaji
asu wa nido to konai to kizuku no

LAST SCENE wa itsumo setsunaku utsukushii kedo
namida fuite tobira tatakou

atarashii watashi ni
umarekawaru
yuuki wo dashite
hazukashi ga ranaide
MY HEARTFUL SONG
MY HEARTFUL SONG
utau yo itsumademo
anata ni todokimasu you ni

itsu kara darou
honto no egao miserarena kunatteta
konna watashi wo
akiramenaide mattete kureta no

kodoku no tate wo kakage jibun to tatakatte ita
hora tsuyogari no kusari hodo ite

natsukashii omoide ni
yasashisa ga
mesameru you ni
sunao ni nareta kara
MY HEARTFUL SONG
MY HEARTFUL SONG
kokoro wo hiraite

ima atarashii watashi ni
umarekawaru
yuuki wo dashite
kagayaki tsuzukeyou
MY HEARTFUL SONG
MY HEARTFUL SONG
utau yo itsumademo
anata ni todokimasu you ni 

Mereka bedua mengakhiri lagu itu dengan indah. Ada yang menangis haru dan ada juga yang menangis terisak-isak. Duet yang indah

“Gamsahamnida” mereka berdua berpegangan lalu menunduk. Sorak-sorak penonton semakin ramai. Tepuk tangan juga memunuhi tempat itu. Taeyaeon melihat ke arah Namjoo. Adiknya itu tengah tersenyum kepadanya. Taeyeon membalas senyuman Namjoo. Lalu Taeyeon melihat ke ara Baekhyun. Sama halnya dengan Namjoo,ia juga tersesnyum. Namun reaksi Taeyeon berbeda. Ia tidak bisa menahan semburat wajah merahnya. Ia melihat Baekhyun yang tengan tertawa geli.

“Awas kau!” geram Taeyeon dalam hati

O_o

Taeyeon sedang berada ditaman dimana Baekhyun menembaknya. Pikirannya kosong. Ia tidak tahu apa yang sedang ia fikirkan sekarang. Otaknya benar kosong.

“Kau sedang melamunkan apa?”

Deg.

“Huh! Kau mengagetkanku!” Taeyeon memukul lengan orang yang mengagetkan

“Apa salah mengagetkanyeojachinguku sendiri?” dari nadanya,spertinya orang itu ingin menggoda yeojachingnya

“Y-y-yak! Itu sangat sal—”

CUP

Orang itu mencium singkat bibir Taeyeon dan hal itu sukses membuat Taeyeon membelalakan matanya.

‘Kau! Berani sekali mencuri first kissku!” orang yang sudah Taeyeon anggap sebagai namjachingunya itu tertawa terbahak-bahak

“Yak! Byun Baekhyun!”

END

Annyeong minna-san. Haa~ Maaf ya kalo misalnya ini FF gaje absurd + aneh -_-. Aku bikinnya gk pake niat soalnya -_- seandainyapun pake,pasti tetep absurd. Tapi ya…. gitu deng pokoknya.. ya.. gitu juga lah #gaje terus juga,kalo misalnya ada yg ngerti apa arti dari bahasa jepang diatas,bisa ditanyain kok ^^- udah ahh~ ntar jiwa bawel aku kambuh xD.

4 thoughts on “[Freelance] My Heartful Song

  1. bagus lho thor!😀 yang dibagian awal bagus tp terlalu banyak kata ‘bak’. mgkin bisa diganti bagai, laksana, layaknya atau apaaa gitu *plak *sokseniorxD
    tapi, ketika mulai *ciah* dibagian taeng lari ke rumahnya dan ada kecelakaan, disitu agak kurang jelas dan terlalu cepat alurnya. mungkin itu aja KriSar aku🙂 maaf kalau kurang enak dibaca, tapi bagus thor! keep writing😉

    -penggemar Baekyeon xDD *dor

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s