Drabble : 02.00 o’clock

2soo

02.00 o’clock

By Wolveswifeu

Starring

Kyungsoo | Sooyoung

Genre

Romance | Sad

Disclaimer

Original Cast : Baekhyun & Taeyeon

Posted in wolveswifeu.wordpress.com, exomkfanfiction.wordpress.com.

            Namja itu sedang mengutak-atik ponselnya. Matanya melebar ketika melihat pesan masuk 4 hari yang lalu.

From : Sooyoung©

            Kyungsoo-ah, hari jum’at sepulang dari kampus kita bertemu di café milik Xiumin, ne? Jam 2 siang ya. Kita makan bersama. Aku tunggu kamu.

Namja itu menatap arloji yang ada di lengannya, jarum jam neunujukkan pukul jam 1 siang. Dengan cepat namja itu meraih ransel berwarna merahnya dan memikulnya. Temannya yang sedari tadi berada di perpustakaan universitas itu melihatnya dengan aneh.

“Mau kemana, Kyungsoo-ah?” Tanya namja itu kepada orang yang bernama Kyungsoo.

“Menemui Sooyoung.” Jawab namja yang bernama Kyungsoo itu.

“Tapi, Sooyoung noona….” Ucapan namja itu terpotong.

“Sudahlah, Chanyeol. Aku tidak mau sampai dia menungguku. Sampai nanti.” Kyungsoo langsung pergi meninggalkan Chanyeol. Namja itu berlari keluar dari perpustakaan di universitas itu lalu segera pergi ke café milik temannya, Xiumin.

***

            “Sooyoung-ah, kau kemana?” Sudah 30 menit Kyungsoo duduk di salah satu sofa di café itu sendirian tanpa ada yang menemani. Xiumin masih mengurusi hal yang lain. Kyungsoo meneguk coffeelate-nya lagi. Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk.

From : Kyungsoo

            Kau dimana? Masih di café Xiumin hyung? Menunggu Sooyoung noona? Mianhae, menurutku Sooyoung noona tidak akan datang. Lebih baik kau pulang dan beristirahat. Aku tahu kau lelah.

“Sok tahu!” Oceh Kyungsoo. Dia meletakkan ponselnya lalu menatap keluar jendela.

“Sooyoung-ah, kau kemana? Jarang sekali kau datang telat.” Kata Kyungsoo. Tiba-tiba seorang namja duduk di hadapannya. Kyungsoo menoleh.

“Eh, Xiumin? Apa kabar?” Tanya Kyungsoo.

“Baik. Bagaimana dengamu?”

“Baik.”

“Kau sedang apa?”

“Menunggu Sooyoung.”

“Soo..Sooyoung? Choi Sooyoung?”

Ne, yeojachingu-ku.”

Baru saja mereka memulai pembicaraan tapi anak buah Xiumin menghampiri mereka karena terjadi sedikit masalah di dapur.

Mianhae sajangnim,jika aku mengganggumu. Tapi, baru saja ada pelanggan yang mengamuk di balkon lantai dua.” Lapor pelayan itu.

“Aku pergi sebentar ya.” Ijin Xiumin. Kyungsoo hanya mengangguk. Kenapa semua orang aneh hari ini, pikir Kyungsoo.

Baiklah, sudah 2 jam Kyungsoo menunggu Sooyoung. Dari jam 2 siang hingga jam 4 siang menjelang sore. 3 gelas coffeelate sudah habis diteguknya. Anehnya, dia tidak merasakan lapar. Dia benar-benar setia menunggu Sooyoung untuk makan bersamanya. Tapi, dia merasa keganjalan yang sangat dalam. Kegelisahan mulai menghampiri Kyungsoo. Xiumin pun datang dan duduk di depan Kyungsoo lagi.

“Masih menunggu dirinya?” Tanya Xiumin.

“Yap.”

“Kau harus menerima kenyataan.”

Wae?” Alis Kyungsoo berkerut, dia merasakan ada yang tidak enak sekarang.

“Kau lupa? Sooyoung meninggal 2 hari yang lalu.”

“Jangan bercanda!” Kyungsoo memukul meja yang ada dihadapannya. “Bercandaanmu terlalu konyol!” Lanjut Kyungsoo.

“Aku serius. Bahkan kau datang ke pemakamannya waktu itu.”

“Aku tidak pernah merasa datang ke pemakaman.”

“Kau tertekan. Pulanglah dan istirahat.”

“Aku mau menunggu Sooyoung! Mengertilah!”

Xiumin merogoh saku celananya, mencari ponsel miliknya. Dia mencari pesan dari Kyungsoo ketika Kyungsoo mengatakan Sooyoung meninggal dunia. Xiumin memberikan ponselnya ke Kyungsoo. Kyungsoo tersentak kaget. Matanya memanas, turunlah air mata Kyungsoo.

“Bagaimana aku bisa lupa?” Tanya Kyungsoo.

“Cobalah menerima kenyataan.” Jawab Xiumin.

“Susah.” Hati Kyungsoo terasa sangat sakit ketika membalas perkataan Xiumin tadi. Air matanya jatuh lagi untuk sekian kalinya. Air mata untuk Choi Sooyoung.

“Kau pasti bisa, biarkan Sooyoung tenang di alam sana.”

“Sooyoung-ah….” Panggil Kyungsoo dengan nada yang sangat sedih lalu pergi meninggalkan café itu sesuai saran Xiumin tadi. Xiumin yang mengerti perasaan Kyungsoo memahami jika Kyungsoo tidak berpamitan.

Kini Kyungsoo sudah berada di depan café Xiumin, Kyungsoo menatap ke langit yang tadi biru nyaris berubah menjadi orange.

“Mengapa kau meninggalkanku secepat itu?” Tanya Kyungsoo.

 

THE END

14 thoughts on “Drabble : 02.00 o’clock

  1. Oppa kuatkan dirimu..
    Kalau kalian tdak dipersatukan di dunia ini, insya allah kalian akan dipersatukan di alam yg lain #SokDramatis #EfekBacaFF

  2. Merinding thor bacanya :(( kasian kyungsu oppa, udah nebak sih sebenernya kalo syoo unni udah gaada :(( feelnya duapet thor🙂 ditunggu karya selanjutnya🙂

  3. huweeeee kok sad ending T,T
    Kyungsoo setia banget ama sooyoung, sanging setianya dia lupa kalau soo eon udh meninggal and tetap nunggu sooyoung😦
    Nice FF thor + Feelnya dapet ^^
    dituggu FF Sooyoung lainnya ya ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s