[Freelance] The Cursed Angel (Chapter 2)

the-cursed-angel

The Cursed Angel (Chapter 2)

Author             :  _agrn

Main Cast        : Tiffany,Yoona, Jessica, Taeyeon, Seohyun
Suho, Luhan, Baekhyun, Baekhyun, Sehun.

Genre              : Romance, Fantasy, Family, Angst, Friendship.

Rate                 : PG 15

Length             : Multichapter

A/N                 : Readers~ Author balik lagi. maaf banget karena di chap sebelumnya ada kesalahan -_- sorry banget… makasih buat yg mau baca. Nah, akhirnya aku sempetin buat lanjutannya ditengah liburanku… hope you like it. Italic itu perkataan Taeyeon dalam hati ‘-‘ dan fyi, semua perkataan Taeyeon adalah telepati alias ngomong dalem hati ‘-‘ bold berarti suara yang didengar Tiffany ‘-‘ sekian cuap cuap saya DON’T LIKE DON’T READ dan Happy Reading~

oOoOoOo

Taeyeon’s POV

“Taeyeon-ah… kau tidak boleh melakukan itu…”

Guruku –atau mungkin baby sitterku- mengambil potongan puzzle yang kugigiti sejak tadi. Well, aku harus berterimakasih padanya karena menghentikan aksi bodoh tubuhku ini. “Aku bisa gila. Kalau bukan karena Kris Oppa, aku bahkan tidak akan sudi berdekatan dengan anak autis seperti kau”gerutunya kecil, namun aku dapat mendengarnya. Hei, kau pikir aku bodoh? Walau tubuhku bergerak seperti bayi, dan aku masih tidak bisa berbicara, aku bisa mengerti apa yang kau katakan!

Selalu seperti ini. Semua manusia sama saja. Tidak ada yang tulus melakukan sesuatu! Yang yeoja melakukannya agar mendapat perhatian Kris Gege, dan yang namja ingin mendapat bayaran mahal saja. Memuakkan!

“Nah, Taeyeon-ah, kau sudah bisa berhitung bukan?”

Aku menatapnya dengan pandangan datar. Jangan salahkan aku, tubuhku bergerak sendiri. Dan akhirnya tubuhku merespon dengan anggukan.

“Kalau begitu, aku punya seratus permen. Aku memakannya bersama Kris Oppa sebanyak 98 buah. Nah, berapa sisanya?”

Mimpimu tinggi sekali nona, kurasa itu tidak akan tercapai. Dan, apa kau pikir aku bodoh itu?! Tentu saja aku tahu! “Dwa”jawabku singkat.

Well, aku yang sekarang hanya bisa tambah menambah, kurang mengurang, dan materi dasar lainnya. Astaga, padahal dulu aku bahkan bisa menyelesaikan soal-soal setingkat mahasiswa diumur 10 tahun. Ahjussi tua itu sudah merenggut semua isi otakku sepertinya.

“Taeyeon-ah”

Aku dan yeoja dihadapanku menoleh kearah Kris Ge yang baru saja pulang. Senyum sok manis langsung terlihat di wajahnya. “Annyeonghaseyo Kris-ssi”ucapnya. Heh, sok manis dan sok polos. Padahal tadi sisi bitchy –nya terlihat jelas.

Kris Ge hanya mengangguk singkat lalu mendekat kearahku. Ia duduk disampingku dan mengelus kepalaku dengan lembut. Tubuhku tergerak untuk menyunggingkan senyum manis. Well, aku menyukai caranya memperlakukanku sebagai adiknya. Aku merasa nyaman bersamanya. Andai ada keajaiban datang dan ia mengungkap rasa cintanya padaku dengan tulus, aku akan segera terbebas dari kutukan ini. Ah, tapi itu hanya angan-angan bodoh. Kris Ge tidak akan melakukannya.

“Dia tidak nakal hari ini kan?”tanya Kris.

Yeoja itu menggeleng. “Tidak, tentu saja tidak”jawabnya. Ah, dasar pembohong.

“Baguslah, lalu apa dia ada perkembangan?”

Gotcha! Dia tidak bisa berbohong kali ini. Karena tubuhku sedari tadi tidak menyanggupi dirinya yang mengajariku kecuali pertanyaannya yang terakhir tadi. “Emm… itu…”

Tubuhku bergerak dan mengambil beberapa kertas yang terkapar di lantai. Aku memberikannya pada Kris Ge, dan namja itu hanya dapat tersenyum. “Kau menggambar lagi?”

Aku mengangguk dengan polos. Kali ini aku setuju dengan pergerakan tubuhku. Dengan begini, ketahuan sekali jika yeoja itu tidak bisa mengajariku dengan baik bukan? Haha. Aku yakin dia akan diberhentikan.

Tiba-tiba ponsel Kris Ge berdering. Ia segera mengangkatnya “Yoboseo?… Ah, kau. Ada apa?… Kau ingin berkunjung? Baiklah… Adikmu? Tentu saja kau boleh mengajaknya. Kalau tidak salah namanya Jessica bukan?”

Ah! Sica akan datang berkunjung! Astaga, aku begitu merindukan yeoja itu… Bagaimana kabarnya ya?

oOoOoOo

“Sic, bersiap-siaplah” Jessica menoleh dan mendapati Baekhyun yang sedang menutup teleponnya.

“Memangnya kita akan kemana?”tanya Jessica polos.

Baekhyun tersenyum riang. “Ke rumah Kris. Aku sedang ingin berdiskusi dengannya. Kau mau ikut bukan?”

Raut wajah Jessica berubah menjadi riang, tidak kalah riang dari Baekhyun. Berkunjung ke rumah namja bernama Kris berarti mengunjungi Taeyeon. Dan Jessica sangat merindukan sahabatnya yang satu itu. “Jinjja? Baiklah, aku akan bersiap-siap!”

Baekhyun hanya dapat tertawa melihat tingkah girang Jessica. Ia tidak tahu apa hubungan adiknya dan adik Kris hingga membuatnya selalu kegirangan setiap akan menemuinya. Namun ia rasa mereka berteman baik. Sayangnya mereka tidak pernah bertemu lama karena Taeyeon sedang kedatangan gurunya.

Butuh waktu yang cukup lama bagi Jessica untuk mengganti baju. Dan untunglah Baekhyun telah terbiasa menunggu. Tak lama kemudian, Jessica keluar dari kamarnya. “Baekhyun Oppa, Kajja”ucapnya.

Baekhyun mengangguk, lalu berdiri ke belakang kursi roda Jessica. Siap untuk mendorong kursi yeoja itu. “Bagaimana kalau jalan kaki?”

“Mwo?”Jessica sedikit tersentak. “Jalan kaki? Apa kau gila? Rumahnya jauh! Aku mungkin enak tinggal duduk saja. Kau harus mendorong lalu berjalan. Kau jelas akan lelah nanti”gerutunya.

Baekhyun tertawa renyah. “Tenang saja. Aku tidak selemah itu”Dan namja itu pun mendorong kursi roda yeoja itu.

Jessica menghela nafas. Sepertinya kadar khawatir dan perhatiannya pada Baekhyun meningkat hari demi hari. Entahlah… ia mulai merasa tidak bisa meninggalkan kakaknya yang satu ini.

“Astaga! Pikiran macam apa itu?! Sadarlah Jessica!!! Dia hanya manusia yang kau peralat!! Setelah kutukan ini lepas kau akan kembali ke tempatmu!! Jangan berbelas kasih!!!!”teriak Jessica dalam hati. Ia bahkan memukuli kepalanya sangking kesal.

“Hei hei, apa yang kau lakukan?”Baekhyun memegangi tangan Jessica. “Kau sudah bodoh, jangan memukuli kepalamu. Yang ada kau akan tambah bodoh nanti”

Jessica mendengus. Ingin sekali ia berteriak pada Baekhyun untuk tidak terlalu memberi perhatian padanya. Agar ia juga tidak semakin menyayangi kakaknya ini…

oOoOoOo

“Yo! Kris”Baekhyun menyapa temannya itu. Kris tersenyum tipis lalu menyuruh Baekhyun duduk disebelahnya.

“Emm… permisi”ucap Jessica kecil, namun dapat didengar oleh Baekhyun dan Kris. “Taeyeon.. ada dimana?”tanya Jessica.

Kris menatap Jessica dengan pandangan aneh. Kebetulan macam apa ini… atau malah keajaiban? Tumben sekali ada yang menanyai adiknya. “Kau mencari Wu Taeyeon?”

“Tentu saja, apa ada yeoja bernama Taeyeon lainnya di rumah ini?”

Sekali lagi Kris terperangah. Dan kini ia sibuk berpikir. Apa yeoja ini akan mencelakai Taeyeon? Atau dia akan menyandera Taeyeon lalu meminta tebusan?

“Sepertinya kau sudah tidak sabar lagi, Sica”sahut Baekhyun, membuat Kris menatapnya.

“Tidak sabar?”

“Ya, entah kenapa adikku itu selalu ingin bertemu dengan adikmu Kris. Dia selalu bersemangat ketika akan kuajak kesini. Sayangnya dia dan Taeyeon jarang bertemu.”jelas Baekhyun singkat.

Kris terperangah sekali lagi. Yeoja ini sudah lama ingin bertemu dengan Taeyeon.. apa mungkin ia akan mengajak Taeyeon berteman? Apa ia bisa mempercayai yeoja ini?

“Dia ada di kamarnya di lantai 2”jawab Kris akhirnya. Tanpa memperdulikan Kris, Jessica berajak pergi. Namun ia segera berhenti ketika mengingat keadaannya. Ia menghela nafas. Bagaimana ia bisa menemui Taeyeon jika ia tidak bisa menaiki tangga?

Tiba-tiba, ia merasakan jarinya disentuh oleh sesuatu. Jessica menoleh dan mendapati Taeyeon sedang memegangi jari-jari tangannya. Senyumnya merekah ketika melihat Taeyeon.

“Taeyeon-a!!”gumamnya.

“Annyeong Sica-a! Astaga, aku sangat merindukanmu!!!” Jessica dapat mendengar telepati dari Taeyeon. Ah, dia lupa jika tubuh Taeyeon bergerak sendiri sekarang. Berhubung Jessica juga dapat bertelepati, akhirnya dia mengirimkan telepatinya.

“Nado Taeng-a. Ah ya, apa kau sudah menemukan tanda tanda kehadiran Catherine dan Stephanie?”

“Belum… Tubuhku ini benar-benar menghambatku. Lalu para guru yang sok itu juga menghalangiku.”

Jessica terkekeh mendengar celotehan Taeyeon. “Yoona alias Roxanne juga belum menemukan mereka”ujarnya.

“Kau bertemu Roxanne?” Jessica mengangguk.

“Astaga,bagaimana keadaan yeoja itu?”

Jessica menghela nafas “Tidak bisa melihat.. ia menggunakan anjing untuk menuntunnya”

Baru saja Taeyeon ingin kembali melanjutkan obrolan mereka, tubuhnya kembali bertingkah. Kini ia merasa ngantuk. Sekarang memang jam tidur siangnya sih… tubuhnya mengambil salah satu buku dongeng dan memberikannya pada Jessica.

“Kau ingin aku membacakannya Taeng-ah?”tanya Jessica. Taeyeon mengangguk-angguk polos.

“Sorry Sic. Kau ladeni dulu saja tubuh ini”nada suara Taeyeon terlihat kesal sekaligus mengantuk.

Jessica tertawa kecil. “Arraseo. Aku akan menceritakan tentang Puteri Salju. Dengarkan baik-baik ya, Taeyeon-ah”ujar Jessica. Taeyeon kembali mengangguk dan duduk didepan Jessica dengan manis.

Jessica bercerita dengan menyenangkan. Suaranya yang sungguh indah membuat Taeyeon menyukainya dan tak lama kemudian tertidur dengan manis di sofa. ah, Jessica baru menyadarinya. Yeoja itu sudah berpindah posisi ke sofa ternyata.

“Siapa kau hah?”

Jessica menengadah, mendapati seorang yeoja menatapnya dengan pandangan garang. Dari pakaiannya, Jessica tahu bahwa yeoja ini adalah babysitter Taeyeon.

“Siapa aku juga bukan urusanmu”jawab Jessica dingin. Well, sifatnya yang satu itu benar-benar terlihat saat dia bersama orang yang ia benci.

“Sudah merebut tugasku, kau malah menjawab seenaknya hah!”Nada yeoja itu sedikit meninggi.

“Tugas apa yang kurebut? Taeyeon memintaku membacakannya, berarti itu tugasku.”jawab Jessica, membuat yeoja itu semakin marah.

“Sudah cacat, kau masih belagu!? Dasar tidak tahu malu!!”Tanpa Jessica sangka, Yeoja itu justru menampar Jessica dengan keras, hingga ia terjatuh dari kursi rodanya. Suara yang cukup keras itu membuat Taeyeon terbangun.

Tubuh Taeyeon bergerak menarik rambut yeoja itu dengan kuat, hingga terduduk. Kini, baik tubuh atau jiwanya sama-sama ingin memukuli yeoja itu. Tubuhnya mengingat suara Jessica yang sangat ia sukai. Sedangkan jiwa Taeyeon jelas tidak senang temannya dipukuli begitu.

“Aaaakh! Sakiit!!!”jerit yeoja itu ketika Taeyeon kembali menarik rambutnya dengan keras.

“T..Taeyeon-a! Hentikan!!”teriak Jessica. Ia tidak ingin terjadi keributan di rumah ini, jika ada yang salah paham, mungkin mereka akan mengira Jessica-lah yang patut disalahkan.

Kris dan Baekhyun yang mendengarnya segera berlari menuju ruangan tersebut. Jelas saja Baekhyun-lah yang pertama bereaksi ketika melihat adiknya tersungkur begitu saja dilantai.

“Sica!”Baekhyun mengangkat tubuh Jessica menuju kursi rodanya. Ia tidak akan membiarkan adiknya duduk di lantai yang dingin. “Gwenchanayo?”tanyanya sambil mengelus pipi Jessica yang memerah akibat ditampar tadi.

“Gwenchana. Tolong hentikan Taeyeon, Kris-ssi”ucap Jessica. Ia tidak tega juga melihat Taeyeon yang menggigiti tangan yeoja itu.

Kris bergerak menuju Taeyeon lalu memisahkannya dari yeoja itu. “Berhenti. Wu Taeyeon”ujarnya, terdengar dingin.

Taeyeon terlihat diam lalu menangis. Ia menangis hingga suara tangisannya menggema di ruangan besar itu. Kris menghela nafas lalu mengusap-usap kepala Taeyeon. “Kau mengantuk pasti. Bibi Ahn, bawa Taeyeon ke kamarnya”ucap Kris pada sang pelayan.

Begitu Bibi Ahn sudah membawa Taeyeon pergi dan yeoja yang menjadi sasaran Taeyeon tadi telah berdiri, Kris membuka pembicaraan. “Jadi, apa yang terjadi disini?”

Jessica menghela nafas. Ia tidak ingin memperpanjang masalah dan mendapat masalah baru. “Kau bisa melihatnya sendiri dari CCTV yang ada disana.”jawabnya to the point. Lalu yeoja itu menoleh kearah Baekhyun. “Oppa, aku ingin pulang”

Baekhyun mengangguk. “Kajja”

oOoOoOo

Seperti biasa, Yoona mengajak Han jalan-jalan sekaligus mampir ke toko roti Luhan. Cuaca sepertinya sedang bagus, mungkin Yoona akan menyempatkan diri untuk makan roti di taman.

Begitu masuk, Yoona sudah dapat mencium wangi roti yang menggugah rasa lapar. Han kembali menuntunnya berjalan, namun sepertinya anjing itu terlihat bingung. Yoona membungkukkan badannya sedikit dan mengelus surai kecoklatan Han. “Ada apa? Apa kursinya tidak ada yang kosong?”tanya Yoona, walau ia tahu Han tidak akan mengerti. Ia akhirnya menghela nafas. Ia memutuskan untuk pergi dan berjalan-jalan saja.

Tiba-tiba saja, segerombolan orang datang dari depan pintu. Mereka menabrak Yoona dan menyebabkan yeoja itu jatuh. “Aish”gerutu Yoona pelan. Kemudian ia mulai berusaha untuk mencari pegangan yang kuat dan berdiri. Sayangnya ia tidak menemukan pegangan apapun, yang berarti ia harus berdiri sendiri. “Sial, padahal kakiku sedang sakit”gerutunya lagi.

“Permisi, aku bisa membantumu”

Yoona dapat mendengar suara itu. dari suaranya, ia tahu bahwa orang itu namja. “Emm.. apa kau sedang mengulurkan tanganmu?”tanya Yoona. Panca inderanya mengatakan bahwa ada tangan dihadapannya.

“Ya, sejak tadi aku mengulurkan tanganku, namun kau tidak menyambutnya dan asik menggerutu”

Yoona terkekeh pelan. “Maaf.”Yeoja itu meraih tangan namja itu dan berdiri. “Aku tidak melihat tanganmu”

“Bagaimana mungkin kau tidak melihat tanganku jika tanganku ada didepan matamu Nona?”tanya namja itu, sepertinya masih menggerutu.

Tepat setelah namja itu menyelesaikan perkataannya, Han menggonggong. “Oh. Maaf”lanjutnya, merasa bersalah.

“Tidak apa-apa. Apa keadaan disini sedang ramai?”tanya Yoona, membuka pembicaraan.

“Ya, Apa kau tidak tahu? disini sedang ada selebritis. Penggemar dan wartawan sedang berada disini juga”ucap namja itu.

“Ah, pantas saja. Kalau aku boleh tahu, siapa selebriti itu?”

“Catherine. Atau terkenal sebagai Seo Joo Hyun disini”jawab namja itu singkat. Yoona mengerutkan alisnya. Catherine…  Entah kenapa ia jadi merasa kalau selebritis itu adalah Catherine temannya.

“Oh ya, namamu siapa? Sedari tadi kita mengobrol tapi belum berkenalan, haha”

“Oh Sehun. Kau?”

“Im Yoona.”

“Yoong?”

Yoona menoleh kearah sumber suara. Walau tidak melihat siapa yang memanggilnya, tapi ia tahu kalau orang itu adalah Luhan. Namja itu sepertinya berjalan kearah Yoona dan Sehun. “Sejak kapan kau datang? Keadaan sedang ramai, bahkan tidak ada kursi kosong. Tadi kulihat kau terjatuh, apa kau tidak apa-apa?”tanya Luhan bertubi-tubi.

Yoona tersenyum simpul. “Aku baru saja datang. Aku tidak apa-apa kok”

“Lalu, hei, Oh Sehun! Kenapa kau malah disini huh? Apa tidak bahaya jika selebriti sepertimu berdiri didepan pintu seperti pelayan?”

Yoona ber-oh ria. Ternyata sedari tadi ia berbincang dengan selebritis. Betapa beruntung dirinya ini.

“Apa tidak boleh Hyung? Kenapa kau cerewet sekali sih?”Oh Sehun membalas sengit, dan mulailah perkelahian kecil diantara mereka. Yoona menghela nafas. Mereka sungguh kekanak-kanakan.

“Apa ada kursi kosong sekarang, Luhan-ah? aku ingin duduk”ujar Yoona.

Luhan mengalihkan pandangannya dan mengangguk. “Ada, kajja”Baru saja Luhan akan menarik tangan Yoona, Sehun sudah lebih dulu menyahut.

“Hyun gurus saja perkejaan Hyung. Aku akan mengantar Yoona-ssi ke mejanya.”

“Ya, Sehun benar. Kau pasti sibuk, Luhan-ah”balas Yoona. Luhan terlihat menghela nafas. Sejujurnya ia ingin sekali mengantar Yoona ke mejanya dan mengobrol seperti biasa. Tapi apa yang dikatakan Sehun memanglah benar. Ia punya segudang pekerjaan.

“Baiklah, temani Yoona sebentar ya, Sehun-ah”ucap Luhan sebelum pergi dari sana.

oOoOoOo

Seohyun menghela nafas dalam hati. Ia lelah. Sungguh lelah. Pertanyaan para wartawan semakin membuatnya pusing. Hei, siapa yang tidak pusing jika kau harus bersusah payah membaca gerak mulut lawan bicaramu untuk tahu apa yang ia tanyakan? Walaupun alat bantu pendengaran sudah terpasang ditelinganya, namun Sang Kakek Tua Menyebalkan itu ternyata masih bersikeras untuk menghukumnya. Buktinya, semakin hari, alat bantunya ini semakin rusak saja. Padahal tidak ada yang menyentuhnya kecuali Seohyun sendiri. Dan dia yakin dia tidak melakukan sesuatu yang berpotensi untuk menghancurkan barang itu.

Beruntungnya, sesi tanya jawab telah selesai dan ini saatnya ia bisa istirahat sejenak. Seohyun berdiri dari kursinya dan pergi dari sana setelah memberikan senyum manisnya. Begitu ia telah ada di sebuah ruangan pribadi di café tersebut (yang tentunya milik Luhan, sang manager) ia segera menghapus ‘topengnya’. “Aaaa! Melelahkan sekali!”gerutunya.

“Berhenti mengeluh, Seo Joo Hyun. Ibumu pasti akan mengomelimu jika dia melihatmu seperti ini”ucap Luhan yang masuk dengan nampan berisikan minuman.

“Ne,Ne,Ne. Kau semakin cerewet saja, Oppa”Seohyun menggerutu lagi, namun dengan senyum manis diwajahnya.

“Aku cerewet karena mengkhawatirkanmu dan peduli padamu, bodoh”Luhan menoyor Seohyun, membuat sang empunya dahi mengeluh. “Ah, ada temanku yang ingin menemuimu, Seohyun-ah”

“Teman? Namja atau yeoja?”tanya Seohyun.

“Yeoja. Dia teman baikku.”jawab Luhan disertai dengan senyum manisnya.

Seohyun mengangguk-angguk. Padahal didalam hatinya, ia sudah bersiap untuk menyingkirkan yeoja itu dari targetnya. Ya, Luhan adalah salah satu target Seohyun, sang Angel terkutuk. Terdengar jahat, namun sekali lagi, kalian pasti akan melakukannya jika berada diposisi Seohyun.

Pintu ruangan itu terbuka, dan menampilkan sesosok yeoja dan namja. Seohyun mengenal namja itu sebagai Oh Sehun, partner kerjanya sekaligus teman baiknya. Namun matanya seketika membelalak begitu melihat siapa yang ada dibelakang namja itu. bibir manisnya tertarik membentuk senyum manis.

“Roxanne!!”gumam Seohyun kecil, namun dapat didengar oleh Luhan yang ada didekatnya.

Senyum Yoona juga mengembang begitu tahu bahwa yeoja yang dicarinya benar-benar Catherine. Yoona berjalan perlahan menggunakan instingnya dan berhenti dihadapan Seohyun. “Catherine, ini benar-benar kau kan?”tanya Yoona tidak percaya.

Seohyun mengangguk-angguk. “Ne! ini aku… Aku merindukanmu!!”Seohyun segera memeluk Yoona, menyalurkan rasa rindunya.

Yoona pun bergerak memeluk Seohyun, yeoja cantik itu menutup matanya, setetes air mata bahagia meluncur bebas dari matanya. Bahagia karena telah menemukan salah satu sahabatnya. Yang berarti mulai sekarang, mereka akan saling bahu membahu untuk memusnahkan kutukan ini.

Sehun yang menyadari apa yang sedang terjadi akhirnya berdehem pelan lalu berkata “Luhan Hyung, Ayo keluar. Sepertinya mereka memiliki sesuatu yang harus dibicarakan berdua.”

Luhan mengangguk-angguk. Namja itu berjalan keluar setelah memberikan senyum sopan pada kedua yeoja itu. Sehun mengekorinya dari belakang.

Setelah Luhan dan Sehun keluar, keduanya langsung duduk di sofa dan bertukar cerita tentang hidup mereka di bumi. Tentang betapa sulitnya mereka menemukan namja tepat untuk melepas kutukan mereka, tentang sulitnya menjalani hidup dengan segala kekurangan mereka. Semua mereka ceritakan sebagai pelampiasan rasa rindu.

“Lalu Seohyun-ah…”Panggil Yoona saat telah mengetahui nama Seohyun sebagai manusia “Siapa targetmu sekarang? kau sudah menemukannya bukan?”

Seohyun tersenyum walau Yoona mungkin tidak bisa melihatnya. “Ya, tentu saja. Namja itu adalah namja cantik sekaligus anak teman baik Eomma-ku. Xi Luhan”

Seketika itu juga, Yoona merasakan jantungnya berhenti sesaat. Matanya sedikit membelalak. Sedetik kemudian ia menghela nafas.

Jadi… Dia dan Seohyun memiliki target yang sama..?

oOoOoOo

“Tiffany”

Seorang namja berwajah malaikat menepuk bahu yeoja bernama Tiffany itu. Yeoja berambut cokelat terang yang dipanggil menatapnya dengan pandangan apa? Miliknya. Ia tidak menjawabnya, karena… dia tidak bisa menjawabnya.

“Kita sudah ada di Korea. Sekarang apa?”

Yeoja bernama Tiffany Hwang itu menggeleng. Matanya terlihat sendu. Perlahan, tangannya menuliskan apa yang ingin ia katakan pada secarik kertas dihadapannya.

“Kau tidak tahu apa yang akan kau lakukan disini?”tanya sang namja.

Tiffany mengangguk. Ia memang tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba saja hatinya menuntunnya untuk pergi ke Seoul. Ia merindukan sesuatu disini. Padahal ia sendiri tidak tahu apa yang ia rindukan. Ia hanya mengikuti kata hatinya.

Ia kembali menulis sesuatu dikertas itu. Sekarang kertas itu berisikan permintaan maafnya pada sang namja.

“Mianhaeyo Suho-ya. Aku tidak bermaksud memaksamu menemaniku”Namja yang dipanggil Suho itu membaca apa yang ditulis oleh Tiffany dengan suara yang cukup besar, membuat Tiffany yang kesal segera memukul lengannya.

Suho tertawa renyah. “Aku tidak terbebani Tiffany. Aku justru senang dapat menemanimu kesini.”Namja itu mengusap-ngusap rambut Tiffany. “Bagaimana kalau makan diluar, Fany-ah?”

Tiffany mengangguk. Yeoja itu segera berdiri dan masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya. Bersiap untuk keluar. Sementara Joonmyun atau Suho yang memang sudah menggunakan pakaian rapi (kemeja dan jeans) menunggu di ruang tamu hotel tersebut.

Tak lama kemudian, Tiffany keluar menggunakan dress selutut yang membuatnya terlihat manis. Yeoja itu tersenyum lalu menggenggam tangan Suho. Suho sudah lama hidup bersama Tiffany, ia mengerti apa yang diinginkan yeoja itu meski yeoja itu tidak menyebutkannya.

“Kajja”

Mereka memutuskan untuk berjalan menuju café tempat mereka akan makan siang nanti. menurut mereka, dibanding menggunakan taxi atau kendaraan lain, berjalan kaki lebih baik karena mereka dapat melihat-lihat pemandangan kota Seoul.

Begitu sampai di café tersebut, Suho segera mengajak Tiffany ke tempat duduk yang paling dekat dengan jendela. Ia ingin Tiffany dapat menikmati pemandangan di luar jendela. Ia tahu Tiffany sangat suka melihatnya.

Suho yang sedang memandang keluar jendela segera mengalihkan pandangannya ketika ia merasakan sentuhan di tangannya. “Ada apa?”tanyanya pada Tiffany.

Tiffany menuliskan sesuatu pada ponselnya lalu memberikannya pada Suho. Pesan itu berisi : “Perhatikan yeoja disudut itu… sedari tadi mereka melihatku terus”

Suho mengalihkan pandangannya lagi. Benar saja, di tempat duduk yang ada di sudut, 2 yeoja yang bisa dibilang cantik terlihat sedang berdiskusi, dan sedetik kemudian salah satu dari mereka menatap Tiffany lagi. Bahkan tanpa ragu yeoja tetap menatap Tiffany penuh selidik meski Suho telah menatapnya juga.

“Pura-pura tidak tahu saja. Mereka mungkin hanya iri dengan kecantikanmu, Fany-ah”ucap Suho.

Tiffany terkekeh kecil lalu menuliskan sesuatu di ponselnya. Kemudian ia memberikan ponselnya pada Suho.

“Gombal? Aku tidak sedang bergombal-ria Fany-ah. aku serius”

“Chogiyo…”

Keduanya menoleh dan mendapati 2 yeoja tadi ada disamping mereka. Salah satu dari mereka yang membawa anjing kembali bersuara “Boleh aku pinjam tanganmu? Aku tidak akan melakukan hal-hal aneh…”

Tiffany mengulurkan tangannya pada yeoja itu, dan yeoja itu menggenggam tangannya, lalu memejamkan matanya. Tak sampai 5 detik, yeoja itu kembali membuka matanya. “Stephanie!”

Yeoja lainnya menatap Tiffany dengan pandangan bingung serta berharap “Stephanie? Apa kau benar-benar Stephanie?”

Tiffany tidak bisa berkata apa-apa. Ia bingung, sungguh bingung. Di satu sisi, ia bernama Tiffany, bukan Stephanie. Namun di lain sisi, ia merasa kenal dengan nama itu. Belum lagi, dengan kedua yeoja dihadapannya. Ia merasa dekat dengan mereka. Ia merasa pernah menjalani kehidupan yang bahagia dengan mereka.

“Stephanie, aku punya kue tart, mau makan bersama?”

DEG!

Tiffany merasa pernah mendengarnya. Tapi kapan? Dan siapa yang menyebutkannya?

“Stephanie, apa kau tahu, suaramu sangatlah indah. Aku iri padamu”

Sekali lagi, Tiffany merasa ia pernah mendengar suara itu. Ia merasa ada seseorang yang pernah menyebutkannya.

Dan sekelebat siluet seseorang muncul dipikirannya. Bersamaan dengan itu, Tiffany merasa sakit yang luar biasa dikepalanya. Ia bahkan mengerang kesakitan, tangannya tergerak menjambak rambutnya sendiri karena rasa sakit tersebut.

“Fany-ah!”Suho yang melihatnya segera mendekat kearah Tiffany, kedua tangannya mencengkram bahu Tiffany. “Tiffany, ada apa denganmu?!!”

Namun Tiffany tidak memperdulikannya. Rasa sakit itu kembali menyerang bersamaan dengan siluet-siluet lainnya.

Ditengah-tengah rasa sakitnya, Tiffany berteriak dalam hati, berharap mereka mendengarnya. “Siapa?! Siapa kalian…?”

TBC

Fyuuh… chapter yang menguras pikiran -_- Oke readers, bagaimana? Apa yang terjadi dengan Tiffany? Kenapa dia kayaknya gak kenal sama Yoona dan Seohyun? Bagaimana nasib Yoona dan Seohyun? Bagaimana pula kisah Taeyeon dan Sica selanjutnya? #apaini Nantikan chapter selanjutnya, RCL ya! Komen kalian bagai bahan bakar buat author /?/

65 thoughts on “[Freelance] The Cursed Angel (Chapter 2)

  1. Author kenapa tipane harus sama suho.. T.T , tapi gpp deh daebakk thor😉 next chapnya kalo bisa dicepetin yah thor… ‘-‘)/ juseyo…..

  2. Bagus thor😉 banyakin cerita SuFany nya ya :p mereka ship favoriteku ㅋㅋㅋ keep writing thor! Ditunggu chapter berikutnya😀

  3. Pingback: FanFictions | Infinitely A

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s