[Freelance] My Three Idiots (Chapter 1)

My Three Idiots

My Three Idiots (Chapter 1)

Title            : My Three Idiots

Author        : Kam Ha Moon

Main Casts :    – Im Yoona

– Oh Sehun

– Lee Taemin

– Xi Luhan

Other Casts     :           – Krystal as Im Krystal/Yoona’s sister

– Minho as Im Minho/Yoona’s dad

– Kwon Yuri as Yoona’s mom

– and other SM artist

Genre         : Life, Sad, Friendship, Family, Romance

Rating        : G or maybe T

Length        : Multichapter

Disclaimer  : Semua casts milik SM dan orangtuanya masing-masing. Mohon maaf kalau ada kesamaan judul, cast, atau cerita. Cerita ini murni ide saya sendiri.

Note           : Annyeonghaseyo, Kam Ha Moon imnida. I’m newbie and this is my very first fanfiction. The main casts is my ultimate bias kkkk~ Sorry for bad poster. Hope you like it, Enjoy!

*jangan lupa komen chingu ^^

*bold flashback

My Three Idiots

.   .   .

Persahabatan, cinta, keluarga. Siapa yang harus mengalah?

Han River, 2000

 

“Yak! Lee Taemin Pabo!! Kembalikan bolaku!” teriak seorang gadis berumur 5 tahun dengan rambut coklat dikuncir dua kepada seorang bocah namja berumur 4 tahun dengan kulit sedikit gelap.

 

Mwo? Apa kamu tidak sadar Im Yoona? Kau yang pabo, kau itu yeoja masa bermain sepak bola, uh?” balas bocah bernama Taemin itu sambil mengangkat bolanya tinggi-tinggi.

 

“Yak!! Lee Taemin mengalah lah!!!” ucap Yoona sambil melompat-lompat berusaha merebut bola itu. Setelah beberapa lama mereka dalam keadaan berebut bola -_- tiba-tiba Yoona berhenti dan menatap heran kearah belakang Taemin. Taemin pun mengikuti arah pandangan Yoona dan menautkan alisnya.

 

“Taeminnie, kau tau siapa yang dibawa oleh bocah kaya itu?”

“Hmm tidak, tapi mereka kelihatan mirip, apa dia adiknya? Atau kakaknya? Atau pembantunya?”

 

TAK! Yoona mendaratkan sentilan di kening Taemin “Tentu saja bukan pabo, mana mungkin pembantunya tampan begitu, bahkan dia lebih tampan dari pada kau, berarti kau lebih jelek dari pembantu? Hahahahah” tawa Yoona berhenti saat mendapat tatapan tajam dari Taemin.

 

“Haiiiii” ucap seorang bocah dengan kulit putih pucat dan eyesmilenya.

“Eh bocah kaya, siapa yang kau bawa?” tanya Taemin sedangkan Yoona hanya melongo terpesona melihat bocah tampan dengan kulit yang sepertinya sangat halus dan bibir pink dengan senyum indah yang kini ada dihadapannya.

 

“Ey aku itu punya nama, namaku bukan bocah kaya, sudah kubilang berapa kali, namaku Oh Sehun” ucap Sehun sambil melipat tangan dan mem-pout bibir mungilnya.

Taemin yang melihatnya langsung bergidik “Baiklah berhenti bersikap imut Oh Sehun, lalu siapa itu yang ada di sebelahmu?”

“Aishh, perkenalkan dia Xi Luhan”

Merekapun saling membungkukan badan.

 

“Xi? Marga apa itu? Ko aneh sekali?” tanya Yoona dengan wajah polosnya.

“Dia itu bukan orang Korea, dia pindahan dari China, dan sekarang dia tinggal disebelah rumahku, tapi jangan khawatir dia bisa bahasa Korea kok” jelas Sehun dan diakhiri dengan senyuman manis dari Luhan.

“Oh kalau begitu salam kenal ya Luhannie, mau bermain bersama?” ajak Yoona riang.

“Baiklah ayo!” jawab Luhan dan Sehun.

Yoona pun merebut bola dari tangan Taemin dan berlari bersama Sehun dan Luhan, Taemin hanya menatap Yoona bingung sampai akhirnya dia berlari menyusul mereka.

 

Seperti itulah mulanya persahabatan mereka, Taemin dan Yoona setiap pulang sekolah bermain di Taman dekat sungai Han, sedangkan Luhan dan Sehun tidak bisa bermain setiap hari, hanya beberapa hari dalam seminggu karena mereka berasal dari keluarga kaya yang kehidupannya sangat diatur.

Seoul, 2013

Author pov

Bertahun-tahun berlalu, persahabatan mereka masih tetap sama bahkan semakin dekat dan tak terpisahkan, mereka setiap hari bermain bersama, sekarang Sehun dan Luhan sudah remaja jadi tidak diatur seperti dulu, bahkan sekarang mereka bersekolah di sekolah yang sama. Ya, Seoul International Art School, Taemin dan Yoona bisa masuk kesana karena beasiswa dibidang dance, sedangkan Luhan dan Sehun selain berbakat juga karena memang mereka orang yang sangat kaya.

Kini mereka berempat sedang duduk di taman belakang sekolah, taman ini adalah taman favorit mereka, mereka bisa menghabiskan berjam-jam mengobrol disini, meskipun mereka lebih senang berada di taman dekat sungai Han, tapi setidaknya mereka tidak perlu mengobrol di kantin yang penuh sesak dengan aroma ddokboki dimana-mana.

Noona, aku mau bekalmu, aku lapar ;;)” rengek Sehun sambil menunjukkan buingg buinggnya, melihat itu Luhan langsung menghentikan permainan rubiknya dan Taemin yang sedari tadi sedang memegang stopwatch (untuk menghitung rekor baru Luhan bermain rubik -_-) langsung pura-pura mual.

Sedangkan Yoona langsung tersedak dan menjitak kepala Sehun “Yak! Oh Sehun kau tahu? Itu menjijikan sekali, kalau minta ya minta saja, berhenti bersikap imut, kau itu namja!” muka Sehun pun berubah menjadi suram “Memangnya kalau namja tidak boleh imut? Aku memang begitu lahir langsung imut begini Noona, mau lihat buingg-buingg ku sekali lagi?”

Yoona pun menggelengkan kepalanya cepat “Aaaaa tidak-tidak, nih cepat ambil” sambil menyodorkan bekalnya, Sehun pun tersenyum penuh kemenangan.

“Ey Sehunna kalau lapar beli sendiri di kantin, kau ini, kasian kan Yoona siapa tau dia masih lapar” ucap Luhan sambil menggelengkan kepalanya, Sehun hanya melanjutkan makannya.

“Haha tidak apa-apa Lulu oppa, aku sudah cukup kenyang” Ya, Yoona memang memanggil Luhan dengan sebutan ‘oppa’ meskipun hanya berbeda beberapa bulan tapi Yoona tetap memanggil Luhan dengan sebutan oppa, karena dengan begitu dia jadi merasa mempunyai seorang kakak yang bisa melindunginya.

KRING.. Bel tanda masuk berbunyi, sedangkan Sehun masih belum juga menghabiskan makanannya.

Luhan dan Yoona bergegas berdiri, mereka duduk dikelas yang sama, kelas 3C dilantai 2 sedangkan Sehun dan Taemin dilantai 1.

“Sehunna, aku dan Lulu oppa harus cepat-cepat ke kelas karena sekarang pelajaran Kris sonsaengnim, nanti kau titipkan saja tempat makan ku ke Krystal ya, Taeminnie Sehunnie annyeong”  ucap Yoona sambil berlari bersama Luhan

Annyeong...” Taemin melambaikan tanganya

“Eh? Krystal? Jadi aku harus berbicara dengannya? Ah shireo. Hyung, aku titip ini pada hyung saja yaa” rengek Sehun pada Taemin

“Apa? Kau kan sekelas dengannya Sehunna, ayolah kau ini kenapa, dia tidak akan menggigitmu Sehunna”

“Eiy aku tidak mau hyung, jebaaaalll buingg buingg” kali ini Sehun berharap jurusnya ampuh, tapi seperti yang kalian tahu, Taemin membenci itu sejak dulu.

“Yaakkk!! Berhenti!! Itu tidak akan berpengaruh bagiku Sehunna, aissshh” Taemin pun berlari meninggalkan Sehun. “Yaa! Hyung!”

Sehun kebingungan, dia tidak mau berbicara dengan yeoja sombong seperti Krystal, lagipula dia memang anti terhadap yeoja, dan sepertinya Tuhan mendengarkan keluhannya, dikejauhan sedang berjalan seorang namja imut dan seorang namja tinggi dengan rambut keritingnya.

“Baekhyunaaa, Chanyeolaaaa!!!!” Teriak Sehun

“Eiy Sehun berhenti memanggilku Chanyeola haish”

“Baiklah-baiklah maaf, ini aku titip tempat makan tolong berikan pada Krystal ya”

“Kenapa tidak kau saja yang memberikannya Sehunna? Kau kan teman sekelasnya?”

‘aduh bagaimana ya’ batin Sehun. Lalu dia ingat bahwa Chanyeol sangat tergila-gila pada Yoona.

“Chanyeolaa, ini tempat makan punya Yoona Noona lho”

Mata Chanyeol langsung membulat “Jinjja? Hahahaa baik serahkan padaku Sehunna”

“Wahaha gomawo Chanyeola” akhirnya masalah Sehun selesai dan dia cepat-cepat masuk kelas, karena sekarang ada pelajaran matematika dengan Jessica Sonsaengnim yang terkenal killer. Pelajaran mulai berlangsung, keadaan sekolah sekarang benar-benar sepi, hanya lapangan yang  tidak sepi, karena ada beberapa siswa yang gurunya tidak hadir ke kelas, jadi mereka bebas bermain dilapangan. Meskipun begitu mereka tidak mengganggu ketertiban belajar. Ya, Seoul International Art School memang terkenal dengan murid-muridnya yang disiplin dan berbakat, bahkan banyak yang debut menjadi artis ataupun penyanyi, sama halnya dengan Yoona, dia bercita-cita ingin menjadi penyanyi dan penari seperti Ibunya yang sudah tiada, Kwon Yuri.

Flashback

Yoona pov

 

Appa, kenapa eomma jarang pulang? Apa eomma tidak sayang padaku?” rengekku sambil menarik lengan baju appaku yang sangat kusayangi, Im Minho.

“Aish lepaskan bajuku dan berhenti membicarakan eommamu, aku lelah, memang eommamu itu tidak peduli kepadamu, puas? Sekarang pergi tidur atau aku akan memukulmu” bentaknya sambil menghempaskan lenganku kasar.

Aku hanya bisa menangis dan berjalan menuju kamar, lalu aku menulis suatu surat, ya surat untuk Tuhan ‘Tuhan, mengapa Appa bilang eomma tidak peduli padaku? Apa itu benar? Bagaimana dengan Krystal? Apa eomma juga tidak peduli? Aku ingin eomma berada bersamaku setiap saat, aku ingin dia menemani aku tidur, aku ingin eomma mengantarku sekolah hihih pasti menyenangkan ya. Aahh aku ngantuk sekali, aku tidur dulu yaTuhan, berikan aku mimpi yang indah, aku menyayangi Appa, eomma, dan Krystalku ^^

 

Akupun tertidur, sebetulnya aku belum benar-benar tidur, aku mendengar suara pintu kamar terbuka, tapi aku terlalu mengantuk untuk membuka mata, jadi aku diam saja. Tak lama terdengar suara isak tangis, oh itu suara eomma, kenapa eomma menangis, tiba-tiba eomma berbicara “Yoona sayang, eomma selalu peduli padamu, eomma selalu menyayangimu, eomma selalu ingin menemani kau tidur, mengantar kau ke sekolah, tapi eomma tidak bisa” hiks hiks hiks “Selama ini eomma pergi bekerja, eomma membutuhkan uang sayang, dan siangnya eomma harus berobat, Yoona-ya suatu saat kamu akan mengerti, eomma sangat menyayangimu” eomma mengecup keningku pelan, oohh mungkin eomma membaca suratku untuk Tuhan.

Dulu aku tidak mengerti apa-apa, sampai akhirnya aku menyadari bahwa itulah kata-kata terakhir yang diucapkan eomma padaku. Ya, tanpa sepengetahuanku eomma mengidap penyakit Kanker Otak yang menyebabkan eomma meninggal, satu hal yang aku benci dari hal ini adalah, appa mengetahui semuanya dan dia hanya diam saja. Saat aku berumur 15 tahun, bibi Seohyun memberikan sepucuk surat, beliau bilang ini surat dari eomma.

 

Yoona-ya anakku sayang, sekarang kau sudah berumur 15 tahun, selamat ulangtahun nak, sekarang kau sudah remaja, eomma hanya ingin meminta maaf, selama ini eomma jarang ada disampingmu, eomma harap kau mengerti, selama ini eomma bekerja menjadi penari dan penyanyi hhhh sepertinya menyenangkan bisa melakukannya bersama anak eomma yang cantik. Yoona-ya hiduplah dengan baik dan bahagia, eomma selalu ada bersamamu, selalu ada disampingmu, arrachi? Eomma titip Krystal padamu ya, sayangi dia sebagaimana eomma menyayangimu. Saengill cukkae Yoona-ya.

 

Eomma Y

 

Aku hanya bisa menangis membaca surat dari eomma, mulai saat itu aku berjanji akan menjadi penari dan penyanyi agar bisa menari dan bernyanyi bersama eomma disurga hahaa itu hanya pikiranku saat aku masih kecil dulu, tapi sekarang aku benar-benar bercita-cita menjadi penari dan penyanyi.

Flashback off

Kembali ke suasana sekolah yang sangat sepi, karena ujian sebentar lagi, jadi anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh, kecuali untuk seorang pemalas seperti Oh Sehun.

 

Sehun pov

“Aaaah untung saja tadi Chanyeol mau menolongku, untung dia tergila-gila pada Yoona Noona kkkk, hufh sebetulnya aku kesal juga sih, aku tidak suka kalau dia sudah mendekati  Yoona Noona dan berteriak seperti orang stres kalau melihat Yoona Noona, benar-benar tak boleh ada seorang pun yang mengganggu Yoona Noona. Eh tunggu, apa buingg-buinggku mengganggunya? Ah tidak tidak aku kan memang imut.” Ucap ku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri. Sungguh aku tidak tahu apa yang dijelaskan sonsaengnim didepan kelas, aku benar-benar malas, ingin rasanya menembus tembok dan keluar dari sekolah ini haissh.

“Sehun..” terdengar suara yeoja berbisik ke arahku, aku tahu itu suara Krystal, akupun menoleh.

“Ada apa?” kembali kupasang wajah dinginku, aku tidak tahu kenapa, tapi aku benar-benar kesal pada yeoja, mereka selalu manja dan merengek-rengek, meskipun aku juga begitu, tapi setidaknya aku benar-benar imut, tidak seperti yeoja-yeoja yang imutnya hanya akting saja.

“Tadi Baekhyun menemuiku dan mengembalikan tempat makan milik Yoona eonnie, apa benar itu darimu? Kenapa kau tidak memberikannya langsung?” ucapnya dengan wajah datarnya, hufh apa dia benar-benar tidak mengerti? Sedari dulu aku selalu menjauhinya dan dia tidak sadar juga?.

“Ah itu? Karena Chanyeol memaksaku, dia ingin memegang tempat makan milik Yoona Noona” jawabku masih tetap dingin, meskipun dingin aku tetap tak ingin adik Yoona Noona sakit hati, jadi ya aku berbohong saja.

“Oh baiklah” jawabnya singkat, bagus sepertinya dia mengerti dan sekarang rencanaku selanjutnya adalah, berpura-pura ke toilet lalu makan di kantin.

 

Taemin pov

Setelah berlari dari bocah itu akhirnya aku sampai dikelas, untung saja Sehun tak memaksa, dasar namja aneh, apa yang dia takutkan dari seorang yeoja sih. Aigoo lebih baik aku duduk di bangku paling pojok saja ah, kebetulan tidak ada guru.

Tiba-tiba aku teringat lagi kejadian tadi, “Ahhh dipikir-pikir kenapa umurku harus lebih muda, kenapa Luhan hyung yang satu kelas dengan Yoona” aku memang tidak pernah memanggil Yoona dengan sebutan Noona, kami hanya berbeda kurang dari 1 tahun, jadi aku tak pernah memanggilnya Noona hahaha lagi pula kami sahabat yang sangat sangat sangat dekat.

“Tapi kenapa ya aku selalu kesal kalau lihat Yoona berjalan berdua dengan Luhan hyung menuju kelas mereka, padahal itu biasa saja. Mungkin aku cemburu, aku yang lebih dulu mengenal Yoona, aku bersahabat dengan Yoona lebih lama daripada Sehun dan Luhan, tapi kenapa sepertinya Yoona sangat nyaman bersama Luhan hyung. Aishhh sebelum Luhan hyung datang semuanya baik-baik saja, Yoona dan aku selalu pergi bersama-sama, berdua, kemanapun itu hanya berdua, tapi sekarang? Ada Luhan hyung yang selalu ikut-ikut kami, ditambah lagi Sehun yang ingin selalu bersama Luhan hyung, haahh bocah dengan berjuta aegyoitu sungguh merepotkan, eh tunggu dulu, apa yang aku pikirkan, ah tidak-tidak, Yoona bukan hanya sahabatku, ya, kami berempat bersahabat, aku tidak boleh berpikir seperti tadi lagi, Taemin Pabo. Tapi tunggu dulu, kalau benar aku cemburu, berarti aku menyukai Yoona?” tiba-tiba acara melamunku terusik oleh teriakan anak-anak kelas, ya mereka sekarang sedang menyaksikan Key, Jokwon, dan Kwanghee menari-nari dengan brutalnya di depan kelas -_- aigoo apa-apaan mereka, melihatnya saja sangat melelahkan, haiish dasar aneh lebih baik aku pergi ke lapangan bermain basket.

Luhan pov

Kini aku tidak sedang memperhatikan pelajaran, aku sedang memperhatikan Yoona sambil menopang dagu dengan tangan kiriku. Ya, Yoona duduk disebelah kananku, tepatnya disamping jendela.

“Ya Tuhan, Yoonaku memang sangat cantik, dia sempurna, aku mohon aku tidak ingin melihatnya menangis, buatlah Yoona selalu tersenyum” batinku, namun tiba-tiba aku memikirkan sesuatu yang aneh “Huh bagaimana kalau suatu hari aku mencintainya, apa aku akan merusak persahabatan ini?” aku pun segera menepis pikiranku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Mungkin Yoona melihat melalui ekor matanya, diapun menoleh padaku, sungguh wajah polosnya sangat-sangat cantik.

“Lulu oppa, ada apa?” tanyanya dengan suara sangat pelan seperti berbisik.

“Tidak Yoona-ya tadi aku memikirkan bagaimana seramnya penjaga kantin yang selalu genit padaku” ucapku bohong dan kami pun tertawa bersama sampai  “Heemm” Kris sonsaengnim berdeham dan kami pun menghentikan tawa kami, meskipun kami masih senyum-senyum hahaha inilah yang aku suka, dan aku bersumpah akan membuatnya selalu tersenyum seperti ini.

 

Author pov

Jadi sebenarnya bagaimana perasaan mereka pada Yoona?

TBC

 

Maaf kalau ada typo kkk maaf juga kalau masih agak geje, baru permulaan hehee

Author masih bingung nih sama pairingnya, jangan lupa tinggalin jejak ya.

Gomawo ~

@tslykam ^^

33 thoughts on “[Freelance] My Three Idiots (Chapter 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s