Discover 02

discover

Title

Discover : Fashion Not a Show

Author

tantriprtstht

Length

Oneshot Series

Genre

Action, Romance & Mystery

Rating

T

Main cast

Taeyeon (SNSD) | Suho (EXO) | Tao (EXO)

Previous Episode

01 Mystery Behind The School

Desclaimer

Terinspirasi dari semua cerita detektif di dunia ini, tapi alur cerita milik Author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! Hapus plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

Poster Art by PhoenixFromBusan

Request | Result

Posted Also

All The Stories Is Taeyeon’s

AUTHOR’S POV

Jalan setapak dalam sebuah pertokoan, sangat cocok untuk jalan-jalan –atau bisa juga dibilang kencan—bersama orang yang disukai. Dengan suara kicauan burung serta tetesan embun di pagi hari bisa menambah kesan romantis.

Tapi tidak untuk namja bernama Suho. Sejak pagi, Taeyeon –yeoja yang MUNGKIN disukainya—meminta Suho untuk menemaninya membeli bunga. Hobi Taeyeon memang merawat bunga di kantor detektif mereka. Sebenarnya Suho tidak mendapat kerugian dari hobi Taeyeon tersebut karena selama ini Taeyeon-lah yang mengurus semua bunga itu. Petunia, Rose, Snowdrop dan lain-lain.

LOCATION : FLOWER SHOP

“Hah? Bunga anggrek ungunya sudah habis?!”

Suho menutup kedua telinganya untuk menghindari seruan Taeyeon –yang bisa dibilang protes—lebih lama lagi dan ternyata Taeyeon tidak terlalu marah akan hal ini.

“Mianhae, nona. Tadi ada yang membeli semua bunga anggrek ungu itu” jawab petugas toko bunga itu membuat Taeyeon menunduk lesu. Kecewa. “Tapi jangan khawatir, nona. Kalau ada lagi, akan saya hubungi”

“Ne, kamsahamnida….” Lanjut Taeyeon dengan lemas. Suho mengusap kepala Taeyeon untuk menghiburnya.

“Ayo, kita pulang. Berada di toko ini mungkin akan membuatmu semakin sedih” sahut Suho lalu Taeyeon mengangguk.

LOCATION : SHOPPING STREET

Suho sudah tahu sifat Taeyeon jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Sama seperti kasus, Taeyeon tidak akan menyerah sebelum sebuah kasus terpecahkan. Karena itu Suho langsung tahu Taeyeon tidak akan menyerah dan tertunduk lesu sebelum mendapat bunga anggrek ungu yang sudah menjadi incarannya.

BRUK!

“Ah, mianhae!” seru Suho lalu Taeyeon membantu Suho yang berdiri setelah menabrak seseorang.

“Aniya, saya yang melamun” jawab yeoja itu lembut.

Taeyeon mengusap bahu, lengan dan jeans yang dipakai Suho. Tangan Suho sedikit lecet membuat Taeyeon kaget. “Gwechanna? Tanganmu terluka sedikit…..”

Suho mengamati lukanya dengan sedikit terkejut lalu menggeleng. “Gwechanna, Taeyeon-ah”

“Saya benar-benar minta maaf….. Saya melamun…..” ujar yeoja itu lalu mengeluarkan sebuah kartu nama. “Mungkin dengan ini saya bisa bertanggung jawab”

Suho menerima kartu nama itu dan membacanya bersama Taeyeon. “Im Yoon Ah…. Model?”

“Ne, saya seorang model!” seru Yoona lalu seperti teringat akan sesuatu, mengeluarkan 2 buah amplop berwarna emas. “Ini tiket untuk fashion show saya yang akan diadakan besok malam. Saya harap kalian berdua akan datang”

Taeyeon menerima tiket itu lalu tersenyum. “Gomawo—“

“Yoona, panggil saja Yoona” sahut Yoona sambil tersenyum. “Dan kalian berdua?”

“Saya Suho, detektif” jawab Suho lalu menunduk. “Dan yang di sebelah saya adalah Taeyeon, detektif juga. Kami duo detektif”

“Ah, detektif…. Yang baru-baru ini memecahkan sebuah kasus di sebuah sekolah, kan?” tanya Yoona lalu Suho dan Taeyeon mengangguk. “Aku membaca berita tentang kalian berdua di Koran…. Senang sekali jika detektif menghadiri fashion show saya!”

“Kami pasti akan datang, Yoona-ssi” lanjut Taeyeon sambil tersenyum.

“Kalau begitu saya permisi” ujar Yoona lalu meninggalkan Taeyeon dan Suho berdua.

“Kau seenaknya saja bicara. Kita belum tentu bisa datang, kan?” tanya Suho lalu Taeyeon menggeleng. “Waeyo?”

“Aku ingin sekali datang ke acara yang sedikit…. Bertema perempuan” jawab Taeyeon lalu tersenyum. “Kupikir aku terlalu serius akhir-akhir ini, sesekali bersenang-senang tidak apa-apa kan?”

“Ah soal itu—“

“TAEYEON! SUHO!”

Panggilan suara namja membuat Suho menghentikan ucapannya dan bersama Taeyeon menoleh ke sumber suara. Sang polisi muda yang sedang memakai baju bebas, Tao. “Wah, kebetulan sekali bisa bertemu kalian di tempat seperti ini!”

Suho memasang tampang sedikit kesal dan Taeyeon hanya tersenyum senang. “Apa kabar, Tao?”

“Baik, Taeyeon. Aku ingin membicarakan sebuah kasus, ayo kita bicara di café” ucap Tao lalu menggandeng tangan Taeyeon lalu mencibir ke arah Suho.

Dasar Tao, seenaknya saja mencuri kesempatan…..

LOCATION : FRAP CAFÉ

“Heeh, jadi seorang anak direktur menghilang?”

“Ne, namanya Kris. Sepertinya dia diculik saat sedang di hotel. Kami sudah menduga kalau salah satu dari anggota keluarga akan dikontak oleh penculik untuk uang tebusan, karena itu kami masing-masing sedang menjaga anggota keluarga maupun kenalan Kris” jelas Tao panjang lebar.

Pelayang membawakan 3 buah Frappuchino, membuat suasana mereka bertiga semakin tegang. “Lalu kemarin…. Ada surat yang kami duga dari penculiknya…..”

“Surat?” tanya Suho lalu Tao menunjukkan kopian surat itu. “Saat acara Fashion Show di Jewel Mall, pajang setiap sudut ruangan dengan anggrek ungu….. Apa maksudnya?”

“Ne, aku juga tidak mengerti. Tapi semua polisi sudah memutuskan untuk berjaga-jaga di Jewel Mall” lanjut Tao lalu menunjukkan foto Kris.

“Tao-ah, apakah model di fashion show itu…. Namanya Im Yoon Ah?” tanya Taeyeon membuat Tao menunjukkan ekspresi kaget.

“Da, darimana kalian tahu?” tanya Tao lalu Suho tersenyum puas.

“Kau telat selangkah. Kami bertemu yeoja itu dalam perjalanan dan dia memberi kami tiket untuk menghadiri fashion show” jawab Suho dengan bangga.

“Wah, lumayan juga kalian. Kalau begitu ayo kita ke Fashion Show bersama. Dan tentu saja kalian harus menyamar, kalian tidak boleh ketahuan bahwa kalian adalah anggota polisi maupun detektif” lanjut Tao lalu tersenyum ke Taeyeon. “Tentu saja Taeyeon harus memakai dress yang manis”

Suho berusaha untuk tidak memarahi Tao, menarik tangan Taeyeon agar mereka berdua segera pergi dari café itu. Taeyeon hanya mengangguk bingung membuat Tao semakin puas.

2 HARI KEMUDIAN

LOCATION : JEWEL MALL’S HALL

Suho hanya berkeliling di depan pintu hall. Sudah hampir setengah jam Taeyeon telat. Kalau dia masuk duluan, otomatis Taeyeon tidak bisa masuk karena dialah yang mebawa tiket. Ada sedikit rasa cemas di hati Suho jika Tao sudah mebawa Taeyeon masuk duluan ke dalam.

“Suho-ah!” seru Taeyeon dari kejauhan lalu berlari. Karena memakai high heels yang cukup tinggi, Taeyeon hampir jatuh dan untungnya ditahan oleh Suho.

DEG. Terdengar bunyi jantung Suho yang cukup keras membuat wajah keduanya merah padam. “Mianhae!”

“Gwechanna, syukurlah kamu tidak jatuh” ujar Suho lalu melirik ke Taeyeon. Dengan dress biru laut, rambut yang dibuat sedikit bergelombang membuat Suho makin terpesona. “Bagus juga baju yang kau beli”

“Jinjja? Haha, aku sempat bingung, mianhae lama menunggu” jawab Taeyeon sambil tersenyum.

Sejak awal, Suho dan Taeyeon tidak mempunyai baju resmi yang bagus. Karena itu 1 jam sebelumnya, mereka datang ke mall dan berpisah untuk membeli baju. Yang dibeli Suho hanya setelan jas simple dengan pin mawar di dada kiri.

“Lama tapi kau terlihat manis kok. Ayo kita masuk” lanjut Suho lalu Taeyeon mengangguk.

Setelah diperiksa di gerbang security –yang mereka berdua yakini bahwa 2 petugas itu adalah anggota polisi yang menyamar—mereka berdua sadar kalau mereka mendapat tempat duduk paling belakang.

“Taeyeon! Suho! Akhirnya kalian datang juga!” sambut Tao setelah beberapa langkah Suho dan Taeyeon memasuki hall fashion show.

“Tao cepat sekali ya, apa karena Inspektur Kangta menyuruhmu?” tanya Taeyeon lalu Tao mengangguk.

Suho memperhatikan setiap sudut hall fashion show. Memang, setiap sudut sudah diletakkan pot anggrek ungu. “Kami berdua ingin menemui Yoona”

“Ah, dia di ruangannya. Ayo, kalian akan aku antar” tawar Tao kali ini tidak menggandeng tangan Taeyeon karena Suho sudah menggandengnya terlebih dahulu. Wajah Taeyeon sedikit merah karena perbuatan Suho.

“Taeyeon-ah, gwechanna? Pipimu…. Merah….” Ujar Suho lalu Taeyeon hanya menggeleng lalu tersenyum. “Arasseo….”

LOCATION : RUANGAN PARA MODEL

TOK! TOK!

“Permisi, saya Tao dari polisi akan masuk!” seru Tao lalu membuka pintu ruangan yang sudah dipenuhi oleh banyak model dan penata rias serta pendamping.

“Ah, Suho dan Taeyeon! Kalian berdua datang, ya!” seru Yoona lalu menunduk.

“Kenalanmu, Yoona?” tanya namja di sebelah Yoona lalu Yoona mengangguk.

“Apa kalian…. Duo Detektif yang baru-baru ini muncul di Koran?” tanya yeoja yang Taeyeon yakini sebagai penata rias Yoona.

“Oh iya, kalau tidak salah kalian memecahkan kasus di sebuah sekolah……” lanjut yeoja yang terlihat seperti manajer Yoona dengan catatan di tangan.

“Ne, mereka duo detektif yang aku undang secara khusus. Perkenalkan, Suho dan Taeyeon” ucap Yoona lalu Suho dan Taeyeon menunduk.

“Annyeonghaseyo, Suho imnida”

“Kim Taeyeon, imnida. Saya merasa tersanjung berada di sini” sahut Taeyeon sambil tersenyum.

“Kalau begitu mari kuperkenalkan…. Kai, dia temanku sekaligus petugas panggung. Lalu Jessica, stylist dan penata riasku. Dan yang terakhir, Tiffany, manajerku” jelas Yoona. “Oh ya Taeyeon-ssi, ada yang ingin kutanyakan padamu”

“Mwo, saya?!” tanya Taeyeon lalu Yoona mengangguk sambil menunjukkan 2 buah kalung.

“Lebih pantas mana dengan dress merah mudaku, kalung mutiara atau kalung crystal?” tanya Yoona dengan wajah berseri-seri.

Taeyeon berpikir sejenak sambil memperhatikan berkali-kali dress Yoona. “Menurutku lebih bagus kalung mutiara”

“Tuh kan, benar pendapatku. Memang lebih bagus kalung mutiara!” seru Jessica sambil menyenggol sikut Yoona.

“Kalau begitu, akan kupakai saja kalung mutiara ini. Gomawo saranmu, Taeyeon-ssi!” seru Yoona lalu memasang kalung mutiara di lehernya. “Tapi sayang kalau kalung crystal ini tidak aku pakai….”

“Bagaimana kalau kau berikan saja pada Taeyeon-ssi? Kebetulan dia tidak memakai aksesoris apapun yang menyolok” tawar Kai lalu Taeyeon sedikit terkejut namun Yoona mengangguk setuju.

Yoona memakaikan kalung permata di leher Taeyeon. “Wah, cocok sekali dengan dress biru lautmu, Taeyeon-ssi!”

“Gomawo, Yoona…..” jawab Taeyeon sedikit tersipu. “Gaun merah mudamu bagus sekali…..”

“Hihi, gomawo, Taeyeon-ssi! Sebenarnya yang istimewa dari gaun ini bukan hanya warnanya yang mencolok, tapi juga bagian bawah gaun ini akan berkelap-kelip saat aku berputar!” jelas Yoona dengan wajah berseri-seri.

“Sebenarnya kami ke sini untuk membicarakan kasus penculikan Kris” sahut Tao lalu menunjukkan foto Kris. “Apa diantara kalian ada yang mengenalnya?”

“Tentu saja kami kenal, karena Kris adalah pacar Yoona” ujar Tiffany lalu Yoona mengangguk.

“Ne, Kris pacarku. Aku pikir ini juga penculikan, karena setiap pergi dia pasti mengabariku. Karena itu aku menuruti perintah penculik untuk memasang bunga anggrek” jelas Yoona sedikit gemetaran. “Kalau bisa, aku ingin Suho dan Taeyeon melindungiku saat fashion show”

“Ya, kemungkinan saja penculik ingin menculik Yoona juga…..” gumam Suho. “Tapi masalahnya kami mendapat tempat duduk paling belakang. Jika di depan panggung, masih tidak masalah”

“Kalau begitu kalian berdua ambil saja tiketku dan tiket Jessica. Kebetulan kami sibuk sepanjang fashion show dan sayang kalau 2 tempat duduk dikosongkan, kan?” tanya Kai lalu menyerahkan 2 buah tiket pada Suho.

“Ah, gomawo” jawab Suho. “Kami akan melindungi Yoona sebisa kami”

“Gomawo, Suho-ssi, Taeyeon-ssi……” ujar Yoona lalu menunduk sambil tersenyum.

“Kalau begitu kami akan duduk di tempat kami, sebentar lagi fashion show akan dimulai” lanjut Taeyeon sambil tersenyum.

LOCATION : FASHION SHOW SEAT

Taeyeon berkali-kali memandangi aksesoris yang tergantung di kalungnya. “Suho-ah, apakah aku cocok memakai kalung ini?”

“Ne, meski permatanya teralu besar tapi cocok dengan dress simplemu” jawab Suho yang fokus ke HPnya. “Jam berapa sekarang?”

“Jam 7 kurang 5 menit, sebentar lagi akan dimulai” jawab Taeyeon sambil memandang jam tangannya. Suho mengangguk lalu memberi Taeyeon botol minum. “Tao di mana?”

“Tao ditugaskan Inspektur Kangta untuk menjaga belakang” jawab Suho lalu Taeyeon mengangguk mengerti sambil berusaha membuka tutup botol minum. “Yah syukurlah sekarang tidak ada pengganggu…..”

“Apa kata kau barusan?” tanya Taeyeon lalu Suho menggeleng sambil tersenyum. “Ah, sudah dimulai!”

Dengan iringan musik pop, berbagai model dengan berbagai style baju dari namja hingga yeoja bermunculan. Taeyeon sangat kagum dengan penampilan para model yang sangat cantik dan tampan itu. “Ah, sleeveless dress itu keren!”

“Apa kau mau membelinya sepulang fashion show?” tanya Suho membuat Taeyeon berharap. “Akan kubayar”

“Jinjja?” tanya Taeyeon lalu Suho mengangguk membuat Taeyeon senang lalu menyandarkan kepalanya di bahu Suho.

Memang, semua baju yang dikenakan para model akan dijual setelah fashion show selesai. Dan sekarang Suho jadi lupa niatnya untuk menghitung uang di dompetnya –untuk memastikan apakah uangnya cukup untuk membeli sebuah dress atau tidak—karena Taeyeon, yeoja yang disukainya berani melakukan hal yang sama sekali tidak terpikirkan oleh Suho sendiri.

“Ah, itu Yoona!” seru Taeyeon membuat Suho kaget dan reflek Taeyeon menjauh dari Suho lalu berdiri untuk melihat bagian bawah gaun Yoona. “Cantiknya…..!”

Tiba-tiba sebuah cahaya entah muncul dari mana menyilaukan pandangan Suho dan Taeyeon yang fokus melihat Yoona.

“Kyaaaaaaaaaaa!!!!!”

Taeyeon kaget dengan suara teriakan yang mirip suara Yoona itu, membuatnya mencari sosok Suho diantara cahaya yang menyilaukan. “Suho! Kamu di mana!”

“Sebentar, aku sedang mencarimu!” seru Suho dari sebelah Taeyeon lalu Taeyeon merasakan seseorang memeluknya. Mata Taeyeon terbuka, tidak ada cahaya yang menyilaukan lagi. Yang ada hanya sosok Suho yang sedang memeluknya. “Mianhae!”

“Gwechanna…..” ujar Taeyeon setelah Suho melepas pelukannya lalu kembali teringat dengan teriakan. Taeyeon menoleh ke panggung fashion show, Yoona sedang duduk lemas sambil menutup kedua matanya.

“Tolong! Tolong! Aku tidak bisa melihat! Aku tidak bisa membuka mataku!” seru Yoona di atas panggung. Taeyeon dan Suho secara spontan menaiki panggung dan memeriksa keadaan Yoona.

“Dia mengalami gangguan mata! Taeyeon, hubungi rumah sakit dan suruh mereka membawa ambulan!” seru Suho lalu Taeyeon mengangguk. “Polisi! Tutup semua pintu masuk dan keluar! Ada kemungkinan pelaku masih berada di dalam hall dan berani menyelakai Yoona-ssi!”

LOCATION : DAINT HOSPITAL

Suho ditemani Taeyeon duduk di depan pintu pemeriksaan dokter serta dengan pasukan polisi –termasuk Tao dan inspektur  Kangta—menunggu hasil pemeriksaan. Bukan hanya mereka, Kai, Jessica serta Tiffany juga datang ke rumah sakit, tidak percaya bahwa sosok yang dikenali mereka mengalami kecelakaan saat fashion show.

GREK!

Pintu pemeriksaan dibuka membuat Suho secara reflek berdiri. “Dokter, bagaimana keadaan Yoona-ssi?”

Dokter menggeleng pertanda berita buruk. “Nona Im Yoon Ah mengalami kebutaan di matanya”

“MWO?!”

Taeyeon buru-buru berlari ke dalam ruang pemeriksaan diikuti Suho, Tao, Inspektur Kangta serta teman-teman Yoona.

Yoona berbaring di kasur rumah sakit dengan mata diperban. “Siapa disitu?!”

“Ini Taeyeon….. Kami semua mencemaskanmu” ucap Taeyeon lalu Yoona menunjukkan senyumannya.

“Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?”

“Ya, detektif Suho! Meski anda detektif, tapi Yoona baru saja mengalami tekanan berat! Tolong bertanya besok saja!” seru manajer Tiffany dengan nada marah lalu Yoona menggeleng.

“Gwechanna, Tiffany. Suho-ssi, aku tidak disentuh oleh siapapun saat dipanggung tapi…. Tiba-tiba saja mataku menjadi perih dan sakit dan….. Aku tidak bisa membuka mataku lagi”

“Kalau tidak salah cahayanya sama dengan cahaya lampu panggung yang berwarna kuning……” gumam Suho membuat Jessica kaget.

“Kuning? Yang kami lihat, cahaya itu berwarna ungu” jelas Jessica membuat Suho dan Taeyeon kaget.

“Mwo?! Sudah jelas cahaya yang dipanggung itu kuning!” seru Suho lalu Yoona menggeleng.

“Yang kulihat…. Cahaya itu berwarna biru……” ucap Yoona membuat Suho dan Taeyeon semakin bingung.

“Saya juga melihat dari belakang, cahaya itu berwarna ungu. Saat itu yang berada di belakang adalah saya, Kai, dan Jessica” jelas Tao dengan yakin.

“Kalau saya melihat cahaya dari lantai dua hall, itu berwarna pink. Saat itu saya bersama Manajer Tiffany” lanjut Inspektur Kangta.

“Sial! Apa maksudnya ini?!” seru Suho dengan nada marah. “Pasti pelakunya ingin mencelakai Yoona setelah Kris!”

“Maksud anda….. Pelaku kejahatan penculikan Kris dan kecelakaan Yoona sama?” tanya Kai lalu Suho mengangguk.

“Bagaimanapun, kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Kami detektif akan memecahkan kasus ini semampu kami” lanjut Taeyeon lalu menoleh ke arah Inspektur Kangta. “Kalau bisa, kami membutuhkan satu anggota polisi untuk ikut berdiskusi”

“Baiklah, kalau begitu Tao saja yang menemani kalian. Saya akan mewawancarai Kai, Jessica dan Tiffany” jawab Inspektur Kangta lalu Tao mendekat pada Taeyeon dan Suho.

LOCATION : RUANG TUNGGU DAINT HOSPITAL

Taeyeon mengeluarkan kertas catatannya dari sakunya lalu menulis kesimpulan sementara yang dia dapat.

“Cahaya dari depan panggung berwarna kuning…. Cahaya dari atas panggung berwarna biru…. Cahaya dari tempat duduk paling belakang berwarna ungu….. Dan cahaya dari lantai 2 hall berwarna pink” tulis Taeyeon dengan rapi. “Kenapa bisa berbeda-beda?”

“Entahlah, apa karena efek cahaya panggung yang berubah-ubah?” gumam Suho lalu Tao menggeleng.

“Tidak, cahaya panggung akan berubah setiap 5 menit sekali. Sedangkan saat giliran Yoona muncul, hanya berkisar antara 2-3 menit termasuk jalan dan pose. Tidak mungkin cahaya berubah selama 4 menit” jelas Tao lalu Suho mengangguk mengerti.

PIP! PIP!

“Ah, ada laporan hasil interogasi dari inspektur!” seru Tao lalu membacakan pesan yang ia terima.

“Tersangka Kai hanya mengatur pencahayaan panggung lewat auto lightning lalu melihat fashion show dari tempat duduk paling belakang. Tidak ada barang mencurigakan yang dia bawa” jelas Tao.

“Tersangka Jessica memilihkan dress dan belanja kalung bersama Yoona. Dia juga merias wajah Yoona dengan alat-alat khusus miliknya. Alat-alat makeup nya tidak ada yang mencurigakan, tidak mengandung bahan berbahaya” lanjut Tao panjang lebar.

“Dan yang terakhir, manajernya. Manajer Tiffany membawa kamera, dan bilang untuk dokumentasi. Selain itu ada catatan jadwal Yoona dan tidak ada barang mencurigakan lain” ujar Tao lalu menutup pesan di HPnya.

“Kami tidak tahu apa-apa tentang tiga tersangka… Karena kami duduk paling depan dan tidak ada di dekat mereka” ucap Suho membuat Tao berpikir.

“Kalau tidak salah, Kai berkata sesuatu pada Jessica…..” gumam Tao berusaha mengingat-ingat. “Kalau tidak salah, dia berkata…. Apakah dia sudah memakai itu?”

“Itu?” tanya Taeyeon lalu Tao menggeleng. “Kira-kira benda apa yang dimaksud Kai?”

“Entahlah. Mungkin kalung mutiara itu?” gumam Suho lalu Taeyeon mengangguk mengerti. “Lalu aku tidak melihat motif dari mereka bertiga untuk mencelakai Yoona”

“Ah, soal itu akan aku hubungi inspektur dulu” lanjut Tao lalu mengetik pesan buat inspektur.

“Uhuk! Uhuk!”

“Ah, Suho gwechanna? Batukmu sangat keras…… Dan matamu sedikit merah….” Ujar Taeyeon lalu Suho menggeleng.

“Mungkin karena mesin asap dari panggung. Asap yang dikeluarkan banyak sekali, membuatku sedikit batuk dan masuk ke mataku” jelas Suho.

“Ah, dari tempat duduk belakang juga terlihat. Asapnya terlalu banyak, mungkin karena ini fashion show mewah, efek saat difoto juga harus bagus” lanjut Tao.

“Itu dia!” seru Taeyeon lalu mengambil tasnya.

“Itu dia apa?” tanya Suho lalu Taeyeon segera bergegas pergi. “Ya! Kamu mau ke mana?!”

“Sebentar saja, kok! Kalian bergabunglah bersama inspektur untuk mencari motif tersangka!” seru Taeyeon lalu pergi dari ruang tunggu rumah sakit.

“Aish, anak itu selalu saja pergi sendiri…..” gumam Suho sambil menggaruk kepalanya.

“Tapi Taeyeon manis ya, terutama hari ini dengan dress biru lautnya…..” lanjut Tao membuat Suho kesal.

“Cih, memangnya apa yang kau ketahui tentang Taeyeon?” ejek Suho lalu bangkit berdiri. “Ayo kita ke tempat inspektur kangta… Siapa tahu motif tersangka ada yang cocok dengan kecelakaan Yoona”

“Ne!” jawab Tao mantap.

LOCATION : RUANGAN  YOONA, DAINT HOSPITAL

“Inspektur, kami datang bergabung!” seru Tao sambil membuka pintu.

“Oh, apa kalian sudah menyelesaikan kasus ini?” tanya Inspektur Kangta lalu Suho dan Tao menggeleng bersama-sama. “Oh iya, mana Taeyeon?”

“Entah dia pergi ke mana, tapi sekarang yang penting adalah mencari motif tersangka” lanjut Suho lalu menatap tajam Kai, Jessica dan Tiffany. “Mulai dari anda, Kai. Jessica dan Tiffany, apa yang kalian ketahui tentang Kai?”

“Kai teman masa kecil Yoona yang selalu mendukung cita-cita Yoona. Dia cerewet sekali padaku untuk mengatur agar penampilan Yoona terlihat sempurna saat dipanggung, hahaha” jelas Jessica.

“Tentu saja, Yoona harus terlihat sempurna. Dan kau selalu melakukan yang terbaik, Jessica” puji Kai sambil tersenyum. “Tapi tetap saja gaun merah muda pilihanku lah yang membuat Yoona bersinar-sinar hari ini!”

“Kai juga selalu menemani Yoona dalam pekerjaan, kan? Kai benar-benar orang yang baik, aku berharap Kai yang menjadi pacar Yoona, bukan Kris” jawab Tiffany sambil menggeleng.

“Manajer, jangan berkata seperti itu….” Gumam Yoona dari tempat tidurnya.

“Memangnya ada apa dengan Kris?” tanya Tao lalu Tiffany berpikir sejenak.

“Dia terlalu sibuk dengan urusan perusahaan ayahnya. Memang dia harus menjadi direktur suatu hari…. Tapi Yoona pernah masuk rumah sakit gara-gara dia…..” jelas Tiffany lalu Kai mengangguk.

“Kris selalu membatalkan janji kencannya dengan Yoona. Dulu Yoona pernah menunggu selama 2 jam dan batal karena Kris harus rapat dengan pegawai perusahaan. Yoona masuk rumah sakit juga karena Kris membiarkan dia menunggu di angin malam dan saat hujan turun, Yoona tidak sengaja jatuh ke sungai dan…. Sakit demam” jelas Kai panjang lebar.

“Tapi itu kan kejadian masa lalu, Kai…. Gwechanna. Lagipula saat itu kau bersamaku, aku jadi tenang” jawab Yoona dari tempat tidurnya.

“Lalu hubungan Kai dengan Kris?” tanya Suho lalu Kai berpikir.

“Aku dan Kris sering bertemu dan makan bersama. Kami juga teman gym yang sama, lho” jelas Kai lalu Suho mengangguk.

“Bagaimana dengan Jessica?” tanya Suho lalu Kai dan Tiffany berpikir sejenak.

“Jessica stylist yang selalu mengerti keperluan Yoona sebagai model. Aku sendiri kagum padanya. Mungkin suatu hari kamu bisa menjadi stylist terkenal!” puji Kai membuat Jessica tertawa kecil.

“Yah, meski Jessica sering marah karena Yoona tidak mengikuti tatanan yang diatur Jessica….” Lanjut Tiffany.

“Yah, Yoona memang sering bilang kalau takut pakai riasan itu, takut menor, malu memakai baju terbuka…. Tapi semua yang aku lakukan membuat namanya makin bersinar, bukan?” tanya Jessica lalu Yoona tertawa dari tempat tidurnya.

“Gomawo, Jessica-ssi” ujar Yoona.

“Lalu apa hubunganmu dengan Kris?” tanya Suho lalu Jessica menggeleng.

“Kami tidak terlalu akrab sih, tapi kami berdua sering berdikusi tentang selera pakaian Yoona. Kupikir Kris lebih tahu soal itu daripada aku” jawab Jessica lalu Tiffany menggeleng.

“Jadi, Kris pernah menginap di rumahmu karena hal itu, ya? Aku pikir kau bermesraan dengannya” sahut Tiffany membuat Jessica geram.

“Tolong jangan berkata hal yang kurang ajar seperti itu!!” seru Jessica lalu mendengus kesal. “Lagipula, aku tidak mungkin merebut pacar Yoona!”

“Tolong sabar sedikit…. Lalu yang terakhir adalah manajer Tiffany. Apa yang kalian ketahui tentang manajer Tiffany?” tanya Suho pada Jessica dan Kai.

“Yah, dia manajer cerewet tapi pintar memilih pekerjaan buat Yoona” jelas Kai membuat Tiffany tersenyum bangga.

“Aku selalu memilah mana pekerjaan yang sesuai dengan Yoona, mana yang tidak. Karena Yoona masih belum terlalu dewasa, pekerjaan yang menyangkut sex dan sebagainya aku larang dia untuk melakukannya” jelas manajer Tiffany panjang lebar.

“Jadi manajer memilih pekerjaan Yoona seperti itu? Kris pernah mengeluh padaku tentangmu, manajer Tiffany. Kata Kris, kamu terlalu banyak memilihkan Yoona pekerjaan sampai-sampai Kris tidak bisa menemui Yoona saat dia senggang…..” sahut Jessica membuat Tiffany cemberut.

“Yah, mian kalau begitu. Tapi untuk hari selasa dan rabu, aku tidak memberi Yoona pekerjaan. Salah dia sendiri tidak bisa mengunjungi Yoona selama 2 hari itu” jawab Manajer Tiffany kesal.

“Bagaimana? Apa pelakunya sudah ditemukan?” tanya Inspektur Kangta berbisik pada Suho.

“Masih bingung sih…..” jawab Suho ragu-ragu. “Aku keluar sebentar”

LOCATION : LUAR RUANGAN YOONA, DAINT HOSPITAL

Suho bersandar pada dinding, berusaha memutar otaknya secepat mungkin. “Aish, sial! Siapa pelakunya, Suho?!”

Suho merasa sedikit pusing dengan kasus yang cukup rumit ini. “Pasti ada triknya, pasti ada triknya! Ayo, berpikirlah!”

DEG. Suho teringat akan sosok Taeyeon yang selalu ceria tapi serius dalam memecahkan kasus. Tercium aroma bunga entah dari mana, membuat Suho teringat akan hobi Taeyeon yaitu membeli bunga dan memeliharanya.

Suho memutar kepalanya, kembali saat surat penculik tentang bunga anggrek ungu. “Jangan-jangan itu triknya…..”

“Ne! Itu triknya, Suho-ssi!” seru Taeyeon dari kejauhan membuat Suho kaget. Suho tidak bisa menahan senyum ketika melihat sosok Taeyeon kembali.

“Taeyeon! Apa saja yang kau lakukan selama ini?!” ujar Suho lalu Taeyeon mendekatinya.

“Mianhae, aku menemukan barang bukti. Terlihat dari ekspresimu, sepertinya kau sudah tahu trik penjahatnya, ya?” tanya Taeyeon lalu Suho mengangguk. “Tapi aku tidak tahu motif penjahatnya…..”

“Aku tahu, aku akan menjelaskannya padamu” sahut Suho lalu Taeyeon mengangguk.

****

“Oh, jadi begitu ya…. Kasihan sekali Yoona, ya…. Yoona sangat baik meski sifat Kris sangat tidak perhatian padanya…..” ujar Taeyeon menunduk lesu.

“Masa? Aku pikir Kris masuk akal juga.  Dia kan punya segudang pekerjaan?” tanya Suho lalu Taeyeon menggeleng. “Perasaan yeoja sulit dimengerti ya…..”

“Ne, tapi berkat motifnya, kasus ini akan terpecahkan. Ayo kita masuk ke dalam ruangan” lanjut Taeyeon lalu memengang gagang pintu ditahan oleh Suho yang memeluknya dari belakang. “Suho-ah?”

“Kalau aku…. Aku pasti tidak akan membuatmu menunggu lama……” ujar Suho pelan, membisiki Taeyeon.

Taeyeon mundur selankah, lalu Suho mendahuluinya masuk ke dalam ruangan Yoona. Taeyeon memegang dada kirinya, berusaha mengetahui penyebab dari detak jantung yang tidak normal itu. “Perasaan ini….. Muncul lagi……”

LOCATION : RUANGAN YOONA, DAINT HOSPITAL

“Saatnya mendengarkan argument dari Duo detektif!” seru Suho membuat Taeyeon segera memasuki ruangan dan menutup pintu. “Kau siap, Taeyeon?”

“Ne, siap!” jawab Taeyeon sambil tersenyum.

“Siapa pelakunya?” tanya Tao lalu Suho tersenyum.

“Tentu saja pelaku penculikan Kris dan pelaku kecelakaan Yoona, yang sudah mengatur dengan rapi skenario ini!” jawab Suho lalu tersenyum.

“Baiklah, kami akan mendengarkan argumen kalian” ujar Inspektur Kangta lalu Suho dan Taeyeon mengangguk.

“Trik yang digunakan pelaku sebenarnya cukup rumit jika kita tidak memperhatikan dengan saksama. Yaitu orang yang menyuruh Taeyeon menggunakan kalung dari crystal yang berbentuk diamond ini!” seru Suho lalu menunjuk Kai. “Pelakunya adalah kau, Kai!”

“Tunggu dulu! Apa buktinya kalau aku melakukannya?!” seru Kai lalu Suho tersenyum.

“Pertama-tama, kau sengaja menyuruh Yoona untuk memberikan kalung crystalnya pada Taeyeon. Kalung crystal itu berbentuk diamond, artinya mempunyai 4 sisi. Sama dengan jumlah warna yaitu kuning, ungu, biru dan pink! Dan yang bisa melakukannya adalah orang yang mengatur pencahayaan panggung, yaitu kau!” jelas Suho panjang lebar.

“Kau sengaja menyuruh aku dan Taeyeon duduk paling depan untuk membiarkan kalung Taeyeon memantulkan sinar panggung yang berwarna kuning itu. Kau tahu Taeyeon akan berdiri saat Yoona muncul karena Yoona menjelaskan tentang keindahan gaunnya serta kau yang memilihkan gaun itu. Otomatis, kalung Taeyeon akan memantulkan sinar panggung yang bercampur dengan warna gaun Yoona dan Taeyeon serta penonton dari belakang akan melihat cahaya itu berwarna ungu karena sinar panggung memantul ke seluruh hall” lanjut Suho.

“Cahaya itulah yang menyebabkan Yoona menjadi buta?” tanya Tao lalu Suho mengangguk.

“Tapi apa yang membuat Yoona menjadi buta?” tanya Inspektur Kangta lalu Taeyeon mengeluarkan sebuah plastik dari sakunya. “Itu….. Obat tetes mata?!”

“Ya. Obat tetes mata digunakan Yoona sebelum menaiki panggung. Gampang sekali mengetahui bahwa Yoona memakai obat tetes mata, lewat ucapan Kai ke stylist Jessica” jelas Taeyeon lalu Suho berusaha mengingat-ingat.

“Jadi yang dimakdud Kai saat dia bertanya pada Yoona apakah dia sudah memakai itu… Adalah obat tetes mata?” tanya Suho lalu Taeyeon mengangguk. “Bagaimana kau bisa menyadarinya?”

“Cukup mudah, karena Suho batuk dan matanya memerah karena asap panggung. Yeoja umumnya berkedip lebih cepat daripada namja. Karena itu namja yang mempunyai selang berkedip yang lama untuk kedipan berikutnya, membuka mata terlalu lama karena itu asap bisa membuat mata namja terlihat merah dibanding dengan mata yeoja” jelas Taeyeon panjang lebar.

“Lalu bagaimana dengan Yoona? Harusnya Yoona juga sadar matanya tidak merah saat fashion show, bukan?” tanya manajer Tiffany.

“Karena seorang model harus siap difoto, model diharuskan tidak berkedip terlalu banyak saat dipanggung. Tentu saja Kai yang mengetahui kebiasaan Yoona, dengan mudah bisa menyuruh Yoona menggunakan obat tetes mata” lanjut Taeyeon sambil tersenyum puas. “Obat tetes mata yang digunakan Yoona adalah cairan keras yang akan langsung berinteraksi jika ada cahaya yang cukup menyilaukan”

“Tapi aku yang membelikan obat tetes mata untuk Yoona! Apakah itu berarti aku juga penyebab kecelakaan Yoona?!” tanya Jessica lalu Taeyeon menggeleng.

“Tidak ditemukan sidik jarimu di obat tetes mata yang saat ini ada padaku. Tentu saja pelaku menggunakan sarung tangan atau sejenisnya lalu mengganti obat tetes mata Yoona. Kalau perkiraanku benar, di saku jas Kai ada obat tetes mata dengan sidik jari Jessica” jelas Taeyeon lalu Tao langsung memeriksa saku jas Kai.

“Ada obat tetes mata dengan merek yang sama!” seru Tao lalu membawa obat tetes mata itu pada Taeyeon.

“Nah, bukti sudah lengkap. Kalau dugaanku benar…. Kau jatuh cinta pada Yoona, kan?” tanya Suho membuat seluruh orang diruangan kaget termasuk Taeyeon, tapi Kai mengangguk.

“Aku mencintaimu, Yoona” ucap Kai pelan. “Aku tidak bisa membiarkanmu bersama Kris”

“Waeyo, Kai?” tanya Yoona di tempat tidurnya, ingin menangis.

“Malam saat pulang dari gym, Kris mengajakku berbincang-bincang di kamar hotelnya. Kami minum-minuman keras dan Kris mabuk karena itu. Kris menjelaskannya padaku, tentang perusahaannya yang hampir bangkrut dan ingin menjadikan Yoona sebagai sumber uang untuk membantunya dari kemiskinan perusahaan. Aku yang tidak tega Yoona dimanfaatkan oleh namja seperti dia, membuatnya pingsan lalu kukurung dalam gudang rumahku dengan rantai. Aku berniat membebaskannya setelah kau keluar dari rumah sakit” jelas Kai lalu menangis.

“Aku yakin jika Kris tahu kau buta, dia akan meninggalkanmu dan mencari yeoja lain. Dan saat itu juga aku akan melindungimu, aku akan mencintaimu lebih dari namja kurang ajar itu….. Meski kau cacat” lanjut Kai lalu Suho menampar Kai keras-keras.

“Kurang ajar? Justru kaulah yang kurang ajar! Kau membuat yeoja yang kamu sukai menjadi buta! Sekarang dia bahkan tidak bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai model apalagi melihat indahnya dunia! Apa itu yang disebut mencintai, hah?!” seru Suho dengan nada marah.

“Tapi—“

“Kai! Kau akan ditangkap sebagai pelaku penculikan serta kecelakaan terhadap manusia yang disengaja untuk kepentingan pribadi” ujar Taeyeon lalu memberi isyarat pada Tao untuk memborgol tangan Kai.

“Duo detektif, kerja yang bagus. Sisanya serahkan saja pada kami!” seru Inspektur Kangta lalu keluar dari ruangan Yoona. “Gomawo, Suho. Taeyeon.”

Suho dan Taeyeon menunduk hormat lalu Tao mendekat untuk berbisik pada Suho. “Waspadalah, selanjutnya aku akan berani mendekati Taeyeon”

“Coba saja kalau bisa” tantang Suho lalu Tao tertawa.

“Aku mengaku kalah hari ini. Apapun yang kau minta, akan aku kabulkan” lanjut Tao lalu Suho berbisik ke telinga Tao. “Ooh, itu? Yah, kalau aku bisa melakukannya”

“Cih, dasar!” seru Suho marah-marah lalu terdengar tawa Yoona yang gembira.

“Gomawo, Suho-ssi, Taeyeon-ssi…..” ujar Yoona.

“Aniya, kami tidak melakukan sesuatu yang penting…..” jawab Taeyeon sambil tersenyum meski Yoona tidak bisa melihat senyumannya, Taeyeon tahu Yoona bisa merasakan senyumannya.

“Suho-ssi, aku ingin bicara berdua saja. Hanya sebentar” ucap Yoona membuat Suho terkejut. “Taeyeon-ssi, jika kau tidak keberatan, maukah kau menunggu diluar?”

“Ne” jawab Taeyeon lalu keluar dari ruangan tapi tidak menutup pintu ruangan Yoona rapat-rapat. Tentu saja Taeyeon sangat penasaran apa yang akan dibicarakan Suho dan Yoona, berduaan.

“Sekali lagi, gomawo Suho-ssi”  ucap Yoona.

“Cheonma, Yoona-ssi. Sudah seharusnya tugas detektif untuk memecahkan kasus yang membuat yeoja secantik Yoona-ssi cemas” jawab Suho lalu mereka berdua tertawa bersama.

“Suho-ssi, meski perasaan ini belum berkembang besar….. Maukah Suho-ssi menjadi pacarku?”

DEG. Hati Taeyeon seperti remuk dan ditusuk. Taeyeon ingin menangis, tapi tidak bisa. Taeyeon bertekad untuk mendengar jawaban Suho. Hatinya sakit, pedih.

“Mianhayo, Yoona-ssi. Saat ini…. Sudah ada yeoja yang kusukai” jawab Suho.

“Aku mengerti….. Aku tidak bisa berbuat apa-apa” ujar Yoona dengan nada sedikit kecewa. “Semoga percintaanmu dengan yeoja itu lancar”

“Ne, gomawo Yoona-ssi. Aku pergi dulu, mungkin Taeyeon sudah menungguku. Dan mianhae…. Juga gomawo untuk sudah mencintaiku” lanjut Suho dengan manly.

Taeyeon sangat ingin tahu siapa yeoja yang disukai Suho sampai Taeyeon sadar bahwa Suho sedang menuju pintu ruangan yang akan dibuka.

LOCATION : LUAR RUANGAN YOONA, DAINT HOSPITAL

“Huwa!” teriak Taeyeon terkejut melihat sosok Suho yang membuka pintu ruangan.

“Hm? Aku pikir kau di depan rumah sakit, ternyata kau di sini…..” ujar Suho lalu Taeyeon sangat bingung harus berkata apa.

“Ka, karena—“

“Karena?” tanya Suho lalu Taeyeon meggeleng. “Ah, aku tahu! Janjiku untuk membelikanmu baju dress selesai fashion show kan?”

Taeyeon hanya mengangguk malu-malu lalu Suho menggeleng. “Mianhae, Taeyeon-ssi. Aku tidak bisa kembali ke tempat fashion show. Aku sangat lelah”

“Gwechanna, kan masih ada dress yang lebih bagus dari itu…. Mungkin” jawab Taeyeon sambil tersenyum.

“Kalau begitu, ayo kita pulang” ujar Suho lalu Taeyeon mengangguk.

LOCATION : DUO DETECTIVE OFFICE

“Loh, tidak dikunci?” gumam Taeyeon lalu melangkah masuk ke dalam kantor detektif sekaligus rumahnya bersama Suho itu. Tiba-tiba Suho menutup matanya dengan sebuah kain, membuat Taeyeon terkejut.

“Mwo?!” seru Taeyeon lalu Suho melonggarkan ikatan kain itu.

“Jalanlah ke depan, aku akan mengarahkanmu” bisik Suho lalu Taeyeon mengangguk. Taeyeon merasakan Suho membawanya ke sebuah tempat yang berumput, membuat Taeyeon semakin penasaran. “Buka matamu sekarang”

Taeyeon membuka matanya perlahan lalu mendapati banyak pot anggrek dan di tengah-tengahnya ada sebuah dress  yang digantung di tali jemuran, sebuah dress berwarna ungu anggrek lebih tepatnya violet. “Kau melakukan semua ini….. Demi aku?”

“Yah, bukan semua sih. Dasar si bodoh Tao itu…. Apa dia tidak punya ide untuk meletakkan dress di tempat lain?!” seru Suho kesal lalu Taeyeon tertawa. “Yah tapi semua anggrek dan dress itu aku beli dengan uangku sendiri,  loh”

Taeyeon langsung memeluk Suho erat-erat. “Gomawo, Suho!”

“Cheonma, Taeyeon” jawab Suho membalas pelukan Taeyeon.

Hari ini aku sadar…… Aku menyukai Suho…..

************************************************************

Annyeonghaeyo, tantri imnida. Bagaimana seri kedua dari Discover ini? Semoga kalian suka ya karena banyak yang minta agar ini dijadikan serial, maka kubuat deh ><  Ditunggu komentar dari kalian…… J

40 thoughts on “Discover 02

  1. oke thor berasil buat saya penasaran.. ^^
    mka dari itu author harus tngung jawab bikin seri berikutnya.. wkwk~
    pnya fb nggk thor klo pnya boleh aku add??

    • Hmmm oke oke gimana kalau tanggung jawab dengan adanya tokoh naru? Hehehe FB? Tantri Pratisthita. Kalau tidak ada nanti author yang add kamu aja~

    • Hmmm oke oke gimana kalau tanggung jawab dengan adanya tokoh naru? Hehehe FB? Tantri Pratisthita. Kalau tidak ada nanti author yang add kamu aja~😀

  2. feelnya lebih dapet yg pertama kalau menurutku, Thor. yg ini kurang greget. kasusnya kurang seru..
    Trus soal Krisnya juga gantung. dia masih diculik kan?

    • Hmm yang pasti Kris dibebaskan kok chingu…. Haha emang kasus kedua ini tersangkanya sedikit mungkin itu yg buat kurang greget (?)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s