New Students ? [Chap 1]

ns

 

Title:New Students ? [Chap 1]

author: Vi

Cast: Sooyoung-SNSD

Kris-EXO

Sehun-EXO

Other cast: find by yourself

Rating: T

Genre: Romance, Friendship, School-Life

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain, manga, anime, ada juga yg sesuai imajinasiku

Sorry for bad fanfic and story

Poster: exoshidaefanfic—intankirana34

*****

Seorang gadis cantik berambut panjang kecoklatan dan berkaki jenjang tengah berjalan melewati jalanan yang cukup sepi pagi ini. Jalanan yang sepi seperti ini sudah biasa baginya karena ia berangkat ke sekolah pukul 6 pagi dan saat itu jarang ada orang yang tinggal di dekat rumahnya sudah mulai beraktivitas.

“Ahjumma ! Selamat pagi !” Sooyoung menyapa ahjumma yang dikenalnya ketika melewati sebuah toko kue dan ahjumma itu membalas ucapan Sooyoung dengan sebuah senyuman.

“Hey, Sooyoung. Kemarilah sebentar !” kata ahjumma tersebut sambil memandangi Sooyoung. Sooyoung mengerutkan dahinya dan berjalan mendekati ahjumma itu.

“Wae ahjumma ?” tanya Sooyoung heran karena jarang sekali ahjumma itu memanggil Sooyoung untuk mendekat kearahnya apabila tak ada pesanan kue yang dipesan oleh oppa-nya.

“Kau tahu ? Kemarin ada seorang perempuan berambut hitam panjang dan berparas cantik yang bercerita pada temannya saat pulang sekolah, hmm .. Sepertinya ia satu sekolah denganmu ..” kata ahjumma tersebut. Sooyoung mengangguk mengerti lalu meminta ahjumma tersebut melanjutkan ceritanya.

“Kudengar ia bilang ada 2 orang murid pindahan dari Amerika dan mereka sangat tampan , mereka juga anak dari orang kaya !” kata ahjumma itu sambil tersenyum. Sooyoung membulatkan mulut dan matanya karena ia sendiri belum tahu mengenai hal itu dari kemarin.

“Benarkah itu ahjumma ?” tanya Sooyoung. Sooyoung tersenyum lebar membayangkan kalau di sekolahnya nanti ada murid baru dan ia mengajak mereka berteman.

“Tunggu .. Ahjumma bilang .. 2 orang murid baru itu dari Amerika ?” tanya Sooyoung. Ahjumma itu mengangguk cepat sambil tersenyum lebar , Sooyoung mengerucutkan bibirnya , sekarang ia malah berharap apa yang diucapkan ahjumma itu tidak benar karena ia tak mau mempermalukan dirinya yang tak bisa berbahasa Inggris di depan mereka.

“Hmm, begitukah ? Sudah dulu ya ahjumma, aku berangkat ke sekolah dulu,” kata Sooyoung sambil berjalan menjauhi ahjumma itu dan melambaikan tangannya.

Sooyoung mempercepat langkahnya menuju sekolah hingga akhirnya ia sampai di sekolahannya, ia terheran-heran ketika melihat gerombolan murid perempuan mengerumuni seseorang. Ia khawatir kalau perempuan-perempuan itu ternyata sedang menindas seseorang namun dugaan Sooyoung salah , bukannya menindas, justru murid perempuan tersebut mengerumuni 2 orang lelaki yang merupakan murid baru di sekolah itu karena tergila-gila pada mereka.

“Aigoo, apa mereka adalah 2 orang murid baru yang datang dari Amerika itu ?” gumam Sooyoung sambil menggaruk kepalanya kebingungan. Sooyoung pun ikut masuk ke dalam kerumunan itu , ketika melihat 2 lelaki itu, iapun membulatkan matanya , ia tak menyangka bahwa ia akan menemukan lelaki setampan mereka di sekolah ini.

“Tampannya,” batin Sooyoung sambil tersenyum dengan mata berbinar-binar. Ini pertama kalinya Sooyoung berkata seperti itu pada lelaki di sekolahnya padahal biasanya ia tak mau mengatakan ini.

Excuse me, please let us go inside the school,” kata lelaki yang berambut coklat dan lebih tinggi dari lelaki yang satunya.

“Ah , alright. Berhenti mengerumuni mereka, mereka bilang mereka mau masuk ke dalam sekolah !” seru Jessica yang mengerti maksud perkataan mereka.

Para fans mereka pun berhenti mengerumuni mereka dan membiarkan mereka masuk ke sekolah baru mereka, tentu saja para fans itu tak mau memperburuk image mereka di depan 2 murid baru dari Amerika itu.

“Beruntung sekali Jessica, ia pandai berbahasa Inggris sehingga tak perlu susah-susah berpikir maksud perkataan mereka,” batin Sooyoung. Entah mengapa rasa iri timbul di hati Sooyoung , ia iri karena murid lain pandai berbahasa Inggris sehingga bisa bergaul bersama  mereka dengan mudahnya.

“Aku ingin berteman dengan mereka,” gumam Sooyoung sambil mengerucutkan bibirnya. Gadis berkaki jenjang itupun menghela nafas kasar dan berjalan memasuki sekolahnya.

Seperti biasa, setiap harinya Sooyoung selalu rajin memeriksa majalah dinding sekolahnya. Rasa penasarannya terhadap segala hal membuatnya selalu memeriksa majalah dinding sekolahan.

“Eh ?” Sooyoung membulatkan matanya lebar-lebar ketika melihat tulisan yang tertulis di majalah dinding tersebut.

 

Ingin pintar berbahasa Inggris ? Segera daftar untuk kelas kursus bahasa Inggris yang diadakan secara khusus oleh sekolah ini. Barangkali kelas kursus ini mampu meningkatkan nilai bahasa Inggris kalian semua ! Untuk informasi lebih lanjut hubungi guru kelas kalian !

 

“Wah , sekolah mengadakan kelas kursus bahasa Inggris ?” kata Sooyoung sambil melipat tangannya dan memandang aneh tulisan itu. Ia ingin sekali mengikuti kelas bahasa Inggris ini karena siapa tahu kelas bahasa Inggris ini dapat membuatnya pandai berbahasa Inggris sehingga nilai bahasa Inggris yang meningkat drastis. Ohya, dan jangan lupa, kalau ia pandai berbahasa Inggris , ia pasti bisa bergaul dengan 2 orang murid baru yang baru saja pindah dari Amerika itu.

“Ah iya juga ! Kalau mengikuti kelas ini aku juga bisa bergaul dan berbicara dengan 2 orang murid baru itu kan ?” kata Sooyoung riang. Iapun bergegas meninggalkan majalah dinding tersebut dan berjalan cepat menuju kelasnya untuk menghubungi guru kelasnya.

BRAK

Pintu kelas yang transparan itupun dibuka lebar oleh Sooyoung sehingga para murid memandangnya aneh karena jarang sekali Sooyoung yang terkenal kalem ini mampu membuat suasana menjadi heboh.

“Seo Joohyun !” sahut Sooyoung pada gadis yang duduk manis di sebelahnya itu.

“Ah , iya ?” tanya Seohyun pelan.

“Hmm, apa kau melihat Kim songsaengnim ?” tanya Sooyoung pada Seohyun yang merupakan ketua kelasnya. Seohyun tampak berpikir sejenak kemudian mengangguk, “ia ada di ruang guru. Sebaiknya kau jangan masuk ke ruang guru terlebih dulu karena disana sedang ada rapat antara guru sekolah ini,” kata Seohyun.

“Aissh.. Berarti aku harus menunggu sampai Kim songsaengnim masuk ke kelas ya ?” tanya Sooyoung. Seohyun tersenyum sopan dan mengangguk.

“Memangnya kau ada urusan apa dengan Kim songsaengnim sampai-sampai kau se-heboh ini ?” tanya Seohyun. Sooyoung menoleh kearah gadis itu dan berkata, “ aku ingin ikut kelas kursus bahasa Inggris yang diadakan di sekolah ini.”

“Oh, soal itu .. Info mengenai itu baru ditempel di majalah dinding tadi pagi jadi kemungkinan besar nanti Kim songsaengnim akan menjelaskan lebih lanjut mengenai kursus tersebut dan menanyakan siapa yang mau ikut kursus bahasa Inggris,” jelas Seohyun sambil tersenyum. Sooyoung mengangguk mengerti kemudian duduk disamping ketua kelasnya itu.

BRAK

Sekali lagi, pintu kelas 9-B yang ditempati Sooyoung itu dibuka lebar oleh seseorang. Sooyoung menolehkan kepalanya dan mendapati 2 orang murid pindahan itu masuk ke kelasnya.

“Eh ? Mengapa mereka ke kelas ini ?” tanya Sooyoung pada Seohyun.

“Ah, kurasa mereka murid baru di kelas ini,” kata Seohyun pelan sambil menyunggingkan sebuah senyuman. Mendengar jawaban Seohyun, Sooyoung membelalakan matanya dan menatap 2 orang murid baru itu dengan tatapan terkejut, ia tak menyangka bahwa murid baru itu masih kelas 9 seperti dirinya.

Hmm, Sehunnie. I think we enter the right class now. It’s 9-B,” kata lelaki yang lebih tinggi dari lelaki satunya itu.

Yeah, I guess you’re right,” kata lelaki yang dipanggil ‘Sehunnie’ itu.

What ? So both of you are in 9-B ?” seru seorang gadis berambut hitam bernama Tiffany itu. Tiffany adalah salah satu murid yang berasal dari Amerika pula di kelas itu.

Yeah,” jawab lelaki tinggi itu dengan dingin sambil berjalan menuju tempat duduk yang kosong bersama dengan lelaki yang satunya.

Sooyoung menatap ke-2 lelaki itu tanpa berkedip , ia tak menyangka bahwa mereka adalah orang yang dingin.

“Mereka dingin sekali ..” batin Sooyoung.

TENG TENG

Bel masuk sekolah berbunyi dengan kencang, Sooyoung pun tersadar dari lamunannya dan bergegas mengeluarkan buku untuk pelajaran pertama sambil sesekali menggelengkan kepalanya. Ia tak menyangka bahwa dirinya bisa terpesona pada sikap dingin kedua lelaki itu, padahal biasanya ia tak pernah terpesona pada lelaki seperti ini.

Kim songsaengnim –guru kelas 9-B—berjalan memasuki kelas tersebut dengan pelan kemudian berhenti di depan papan tulis dan iapun meletakkan bukunya di meja guru.

“Selamat pagi, murid-murid. Hari ini kelas 9-B kedatangan 2 orang murid baru yang berasal dari Amerika. Krisand Sehun , please come here and introduce youself to your classmates,” kata Kim songsaengnim sambil memandang kearah 2 orang murid baru itu.

Hi, I’m Kris and this is my brother , Sehun. Both of us come from America and we can also speak Korean beside English. Please treat us well,” kata lelaki bernama Kris itu.

Sooyoung menghembuskan nafas kasar mendengar ucapan lelaki itu. Ia benar-benar tak mengerti arti perkataan mereka berdua.

“Seohyun-ssi, bisakah kau menerjemahkan perkataan mereka padaku ?” tanya Sooyoung, ia berharap Seohyun mau menerjemahkannya.

“Itu kan bahasa Inggris yang sangat mudah dan sederhana. Masa’ kau tak bisa ?” kata Seohyun sambil membulatkan matanya. Sooyoung merasa malu mendengar ucapan Seohyun yang terkesan mengejek itu, iapun berbisik, “bisakah kau terjemahkan saja tanpa perlu protes ?”

“Baiklah. Hi, aku Kris dan ini saudaraku , Sehun. Kami berdua datang dari Amerika dan kami bisa berbicara dengan bahasa Korea selain bahasa Inggris,” kata Seohyun. Sooyoung kembali membulatkan matanya mendengar ucapan Seohyun, “mereka bisa berbahasa Korea ?”

“Apa ada yang mau ditanyakan pada mereka ?” tanya Kim songsaengnim. Sooyoung pun buru-buru mengangkat tangannya.

“Yak. Choi Sooyoung !” kata Kim songsaengnim. Sooyoung pun bertanya, “kalian benar-benar bisa berbahasa Korea ?”

“Just a little bit,” kata Sehun dingin.

“Seohyun-ssi , apa artinya ?” tanya Sooyoung diam-diam. Seohyun pun menghela nafas, ia merasa disusahkan oleh Sooyoung yang tak bisa berbahasa Inggris itu, “ia bilang bahwa ia hanya bisa sedikit bahasa Korea.”

“Oh, huff.. Benar-benar mematahkan semangatku,” kata Sooyoung sambil melipat tangannya dan menghembuskan nafas kasar. Padahal ia pikir ia tak perlu mengikuti kelas bahasa Inggris setelah ini.

“Ok, both of you can go back to your seat now,” kata Kim songsaengnim pada Kris dan Sehun. Kris pun menepuk pundak Sehun , berniat menyuruh adiknya untuk jalan terlebih dahulu ke bangkunya.

“Baiklah. Sebelum kita memulai pelajarannya, saya ingin menjelaskan mengenai kelas kursus yang diadakan sekolah mulai 2 hari lagi. Kami akan mengadakan kelas kursus bahasa Inggris , dan itu akan diadakan 3 kali seminggu yaitu hari Kamis, Senin , dan Rabu. Karena 2 hari lagi adalah hari Rabu maka kalian yang mendaftar akan mulai belajar bahasa Inggris pada hari itu. Apa ada yang berminat ?” kata Kim songsaengnim. Sooyoung dan beberapa murid lainnya pun mengangkat tangannya menandakan bahwa mereka berminat mengikuti kelas kursus tersebut.

“Hmm , untuk sementara saya catat dulu nama murid yang berminat lalu setelah pulang sekolah , kalian ke ruang guru untuk menjawab beberapa pertanyaan ya,” kata Kim songsaengnim. Murid-murid itupun mengangguk.

“Baiklah. Mari kita mulai pelajarannya,” kata Kim songsaengnim sambil mengambil spidol papan tulisnya.

*****

Istirahat ..

Bel istirahat pun berbunyi , Sooyoung menarik nafas dalam-dalam kemudian meregangkan tubuhnya yang terasa kaku setelah 2 jam duduk di kelas itu.

Sooyoung menghela nafas kasar kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kelas sambil memainkan ponselnya yang baru saja ia ambil dari tasnya.

BRAK

Tanpa Sooyoung sadari , ia menabrak seseorang karena berjalan tanpa melihat depannya.

Gomennasai (Maaf),” kata Sooyoung dalam bahasa Jepang. Itu memang sudah merupakan kebiasaan Sooyoung untuk berbicara dalam bahasa Jepang saat ia tak sengaja menabrak seseorang ketika sedang berjalan.

Umm, sorry ?” kata seorang lelaki tinggi. Sooyoung pun mendongakkan kepalanya dan mendapati lelaki bernama Kris itu sedang berdiri di depannya.

“Ah, mianhae, aku tak sengaja menabrakmu,” kata Sooyoung dalam bahasa Korea sambil membungkuk 90 derajat.

Ah, it’s okay,” kata Kris sambil tersenyum lalu berjalan memasuki kelas. Sooyoung yang menydarai bahwa Kris memasuki kelas saat jam istirahat pun berkata, “hey, masuk ke kelas saat jam istirahat itu tak diperbolehkan.”

I’m just taking my wallet,” kata Kris sambil berjalan kearah Sooyoung setelah ia menemukan dompetnya.

Sooyoung mencibir karena tiap kali ia berbicara dalam bahasa Korea pada lelaki ini , ia selalu menjawabnya dalam bahasa Inggris.

“Huff, tolong bicara denganku dalam bahasa Korea. Aku tak mengerti bahasa Inggris,” kata Sooyoung dengan wajah memelas pada Kris. Namun ekspresi memelasnya itu malah disambut dengan tawa oleh Kris.

I can’t speak Korean well, I only can speak the word ‘Annyeonghasseo’ or the other easy words,” kata Kris. Sooyoung merasa kesulitan mencerna maksud dari ucapan Kris. Iapun berkata, “tunggu sebentar.”

Sooyoung mengutak-atik ponselnya dan menyodorkan ponselnya pada Kris.

“Tolong ketikkan apa yang barusan kau katakan padaku disini,” kata Sooyoung sambil menunjuk ponselnya dengan ekspresi memelas.

“Huh ?” Kris memandang ponsel Sooyoung dengan tatapan aneh, ia tertawa kecil melihat aplikasi apa yang baru saja Sooyoung buka.

“Translator ? So, you can’t speak English ?” kata Kris dengan nada meledek. Sooyoung dapat mengerti bahwa kini Kris tengah mengejeknya yang menggunakan aplikasi penerjemah di ponselnya.

“Sudahlah, ketikkan saja,” kata Sooyoung kesal. Kris yang dari tadi tertawa pun mengangguk dan mulai berkutat dengan ponsel Sooyoung.

 

I can’t speak Korean well, I only can speak the word ‘Annyeonghasseo’ or the other easy words

——————————————————-

Aku tak dapat berbahasa Korea dengan baik, aku hanya bisa mengatakan kata ‘Annyeonghasseo’ atau kata-kata yang mudah lainnya

 

“Here you go,” kata Kris sambil mengembalikan ponsel Sooyoung. Sooyoung buru-buru mengambilnya dan membaca artinya.

“Aigoo , jadi ia hanya bisa mendengar bahasa Korea namun tak dapat mengatakannya dengan baik ?” kata Sooyoung dengan nada sedihnya.

Huff, I guess , she is a funny and cute girl ..”

To be continued

Mian gaje, ngebut ngetiknya >w< pls komen ya !

 

47 thoughts on “New Students ? [Chap 1]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s