[Freelance] Painful Story

Painful-story-Nirarista-storyline

Title : Painful Story

Author : Nirarista (@DitaNirarista)

Rating : G

Length : Ficlet

Genre : Sad, friendship, Angst

Main Cast : GG’s Yoona – EXO’s Luhan – GG’s Jessica

Other Cast : Find ‘em by yourself

Created Poster by : Nida Wafa (Gomawo Chingu)

Disclaimer :all cast are belong to god,the plot of story is mine. Don’t plagiarism!

A/N `:Annyeong Readers #bow. Aku datang dengan FF pertamaku yang bercast LuYoon. Eh LuYoon atau Hansica yah? Chingu tentukan sendiri aja ya. Hope kalian suka aja. Happy reading and Don’t Be Siders!

WARNING! Typo bertebaran dimana mana. Dan bagi kalian yang merasa SIDERS GO AWAY! Jangan membaca karya orang jika kalian tak bisa menghargainya ^^

****

Author POV

Seperti biasa setiap sore selalu ada seorang yeoja yang memperhatikan seorang namja dari atas balkon asrama. Hampir setahun belakangan ini yeoja yang diketahui bernama Im Yoona itu terus memperhatikan namja itu dan anehnya namja itu selalu saja ada. Entah dia bermain basket,membaca,bermain bola atau hal hal lain yang ia lakukan

“Hai apa yang sedang kau lakukan disini ?” tanya Jessica pada Yoona yang sedang duduk diatas balkon. “Aniyo. Aku tak sedang melakukan apapun, err sica maukah kau membantuku ?”

“Apa yang bisa aku bantu?” Tanya jessica yang kini telah berada disamping Yoona. “Bantu aku mencari identitasnya” kata yoona sambil menunjuk seorang namja yang sedang sibuk membaca buku dibawah

“Lebih baik kau minta bantuan pada sooyoung saja, diakan pintar dalam hal seperti ini” saran jessica.  “Ah matta! mengapa baru terpikir sekarang. Kalau begitu aku pergi mencarinya dulu sica-ah” Kata yoona sambil pergi meninggalkan jessica

******

Yoona POV

Aku pun pergi menuju kamar sooyoung. Sampai didepan pintu kamarnya aku mengetuknya berulang kali dengan sangat keras sampai akhirnya pintu itu pun terbuka menampakan seorang yeoja yang tinggi dan berambut panjang tersebut.

“Bisakah kau mengetuk pintu ini dengan lembut” Ucap sooyoung sedikit gusar, bagaimana tidak? Disaat ia sedang sibuk beristirahat didalam tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dengan kejamnya

“Mian.. mian, aku terburu-buru tadi . aku ingin minta tolong padamu” ucap Yoona

“Ya sudah, ayo masuk dulu” Akhirnya keduanya memasuki kamar sooyoung. “kau ingin minta tolong apa yoong  ?” tanya Sooyoung mulai membuka pembicaraan.

“Apakah kau masih ingat dengan namja yang pernah melemparmu dengan bola basket hingga kau terjatuh?”

“Oh. Namja itu. Tentu saja aku ingat namja tidak bertanggung jawab itu, bukannya minta maaf dia malah pergi begitu saja” jawab sooyoung sedikit ketus karena teringat peristiwa yang benar benar membuatnya kesal

“Aku ingin meminta bantuanmu, bisakah kau mencari tahu namanya,sekolahnya,hal apa yang ia sukai, pokoknya semua hal yang berhubungan dengannya”

“Mwo?! Kau memintaku mencari tahu identitas orang yang telah membuatku sakit kepala selama 7 hari hah?” Teriak sooyoung. “Jebal sooyoung-ah, kau tidak ingin membuat sahabatmu ini mati penasaran kan? Jebal-yo..Bbuing Bbuing” Yoona merengek pada sooyoung seperti anak yang minta dibelikan mainan.

“Aisshh jinjja. Keure! Aku akan mencari tahu tentang namja itu” Sooyoung menyerah mengikuti permintaan sahabatnya yang satu ini. “Huaa jeongmal? Gomawo sooyoung-ah gomawooooo~” Yoona memeluk sooyoung dengan girangnya

Jesicca POV

Pagi itu aku sedang menulis diary dalam kelas dan tiba-tiba sooyoung dan Yoona datang merebut diaryku. “Yak! Kembalikan itu punyaku”

“huh,dari tadi kerjaanmu hanya menulis diary saja” ucap Yoonasedikit ketus. “ne, eonni selalu sibuk dengan diary dan mengacuhkan kami” ucap sooyoung

“Mianhae aku tak bermaksud mengacuhkan kalian” ucapku sedikit merasa bersalah. Tapi apa yang bisa ku perbuat? Satu satunya yang bisa menampung isi hatiku hanyalah diaryku, aku tak mungkin menceritakan apa yang ku rasakan saat ini pada mereka

HENING. Sooyoung dan Yoona tetap tak bergeming. “Aish keure. Aku takkan mengacuhkan kalian lagi” Ucapku. “Janji?” Tanya Yoona “emm” Aku hanya menganggukkan kepalaku Pelan. “kalau begitu ini diarymu. Ingat kau telah berjanji takkan mengacuhkan kami lagi” Saat aku hampir saja mendapatkan diaryku kembali sooyoung mengambilnya dengan cepat

“Aku penasaran dengan apa yang kau tulis disini, jangan jangan kau menceritakan tentang namja yang kau sukai disini. Kan keajaiban jika ice princess sepertimu bisa menyukai seseorang” ucap sooyoung sambil membuka lembar demi lembar diaryku.

Oh Tuhan, semoga ia tak sampai membaca apa yang ku tulis tadi

Sesaat ia berhenti dengan memperlihatkan muka kagetnya. Omo! Semoga ia tak menemukan apa yang aku tulis tadi. “Bwahahahahahaha” seketika ia tertawa terbahak bahak “Apa ini? Kau menceritakan tentang dirimu yang jatuh dari tangga hingga jalanmu tertatih tatih? Bukannya kau bilang pada kami bahwa kau hanya pegal saja? Baik, kau berbohong”

“eh? A-aku aku hanya malu saja” ucapku menggaruk kepalaku yang sejujurnya tidak gatal sama sekali. “Baiklah, kita akan menelusurinya lebih dalam lagi. Siapa tau kau banyak berbohong pada kami. Nah ini yang selanjutnya” ucapnya

“Dear Diary. Yoona sahabatku, kau tau aku sangat menyayangimu dan mengganggap kau sebagai adikku sendiri ,maka dari itu aku akan membantumu untuk mendapatkan Luhan dan juga akan mendukungmu dari belakang yoong , walaupun sebenarnya aku terluka“ sooyoung membacakannya tepat di depan sahabat-sahabatku. Seketika susana menjadi hening, aku melihat ke arah Yoona. Matanya berkaca kaca, aku rasa ia akan segera menangis. Mianhae Yoona-ya

Yoona POV

Aku tak menyangka kau seperti ini Sica. Aku kecewa padamu dan harus menerima kenyataan bahwa aku harus bersaing dengan sahabatku sendiri yang notabenenya memang lebih baik dariku. Tapi aku takkan pernah menyerah, aku tau Luhan akan melihatku

Hari ini aku dan Sooyoung menjalankan misi untuk mendapatkan simpatik dari Luhan, Aku akan berpura-pura jatuh di depan luhan pada saat Luhan sedang membaca bukunya

Aku mulai berjalan mendekati luhan dan “Aww” aku meringis kesakitan ketika tubuhku menyentuh tanah dalam artian jatuh. Aku terus mengelus ngelus kakiku yang sakit tapi luhan sama sekali tidak menanggapiku

“gwaenchana ?” Tiba tiba seorang namja datang mengulurkan tangannya untuk membantuku

“Nan gwaenchana, gomawo” ucapku sambil membersihkan bajuku yang kotor.  “cheonma, err kalau boleh tau siapa namamu “

“Joneun Im Yoona imnida, lalu kau sendri, siapa namamu?”

“Panggil saja aku Kai” jawabnya simple yang hanya ditanggapiku dengan ber-oh-ria. “ah ya, sedang apa kau disini? inikan asrama namja”

“Eh?“ Pasti mukaku terlihat kebingungan sekarang. Ayolah Im Yoona, kau harus berpikir cepat. “wae?” Tanya kai lagi. “Eh, aku kira ini asrama yeoja hehe” ucapku tersenyum hambar. Setidaknya alasanku yang tadi cukup masuk akal

“oh, kau baru disini?”

“Aniyo, aku sudah lama berada disini,hanya saja aku belum bisa membedakan mana asrama namja dan yeoja hehe” ucapku mencari alasan kembali. Kai hanya menganggukkan kepalanya “kalau begitu aku pergi dulu kai-ah” Aku membungkukkan badanku kemudian pergi dari hadapannya. “Sampai jumpa Yoona” teriaknya

+++

Semenjak kejadian itu aku jadi semakin dekat dengan Kai, yah walaupun kejadian itu kejadian memalukan  yang takkan pernah aku lupakan seumur hidupku. Namun aku bersyukur karena kejadian waktu lalu aku bisa kenal dengan seorang Namja yang senantiasa menceritakan panjang lebar kisah hidup Luhan dan apa saja yang dilakukan Luhan sepulang sekolah, tak lupa dia pun memberikan nomorku kepada Luhan agar ia mengirimkan pesan padaku dan memulai percakapan.

Tapi sayangnya sudah seminggu ini aku tidak menerima sms dari Luhan , aku tak tau apa yang terjadi padanya sekarang karena Kai sedang pergi berlibur bersama keluarganya ke Jepang.

“Darrr…. Im Yoona apa kau sedang melamun ?” ucap Sooyoung membuyarkan lamunanku. “Omo! Akkamjagiya” wajar bukan jika aku terlihat kaget? Sooyoung memang selalu membuyarkan lamunanku. “Hehe mian, err memangnya apa yang sedang kau lamunkan?” Tanyanya yang kini sudah berada disampingku

“aku sedang memikirkan Luhan , aku takut ada sesuatu yang terjadi pada Luhan” ucapku dengan nada lirih. “ekkhmm, tidak berhubungan sehari saja sudah khawatir seperti itu bagaimana kalau sebulan huh?”

“Yak! Jangan berbicara seperti itu“

“Mianhae, aku hanya menggodamu sedikit saja kok. Ah ye sica kemana ya? Dari tadi tidak kelihatan” Tanya sooyoung. “Molla” jawabku singkat, jujur saja mendengar nama sica aku sedikit sakit hati mengingat dia yang juga menyukai Luhan

“Ah aku lupa! Tadi kan ada namja yang menjemputnya“

“Mwo? Siapa?” Aku penasaran sekali dengan namja itu, entah mengapa firasatku buruk. “Lupakan, sica kan playgirl sejati. Jadi itu sudah biasa” Sooyoung tak tau perasaanku, aku takut. Sangat takut jika namja yang menjemputnya itu Luhan.

+++

AUTHOR POV

6 Bulan berlalu. Yoona dan Luhan semakin dekat, Terkadang mereka pergi berdua hanya untuk melepaskan stress setelah mengerjakan soal soal suneung. Kalian tau kan betapa susahnya mengerjakannya? Maka dari itu mereka sering pergi berdua dan membagi kelelahan mereka  bersama sama.

Rasa cinta dihati Yoona semakin hari semakin besar, apalagi melihat perlakuan Luhan yang lembut dan sangat memperhatikannya. Tapi tidak dengan Luhan, ia hanya menganggap Yoona sebagai adiknya. Ya, hanya seorang adik kecil yang harus dilindungi

“Yoong, aku dengar kau sahabatnya Sica?” Tanya Luhan. Sontak yoona kaget dengan pertanyaan Luhan. “Ya tuhan,semoga tak terjadi sesuatu yang buruk” batin Yoona.

“N-ne” jawab yoona sedikit tersendat sendat. “Bagus, kalau begitu boleh aku minta bantuanmu?” Tanya Luhan lagi yang kembali membuat yoona panik. “Apa?”

“sebenarnya aku menyatakan perasaanku padanya”

DEG

Seketika yoona terdiam, tak ada pergerakan sama sekali. Matanya memerah menahan tangis. “Yoong gwaenchana?”

“L-luhan-ah sejak kapan kau mengenal sica?”

“sebenarnya aku telah menyukainya sedari dulu, bahkan sebelum aku mengenalmu. Setiap hari aku selalu memperhatikannya. Aku suka semua hal yang ada pada dirinya, caranya berbicara,caranya berjalan, dan yang membuatku jatuh cinta padanya adalah caranya tersenyum. Senyumnya begitu—“ Belum selesai luhan berbicara Yoona memotongnya. Air matanya kini tak terbendung lagi

“K-kau, kau menganggapku hiks selama ini kau menganggapku apa?!!” ucap yoona setengah berteriak. “Yoong kau kenapa?”

“Jawab pertanyaanku!” Air mata kini sukses membuat mata yoona memerah, pipinya kini telah basah dengan air mata yang matanya keluarkan. “Yoong” luhan melembutkan nada bicaranya. “Aku bilang jawab pertanyaanku!” yoona kembali berteriak.

“kau tentu saja adikku yoong, adik yang paling ku sayangi” jawab Luhan. Mendengar jawaban itu hati yoona seakan hancur berkeping keping. Harapan yang selama ini luhan berikan hanya sebuah harapan palsu? Lalu bagaimana dengannya yang terlanjur mencintai luhan sangat dalam?

GREB

Luhan memeluk yoona erat, mencoba menenangkan yeoja yang sudah ia anggap adik sendiri “Jika kau mempunyai masalah ceritakan padaku” ucap Luhan sangat lembut. “Dongsaengeuroman saenggakkajimara(jangan menganggapku sebagai adikmu)”

“Mwo? Maksudmu?” Luhan melepaskan pelukannya. Yoona yang ditanya tak menjawab sama sekali, ia terus menerus menangis. “Jelaskan padaku Yoong” desak Luhan pada yoona.

“Maaf, aku tak bisa” Yoona pun pergi berlari meninggalkan luhan sendiri. Luhan tak mengejarnya sama sekali, ia masih sibuk mencerna perkataan Yoona tadi

+++

LUHAN POV

Akhirnya hari ini tiba. Hari dimana semua siswa menerima kelulusannya termasuk aku. Sebenarnya aku masih tidak mengerti dengan apa yang di katakan yoona kemarin tapi aku tak boleh terlarut dalam masalah ini, aku tak boleh melupakan Jessica. Lagipula aku yakin, yoona akan membaik sendiri

“Yeaaaaaaayyy” teriakan para siswa terdengar keras dilapangan sekolah. Bagaimana tidak? Tak ada satupun dari kami yang tidak lulus. Dan aku pikir ini saat yang tepat untuk menyatakan perasaanku

“Teman Teman! Aku meminta perhatian kalian” teriakku yang sukses membuat semuany menoleh ke arahku. Seteleh sukses mengalihkan perhatian mereka aku berjalan menuju Jessica, aku tersenyum kemudian memegang tangannya dan bertekuk lutut dihadapannya

“Jessica. Aku mencintaimu” ucapku singkat. “Aku tau aku bukan orang yang romantic tapi inilah aku yang mencintaimu, Apa adanya”

Diam. Jessica tak menjawab sama sekali, ku lihat matanya memerah. Oh tuhan, apakah ia akan menangis? Apa ada yang salah?

“Hiks nado saranghae Luhan-ah” ia berhambur ke pelukanku.

Prok prok prok prok semua teman teman pun menyoraki kami, mereka seakan menonton drama romantic gratis.

Jessica memelukku erat, sangat erat. “Aku tak ingin melepaskanmu lagi Lu” ucapnya. Melepaskannya? Aku masih tak mengerti maksudnya. Tapi yasudahlah, yang penting sekarang ia milikku bukan?

AUTHOR POV

Di balik suasana gembira yang menyelimuti luhan dan Jessica ada seseorang yang harus menahan rasa sakitnya. “Kau menang sica” ucap Yoona lirih sambil meneteskan air mata.

“Bodoh! Ternyata aku kalah sebelum bertarung. Dan bodohnya lagi kenapa aku sesedih ini? Hiks hiks” Yoona pun pergi meninggalkan Jessica dan Luhan

Ya, Takdir, ini semua adalah takdir yang takkan pernah bisa berubah. Berapa besarpun yoona berusaha luhan hanya akan menganggapnya sebagai adik

END

Eotte? Feelnya ga dapet ya. Mian ya hehe soalnya FF pertama. Please leave a comment!

31 thoughts on “[Freelance] Painful Story

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s