You’re My Destiny | Part 4

ymd

Title     : You’re My Destiny

Genre  : Romance, Sad(ga yakin-_-), Angst (ga yakin_-_), Comedy (?)

Main Cast        :

Jessica Jung

Xi Luhan

Support Cast :

Xiumin Kim

Kim Hyoyeon

Sunny Lee

Chen Kim

Pairing : HanSica –XiuSica – XiuSun – HyoChen

Rating :  PG-13

Author : CJH

SIDERS? GO TO THE HELL NOW!

Disclaimare :This is my own storyline. I don’t copy this from other fiction,this is my pure imaginaton. Don’t Be a plagiator, don’t bashing and in this fiction i just borrow the cast’s name.

Note : FF ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan mohon dimaklumi hwhw._.

Created By Choi Jung Hee

Previous : 1 2 3

Part 4

.               .               .                               .               .               .                               .               .               .

Luhan segera menutup mulutnya karena teriakannya yang begitu keras. Sangat menunjukkan bahwa ia kaget. Sudah terlihat.

Jessica memandang Luhan bingung. Gadis itu mengerutkan keningnya. “Wae? Mengapa kau sangat terkejut, eoh? Kau sangat tidak suka jika sahabatmu kencan dengan orang yang di sukainya? Kau sangat jahat sekali” ujar Jessica panjang lebar dengan deretan pertanyaan dan juga cibiran. Semua jadi satu.

Luhan meringis mendengar perkataan Jessica. “Bukan begitu, bukankah ini terlalu cepat untuk berkencan? Umurmu masih dua puluh tahun” kata Luhan mncari alasan. Walaupun itu terasa sangat tidak masuk akal. Tidak bisa di fikir secara logika. Bukankah anak remaja berumur tiga belas tahun sudah bulai berkencan? Apakah Luhan terlalu kudet? (read : kurang update, iklan mie s*d*p-_-V /promosi)

“Hey, apakah kau adalah megantropus paleojavanicus, huh? Sekarang sudah abad keberapa. Anak remaja berumur tiga belas tahun saja sudah berpacaran dan berkencan. Kau ingin aku menjadi perawan tua?” desisnya.

Luhan sudah kehabisan akal. Susah untuk menjawab pernyataan Jessica yang memang ‘benar’ secara logika ataupun tidak. Apakah Luhan terlalu bodoh? Molla.

Tidak terjadi percakapan lagi diantara mereka berdua. Hening. Itulah yang mreka rasakan. Mungkin mereka sudah cape adu mulut.

“Lalu bagaimana dengan Ma Ma dan Pa Pa mu Lu?” tanya Jessica membuka pembicaraan. Luhan menggaruk lehernya lalu menghela  nafas panjang.

“Bagaimana apa maksudmu?” tanyanya balik. Jawaban sakeligus pertanyaan dari Luhan sukses membuat Jessica menatap namja imut itu tajam.

Jessica mengibaskan tangannya. “Sudahlah, aku tidak ingin membicarakan ini. Aku tidak ingin moodku semakin menurun saja. Nanti malam ‘kan ada acara penting” ujar Jessica seraya menopang dagunya dan mem-poutkan bibirnya. Lucu.

Acara penting? Yang benar saja? Batin Luhan kesal.

Luhan meneguk segelas air putihnya, lagi. Namja itu sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya. Entah mengapa, ia masih memikirkan pesan yang di kirimkan Xiumin pada Jessica. Cemburu? Hey, apakah kalian bercanda? Mana mungkin seorang Xi Luhan menyukai seorang gadis jadi – jadian seperti Jessica Jung?

Luhan, namja itu sesekali melirik ke arah Jessica yang sedang fokus dengan pekerjaannya. Namja itu memperhatikan seluk beluk wajah gadis cantik itu. Cantik. Batinnya.

Apa? cantik? Yang benar saja aku ini. Kata Luhan meruntuki dirinya sendiri. Bagaimana namja itu bisa memuji fisik gadis itu?. apakah otak Luhan suda memutar seperti bumi yang mengelilingi matahari?

Luhan memukul kepalanya dengan pena yang sedari tadi ia pegang. Betapa bodohnya dirinya ini. Apakah Luhan sudah mulai menyukai Jessica?

***

Jessica pulang ke apartemennya dengan senang hati. Duduk di ujung tempat tidurnya dan sesekali mengayunkan kaki jenjangnya. Sudah sewajarnya seorang yeoja senang dengan hati yang berbunga – bunga karena di ajak dinner oleh namja yang ia sukai.

Jessica contohnya. Yeoja periang yang di sebut – sebut sebagai yeoja jadi – jadian tersebut sudah mengangumi atasannya itu, Xiumin sejak ia di terima dalam perusahan Kim cooperation.

Mengapa Jessica mengagumi, menyukai dan bahkan mencintai Xiumin? Jawabannya mudah. Jessica mengagumi atasannya karena pesonanya.

Xiumin adalah tipikal namja yang murah senyum, dan baik hati. Banyak sekali pegawai Kim cooperation yang mengagumi Xiumin. Namja yang punya nama asli, Kim Min Seok itu memiliki wajah yang tampan, imut dan manis. Tidak ada salahnya jika banyak sekali yeoja yang mengejarnya. Termasuk Jessica.

Jessica bahkan sudah yakin jika Xiumin juga menyukainya.

Tapi anehnya, kata banyak orang. Jika kalian menyukai seseorang, jantung kalian akan berpacu lebih cepat. Seakan akan keluar dari rongga tubuhnya. Tapi itu sama sekali tidak terjadi terhadap Jessica.

Setiap hari, Jessica selalu bertemu dengan Xiumin saat di kantor. Jantung Jessica biasa aja, tidak berdebar cepat seperti kata banyak orang.

Tetapi Jessica yakin bahwa ia menyukai Xiumin. Entah apa yang membuatnya sangat mempercayai itu.

Dan di saat itu juga Jessica yakin bahwa kata – kata tersebut hanya mitos. Bukan sebuah kenyataan. Hanya orang  – orang kuno yang mempercayai hal itu. Apakah Jessica benar?

Jessica melirik jam digital yang ada di atas meja sudut kamarnya. Sudah pukul enam malam. Dua jam lagi Jessica akan makan malam dengan Xiumin.

Membayangkan hal tersebut saja sudah membuat Jessica melayang, apalagi nanti?

Jessica masuk kedalam kamar mandinya untuk memanjakan tubuhnya. Ia ingin sekali tampil cantik di depan Xiumin. Mungkin untuk membuat namja bermarga Kim tersebut tertarik padanya. Bisa jadi.

Yeoja berambut coklat itu baru saja keluar dari kamar mandinya. Dengan rambut yang tergulung keatas, yeoja itu duduk di depan meja riasnya. Untuk berdandan.

Gadis berdarah Korea – Amerika itu memoleskan wajahnya dengan sedikit bedak berwarna natural dan tentunya lipstick yang berwarna natural juga. Tentunya tidak warna menor. Jessica benci itu.

Selesai berdandan, gadis itu meluncur ke lemari pakaiannya. Menimang – nimang pakaian yang pas untuk makan malamnya nanti. Jessica mengambil gaun berwarna hitam tanpa lengan dan bawahan selutut. Modelnya cukup bagus, tetapi ini bukan acara pergi ke klub malam.

Yeoja kurus itu kembali mengambil beberapa pakaiannya. Jari telunjuknya di letakkan di bawah dagunya. Tanda bahwa ia sedang berfikir.

Seperti muncul bola lampu bohlam dari otaknya, gadis itu mengambil gaun berwarna putih dengan lengan sesiku dan bawahan selutut. Sedikit tertutup. Mungkin gaun ini lebih baik.

Jessica memakai gaun itu dengan highheels putih dua belas sentimeter dan bando polos berwarna putih untuk memperindah rambut coklatnya. Selesai.

Pukul tujuh lebih tiga puluh malam. Jessica yakin akan sampai di California Restaurant dengan waktu yang tepat.

***

Luhan duduk di sofa ruang tamu apartemennya. Namja itu sedang berfikir. Entah apa yang sedang ia fikirkan sekarang. Yang jelas semua itu membuatnya pusing dan rasanya ingin mati saja.

Namja blonde itu melirik alrojinya. Tepat pukul tujuh tiga puluh malam. Pasti Jessica sudah berangkat untuk makan malam dengan Xiumin. Eh, apakah Luhan sedari tadi memikirkan hal itu?

Entah mengapa, Luhan merasa hatinya tidak enak. Bukan karena cemburu karena Jessica bersama Xiumin. Tetapi ia merasakan sesuatu akan terjadi setelah ini.

Luhan masih berfikir. Ia tidak mau bertindak apapun. Toh, jika ada sesuatu itu semua ‘kan menjadi masalah Jessica dan Xiumin. Luhan hanya sebagai partner sekaligus sahabat Jessica. Tentunya namjachingu pura – puranya. Tidak lebih.

Tiba – tiba Luhan memikirkan masa lalu Xiumin. Masa lalu yang sungguh menggelikan. Bagaimana tidak menggelikan?. Dulu, Xiumin adalah seorang player. Kemungkinan besar jika sampai sekarang namja itu masih seorang player. Karena masa lalu sangat berpengaruh dengan masa depan. Benar bukan?

Fikiran kotor maupun fikiran jelek berlalu lalang melintas di otak Luhan. Layaknya seorang peramal yang sangat hebat, Luhan berfikir bahwa Jessica dan Xiumin akan ada apa – apa nanti. Tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap mereka. Yang pasti ini adalah kejadian yang sama sekali tidak di inginkan. Tidak sama sekali.

Luhan yang sedari tadi melamun, bangkit dari tempat duduknya menuju ambang pintu apartennya. Luhan tidak ingin menyia – nyiakan waktunya. Ia hanya ingin menemui Jessica secepatnya. Namja itu hanya berharap dan berdo’a bahwa Jessica masih tidak jauh dari gedung apartemennya. Dan bisa menghentikan langkah gadis itu. Meskipun ‘toh semua itu akan menjadi sia – sia. Apa salahnya mencoba?

***

Luhan menutup pintu apartemennya dengan gusar. Perasaannya sangat yakin. Entah apa yang membuatnya sangat yakin bahwa Jessica sedang dalam bahaya. Bahaya karena Xiumin. Karena Xiumin hanya membuat Jessica sebagai mainannya.

Wajah tampannya sangat menipu. Manis dan lembut dalam tampang tetapi pahit dan kasar dalam hati. Itulah presepsi Luhan tentang Xiumin.

Dan Luhan hanya menganggap bodoh gadis – gadis yang mengidolakan Xiumin seperti Jessica. Bodoh karena tertipu dengan wajah manisnya. Bodoh karena tertipu dengan wajah imutnya. Bodoh karena tertipu dengan wajah polosnya. Dan bodoh karena tertipu dengan wajah tampannya. Apa yang lebih dari namja itu? apa kelebihannya karena mempunyai wajah yang menipu? Entahlah.

Luhan berlari dengan sekuat tenaga. Tidak peduli berapa banyak orang yang telah di tabraki. Dengan entengnya Luhan hanya menjawab ‘mian’. Selesai.

Butuh waktu tiga menit saja Luhan sudah sampai di lantai bawah apartemen untuk mengambil mobilnya dan melaju menuju California Restaurant. Namja itu memang sengaja tidak memakai lift, melainkan melewati tangga darurat. Jika memakai lift waktu akan terbuang lama dan sia – sia. Karena kita harus juga menunggu penumpang lain keluar ke lantai yang dia tuju.

Namja berparas imut itu menutup pintu mobil ferarinya dengan penuh emosi. Sehingga menimbulkan suara benturan yang cukup keras. Tidak peduli banyak sekali pasang mata yang melihat tingkah aneh Luhan. Bahkan ada yang mengira bahwa Luhan di kejar hantu.

Untung saja Luhan hafal sekali dengan jalanan Seoul, meskipun dia adalah orang China yang terdampar di Korea Selatan. Ya, sekarang Seoul sedang macet. Bahkan tidak ada satu ‘pun kendaraan yang bergerak.

Ada gunanya memang meng-hafal jalan tikus, atau bisa di sebut juga dengan jalan pintas. Tidak usah repot – repot membunyikan klakson untuk mempercepat arus macet yang benar – benar tidak bergerak sedikit ‘pun.

Luhan berharap Jessica terkena macet dan terlambat ke California Restaurant. Lebih cepat Luhan dari pada Jessica. Dan bisa menjelaskan semuanya ke Jessica. Tentu saja dengan meyakinkannya. Karena Jessica pasti tidak percaya meskipun itu nasihat dari sahabat dekatnya. Luhan contohnya.

Namja bermarga Xi itu membanting setirnya untuk mem-parkir mobil ferarinya itu. Luhan melirik kanan kiri untuk mendeteksi apakah Jessica sudah sampai di Restaurant tersebut apa belum. Ternyata tidak. Tidak ada mobil Ford berwarna putih yang memiliki sebuah coretan yang bertuliskan ‘JJ di platnya. Menandakan bahwa Jessica belum sampai.

Alangkah baiknya jika Luhan melihat kondisi Xiumin. Apa yang di lakukannya saat ini. Pasti namja bermarga Kim itu sudah sampai di Restaurant ini. Jika tidak pasti namja yang mempunyai nama asli Kim Min Seok itu sedang berdusta pada Jessica dan mengingkarinya.

Luhan masuk kedalam Resaturant yang bisa dibilang mewah itu. Restaurant bergaya Eropa yang biasa di kunjungi oleh orang kalangan menengah ke atas. Sudah biasa jika banyak sekali orang yang menghabiskan kencannya di resaturant ini dengan mengeluarkan biaya satu juta won. Bahkan lebih.

Namja yang mempunyai kulit putih susu itu, atau biasa di panggil Luhan sekarang sedang mencari seorang yang ia sebut sebagai penghancur persahabatannya dengan Jessica. Xiumin.

Entah apa yang sedang terjadi. Rasanya jantung Luhan seperti sedang berhenti saja. Seperti beberapa peluru sedang menancap dan siap mengukir lubang besar di dalamnya.

“Ss.. Sunny?” gumam Luhan dengan membulatkan matanya. Sekali – kali namja itu mengerjapkan matanya tidak percaya. Juga menyipitkan matanya untuk mlihat apakah yang dia lihat benar atau tidak.

Kini Luhan sedang melihat seorang yeoja yang mempunyai rambut pendek berwarna emas sedang duduk dengan Xiumin. Mungkin mereka sedang berkencan. Molla.

Diketahui nama yeoja itu adalah Sunny, Lee Sun Kyu. Luhan sebenarnya tidak mengenal yeja bermarga Lee itu dengan baik. Hanya mengenalnya saja. Tidak lebih dari itu.

Dulu, Sunny adalah atasannya di Kim Cooperation. Tetapi, sekarang yeoja yang mempunyai sejuta aegyo itu bekerja di sebuah perusahaan terbesar di Korea Selatan saat ini. Choi Cooperation, sebagai sekretaris direktur. Jabatan tinggi bukan?

Meskipun Luhan tidak tahu apa yang terjadi antara Sunny dengan Xiumin. Tetapi Luhan yakin bahwa Sunny lebih dari sekedar teman bagi Xiumin. Sudah jelas dari tatapan namja bermarga Kim itu. tidak bisa di bohongi.

Luhan berlari menuju tempat parkir. Berharap Jessica berada disana. Dan Bingo! Jessica baru saja menutup pintu mobilnya sambil menggerutu. Pasti karena terkena macet yang sangat padat tadi.

Luhan menggapai tangan Jessica dengan mencengkramnya kuat. Mungkin sampai meninggalkan bekas merah di tangan mungil Jessica.

“Aish Lu., sedang apa kau disini? Jangan – jangan kau mengikutiku yang akan berkencan dengan Xiumin? Tidak akan” ujar Jessica sambil mngembungkan pipinya kesal. Sangat jelas jika wajah gadis cantik itu sedang kusut. Mungkin ia butuh setrika untuk menghaluskan dan me-rapih ‘kannya.

“Hey, ada apa dengan seorang Jessica Jung Sooyeon? Mengapa gadis jadi – jadian sepertimu bisa kusut seperti ini?” tanya Luhan basa – basi. Namja itu tidak mau langsung berangkat ke ‘topik’. Karena takut Jessica untuk mudah tersinggung.

Gadis yang menjadi lawan bicaranya itupun hanya melirik Luhan kesal. Sambil mencibir pelan. Sedikit demi sedikit Luhan membuat Jessica akan tujuannya ke sini, untuk makan malam dengan Xiumin.

Baru saja Luhan memikirkan hal itu, sepertinya Jessica sudah menyadarinya. Di lihat dari tingkahnya yang menepuk dahinya berulang kali sambil menggerutu tidak jelas. Dengan tergesa – gesa Jessica meninggalkan Luhan tanpa mengucapkan salam.

Luhan yang mengetahui hal itu langsung dengan sigap mengambil tangan Jessica dan menahannya. Gadis itu, Jessica menatap Luhan dengan tatapan malas dan dinginnya. Seoala – olah tatapan itu mengatakan ‘Wae?’

“Jangan kedalam. Aku tidak mau kau patah hati” ujar Luhan to the point. Jessica yang mendengar hal itupun mengerutkan dahinya bingung. Lalu mengadahkan wajahnya ke Luhan.

“Hey, Xiumin tidak mungkin mematahkan hatiku. Dia bukan hulk” kata Jessica meremehkan sambil mengibaskan tangannya. Luhan sedikit emosi atas tanggapan Jessica yang begitu rendah.

“Dengarkan aku nona Jung. Jangan masuk kedalam jika kau tidak ingin patah hati karena namja chubby itu” perkataan Luhan yang pelafalannya sedikit membentak sukses membuat Jessica bergidik ngeri.

“Xiumin tidak mungkin melakukan hal sedangkal itu Lulu. Jangan sok tahu” kata Jessica enteng.

Luhan mengibaskan tangannya di depan wajah Jessica. “Terserah. Kau boleh masuk kedalam dan lihat apa yang terjadi. Cerna kata – kataku dengan benar. Aku akan melihat kalian dari luar jendela”

Tanpa pamit Jessica meninggalkan Luhan di luar. Yeoja itu masuk kedalam Resaturant dan mencari Xiumin berada.

Deg.

Siapa dia?

Apakah itu benar – benar Xiumin?

Apa yang sebenarnya terjadi?

“Sss.. Sungkyu-ah” gumam Jessica ragu.

Jessica mendekat kearah meja Xiumin berbincang – bincang.

Tess.. Tess..

Air mata Jessica mngalir dengan derasnya. “Mianhae Luhan”

PLAKK..

“Neomu paboyaa Kim Min Seok”

TBC

Author nepatin janji sebelum lebaran loh B)

Oiya author mau curhat sebentar hwhw._.

Author nangis sumpah T^T viewers ini ff 117 lebih loh! Tapi yang comment Cuma 50an

Itupun sama author kalo ga Cuma berapa coba? T^T jangan siders oke?

Mian lama, mian pendek, mian ga ada feel, mian jelek, mian mian mian banget. Ini ff gagal.

Mian jika tidak sesuai harapan….

Di tunggu next chapternya😀

64 thoughts on “You’re My Destiny | Part 4

  1. Love it!
    Berharap happy end buat Lusica
    *baru baca udah mikir ending, paboya (-.-“)

    Sunny mungkin temen deket Xiumin. Sica udh keburu nampar aja. Kalau temen deketnya gimana ayo?! *emang yg nampar beneran Sica?? -.-

    Aduh, pengin cepet2 liat moment romantisnya Lusica. Dtunggu kelanjutannya..
    Fighting!! ^o^

    • kalo aku bikin ff pasti happy end kok. tenang saja ^-^. tapi rahasia Jessica sama Luhan ato sama Xiumin ato bahkan sama Sunny/? di tunggu aja chapter 5nya^^

  2. Wah, seru-seru finnaly jesica sadar kalai xiumin emg ga cocok sama dia,
    Maaf thor bru bsa komen di part ini😦
    Lanjut ya~

  3. Daeebbbbbaaakkkkkkk!
    Duh, pengin banget, deh, adegan di chapt selanjutnya Lulu meluk Sica buat nenangin dia dari patah hatinya, haha~
    Disini Xiumin jadi player? Omaygaaatttttt! Dia itu terlalu imut buat jadi player😄 LOL
    Maaf ya, aku baru baca, Chingu. Soalnya akhir2 ini aku sibuk banget, sih. Banyak tugas-tugas, uweeeee~ /ini malah curcol -_-/
    Next chapternya kutunggu, neee!!!

  4. Pingback: You’re My Destiny | Part 5 | EXOShiDae Fanfiction

  5. Pingback: You’re My Destiny | Part 6 | EXOShiDae Fanfiction

  6. Xiumin minta ditonjok keknya -_- Sebel ah sama xiumin disini -_-
    Xiumin mukanya kan imut.. sebenernya dia gak cocok sama karakter yang begitu. Ya gak eon? wkwk

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s