The Impostor

The Impostor

the-impostor

[Rasanya, seseorang ikut melangkah]

[Length: Ficlet ] [Rating: G ] [Cast: D.O Kyungso ] [Genre: Horror ]

[AuthorGenie]

poster: kimi

A/N: Holaaaah! Here’s my 2nd horror ficlet. As always, maaf kalo ga bener-bener horor, sekali lagi aku ingetin ini ficlet ya teman-teman sekalian, jadi ga bakal lebih dari 900 kata dan maaf buat yang minta sequel aku ga akan buat T-T nikmati yang ada aja ya hehehehe ;-; have fun! – Genie.

***

Seharian ini Kyungsoo merasa benar-benar sial.

 

Pertama, jam kuliahnya berakhir lebih lama dari waktu seharusnya. Kedua, Tiffany memintanya menggantikan jam kerja di kafe karena mau merayakan hari jadi satu tahunnya bersama Jongin. Ketiga, dia telat sampai di kafe dan kupingnya harus rela di buat panas mendengar omelan sang manajer akibat keterlambatannya. Keempat, dia di buat sangat sibuk! Melayani pelanggan kafe yang malam ini lebih ramai. Kelima dia harus rela menjadi orang terakhir di kafe untuk memastikan keadaan kafe aman juga menguncinya.

 

Setelah memastikan semua kursi sudah tersusun di atas meja, tidak ada api tersisa di dapur. Kyungsoo mengunci kafe dari luar sembari tidak lupa menyalakan alarm anti maling. Selesai mengunci pintu, pandangannya langsung berhadapan dengan gelap malam kota Seoul.

 

Angka di jarum jam yang ada di jam tangannya menunjukkan pukul sepuluh. Tumben sekali baru jam segini jalanan tampak sepi, bahkan hanya beberapa kendaraan terlihat melaju di jalan raya sementara udara malam terasa lebih dingin menusuk. Di rapatkannya lagi mantel berwarna coklat tua itu ke tubuh mungilnya, baru kemudian melangkah menuju halte bus. Kyungsoo tidak pernah serindu ini pada kasur sebelumnya.

***

D.O kyungsoo menghela nafas berat setibanya di depan pagar rumah.

 

Keadaan rumahnya gelap gulita, seakan tidak di tempati. Dia lalu teringat sang noona tadi pagi bilang jika mau menginap di rumah sahabatnya. Itu berarti dia akan tidur sendiri malam ini? Oh tidak-tidak, sahabatnya yang lain akan segera datang untuk melanjutkan tugas kelompok mereka. Jadi, dia harus menunda dulu keinginan untuk bergelung di balik selimutnya yang hangat.

 

Sebelah tangannya terangkat, mendorong pagar kayu rumah menimbulkan decitan kecil. Baru beberapa langkah menuju pintu tau-tau dia berhenti.

 

Rasanya, seseorang ikut melangkah.

 

Sedikit ragu, dia memutar kepala ke belakang. Tidak ada apa-apa kecuali pekat malam dan cuaca dingin yang semakin menusuk. Kyungsoo bukan penakut, tapi kali ini sebagian dari dirinya memaksa agar melangkah lebih cepat menuju pintu, satu tangan merogoh saku mantel kasar mencari kunci.

 

“AH!” suara teriakannya menyatu dengan suara kunci membentur ubin saat bahunya di tepuk pelan. Dia menoleh cepat, di tengah gelap malam manik matanya mendapati sosok Jongin. Sejak kapan dia di sana? Kenapa dia tidak mendengar pagar rumah di buka?

 

“Oh jongin? mana yang lain?” pertanyaan yang Kyungsoo lontarkan bertentangan dengan apa yang ada di pikirannya. Dia menunduk mengambil kunci, bermaksud menyembunyikan rasa keterkejutannya namun tangannya jelas gemetaran, jantungnya berdetak seakan bisa meloncat keluar.

 

Jongin hanya menggeleng.

 

Mengabaikan respon Jongin, dia membuka pintu mengajak laki-laki bersurai pirang itu ikut masuk. Setidaknya dia tidak benar-benar sendiri. Begitu pikirnya.

 

Keduanya langsung melangkah menuju lantai dua, tempat kamar Kyungsoo berada. Si pemilik kamar melempar tasnya asal sementara Jongin mendudukkan diri di tepi ranjang. Sambil mengganti pakaian Kyungsoo bertanya mengapa Jongin datang sendiri? Seharusnyakan  dia datang bersama Tiffany. Lalu Jongin bilang kalo Tiffany ada urusan lain. Gadis bersurai hitam itu akan menyusul bersama yang lainnya. Kali ini Jongin lebih banyak bicara walau raut mukanya masih tak menyiratkan ekspresi.

 

Selesai berganti pakaian, Kyungsoo turun ke bawah menuju dapur. Mengambil beberapa kaleng minuman juga cemilan untuk menemani mereka nanti menyelesaikan tugas. Sesampainya lagi di kamar, dia menjatuhkan semua bawaan di atas ranjang, mengambil ponselnya di atas nakas. Ada satu pesan baru.

 

From: Tiffany

Kyungsoo, sebentar lagi sampai di rumahmu.

Jari-jarinya langsung bergerak cepat mengetik balasan.

 

To: Tiffany

Jongin sudah ada di sini, wajahnya terlihat kusut. Kau apakan saja dia seharian?

“Jadi, apa saja yang kau lakukan seharian ini bersama Tiffany?” dia bertanya setelah memastikan pesan terkirim kemudian meletakkan ponsel di atas nakas lagi. Namun  belum sempat mendengar jawaban Jongin, ponselnya bergetar.

 

From: Tiffany

D.O Kyungsoo, Kim Jongin jelas-jelas ada di sampingku, ada Baekhyun, juga Chanyeol. Dan kau pasti belum pernah melihat wajah Jongin sebahagia ini.

 

Lipatan di dahi Kyungsoo mulai tampak membaca pesan balasan Tiffany. Jongin ada di sana?

 

“Seperti itulah, merayakan seperti pasangan lainyan merayakan” suara Jongin mengalihkan perhatian Kyungsoo. Laki-laki mungil itu mendongak, sosok Jongin nyata di hadapannya, sebelah sudut bibir Jongin tertarik ke atas. Kyungsoo memusatkan perhatian ke layar ponsel lagi untuk membalas pesan Tiffany.

 

To: Tiffany

Jangan bohong, Tiffany. Jelas-jelas aku sedang bicara dengan Jongin.

Hanya seperkian detik setelah menekan tombol kirim, ponselnya bergetar lagi. Kali ini persedian udara Kyungsoo di buat menguap melihat nama pengirim pesan yang tertera di layar ponsel.

 

 From: Jongin

Buka pintu, kami sudah di bawah.

Tangannya sedikit bergetar mengetik pesan balasan. Seiring udara dingin yang sebelumnya dia rasakan  berubah menjadi begitu gerah.

 

To: Jongin

Ini siapa?

Pertanyaan bodoh. Tapi Kyungsoo yakin sosok Jongin di hadapannya ini tidak sedang menggenggam ponsel. Sosok Jongin di hadapannya masih menatapnya datar. Dan hal itu cukup membuat jantung Kyungsoo mulai berdetak panik. Dia malah hampir berteriak ketika ponsel di tangannya bergetar.

 

From: Jongin

Kyungsoo, berhenti bercanda dan segera buka pintu sialan ini. Aku kedinginan.

Tepat setelah selesai membaca kata terakhir, Kyungsoo mendengar ketukan kasar dari pintu bawah. Bukannya segera turun membuka pintu dia malah mematung, mengerjapkan mata seperti baru bangun tidur. Kalo Jongin ada di bawah? lalu

 

“Hei”

 

Tubuh Kyungsoo mendadak tegang mendengar Jongin di hadapannya bersuara, kepalanya tidak berani mendongak. Setetes air mengalir cepat turun dari wajahnya.

 

“Kau sudah tau ya?”

 

—END—

 

Dari semua cerita horor yang kejadian sama temenku, ini salah satu yang bikin merinding buatku. Bayangin deh, kamu lagi asik ngobrol tau-tau orang yang lagi ngobrol sama kamu itu sms kalo dia di depan pintu kamu. Lah, dari tadi kamu ngobrol sama siapa? Trus orang di depan kamu bilang “Hei, udah tau ya?” NGELEDEK BANGET KAN ITU SETAN ATAU APAPUN SEBUTAN MAHLUK YANG NYAMAR JADI TEMEN KAMU!!!!! Kalo aku sih kena serangan jantung kali ;-;

Anyway, udah pada liat mv growl? SIAPA YANG SETUJU MEREKA HARUSNYA COMEBACK PAKE GROWL DARI PADA WOLF?!!! /fangirling ga nyantai/ duh, lagunya, duh dancenya, duh tehnik pengambilan gambarnya, LUAR BIASA DEH!!!! Tapi sepertinya prinsip sm ‘we save the best for the last’ ya huehehehehe. Okelah, makin lama author notenya makin ga jelas…. Sampai bertemu di ficlet horor selanjutnya (kalo ada yang nungguin sih) Anneyong!

48 thoughts on “The Impostor

  1. Huwa!!! Jiwa KaiSoo gue kambuh😄 #Lupakan
    Keren thor!! Pendek tapi ngena banget seremnya ‘u’b Sayangnya ini lagi siang2 dan banyak banget orang di rumah -_-
    Growl?? KYA! Iya, keren banget kan ya? #Fangirling Mode : On
    Menurutku sich Wolf jadi terlihat jauh lebih sederhana klo dibandingin sm Growl🙂 Tapi ya mungkin ada sesuatu dibalik sesuatu #ApaanCoba?

    Pokoknya intinya ini FF kece banget dech🙂

  2. Si Kyungsoo gak nyadar tuh klo yang sama dia dr td itu “setan” bkn manusia.. khan klo deket2 ma “setan” auranya beda, yah nyeremin gitu.. Aduh, q baca ini pas malem2 sebelum tidur.. Jd agak merinding gitu… wuah, author hrs tanggung jawab dong bikin q merinding… tapi klo setanya itu cakep kayak Kai sih gx pa2.. hehehe.. FFnya keren.. Baguz.. pluz bisa bikin q merinding..

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s