Love Wish and Dream [Drabble]

 

lovewishanddream-sunho

 

Title: Love Wish and Dream

author: Vi

cast: Sunny-SNSD

Suho-EXO

Other cast: find by yourself

Rating: T

Genre: Romance, Friendship, little bit -Sad-

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi oleh bbrp ff lain, manga, anime, ada juga yg sesuai imajinasiku

Sorry for bad fanfic and story

“Impian dan harapanku adalah .. Untuk selalu bersama dengan orang yang kucintai yaitu kau , Suho !”

*****

Hari sabtu siang yang cukup cerah, sinar matahari serasa menyengat kulit sesosok gadis berambut pirang yang tengah membaca buku novelnya di taman. Gadis itu meneliti tiap-tiap kata yang tertera di novel ber-genre ‘romance’ itu.

“Hmm, apakah kisah cintaku bisa mirip seperti yang ada di novel-novel seperti ini ?” batin gadis berambut pirang itu sambil mengerucutkan bibirnya.

“Sunny-ya !” sapa seroang lelaki berambut hitam kecoklatan pada gadis berambut pirang itu sambil berlari kecil kearahnya.

“S-Suho ?” kata Sunny tergagap , entah karena terkejut atau karena hal lainnya.

Suho tersenyum lalu mengusap rambut Sunny yang sudah ia anggap sebagai sahabat terbaiknya itu. Ketika diperlakukan seperti itu oleh Suho , Sunny hanya bisa menundukkan kepalanya dan menggigit bibirnya.

“Aisshh, mengapa ia selalu memperlakukanku seperti itu ? Itu membuat jantungku berdetak lebih kencang tahu, Suho-ya !” batin Sunny. Tentu saja ia tak mau mengungkapkan rasa gugupnya pada Suho yang merupakan sahabatnya, bukannya tidak mau tetapi ia tidak sanggup, ia tidak sanggup mengungkapkannya karena detak jantungnya semakin kencang tiap kali ingin  mengatakan hal itu pada Suho. Mengatakan bahwa ia mencintai lelaki itu lebih dari sahabat selama ini.

“Sunny-ya, lihat ! Kim songsaengnim memberiku tugas sebanyak ini selama akhir pekan ! Bagaimana aku dapat beristirahat ?” keluh Suho. Sunny tahu betul bahwa tugas yang diberikan Kim songsaengnim pada Suho adalah tugas mengarang karena Suho hanya mengeluh kalau ia mendapat tugas mengarang.

“Tugas mengarang kan ? Nah , apa yang mau kau buat sekarang, huh ?” tanya Sunny sambil melipat tangannya dan menatap buku tulis yang dibawa Suho dengan malas.

“Hmm, begini .. Karena Kim songsaengnim menyuruhku untuk membuat karangan mengenai orang terdekatku , maka aku memilih kau sebagai pemeran utama di karanganku ini,” kata Suho sambil menunjuk Sunny kemudian tersenyum lebar.

“Eh ? A-aku ?” Sunny terkejut dan menunjuk dirinya sendiri dengan mulut yang membulat lebar.

“Iya. Memangnya kenapa ? Kau mau menolak ?” tanya Suho sambil tersenyum manis. Sunny menghela nafas kemudian menggeleng, “aku tidak menolak, baiklah, silahkan mulai wawancaramu untuk karangan ini,” kata Sunny malas.

“Hmm.. Nama, sudah. Umur, sudah. Hobi, sudah. Impian , hmm .. Nah ! Apa impianmu Sunny-ya ? Dari dulu aku belum pernah tahu mengenai impianmu !” kata Suho heboh sambil mengguncangkan bahu Sunny.

“Impian ?” tanya Sunny. Suho mengangguk cepat sambil tersenyum.

“Semalam aku bermimpi bahwa aku mendapat ranking 1 di sekolah,” kata Sunny dengan wajah polos. Suho menghembuskan nafas malas kemudian mengerucutkan bibirnya ketika mendengar jawaban polos dari Sunny.

“Bukan itu ! Maksudku , apa harapanmu untuk masa depanmu begitu, seperti .. Kau ingin menjadi apa di masa depan dan lain-lain !” kata Suho, jujur saja, ini pertama kalinya Suho menghadapi jawaban sepolos itu.

“Ah begitukah ? Hmm, kalau begitu ini kesempatanku untuk mengungkapkan perasaanku pada Suho. Aku akan membuat suasananya menjadi suasana romantis dan dramatis seperti di drama maupun di novel !”

“Impian dan harapanku adalah .. Untuk selalu bersama dengan orang yang kucintai yaitu kau , Suho !” kata Sunny sambil menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah malu. Suho yang mendengar ucapan Sunny pun menolehkan kepalanya kearah gadis itu.

“S-Sunny ?” Suho menyebutkan nama gadis itu dengan gugup karena ini pertama kalinya ada gadis yang berkata seperti itu padanya.

Suasana pun menjadi canggung seketika namun tiba-tiba suara dehaman Suho memecah keheningan, “hmm , kau bercanda kan ? Kau hanya ingin membuat karanganku menjadi menarik  kemudian  mendapat nilai bagus dengan membohongiku mengenai impian itu kan ? Terima kasih, kurasa aku bisa mendapat nilai bagus dengan kisah yang menarik mengenai dirimu ini,” kata Suho sambil menuliskan mengenai impian Sunny di buku tulisnya.

“Sebenarnya ini masih naskah dulu, nanti baru kutulis dalam karangan. Jadi apa kau mau membantuku ?” kata Suho pada Sunny yang masih menunduk. Sunny mendongakkan kepalanya dan menyunggingkan sebuah senyuman.

“Baiklah, nanti kubantu, tapi sekarang aku mau membeli minuman dulu ya. Aku sangat haus,” kata Sunny sambil berjalan meninggalkan Suho ke kafe.

Ketika Sunny berjalan menuju kafe , diam-diam Sunny tersenyum miris karena pernyataannya tak berakhir romantis seperti di drama atau novel dan komik bahkan Suho hanya menganggapnya tengah mengarang.

“Kau tak peka terhadap perasaanku yang sebenarnya, Suho-ya. Apa aku salah memilih waktu untuk mengungkapkan perasaanku ?”

 END

Mian gaje, buatnya ngebut >w< pls komen ya !

 

 

Advertisements

14 thoughts on “Love Wish and Dream [Drabble]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s