[Freelance] Fight For This Love

Fight for this love

Title : FIGHT FOR THIS LOVE

Author : Aerilionx

Lenght : Oneshot

Rating : PG17 maybe

Genre : Romance and Friendship

Main cast : EXO Oh Sehun & GG Hwang Tiffany

Other Cast : Kim Jaena

Pairing : Sehun&Tiffany

Disclaimer :

This ff is pureely my wild imagination.Udah pernah di publish di beberapa blog lain dengan cast KyuhyunJiyeo yang juga asli milik saya.Btw ini ff pertama exoshidae saya and enjoy.

PS : Awalnya pengen buat sad ending tapi saya paling benci kalo baca ff sad ending,jadi melihat akhir ff ini,saya berniat membuat sequel.

Recommended Song: Urban Zakapa – Love Is All Around

It was totally a bullshit , that in a friendship between girl and boy , one of them never fell for others .

Author POV

Tiffany menelusupkan kedua tangannya dalam-dalam di saku jas kerjanya.Hawa musim dingin berhembus kencang sekali di pinggiran sungai Han.Dan sekarang di saat hari sudah mulai tengah malam gadis itu masih saja duduk di tepian sungai itu dengan hanya mengenakan pakaian kantornya.Poninya berkibar di tiup angin dan membuat pandangannya terhalang,tapi tidak ada sedikitpun niat gadis ini untuk memperbaiki posisi poninya , ia membiarkan saja anak-anak rambutnya seakan menari-nari di depan wajahnya terbawa tiupan angin.Sehun menarik nafasnya frustasi,sudah lebih dari 30 menit,dia dan sahabatnya sekaligus sekretaris pribadinya di kantor duduk,diam-diaman di tepian sungai ini setelah seharian ini mereka jalan-jalan layaknya sahabat bukan atas-bawahan.Entah mengapa Tiffany menyetujui permintaanya untuk makan siang bersama,dan berakhir dengan jalan-jalan bersama.

“Kau berubah.”ucap Sehun pelan,berusaha memulai percakapan,sambil melipat kedua tangannya yang terbalut tepat di depan dadanya.Tiffany meliriknya lalu tersenyum kecil.Tampaknya gadis ini tau arah pembicaraan ini.Cepat atau lambat mereka memang harus membahas ini.

“Setiap orang pasti akan berubah Sajangnim.”ujar Tiffany sopan.Sehun mendelik mendegarnya,lagi-lagi Tiffany memanggilnya dengan sebutan formal seperti itu.Padahal sudah beribu kali Sehun mengingatkan untuk berhenti menggunakan bahasa formal jika mereka berada di luar kantor dan sekarang gadis itu melakukannya lagi.

“Kau berubah Fany-ah”ujar Kyuhyun lagi berusaha untuk tenang.Sehun tahu betul wanita seperti apa Tiffany itu.Tiffany tipe orang yang susah sekali di lawan keinginannya dan tidak akan pernah mengalah dalam berdebat , tipe gadis mau menang sendiri ,jadi Kyuhyun memilih untuk tidak terbawa emosi yang pada akhirnya nanti tidak akan membuahkan hasil apa-apa dari pembicaraan ini.Ia hafal benar bagaimana seorang Hwang Tiffany luar dalam , dan dia tidak akan kalah oleh gadis ini.

“Itu hanya persepsimu saja Presdir Oh.”Sehun mendelik lagi.Tiffany memanggilnya Presdir,jabatannya yang membuat jarak antaranya dan Tiffany semakin lebar.Sehun menatap Tiffany tajam,ia merasa ada berubah dalam diri Tiffany.Dan ia tak suka itu, Tiffany berubah dan menjauh darinya,mereka sekarang hanyalah rekan kerja yang seolah-olah baru mengenal.Sehun benci kenyataan bahwa hubungannya dan Tiffany sekarang sangat amat renggang.

“Kau menghindariku Tiffany -ah” Sehun menaikkan nada suaranya. Tiffany terkekeh pelan,entah untuk apa.Lalu mengalihkan pandangannya,menatap kulit putih susu Sehun yang memerah terkena hembusan angin musim dingin dan sedetik kemudian kembali menatap hamparan sungai Han yang sudah hampir membeku di hadapannya.

“Setiap hari kita bertemu Sajangnim,mana mungkin saya menghindari anda.” Tiffany berbicara sangat pelan,seakan-akan mencoba memegan kontrol agar emosi Sehun tidak meledak-ledak,karena Tiffany tau betul bagaimana hubungannya dengan Sehun yang sudah amat sangat renggang sekarang ini.

“Kau benar-benar menghindariku Fany-ah.”ujar Sehun dengan nada gusar. Tiffany kembali terkekeh pelan dan mengetuk-ngetukkan kuku-kukunya di bangku taman dengan santai,sama sekali tidak ada niatan dari gadis itu untuk menanggapi percakapan Sehun.

“Tidak sama sekali Presdir Oh.”ujar Tiffany lirih.Sehun berdiri dan mengerang frustasi,ia benci kenyataan bahwa sekarang ia hampir gila berbicara dengan gadis yang dulu bahkan berjanji akan menikah dengannya sementara gadis itu hanya diam dan mampu mengontrol keadaan.

“Kau pindah rumah,kau mengganti nomor ponselmu,kau selalu pulang lebih cepat dan menghindariku mengantarmu pulang,kau selalu menolak ajakan makan siangku,kau mengahapus kontakku dari hpmu.Kau menghindariku Tiffany -ah!”ujar  Sehun frustasi. Tiffany mengalihkan pandangannya menatap Sehun,sangat dalam,seolah-olah ia ingin menerkamnya.

“Lalu apa yang kau harapkan Sehun -ah?”Nada suara Tiffany meninggi.Sepertinya gadis ini mulai kehilangan kendalinya.Ia menatap Sehun tajam,beradu pandang untuk sesaat.Sehun terkejut,ini bukan seperti Tiffanynya yang lembut dan penyabar.

“Kau mengharapkanku memperlakukanmu seperti dulu kita bersahabat.For the sake of God , kau itu calon suami orang, Sehunnie!” Tiffany mendesah,sementara Sehun terpaku sekarang.Ia senang karena tadi Tiffany memanggilnya dengan nama Sehunnie,tidak memakai embel-embel sajangnim atau presdir yang membuat mereka seakan dibedakan oleh jabatan.Tapi tampaknya sekarang Kyuhyunlah yang tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini.Ia kehilangan arahnya.

“Aku perempuan Oh Sehun!”ujar Tiffany lirih,tapi penuh ketegasan.Sehun membuang muka,ia tak kuat beradu mata dengan Ji Yeo,entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang tajam dan menusuk dalam mata gadis itu.

“Yang punya hati dan yang akan di gunakan untuk jatuh cinta,dan aku memang betul menghindarimu Sehun -ah..” Tiffany menurunkan nada suaranya,bergetar,tampak betul gadis ini kehilangan kendalinya atas sikap elegannya tadi.

“..agar aku bisa menetralkan perasaanku karena sebentar lagi kau berstatus suami orang..”Sehun menoleh tak percaya.Ia menatap tak percaya gadis di hadapannya lekat-lekat. Sehun mengerti,sangat mengerti malah apa maksud perkataan gadis itu tadi.Ia bukan pria bodoh,dan perkataan gadis itu tadi cukup untuk menjelaskan segala sesuatu hal yang berubah di antara mereka akhir-akhir ini.Sementara gadis itu masih bisa dengan santai mengetuk-ngetukkan kuku-kukunya ke bangku taman,Sehun sudah kalang kabut menormalkan detak jantungnya.Lelaki itu menghembuskan nafasnya kasar.

“Maldo andwe” Sehun melontarkan kata-kata itu begitu saja,seperti itulah yang ia pikirkan saat ini.Jadi selama ini?Batin Sehun.Tiffany terkekeh pelan dan balas menatap Sehun,sesuatu yang selama ini tak berani ia lakukan,karena ia merasa takut akan terpesona oleh tatapan tajam Kyuhyun.Tapi ia menoleh , menatap mata Sehun dalam-dalam.

“Its real.It do really happen,sajangnim.” Sehun sama sekali tak ingin marah karena Tiffany memanggilnya sajangnim,tidak untuk kali ini , ia tidak peduli panggilan apa yang Tiffany  pakai. Sehun mengerjapkan matanya,ia tak percaya ini benar-benar terjadi,apalagi Tiffany sendiri yang menjadi pendukung hubunganya dengan Jaena dulu.

“Sejak kapan?” Sehun mencoba mengontrol emosinya dengan tidak meledak-ledak,jadi dia menurunkan nada suaranya.Ia harus tenang,bagaimanapun ia harus tenang seperti gadis di hadapannya ini.

“Sejak kau memilihku menjadi Cinderellamu pada pesta dansa musim panas 10 tahun lalu , sejak kau mengatakan aku cantik ketika baru bangun tidur , sejak kau menjadikan nomor ponselku sebagai speed dial nomor 1 mu walau kau sudah menggantinya beberapa bulan lalu  , sejak kau memanggilku Nae Barbie walu sudah tidak pernah lagi , sejak kau bahkan hampir membunuh pengemudi yang memakiku ketika aku tak sengaja menabraknya , sejak kau rela begadang menemaniku belajar untuk Ujian Negara , sejak kau kabur dari pernikahan Shinri Eonnie hanya karena aku tabrakan dan sejak kau berpacaran dengan Jaena.” Tiffany mengucapkan semua hal itu dengan sangat amat tenang .

“Sejak itu kau membuatku jatuh Sehunie , sangat dalam dan aku tahu ini salah karena kau tahu kita selamanya hanya akan menjadi sahabat.Maafkan aku , sungguh maafkan aku.” Tiffany mengecilkan suaranya , ia menarik nafas dalam-dalam,mencoba mengontrol dirinya kembali.Demi Tuhan , saat ini gadis ini sedang mati-matian mencoba untuk tidak menangis.

“Aku harus pulang!”

Author POV

“Gomawo.” Tiffany mengangkat wajahnya dan menatap Sehun yang berdiri sangat dekat dengannya.Ia menatap Sehun dalam. Sehun berkeras mengantarnya pulang , padahal ini sudah jam 2 malam , dan besok Sehun  harus menikah.

“Jeongmal gomawoyo..” Tiffany mengecilkan suaranya,ia menunduk tak kuat menatap mata Kyuhyun.Kyuhyun berdeham pelan , mencoba menetralkan suasana.Ia masih tak percaya akan apa yang baru terjadi.

“I’m so sorry ..” Tiffany bersuara lagi . Lirih .

“I shouldnt say this to you .” Tiffany mengangkat kepalanya , menatap Sehun.

“I’m so sorry ..”

Tiffany menangis , ia tak sanggup lagi . Butiran air mata itu mengalir , ia kalah . Ia kalah akan dirinya sendiri dan terlebih ia kalah akan small god damn thing called love. Mereka terdiam , tak ada yang berani membuka percakapan , dan Tiffany tetap menangis , pelan ,tanpa suara .

“You should go home , tomorrow is your big day ” Tiffany mencoba mengulas senyum.Tapi Sehun merengkuh tangannya , dan itu membuat air mata Tiffany jatuh lagi.Ia terisak sekarang , ia lemah , dan sialnya itu karena cinta.Ia benci ia tidak bisa menggunakan akal sehatnya untuk tidak menangis saat ini,padahal ia sudah berusaha keras mewanti-wanti dirinya untuk tidak terlihat lemah di hadapan Sehun.Sekarang gadis itu menyesal mati-matian kenapa ia mengakui perasaannya pada Sehun.Padahal gadis itu hanya berharap ketika ia melihat Sehun menikah , tidak ada lagi perasaan tidak rela.Sehun memeluknya , erat sekali . Tiffany bisa merasakan wangi parfum Sehun yang belum berubah.Sebuah kehangatan yang entah dari mana , menjalari tubuh Tiffany seketika itu juga,kehangatan yang membuat hatinya tenang dan tangisan berhenti.

“Ini tidak benar , Sajangnim.”ujar Tiffany mencoba melepas pelukan itu.Tapi lengan besar Kyuhyun malah merengkuh lebih erat pinggang Tiffany.Gadis itu berjengit mencoba menjauh , tapi tenaga Sehun sebagai seorang lelaki sudah bisa di pastikan hanya akan membuat usahanya itu tampak tidak ada hasil.Jadilah sekarang tubuh Tiffany semakin di makan oleh lengan besar Sehun

“Biarkan Tiffany.Menangislah , kau tak perlu menjadi tegar di depanku nae Barbie~!” Sehun mengurai anak-anak rambut Tiffany.Jantung Tiffany berdetak , lebih kencang,Sehun baru saja memanggilnya Nae Barbie.Tapi kemudian rupa Jaena terlintas di pikirannya.Dan dengan seluruh sisa kekuatannya Tiffany melepas paksa pelukan Sehun.

“Jangan membuatku merasa menjadi wanita jalang , Sajangnim.” Tiffany melepas paksa pelukan Sehun.Sehun mengernyit mendengar ucapan frontal gadis itu Tiffany bukan gadis bar-bar ,Sehun tau itu .

“Demi Tuhan , kau itu calon suami sahabatku!”Lagi-lagi status sialan itu yang selalu menjadi alasan utama Tiffany.Sehun mundur selangkah , entah mengapa saat ini lulusan cum laude MIT ini tidak bisa menjelaskan kenapa ia benci Tiffany menyebutnya dengan embel-embel ‘calon suami sahabatku’.

“Pulanglah , kau tak sepantasnya berada di sini.” Tiffany menutup pintu apartemen pelan , sementara Sehun berdiam diri dan tak beranjak . Ia merasa sakit melihat Tiffany mengeluarkan air mata untuknya,entah mengapa.

“ Oh Sehun!!”suara serak Tiffany menggema di lorong apartemennya.Demi Tuhan , ini pagi buta dan dia berteriak sekencang ini.Siapapun yang melihat gadis ini saat ini pasti akan mengira gadis ini gila atau apalah tapi gadis ini tak peduli,seolah apartememn ini miliknya seorang.Ia berlari kencang setelah mencampakkan heel Yuri Osdaci 12 cmnya, rambutnya berantakan , kemeja kerjanya kusut , matanya sembab , makeup nya luntur.Tapi ia tak peduli,satu hal yang ia pedulikan , laki-laki yang di cintainya.

Tiffany berlari menuju basement , ia mempertaruhkan harga dirinya sebagai seorang wanita , dan di sinilah ia,dengan segala tampang kacaunya mendapati Sehun dengan keadaan yang tak kalah amburadul darinya,duduk di sebelah mobilnya dengan dasi awut-awutan dan rambut berantakan.Dia benar,Sehun menunggunya . Sebersit perasaan bangga dan senang menyeruak di hatinya, dan sebagian kecil perasaan bersalah dan tak pantas.Biarlah untuk beberapa menit dalam hidupku , aku menjadi wanita jalang yang hina demi kau,Sehun- ah.Batin Tiffany.

“Lets just pretend that nothing happen today , lets just pretend that i didnt say anything .” Tiffany mendekat.Entah mengapa ia merasa perlu menjelaskan segala sesuatunya pada laki-laki ini. Sehun menarik tangan Tiffany paksa,membuatnya sekarang terduduk di lantai basement yang dingin , berhadapan dengan Sehun. Tiffany menatap Sehun dalam begitu juga Sehun,Sehun menangkupkan kedua telapak tangan besarnya pada pipi merah Tiffany dan membuat jarak di antara mereka menyempit.

“Lets just pretend that we both single right now.”ucap Sehun lirih dan sesaat kemudian bibir mereka menyatu , entah siapa yang memulainya terlebih dahulu , ciuman ini sangat intens dan sangat menunjukkan hasrat yang kuat dari keduanya.Tak peduli bagaimana kacaunya mereka berdua saat ini,tapi jelas ciuman ini begitu panas.

Sehun menekan tengkuk Tiffany dan mulai memainkan anak rambut Tiffany.Desahan – desahan tertahan mulai keluar dari mulut keduanya. Sehun menegakkan posisi duduknya , menjadikan dia lebih tinggi dari Ji Yeo dan memudahkannya untuk mengambil alih permainan ini.Lidah mereka bersatu , saliva mereka menetes membasahi rok Ji Yeo dan sungguh ini sudah diuar batas kewajaran.Nafsu mengambil alih diri mereka dan dua mahkluk ini tau betul ini tidak boleh terjadi!

Tapi Tiffany tak peduli .Persetan Sehun bosnya,persetan mereka bersahabat , persetan dia calon suami sahabatnya , persetan mereka berciuman di basement , persetan besok  Sehun akan menikah ! Satu hal yang Tiffany tahu , dia punya hak untuk menjadi  egois dalam memperjuangkan cintanya.Saat ini saja , Hwang Tiffany ingin menjadi wanita egois yang mampu memperjuangkan cintanya.

Sehun POV

“Shit!”umpatku , aku gugup sekarang . Tiffany datang ke pernikahanku , tersenyum pada semua orang , dan berbicara formal lagi padaku , seolah-olah tadi malam tidak ada yang terjadi di antara mereka.Jika tadi malam , aku tak terlalu kasar dalam ‘permainannya’ , yang menyebabkan bibir Tiffany berdarah , yang juga seakan membawa kami berdua kembali ke alam sadar dan mengehentikan hal itu , mungkin aku tak akan berada di sini , memakai jas dan bersiap menghafalkan janjiku di depan altar.

Krek!

Aku menoleh , aku mendapati Tiffany di balik pintu dengan gaun merah satin ketan tanpa lengannya , tersenyum ke arahku . Tiffany, jangan berikan aku senyuman itu , babo ! umpatku

“Look at you !”ada nada ketenangan di sana.Tiffany berjalan mendekatiku dan mengusap pelan punggungku,Tiffany tidak gugup,aku bisa merasakan hal itu lewat usapannya yang lembut dan pelan,tidak bergetar.Aku tau itu , usapan lembut itu mengartikan segalanya. Tiffany bisa mengontrol emosi , sementara aku sudah kalang kabut sendiri menentramkan hatinya.

“Aigoo , kau benar-benar tampan sajangnim.” Tiffany tersenyum kearahku.Aku tak berani melihatnya,entah mengapa sekarang aku benar-benar mencoba mengontrol diriku untuk tidak meledak-ledak dan menyerang dirinya.

“Kau ? Mengapa ada di sini?”sial , kalimat itu meluncur begitu saja.Aku menangkap sinar keterjutan di mata Tiffany,tapi dia dengan cepat tersenyum kecil.

“Aku hanya ingin menghadiri pernikahan sahabatku.”Aku tau,Tiffany memberi penenakanan pada kata sahabat dan aku benci itu , entah mengapa.

“Dan sekaligus berpamitan ..”Tunggu dulu?Berpamitan ? Apa maksudnya ini?Aku menarik lengan Tiffany yang masih mengusap pelan punggungku , membuatnya menjadi sejajar denganku.Aku menatapnya , aku tahu Tiffany cukup pintar untuk mengartikan bahwa sekarang aku sedang menunggu penjelasan.

“Aku akan pindah ke Paris.”

“What?!”ucapku hampir setengah berteriak .

“Untuk apa?”

“Mewujudkan mimpiku.”Aku menggelengkan kepalaku.Mewujudkan mimpi apanya?Bukannya dia bilang dia tidak akan pergi ke luar negri dan menikah lalu berhenti kerja?

“Kupikir tidak ada gunanya aku di sini lagi.Jika aku tetap di sini aku akan patah hati dan tidak mampu menata hidupku kembali sementara kau mungkin akan mengasihaniku kalau kau mungkin masih menganggapku sahabatmu.”ucap Tiffany santai dengan senyum mengembang.

“Aku hanya ingin memulai hidupku yang baru saja, dan hal pertama yang harus ku lakukan adalah berhenti berkorban untuk dirimu dan mewujudkan apa yang menjadi keinginanku selama ini.”ucap Tiffany.Sungguh aku tak mengerti apa yang bicarakan saat ini.

“Merubah cita-citaku dari seorang fotografer menjadi seorang sekretaris , menolak pindah bersama orang tuaku ke Chicago dan menjadi sekretarismu serta mencomblangkanmu dengan Jaena adalah pengorbananku untukmu.Aku tidak berniat untuk membanggakannya atau apapun , hanya saja aku rasa inilah saatnya aku berhenti berkorban.Saat ini aku melihatmu memaki jas ini saat ini  dan sebentar lagi aku akan melihat menghafal janjimu , berdiri di depan altar dan menciumnya nanti,saat itulah perjuangan dan segala pengorbananku untukmu berakhir.”ucapnya pelan.Tiffany tidak menangis , gugup apalagi meledak-ledak dan itu jelas di luar dugaanku.Bukankah wanita merupakan mahkluk paling sensitiv di muka bumi , lalu kenapa Tiffany bisa setenang dan sesantai ini.

“Cho Kyuhyun terima kasih sudah terlahir dan hidup sampai sekarang ini sehingga aku jusa bisa hidup , terima kasih atas segalanya.” Tiffany menepuk-nepuk pelan lenganku , entah mengapa aku merasa seolah ada perasaan gugupnya yang menjalariku saat ini.

“Kau akan benar-benar meninggalkanku?”ucapku tak terkendali.Entah mengapa , bibirku ini seolah tidak bisa di ajak bekerja sama dengan logikaku.Tiffany mendelik , menatapku kecil lalu dengan cepat membuang mukanya.

“Berada di sini,di Korea dan melanjutkan hidupku seperti biasa setelah acara ini adalah hal teregois yang kulakukan , dan dalam percintaan ketika seseorang menjadi egois , hal itu hanya akan menyakiti dirinya , pihak lain , atau bahkan keduanya dan aku bukan tipe seperti itu.Jadi aku akan pergi sehingga tidak ada yang tersakiti ,yang menyakiti atau di sakiti.”

“Alasan yang tidak masuk akal!”cibirku.Sial!Bibir ini mengapa bekerja seenaknya?umpat Kyuhyun.Tiffany menangkat wajahnya , aku melihat matanya.Dia sangat rapuh,aku tau itu.Aku ingin memeluknya , persetan sebentar lagi aku akan menikah dan berada di gereja.

“Aku sangat mencintaimu , sangat mencintaimu , dan aku tak ingin kau terbebani jika aku tetap di sini.”

“Paling tidak salah satu di antara kita harus bahagia bukan?Dan sekarang saatnya kau menggapai kebahagiaan mu,Sajangnim.”titik-titik airmata Tiffany jatuh,tapi dia tetap menatapku , mendongak karena aku lebih tinggi dari dia. Tiffany tidak berusaha menghapus air matanya atau melakukan apapun, untuk beberapa saat kami terus bertatapan.Alur Tiffany lembut walaupun dia menangis.

“Maafkan aku.Aku harus pergi , pesawatku akan berangkat sebentar lagi.Congrats anyway.” Tiffany berlalu dengan telapak tangan yang sibuk menghapus airmata.Kenapa neuron sensorikku mengirim sinyal ke otakku dan menyuruh ku bertindak untuk menghentikan Tiffany?Dan kenapa tangan dna kakiku yang berfungsi sebagai efektor di tubuhku seakan bertindak sendirinya dan beberapa kali di luar kendali logikaku.

Ya Tuhan , Kyuhyun kau itu akan menikah!Apa yang terjadi padamu?sugesti ku.

“Kyuhyun-ssi.”Tiffany tiba-tiba muncul lagi di hadapanku.

“Bolehkah kau berbaik hati mengabulkan permintaan terakhirku?”ucapnya pelan , dengan cepat aku menganggukkan kepalaku.

“Jika nanti , suatu hari , kapanpun itu , aku sendiri juga tidak tahu.Jika aku kesepian dan butuh teman bicara , bolehkah aku meneleponmu?Aku hanya ingin memastikan hal ini saja sebelumnya aku takut jika nan…”

“Kenapa kau harus meminta ijin?”ku potong segera.SIAL !!! SIAAAL !!Kenapa lagi-lagi neuron-neuron syaraf ini bekerja sendirian! Tiffany membelalak tapi kemudian seperti biasa ia bisa mengontrol dirinya kembali.

“Maksudku aku sama sekali tidak keberatan jika kau mene…”

“Kyuhyun-ssi ini sudah waktunya.”ucap salah seorang MC memotong pembicaraanku dan menggapit lenganku dan membawaku pergi menuju altar.

“Jika kau punya permintaan lain , apapun itu dan kapanpun kau memintanya , kau tidak perlu bertanya boleh atau tidak , kau hanya tinggal mengatakannya dan aku akan melakukan itu untukmu.Camkan itu!”ucapku , kali ini perkataanku sudah berjalan sesuai logikaku.Aku menggengam tangan Tiffany, Tiffany bergetar dan aku tau betul jika dia menahan tangisnya.

Aku menariknya menjauh dari pintu,dan entah kendali dari mana sepersekian detik kemudian aku sudah mengecupnya dalam.Aku merasa ketakutan sendiri ketika melihat punggungnya menjauh tadi,aku menyanyangi gadis ini lebih dari apapun di dunia ini.

“Ini yand kedua,setelah tadi malam.Kau ciuman pertamaku,Fany-ah~”

Dan titik kristal ini mulai menuruni pipi tirusnya.Demi Tuhan , apapun yang terjadi , jangan tangisi aku Tiffany-ah.

END ~

Cause sometimes love grows in the middle of friendship , and its normal.

~~

PS:Gon be sequel , but still in oneshot ~ Keep Waiting J

PS:Hell yeah , im a hardcore ELF and Lee Hyukjae is drivin me crazy , so if u guys is a part of ELF big fams , wanna make some friend J

PS:SEHUUUUUUUUUUN! You are seriously madly smexy,i felt like im in love with him,kkkk~

Found me : @reginasvs

Advertisements

13 thoughts on “[Freelance] Fight For This Love

  1. daebak!!
    kok sehun jadi kyuhyun
    fany jadi jiyeon
    ini udah pernah dipost sebelumnya ya thor
    gapapa mungkin author kurang teliti 🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s