The Last Date [HyoKaiLay Version]

thelastdate-hyokailay

Title: The Last Date

author: Vi

Cast: Hyoyeon-SNSD

Kai-EXO

Lay-EXO

Rating: T

Genre: romance , sad

Disclaimer: cast cuma minjem

author note: ff ini terinspirasi dari bbrp ff lain , manga , anime , ada juga yg sesuai imajinasiku.

Sorry for bad fanfic and story

Published: in some blog with other cast

Wanna Read The Other Version of This Fanfiction ? Check this out !

YoonKaiHo Version

SeoKaiHo Version

 

*****

author POV

Siang hari yang cerah dan indah , sepasang kekasih tengah menikmati kencan mereka di sebuah taman bermain , beberapa kali mereka menaiki wahana permainan disana. Hyoyeon -nama gadis yang berpacaran dengan Kai- tengah menikmati segelas es di sebuah kafe kecil tepatnya di taman bermain tersebut bersama dengan Kai yang merupakan kekasihnya.

“Jongin , apa yang kausukai dariku ? Kau tahu sendiri jika aku bukan berasal dari keluarga kaya , aku juga biasa saja,” tanya Hyoyeon selama ini ia tak tahu apa yang membuat Kai suka padanya , ia tak merasa jika dirinya pantas untuk Kai.

“Hyoyeon , aku mencintaimu , aku juga bukan dari keluarga yang sangat kaya kan ?” kata Kai , ia berusaha menenangkan Hyoyeon yang selalu merasa tidak percaya diri. Hyoyeon mengangguk mengerti sambil menyeruput esnya , ia menatap kedua mata Kai dengan lekat seolah-olah mencari kejujuran dari kata-kata Kai barusan.

“Ada apa ?” kata Kai bingung karena Hyoyeon menatapnya lekat , wajah Kai memerah malu karena Hyoyeon terus menatapnya.

“Apa ada yang aneh dengan wajahku ?” kata Kai setengah bergumam namun Hyoyeon sempat mendengarnya dan tertawa kecil.

“Tidak , aku ingin tahu apa kau jujur dengan kata-katamu tadi saja,” kata Hyoyeon sambil tersenyum , Kai mengangguk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. tiba-tiba suasana menjadi canggung , tak ada yang bersuara diantara keduanya , dentingan piring dan sendok saja yang terdengar di kafe tersebut.

“Jongin , sebaiknya kita menaiki wahana lainnya lagi yuk , kita belum mencoba roller coaster,” ajak Hyoyeon sambil menunjuk roller coaster , wahana yang tampak sedikit mengerikan ketika dinaiki. Kai mengangguk sambil menggandeng tangan Hyoyeon keluar dari kafe kecil itu.

Sesekali tangan Kai gemetaran ketika menggandeng Hyoyeon, Hyoyeon sempat berpikir jika Kai tak suka dengan wahana ini.

“Jongin , kau tidak suka dengan wahana ini ya ?” tanya Hyoyeon mencoba meledek Kai , namun seketika mata Kai membulat dan wajahnya memerah malu , ia menggaruk kepalanya dengan canggung.

“Tidak,” kata Kai sambil memaksakan sebuah senyuman.

Hyoyeon tersenyum kemudian menggandeng Kai untuk mengantri pada wahana roller coaster , Kai mengigit bibirnya dengan peluh mengaliri keningnya , ia tampak khawatir bagaimana dengan dirinya setelah menaiki wahana yang cukup mengerikan itu. Namun , dengan riang Hyoyeon menggandeng Kai untuk menaiki wahana tersebut.

Kai terduduk di tempatnya sambil mengusap peluh di keningnya , sebentar lagi roller coaster akan dijalankan tetapi ia masih saja merasa khawatir dengan nasibnya setelah menaiki wahana mengerikan ini.

1..2..3

Roller coaster mulai berjalan , mula-mula wahana itu berjalan dengan lambat namun makin lama kecepatan roller coaster ini bertambah cepat sehingga Kai menjerit-jerit ,Hyoyeon hanya tertawa melihat kekasihnya yang menjerit begitu keras.

Setelah mereka turun dari wahana itu , Kai terus memegang lengan Hyoyeon  karena tubuhnya bergetar begitu kencang. Sebenarnya Jongin memang tidak menyukai wahana ini , jadi wajar saja kalau ia berpikir bahwa wahana ini mengerikan.

“Jongin-ah , seharusnya kau bilang saja kalau kau tidak mau menaiki wahana ini. Akhirnya jadi begini kan ?” kata Hyoyeon sambil mencibir kearah Kai , Kai yang tidak terima diejek oleh kekasihnya sendiri pun berusaha untuk menormalkan detak jantungnya dan menarik nafas dalam-dalam.

“Aku baik-baik saja kok,” kata Kai sambil berdiri tegap dan melepaskan pegangannya pada tangan Hyoyeon.

“Huh , tidak usah berpura-pura , lagipula aku sudah melihat ekspresi ketakutanmu kok,” kata Hyoyeon sambil tersenyum manis , Kai hanya bisa mendengus kesal mendengar ucapan Hyoyeon.

Hari ini sepasang kekasih itu sudah menghabiskan banyak waktu di taman bermain itu , keduanya berniat untuk berjalan pulang. Mereka tidak membawa mobil ataupun sepeda motor karena jarak antara taman bermain dan rumah mereka cukup dekat.

“Hyoyeon-ah , aku senang sekali menghabiskan kencan pertamaku denganmu hari ini. Hmm , kapan-kapan maukah kita berkencan lagi ?” kata Kai sambil menyunggingkan sebuah senyuman pada Hyoyeon, Hyoyeon yang sudah memasuki halaman rumahnya pun menoleh dan mengangguk.

“Tentu saja , kalau aku sempat,” kata Hyoyeon. Setelah mendengar jawaban Hyoyeon yang cukup memuaskan itu , Kai pun berjalan meninggalkan Hyoyeon. Rumah Hyoyeon memang terletak di jalan raya maka Kai harus menyebrang dulu kalau mau sampai ke rumah mewahnya.

Kai bersiap-siap menyebrangi jalan raya yang luas itu namun sayangnya ketika Kai sudah di tengah jalan , ada sebuah mobil bergerak cepat kearahnya sehingga Hyoyeon yang melihatnya berusaha berteriak untuk memperingati Kai.

“Jongin-ah !!!! Awas !!!!” seru Hyoyeon namun sayangnya Kai tak mendengar teriakan Hyoyeon. Hyoyeon bergegas berjalan keluar dari halaman rumahnya , ia berniat untuk mendorong Kai ke pinggir jalan tetapi sepertinya Hyoyeon  terlambat bergerak karena Kai sudah terlebih dahulu ditabrak oleh mobil itu.

“Jongin !” teriak Hyoyeon histeris ketika melihat kekasihnya itu terpental ke aspal dengan kening berlumuran darah.

Melihat sebuah kecelakaan terjadi , orang-orang yang sedari tadi lalu lalang di jalanan pun mengerumuni Jongin yang sudah terbaring di aspal dengan berlumuran darah. Hyoyeon  berusaha memasuki kerumunan tersebut untuk melihat keadaan kekasihnya.

“Hikss . Jongin-ah,” isak tangis Hyoyeon mulai terdengar. Tiba-tiba ada seorang lelaki menyeruak masuk kedalam kerumunan itu sambil membawa sebuah ponsel di tangannya , tampaknya lelaki itu menelpon ambulans.

*****

Rumah sakit ..

Setelah lelaki berambut coklat itu menelpon ambulans , Kai dilarikan ke rumah sakit terdekat dan Hyoyeon diantar ke rumah sakit tersebut dengan lelaki yang menelpon ambulans tadi.

Kini Hyoyeon dan lelaki berambut coklat itu tengah terduduk di depan ruangan Kai , Hyoyeon masih terisak karena melihat kekasihnya yang ditabrak oleh mobil tadi. Lelaki berambut coklat yang menelpon ambulans itu tampak iba melihat Hyoyeon menangis terus-menerus , iapun mengulurkan tangannya dan menepuk-nepuk pundak gadis itu.

“Andai saja tadi aku berteriak lebih kencang, Jongin mungkin bisa mendengarnya,” kata Hyoyeon disela isakannya. Sesekali Hyoyeon meremas pakaiannya karena khawatir pada keadaan Kai sekarang.

BRAK

Pintu ruangan Kai dibuka , Hyoyeon buru-buru berdiri dan menanyai keadaan Kai pada dokter itu , “bagaimana keadaan Jongin ?” tanya Hyoyeon cepat.

“Maaf , tapi Kim Jongin sudah meninggal di dalam perjalanan menuju rumah sakit. Saya sudah berusaha se-maksimal mungkin,” kata dokter tersebut. Hyoyeon membulatkan matanya , untuk ke sekian kalinya air matanya merembes keluar dan menyebabkan wajahnya menjadi basah.

“Aniyo ! Jangan berbohong !” sahut Hyoyeon sambil mengguncangkan bahu dokter yang menangani Kai. Tapi dokter tersebut hanya menggeleng, lelaki berambut coklat yang menelpon ambulans tadipun menarik tangan Hyoyeon dari bahu dokter tersebut lalu meminta maaf karena sikap Hyoyeon.

“Ya ! Jangan menangis , tak perlu kau sesali !” kata lelaki itu sambil menggenggam tangan Hyoyeon erat. Hyoyeon buru-buru melepaskan tangannya dan menggigit bibirnya kuat –berusaha untuk menahan tangis mungkin–.

“Siapa kau ? Mengapa kau seenaknya menggenggam tanganku ?” seru Hyoyeon kesal sambil mengusap air matanya kasar.

“Aku ? Aku Zhang Yixing, orang yang menelpon ambulans tadi sekaligus sepupu Kai yang baru datang dari China,” jelas lelaki itu. Hyoyeon membulatkan matanya , “apa ini sepupu Jongin yang selalu diceritakan olehnya itu ?” batin Hyoyeon.

“Yixing ? Apa kau Lay ?” tanya Hyoyeon.

“Iya , Kai selalu memanggilku Lay dan aku selalu memanggilnya Kai,” kata Lay. Hyoyeon mengangguk mengerti namun sedetik kemudian ia kembali menangis karena mengingat keadaan Kai.

“Hikss .. Hiks ..” Hyoyeon terisak pelan namun Lay bisa mendengar suara isak tangis Hyoyeon , iapun segera menepuk bahu Hyoyeon pelan untuk menenangkan gadis itu.

“Jangan menangis lagi,” bisik Lay pada Hyoyeon. Namun isak tangis Hyoyeon malah terdengar semakin keras, Lay menghela nafas dan memeluk gadis itu , membiarkannya menangis sepuasnya.

*****

Seminggu kemudian ..

Seminggu setelah kejadian itu , Hyoyeon tampak semakin lemah. Ia tak lagi selalu tersenyum ceria seperti biasanya , pikirannya selalu teringat pada Kai , lelaki yang berhasil mendapatkan hatinya.

“Jongin-ah,” kata Hyoyeon lirih ketika melihat sebuah foto di laptop miliknya , foto kenangan mereka , foto saat mereka bertemu pada pertama kalinya diacara drama sekolah.

AudeVjpCEAAjEYw.jpg large

Ketika Hyoyeon melihat foto tersebut , iapun tersenyum kecil melihat wajahnya sendiri. “Aku masih bisa tersenyum ceria kala itu,” gumam Hyoyeon pelan.

Hyoyeon kembali mengingat kencan pertama mereka , “itu kencan terakhirku pula,” gumam Hyoyeon sambil memaksakan sebuah senyuman.

“Hyoyeon,” panggil sesosok lelaki berambut coklat , Lay.

“Lay-ssi ? Kupikir kau sudah pulang,” kata Hyoyeon ketika mendapati Lay tengah berjalan kearahnya sambil membawa segelas teh hangat. Lay meletakkan teh itu di dekat laptop Hyoyeon dan menyuruhnya untuk meminum teh itu.

“Minumlah, kau sangat berantakan,” kata Lay sambil menunjuk kearah gelas yang baru saja ia letakkan tadi.

Hyoyeon mengangguk dan meneguk teh tersebut , setelah itu ia kembali meletakkan gelasnya di dekat laptop hitam miliknya sendiri.

“Hyoyeon-ssi , dengarkan aku.” Lay tampak serius sekarang, Hyoyeon semakin penasaran dengan apa yang ingin Lay katakan , iapun menatap Lay dengan tatapan ‘apa ?’

“Kau tahu kan kalau sudah seminggu kita mengakrabkan diri sebagai teman ? Kurasa dalam seminggu itu aku mulai merasakan suatu perbedaan pada perasaanku,” kata Lay gugup. Hyoyeon masih tak mengerti maksud perkataan Lay , ia hanya mengerutkan dahinya bingung saat mendengarkan ucapan Lay.

“Aku rasa .. Aku mencintaimu sebagai seorang perempuan,” kata Lay. Pernyataan Lay itu berhasil membuat Hyoyeon terdiam , ia tak tahu harus merespon apa terhadap pernyataan Lay barusan.

“O-oh..” Hanya itu yang sanggup ia katakan. Ia merasa ragu untuk menolak pernyataan Lay karena ia masih belum bisa move on dari Kai tapi ia juga tak mau menolaknya karena ia tak mau menyakiti hati Lay.

“Jadi .. Bagaimana ? Hmm , kurasa kau tak bisa menerimaku kan karena kau masih mencintai Kai ?” tanya Lay. Hyoyeon terdiam dan mengangguk , ia memang masih mencintai Kai.

“Mianhae, kau perlu memberiku waktu, Lay,” kata Hyoyeon lirih sambil tersenyum kecil. Lay mengangguk mengerti dan mengusap rambut Hyoyeon , “tapi tidak apa-apa kok jika kau memang tak mau menerimaku , aku baik-baik saja,” kata Lay sambil tersenyum.

Hyoyeon tersenyum , suasana diantara mereka kini tampak canggung , tak ada satupun dari mereka yang mau memulai obrolan setelah pernyataan itu.

“Aku pulang, Hyoyeon-ssi, sampai jumpa,” kata Lay  sambil tersenyum dan meraih tasnya yang terletak di sofa ruang tamu , iapun berjalan keluar dari rumah Hyoyeon dan menutup pintu rumah tersebut dengan rapat.

“Mianhae, Lay-ssi .. Sepertinya aku masih mencintai Jongin .. Aku hanya menganggapmu sebagai teman saja .. Tidak lebih, mianhae ..”

END

Mian gaje , ini ff udh kubuat sejak lama tapi berhenti di bagian pas HyoKai kencan karena kehabisan ide dan baru selesai sekarang -_- , pls komen ya ! :)

//

15 thoughts on “The Last Date [HyoKaiLay Version]

  1. ouh.. sad end >.< tapi tetep bagus lho unn..
    feel dapet and poster bagus😀
    ditunggu karya selanjutnya and,
    keep writing unn❗

  2. ampuuuuun….sad ending dan knapa musti si temsek yg jd korban???…*abaikan*
    eh?…by the way anyway busway (?)…tu poster kakak yg buat??…kalau bener bagus amat!..
    puk..puk…poor hyo..
    keren thor ceritanya ….keep writing
    fighting!!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s