List : The Story About Death Angel.

LIST mmk

Title: List|| Author: autumnflow. || Cast: Do KyungSoo (EXO K) & Kwon YuRi (GG) || Genre: Romance, Fantasy, Drama, absurd || Leght : Vignette || Rating: T

Summary: Pria kematian

Note: jika ingin mengetahui flashback liahat tanggalnya ^^

 

Autumnflow©

 

6 September 2012

 

 

Seorang Pria menapaki tanah lembab dihadapannya , Mata tajamnya tertuju pada horizon yang nampak seperti Ilusif dihadapannya, atau benar hanya ilusif ?.. Entahlah sekarang pria  itu tak terlalu atau bahkan tak memikirkan itu semua~

Semua deru nafas naik turun hembusannya terlihat begitu berat, Rahang tegasnya kaku seakan sulit untuk digerakkan,, tetapi Pria itu tak menggubris itu semua, Itu semua wajar menurutnya sebagai rangsang fisik pengungkapan emosinya.

Pria itu mengeratkan kepalan tangannya seakan ia sedang mencengkram cakram. Tangannya mengerat keras. Otot otot tangannya yang tersembunyi dibalik jas hitam yang digunakannya ia tampakkan dengan sempurna,

Matanya berkilat tajam, Angin sesak Musim panas berhembus tak membuat gerah pria itu. Pria itu masih saja terdiam, menikmati rumbaian ialalang yang menari palan diantara kaki kaki jenjangnya yang entah menapak tanah atau tidak.

Hening..

air mata menetes..

Pria itu mengusap pelan pelupuk matanya.

Tidak… ia tak boleh mengangis~ takkan pernah.

Tetapi itu hanya gertakan sementara~ hatinya. Tidak. Ia tak punya hati. Perasaannya memenangkan semuanya, Niat dan gertakan untuk Tak menangis itu sia sia.

Air matanya lolos dengan begitu mudah…

 

Autumnflow©

 

RS: Seoul, 12 April 2012

“kau berhanti!”

Lengkingan itu membuat sang pria bersetelan hitam itu terdiam sesaat. Menghentikan langkah tenangnya sesaat dilorong yang hanya tersinari sinar hangat matahari yang sedikit pias. Pria itu menoleh.. mata elangnya menyipit. Memastikan bahwa pemilik suara lengking itu memananggilnya.

Gadis itu terpogoh pogoh pelan, Dress pastel usangnya awut awutan, Rambut cokelat yang tergerai tersibak ke segala arah. Kacau. Salah satu deskripsi tentang gadis itu.

“siapa kau?, kenapa kau selalu muncul di rumah sakit?” pemilik lengkingan indah itu mendangak agar dapat melihat pria yang dengan angkuhnya menghela nafas. Gadis itu mendekat pelan kearah pria bersetelan hitam itu.

“bukankah Hal yang umum seseorang datang pergi dari rumah sakit?” ujar pria itu dingin.

Gadis itu berhenti melangkah tepat 5 langkah dari posisi pria itu berdiri.

“kau berbeda~”

“kau, selalu Muncul setiap ada seseorang yang mati..” sahut gadis itu dengan nnada sedikit ditekankan. Sang pria diam menatap manik sang gadis yang terus berkilat.

“kau Juga berbeda Nona” ujar pria itu.

Sang gadis mengrenyit pelan.

“panggil aku D.O” ujar pria itu.sedangkan sang gadis menatap heran pria dihadapannya. Matanya penuh dengan tanda tanya

“YuRi” lirih pria itu. seketika membuat sang gadis mengerjap.

Nn.Kwon

teriakan itu membuat pandangan gadis itu teralih. Kehilangan Fokus terhadap Pria itu. menyadari kesalahanya sang gadis kembali menoleh kearah sang pria. Terlambat.Sang pria Hilang. Entah ke Mana.

Gadis itu meneguk ludah.  Ia mengalihkan pandangannya menuju atap gereja yang terletak disamping rumah sakit tua itu.

Lonceng Gereja menggema. Beberapa burung gagak hitam beterbangan bebas.. menandakan bahwa kematian baru saja datang…

 

Autumnflow©

 

Seoul, 20  April 2012

Pria itu menatap jasad dihadapannya dengan pandangan datar. Tanpa ekspresi sedikitpun.beberapa orang mengerubungi jasad itu menangis tersedu sedu entah tangis murni atau palsu. Entah menyadari atau tidak bahwa seseorang yang ditangisinya memang kini telah tiada.

Tetapi tak ada satupun diantara kerumunan orang itu menyadari keberadaan seorang Pria yang mengenalkan diri sebagai D.O itu.

Tak satupun..

Pria bernama D.O  itu berdiri, menyeruak keluar dari kerumunan itu sangatlah amat mudah. Langkah angkuhnya tak diperhatikan oleh satu orang pun.

Tetapi detik selanjutnya, 6 langkah setelah itu. Dia diam menatap gadis yang tengah berada dihadapannya. Menatap D.O dengan Mata bulatnya. Keheningan menyapu. D.O menatap wajah sang gadis . Masih gadis yang sama dengan tempo hari.

“Siapa sebenarnya kau Ha? Jawab aku!” ujar sang gadis sengit. Pria D.O itu mendecak pelan.

“aku hanyalah seseorang yang menjemput..”

“kematiankah ?” gadis itu menyahut.

D.O diam,

Gadis itu benar..

 

Autumnflow©

 

Seoul, 1 may 2012

D.O menatap tiap detail sekelilingnya yang mendung. Ia masih lengkap dengan setelan serba hitam yang membuatnya tampak lebih rupawan.

Tetapi siapa yang bisa yang bisa melihat kerupawanannya jika dia adalah penjemput kematian yang ghaib, bisa melihat tetapi tak bisa dilihat, seperti Roh tanpa jasmani..

Pria itu mengeluarkan secarik kertas dari kantongnya. Ia terdiam dengan tatapan yang masih terfokus pada secarik kertas itu.

 

  • Jung Soo Jung . 20th. Gangnam-gu. Seoul.
  • Kim Jong In. 20th. Gangnam-gu. Seoul.

 

 

Pria itu memasukka lagi secarik kertas usang yang terisi takdir orang. Yang menghentikan jalan hidup tiap orang didunia ini. Tanpa mengenal arah ia hendak berjalan menembus setiap mobil yang lalu lalang dengan seenaknya. Tapi kali ini matanya yang selalu memandang lurus kedepan tertahan pada seorang gadis yang tengah disebrang jalan.Menyapanya.

Gadis itu.

Matanya berkilat tajan. ketika melihat sang gadis yang menyebrang untuk menghampirinya. Mobil itu mendekat tak terkendali.

“Sial.. “

Umpatnya lagi berlalri menembus beberapa mobil sebelum akhirnya memeluk gadis itu mendorong tubuhnya hingga tersungkur diterotoar jejalanan yang lalu lalang.

Nafasnya tersengal. Menatap tubuh disampinya yang tengah tergolek manis. Beberpa orang segera mengerubungi mereka berdua. Terdengar sayu dari telinga D.O  beberapa teriakan ambulan.

“apakah gadis ini baik baik saja ?”

“hei tetapi siapa yang menyelamatkannya?”

“aku tak melihat seseorangpun disekitar gadis ini tadi”

Beberapa pendapat menyeruak. D.O hanya terduduk berusaha bangkit dari jatuhnya.- ingat tak ada satupun yang dapat melihat sang penjemput kematian- . hanya gadis itu.

Entah takdir atau apa. Hanya gadis itu yang mengetahui keberadaannya. Rupanya. Suaranya. Sentuhannya.

Gadis bermata bening itu-Kwon YuRi- yang hanya dapat melihat sang penjemput kematian.

 

Autumnflow©

 

Seoul, 15 May 2012

 

“aku mencintaimu.. tak peduli siapa sebenarnya dirimu dan apa dirimu..” teriak sang gadis dengan suara jernihnya. D.O diam berusaha tak menyahut pernyataan gadis itu.

“D.O! Jawab Aku !” pekik sang gadis.

D.O memutar tubuhnya memandang warna pias wajah sang gadis itu.

Ini takdir atau apa. Apa ini juga dicatat oleh tuhan ditumpukan takdirnya. Ia menghela nafas. Sang Gadis memegang tangan Sang Pria itu.

Sejenak hangat mengalir dengan beribu perasaan yang menghias kehangatan itu. Tanpa ada koordinasi dari siapapun. Pria itu merengkuh pelan tubuh gadis itu. Dengankelembutan dan dingin yang selalu menghinggapinya. Pria itu-D.O- tak peduli lagi. Ini takdir yang salah. Apakah tuhan juga memberikan perasaan kepadannya atau tidak. Ynag jelas kini ia merasakan perasaan itu.

Ia mengeratkan pelukannya, ingin merasakan lebih kehangatan dari gadis itu,

“Aku Juga mencintaimu..”

 

Autumnflow©

 

 6 September 2012

 

Kembali kepada pria yang sedang menangis itu..

Tangannya ia kepalkan kuat kuat~ tak mungkin. Ia masih yakin bahwa kondisi gadis yang dicintainya itu sedang baik baik saja. Yah dia hanya terduduk menikmati sunset sore dengan menyetel lagu klasik beethoven dan menikmati cookies sore yang ia buat siangnya. Yah hanya itu..

Ia yakin itu. tetapi jika takdir berkata bahwa gadis itu memang harus meninggal, apa dayanya. Itu semua tuhan yang menggarisannya. Ia hanya pekerja bawahan yang selalu mematuhi aturan atasannya.

Jadi apakan gadis itu akan ia cabut nyawanya. Ini terlalu sakit. Setelah meninggal,, ia takkan lagi bisa berrsama gadis itu. Ia tak bisa merasakan kehangatan tubuh gadis itu. tak ada yang tersenyum dan memanggilnya lagi~ karena hanya gadis itu yang dapat  melihatnya.

“tuhan.. apa ini hukumanku?”

D.O mendesah.. jemarinya ia tautkan. Ia terlalu takut kepada tuhan jika ia ingin melawan. Kakinya ia hentakkan. Ia memejamkan mata~ beberpa saat. Bebrapa gagak hitam datang.mengkoakkan Seruan merdunya. mengerubunginya sesaat sebelum hilang.. menyisakan suara kematian gagak

Entah kemana tujuhannya setelah ini.. tak ada yang tau pasti.. hanya perasaannya berlalu dengan sendirinya~

 

Autumnflow©

 

Kwon’s House, 6 September 2012

 

“D.O?” suara jernih itu membuat pria itu tersadar dari lamunannya. Mengamati wajah cerah dihadapannya.

“aku ingin masuk..” seru D.O melangkah masuk menuju rumah tua reot itu.

Yuri menggelengkan kepalanya mengekori langkah cepat kekasihnya. Bodoh mungkin. Kini statusnya adalah seorang kekasih dari penjemput kematian.

“apa yang membuatmu kema-“ belum sempat gadis itu menyelesaikan kalimatnya. D.O memeluknya. Menyalurkan kedinginan milik pria itu. Pria itu selalu dingin, seperti es.

“Yul, Kwon YuRi. Apa yang harus kulakukan ?” gadis itu terdiam tak menerti yang diucapan kekasihnya.

“list yang kuterima, kau kau akan..” D.O terdiam tak kuasa melanjutkan perkataanya, ternggorokannya sekan tercekik kuat. Pita suaranya tak mampu berbunyi dengan semestinya.

YuRi  mengerjap melepaskan pelukannya. Kini ia mengerti.

“a-ku ma-ti-?” eja YuRi.

D.O tak menjawab. Gadis itu diam. hening. Keduanya tak berbicara apapun. Hanya terdengar suara burung gerja berkicau riang diantara kesunyian itu. YuRi mendangak menatap D.O yang kini memasang wajah tak karuan.

Ia memeluk pelan D.O sambil berguma pelan.. sangat pelan.. sehingga gumanan itu tak sanggup kuceritakan. Hanya mereka dan tuhanlah yang tahu..

 

Autumnflow©

 

RS: Seoul, 7 September 2012

Sang pria kembali mengerjap. Mata hitamnya berkilat sendu, Melihat secarik kertas usang yang penuh dengan tekukan. Ia berjalan dengan sedikit paksaan menembus beberapa orang yang sedang berlalu lalang di koridor rumah sakit,

Langkahny aterhenti katika menatap pintu ruang ICU. Tanpa membuka ia menembus pintu yang tertera nama Kwon YuRi itu. beberpa dokter berkumpul dengan membuat jantung gadis itu terus berdetak.
D.O memandang wajah gadis yang tengah sekarat itu.

Seharusnya disini ia harus mencabut nyawa gadis itu. melakukannya dengan lembut agar tak membuat gadis itu kesakitan.

Ia memejamkan mata. Beberapa kat a terngiang dengan pasti ditelinganya. Beberpaa pemfikiran berkecamuk seiring dengan detak jantung gadis itu semakin melemah.

“dokter Kyungsoo. Ambilkan beberapa alat itu!”

Sebauh suara membuatnya menoleh kearah lelaki bermata lebar menggunakan setelan operasi itu.  Ia mentap pria itu lama.

Sret..

Ada rasa yang aneh…  ketika pria itu menembusnya pelan.

D.O menghela nafas. Sudah cukup. Cukup lama ia berfikir, salah satu jalan adalah seperti ini.

Ia mengambil secarik kertas usang itu.

“kau tahu Yul ..Mimpi untuk selalu bersamaku setelah ini..”

D.O mengeratkan genggamannya. Sambil memandang wajah pias milik gadis itu

“mungkin takkan terwujud..”

Menarik kertas itu berlawanan arah .Nafas Gadis itu tersentak pelan.

“aku kira aku sudah menemukan penggantiku..kau…”

Gadis itu sedikit membuka matanya.. menyadari bahwa kekasih ada didekatnya. Gadis itu terengah berusaha mengangkat tanganya.

“Maafkan aku ..Tidak jangan~… lupakan aku.. jangan buatku menangis”

Gadis itu dengan susah payah mengatur nafasnya sementara para dokter terus sibuk memacu jantung Gadis itu.

“Aku.. mencintaimu walau dengan dimensi yang berbeda~”

“walau ini adalah pertemuan terakhir kita..”

D.O menyobek kertas usang itu, sambil terus tersenyum.

“aku, ingin memberimu kebhagiaan terakhir ini”

Detak jantung gadis itu semakin normal.

“Teruslah tersenyum..”

Tubuh pria itu kian melebur menjadi serpihan debu.Gadis itu mulai bisa bernafas dan berfikir, air matanya menetes

“karena itu bahagia ku..”

Buliran itu membuat dokter  itu mengrenyit menghapus pelan buliran mata dr mata gadis itu.

“aku mencintaimu”

Sang pria- kematian- tersenyum. Untuk pertama dan terakhir kalinya.

“terimakasih, telah memberiku perasaan ini~”

 

Autumnflow©

 

 

RS : Seoul, 8 October 2012

 

Sebuah kertas melayang bersama angin. Gadis itu mengerjap. Memungut kertas yang terjatuh dilantai rumah sakit yang tengah 1 bulan ia jadikan rumah itu.

Ia membaca tiap kata yang tertulis dikertas usang itu. Matanya berkaca. Sebuah sunggingan senyum tertera jelas di mulutnya.

 

Kwon YuRi –RS- cancelled.

Life Again.

Sebagai rasa terimakasihku sudah memberiku perasaan ini.

aku mencintaimu,

 

 

gadis itu terus tersenyum sambil terisak. Menyadari keberadaan bahwa pria yang dicintainya telah lenyap. Tanpa meninggalkan seserpih memori rupa dan sentuhan pria kematian itu. Semua terlupakan.. tak ada yang tahu~ hanya perasaan lah yang membekas. Kenapa ia menangis dan merasakan kebhagiaan sekarang? Itu hanya perasaan.. yang takkan pernah dihapus oleh tuhan sekalipun..

karena perasaan itu abadi..

 

Autumnflow©

 

Epilog..

 

“pasien No.7. Kwon YuRi..”

“oh dr. KyungSoo ..”

“bagaimana keadaanmu?”

“yah, baik seperti biasa”

“KyungSoo, sebenarnya kau mengingatkanku pada seseorang “

“siapa?”

“Entahlah aku juga tak tahu~”

 

Autumnflow©

 

 

Some

 

‘bagaimana jika aku menyobeknya? Apakan akan mengacauka list?”

“siapa yang menanam ia juga yang akan menuai”

“jadi.. “

 

 

-Fin-

Cuap-cuap : Lama gak jumpa –“ hehe karena , masalah koneksi internet yang SLOOOOWWWW banget….. -.-“ jadi males buat ngepost. Hehehe harap enjoy. Untuk masalah comment or like gak terlalu pengaruh. Silahkan kalo mau like, comment atau hanya sekedar read. Aku orangnya gampang kok XD..

so Happy Read…

Advertisements

23 thoughts on “List : The Story About Death Angel.

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s