[Freelance] I’m Wolf (Part 1)

im-wolf [GaemVye Art]

I’m Wolf [Part 1]

Story line by

Kwon Soo Hjin

Tittle :

I’m Wolf

  Main Cast :

Xi Luhan | Kwon Yuri | Kim Jong In | Kris | Im Yoon Ah

Other Cast :

Seo Joon Hyun | Jessica Jung | Chen | Kim Joon Myun | Stephany Hwang | Kim Taeyeon | Byun Baekhyun

Gerne :

Romance | Friendship | little sad | Mystery | Action

Rating :

PG 14

Lenght :

Chaptered / Part

Poster by :

http://gaemvye.wordpress.com

Disclaimer :

FF ini murni hasil pemikiran saya sendiri, jika ada persamaan itu tanpa disengaja. Pemain milik orang tua, Tuhan dan SM saya hanya meminjam nama untuk cerita saya😀, so Happy reading^^

PLEASE DON’T BASH

DON’T BE SILENT READER

~~** I’m Wolf **~~

Cinta itu tak memandang dengan siapa kita akan jatuh cinta bukan ? cinta juga bisa membuat dendam yang selama ini kau simpan hilang, walaupun kau masih bisa menolaknya tapi hatimu tak dapat memungkirinya, dendam itu hilang dan tergantikan dengan cinta yang tulus.

~~** I’m Wolf **~~

even if you’re a wolf, but I can’t lie to you. I fell in love with you..

~~** I’m Wolf **~~

Luhan Side

“Tiffany, tiffany..” Appaku menggoyangkan tubuh Umma yang mulai melemah, aku hanya terdiam dan berdiri diambang pintu kamar umma dan menatap mereka dengan tatapan sedih. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ummaku ?

“Luhan, kau harus menjaga Ummamu. Appa harus pergi kebumi dulu” Ujar Appaku yang sedetik kemudian berubah menjadi serigala. Aku menganggukkan kepalaku pelan dan mengikuti langkah Appaku dengan kaki kecilku. Aku menatap Appaku lewat jendela rumah lalu berlari kecil menghampiri Umma yang tertidur pulas diatas kasur.

Aku tinggal disebuah planet kecil yang terletak didekat bumi. Yah, bumi merupakan tempat dimana manusia hidup. Kakekku pernah berkata padaku, kalau kami yang merupakan seorang serigala akan diburu disana dan akan dijadikan patung. Bukankah itu mengerikan ?

Yah, aku adalah keturunan Wolf. Walaupun begitu, aku juga seorang manusia karena Ummaku juga seorang manusia yang berasal dari bumi. Kebanyakan orang yang tinggal disini banyak yang berstatus sama, setengah manusia dan setengah serigala. Yah, maksudnya saat pagi hari kita bisa menjadi manusia dan pada saat malam hari kita akan berubah menjadi serigala.

Dulu, Ummaku pernah bercerita padaku kalau seorang serigala dan manusia dilarang menikah, bahkan dilarang untuk saling menyapa satu sama lain. Tapi setelah seseorang yang bernama Xiumin yang merupakan seorang serigala menikah dengan Sunny yeoja cantik yang merupakan manusia. Dan saat itu, banyak wolf yang menikah dengan manusia.

Appaku juga pernah berkata kalau yeoja dari bumi itu cantik cantik, tak seperti yeoja yang ada diplanet wolf. Sejujurnya, aku ingin datang kebumi dan membuktikan apakah ucapan appaku itu benar. Siapa tau dengan umurku yang 8 tahun ini aku bisa menemukan sosok yeoja yang membuatku tersenyum.

Oh ya, ada satu hal lagi yang ingin kuceritakan. Appaku memiliki seorang istri lagi, namanya Seohyun Umma. Jadi, jika seorang wolf menikah dengan seorang manusia dia juga harus menikah lagi dengan wolf perempuan, itu bertujuan untuk membuat populasi wolf secara utuh tak punah.

Aku juga memiliki seorang adik kecil yang bernama Yoona. Dia memang bukan adik kandungku tapi aku sangat menyayanginya. Dia sangat cantik, bahkan jika dia bukan adikku aku pasti akan menjadikan dia sebagai istriku kalau aku sudah besar nanti. Tapi aku tak ingin, dia adikku. Yah, adikku.

Setiap hari, aku dan Yoona akan pergi ketebing didekat rumah kami. Disana, kami bisa melihat bumi yang sedang diterangi matahari sedangkan planet exo yang sudah gelap karena malam. Yah, Yoona akan mengikuti aku kemanapun aku pergi, bahkan saat aku akan kekamar mandi. Dia pasti akan menunggu didepan pintu sampai aku keluar.

Aku berjalan menghampiri Ummaku dan duduk dikursi yang tadi sempat diduduki oleh Appa. Aku menatap Umma yang nampak tertidur, mungkin dia sedang lelah. Yah, suhu badannya cukup panas dan itu membuatku sedih.

“Umma, Gwenchana ?” Gumanku seraya mengenggam tangan ummaku. Dia tak menjawab pertanyaanku, diam seribu bahasa. Alisku mengkerut lalu menggoyangkan tubuhnya pelan.

“Umma, gwenchana ?” tanyaku lagi, masih tetap sama tak ada respon apapun. Perasaanku mulai merasa cemas, otakku rasanya tak bisa bekerja. Apa yang terjadi dengan Umma ?

Aku segera  berlari mencoba mencari Umma Seohyun, namun aku tak kunjung menemukannya. Aku kembali berlari keluar rumah dan melihat Yoona sedang duduk ditebing yang biasa kami dudukki.

“Yoona, dimana Umma Seohyun ?” Tanyaku yang langsung to the point. Yoona menatapku dengan tatapan bingung sekaligus aneh. Lalu bangkit dari duduknya.

“Waeyo, oppa ?” Tanyanya, aku terdiam.

“Ummaku, ummaku badannya panas”

“Mwo ? Kalau begitu, kajja kita cari umma” Ujar Yoona, beberapa detik kemudian tubuhnya berubah menjadi serigala dan meninggalkanku sendiri disini. Aku menatap kearah barat, disana terlihat bumi nampak cerah. Aku kembali memejamkan kedua mataku.

“Appa, cepatlah pulang”

~~** I’m Wolf **~~

12 tahun kemudian…

Author Side

Luhan duduk diujung tebing tempat yang selalu ia kunjungi sejak kecil. Terlebih lagi saat Ummanya, Tiffany meninggal dan Appanya tak pernah kembali lagi kePlanet ini. Dia memang tak tinggal sendirian, disini masih ada Seohyun, istri kedua Suho yang merupakan Appanya dan Yoona adik tirinya. Walaupun begitu, Luhan masih merasa kalau dia tengah sendirian.

“Aku ingin kebumi, Yoong” Ujar Luhan yang masih menatap benda berbentuk bulat dan besar yang tengah bersinar. Yoona menghela nafasnya pelan lalu menatap Oppanya dengan tatapan tak rela.

“Aku tak ingin kau pergi” Ujar Yoona pelan, walaupun begitu Luhan masih bisa mendengarkannya. Luhan tersenyum kecil, sekarang yang ada difikirannya apa alasan yang bisa membuatnya untuk tidak pergi ?

“Aku ingin mencari Appa” Guman Luhan lagi, sekarang dia menatap adiknya yang nampak cantik dimatanya. Bagi Luhan, Yoona nampak sempurna. Hanya saja, dia sadar kalau Yoona itu adiknya dia tak boleh menyukai Yoona.

“Justru aku tak ingin oppa pergi karena aku tak ingin nasibmu seperti appa” Ujar Yoona mencoba menjelaskan maksudnya. Luhan memejamkan kedua matanya lalu tersenyum tipis pada Yoona.

“Aku berjanji aku akan kembali, jika aku sudah menemukan Appa” Ujar Luhan yang kemudian bangkit dari duduknya, beberapa detik kemudian wujudnya berubah menjadi serigala berwarna abu abu. Dia tersenyum pada Yoona lalu pergi meninggalkan Yoona yang hanya bisa diam disana, tak mampu menghalanginya.

“Aku akan memegang janjimu, Xi Luhan” Guman Yoona pelan, dia menatap sosok Luhan yang kini tengah mengambang, lalu hilang. Dia tersenyum kecil, tak beranjak dari tempatnya, seolah berharap Luhan kembali lagi.

~~** I’m Wolf **~~

            Disebuah rumah yang cukup mewah, dibumi. Nampak seorang yeoja berambut hitam dan panjang sedang berjalan menuruni tangga rumahnya dengan langkah tergesa gesa. Sesekali, dia melirik jam tangan yang bertengger ditangannya yang memiliki kulit coklat itu.

“Umma, Appa aku pergi dulu ne. Kai sudah menungguku” Teriak yeoja itu pada kedua orang tuanya seraya tergesa gesa berlari keluar rumah. Dia memasang sebuah senyuman pada sahabatnya, tapi dia tak melihat seorangpun disana, yang ada hanyalah sebuah motor yang biasanya dinaiki oleh Kai sahabatnya.

Dia kembali melangkahkan kakinya dan berjalan menuju ruang makan. Yeoja cantik bernama Yuri itu mengerutkan bibirnya saat melihat Kai, Ummanya dan Appanya sedang duduk disana dan menikmati sarapan buatan Umma Yuri.Yuri berjalan menghampiri ketiga orang itu lalu duduk didepan Kai dengan kesal.

“Kenapa Umma tidak memberitauku kalau Kai sarapan disini ?” Ujar Yuri seraya mengambil sepotong roti dan mengolesinya dengan selai coklat. Umma Yuri tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan, mencoba sabar menghadapi omelan putri semata wayangnya ini.

“Appa yang menyuruhnya sarapan disini, lagipula kasian dia dari tadi menunggumu” Ujar Kris, Appa Yuri. Dia menatap Yuri yang nampak mengembungkan pipinya dan menganggukkan kepalanya pelan.

“Ah, gwenchana. Aku sudah terbiasa menunggu Yuri seperti itu” Ujar Kai mencoba untuk lebih sopan pada Appa Yuri dan mencoba untuk menyindir Yuri. Umma dan Appa Yuri hanya terkekeh pelan sedangkan Yuri hanya terdiam mencoba mencerna kata kata Kai.

“Baguslah, kalau kau sudah terbiasa menungguku” Guman Yuri jutek kemudian memasukkan roti dengan selai coklat itu kedalam mulutnya.

“Haha, sudahlah. Cepat selesaikan makan kalian. Nanti kalian bisa terlambat” Ujar Appa Yuri seraya menatap Kai dan Yuri dengan sebuah senyuman yang mengembang. Yuri dan Kai menganggukkan kepalanya pelan lalu buru buru memakan roti itu dan pergi kesekolah.

>>>

Yuri memasuki ruangan kelasnya. Dia memang tidak satu kelas dengan Kai, yah Kai lebih memilih untuk masuk kedalam kelas dance sedangkan Yuri dia lebih memilih untuk masuk kekelas musik. Yuri duduk disamping Taeyeon, sahabatnya.

Taeyeon nampak tengah sibuk membaca bukunya yang cukup tebal, bahkan dia tak menyadari kalau Yuri duduk disampingnya. Yuri menatap Taeyeon dengan tatapan kesal lalu menepuk bahu Taeyeon pelan sehingga membuat Taeyeon terlonjak kaget. Taeyeon menatap Yuri dengan tatapan membunuh miliknya lalu kembali memfokuskan dirinya pada buku tebal itu.

“Kau sedang membaca buku apa ?” Tanya Yuri malas, dia menatap Taeyeon yang sekarang nampak tersenyum sumringah pada Yuri. Yuri hanya terdiam dan menelan ludahnya seolah merasakan hal yang buruk akan menimpanya.

“tentang Manusia serigala” Ujar Taeyeon singkat. Yuri menatap Taeyeon dengan tatapan aneh, sekarang dia ingin tertawa terbahak bahak saat mendengar ucapan Taeyeon. Tentu saja, bagi Yuri manusia serigala itu hanyalah sebuah dongeng untuk anak anak. Tak akan pernah ada manusia serigala didunia ini.

“Itu hanya sebuah dongeng, Unnie” Ujar Yuri mencoba untuk menggoda Taeyeon. Mendengar ucapan Yuri, Taeyeon hanya mendelik lalu menggelengkan kepalanya tak setuju dengan pendapat Yuri. Yah, Taeyeon merupakan siswi terpintar dikelas, tentu saja penyebab utamanya karena dia kutu buku.

“Tidak, sudah ada beberapa sumber yang mengatakan kalau manusia serigala itu memang benar adanya” Ujar Taeyeon mencoba menjelaskan alasannya pada Yuri. Yuri membuka mulutnya tak percaya dengan ucapan sahabatnya, sekarang yang ada difikirannya ‘sudah berapa buku tentang manusia serigala yang dia baca ?’.

“Memangnya kau sudah pernah bertemu dengannya ?” Tanya Yuri mencoba membuat sahabatnya itu kalah bicara. Taeyeon terdiam lalu menggelengkan kepalanya sedetik kemudian yeoja itu tersenyum lalu membuka tasnya seolah mencari buku buku dan mengeluarkan sebuah buku lalu menyodorkannya pada Yuri.

“Menurut beberapa orang, Manusia serigala akan berubah menjadi serigala jika hari sudah malam dan biasanya mereka akan menjadi warna abu abu tidak putih seperti serigala pada umumnya. Lalu jika mereka terkena cahaya matahari atau cahaya lampu wujud mereka akan kembali berubah menjadi manusia. Mereka memang sejenis vampir hanya saja mereka tidak alergi cahaya matahari. Justru cahaya matahari bisa membuat mereka dengan mudah menyamar menjadi manusia dan membunuh korbannya” Jelas Taeyeon tanpa melihat buku. Yuri terdiam dan hanya menghela nafasnya pelan, dia sama sekali tak butuh penjelasan tentang manusia serigala.

“Ah sudahlah, lagipula kenapa kau menjelaskannya kepadaku ?” Ujar Yuri yang mulai merasa jengkel pada Taeyeon. Taeyeon hanya terkekeh pelan lalu menghela nafasnya pelan.

“Siapa tau, nanti kau bertemu salah satu dari mereka” Ujar Taeyeon seraya tersenyum manis pada Yuri sedangkan Yuri terdiam, mencoba mencerna ucapan Taeyeon yang terlalu ambigu baginya. Sedetik kemudian dia menatap Taeyeon dengan tatapan kesal.

“Jadi Unnie, mendoakanku ?” Guman Yuri kesal, dia menatap Taeyeon yang nampak tengah terkekeh pelan.

“Tidak, itu hanya seumpama Yuri ah”

~~** I’m Wolf **~~

            Luhan berjalan menelusuri jalan yang baru pertama kali dia lihat. Disini, dia nampak seperti seorang bayi yang baru saja boleh keluar rumah dan dia sekarang benar benar tak tau jalan yang ada disini. Yah, dia memang berjalan dengan mengikuti hati nuraninya, baginya hati nurani itu organ yang paling benar.

Sekarang, Luhan melangkahkan kakinya dan berjalan dijalan exoshidae. Dia menyerngit saat membaca tulisan itu, bagaimana bisa dia membacanya ? Padahal dia sama sekali tak pernah belajar membaca tulisan itu. Tapi entahlah, dia bersyukur karena Ummanya merupakan seorang manusia sehingga dia bisa dengan mudah belajar bahasa asing walaupun dia tak pernah mempelajari hal itu sebelumnya.

Namja tampan itu terus melangkahkan kakinya. Kedua matanya itu berputar memandangi kota yang tak dia kenal ini dengan seksama. Disisi kiri dan kanannya banyak sekali toko toko dan ditrotoar saja dia perlu berdesak desakan karena terlalu banyak orang yang sedang berjalan. Sesekali, Luhan memang mengumpat kesal pada dirinya sendiri dan merasa kalau dia tengah turun dikota yang salah tapi dia juga sempat berfikir kalau dia akan berusaha mencari Appanya dikota aneh ini.

“Annyeong, apa kau sedang tersesat ?” Tanya seseorang, Luhan menatap sosok namja dengan tampang acak acakkan sedang menatapnya dengan wajahnya yang bisa dibilang kriminal. Luhan melepaskan tangan namja itu dari bahunya lalu berjalan pergi meninggalkan namja itu.

“Hey, tapi kau sedang tersesat” Ujar Namja itu lagi dan lagi lagi dia memegang bahu Luhan.

“Aku bilang aku baik baik saja” Ujar Luhan. Geram, Luhan langsung menangkis tangan namja itu dan tanpa Luhan sadar kekuatan yang dia keluarkan tadi cukup berbahaya. Namja itu terpental hebat dan terjatuh ditrotoar.

Orang yang melihat perilaku Luhan hanya memandang Luhan dengan wajah takut. Sedangkan namja tadi mungkin dia sudah mati karena tangkisan Luhan yang bisa dibilang cukup keras. Luhan kembali mengumpat pada dirinya sendiri, mungkin hari ini adalah hari sialnya.

Luhan berjalan meninggalkan kerumunan orang yang sedang berkumpul melihat namja tadi. Dia tak perduli, tentu saja namja itu menganggunya. Bahkan kalau namja itu hidup diplanet Luhan, dia pasti sudah mati sejak lahir. Diplanet Luhan, tak ada serigala yang boleh mencampuri urusan serigala lain kecuali serigala itu meminta bantuan. Egois, memang tapi itu adat seorang manusia serigala.

~~** I’m Wolf **~~

            Yuri berdiri didepan gerbang sekolahnya yang sudah tutup. Dia memang sedang menunggu Appanya. Hari ini, dia tak pulang dengan Kai karena Kai masih ada urusan, Yah sahabat Kai masuk rumah sakit dan Yuri tak tau kenapa. Sekarang, dia harus berdiri didepan sekolahnya sendirian sedangkan hari sudah mulai larut.

Dia hanya bisa mengerutu kesal, Yuri memang sudah menghubungi handphone Appanya namun tak kunjung ada jawaban sedangkan letak sekolahnya sama sekali tidak strategis, tak ada taxi yang lewat. Jalanan sudah sepi dan lampu lampu sudah mulai redup.

Karena bosan menunggu, dia memutuskan untuk berjalan kaki. Siapa tau dia bisa bertemu dengan Appanya atau mungkin dia bisa menemukan sebuah taxi yang lewat sehingga dia bisa cepat pulang dan merebahkan tubuhnya diatas kasur, dia benar benar lelah.

Tapi, nampaknya nasib sial kini menimpa Yuri. Tiba tiba saja, langit yang tadi gelap tapi cerah itu kini berubah menjadi mendung. Serta rintik rintik hujan kini sudah mengguyur tubuh Yuri. Yuri berdecak sebal, sekarang otaknya berfikir mencari tempat untuk berteduh sampai dia menemukan sebuah halte bus yang yah cukup terang untuknya.

Yuri berlari kecil menghampiri halte bis itu. Lalu duduk disalah satu bangku yang tersedia. Dia sendirian disana, tak ada satu orangpun yang lewat hanya mobil mobil yang berlalu lalang tak memperhatikan sosoknya tengah duduk disana. Yuri hanya terdiam seraya menatap jalanan yang ramai itu dengan wajah malas dan putus asa. Yang pasti, satu hal yang sekarang ada difikirannya dia ingin segera pulang kerumah.

Sudah cukup lama dia berada disini, tapi hujan tak kunjung berhenti. Hujan malah semakin deras saja. Dan dia mulai merasa kedinginan. Yuri menengokkan kepalanya dan menatap kearah barat. Kedua mata bulatnya itu menangkap seekor hewan sedang berjalan kearahnya, hewan itu nampak seperti anjing yang berwarna abu abu namun hewan itu berukuran terlalu besar jika dia memang anjing. Hewan itu lebih cocok seperti seekor serigala.

Yuri membelalakkan kedua matanya, tubuhnya tiba tiba saja menegang sehingga dia tak dapat bergerak sama sekali. Serigala berwarna abu abu itu memang tak begitu jelas karena dia berada diarea yang cukup gelap, namun Yuri bisa melihatnya dengan jelas. Serigala itu berhenti didepan Yuri, dia berjalan mendekati Yuri sedangkan Yuri hanya bisa menutup kedua matanya berharap dia akan selamat setelah ini.

“Kumohon jangan lukai aku” Guman Yuri, dia mencoba membuka kedua matanya dan menatap sosok namja tampan sedang berdiri dihadapannya. Namja itu tersenyum lembut pada Yuri kemudian pergi meninggalkan Yuri begitu saja. Saat namja itu berada diarea gelap dia kembali berubah menjadi Serigala sedangkan saat dia berada diarea terang, dia berubah menjadi sosok yang sangat tampan.

Yuri menghela nafasnya lega. Namun tiba tiba dia merasakan ada yang aneh pada dirinya sendiri, dirinya yang tadi kedinginan kini menjadi hangat. Dia menatap jaket berwarna putih yang kini dia gunakan, lalu menatap kearah serigala itu pergi. Tiba tiba saja otaknya itu berubah menjadi sangat lemot.

“Serigala itu.. kenapa dia memberiku ini ?” Guman Yuri pelan. Dia menyentuh jaket itu. Yah, jaket itu terbuat dari bahan yang cukup tipis bahkan lebih cocok saat digunakan ketika sedang musim panas, tapi saat digunakan jaket itu benar benar hangat dikulit Yuri. Bahkan lebih hangat dari boneka teddy bear besar yang pernah Kai berikan padanya.

Yuri masih terdiam, dia benar benar tak bisa berfikir jernih sekarang. Dia seolah tak percaya dengan apa yang barusan dia alami.

“Apa tadi itu benar benar manusia serigala ?”

~~** I’m Wolf **~~

TBC

Annyeong~

Ini Ff Gaje dariku -_- semoga kalian menyukainya, jangan lupa komentar😀 Part 2 ditunggu ya😀

Gumawo~ *bow

19 thoughts on “[Freelance] I’m Wolf (Part 1)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s