[Freelance] Time Travel (Part 7)

Time Travel

TIME TRAVEL  PART 7

Cast     =  Yoona || EXO || SNSD ||Other Cast

Length = Chapter

Genre  = Romance,fantasy,friendship,mistery dll.

RT      = pg-15

Author= Shin Hyuna-Pungky arsita @puncyalcica

“ayo kita mulai… Yak… pangeran Oh… BANGUN…”

“OH… ne. ne… aku ingat… dayang Choi mengatakan jika sehari setelah Putri mahkota meninggal ia melihat seperti ada boneka memakai baju seperti Putri mahkota di depan pavilium yang separuhnya hangus… kurasa… ia diguna-guna”

PLAAAAAKKKKKK

“hah… tentulah… aku sering membacanya… melihat lukisan di buku … aku membayangkan apa Yoona juga bertubuh seperti itu?”

“kurang ajar kalian cepat pergi….”

“untuk apa kujelaskan?aku… begitu jijik… melihat gadis sepertimu….”

“ak… aku ingin pulang sekarang……”

………………………………..

Setelah beberapa lama tampak tertegun dengan penuturan manusia didepannya gwisin Seo mengatupkan bibirnya. Ia masih bingung dengan permintaan Yoona.

“mianhe… tapi…. Kau tidak bisa kembali jika belum menyelesaikan takdirmu disini…”ucap Seohyun lirih,Yoona menatap sendu Seohyun.

“takdirku disini?”tanya Yoona.

“ne… entahlah… Raja Maut mengatakan seperti itu saat memberikanku pilihan…”ucap Seohyun lemah,ingin sekali ia membantu manusia didepannya,tapi bagaimana lagi.. ia sama sekali tidak mempunyai kekuatan untuk menolongnya,karena saat menjadi manusia dulu ia hanyalah seorang putri yang dididik hanya untuk emnjadi istri seorang Raja…

“lalu aku harus bagaimana?”

HENING

Mereka sama-sama bergulat dengan pikiran dan perasaan masing-masing.

“fokus… kau harus fokus memecahkan masalah ini… jangan memikirkan apa-apa lagi… aku tidak menyalahkanmu karena telah jatuh cinta pada … Pangeran Oh…”ucap Seohyun terputus. Yoona sedikit tercekat,menatap Seohyun dengan ekspresi tidak percaya.

“jangan menatapku seperti itu… aku tau karena aku juga wanita… tapi jika kau ingin segera kembali ke zamanmu kau harus fokus memecahkan masalah ini…”ucap Seohyun.

“baiklah… aku akan fokus… aku…. akan fokus… hiks…”

……………………………….

Seekor burung kenari terbang melintasi beberapa pavilium,menuju ke taman dengan beberapa pohon sakura maupun maple yang mengelilinginya,burung tersebut akhirnya memilih pohon maple yang terletak paling ujung untuk tempatnya singgah dan bertengger bersama beberapa kawanan burung lain yang sejenis,sahut-menyahut kicauan indah mereka tidak kalah nyaring dari segerombolan gank burung merpati di pohon sakura sebelahnya dan beberapa spesies burung lainnya seolah sedang diadakan konser.

Deritan pohon bambu kuning menambah indah alunan lembut musik alam,sehingga perlahan membangunkan sesosok gadis yang masih terlelap. Dia mengerjapkan matanya yang terlihat sembab karena kurang tidur serta aktivitas menangisnya semalam. Mata rusanya beralih memandang jendela pagi yang menyambutnya dengan senyum matahari yang teramat cerah,memberikan semangat untuk menjalani hari ini dengan penuh rasa optimis.

“aku harus fokus…”bibirnya bergetar mengucapkan tiga kata tersebut,membuat setitik kristal kembali meluncur bebas dari matanya. Bibirnya tertarik membentuk sebuah lengkungan indah namun penuh dengan kesedihan.

Ooo000ooooooo0000ooo

“jadi apa kau sudah mengintrogasi Dayang Goo, Baekhyun-ah?”tanya Yoona datar. Namja yang diberi pertanyaan mendesah pelan, seperti sulit mengatakan apa yang ada di pikirannya.

“ne… tapi barang bukti itu…. Sepertinya sudah dihilangkan…”gumam Baekhyun,seperti berbicara pada dirinya sendiri,beruntung saat ini Ke sebelas saudaranya sedang dalam keadaan tenang,sehingga telinga mereka sedikit banyak mampu menangkap ucapan Baekhyun.

“sulit… ini benar-benar sulit…”desah Yoona. Matanya beredar menatap satu per satu namja yang menjadi koleganya untuk memecahkan masalah ini. Wajah mereka sama-sama menunjukkan tingkat frustasi yang tinggi,mengingat baru saja menemukan titik terang namun harus kembali tertutup oleh kenyataan jika barang bukti berupa boneka fudu telah hilang.

“apa ada kemungkinan jika barang bukti itu sengaja dihilangkan,atau dicuri?”Sehun angkat bicara, Yoona menatapnya penuh dengan tanda tanya,hanya sebentar sebelum ia mengalihkan pandangannya yang terbalaskan, sikap profesionalnya sedikit hancur karena teringat kejadian semalam.

“hmm… kurasa ada benarnya juga… mungkin pelaku sudah mengendus penyelidikan kita, sehingga mau tidak mau mereka harus mencuri barang bukti itu…”tambah Yifan.

Yoona mengangguk mantap,ada benarnya juga. Semua masih dalam kemungkinan yang bisa mengarah pada satu pelaku. Namun ia masih enggan menyebutkan pelaku tersebut, otaknya masih sangat waras untuk mempertimbangkan apa yang akan terjadi jika ia asal bicara.

‘Konspirasi memuakkan…’batinnya.

“menurutku kita harus melakukan penyelidikan kepada orang-orang yang berpotensi melakukian konspirasi ini…”ucap Yoona setengah tidak yakin.

“bisa jadi… tapi… mari kita diskusikan siapa saja yang sangat mungkin melakukan hal busuk ini…”ucap Joonmyun.

“aku menduga Menteri Kim…”ucap Yixing.

“kenapa dia?”ucap Yoona.

“oh ayolah… Kim tua itu tidak pernah setuju perjodohan kita dengan Putri Seo… si tua itu selalu saja yang menjadi nomor satu sebagai penentang…”

Semua tampak berpikir dengan pendapat Yixing mengenai Menteri Kim, bukan tidak mungkin bukan seseorang yang begitu frontal menjadi duri dalam daging.

“baik… kita masukkan dia dalam blacklist…”ucap Yoona,tangannya meraih buku usang dan menulis nama Mentri Kim

“apa itu blacklist?”bisik Chanyeol ke Baekhyun,sedangkan yang ditanya mengedikkan bahunya,”terima beres saja kita…”bisik Baekhyun

.”lalu ada yang mau menambah lagi?”

“apa kalian akan terkejut jika aku menyebut nama Bangsawan Kim,appa dari Kim Myungsoo?”sahut Jongin.

“dia masih kerabat kita Jongin-ah… bagaimana mungkin kau mencurigainya?”desis Tao,diikuti tatapan penuh tanya dari saudaranya yang lain,bukan Jongin namanya jika ia sama sekali belum menyiapkan seribu satu alasan untuk jawaban atas intimidasi dari Hyungnya.

“Myungsoo menyukai Seohyun kalian tau?tak ada kesempatan baginya untuk mendapatkan gadis itu karena telah dijodohkan dengan salah satu diantara kita”ucap Jongin santai. Sejenak semua yag ada diruang itu saling berpandangan.

“jika memang Myungsoo menyukai Seohyun apa tega ia membunuh gadis yang sudah mencuri hatinya?”tanya Luhan.

“ani… kupikir… ucapan Jongin hyung tidak semuanya salah… lusa… aku sempat melihat Bangsawan Kim berkunjung ke Istana bersama Myungsoo,dan tak sengaja aku mendengar percakapan mereka… mungkin kalian menganggapku lancang,tapi… mereka menyebut-nyebut nama Putri Seo dan dayang Goo,dan itu sangat mencurigakan….”sahut Sehun.

“sejak dulu aku sudah curiga padanya…”cengir Kyungsoo.

“kita sependapat memasukkan nama Kim Myungsoo ne…”tanya Yoona diiringi persetujuan dari keduabelas bersaudara.

“lalu apa kau ada seseorang yang kau curigai Yoona-ya?”tanya Chen,menunjukkan wajah polosnya yang mampu membuat Yoona sedikit tergelak dengan tingkah konyolnya. Sedangkan yang lain malah berpura-pura ingin muntah.

“aku… tidak bisa menyingkirkan Bangsawan Jung”ucap Yoona ragu, kontan semuanya mengerutkan kening.

“apa maksudmu Bangsawan Jung,appa dari Putri Mahkota Jung Sooyeon?”tanya Xiumin, Yoona mengangguk pelan,matanya masih memperhatikan ekspresi dari namaja yang mengitarinya.

“bagaimana bisa kau mencurigai keluarga calon istriku huh?”sinis Sehun. Yoona memasang wajah masamnya.

“aku memang tidak bisa menjelaskan kenapa aku mencurigai keluarga Jung,tapi… ayolah… ini feelingku…”racau Yoona,suaranya meninggi satu oktav mendengar Sehun menekankan kata Calon Istri.

“kau tidak bisa asal menuduh seperti itu, bagaimanapun juga mereka calon besan dari istana,kau bisa ditangkap dengan tuduhan penghasutan…”ucap Sehun,matanya masih saja beradu deathglare dengan iris madu milik Yoona. Sepertinya emiosi Yoona sudah sampai ke ubun-ubun,wajahnya yang biasanya putih kini memerah,tangannya mengepal kuat di pangkuannya.

Entah kekuatan dari mana sehingga Tao berani mendekap tangan Yoona yang terkepal,yang jelas ia ingin emosi gadis di sebelahnya ini mereda. Yoona menoleh kearah Tao,paham dengan maksud Tao. Chanyeol melirik genggaman tangan Yoona-Tao sebal,berkali-kali ia mencubit pinggang dongsaengnya itu. Sedangkan Tao hanya menatap hyungnya penuh makna.

“aku hanya mengungkapkan kecurigaanku,sejak pertama kali ke balai agung aku selalu memandang wajah salah satu Bangsawan,yang akhirnya ku ketahui bernama Jung Hee Nim, calon ayah mertuamu…. Wajahnya menyiratkan beribu pertanyaan di benakku,aku tau tuduhanku tidak beralasan… tapi setidaknya aku sudah mengungkapkan siapa yang aku curigai…”jawab Yoona dengan nada datar.

“hmm… ok… sepakat tiga nama itu menjadi prioritas penyelidikan”sela Joonmyun.

“berarti kita harus keluar Istana jika melakukan penyelidikan?”tanya Baekhyun.

“ne… itu satu-satunya cara…”

…………………………….

Seorang pria paruh baya berjalan dengan angkuhnya melewati kerumunan rakyat jelata yang sedang bertransaksi dengan penjual di pasar tradisional,ia memang tidak mengenakan atribut kebangsawanan yang khas,tapi semua mata pastilah bisa menebak jika pria itu berasal dari kalangan menengah keatas dilihat dari penampilannya yang nampak bersih tidak seperti kebanyakan orang-orang disekitarnya. Tulang pipinya yang menjulang sangat pas dengan gayanya yanga aristokrat.

BRUKKKK

“mianhamnida Tuan….”ringkih seorang namja muda ceking yang tanpa sengaja menabraknya. Pria itu sangat gusar,matanya mengedik ke beberapa pengawal yang sengaja berjalan agak berjauhan darinya. Tanpa tedeng aling-aling namja tadi diseret entah kemana, sedangkan pria tadi meneruskan langkahnya.

“issh… sombong sekali…”ucap Yoona yang mengintai dari kejauhan.

“seperti itulah…”sahut Jongin yang ada di belakangnya,sedangka Tao,Chanyeol,dan Chen mengekor.

“ayo… kita ikuti dia…”

Yoona dan kelompoknya memutuskan untuk megikuti Bangsawan Jung,sisanya mengikuti Bangsawan Kim Myungsoo,Mentri Kim,dan mengintrogasi dayang Goo.

“bukankah ini tempat hiburan?”tanya Chen.

“mwo?”tanay Yoona.

“ne… disinilah tempat para bangsawan bersenang-senang dengan para Gisaeng dan arak menjadi minuman wajib…”lanjut Chen.

“aku tidak menyangka pejabat Istana tega selingkuh…”ucap Yoona.

“jangan salah… mereka tidak selingkuh,bergaul dengan Gisaeng sudah seperti candu bagi mereka…”sambar Jongin.

“jika saja aku bukan putra Raja,aku mau bermain disini setiap hari…”gumam Chanyeol.

PLETAKKKK

“singkirkan otak yadongmu”desis Yoona. Tao dan Jongin bersusah payah menahan tawanya.

“Luhan hyung?”ucap Tao.

“dimana?”tanya yang lain,Tao menunjuk Luhan yang sedang mengendap-endap seperti yang mereka lakukan,namun kali ini mengapa ia hanya sendiri?dimana yang lainnya?

Yoona beringsut menghampiri Luhan setelah ia memastikan Bangsawan Jung sudah jauh dalam jangkauan penglihatan,diikuti Jongin,Chanyeol dan Tao.

“apa yang kau lakukan disini oppa?tanya Yoona,Luhan sedikit terkejut mendapati Yoona,Tao,Jongin dan Chen sudah didekatnya.

“kalian mengagetkanku…”sentak Luhan horror,tangannya mengelus pelan dadanya.

“hehe mianhe hyung… kami tak bermaksud mengagetkanmu…lalu apa yang kau lakukan disini?jangan bilang kau sedang mengintip para gisaeng”ucap Jongin menyeringai.

PLETAKKK

Jitakan Luhan mengarah tepat didahi Jongin,membuat dahi namja itu sedikit memerah.

“appoyo hyung…”desisnya.

“salahmu sendiri… aku kemari mengawasi Kim Myungsoo dan appanya”ucap Luhan.

“mwo?tapi bangsawan Jung juga kemari kau tahu?”ucap Yoona.

“jinjjayo?ada yang tidak beres…”

“lalu yang lain dimana?”tanya Tao.

Luhan mengerutkan keningnya sedikit,”maksudmu kelompokku?Baekhyun memilih mengintrogasi dayang Goo,kau tau kan Baekhyun lebih suka dekat-dekat dengan yeoja,Yifan dipanggil Song Seongsaengnim,dan Sehun… dia nekad masuk kesana…”ucap Luhan.

“mwo?apa dia gila?”tanya Jongin.

“entahlah… tapi ia bisa beralasan sedang mencari hiburan….”ucap Luhan lirih.

Keheningan tercipta untuk pertama kali setelah panjang lebar mereka mengobrol,tenggelam dalam benak masing-masing, hanya mereka yang tau apa yang sedang mereka pikirkan,hanya pemikiran Canheol paling sederhana,ia iri dengan Sehun yang bisa mesra-mesra dengan para Gisaeng di Byeongjoo yang terkenal engan Gisaengnya yang cantik-cantik dan… seksi?

Sehun memasuki lokalisasi Byeongjoo dengan wajah datar,sesungguhnya ia amatlah asing dengan situasi seperti ini,apalagi sedari tadi ia digoda oleh gisaeng-gisaeng cantik namun jelalatan itu,risih sendiri memang. Ia berniat mengambil salah satu ruangan yang menghubungkannya dengan ruang milik Bangsawan Kim disebelahnya. Hanya ada sekat tipis sebagai pemisah ruangan satu dengan yang lain,namun ia urungkan karena sangat sulit menangkap pembicaraan mereka.

“apa yang kau lakukan disini Pangeran Oh?”desis seorang namja di belakangnya. Sehun menyembunyikan keterkejutannya dengan memasang wajah datar,ia menatap tamu spesialnya,Kim Myungsoo.

“apa urusanmu Tuan Kim?”jawab Sehun tak kalah tajam. Myungsoo menyeringai remeh.

“aniya… aku cukup terkejut dengan keadiran calon raja disini…”ucap Myungsoo sembari meneguk minuman keras di tangannya.

“yang pasti itu bukan urusanmu,aku hanya ingin mencari hiburan disini”Sehun merutuki dirinya yang kurang teliti mengawasi kondisi sekitarnya,sehingga ia tidak mengetahui disaat dirinya masuk diruangan yang hampir ia sewa,Myungsoo justru keluar dari ruangan yang ia intai,ke kamar mandi.

Pandangan Sehun terpaku pada sosok gisaeng dibelakang Myungsoo yang wajahnya amat ia kenal.Myungsoo yang menyadari ada sesuatu menarik mengikuti arah tatapan Sehun dan menemukan hal sama yang membuat Myungsoo ikut terpaku.

Yoona,memakai hanbok mewah,dengan rambut dibentuk sedemikian rupa,tak ada yang bisa membedakannya dengan Gisaeng lain hanya saja Gisaeng yang satu ini tampak masih sangat takut-takut. Myungsoo mengerling nakal melihat gadis di belakangnya.

“OMO…. Neomu yeoppoyo… aku menyewamu cantik temani aku ne…”bisik Myungsoo,Yoona terkesiap begitu tangan Myungsoo membelai pipinya.

“ah… eh… maaf Tuan… saya sudah ada yang menyewa…”ucap Yoona gagap,bisa gawat jika rencananya berpura-pura menjadi Gisaeng untuk mengawasi Bangsawan Jung gagal total,terutama jika penyebab kegagalan itu karena dirinya dipaksa benar-benar ‘melayani’ namja di lokalisasi ini. Ia tidak bisa membayangkannya.

Yoona menatap Sehun,berharap namja itu mau menolongnya,namun Sehun justru sama sekali tidak menghiraukan tatapan memelas Yoona,ada yang menarik perhatiannya… Gisaeng dibelakang Yoona yang kini tampak terperangah,Chanyeol hyung-nya memakai pakaian perempuan dengan ginchu merah menyala melewati batas bibirnya.

“ayo cantiiiik…. Ikut aku… aku bisa membayarmu berapapun yang kau minta…”ucap Myungsoo,menarik Yoona kedalam salah satu ruangan yang hampir disewa Sehun.

“Tolong aku….”gumam Yoona lirih,namun masih bisa di dengar oleh Sehun. Namja itu masih saja terpaku,bingung dengan tindakannya selanjutnya.

Myungsoo mendekap Yoona erattangannya terulur menarik simpul hanbik Yoona,sedangkan Yoona gemetaran,jika ia nekat memberontak tentunya akan memancing keributan dan sia-sia penyamarannya,tapi ia dalam kondisi benar-benar genting.

BRAAAAKKKKK

Tbc…… hehehe… nggak tau mo ngemeng apa yang penting RCL ne… annyeong…

26 thoughts on “[Freelance] Time Travel (Part 7)

  1. ah jinjja author lagi fokus nih bacanya eh tbc ..
    sebut nama sehun 3x yoong eon nanti langsung d tolongin deh wkwk next ne author

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s