[Freelance] EXOTICS (Part 1)

exotics!!!!!

EXOTICS – 1st Part + Introduction

By

Kisei99

Staring by

Jessica Jung – Tiffany Hwang – Kim Hyoyeon – Im Yoona

Xi Luhan – Kris Wu – Kai Kim – Oh Sehun

Kwon BoA – EXO Members

Cameo

Kim Dasom – Nam Minrin (OC)

Series │ Fantasy, Adventure, Romace │ General

Disclamer

This fanfiction is mine. Fanfiction story is purely from my brain and a little inspiration from a variety of media (Manga, Movie, Novel, Anime and Music Video). All Casts belong to God, their parents and their agency. Don’t bash, copy or plagiat.

Credit Poster

Almahonggi99

=== EXOTICS ===

.

.

.

.

-INTRODUCTION-

Kim Hyoyeon (17)

• Dapat dikategorikan sebagai gadis yang cerewet dan mempunyai sifat keibuan
• Memiliki pendirian yang kuat
• Ia tinggal disebuah panti asuhan sejak kecil. Menurut pengurus panti asuhan, ia ditemukan di depan pintu panti asuhan saat berusia sekitar empat bulan
• Sangat pandai memasak
• Powernya adalah Protective shield dan Martial strength

Jessica Jung (17)

• Gadis yang terlihat ceria dan selalu tersenyum
• Tinggal sendirian disebuah apartemen yang sama dengan Tiffany
• Mempunyai masa lalu yang kelam
• Dibalik sifatnya yang ceria, sebenarnya ia mempunyai sifat yang berbalik jauh dengan sifat cerianya yang selalu ditunjukannya pada orang-orang
• Powernya adalah Blood Control dan X-Ray Vision

Tiffany Hwang (17)

• Mempunyai sifat yang ramah dan polos
• Pintar. Ia selalu menjadi juara kelas di sekolahnya
• Sahabat Yoona sejak kecil
• Tinggal di sebuah apartemen bersama Ayahnya. Ibunya sudah meninggal saat usianya tujuh tahun.
• Ibunya seorang Exotics sedangkan Ayahnya adalah manusia biasa
• Powernya adalah Plant Control dan Power Sensing

Im Yoona (17)

• Tomboy
• Mempunyai sifat yang blak-blakan alias frontal
• Tidak pernah memanggil orang yang lebih tua darinya dengan embel-embel Eonni atau Oppa. Kecuali jika ia sudah sangat dekat dengan orang yang lebih tua darinya itu
• Sahabat Tiffany sejak kecil
• Kedua orang tuanya adalah Exotics
• Powernya adalah Superhuman Strength dan Invisibilty

Kris Wu (19)

• Leader dari EXO Warriors
• Bijaksana dan pandai mengambil keputusan
• Tidak terlalu banyak bicara. Tapi ia lebih banyak bicara dibandingkan Sehun
• Mempunyai peliharaan seekor naga api
• Powernya adalah Flight dan Fire

Xi Luhan (19)

• Baik dan Ramah
• Diantara semua Warriors, ia adalah orang yang paling peka dalam hal apapun
• Cukup sering membantu Kris dalam mengambil keputusan
• Sedikit jail
• Powernya adalah Teleknesis

Kim Jongin (17)

• Lebih sering dipanggil Kai
• Sering asal bicara
• Player dan sering tebar pesona
• Lumayan jail
• Powernya adalah Teleportation dan Ilusion

Oh Sehun (17)

• Memiliki sifat yang dingin. Ia juga sangat minim berbicara
• Hanya mau berbicara lumayan banyak pada BoA dan EXO Warriors
• Sangat pintar dan mempunyai pengetahuan yang sangat luas
• Sering terlihat sedang membaca buku
• Powernya adalah Wind

Kwon BoA (26)

• Ratu para Exotics
• Mempunyai sifat yang lembut dan bijaksana
• Tidak pernah terlihat marah
• Mempunyai dua Power. Tapi hanya satu Powernya saja yang diketahui oleh para Warriorsdan penduduk pulau Thrýlos. Yaitu Telepahty

EXO Warriors

• Sebutan untuk 12 Warriors penjaga pulau Thrýlos
• EXO terdiri dari Kris, Xiumin, Luhan, Suho, Lay, Baekhyun, Chen, Chanyeol, Tao, Dio, Kai dan Sehun
• Mereka juga bisa dibilang sebagai Exotics dengan kekuatan terbaik
• Setiap Warriors mempuyai lambang sendiri

POWER DICTIONARY

Protective Shield :

Dapat menciptakan medan energi untuk melindungi segala yang ada di sekitarnya

Martial strength :

Menguasai segala jenis beladiri dengan sangat baik

Blood Control :

Dapat mengendalikan darah

X-Ray Vision :

Dapat melihat menembus pada objek benda

Plant Control :

Dapat menciptakan dan mengendalikan berbagai jenis tumbuhan

Power Sensing :

Merasakan atau mendeteksi kekuatan exotics yang ada disekitarnya

Superhuman Strength :

Kekuatan otot yang sangat besar sehingga jika ia memukul tembok, tembok itu bisa hancur

Invisibilty :

Dapat menghilang atau tak kasat mata

Telephaty :

Membaca pikiran orang lain dan berkomunikasi dengan pikiran orang lain

Teleknesis :

Menggerakan atau mengendalikan benda hanya dengan pikirannya

Ilusion :

Dapat menciptakan ilusi

Teleportation :

Dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sekejap mata

Wind :

Dapat mengendalikan dan menciptakan angin

Flight :

Kemampuan untuk terbang

Fire :

Dapat mengendalikan dan menciptakan api

Animasion :

Dapat membuat berbagai gambar menjadi nyata

And Others Powers

 

.

.

.

.

=== EXOTICS ===

.

.

.

.

“Kau tidak bercanda ‘kan, Noona?”

Kedua belas pemuda itu memandangi satu-satunya wanita yang berada di ruangan besar itu. Si Wanita hanya menganggukan kepalanya dengan tenang. Salah satu tangannya mengelus lembut seekor anjing kecil putih yang berada dipangkuannya. Kalau diperhatikan, anjing itu sama dengan anjing pada umumnya. Hanya saja anjing kecil itu mempunyai sayap ditubuhnya.

“Bukankah mereka hanyalah Legenda di Dunia Exotics?” tanya salah seorang pemuda yang memiliki pipi seperti Bakpao.

Pemuda yang lainnya menganggukan kepala—tanda bahwa mereka setuju dengan ucapan Pria berpipi Bakpao tersebut. Hanya satu pemuda saja yang tidak menganggukan kepalanya. Pemuda itu hanya menunjukan ekspresi datar.

“Tidak semua legenda hanyalah cerita kebohongan buatan rakyat jaman dahulu. Kita ambil saja contoh terdekat,“ wanita itu terdiam sejenak, “Manusia menganggap bahwa Exotics hanyalah sebuah cerita atau dongeng. Tapi kenyataannya? Kita—bangsa Exotics—benar-benar ada,” jawab wanita itu dengan tenang.

Para pemuda itu membisu. Dalam hati, mereka menyetujui apa yang diucapkan oleh wanita tersebut. Lagi pula, mereka seharusnya memang tidak perlu meragukan lagi setiap ucapan yang keluar dari mulut wanita berambut coklat kemerahan itu.

“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang, Noona?” Pria yang mempunyai tubuh paling tinggi akhirnya angkat bicara.

Wanita itu tersenyum tipis, “Aku ingin kalian mencari mereka—Para Guardians,”

***

“Wah, kau hebat, Minrin-ah!”

Hyoyeon menepuk kedua tangannya dengan cukup keras. Bunyi tepuk tangan dari gadis itu terdengar jelas di halaman belakang panti asuhan—karena kini hanya ada dua orang yang berada di tempat itu. Mata gadis berambut blonde itu menatap kagum ke arah tangan seorang gadis lain yang duduk tepat disebelahnya.

“Hehe… GomawoEonni!” ucap gadis itu dengan riang.

“Aku tak menyangka kau bisa secepat ini mengendalikan kekuatanmu,” Mata Hyoyeon masih terfokus pada tangan kanan Minrin—Ah, sebenarnya bukan pada tangannya. Tapi pada sesuatu yang berada ditelapak tangan kanan Minrin. Yaitu seekor burung, “Setahuku, kekuatan Animasion-mu itu hanya bisa membuat nyata gambar benda mati,”

Gadis berambut hitam itu tersenyum. Lalu tangan kirinya menyentuh sketsa gambar kupu-kupu yang tergambar dengan rapi disebuah buku gambar yang berada dipangkuannya. Detik kemudian, gambar kupu-kupu itu menghilang. Dan ajaibnya, seekor kupu-kupu—hidup—muncul diatas buku gambar milik gadis itu.

“Kau seperti pamer kekuatanmu padaku,”

Minrin menoleh ke arah Hyoyeon, “Hua! Maafkan aku Eonni! Aku tidak bermaksud untuk pamer!” ucapnya dengan nada yang terdengar panik.

Hyoyeon tertawa pelan melihat reaksi Minrin, “Tenang sajalah. Aku ‘kan hanya bercanda, Rin~”

“Iya-iya,” Minrin menutup buku gambarnya, “Oh ya, mengenai tanda kupu-kupu itu? Apa Eonni sudah tau itu tanda apa?”

Pertanyaan itu lagi , batin Hyoyeon seraya menghela nafasnya.

Bukannya tidak mau ditanya.

Tapi, jika ada yang bertanya perihal tanda kupu-kupu itu, Hyoyeon pasti akan terus memikirkan terus hal itu.

“Entahlah…” jawab Hyoyeon akhirnya.

“Sudah coba cari di internet?”

“Belum,”

Minrin memutar bola matanya, “Eonni ini lahir di tahun berapa sih? Aku pikir Eonni sudah mencoba cari tau di Internet!”

Hyoyeon mendesah pelan, “Memangnya ada?”

“Ish! Kita ‘kan tidak akan tau sebelum mencoba!” ucap Minrin, “Kajja! Kita ke perpustakaan!” Gadis itu menarik tangan Hyoyeon secara paksa. Sedangkan Hyoyeon hanya pasrah ditarik oleh salah satu adiknya itu.

***

“Aku bosan!”

Yoona meletakan PSP miliknya ke atas meja. Tiffany yang tengah membaca novel langsung menghentikan aktifitasnya dan memandangi Yoona. Dasar. Sifat sahabatnya sejak kecil itu memang tidak pernah berubah. Yoona selalu tidak betah lama-lama berada di rumahnya sendiri. Malahan, saat liburan, Yoona selalu menginap di rumah Tiffany.

“Lalu, kau mau apa, Yoong?” tanya Tiffany.

“Entahlah. Yang jelas jangan pergi ke game center. Aku sedang bosan bermain game,”

Tiffany berpikir sejenak, “Ke Apartemenku dulu bagaimana? Kau menyuruhku untuk menginap disini, kan?” tanya Tiffany. Memang. Saat mengerjakan PR barusan, Yoona meminta Tiffany untuk menginap di rumahnya. Tiffany sih mau-mau saja. Tapi ‘kan ia belum bawa baju ganti dan perlengkapan lainnya. “Setelah itu kita jalan-jalan,”

Yoona menganggukan kepalanya, “Boleh!” jawabnya dengan semangat.

Tiffany menutup buku yang barusan ia baca kemudian memasukannya ke dalam tas. Gadis itu pun langsung berdiri dari posisi duduknya.

Yoona—yang awalnya juga akan berdiri—terdiam sejenak. Matanya menangkap sesuatu dileher Tiffany. Sebuah tato atau tanda kupu yang sama seperti yang dimilikinya. Hanya saja, tanda milik Tiffany berwarna merah jambu alias pink.

Mungkin aku salah lihat , batin Yoona. Akhir-akhir ini matanya memang sedikit bermasalah. Sepertinya karena kebanyakan bermain game. Jadi, sepertinya ia tidak perlu mengecek leher Tiffany.

“Yoong, ayo!” seru Tiffany.

“Iya-iya,” Yoona pun bangkit dari duduknya.

***

Di sebuah ruang besar yang didominasi oleh warna putih itu, dua belas pemuda tampan tengah berkumpul. Tak ada satu pun kata yang muncul dari mulut mereka sejak tadi. Semuanya diam dan nampak berpikir. Entah apa saja yang tengah mereka pikirkan.

“Ah!!! Jadi sekarang kita harus melakukan apa? Boa Noona mengatakan kita harus menemukan Guardians hari ini juga!”

Pemuda berkulit tan yang duduk tepat disamping pemuda bermata besar itu membuka suaranya. Sontak, semua pemuda disana menoleh kearahnya. Ah, sebenarnya tidak semua. Ada satu orang pemuda yang hanya melirik kecil ke arah Pemuda berkulit tan tersebut.

“Aku juga masih bingung,” ucap Suho.

“Tapi, Boa Noona juga mengatakan, ‘tidak sulit untuk menemukan mereka jika kalian yakin’,” tambah Tao seraya meniru cara berbicara Boa. Ia sama sekali tidak mengerti arti dari ucapan wanita itu.

Mereka semua kembali terdiam dan mengingat perkataan dari Boa—Ratu para Exotics. Mudah tapi jika mereka yakin. Apa maksudnya? Inilah salah satu kebiasaan sang ratu. Selalu memberi kata-kata yang membuat orang-orang berpikir lebih keras.

“Dasom,”

Diantara keheningan yang tercipta, salah seorang pemuda membuka suaranya. Spontan, kesebelas pemuda lainnya menoleh ke sumber suara secara kompak. Rupanya suara itu berasal dari pemuda berwajah datar, Oh Sehun.

“Dasom?” Lay mengangkat sebelah alisnya.

“Ya,” jawab Sehun dengan sangat-sangat singkat.

“Maksudmu kita harus meminta tolong pada Dasom si Peri itu?”

“Iya,” Lagi-lagi, hanya satu kata itulah yang mucul dari mulut Sehun.

“Tapi, bukankah keberadaan Exotics sangat sulit untuk diketahui atau dideteksi? Apa bisa Dasom menemukan Guardians?” sela Dio dan diangguki oleh pemuda yang lain. Dio tau. Dasom adalah peri yang bisa mendeteksi keberadaan seseorang—baik manusia ataupun Exotics—dengan akurat. Tapi, apa itu berlaku untuk Guardians?

“Kalian sendiri yang membuat semuanya sulit. Bukankah Boa Noona sudah mengatakan bahwa semuanya tidak sulit jika kita yakin?” tanya Sehun.

Oh… Sekarang mereka mengerti apa maksud dari sang ratu. Dalam hati, mereka semua—minus Sehun—merutuki kebodohan mereka. Teori yang mengatakan bahwa Guardians sangat sulit dilacak membuat mereka berpikir terlalu jauh. Karena hal itu, mereka sampai tak terpikir maksud dari perkataan Boa yang sebenarnya sangat sederhana.

Walaupun Guardians sulit dilacak, bukan berarti Dasom tidak bisa menemukan mereka.

***

Gadis berambut blonde itu menatap tiga orang pemuda berbadan kekar dihadapannya dengan tatapan dingin. Wajah cantiknya sama sekali tak menunjukan eskpresi yang berarti. Padahal sekarang ia tengah dikepung oleh tiga pemuda yang sepertinya mempunyai status sebagai preman.

Sehabis belanja di salah satu supermarket tadi, tiba-tiba ia ditarik oleh tiga pemuda itu ke salah satu gang kecil.

“Kalian mau apa?” tanya gadis itu akhirnya.

Salah satu pemuda yang memiliki rambut berwarna pirang terlihat menyeringai, “Menurutmu?”

“Menurutku, kalian ingin mati,” jawab gadis itu dengan nada datar. Wajahnya pun benar-benar tanpa ekspresi. Jika kalian menjadi gadis itu, mungkin kalian sudah ketakutan dan berteriak.

“Cih, sombong sekali kau? Memangnya kau bisa apa, hah?!”

Pemuda berambut pirang itu kembali berbicara. Tapi kini, kakinya mulai melangkah mendekati gadis tersebut. Dua pemuda lainnya pun mengikuti si pemuda berambut pirang. Gadis itu sadar. Bahwa pemuda lain yang berambut hitam kini tengah mengeluarkan pisau dari saku celananya.

“Ayo berikan seluruh uangmu, Nona!” perintah pemuda lain yang memiliki banyak tindikan ditelingannya.

“Tidak,”

“Hoo~ kau benar-benar berani,” ucap si pemuda pirang masih sambil berjalan perlahan mendekati sang gadis, “Jika kau tak mau memberikan uangmu, aku tak jamin k—”

Ucapan pemuda itu terpotong begitu pula dengan langkah kakinya. Dua pemuda lain pun sama. Mereka terdiam layaknya patung dengan posisi tengah melangkahkan kaki. Mata mereka bertiga membelak kaget. Kenapa tubuh mereka tidak bisa digerakan? Dan lagi, mereka merasa sulit untuk bernafas.

“Seharusnya—” gadis berambut blonde itu berjalan mendekati ketiga pria itu. Tangannya langsung meraih pisau yang berada digenggaman pemuda berambut hitam. Matanya menatap dingin secara bergantian ke arah tiga pemuda itu. “—Aku yang mengatakan hal itu pada kalian,”

Setelah mengatakan hal itu, gadis itu berlalu. Meninggalkan tubuh tiga pemuda yang masih tak bergerak. Detik kemudian, mata ketiga pemuda itu semakin membelak dan diikuti oleh ambruknya tubuh mereka ketanah.

***

Pria bertubuh tinggi dengan postur tubuh atletis dan menggunakan jubah hitam panjang itu memposisikan tubuhnya duduk di kursi putar yang biasa berada di ruangan direktur-direktur perusahaan. Pria itu memutar posisi kursinya agar berhadapan dengan jendela yang ada di ruangan itu. Matanya menatap langit yang nampak diliputi oleh awan hitam.

“Jadi bagaimana, tuan?” tanya seorang gadis berambut hitam yang ada di ruangan itu. Gadis itu tengah duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan yang bisa dibilang gelap itu. Gadis itu tidak sendiri. Di sofa itu juga terdapat lagi dua orang gadis. Ada juga dua orang pemuda yang tengah berdiri memandangi Pria berjubah hitam itu.

“Apanya?” tanya pria berjubah itu.

Salah satu pemuda yang berada di ruangan itu membuka mulutnya, “Tentu saja tentang  guardians,” tuturnya.

“Tenanglah. Kita jangan bertindak gegabah. Aku rasa orang-orang di istana putih itu sudah menyadari tentang munculnya para Guardians.” Pria itu memberi jeda pada ucapannya, “Lagi pula… aku sudah punya rencana,”

***

“Ketemu!”

Minrin tersenyum lega. Setelah setengah jam berkutat dihadapan layar berbentuk persegi panjang ini, akhirnya ia menemukan apa yang ia cari. Hyoyeon yang duduk disebelah Minrin pun mengalihkan pandangannya ke arah layar monitor. Matanya langsung membaca tittle dari postingan internet yang akan ia baca.

The Legend of Dýnami̱ Crystal.

“Kenapa jadi tentang kristal?” tanya Hyoyeon sambil melirik ke arah Minrin.

“Ish, baca dulu, Eonni!” desis Minrin dengan kesal.

The Legend of Dýnami̱ Crystal.

Menurut legenda Exotics, Kristal Dýnami̱ adalah kristal berbentuk kupu-kupu yang dapat bercahaya. Kristal ini ada empat buah di dunia ini. Warna dari Kristal tersebut adalah Hijau, Biru, Ungu dan Merah jambu. Konon, jika kita dapat mengumpulkan empat kristal ini, semua permohonan kita dapat dikabulkan.

Empat kristal ini disembunyikan disebuah pulau secara terpisah. Dan, yang mengetahui letak semua Kristal ini hanyalah Empat Guardians. Mereka adalah penjaga Kristal Dýnami̱. Satu Guardians, menjaga satu Kristal.

Karena kekuatannya, kristal ini dicari dan diperebutkan banyak exotics untuk kepentingan pribadi. Mereka memperebutkan kristal ini dengan berbagai cara. Para Guardians terdahulu takut exotics yang mendapatkan kristal itu akan menggunakan kekuatan kristal Dýnami̱ untuk niat jahat.

Akhirnya, para Gurdians memutuskan untuk menyegel Kristal tersebut agar tidak dapat ditemukan oleh siapapun. Dan, yang dapat melepaskan segel tersebut hanyalah mereka, para Guardians.

Setelah melakukan penyegelan, para Guardians pun sengaja melenyapkan diri mereka sendiri agar tidak ada reinkarnasi Guardians untuk sementara waktu. Hal ini sengaja dilakukan agar para Exotics melupakan segala hal tentang Kristal Dýnami̱.

Reinkarnasi Guardians akan muncul suatu saat nanti. Walaupun entah kapan mereka muncul. Yang jelas, para Guardians pasti memiliki sebuah tanda kupu-kupu di leher bagian belakang telinga sebelah kanan. Dan juga, jika salah satu guardians sudah muncul, maka guardians lain yang akan muncul pasti tidak akan berada jauh dari guardians yang pertama.

P.s : Ini hanyalah Legenda di dunia Exotics. Jadi, belum tentu semua ini benar.

“Ng… Eonni?”

“Ya?” sahut Hyoyeon.

“Jadi Eonni adalah Guardians?”

Hyoyeon menoleh ke arah Minrin. “Tidak mungkin. Guardians itu hanya Legenda, Rin-ah. Di tulisan itu pun tertulis begitu, kan?”

***

Guardians? Kalian bertanya tentang Guardians padaku?”

Gadis berambut sebahu yang memiliki sayap dipunggungnya itu menatap empat orang pemuda dihadapannya dengan tatapan heran. Empat pemuda itu adalah anggota EXO Warriors. Yaitu Kris, Luhan, Kai, dan Sehun.

“Iya. Bisakah kau memberi tau keberadaan mereka?” tanya Luhan seraya memandang Dasom yang kini masih saja duduk disalah satu batang pohon di hutan Styfalérys.

“Entahlah. Aku tidak yakin bisa menemukan mereka. Bukankah Guardians sulit untuk ditemukan keberadaannya?” tanya Dasom.

Pemuda-pemuda itu diam. Mereka lupa. Jika ingin mengetahui sesuatu dari Dasom, mereka harus bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peri itu. Jika tidak, peri itu tidak akan memberi tau apapun. Alasan mereka bertanya tentang Guardians pada Dasom karena mereka hanya percaya bahwa Dasom bisa menemukannya. Well, Dasom adalah peri terhebat sekaligus termenyebalkan.

“Ya, kita ‘kan belum tau jika belum mencoba mencari. Jadi, ayolah!” Kai sedikit meninggikan nada bicaranya. Lehernya benar-benar pegal karena ia terus mendongkakan kepalanya untuk menatap Dasom yang masih enggan turun dari pohon.

“Tapi, aku rasa aku tidak bisa~” jawab Dasom enteng dan langsung diikuti oleh helaan nafas kasar Kris, Luhan, dan Kai.

Guardians tidak bisa dilacak saat tanda kupu-kupu belum muncul di keempat Guardians. Jika keempat Guardians sudah memiliki tanda kupu-kupu, mereka dapat dilacak,” Sehun menatap datar ke arah Dasom.

Dasom dan EXO Warriors lain pun menoleh ke arah Sehun. Mendengar ucapan Sehun, sebuah senyuman muncul diwajah cantik peri itu, “Kau benar,”

Dalam hati, ketiga EXO Warriors lain bersyukur karena Sehun ikut kemari. Jika tidak, mungkin mereka akan pulang ke istana tanpa mandapat jawaban apapun.

“Aku sedang malas memberi tahu tempat para Guardians itu secara detail. Jadi yah… Aku akan mengirim kalian langsung ke tempat mereka,”

Tangan kanan Dasom terangkat dan mengarah keenam pemuda yang berada di bawahnya. Para EXO Warriors itu menatap heran ke arah Dasom. Secara tiba-tiba, seberkas cahaya putih muncul dari tangan Dasom dan mengelilingi empat EXO Warriors tersebut. Saat cahaya itu mulai menghilang, keempat EXO Warriors itu pun ikut menghilang.

“Selamat bertemu dengan para Guardians,” ucap Dasom sambil tersenyum.

***

Tiffany memasukan beberapa pakaiannya kedalam tas besar. Tak lupa juga memasukan beberapa novel miliknya. Sekarang, ia dan Yoona sudah berada di apartemennya. Sepertinya, untuk beberapa hari kedepan, ia harus meninggalkan apartemennya ini. Tak apalah. Dari pada ia sendirian lebih baik menginap di rumah Yoona, kan?

“Tiff, aku mau minum, ya?” izin Yoona.

“Silahkan saja. Di kulkas ada Ice lemon tea. Ambil saja,”

“Ok,” Yoona berdiri dari posisi duduknya di kasur milik Tiffany.

Baru saja Yoona membuka daun pintu dan melangkahkan kakinya keluar, sebuah sosok—yang entah datang dari mana—menghantam tubuhnya keras hingga tubuhnya terjungkal dan terjatuh kebelakang. Spontan, gadis itu menutup kedua kelopak matanya. Parahnya, ia merasa punggung tubuhnya menyentuh lantai. Itu berarti ia terjatuh dengan posisi telentang. Shit!

Eh? Tunggu dulu. Kenapa ia merasa ada sesuatu yang berat menimpa tubuhnya? Lalu kenapa ia juga merasa ada deru nafas yang menerpa wajahnya?

Perlahan, Yoona membuka kedua kelopak matanya. Matanya menangkap sepasang mata berada tepat di hadapannya. Oh god!!!! Seorang pemuda berambut hitam dengan kulit yang sedikit kecoklatan kini menimpa tubuhnya. Dan….. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Yoona. Bahkan Yoona yakin. Jika ia bergerak sedikit saja, maka bibirnya bisa saja menyentuh bibir pemuda itu.

Tiffany pun sekarang tengah menatap Yoona dan pemuda berkulit tan itu. Saat mendengar bunyi ‘bam’ yang cukup keras tadi, gadis itu langsung menoleh ke arah Yoona dan langsung menemukan Yoona dengan posisi seperti itu. Gadis itu sama sekali tak berkutik. Shock mungkin dengan posisi Yoona dan pemuda itu sekarang? Bagaimana pun juga posisi mereka benar-benar ekstrim! Yoona jatuh dengan posisi telentang dan pemuda itu menindihnya!

Belum lagi, kini Tiffany melihat seorang pemuda berkulit putih dengan wajah datar yang muncul di sampingnya secara tiba-tiba. Sebenarnya apa yang terjadi?

Sampai saat ini pun, tidak ada suara atau pun gerakan yang muncul dari Yoona atau pun pemuda itu. Mereka masih diam membatu dengan posisi seperti tersebut.

1 Detik…

3 Detik…

5 Detik…

7 Detik…

12 Detik…

15 Detik…

“KYAAAAAAAA!!!”

.

.

.

.

=== EXOTICS ===

Ini dia Part 1 FF Exotics!😀

Ternyata, disini nama Jessica masih belum disebut -,- Maafkan aku Gorjess ._.V Tapi aku janji deh. Di Part 2, nama Jessica pasti disebut :3 Di FF ini banyak banget manipulasi umur untuk para Cast. Angka yang ada di dalam kurung pas Intro, itu adalah umur si Cast😀

Main-main ke blog pribadi aku, ya^^ -> http://www.himawarikisei.wordpress.com

Kalau ada yang tidak dimengerti, silahkan tanya🙂

Maaf untuk typo dan gal-hal yang dipaksakan~~

Jangan lupa tinggalkan jejak, ya’-‘)//

48 thoughts on “[Freelance] EXOTICS (Part 1)

  1. aaaaa HunFany❤ love it really !! i'm a HunFany shipper #ygnanyasiapa ?……..part 2 nya dipercepat yh thor gk sabar ngeliat HunFany sama YoonKai, jessica layaknya calon preman hyoyeon mencoba menutupi bahwa dirinya seorang guardian…sungguh gk rela ada tulisan TBC nyempil disitu -_- udh byk bacot readers ini….annyeong thor '-')/

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s