[Freelance] Tell Me How to Love You

Tell me how to love you poster - springgirl

Title                 : Tell Me, How to Love You

Author             : Springgirl08

Length             : Oneshoot

Rating             : PG

Genre              : Romance, Married Life and Other

Main Cast        : GG’s Im Yoon Ah as Jung Yoona || EXO’s Byun Baek Hyun as Byun Baekhyun

Disclaimer       : This story belongs springgirl08, 2013. This story is pure FICTION only, any similarities to other stories purely coincidental.

Note                : FF ini sebelumnya sudah di publish di WP pribadi springgirl08.. Happy Reading.😀

———-

Baekhyun POV

Selalu seperti ini, gadis yang dihadapanku ini terus memandang kosong kearah pemandangan dibalik jendela lebar kamarnya. Sesekali ia melirik sebuah frame photo yang berada ditangannya, gambar kami berdua dengan sepasang pengantin yang tengah tersenyum dan terlihat begitu bahagia. Photo yang diambil dua tahun yang lalu, dan selama itu pula ia selalu termenung seakan-akan tak pernah merelakan kebahagian mereka dan merutuki keputusan yang telah diambilnya, keputusan untuk melepaskan cinta dalam hidupnya. Namun kali ini gadis itu melihat lekat-lekat photo dihadapannya seraya mengusap pelan gambar sang pengantin pria dan tersenyum, hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Ia letakan kembali photo yang ia genggam keatas meja yang berada disampingnya kemudian berbalik sehingga pandangan kami bertemu, aku tersenyum seraya membalas pandangannya. Ia melirik kembali sekilas photo disampingnya dan tersenyum seraya berjalan kearahku.

“ayo, kau tidak mau membuat Alice menunggu, kan” ia mengangguk, Kuulurkan tanganku tak lama ia menyambutnya dan menggenggam erat tanganku. Aku terkesiap sesaat merasakan genggaman tangannya, ia tak pernah melakukan hal itu sebelumnnya walaupun hanya sekali. Biasannya hanya aku saja yang selalu berinisiatif untuk menggenggam tangannya dan ia hanya akan membiarkan tangannya dalam genggamanku tanpa membalasnya namun kali ini berbeda. Kali ini dia yang menggenggam tanganku sampai aku bisa merasakan jemarinya yang berada disela-sela jemariku seakan-akan ia mengisyaratkan bahwa ia percaya padaku dan tak akan pernah melepaskan genggamannya.

Pikiranku masih melayang sampai aku mendengar kekehan di sampingku dan diikuti lengan kiriku yang merasakan sebuah beban yang terasa sedikit lebih berat dibandingkan sebelumnya. Kualihkan pandanganku dan lagi-lagi membuatku terkesiap.

“Yah!!, Baekhyun ah.. kau kenapa?” seru Gadis disampingku ini seraya memeluk lengan kiriku dan mengeratkan kembali genggaman tangannya.

“Aniya!, Kajja” jawabku singkat. Kami berjalan menuju mobil yang sudah aku siapkan terlebih dahulu sebelumnya. Sesampainya di halaman depan dimana mobil kami berada, aku membukakan pintu untuknya setelah memastikannya telah masuk, aku segera menuju kursi kemudi yang berada disampingnya.

“Jika kau tak yakin, kita bisa membatalkan undangannya, Yoong” ucapku sebelum menyalakan mesin mobil namun mendengar perkataanku tadi, Yoona–gadis yang berada disampingku hanya menggelengkan kepalanya. “Aku yakin Baekkie, karena aku tahu apapun keadaannya kau selalu bersamaku. Iya kan?” Ia tertawa kecil namun ada keraguan dalam ucapannya.

Senyumku mengembang mendengar ucapannya aku yakin setidaknya ia sudah sedikit menerima keberadaanku di dalam kehidupannya, aku harap begitu. Sedangkan disana ia hanya menundukkan kepalanya dan menatap lekat jemarinya yang berada diatas pangkuannya. Ku raih dan ku genggam erat tangannya sebelum kuyakinkan ia dengan jawaban pastiku. “Tentu saja”.

.

Yoona POV

Aku tak menyadari apa yang telah aku katakan. Aku tak berani melihat wajahnya. Aku terlalu lancang dan benar-benar lancang mengatakan hal itu padanya. Laki-laki ini, lelaki yang selalu ada disampingku tak peduli dalam keadaan apapun, sedangkan aku disini dengan bodohnya  tak pernah melihatnya dan hanya menatap lelaki lain yang tak pernah dan tak akan pernah aku miliki. Menyedihkan.

Aku masih sibuk dengan pikiranku sampai kurasakan ia menarik tanganku dan menggenggamnya erat. Kudongkakan kepalaku untuk memandangnya, disana ia tersenyum dengan yakin menjawab “Tentu saja”.

.

Saat ini kami berdiri dengan tangan yang saling bertaut, di sebuah rumah yang tengah ramai dengan berbagai hiasan balon-balon dan pita-pita yang berwarna-warni tak lupa dengan sebuah piñata yang digantung di tengah-tengah ruangan. Aku hanya terkekeh melihatnya. ‘bagaimana anak usia satu tahun dapat memukul piñata yang bentuknya jauh lebih besar dibandingkan badan orang tuannya sendiri’ batinku.

“Yoong!” seorang wanita cantik berjalan kearah kami seraya mengembangkan sebuah senyuman di bibirnya. “Unnie!!” seruku kemudian melepaskan tanganku dari genggaman Baekhyun dan berlari kearah Sooyeon—kakak dan sahabat baikku.

“Unnie~, Bogosipposo..” ucapku seraya mengeratkan pelukan pada wanita ini. Karena dia aku merelakan cinta dalam hidupku dan merasakan keterpurukan.

“Nado Yoong” balasnya, ia melepaskan pelukan kami kemudian beralih memandang seseorang yang berada dibelakangku. “Hey, Baekki!! Apa kabar? Adikku ini tidak merepotkan, kan?”. Baekhyun hanya terkekeh mendengarkan ocehan dari Kakakku itu. “bagaimana pun repotnya, asalkan ia selalu berada disampingku. Itu tak mengapa” jawabnya mantap. Sekali lagi aku merasakan sesak dalam dadaku. ‘Pabo!’

“Wooahh.. coba lihat siapa gadis cantik ini!!” seru Baekhyun mengalihkan perhatianku. Ketika ia mengangkat seorang gadis cilik kedalam pelukannya. “She’s my baby girl!” seru Soo yeon.

“Alice?” bisikku

“ya, She’s beautiful. Right?” aku terkesiap mendengar suara itu lagi. Suara lelaki yang telah mengenalkan padaku artinya sebuah cinta. “aku ingin berbicara denganmu sebentar” lanjutnya kemudian meninggalkan kami menuju tangga yang menghubungkan ruangan ini dengan lantai dua. Dada ku benar-benar terasa sesak karena detak jantung dan nafasku yang tak teratur disertai dengan butiran keringat yang terbentuk diatas keningku. Bola mataku bergerak dengan gusar sampai aku menemukan iris mata itu. Aku hanya ingin menangis, aku takut benar-benar takut jika harus menambah luka dihati pemilik iris mata itu. Baekhyun.

Seperti mengetahui apa yang ada dalam pikiranku. ia datang menghampiriku masih bersama dengan gadis kecil di dekapannya dan senyuman dibibirnya. “she’s beautiful, Baek” ucapku seraya mengusap lembut pipi gadis kecil itu dengan tanganku yang benar-benar bergetar, sedangkan gadis kecil itu hanya terkekeh kecil. Tanpa memperdulikan perkataanku Baekhyun mengusap lembut pipiku -sama seperti yang ku lakukan pada Alice- dengan tangannya yang bebas dan berhasil mengalihkan perhatianku untuk memandang dalam iris matanya. “You will be alright”

.

.

“Bagaimana Keadaan Sooyeon eonni, Kris?” ucapku memecahkan keheningan yang telah menyelimuti kami dari beberapa saat yang lalu. Sekarang kami berada di atas balkon lantai dua jauh dari hiruk pikuk keramaian acara ulang tahun putri pertama dari lelaki yang berada disampingku ini.

“Dia baik-baik saja. Setelah mendapatkan donor sumsum yang cocok satu setengah yang lalu kondisinya semakin membaik namun ia masih harus melakukan ceck up setiap satu bulan seakali sampai dipastikan bahwa sel kankernya sudah tidak bisa berkembang lagi.” jelas Kris yang kini tengah berdiri tepat disampingku dan hanya kubalas dengan senyuman dibibirku saja. ‘Dia masih sama seperti dua tahun yang lalu tak banyak yang berubah dari dirinya’. Batinku

“Kau masih sama seperti terakhir kali kita bertemu dua tahun yang lalu, Yoong. Tak banyak yang berubah dari dirimu” ucapnya mengalihkan pembicaraan seraya mengelus pelan rambutku. Tak bisa kupungkiri, aku merindukannya selama dua tahun terakhir ini. Sangat-sangat merindukannya hingga rasanya air mataku ini tak dapat kubendung lagi namun aku benar-benar berusaha menahannya agar tidak menetes.  Aku tidak mau ia melihat kerapuhan dalam diriku disamping itu keadaan kami sekarang sudah tidak sama seperti dulu lagi.

“semuanya sudah berubah, Kris. Tidak ada yang sama lagi. Sekarang tidak ada ‘Kita’ yang ada sekarang kau, Alice bersama Sooyeon eonni dan aku bersama Baekhyun. Tolong bahagiakan mereka!” tegasku. seraya melangkah meninggalkannya.

“Kau tahu pasti jika aku akan berusaha membahagiakan mereka. Tapi, kau juga tahu pasti jika hanya dirimulah satu-satunya kebahagianku, Yoong!” seru Kris berusaha menghentikan langkahku dengan menarik pergelangan tanganku, mencengkramnya kuat namun ia segera melepaskannya ketika aku mulai meringis kesakitan. “Aku tak bisa melupakanmu, Yoong!” ucapnya lirih

“gomawo, Kris. Tapi mereka lebih membutuhkanmu dibandingkan denganku” balasku tanpa menatap wajahnya kemudian pergi meninggalkannya.

.

.

“Yoong, kau dari mana?” cecar Sooyeon eonni ketika ia melihatku menuruni tangga. “aku baru dari Toilet, eonni. Mana Baekkie?” balasku cepat. “aish, baru berpisah sebentar saja kau sudah menanyakannya. Di ada di taman belakang bersama Alice, dari tadi ia tak mau lepas dari Baekki sepertinya ia benar-benar menyukainya padahal ini pertemuan pertama mereka” oceh sooyeon eonni.

“nde, aku akan mencarinya dulu”.

Kulangkahkan kaki ku menuju taman belakang, disana aku melihat Baekhyun yang sedang asik melihat Alice bermain bersama beberapa teman-teman seusianya. Dia berdiri dengan kedua tangannya yang ia lipat di depan dada sesekali ia tertawa melihat tingkah gadis-gadis kecil itu. Tergesa aku mendekatinya dan tanpa disadarinya kulingkarkan kedua lenganku di pinggangnya dan kukecup singkat garis rahangnya. “Hei!” ucapku sebelum kutenggelamkan wajahku didadanya. Dapat kurasakan dia tersentak dengan tingkahku yang tiba-tiba ini.

Baekhyun POV

Hanya dengan melihat sikapnya dan mendengar ucapan nya, Aku tahu jika Yoona tidak baik-baik saja, maka dari itu kuputuskan untuk meninggalkan pesta ulang tahun Alice lebih cepat. Namun saat aku akan mengantar Yoona, Alice tidak mau melepaskanku.

“Alice, apa kau menyukainya?” tanya Yoona –sambil mengarahkan jari telunjuknya kearahku– pada Alice yang berada di dekapanku, seakan mengerti gadis kecil ini hanya mengangguk kecil menjawab pertanyaan Yoona. “But He’s Mine. Alice..” ucap Yoona seraya melingkarkan lengannya dipinggangku dan mengerucutkan bibirnya, Alice hanya tertawa kecil melihat sikap Yoona. Sikap Yoona ini benar-benar membuatku bingung ia tak biasanya seperti ini. bukannya aku tak senang dengan perubahan Yoona ini, tapi aku yakin sikapnya ini hanya untuk menutupi keadaan sebenarnya didalam dirinya.

“Yah! Yoona yah! Apa kau ingin bersaing dengan bocah umur satu tahun?” seru Sooyeon sambil berjalan menghampiri kami di dampingi oleh suaminya, Kris. Kemudian mengambil Alice dari tanganku.

“tapi eonni ia terlalu lengket dengan Baekki” oceh Yoona

“aku menyukainya” ucapku, Yoona menatapku tajam dengan matanya yang berkaca dan semakin mengerucutkan bibirnya. dan Kris, ia hanya tersenyum hambar melihat tingkah Yoona.

“ahh.. mianhae Baekki ah” ucap Kris, Yoona tiba-tiba melepaskan lengannya dari pinggangku dan dapat kurasakan tubuhnya yang tiba-tiba menegang mendengar Kris berbicara. Ia menggenggam tanganku erat seperti seorang anak kecil yang melihat sesuatu yang benar-benar di takutinya.

“Tidak masalah, hyung. Maafkan kami karena harus pulang lebih awal, aku rasa Yoona sedang tidak enak badan” jelasku kemudian membalas genggaman tangan Yoona.

“aish.. kau manja sekali Yoong setelah memiliki suami” dengus Sooyeon sembari memainkan tangan mungil milik Alice yang kini berada didekapannya sedangkan Kris mengulurkan lengannya kemudian mengelus lembut kepala Yoona. Aku dan yoona benar-benar terkejut melihat tindakannya yang membuat Yoona semakin erat memeluk lenganku. “Apa kau benar-benar sakit?” ucapnya, ketika ia hendak menyentuh lagi kepala Yoona aku memegang pergelangan tangannya dan menjauhkannya dari Yoona seraya menatapnya tajam “ia tak apa-apa, Hyung. AKU yang akan menjaganya”

Suasana diantara kami menjadi canggung karena insiden kecil tadi, sooyeon yang baru menyadarinya berdeham sebentar kemudian membuka suara. “Hei, kenapa serius sekali” ucapnya seraya tertawa kecil memandang kearah Aku dan Yoona. “oiyah, Yoong. Maafkan kami, karena saat pernikahan kalian kami tidak bisa datang. Walaupun terlambat aku ucapkan selamat Yoong” lanjutnya kemudian memeluk Yoona. “gamshahamnida, eonni”

Setelah menyampaikan salam perpisahan kami bergegas memasuki mobil dan meninggalkan kediaman keluarga Wu. Sepanjang perjalanan pulang Yoona tidak berkata sepatah kata pun dan hanya termenung memandang jalan yang ada didepannya.

.

.

Sesampainya di rumah Yoona tergesa menuju kamarnya. Walaupun kami sudah satu tahun menikah tapi kami tidur di dalam kamar yang berbeda, sebenarnya Yoona tidak pernah menolak pada saat awalnya orang tua kami menyuruh menggunakan satu kamar, hanya saja aku menyadari bahwa saat ini Ia belum sepenuhnya menerimaku di dalam Hatinya. Ia hanya membutuhkan waktu dan aku disini akan selalu menunggunya.

Aku mengikutinya dan menemukannya tengah berdiri didepan jendela lebar yang berada didalam kamarnya saat ini ia sudah berganti menggunakan piyama yang biasa ia pakai.

“Apa kau baik-baik saja?” ia menoleh kemudian berjalan kearahku. Kubuka pintu kaca yang menghubungkan kamar Yoona dan balkon yang berada diluarnya, kulonggarkan dasi yang sedari tadi melingkar di leherku dan kuhirup udara mencoba memberikan sedikit relaksasi pada dadaku ini. hari ini benar-benar melelahkan. Bukan secara fisik namun melelahkan secara emosional.

“Aku lelah dan Aku takut, Baekhyun.. aku tak mau kembali lagi padanya karena itu hal itu akan menyakiti hati banyak orang” kudengar isakan Yoona di setiap kata yang ia katakan. Sudah dua tahun lelaki itu pergi tapi hanya dengan sekali bertemu dengannya saja bisa membuat Yoona seperti ini ‘ironi’. Memikirkan hal itu saja sudah membuat hatiku mencelos ‘ia benar-benar belum menerimaku’ batinku.       Tak lama kurasakan sepasang lengan melingkar di pinggangku dan kurasakan airmatanya yang membasahi punggungku. “Aku mohon, bantu aku”

Kulepaskan tangannya dari pinggangku dan menariknya sehingga menghadap kearahku menghapus airmatanya dan memandangnya tepat di manik matanya. “apa yang kau inginkan? Aku selalu berada disini bersamamu” ucapku mantap.

“Bantu Aku!”

“katakanlah!”

“bantu aku melupakannya! Dan,…”

“dan?”

“…..”

“…..”

“ajari aku… ajari aku, bagaimana mencintaimu”

.

.

Author POV

“Kau tahu bagaimana aku mencintaimu?” Yoona terdiam tak membalas pertannyaan yang berasal dari Baekhyun. “Aku tak peduli kau mengetahuinya atau tidak, bagiku hanya melihatmu bahagia dan tersenyum itu sudah cukup tapi…. sepertinya aku belum berhasil melakukan hal itu” lanjut Baekhyun seraya menghempasakan nafasnya kasar kemudian tersenyum hambar.

“Apa yang harus aku lakukan, baekkie?”

“Tolong beri kesempatan pada KITA..” lirih Baekhyun

Mendengar ucapan Baekhyun, airmata Yoona mengalir lagi membasahi kedua pipinya dan sesekali terisak sehingga membuatnya sulit bernafas. Ia benar-benar merutuki dirinya sendiri karena ia terus menutup mata pada kenyataan bahwa selama ini ada seseorang yang selalu mendukung dan rela menunggunya, begitulah cara Baekhyun  mencintainya sederhana tanpa ada keterpaksaan maupu penyesalan . Namun ia benar-benar buta dan dibutakan oleh kenangan masa lalu dan harapan untuk dapat bersama dengan lelaki yang tak akan pernah ia miliki. ‘Aku bodoh, sangat-sangat bodoh’ batinnya. Yoona masih terisak, tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun. ‘sudah terlalu lama aku menyakiti lelaki dihadapanku ini, dan aku tak ingin menambah luka dihatinya’ pikirnya.

Baekhyun tersenyum, kembali menatap lekat kedua manik mata milik gadis yang sangat berharga dalam hidupnya itu. “Uljimm—-” ucapannya terhenti dan badannya menegang ketika ia merasakan lengan Yoona yang melingkar dilehernya kemudian menariknya kedalam sebuah pelukan hangat gadis itu.

Yoona mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya dileher lelaki yang selalu setia menemaninya, menghirup aroma maskulinnya. “Gomawo, please take care of me” ucap yoona tepat di telinganya. Ini kali pertama Baekhyun merasakan benar-benar dekat secara fisik dan emosional bersama Yoona. Ia sangat bahagia dan sangat berharap semoga ia berhasil menggapai bagian terpenting dari diri Yoona yang selama ini selalu gadis itu tutupi dan lindungi karena ia takut jika seseorang meraih hal itu ia akan kembali tersakiti, Hatinya.

‘aku harap kau bisa menerimaku, Yoong’

Mereka melepaskan pelukannya setelah beberapa lama terdiam menikmati setiap moment awal kebersamaan mereka. Baekhyun tersenyum seraya membelai lembut pipi Yoona yang masih basah, namun Yoona tak bergeming dan hanya menatap manik mata Baekhyun dalam. “Gomawo” ucap Yoona lagi, kali ini Baekhyun membalasnya dengan anggukan singkat kepalanya dan menatap dalam manik mata Yoona seakan mengatakan bahwa ‘tak apa-apa, kau akan baik-baik saja bersamaku’.

Baekhyun terhenti ketika hendak menegakan tubuhnya, tangan mungil Yoona mencari jalannya sehingga menemukan kerah kemeja yang dipakai Baekhyun kemudian menariknya sehingga kini mereka dalam jarak yang cukup dekat sehingga Yoona mampu meraih bibir Baekhyun dengan bibirnya kemudian melumat lembut bibir suaminya itu.

Baekhyun sendiri tak pernah mengira Yoona akan melakukan hal ini, sejak dulu ia selalu menahan keinginan untuk merasakan bibir gadis ini dengan bibirnya sendiri. Namun saat hal ini terjadi pikirannya buntu seakan-akan otaknya tiba-tiba berhenti berkerja dan tak tahu harus berbuat apa. Baekhyun masih terpaku tak bergeming sampai ia rasakan Yoona menggigit ujung bibir bawahnya lembut, hal itu mengembalikan kesadaran Baekhyun tanpa berpikir panjang, ia menarik tubuh mungil Yoona kedalam rengkuhannya menghilangkan jarak diantara keduanya kemudian membalas lumatan dibibir Yoona singkat dan melepaskannya.

Baekhyun mengeratkan lengannya yang memeluk pinggang Yoona dan mengapit tubuh mungil Yoona diantara tubuhnya sendiri dan pagar balkon. Sedangkan Yoona sendiri masih sibuk dengan pandangannya yang tengah menelusuri setiap inci wajah Baekhyun yang berada tepat dihadapannya namun ia terkesiap saat tiba-tiba ia merasakan Baekhyun mengusap lembut bibirnya dengan ibu jari tangannya seraya berbisik “Don’t love anyone else, I’m here!”. Sedetik kemudian pandangan mereka beradu. Sebuah senyuman mengembang diwajah tampan Baekhyun, perlahan ia menunduk kemudian memberikan kecupan singkat di sepanjang bahu dan leher jenjang Yoona, hal ini membuat Yoona tercekat menahan perasaan sesak di dadanya karena detak jantung dan aliran darahnya yang bergerak semakin cepat diiringin dengan perasaan lain di dalam perutnya yang seakan-akan tengah dipenuhi oleh kupu-kupu yang bertebaran, hingga ia benar-benar tak menyadari saat tangan kirinya semakin erat mencengkram  bahu lebar lelaki dihadapannya itu dan jemari tangannya yang lain bergerak menyusuri setiap helaian rambut Baekhyun yang gelap, sebelum akhirnya Yoona menyandarkan kepalanya di dada Baekhyun dan kembali merasakan aroma maskulin menguar dari tubuh Baekhyun yang terasa memanjakan indera penciumannya sehingga berhasil menenangkan ketegangan di setiap anggota tubuhnya.

oh, my god.. what is this?”.

10 thoughts on “[Freelance] Tell Me How to Love You

  1. ah sumpah knpa ini manis bnget ,, ympun meleleh ni sma karakternya baekhyun , mou sequeeelll …
    btw aku suka sma gaya bhasa kmu thor ..

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s