[Freelance] Me, and My Husband (Chapter 8)

Me, and My Husband

Me, And My Husband (Chapter 8)

Author             :  _agrn

Main Cast        : Yoona, and Sehun

Other Cast       : Seohyun , EXO-K, Jung Hyemi (OC), Jung Yonghwa

Genre              : Romance, Marriage Life, Friendship, Family, Littlebit Comedy

Rate                 : PG 15

Length             : Multichapter

A/N                 : Hai hai~ aku balik lagi… sekarang aku gak akan banyak bacot, tapi maaf banget karena gak bisa balesin komentar kalian satu satu -_- habis aku sibuk banget belakangan ini -_- okesip, DON’T LIKE DON’T READ dan Happy Reading~

oOoOoOo

“Seohyun-ah!!”Yoona kembali berseru, lalu menarik Seohyun untuk masuk ke dalam rumahnya. Dari raut wajahnya, semua orang pasti tahu bahwa Yoona sedang merasa takut,sedih dan khawatir. Yeoja itu segera mendudukkan sahabat terbaiknya itu di sofa. “Tunggu sebentar, aku akan membuatkanmu cokelat panas, badanmu sungguh dingin Seo-ah”

Yoona baru saja akan pergi ke dapur ketika tangan Seohyun memegang lengannya. Mengisyaratkan agar Yoona tidak pergi dari sisinya. Sehun yang ada disana pun menghela nafas kecil. “Pindah saja ke kamar tamu. Kalian bisa berbicara dengan leluasa disana. Akan kubuatkan minuman hangat”ujar Sehun datar, namun cukup membuat Yoona tenang. Setidaknya Seohyun akan lebih baik setelah meminum minuman hangat.

“Sehun benar, kajja, Seo-ah”Yoona pun memapah Seohyun naik kelantai dua, menuju kamar tamu. Setelah sampai, Yoona mendudukkan Seohyun di tempat tidur, agar lebih nyaman. Tak lupa, Yoona menarik selimut agar dapat menghangatkan Seohyun.

“Sebentar, aku akan mencari baju untukmu, seingatku aku pernah menaruh beberapa bajuku disini…”ucap Yoona seraya membuka lemari baju yang ada disana. “Nah, sekarang, pakai dulu ini. Aku akan mengambil handuk untukmu”

Seohyun mengangguk kecil. yeoja itu segera masuk ke kamar mandi. Sedangkan Yoona keluar dari kamar itu, berniat mencari handuk yang tebal dan hangat. Ia tidak akan membiarkan sahabatnya itu kedinginan.

Tepat saat dia menutup pintu kamar tersebut dan bersiap berjalan, Sehun telah berdiri didepan tangga dengan membawa nampan berisi 2 teh hangat. Yoona segera menghampiri namja itu dan meraih nampannya. “Terimakasih”ucapnya singkat, lalu segera berbalik untuk menaruh nampan itu di kamar tadi.

Sehun sendiri sebenarnya sedang mengutuk dirinya dalam hati. Entah karena apa ia berani melakukan hal itu. Dan reaksi Yoona yang sepertinya tidak menolak justru membuatnya semakin berani tadi. Sehun mengacak-ngacak rambutnya. “Astaga, aku pasti sudah gila”batinnya. Bagaimana jika Seohyun tidak datang tadi?!

Seohyun keluar dari kamar mandi tepat saat Yoona kembali membawakan handuk. Yoona pun segera memberikan handuk tersebut. “Pakailah dan keringkan rambutmu”

“Ne, Eonni”jawab Seohyun dengan volume yang sungguh kecil. Selagi Seohyun mengeringkan rambutnya, Yoona duduk disamping Seohyun dan menatap yeoja itu, masih dengan pandangan iba.

“Apa yang terjadi padamu?”tanya Yoona.

Seohyun menghela nafas. “Aku.. diberi proyek yang cukup besar oleh Appa… dan ternyata gagal. Gagal karena aku yang ceroboh. Aku sudah menyiapkan presentasi yang menurutku cukup baik, namun disaat aku akan mempresentasikannya, presentasi itu hilang dan yang muncul adalah presentasiku yang gagal. Jelas saja proyek itu langsung hancur berantakan. Appa marah besar padaku…”terang Seohyun sambil menahan air matanya lagi.

Yoona menepuk-nepuk bahu Seohyun. Ia mengerti apa yang Seohyun rasakan. Ia juga pasti merasa terpuruk jika ia gagal menjalankan tugas yang diberi oleh Ayahnya. “Semua orang pernah melakukan kesalahan. Baik kesalahan kecil maupun kesalahan besar. Itu wajar. Aku yakin orang tuamu tidak akan marah padamu selamanya. Yang harus kau lakukan sekarang, hanyalah belajar dari kesalahanmu kali ini dan tidak mengulanginya di masa depan”ujar Yoona panjang.

“Aku bisa menerima kesalahanku dan tidak terlalu terpuruk Eonni… tapi, ada sesuatu yang membuatku menjadi begini…”gumam Seohyun masih dengan suara kecilnya.

“Mwo? Apa itu?”tanya Yoona sedikit bingung

“Saat aku dalam perjalanan ingin pulang… aku melihat Yonghwa sedang… berciuman dengan seorang yeoja…”

“Mwo?! Yonghwa?! Jung Yonghwa?!!”Tanpa sadar Yoona menaikkan suaranya. Emosi kini mulai memuncak didalam tubuhnya. Walau Seohyun tidak pernah memberitahunya secara gamblang, Yoona tahu jika Yonghwa dan Seohyun sudah menjadi pasangan sejak beberapa waktu yang lalu. Dan dia juga tahu bahwa Seohyun benar-benar mencintai Yonghwa sepenuh hatinya. Sekarang ia mengerti kenapa Seohyun pergi ke rumahnya dalam keadaan hujan-hujanan.

“Nde Eonni…”jawab Seohyun, mulai terisak. “Aku segera turun dari taksi untuk melihat apa itu benar Yonghwa. Saat aku mendekat, namja itu benar-benar Yonghwa. Aku sempat bertanya siapa yeoja yang bersamanya. Yeoja itu langsung menjawab bahwa dia adalah kekasih Yonghwa. Jelas aku tidak terima Eonni… aku bahkan sampai berteriak bahwa akulah kekasih Yonghwa…. Namun yeoja itu langsung mendorongku hingga jatuh, lalu pergi bersama Yonghwa….”terangnya. Setelah itu, tangisannya kembali pecah. Suaranya begitu menyayat hati. Terutama Yoona yang notabene adalah sahabatnya.

“Dia… tidak melakukan apa-apa padamu? Tidak mencoba membantumu berdiri misalnya?”tanya Yoona

Seohyun menggeleng pelan. “Sudahlah, mungkin dia sudah bosan denganku. Kekasih barunya memang sangat cantik Eonni. Yeoja cantik yang sudah terkenal di sekolah kita. Jung Hyemi”

Deg!

“Jung… Hyemi?”ulang Yoona kaget. Bagaimana tidak? Setahunya, Jung Hyemi adalah yeoja yang mengejar-ngejar seorang Oh Sehun. Kenapa sekarang yeoja itu malah menjadikan Yonghwa kekasihnya?

Yoona terhenyak. Yoona bukan orang bodoh dan bukan orang yang muluk. Ia sudah membuat suatu hipotesa sekarang. Jung Hyemi begitu menyukai Oh Sehun. Belakangan ini dia dan Sehun terlihat dekat, otomatis Jung Hyemi akan berusaha menyingkirkannya. Pembully-an itu… mungkin dalangnya juga Jung Hyemi. Dan sekarang, yeoja itu mulai mengkode Yoona agar menjauhi Sehun, dengan cara menyiksa Seohyun. Yeoja itu mungkin telah mengancam Yonghwa.

Rahang Yoona mengeras. Ia benar-benar tidak bisa menerima hal ini. Jung Hyemi boleh membully-nya, boleh menghancurkan fisiknya bahkan mentalnya sekalipun. Tapi, jika ia sudah berani mengganggu orang yang Yoona sayangi… saat itulah Yoona akan membalasnya. Yoona tidak akan tinggal diam.

“Seohyunnie…”Yoona memeluk Seohyun erat. “Aku tahu kau mencintai Yonghwa sepenuh hatimu. Aku mengerti itu. Tapi, Yonghwa sepertinya bukan orang yang tepat untukmu. Aku tidak mau kau berpasangan dengan seorang yang telah menyakitimu Seohyun-ah… Lupakan dia. Aku yakin masih banyak namja yang jauh lebih baik dibanding Jung Yonghwa di luar sana Seohyun-ah…”

Awalnya Seohyun diam, namun akhirnya mengangguk. “Ya… Aku mengerti Eonni… Aku mengerti”

Yoona melepas pelukannya dan tersenyum manis. “Baiklah, ini sudah malam. Besok kita harus sekolah. Sebaiknya kita tidur”ucapnya lalu menarik selimut dan berbaring diatas tempat tidur itu.

“Eonni, kau tidak tidur dikamarmu?”tanya Seohyun.

“Dan melewatkan kesempatan tidur bersama adik kesayanganku? Ayolah SeoBaby, aku ingin mengulangi kebisaan kita saat masih kecil dulu…”ucap Yoona seraya menunjukkan raut memelasnya.

Seohyun tertawa kecil. Ia tahu keputusannya untuk menceritakan hal ini pada Yoona adalah keputusan yang baik. Ia akan terhibur dan mendapatkan solusi. Tingkah polos dan lucu Yoona adalah yang ia butuhkan ketika terpuruk. Ia yakin akan hal itu. “Arraseo.”Seohyun pun ikut berbaring disebelah Yoona.

“Kau tahu, Seo-ah? Teman-teman Sehun juga anak-anak yang baik”ucap Yoona.

“Hah?”respon Seohyun

Yoona beralih menatap Seohyun. “Dibalik suara berat dan tubuhnya yang seperti tiang, Chanyeol itu baik dan menyenangkan. Apalagi ketika dia tersenyum… ah, dia terlihat sangat lucu”

“Apa kau sedang berusaha membuatku tertarik dengan mereka?”tanya Seohyun sarkastik.

Yoona terkekeh pelan. “Hahaha, maaf, tapi mereka memang cukup menyenangkan untuk dijadikan teman”

Seohyun mengangguk-angguk. “Lalu, bagaimana dengan yang lainnya?”tanyanya. Seohyun menanyakannya bukan karena ia ingin mengenal teman-teman Sehun. Namun karena ia ingin melihat ekspresi Yoona ketika menceritakan mereka. Melihat senyum yeoja itu saja, ia sudah merasa baikan.

“Ada Baekhyun. Baekhyun tidak jauh beda dengan Chanyeol. Dia cukup imut untuk ukuran namja.Aku belum pernah lihat dia ber-aegyo. Sepertinya dia akan tambah imut jika melihatnya”

“Jinjja? Menurutku, aegyo-mu lebih imut Eonni”ujar Seohyun.

Yoona tertawa “Hahaha, kau ada-ada saja. Oh ya, Kyungsoo juga imut. Tapi dia juga terlihat manly disaat yang bersamaan. Dia pendiam dan aku yakin dia pintar. Suho juga. Dia pendiam dan bijaksana, wajar sih, dia yang paling tua.”

“Tunggu Eonni. Bukannya Kyungsoo dan Suho itu sunbae kita?”tanya Seohyun.

Yoona tertawa kaku. “Ya, memang. Tapi aku malas memanggil mereka dengan panggilan ‘Oppa’”

Seohyun menggeleng-geleng. “Hmm… sudah 4. Sisa 2 bukan?”

“Jong In ya… dia lebih sering dipanggil Kai. Dia jahil. Kau harus tahu itu.Tapi dia sangat perhatian terhadap teman-temannya. Dia juga cukup bertanggung jawab. Dia tipe orang yang baik untuk dijadikan teman… sudah. Apakah ada yang membuatmu tertarik, Seohyun-ah??”tanya Yoona dengan senyum jahilnya.

Seohyun tertawa kecil. “Tidak ada. Oh, bukankah kau lupa dengan satu orang Eonni?”

Yoona mendecak kesal. Padahal dia sengaja mengalihkan pembicaraan dengan tidak mengucapkan sesuatu tentang Sehun setelah Kai tadi. “Oh Sehun? Dia hanyalah bocah kecil yang tidak tahu sopan santun”jawab Yoona singkat.

“Bicara tentang Oh Sehun… aku diberitahu Ibumu soal itu”ucap Seohyun dengan nada jahil.

Yoona cukup pintar untuk mengetahui apa yang dimaksud Seohyun. Ia menghela nafas. Ia sudah tahu Ibunya akan menceritakan ini pada Seohyun. Mau bagaimana pun, Ibunya diam-diam suka bergosip dan teman gosipnya adalah Seohyun. “Lalu?”

“Bagaimana rasanya Unni? Enak?”tanya Seohyun polos.

“Ya! Anak kecil tidak boleh tahu! lagipula tidak ada enaknya sama sekali. Habis aku terlalu terkejut hingga tidak sadar bagaimana rasanya”jawab Yoona tak kalah polos.

“Tapi, yang aku bingungkan… Ibumu bilang first kiss mu adalah Luhan. Tapi… bukankah seharusnya first kiss-mu adalah saat upacara pernikahan kau dan Sehun Eonni?”

Yoona menghela nafas. Ia ingat betul kejadian yang menurutnya konyol itu. “Disaat pendeta menyuruh kami untuk melakukan itu, Sehun menutup bibirku dengan ibu jarinya. Dan dia mencium ibu jarinya, bukan aku”jelas Yoona dengan tegas. “Xi Luhan sialan. Setelah merebut sesuatu yang berharga dariku, dia malah pergi ke Beijing lagi”

Seohyun tertawa. “Aigoo… Haha Pantas saja kau tidak mau menjelaskannya padaku dulu. Aku yakin kau terlihat bodoh saat itu Eonni”ujar Seohyun ditengah tengah tawanya.

“Ya! Enak sekali kau bicara SeoBaby!”Yoona menjitak kepala Seohyun lalu berbalik memunggungi Seohyun.

“Eonni…”Seohyun mengerucutkan bibirnya, lalu tersenyum. Ia yakin Yoona sedang menahan malunya dan wajahnya pasti memerah.

Tapi Seohyun salah. Yoona justru sedang memasang wajah seriusnya. Tangan yeoja itu mengepal kuat.

oOoOoOo

Kini Yoona sedang berada di kantin sekolah. Matanya diam-diam mengawasi EXO. Keenam namja itu sedang berkumpul di tempat biasa. Saling bercanda dan tertawa-tawa. Seperti biasa, berusaha menghiraukan fans-fans mereka.

Sosok yang ditunggu Yoona akhirnya datang juga. Sosok yeoja berambut coklat panjang, kaki yang jenjang bak model dan make up tipis yang membuatnya terlihat cantik. Namun bagi Yoona, yeoja itu tetap saja tidak lebih dari seorang ‘pembully yang sok imut’.

Jung Hyemi duduk disamping Sehun dan bergelayut manja di lengan namja itu. Pemandangan itu membuat Yoona kesal. Sangat-sangat kesal. Walau Yoona tidak tahu kenapa ia merasa begitu tetap saja ia merasa ingin menarik yeoja itu dan membuangnya ke daerah segitiga bermuda. Ditambah lagi Sehun terlihat masa bodoh dengan itu, ia jadi semakin panas.

“Cukup bermain-main”gumamnya. Yoona berdiri dari duduknya dan berjalan menuju meja dimana Jung Hyemi dan EXO berkumpul.

Kedatangan Yoona justru membuat semua mata menatap yeoja itu. suasana kantin yang tadinya berisik bagaikan pasar, kini menjadi sunyi. Begitu melihat Yoona, Chanyeol dan Baekhyun-lah yang pertama kali bereaksi.

“Ah! Yoona-ah! Tumben sekali kau mau mampir”ucap Chanyeol ramah.

“Mampir? Kau kira bangku ini rumah kita?”Baekhyun merespon.

Yoona tersenyum manis. Senyum manis yang ditampakkannya untuk menutupi raut dinginnya. Entahlah, semakin ia dekat dengan Jung Hyemi, ia semakin merasa marah.

“Haha, aku tidak akan mengganggu kalian…”ujar Yoona berbasa-basi.

“Kau tidak mengganggu kami dengan hadir disini Yoona.”Suho menyahut disertai senyumnya yang menawan.

“Gomawoyo sunbae. Aku hanya ada perlu dengan Jung Hyemi-ssi”Kini Yoona menatap Hyemi dengan smirk andalannya. “Jung Hyemi-ssi, bisakah kita bicara berdua?”

Hyemi mengangguk dan tersenyum manis. Padahal didalam hatinya, ia sudah mengumpat karena Yoona memisahkannya dengan Sehun. “Oppa, aku pergi dulu ya,”

Chu~

Satu kecupan manis mendarat di pipi Oh Sehun. Rahang Yoona mengeras dan tangannya yang ada didalam saku mengepal dengan kuat. Sekali lagi, ia merasa kesal sekaligus marah. Ingin sekali ia menampar pipi yeoja bernama Jung Hyemi ini dan memukul kepala Sehun yang menerimanya dengan senang hati.

“Kajja”ujar Yoona akhirnya. Senyumnya tadi menghilang digantikan wajah dingin yang tak kalah dingin dengan raut wajah Jessica Jung. Bahkan EXO yang sempat melihatnya tersentak dan merasa bulu kuduk mereka berdiri.

“Jinjja Sehun-ah… istrimu benar-benar mengerikan dan sungguh cantik disaat bersamaan”bisik Chanyeol kecil.

“Kira-kira apa yang mereka diskusikan ya”ujar D.O

“Entahlah. Sepertinya sesuatu yang serius”Suho menanggapi.

Namun Sehun tidak menggubris perkataan teman-temannya. Ia masih memikirkan apa yang ia lihat tadi. Yoona memanggil Hyemi. Dengan senyum sinisnya. Lagipula dari mana dia tahu nama Hyemi?

“Ya! Oh Sehun. Jangan-jangan mereka akan bertengkar karena memperebutkanmu”celetuk Kai dalam bisikan, namun dapat didengar oleh anggota EXO lainnya. Alhasil mereka semua tertawa, apalagi saat melihat Sehun yang mengalihkan pandangannya.

“Sialan, jangan bodoh Kkamjong”

oOoOoOo

Ceklek!

Yoona mengunci pintu ruang seni yang kedap suara itu. ia tidak ingin ada yang mendengar atau mengiterupsi pembicaraannya dengan Jung Hyemi.

“Baiklah, Nona Im Yoona. Apa yang ingin kau katakan padaku?”tanya Hyemi sembari menunjukkan senyum sinisnya.

“Apa yang kau inginkan dariku?”tanya Yoona to the point. Raut wajahnya datar. Menunjukkan bahwa ia sedang serius. Mau tak mau, Hyemi terlihat sedikit bergidik.

“Bukannya kau sudah tahu?”Hyemi balik bertanya. Ia mencoba tidak terlihat takut dihadapan seorang Im Yoona. “Apa kau bodoh? Jelas saja aku ingin kau menjauh dari Sehun Oppa”

“Lalu kenapa kau melibatkan Seohyun dan Yonghwa, Jung Hyemi?”ujar Yoona. Matanya menatap Hyemi lekat-lekat dan terlihat begitu menyeramkan. Ada sedikit pancaran kebencian disana.

“Tentu saja karena aku rasa tidak mempan hanya dengan meminta bawahanku membully-mu. dengan membuatnya menderita, kau akan tergerak untuk menjauhi Sehun Oppa… bukankah Seo Joo Hyun sangat berarti bagimu?”Jung Hyemi menunjukkan smirknya.

Yoona menyunggingkan smirk-nya. Dia menatap Hyemi dengan matanya yang tajam. “Oh, kurasa dugaanku memang jitu. 3 orang itu bawahanmu ternyata. Sesuai dengan atasannya. Mereka dan kau sama-sama konyol”

“Apa?! Berani sekali kau Im Yoon Ah! Kau kira karena kau orang kaya kau bisa bicara seperti itu padaku?!”geram Hyemi.

“Tentu saja aku bisa. Aku punya mulut. Pengemis yang mempunyai mulut untuk bicara juga pasti bisa mengatakannya, bodoh”balas Yoona sengit.

“Ayahmu pasti kecewa jika tahu anaknya yang manis mengatakan hal seperti itu”ujar Hyemi, berusaha membuat Yoona tersudut.

“Kurasa ayahku tidak akan kecewa jika mendengar keseluruhan dari pembicaraan kita, Jung Hye Mi-ssi”Yoona menunjukkan benda yang ada disakunya sedari tadi. Sebuah recorder yang pastinya merekam semua pembicaraan mereka. Hyemi tahu itu.

Wajah Hyemi memucat. Ia sudah mengaku bahwa dia yang membully Yoona. “K..Kau akan memberi tahu hal itu pada Ayahmu, Ayahku… atau Sehun Oppa?”tanyanya gugup sekaligus takut.

Yoona tersenyum sinis. Ia berjalan menuju jendela, lalu bersender didekat jendela yang terbuka itu. “Kau kira aku serendah itu, Hyemi-ssi?” Dan detik berikutnya, Yoona menjatuhkan recorder itu dari jendela tersebut. Sudah pasti, benda itu akan hancur ketika membentur tanah karena Yoona menjatuhkannya dari lantai 3.

“Jung Hyemi. Kau harus tahu tentang hal ini.”Yoona berjalan mendekati Hyemi. “Aku tidak akan mempermasalahkan pembully-anmu terhadapku. Tapi kau sudah mengusik orang yang kusayangi. Aku akan memberimu kesempatan, jika kau berhenti mengusik kami, aku akan menganggap semua ini tidak pernah terjadi. Tapi jika kau masih mengusik kami, aku tidak akan tinggal diam lagi.” Disetiap kata yang ia ucapkan, terdapat penekanan dan keseriusan. Ditambah mata Yoona yang tidak hentinya memberi tatapan tajam pada Hyemi.

Setelah berkata begitu, Yoona tersenyum simpul dan bergerak menuju pintu. Sementara Hyemi mengepalkan tangannya. Ia merasakan kemarahan dalam dirinya memuncak.

“Im Yoona… kau akan mati!”

oOoOoOo

“Aku pulang”

Sehun menoleh kearah pintu masuk ketika mendengar suara yang begitu familier ditelinganya. Im Yoona baru pulang. Ia menghela nafas. Mungkin Ayah Im Yoona memberi tugas lagi. Ia jadi merasa payah. Ayahnya tidak pernah memberinya tugas dan selalu memberi semua yang ia inginkan. Saat melihat Yoona, ia merasa kalah dan payah. Ia kalah dari seorang wanita.

“Kau sudah makan?”tanya Yoona.

Sehun menatap yeoja itu. Ia kembali ingat dengan kejadian di kantin tadi. Ia harus mengakui bahwa dia penasaran. Tapi ia terlalu gengsi untuk menanyakannya pada Yoona. Akhirnya namja itu hanya dapat menghela nafas, lalu menatap kembali kearah televisi. “Belum”

“Sepertinya Ahn Ahjumma belum menyiapkan makanan. Aku akan menyiapkannya. Kau mau makan apa?”

Sehun menatap Yoona dengan pandangan bingung. Yoona memang biasanya terlihat selalu ingin tahu dan pengertian, tapi sekarang kadar keingin tahuannya terlihat meninggi.

“Ya! Aku bertanya padamu!”seru Yoona. Sudah lebih dari 15 menit dia bertanya dan Sehun tidak menjawab sama sekali.

“Terserah”jawab Sehun akhirnya.

Yoona mengangguk-ngangguk lalu beranjak menaiki tangga menuju kamarnya. Ia harus mandi dan membersihkan badannya. Sebenarnya… ia sengaja terlihat sok perhatian agar Sehun mau dia tanyai tentang Hyemi. Well, belum tentu Sehun mau melakukannya juga… tapi setidaknya ia harus berusaha.

“Oh Sehun! Makanannya sudah siap”ujar Yoona setelah selesai memasak. Yeoja itu duduk disalah satu kursi dan menunggu Sehun.

Berbeda dengan Yoona yang terlihat antusias, Sehun justru terlihat malas. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang makan. Kalau bukan karena tuntutan perut, dia tidak akan pergi kesana.

Namja itu duduk dihadapan Yoona dan mengambil sumpitnya, lalu bersiap menyumpit daging. Namun ia berhenti menyumpit ketika mendengar suara cempreng dari yeoja dihadapannya.

“Ya! Apa kau tidak pernah diajarkan oleh orang tuamu?! Sebelum makan kau harus berdoa dulu!”seru Yoona.

Sehun menatap Yoona datar. “Kenapa yeoja ini? Orang-orang zaman sekarang juga biasa makan tanpa berdoa”batinnya. Tapi karena ia tidak ingin memperpanjang masalah, dia berdoa sejenak lalu kembali bergerak untuk menyumpit makanannya.

“Tunggu dulu”sergah Yoona. Sehun menghela nafas dan kembali menatap Yoona. Tatapannya mengatakan “Apa lagi?”

“Kau sudah cuci tangan belum?”tanyanya.

Merasa belum melakukannya, Sehun bergerak untuk mencuci tangannya di wastafel dalam diam. padahal didalam hatinya ia sudah mengumpat karena terlalu kesal dengan sikap Yoona.

“Apa sekarang aku sudah boleh makan?”tanya Sehun begitu telah duduk kembali dikursinya. Yoona tersenyum manis dan mengangguk. Yeoja itu bergerak menyumpit sepotong daging.

Makan malam itu berlangsung hening, hingga Yoona membuka pembicaraan. “Sehun-ah”panggilnya.

Sehun tidak menjawab, ia hanya menatap Yoona sebagai respon.

“Apa hubunganmu… dengan Jung Hyemi?”tanya Yoona.

Sehun tersenyum dalam hati. Dengan Yoona yang membuka pembicaraan tentang Jung Hyemi, dia bisa mendapat jawaban dari kepenasarannya tentang diskusi antara Yoona dan Hyemi. “Dia temanku”jawab Sehun singkat.

“Jinjjayo? Kalian lebih terlihat seperti pasangan suami-istri”sahut Yoona sarkastik.

Sehun meletakkan sumpitnya dan menatap Yoona dengan pandangan yang cukup tajam. Ia tidak suka Yoona mengatakan hal seperti itu.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Semua orang yang melihatnya juga akan berpikir seperti itu. Yeoja yang bergelayut di lenganmu, menempel padamu seperti perangko, dan tentu saja siap menyingkirkan orang-orang yang dekat denganmu. Apa itu tidak cukup untuk mencapnya sebagai istrimu?”celoteh Yoona panjang. Well, sekarang dia puas. Dia sudah mengatakan apa yang ada didalam hatinya.

“Kau cemburu?”tanya Sehun, berhasil mengejutkan Yoona.

“Mwo?”respon Yoona. Wajahnya terlihat bingung sekaligus malu. “Cemburu? Mana mungkin aku cemburu!”

Smirk terlihat diwajah tampan Oh Sehun. “Kau cemburu, Im Yoona”

“Aku tidak cemburu! Kenapa kau ngotot sekali sih?!”Yoona membalas dengan sedikit berteriak, untuk menutupi rasa malunya.

“Itu kenyataan. Kau memang cemburu. Akui saja itu”Sehun semakin terlihat senang menjahili yeoja dihadapannya.

Yoona menghela nafas, lalu memalingkan wajahnya dan mengerucutkan bibirnya. Terlihat kesal, sangat kesal. “Terserah kau sajalah”ucapnya.

Sehun terkekeh. Dia merasa senang karena telah berhasil mengerjai yeoja itu. entah kenapa ia suka melakukannya. Ia suka melihat wajah yeoja itu yang memerah dan dia suka melihat yeoja itu melakukan pout. Terlihat menggemaskan dan cantik secara bersamaan.

Namun ia baru teringat oleh satu kalimat yang tadi ia ucapkan. “dan tentu saja siap menyingkirkan orang-orang yang dekat denganmu”

Sehun menatap Yoona dengan pandangan penuh selidik. “Apa maksudmu dengan menyingkirkan orang-orang yang dekat denganku?”

Mata Yoona membelalak kaget. Ia tidak sengaja mengucapkan kata-kata itu. Ini bisa berakibat buruk. Sangat buruk.

“Jawab aku, Im Yoona. Apa dia dalang dibalik pembully-anmu waktu itu?”

Yoona tambah panik. “Omona, apa yang harus kukatakan? Ottokhae?!!!”

TBC

Nah, selesai juga -_- maaf ya moment Yoonhunnya dikit banget -_- nah, disini aku mau ngadain votting. Kalian mau Seohyun dipasangin sama siapa disini? Kecuali Luhan ya, aku mau fokus ke EXO K aja ._. maaf banget buat acebaby *bow* (kuharap gak ada yang protes soal keputusanku yang satu ini) RCL~

147 thoughts on “[Freelance] Me, and My Husband (Chapter 8)

  1. Pingback: FanFictions | Infinitely A

  2. Akhirnya mereka sedikit2 bisa mnjdi lbh dekat🙂
    ihh Jung Hyemi ngeselin banget dehh..knapa dia harus ngerusak kebahagiaanya Seohyun segala! Dan dia adalah dalang dri pembullyan Yoona eonni?? Ahh dia benar2.. :3

  3. Akhirnya mereka sedikit2 bisa mnjdi lbh dekat🙂
    ihh Jung Hyemi ngeselin banget dehh..knapa dia harus ngerusak kebahagiaanya Seohyun segala! Dan dia adalah dalang dri pembullyan Yoona eonni?? Ahh dia benar2.. :3😐

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s