Discover 01

discover

Title

Discover : Mystery Behind The School

Author

tantriprtstht

Length

Oneshot

Genre

Action, Romance & Mystery

Rating

T

Main cast

Taeyeon (SNSD) | Suho (EXO) | Tao (EXO)

Desclaimer

Terinspirasi dari semua cerita detektif di dunia ini, tapi alur cerita milik Author. Kalau ngambil tanpa seizin Author, artinya plagiator! Hapus plagiator! No silent reader, hargai karya Author dengan comment but no bashing! Cast bukan milik saya melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan Orang tua mereka masing-masing serta entertainment mereka.

Poster Art by PhoenixFromBusan

Request | Result

Posted Also

All The Stories Is Taeyeon’s

AUTHOR’S POV

Apa kalian suka membaca cerita detektif? Yang penuh dengan misteri, adegan pembunuhan dan yang paling seru adalah bagian di mana pelakunya tertangkap. Mungkin kau berpikir tidak ada lagi detektif hebat yang benar-benar asli di dunia ini. Selama ini kita hanya mengikuti cerita detektif dari “Detektif Conan” atau “Sherlock Holmes”.  Tapi apakah kau tahu bahwa dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menjadi detektif?

LOCATION : DUO DETECTIVE OFFICE

Ya, itulah keadaan sekarang. Bukan hanya satu orang tetapi 2 orang. 2 orang yang sudah bersahabat sejak kecil. 2 orang yang sama-sama gila misteri. 2 orang yang bersama-sama menggapai cita-cita. Dimulai dari mereka membuka kantor detektif sendiri hingga mereka tamat sekolahpun, mereka tetep tidak bisa lepas dengan yang namanya kasus.

Tetapi keberuntungan tidak terlalu berpihak pada mereka. Jarang sekali orang-orang mau meminta bantuan pada detektif SMA. Hingga mereka berdua sudah menjadi detektif swasta yang terkadang dibantu polisipun, nama mereka belum seterkenal “Sherlock Holmes”.

“Taeyeon-ah, coba periksa kotak pos” ujar namja yang sedang berbaring di kursi desk nya.

Yeoja yang bernama Taeyeon itu mengangguk singkat, menuju ke kotak pos di depan kantor detektif mereka. Hasilnya sungguh sia-sia, tidak ada satupun surat permintaan bantuan yang datang ke mereka. Taeyeon kembali dengan wajah lesu tapi namja itu hanya mengangguk mengerti. “Apa sebaiknya kita berdua menjadi polisi saja?”

“Jangan begitu Taeyeon-ah. Kita pasti bisa. Kita punya kemampuan tapi belum sempat menunjukkannya pada dunia” jawab namja itu lalu bangkit berdiri dan memandang ke luar jendela. “Hanya saja waktunya belum tepat”

“Hihihi…..!” Taeyeon tertawa kecil melihat namja bernama Suho itu dengan tekad kuatnya. “Kau memang tidak berubah sejak kecil, pantang menyerah”

“Tentu saja! Lagipula kita berdua sama-sama bercita-cita menjadi detektif terkenal, kan? Ayolah Taeyeon, jangan berhenti menemaniku” lanjut Suho lalu Taeyeon tersenyum.

“Aku juga tidak sabar melihat nama kita berdua tertera di halaman utama Koran” jawab Taeyeon. “Lagipula kita sudah berjanji kan? Dengan dia…..”

“Ne, kita pasti bertemu dengan dia suatu hari nanti” sahut Suho lalu kembali duduk di kursi desknya.

Dia, ya dia. Bukan hanya mereka saja yang ingin menjadi detektif terkenal. Sebenarnya, dulu Suho dan Taeyeon tidak hanya berdua tapi ada satu orang lagi teman mereka yang menyebabkan Suho dan Taeyeon menjadi gila kasus. Suho maupun Taeyeon sama sekali lupa dengan nama maupun wajah namja itu, dan mereka menyebutnya Ze.

Ze juga teman masa kecil Suho dan Taeyeon. Mereka bertiga kenal sejak TK. Ayah Ze adalah penulis novel detektif karena itu Ze juga ingin menjadi detektif dan cita-citanya itu mempengaruhi Suho dan Taeyeon. Sayangnya saat mereka bertiga 5 tahun, Ze harus pindah ke Amerika karena pekerjaan ayahnya.

Saat kecil mereka tidak mengenal yang namanya e-mail maupun chatting karena itu sampai sekarang hubungan kontak mereka bertiga putus. Suho dan Taeyeon ingin menjadi detektif terkenal dan bertemu kembali dengan Ze.

KRING~

“Tunggu Taeyeon-ah!” seru Suho sesaat sebelum Taeyeon mengangkat telepon. “Biar aku saja”

Taeyeon mengangguk ragu dan membiarkan Suho mendekati telepon. Suho dengan perasaan gugup mengangkat telepon. “Halo, kantor duo detektif di sini?”

“Duo detektif! Ini polisi! Kami butuh bantuan kalian!”

“Jinjja?!” seru Suho kaget membuat Taeyeon mendesak Suho agar meng-loud speaker telepon. “Kami siap diminta memecahkan kasus apa saja”

“Sebenarnya kami ragu apakah ini kasus atau bukan…..”

“Aish, katakan saja kami harus ke mana! Menjelaskan di TKP saja!” seru Taeyeon dengan nada kesal pada penelepon.

“Baik, tempatnya di Light High School. Kalau bisa, tolong cepat”

“Siap!” seru Suho lalu menutup telepon. Suho segera bergegas mengambil tasnya dan menyiapkan barang-barangnya. Taeyeon juga tak mau kalah, mengambil segala peralatan penyelidikannya. “Setelah sekian lama, akhirnya panggilan lagi!”

“Jangan banyak bicara, Suho-ah. Ppali, polisi itu minta agar kita cepat” ujar Taeyeon lalu turun dari lantai 2 mendahului Suho.

Taeyeon menyetop taksi dengan sangat cepat, Suhopun jadi kesal. “Light High School, tolong cepat” ucap Taeyeon pada supir taxi itu. Dengan perasaan tegang, Suho dan Taeyeon berangkat untuk memecahkan kasus –atau bukan—setelah sekian lama.

***

LOCATION : LIGHT HIGH SCHOOL

Taxi berhenti di depan sekolah yang gerbangnya sudah dipenuhi oleh pasukan polisi dan beberapa murid. Suho dan Taeyeon turun dari taxi –tentu saja setelah debat siapa yang membayar taxi—dan bergegas menuju kerumunan.

“Ah, itu dia mereka!” seru salah satu polisi lalu mendekati Suho dan Taeyeon. Dari suaranya, Suho dan Taeyeon sama-sama setuju kalau polisi muda ini yang meneleponnya.

“Annyeonghaseyo, Kim Joon Myeon, salah satu anggota duo detektif. Suho.” Ujar Suho sambil menunduk hormat.

“Kim Taeyeon imnida, salah satu anggota duo detektif. Taeyeon” lanjut Taeyeon yang juga menunduk hormat. Tegang, itulah yang dipikirkan Taeyeon.

“Tao, polisi muda asisten inspektur Kangta” jelas polisi yang memang dari tampangnya sudah kelihatan sangat muda dan menunduk hormat pada Suho dan Taeyeon. “Saya yang menelepon kalian berdua tadi. Mohon kerja samanya”

“Lalu apa yang harus kami lakukan?” tanya Suho yang sudah tidak sabar.

“Mianhae, pertama-tama kalian harus menemui inspektur Kangta. Ikuti saya” ujar Tao lalu berjalan mengantar Suho dan Taeyeon ke tempat orang yang paling bertanggung jawab di sini.

“Bukankah inspektur Kangta sudah mengenal kita?” bisik Taeyeon pada Suho. Suho mengangguk ringan lalu langsung menunduk begitu dirinya sudah berdiri di hadapan Inspektur Kangta.

“Annyeonghaseyo. Duo detektif. Senang bekerja sama lagi dengan inspektur” ujar Suho dengan tegas dan berwibawa.

“Kangta imnida. Suho dan Taeyeon, kalian sudah besar. Terakhir kita bertemu sebelum kalian wisuda SMA” jawab Kangta lalu tersenyum. “Kami butuh bantuan kalian berdua”

“Huh, tepat seperti yang kupikirkan” ucap Suho bangga. “Jadi, apa yang harus kita lakukan?”

“Ada kasus yang sangat besar di sekolah ini. Kupikir kalian yang sudah tidak lama lulus SMA bisa memecahkan kasus ini” lanjut inspektur Kangta. “Ada seorang murid yang meninggal di sini”

“MWO?!” seru Taeyeon kaget lalu Suho hanya mengangguk. “Ba, bagaimana bisa?”

“Kami bahkan tidak tahu dan sudah menginterogasi semua tersangka. Kami memutuskan untuk mengakhiri kasus ini dengan dugaan sang korban bunuh diri. Tapi asistenku Tao sangat yakin kalau ini bukanlah bunuh diri tapi pembunuhan…..” jelas Inspektur Kangta sambil menatap Tao.

“Inspektur, percayalah. Ini adalah pembunuhan dan yang harus kita lakukan adalah mencari barang bukti!” seru Tao marah.

“Bagaimanapun, ayo ikut kami berdua ke TKP. Di sana para tersangka masih menunggu keputusan kami” lanjut Inspektur Kangta lalu Suho, Taeyeon dan Tao mengangguk.

***

LOCATION : LIGHT LIBRARY

Inspektur Kangta membawa mereka bertiga ke perpustakaan, tempat ditemukannya korban yang sudah meninggal. Di sana ada 5 saksi mata yang menunggu di meja perpustakaan.

“Inspektur! Kami sudah menunggu!” seru salah satu saksi mata membuat mereka berempat kaget.

“Tunggu sebentar, Nona Victoria. Kasus ini belum selesai” jelas inspektur membuat yeoja bernama Victoria itu menunduk lesu.

Inspektur melanjutkan penjelajahan ke pojok perpustakaan. Di sana sudah ada gambar di lantai bekas sang korban meninggal. Tempatnya sangat sempit, depan adalah tembok, kanan kiri adalah rak buku. Jalan keluar hanyalah jalan masuk yang mereka lewati tadi.

“Buku apa yang disimpan di sini?” tanya Taeyeon pada Tao.

“Buku kumpulan lagu-lagu yang biasanya untuk drum band atau paduan suara” jawab Tao.

“Aku ingin menginterogasi semua saksi mata. Mungkin dengan begitu aku dan Taeyeon bisa memecahkan kasus ini” ujar Suho lalu Inspektur Kangta mengangguk.

Mereka berempat kembali ke tempat 5 saksi mata menunggu. “Akan kuperkenalkan mereka semua” ujar Tao lalu berdehem. “Dia Victoria, penjaga perpustakaan”

“Annyeonghaseyo, Victoria imnida. Saya sebagai petugas perpustakaan sekolah ini” ucap Victoria lalu tersenyum.

“Lalu dia Taemin”

“Taemin imnida. Ketua untuk ekstrakulikuler Volley” sahut Taemin.

“Yang ini adalah Luna”

“Annyeong, Luna imnida. Saya ketua untuk ekstrakulikuler karate” ucap Luna.

“Mwo, karate? Berarti kau kuat sekali ya!” seru Taeyeon dengan kagum lalu Luna tersenyum.

“Ne, tapi saya tidak pernah menghajar orang di luar ekstrakulikuler. Saya tetap tidak memaafkan orang yang berbuat seenaknya sendiri…. Mungkin kekuatanku bisa keluar dengan sendirinya, hahaha” ucap Luna lalu Taeyeon tersenyum.

“Yang ini Minho”

“Choi Minho imnida. Ketua ekstrakulikuler Drum Band Light High School” ujar Minho lalu Taeyeon memandang Minho yang tampan dengan kagum. Suho sedikit cemberut melihat wajah Taeyeon.

“Yang terakhir, Krystal”

“Krystal imnida. Panggil saja Krys. Saya ketua ekstrakulikuler paduan suara” ucap Krystal sambil tersenyum.

“Lalu…. Mengapa mereka semua bisa menjadi tersangka? Apa hubungan mereka dengan pembunuhan ini?” tanya Suho membuat Luna kaget.

“Pembunuhan? Maksudmu Sulli dibunuh oleh seseorang di antara kami?” tanya Luna lalu Tao mengangguk.

“Korbannya adalah Choi Jin Ri, a.k.a Sulli” ujar Tao lalu menunjukkan foto Sulli pada Suho dan Taeyeon.

“Tunggu sebentar….. Apa Sulli mengikuti salah satu dari ektrakulikuler?” tanya Taeyeon lalu Taemin mengangguk.

“Ne, Sulli anggota club Volley. Tapi dia jarang sekali datang ke latihan Volley. Padahal sebentar lagi kami akan bertanding melawan sekolah lain” jelas Taemin dengan nada kesal.

“Tapi alasan itu tidak bisa digunakan sebagai alasan mengapa kau mengeluarkan Sulli dari tim inti, kan?!” seru Victoria membuat Suho kaget.

“Dikeluarkan? Taemin mengeluarkan Sulli dari tim inti?” tanya Suho pada Victoria lalu Victoria mengangguk.

“Ne, dia bahkan datang ke perpustakaan sambil menangis karena dikeluarkan dari tim inti!” lanjut Victoria.

“Aku juga melihatnya datang ke perpustakaan! Dia menangis dengan mata merah, sungguh kasihan anak itu!” sahut Luna lalu menatap Taemin dengan tatapan sinis.

“Tapi Taemin memang benar, Sulli jarang sekali datang ke latihan Volley” lanjut Krystal. “Benar, kan Minho?”

“Ne, bahkan dia sering berkeliaraan saat latihan Drum Band” sahut Minho tegas.

“Berarti dulu Sulli anggota Drum Band? Lalu Minho mengeluarkannya?” tanya Taeyeon.

“Cih, bukan hanya dikeluarkan, Minho bahkan putus dengan Sulli dan beralih ke Krystal!” seru Taemin kesal.

“Jadi….. Sulli dan Minho dulu pernah berpacaran?” tanya Suho pada Minho lalu Minho mengangguk. “Apa alasanmu?”

“Tentu saja karena dia menyukai Taemin….. dan kurasa dia sengaja bolos latihan Drum Band agar aku mengeluarkannya”

“Bukan, Minho! Sulli tidak menyukaiku!” seru Taemin sambil memukul meja. “Dia sengaja bolos karena tidak tahan melihat kedekatanmu dengan Krystal!”

“Sudah kubilang berkali-kali, saat itu aku dan Krystal ditunjuk sebagai model untuk pemotretan pengantin gereja! Dia saja yang cemburu tapi tidak pernah bilang padaku malah mendekatimu!” Minho juga tidak mau kalah dengan Taemin, memukul meja. “Juga sikapnya itu….”

“Sikap apa?” tanya Suho sambil memberi isyarat pada Taeyeon agar mencatat semua perbincangan di perpustakaan yang besar ini.

“Dia bahkan merobek model gaun pengantinku  1 jam sebelum pemotretan…… Dan menuduh Luna yang melakukannya” ucap Krystal. “Dia sangat bodoh, sudah jelas di ruang kostum ada kamera pengawas tapi tetap saja Sulli menuduh Luna”

“Dia juga memarahiku karena aku tidak mematikan kamera pengawas di ruang kostum…. Memang aku yang bertugas dalam pengawas tapi caranya memarahiku di depan umum padahal dia tahu dia salah… Sangat menyebalkan” sahut Victoria.

“Dia memang menuduhku….. Padahal sudah jelas semua bukti tertunjuk padanya. Dia juga berkata kalau aku tidak mungkin bisa mendapatkan Taemin. Memang benar aku menyukai Taemin tapi sikapnya benar-benar membuatku muak” jelas Luna.

“Lalu apa alasan Taemin mengeluarkan Sulli dari club Volley?” tanya Suho dengan serius.

“Dia tidak pernah fokus latihan, pandangannya selalu menuju ke arah Minho dan Krystal. Padahal kami seharusnya bermusuhan dengan mereka”

“Bermusuhan? Waeyo?” tanya Taeyeon lalu Luna menunjuk Victoria.

“4 ekstrakulikuler memiliki lomba pada hari yang sama yaitu hari minggu nanti. Mereka pernah mengadakan rapat di perpustakaan untuk berdiskusi siapa yang boleh menggunakan sekolah sebagai tempat lomba” jelas Victoria.

“Lalu hasil rapat itu?” tanya Suho lalu Victoria menggeleng.

“Kami berempat sama-sama tidak ada yang mau mengalah. Alasan kami sederhana, selain karena kita tidak perlu menempuh jarak yang jauh jika lomba diadakan di sekolah, jika lomba diadakan di sekolah, kita mendapat keuntungan karena mengetahui kondisi topografi sekolah” lanjut Luna. “Lalu mulai permusuhan di antara kami”

“Tapi kami bersaing secara sehat……” sahut Krystal.

“Siapa yang menemukan korban pertama kali?” tanya Tao lalu Krystal mengangkat tangannya.

“Aku langsung berteriak dan menelepon polisi” ujar Krystal.

“Bagaimana menurut kalian?” bisik Tao pada Suho dan Taeyeon.

“Hubungan para tersangka dengan korban sudah jelas…. Masing-masing tersangka memiliki motif untuk membunuh Sulli” jawab Suho. “Ya kan, Taeyeon?”

“Ne, sesuai yang sudah saya catat” ucap Taeyeon tegas lalu membuka catatan. “Victoria mungkin dendam pada Sulli yang mempermalukannya di depan umum. Luna mungkin juga dendam pada Sulli karena menuduhnya merobek gaun Krystal. Taemin juga mungkin karena dia jengkel pada Sulli yang jarang datang latihan. Minho sangat jelas. Minho mungkin punya niat untuk menjauhkan Sulli darinya sedangkan Krystal mungkin tidak menyukai kehadiran Sulli dalam hubungannya dengan Minho”

“Benar… Kalian berdua hebat juga. Tapi kita belum punya bukti” ucap Tao lalu Suho mengangguk.

“Mari kita geledah isi tas mereka” lanjut Suho lalu membalik badannya ke hadapan para tersangka. “Baiklah, tolong letakkan tas kalian di atas meja. Tidak ada salahnya kan jika kami memeriksa?”

Segera kelima tersangka mengeluarkan tas mereka tanpa protes. Dimulai dari jelly bag milik Victoria yang berwarna ungu. Isinya hanyalah buku catatan, kacamata baca, sebuah kunci, pulpen dan hansaplast.

“Di buku catatan itu saya mencatat buku apa saja yang pernah rusak di perpustakaan dengan pulpen itu…. Kacamata baca biasa saya gunakan selama kerja di perpustakaan, kunci untuk membuka perpustakaan di pagi hari dan hansaplast untuk berjaga-jaga jika saya terluka” jelas Victoria pada Suho.

“Berarti yang membuka perpustakaan adalah kau? Jam berapa perpustakaan buka?” tanya Taeyeon lalu Victoria melirik jam tangannya.

“Sekitar jam 7 pagi” jawab Victoria mantap.

“Boleh saya periksa jam tangan anda?” tanya Tao lalu Victoria mengangguk. Tidak ada yang mencurigakan dari Victoria. “Selanjutnya, Luna”

Luna membawa baju dan sabuk karate, handuk, botol minum, dan ikat rambut. “Baju dan sabuk untuk latihan karate, handuk untuk membersihkan keringat, botol minum biasanya saya minum setelah selesai latihan dan ikat rambut saya gunakan selama ekstrakulikuler karate berlangsung”

“Mengapa pojok tasmu sedikit robek?” tanya Suho lalu Luna segera melihat bawah tasnya.

“Luna, bukankah tas itu tas yang kita beli sama-sama 5 hari yang lalu? Kenapa sudah robek?” tanya Krystal lalu Luna menggaruk kepalanya, bingung.

“Aku juga tidak tahu…. Padahal ini tas baru….” Gumam Luna.

“Jam berapa ekstrakulikuler karate mulai dan berakhir?” tanya Taeyeon lalu Luna berpikir sejenak.

“Jam setengah 7 sampai jam setengah delapan” jawab Luna.

“Berarti kau mampir ke perpustakaan setelah selesai latihan?” tanya Victoria lalu Luna mengangguk.

“Mwo? Luna datang ke perpustakaan?” tanya Suho lalu Luna mengangguk.

“Ne, kebetulan ada buku yang ingin saya baca” ucap Luna.

“Aih, baca buku atau melihat Taemin?” goda Victoria membuat Luna tersipu malu. “Buktinya kau duduk di samping jendela agar bisa melihat Taemin latihan Volley, kan?”

“Aish, kau ini!” seru Luna malu-malu sambil melirik Taemin.

“Jadi kau melihat Taemin yang berlatih saat club Volley?” tanya Taeyeon lalu Luna mengangguk.

“Aku juga melihat Sulli dikeluarkan dari club Volley….. Suara Taemin kencang sekali sih. Sayang Victoria tidak lihat” lanjut Luna.

“Mwo? Di mana Victoria saat itu?” tanya Taeyeon pada Victoria.

“Saat itu aku sedang ke toilet…..” jawab Victoria lalu melirik jam tangannya. “Kira-kira tidak lama, kok. Sekitar 5 menit dan jam delapan aku sudah kembali ke perpustakaan”

Orang selanjutnya yang diperiksa adalah Taemin. Hanya ada alat-alat Volley di sana, hampir sama seperti Luna, ada handuk dan botol minum serta daftar absen anak-anak club Volley.

“Luka di pipimu kenapa?” tanya Suho lalu Taemin menatap Luna tajam.

“Oh ini? Ini bekas tonjokan Luna padaku. Dia memukulku sangat keras” ucap Taemin.

“Mwo? Bagaimana bisa?” tanya Taeyeon pada Luna dan Taemin.

“Habis, dia mengeluarkan Sulli dari club Volley! Apa kau tahu, dia datang ke perpustakaan sambil menangis dan memelukku! Dia bilang dia dikeluarkan dari club Volley dan dimarahi oleh Taemin. Tentu saja aku emosi dan langsung mencari Taemin yang sedang membereskan peralatan Volley-nya. Kutonjok saja dia!” jelas Luna sambil marah-marah.

“Tapi jangan menonjok aku juga! Kita kan bisa bicara pelan-pelan!” seru Taemin tak mau kalah.

“Berarti kau meninggalkan Sulli di perpustakaan?” tanya Taeyeon pada Luna lalu Luna mengangguk. “Apa ada orang lain lagi yang datang, Victoria?”

“Ne, setelah itu Minho datang” jawab Victoria lalu Suho, Taeyeon dan Tao memeriksa tas Minho.

Di sana hanya ada buku chord musik, peluit, tube terompet, sarung tangan, pisau, kamera dan HP. “Buku chord musik, peluit, tube terompet dan sarung tangan adalah peralatan drum bandku. Pisau kugunakan untuk memotong kue ulang tahun Krystal. Kamera dan HP tentu saja untuk memotret”

“Ya, Krystal! Kenapa kau tidak bilang kalau hari ini kau ulang tahun?” tanya Taemin lalu Krystal tertawa.

“Hihihi, mianhaeyo! Aku juga lupa karena sebentar lagi lomba tapi Minho memberi kejutan padaku!” seru Krystal tersenyum.

“Minho, apa kau sempat berbicara dengan Sulli?” tanya Suho lalu Minho mengangguk.

“Ne, dia menangis dan memelukku. Awalnya aku ingin menolak pelukannya tapi dia memohon padaku agar aku tidak pergi. Akhirnya kami berbicara di pojok perpustakaan dan baru saja tiba di sana, HPku berbunyi, ada telepon dan aku segera meninggalkan Sulli di sana”

“Telepon dari Krystal?” tanya Suho lalu Minho menggeleng.

“Bukan, telepon dari temanku di club Drum Band. Kami baru mau merayakan ulang tahun Krystal setelah itu” jawab Minho.

“Lalu yang terakhir…. Krystal…..” gumam Tao lalu Suho dan Taeyeon segera menggeledah tas Kyrstal. Peralatan make-up, chord musik, record tape, HP dan ikat rambut.

“Chord musik dan record tape untuk kegiatan ekskul paduan suaraku, peralatan make-up kugunakan untuk merias salah satu temanku untuk model kostum paduan suara…. Tema make-up untuk lomba belum jadi, sih. Lalu HP dan ikat rambut memang selalu aku bawa setiap hari” jelas Krystal.  “Ekstrakulikuler selesai jam setengah 8, aku menggunakan headphoneku untuk mendengarkan musik sambil menunggu Minho selesai ekstrakulikuler drum band pada jam 8”

***

LOCATION : OUTSIDE OF LIGHT LIBRARY

Penggeledahan selesai dan Suho, Taeyeon serta Tao memutuskan untuk berdiskusi di luar. Sambil membaca berkali-kali catatan Taeyeon, mereka berusaha memecahkan kasus yang cukup rumit ini. (Para pembaca, silahkan menebak~)

“Rumit sekali, sangat membingungkan” ucap Suho sambil menggaruk kepala. “Barang masing-masing tersangka juga tidak ada yang mencurigakan”

“Tapi tinggal mencocokkan motif, waktu dan barang-barang mereka, kan? Ayolah Taeyeon, kau pasti bisa memecahkan kasus ini!” desak Tao membuat Suho jengkel.

“Kenapa harus Taeyeon, sih? Kan ada aku” seru Suho.

“Kenapa? Kau cemburu karena aku dekat dengan Taeyeon?” tanya Tao membuat Suho semakin marah.

“Sudah, sudah! Kalian harus fokus ke kasus ini! Bukan waktunya bertengkar!” seru Taeyeon meredam kemarahan Suho. “Aku mau mengawasi para tersangka, kalian berdua berdiskusilah di sini!”

Taeyeon segera masuk kembali ke perpustakaan meninggalkan Suho dan Tao yang sebenarnya masih membenci satu sama lain. “Aku ikut Taeyeon deh….”

“Tunggu! Temani aku memecahkan kasus ini!” seru Suho lalu Tao duduk di sampingnya dengan kecewa. “Aku boleh bertanya sesuatu?”

“Apa saja, yang berkaitan dengan kasus” jawab Tao lalu Suho menggeleng.

“Apa kau menyukai Taeyeon?” tanya Suho membuat Tao kaget tapi dia berusaha menjadi gentleman.

“Kalau iya, memangnya kenapa?” tanya Tao lalu Suho menggeleng. “Oi, jangan bilang kalau kau menyukai Taeyeon……”

“Aku tidak menyukainya, aku hanya ingin melindunginya. Dia satu-satunya temanku, dia satu-satunya orang yang kupunya sekarang. Aku sudah kehilangan teman saat kecil dan aku tidak ingin melepas Taeyeon” jelas Suho lalu Tao tertawa.

“Itu namanya cinta”

“Aniya, bukan!” seru Suho dengan pipi bersemu merah. “Aku memang sedikit kesal saat melihat Taeyeon dengan namja lain…..”

“Itu namanya cemburu, babo” jawab Tao lalu Suho menggeleng kesal. “Jangan marah dong! Pelan-pelan saja, ikuti arus dengan tenang. Kita lihat apakah perasaanmu ini cinta atau bukan”

“Kuharap aku sadar sebelum kau menyatakan cinta padanya…..” ujar Suho membuat Tao tertawa. “Waeyo? Apakah salah? Penyesalan memang selalu datang belakangan…..”

“Yah, semoga harapanmu terkabul. Tapi ingat, aku juga tidak akan diam saja. Kalau aku terlalu lambat untuk menyadari perasaanmu, Taeyeon akan aku ambil” tawa Tao membahanan membuat Suho tertawa kecil. “Nah, ayo kita pecahkan kasus ini! Kita buat Taeyeon bangga pada kita!”

“Ne!” jawab Suho mantap.

***

LOCATION : LIGHT LIBRARY

Tao dan Suho memasuki perpustakaan dengan perasaan bangga. Kelima tersangka mengfokuskan tatapan mereka ke dua namja itu setelah mereka berbincang-bincang sambil menunggu hasil dari diskusi Tao dan Suho.

“Taeyeon mana?” tanya Suho lalu Taeyeon dengan cepat datang dari arah rak tempat Sulli terbunuh.

“Mianhae, aku hanya jalan-jalan sebentar!” seru Taeyeon lalu tersenyum. “Baiklah, apa kalian sudah berdiskusi?”

“Ne, sudah. Dan kami sudah tahu siapa pelakunya” ucap Tao membuat kelima tersangka kaget.

“Jinjja? Siapa?” tanya Krystal lalu Suho berdehem.

“Pelakunya adalah….. Choi Minho, kau!” seru Suho sambil menunjuk Minho.

Seluruh tersangka dan juga Taeyeon menoleh ke arah Minho yang kebingungan. “Tunggu dulu! Apa buktinya kalau aku adalah pelakunya?”

“Dia tidak mungkin membunuh Sulli!” seru Krystal membela Minho.

“Bukti sudah jelas dan kau juga mempunyai motif. Ada bekas darah di pisau yang kau bawa yang kami yakini itu adalah darah Sulli. Dan coba kami periksa sepatumu” ucap Suho lalu menarik kaki Minho. “Ada sedikit bercak darah, sesuai dugaan”

“Tunggu dulu, kenapa kau tahu kalau Minho masuk ke perpustakaan dengan memakai sepatu?” tanya Taemin lalu Suho tersenyum.

“Tentu saja karena dia takut Krystal pulang, kau memakai sepatu ke dalam, membunuh Sulli dan segera keluar. Betul kan, Choi Minho?” tanya Suho lalu Minho berkeringat dingin.

“Tunggu dulu, jika aku yang melakukannya, apa alasanku hah?!” tanya Minho dengan nada marah.

“Tentu saja karena semua perlakuan Sulli padamu. Mendekati Taemin, merobek gaun Krystal, menuduh Luna dan sebagainya. Kau pasti malu punya pacar seperti itu apalagi posisimu sebagai ketua ekstrakulikuler yang paling diminati di sekolah ini….. Kau pasti ingin menyingkirkan Sulli dari hadapanmu” jelas Suho lalu memberi isyarat pada Tao. “Tangkap dia sebagai pelaku pembunuhan Sulli!”

Tao segera memborgol tangan Minho. “Tunggul dulu! Aku… Dijebak, sebenarnya—“

“Tak ada alasan lain. Semua bukti tertuju padamu. Tao, tutup mulutnya” perintah Suho lalu Tao melaksanakannya. Minho memberontak sedikit untuk lari dari Tao.

“Tunggu dulu! Aku punya pendapat lain! Pelakunya bukan Minho!” seru Taeyeon membuat Suho kaget.

“Taeyeon, apa yang kau pikirkan?! Pelakunya Minho, siapa lagi! Jangan coba-coba mempermalukan aku di depan Inspektur Kangta karena kelakuanmu!” seru Suho lalu Taeyeon menggeleng.

“Hidup detektif adalah untuk memecahkan kasus hingga tuntas, apa itu salah?!” seru Taeyeon lagi, tak mau kalah. “Dengarkan argumenku”

“Cih, sesukamulah” ujar Suho kesal.

“Pelaku yang sebenarnya adalah kau, Luna!” seru Taeyeon sambil menunjuk Luna.

“Mwo, kenapa aku?!” tanya Luna lalu Taeyeon mengambil sesuatu dari punggungnya.

“Ah, itu….” Gumam Victoria lalu Taeyeon mengangguk.

“Ya, salah satu buku yang ada di rak sedikit sobek. Dan ini menjadi petunjuk utamanya” ucap Taeyeon. “Sebagai petugas perpustakaan, Victoria bertugas memerika setiap buku di perpustakaan apakah ada yang sobek, terlipat, rusak maupun basah. Benar, kan Victoria?”

“Ne. Tadi pagi aku sudah memeriksa semuanya. Aku yakin tidak ada buku yang sobek” jawab Victoria. “Tapi bukan aku yang merobeknya, aku pasti langsung sadar—“

“Tentu saja bukan kau yang merobeknya. Karena yang menyebabkan buku ini sobek adalah benda yang membuat tas Luna sobek juga” jawab Taeyeon. “Ya, kau menyembunyikan pisau di dalam buku ini saat Victoria pergi ke toilet. Bukankah tidak ada saksi saat kau sendirian di perpustakaan?”

“Tapi—“

“Setelah itu Sulli datang dan kau menghajar Taemin. Kau bekerja sama dengan Minho untuk membunuh Sulli. Kau menyuruh Minho membunuh Sulli, kan? Gampang sekali trik yang kau gunakan. Kau menggunakan Minho sebagai penjahat palsu padahal kau juga ingin menyingkirkan Taemin, Minho, dan Krystal”

“Kenapa Luna melakukan semua itu?” tanya Krystal lalu Taeyeon menunjuk Luna.

“Semua kembali pada rapat yang kalian laksanakan untuk memutuskan siapa yang boleh menggunakan sekolah sebagai tempat lomba. Luna bilang tidak ada yang mau mengalah dalam rapat itu kan? Kau menggunakan Minho sebagai penjahat, otomatis kepala sekolah tidak akan mengizinkan drum band untuk lomba di sekolah. Krystal sebagai orang yang pertama kali menemukan Sulli di tempat rak buku-buku lagu, juga tidak diizinkan. Alasannya sederhana, karena yang paling mencurigakan adalah tempat Sulli terbunuh adalah tempat di mana buku-buku lagu tersimpan. Lalu untuk Taemin, club Volley juga otomatis tidak boleh mengadakan lomba di sekolah ini karena Sulli adalah anggota club Volley. Tentu saja itu akan mencoreng nama sekolah” ucap Taeyeon panjang lebar.

“Berati Luna memang ingin menyingkirkan kami semua?” tanya Taemin lalu Taeyeon mengangguk.

“Ne. Sambil membalas dendam pada Sulli yang menuduhnya merobek gaun Krystal, kau juga berencana keluar sebagai ketua klub yang lomba ekskulnya diadakan di sekolah. Semua bukti tertuju padamu, Luna. Apalagi alasanmu sekarang?” tanya Taeyeon lalu Luna tertawa kecil.

“Kau memang tidak bisa diremehkan. Ya, aku memang membunuh Sulli juga dengan tujuan agar aku bisa melaksanakan lomba di sini”

“Luna! Kau tega sekali!” seru Taemin.

“Mengapa? Yang kulakukan ini benar. Sulli memang pantas mendapatkannya. Lagipula aku juga memanfaatkan kejadian di masa lalu untuk membuat Minho sebagai penjahat palsu. Semuanya begitu mudah bagiku hingga yeoja bernama Taeyeon ini menghancurkan rencana sempurnaku” Luna mengeluarkan pistol dari sakunya, bersiap membunuh Taeyeon.

“Tunggu dulu—“

BUK!

Pistol dari tangan Luna melayang karena pukulan Suho. Tangan Suho sedikit memerah karena memukul pistol yang masih berat karena isinya masih penuh itu. “Cukup sudah, Luna! Tao, tangkap Luna sebagai pelaku utama!”

KLANG!

Taeyeon duduk lemas di karpet perpustakaan dan menangis. Bagaimana tidak, dia hampir terbunuh. Takut, itulah yang dirasakan. Tapi Taeyeon tidak ingin luka hatinya membuatnya trauma untuk memecahkan kasus, tapi entah kenapa ia menangis. Padahal menangis akan membuat imagenya sebagai calon detektif rusak.

Suho mendekat pada Taeyeon, memeluknya degnan penuh perasaan. “Gwechanna. Semuanya sudah berakhir”

“Suho-ah…..” Taeyeon membalas pelukan Suho. “Aku takut sekali tadi….. Seharusnya aku langsung menangkap Luna baru menjelaskan argumenku…..”

“Taeyeon-ah, kau tadi hebat sekali. Yang kau lakukan tidak salah, justru menjadi detektif harus berani. Perjalanan kita masih panjang, jadi tolong jangan berhenti menjadi detektif. Ne?” tanya Suho lalu Taeyeon mengangguk.

“Gomawo, Suho-ah….. Mulai sekarang tolong lindungi aku lagi…..” gumam Taeyeon lalu Suho melepas pelukannya.

“Tentu saja! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku juga akan selalu melindungimu!” seru Suho lalu mengusap air mata Taeyeon.

Inspektur Kangta datang setelah mendegar semuanya dari Tao. “Ini, minum untuk kalian berdua. Kerja yang bagus”

Suho segera meraih 2 botol minum itu dan menyerahkan satunya pada Taeyeon. “Hah, akhirnya kasus terpecahkan dan semua karena duo detektif!”

“Kalian memang hebat! Aku senang bekerja sama dengan kalian berdua!” seru Inspektur Kangta. Suho mencari sosok Tao, tapi entah kenapa dia menghilang. Suho sedikit lega karena tidak ada pengganggu.

“Inspektur, kalau ada kasus lagi serahkan pada kami berdua. Kami ingin lebih banyak memecahkan kasus dan dikenal oleh dunia!” seru Taeyeon lalu Inspektur Kangta tersenyum.

“Boleh saja, aku akan menjadi inspektur atasan kalian dan kalian aku beri polisi khusus untuk mendampingi kalian” ucap Inspektur Kangta membuat Suho dan Taeyeon girang.

“Baiklah Taeyeon! Ayo kita pecahkan kasus lebih banyak lagi!” teriak Suho ke arah langit.

DEG.

Ada debaran aneh dari dalam dada Taeyeon. Melihat Suho meneriakkan namanya sambil melihat langit, membuat pipi Taeyeon bersemu merah.

“Waeyo?” tanya Suho lalu Taeyeon menggeleng ringan.

“Jangan-jangan….. Aku…..”

DISCOVER  : MYSTERY BEHIND THE SCHOOL // THE END

 

Annyeonghaseyo, ini FF dengan namja cast jarang dan yeoja cast sering. Ini FF detektif pertama Author, kuharap kalian suka. Author kerjakan selama 2 hari dan keluarga Author ada yang minta ini dijadikan serial karena itu Author ingin bertanya apakah sebaiknya ini dijadikan serial?

Apa itu serial? Serial adalah cerita dengan cast yang sama dengan kejadian dan lokasi yang berbeda-beda tapi tetap ada perkembangan di antara cast. Tolong komentar ya, karena kalau banyak yang ingin “Discover” dijadikan serial, Author akan membuat kasus yang berbeda-beda di setiap serial yang akan datang ^^ Gomawo ne, nantikan cerita Author yang berikutnya~

30 thoughts on “Discover 01

    • Iya, author gak tau soundeffect apa yang bagus untuk pistol yang ditendang jadinya author samakan dengan kaleng yang ditendang (?) wkwk, keren? Gomawo ne~

  1. Pingback: Discover 02 | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s