Let’s Never Meet Again (Chapter 10)

20130722-124204.jpg

Title : Let’s Never Meet Again

Author : Berries (@berries_cocoa)

Length : Series

Rating : PG-13

Genre : Sad, Romance, Friendship

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Luhan EXO-M
  • Lay (Zhang Yixing) EXO-M

Other Cast :

  • Chen (Kim Jong Dae) EXO-M
  • Seohyun SNSD
  • Yuri SNSD
  • Sooyoung SNSD
  • Kris EXO-M
  • Sehun EXO-K
  • Kai EXO-K

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan atau hanya terinspirasi.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow. Lama ya nunggu FF ini, maaf ya lama ngepostnya habis author sibuk buat masuk kuliah. belom dapet universitas ㅠㅠ. ini aja author post lewat ipod, jadi maaf dengan segala kekurangannya. Maaf kalo ceritanya jelek, feelnya kurang dapet, posternya juga jelek. Please Don’t Bash ya and Sorry For the TYPO.

Dengan sangat, author mohon tinggalin jejak ya

Happy Reading!!!

***

“Eonni, bagaimana ini ?” tanya Seohyun pada Yuri yang sedang melihat ke arah Sooyoung, meminta jawaban atas pertanyaan Seohyun.

“Bisa-bisanya para namja melarikan diri disaat seperti ini” kesal Yuri yang diikuti anggukan setuju dari Seohyun.

Saat ini mereka bertiga sedang bersembunyi di salah satu pohon pekarangan universitas, memperhatikan Chen yang sedang duduk di salah satu bangku taman sambil membaca buku dalam diam.

“Dia tenang sekali” ucap Yuri.

“Justru karena dia tenang, dia jadi sangat menyeramkan” jelas Sooyoung.

“Lalu bagaimana ? Kalau tiba-tiba kita memberitahukan dia tentang Luhan oppa yang menyukai Yoona eonni, dia pasti akan sangat marah” kali ini giliran Seohyun.

“Tamat sudah riwayat kita, senang bersahabat dengan kalian” ucap Yuri, mendramatisir.

“Aku juga eonni” Seohyun sambil memeluk Yuri.

“Apa kalian sudah tidak waras ?” tanya Sooyoung yang melihat tingkah laku kedua sahabatnya itu dengan pandangan jijiknya diikuti dengan Yuri dan Seohyun melepas pelukan mereka.

“Sudahlah…. Kajja” ajak Sooyoung sambil menarik pergelangan tangan Yuri dan Seohyun yang terlihat seperti menolak.

“Annyeong!!” teriak Sooyoung dengan semangat.

Chen lalu melihat ke arah sumber suara barusan.

“Annyeong” sapa Yuri dengan senyum dipaksakan.

“Annyeonghaseyo oppa” kali ini giliran Seohyun yang menyapa. Seperti biasa maknae satu ini bisa mengendalikan perasaan takutnya.

“Annyeong, sedang apa kalian disini ?” tanya Chen sedikit kaget melihat kemunculan ketiga yeoja itu.

“Hahahahahaha kami kan juga kuliah disini” jawab Sooyoung diikuti tawa kerasnya. Mendengar jawaban Sooyoung, Chen mengerutkan dahinya. Merasa aneh.

“Tertawamu terlalu berlebihan” bisik Yuri

“Ehem…… Kau sedang apa Chen ?” ucap Sooyoung sambil duduk di sebelah Chen diikuti yang lainnya. Namun tidak ada yang berani duduk di sebelah Chen, Yuri dan Seohyun lebih memilih duduk di sebelah Sooyoung.

“Membaca buku” jawab Chen singkat lalu menutup bukunya. “Apa yang ingin kalian bicarakan ?” tanya Chen, langsung tanpa basa-basi.

“Apa maksudmu ?” tanya Sooyoung berpura-pura tidak mengerti.

“Aku kenal kalian sudah lama. Tidak perlu bertingkah seperti ini. Jadi, ada apa ?” tanya Chen sekali lagi.

Sooyoung menghela nafasnya. Chen memang benar, mereka sudah bersahabat lama sekali. Mereka tentu tau tentang kepribadian masing-masing.

“Kau benar” setuju Sooyoung “Sebenarnya ada yang ingin kuberitahukan padamu” sambungnya.

“Tentang apa ?”

“Kalau Luhan menyukai Yoona” kata Sooyoung, Chen hanya diam mendengar pernyataan Sooyoung.

“Da…n…. Dan kurasa Yoona juga menyukai Luhan” sambung Yuri pelan sedangkan Chen masih tetap terdiam.

Kali ini giliran Chen yang menghela nafasnya. Seketika dia berdiri lalu berjalan menjauh dari tempatnya.

“Eh eh kau mau kemana Chen ?” tanya Sooyoung.

“Aku harus masuk kelas sekarang” jawabnya dingin lalu melanjutkan langkahnya.

“Eonni, kenapa dia tidak marah ?” tanya Seohyun

“Bukankah dia juga menyukai Yoona ?” tanya Yuri

“Aku tidak tau” hanya itu yang bisa dikatakan oleh Sooyoung yang juga bingung melihat sikap Chen barusan.

“Eonni, dia membuatku takut” jelas Seohyun diikuti anggukan setuju dari Sooyoung dan Yuri.

**

“Luhan !!!” teriak Yoona lalu berlari kearah Luhan yang tidak juga mendengarnya. Yoona lalu menutup mata Luhan dari belakang.

“Biar kutebak. Kulit kasar seperti ini…” ucap Luhan sambil memegang tangan Yoona. “Pasti Kai” sambungnya.

Yoona pun melepas kedua tangannya lalu mempoutkan bibirnya “Kulitku tidak kasar. Bisa-bisanya menyamakan diriku dengan Kai. Aku juga tidak hitam”

Luhan tertawa pelan “Aku kan hanya bercanda. Jangan marah seperti itu” jelas Luhan sambil mengelus puncak kepala Yoona yang kini wajahnya telah memerah.

Dari kejauhan terlihat enam orang yang sedang melihat kearah Yoona dan Luhan.

“Kali ini giliran kalian membawa dia kesini” ucap Sooyoung

“Kenapa harus kami ?” tanya Kai

“Karena kami sudah berbicara dengan Chen sekarang giliran kalian” jelas Yuri

“Kalian tidak tau Luhan hyung bisa sangat menyeramkan kalau marah” kata Sehun

“Kami tau” jawab Seohyun singkat

“Kalau tau kenapa masih menyuruh ka-” ucap Kai terputus

“Sudahlah, kajja…. Serahkan padaku” potong Kris, kali ini dialah yang menarik pergelangan tangan Kai dan Sehun

“Tapi hyung” ucap Sehun pelan

“Sstt….. Nanti kalian langsung tarik saja Luhan lalu bawa ke tempat para yeoja itu” perintah Kris

Sedangkan Luhan dan Yoona masih sibuk saling melempar canda tawa tanpa tau kalau ketiga namja sedang berjalan ke arah mereka.

“Oh ya, ada yang ingin kukatakan padamu” ucap Luhan, raut wajahnya seketika berubah serius.

“Ne, apa yang ingin kau katakan Lu ?” tanya Yoona yang melihat perubahan raut wajah Luhan.

“Em….. Sebenarnya aku….. Aku…. Sa… Sarang-”

“Maaf Yoong kami pinjam Luhan sebentar, tidak akan lama kok” jelas Kris pada Yoona yang terlihat kaget ketika Kai dan Sehun tiba-tiba menyeret Luhan pergi menjauhinya.

“YOONA!!!! KUTUNGGU KAU DI CAFE BIASANYA JAM 5 !!!” teriak Luhan pada Yoona yang dibalas tersenyum sambil mengangguk mengiyakan.

“Apa yang kalian lakukan ?!!” tanya Luhan kesal melihat para dongsaengnya itu sedang menyeret dirinya.

“Ini perintah” jawab Kai asal

“Apa maksudmu ?” tanya Luhan sambil mengerutkan dahinya

“Ada sesuatu yang perlu kami sampaikan tentang Yoona” jelas Kris

Mendengar nama ‘Yoona’ Luhan langsung terdiam. Setelah sampai di tempat para yeoja, Sehun dan Kai pun melepas pegangan mereka pada Luhan.

“Tugas kami selesai” ucap Kris diikuti kerutan di dahi ketiga yeoja tersebut termasuk Luhan.

“Apa maksudmu ? Kalian masih harus berbicara dengannya” kata Sooyoung

“Begini nona cantik” jawab Kris sambil memegang dagu Sooyoung “Seingatku kau hanya menyuruh kami membawa Luhan kesini, tidak menyuruh kami untuk berbicara dengannya. Remember ?” jelas Kris lalu dengan sengaja dia mendekatkan wajahnya pada Sooyoung, ingin menciumnya.

“Arraseo, kami yang akan berbicara dengannya” ucap Sooyoung menyerah “Tapi lepaskan tanganmu dan jauhkan wajahmu dariku tidak enak dilihat orang” perintah Sooyoung

Segera Kris menuruti semua perintah Sooyoung, rencananya berhasil rupanya. Namun beberapa detik kemudian Kris mengeluarkan senyuman nakalnya “Kau berhutang satu ciuman” ucapnya.

“Terserah kau…. Menyebalkan” ucap Sooyoung

“Ehem… Jadi apa yang ingin kalian bicarakan padaku” tanya Luhan

Ketiga yeoja yang mendapat tugas untuk berbicara dengan Luhan itu hanya menghela nafas mereka.

“Bagaimana kalau kita ke atap dulu, kurasa kita akan lebih leluasa untuk berbicara disitu” usul Seohyun

“Kurasa kau benar” sambung Yuri

“Baiklah ayo kita ke atap dan untuk kalian bertiga…” ucap Sooyoung sambil melihat ketiga namja tersebut “Ikut dengan kami, jangan harap kalian bisa lari” sambung Sooyoung lalu menarik Kris tentu saja Yuri menarik Kai dan Seohyun menarik Sehun.

“Apa-apaan ini” kata Luhan yang melihat tingkah laku mereka semua.

Dari kejauhan terlihat Chen yang sedang melihat ke arah mereka lebih tepatnya ke arah Luhan.

**

“Ada apa ?” ucap Luhan setelah sampai di tempat merek biasa berkumpul.

Awalnya mereka semua hanya diam, menunggu salah satu dari mereka menjelaskan pada Luhan. Cukup lama mereka semua terdiam sampai pada akhirnya Sooyoung mengeluarkan suaranya.

“Kami tau kau memiliki perasaan pada Yoona” jelas Sooyoung sambil melihat ke arah Luhan yang kini terdiam mendengar ucapan Sooyoung.

“Apa maksud kali-”

“Kami melihat kalian kemarin” potong Sooyoung dengan cepat.

“Sebenarnya kami mengikuti kalian” ucap Yuri membenarkan kata-kata Sooyoung barusan.

“Kecuali kami” tunjuk Kai pada dirinya, Sehun dan Kris secara bergantian diikuti anggukan setuju dari Sehun.

“Kami hanya ingin tau apa yang sedang dilakukan oleh para yeoja” jelas Sehun.

“Mengikuti ?” tanya Luhan.

“Bisa kita kembali ke topik sebenarnya” sambung Kris mencoba untuk memfokuskan yang lainnya.

“Oh ya, kembali ke topik” ucap Sooyoung kembali fokus “Sebenarnya kami mengikuti kalian kemarin karena ka-”

“Kenapa ?” potong Luhan.

“Dengarkan aku dulu, tidak sabar sekali” ucap Sooyoung yang mulai kesal karena kata-katanya yang terpotong.

“Kami mengikuti kalian kemarin karena kami merasa aneh dengan sikap kalian yang semakin dekat. Bukan karena kami tidak suka, sungguh kami sangat suka dan berterima kasih melihat kalian berdua menjadi dekat. Dan karena kau, Yoona jadi bisa tertawa seperti dulu lagi” jelas Sooyoung.

“Dulu ? Apa maksudmu sebenarnya ?” tanya Luhan, tidak mengerti dengan penjelasan Sooyoung barusan.

“Ini yang sebenarnya ingin kuberitahukan padamu. Tentang Yoona, Lay dan alasan kenapa dirinya berubah dan kenapa kami berterima kasih padamu” sambung Sooyoung.

“Lay ?” tanya Luhan yang semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan mereka.

“Begini, sebenarnya…..”

Sooyoung pun mulai menceritakan semuanya tentang kisah Yoona dan Lay tidak terkecuali tentang Lay yang pergi meyisakan tangis untuk Yoona.

**

Disinilah Yoona, duduk di sebuah cafe bersama yeoja bernama Jessica yang tadi datang menemuinya tepat saat Luhan diseret pergi oleh Kris, Kai dan Sehun.

Yoona juga sengaja memilih cafe ini karena dia juga berjanji dengan Luhan untuk bertemu di cafe ini.

Hening.

Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua untuk waktu yang cukup lama sampai Jessica yang membuka pembicaraan untuk pertama kali.

“Lama tidak bertemu, Bagaimana kabarmu ?” tanya Jessica basa-basi.

“Baik, terima kasih. Bagaimana denganmu ?” tanya Yoona kembali.

“Baik, terima kasih juga” jawab Jessica.

Hening kembali diantara mereka….

“Kita hanya pernah bertemu satu kali bukan ? kurasa kita belum sempat berkenalan secara resmi” ucap Yoona “Im Yoon Ah imnida” sambungnya.

“Jessica Jung imnida”

“Bagaiman kau tau aku kuliah di universitas itu ?” tanya Yoona.

“Dari Lay” jawab Jessica.

Kembali, nama itu membuka luka di hati Yoona. Walaupun dia tau Jessica -yeoja yang pernah ada dalam masa lalunya- menemuinya karena ada hubungannya dengan Lay tapi dia tidak menyangka mendengar namanya, rasanya bisa sesakit ini.

“Mianhae karena telah mengingatkanmu” kata Jessica.

“Tidak apa-apa” jawab Yoona masih dengan kepala tertunduk.

“Aku tau kau sudah melupakannya hanya saja aku tidak menyangka kau bisa melupakannya padahal menurut ceri-”

“Tunggu dulu. Apa maksudmu melupakannya ?” tanya Yoona yang langsung melihat ke arah Jessica.

“Eh, bukankah kau sudah melupakannya ? Kemarin aku melihatmu bersama namja lain dan kalian terlihat sangat bahagia. Tadi juga bukannya kau bersamanya”

“Kau melihatku bersama Luhan ?” tanya Yoona.

“Jadi namja itu bernama Luhan” ucap Jessica sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya “Aku hanya tidak menyangka kau bisa melupakan Lay. Memang Lay sudah lama pergi hanya saja menurut cerita Lay, kalian berdua saling mencintai. Bagaimana bisa kau yang katanya mencintai Lay tapi dapat melupakan Lay ?”

“Aku memang mencintainya dan aku tidak melupakan Lay. Tidak ingin dan tidak akan pernah”

“Apa kau yakin ? Kau terlihat sangat bahagia ketika bersama namja yang bernama Luhan itu, seperti tidak pernah ada Lay dalam hidupmu”

“Tidak, itu tidak benar. Aku selalu mengingatnya dan sampai kapanpun Lay akan selalu ada dalam hidupku”

“Apa kau yakin ?” tanya Jessica yang di jawab anggukan mantap oleh Yoona.

“Kalau begitu aku ingin bertanya padamu. Pernahkah kau teringat atau bahkan terbesit nama Lay saat bersama Luhan ?” tanya Jessica sekali lagi.

Yoona terdiam.

“Sudah berapa lama kau tidak mengunjungi makam Lay ?” kali ini pertanyaan Jessica benar-benar tepat mengenai organ-organ Yoona. Menguncinya rapat, membuat dadanya terasa sesak.

Benar apa yang di katakan Jessica barusan dan Yoona menyadarinya. Tidak pernah sekalipun nama Lay muncul dalam otaknya ketika dia bersama Luhan. Sudah lama dia tidak mengunjungi makam Lay bahkan seingat Yoona sudah lama dia tidak menangisi Lay.

Tanpa disadari Yoona semakin lama dia semakin melupakan Lay. Bagi Yoona, Luhan bagaikan obat yang dapat menyembuhkan lukanya. Membuatnya lupa segala hal yang membuat dirinya mengenang Lay. Yang berarti selama ini dia memiliki niat untuk melupakan Lay.

Kedekatannya dengan Luhan tanpa sadar membuatnya melupakan Lay.

 

**

“Aku tidak menyangka Yoona memiliki kenangan seperti itu” ucap Luhan setelah selesai mendengar Sooyoung bercerita.

“Itulah sebabnya kami memberitahukanmu. Kami tidak mau kau menyakiti dia” jelas Yuri.

“Ne oppa, kami tidak mau melihat hatinya hancur untuk kedua kalinya karena itu kami ingin memperingatkanmu terlebih dahulu” kata Seohyun.

“Selama ini yang bisa mengembalikannya seperti dulu hanya kau” sambung Sooyoung.

Luhan mengangguk mengiyakan Sooyoung, Yuri dan Seohyun “Percaya padaku, aku tidak akan pernah menyakiti hatinya ataupun membuat dia menangis sedikitpun”

“Kupegang kata-katamu barusan” ucap Kris tersenyum.

“Aku berjanji” jawab Luhan mantap.

“Wah hyung, ternyata kau sudah dewasa” ucap Sehun sambil merangkul Luhan.

“Kami tidak perlu mengawasimu lagi sekarang” samhung Kai ikut merangkul Luhan.

“Ya!!! Bukankah aku yang seharusnya berkata seperti itu pada kalian. Bisa-bisanya kalian menyeretku tadi!!!” teriak Luhan, kesal sambil melepaskan rangkulan Kai dan Sehun yang saat ini tertawa melihat tingkah Luhan.

BRAK

Terdengar suara pintu yang di buka dengan keras. Terlihat Chen yang sedang menatap Luhan. Tatapannya saat ini tidak dapat diartikan.

Semuanya terdiam. Tidak berani mengeluarkan suara atau lebih tepatnya tidak tau ingin mengatakan apa. Chen pun berjalan mendekati Luhan.

Luhan hanya diam melihat Chen yang berjalan ke arahnya. Dia tau selama ini Chen menyukai Yoona sama halnya dengan Chen, dia juga tau selama ini Luhan menyukai Yoona.

Sekarang Chen tepat berada di hadapan Luhan. Untuk beberapa saat mereka berdua sampai….

“Jagalah Yoona baik-baik” ucap Chen pada Luhan yang sepertinya sedikit terkejut sama dengan yang lainnya.

“Aku menyerahkan tugasku padamu” sambung Chen.

“Apa maksudmu ?” tanya Luhan tidak mengerti.

Chen menggelengkan kepalanya, tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Luhan barusan. Dia hanya mengulurkan tangannya yang di sambut oleh Luhan lalu dia tersenyum.

“Kuharap kau adalah orang yang tepat. Jangan pernah membuat dia menangis atau aku akan merebutnya”

“Pasti, percayalah padaku” jawab Luhan.

Lalu Chen pun berjalan menjauh dari luhan menuju pintu “Kalian semua, hentikan ekspresi kalian itu” suruh Chen tanpa melihat mereka sebelum menghilang dibalik pintu.

Kini hanya tersisa mereka tanpa Chen.

“Apa benar itu tadi Chen oppa ?” tanya Seohyun, tidak ada yang menjawab pertanyaan Seohyun barusan. Mereka semua sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Apa yang akan kau lakukan ?” tanya Kris akhirnya pada Luhan.

Sesaat Luhan diam, memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan Kris barusan. Lalu dia tersenyum, mendapatkan jawaban yang tepat mungkin.

“Aku akan menyatakan perasaanku” jawabnya.

“Mwo ?!!” teriak yang lainnya secara bersamaan begitu mendengar jawaban Luhan.

“Hyung, apa tidak terlalu cepat ?” tanya Kai.

“Kalau bukan karena kalian yang menyeretku tadi, aku pasti sudah menyatakan perasaanku!!” jawab Luhan kesal.

“Sudah kami katakan itu salah Kris hyung yang menyuruh kami” jelas Sehun.

“Kalian berdua ribut sekali” ucap Kris “Kau yakin akan menyatakan perasaanmu sekarang ?” tanya Kris lagi, meyakinkan kembali keputusan Luhan.

“Aku sangat yakin” jawab Luhan mantap.

“Kami percaya padamu” sambung Sooyoung mengangguk mantap diikuti Seohyun dan Yuri.

“Baiklah kalau begitu, aku juga percaya padamu” kata Kris diikuti anggukan Kai dan Sehun.

“Bukankah kau ada janji dengan Yoona ?” seingat Kris tadi Luhan membuat janji debgan Yoona.

“Omo!! Hampir saja aku lupa” ucap Luhan sambil memukul dahinya pelan.

“Aku harus pergi sekarang, annyeong” kata Luhan yang sedang terburu-buru berjalan ke arah pintu.

“Oh ya, terima kasih karena kalian telah menceritakan hal ini padaku” sambung Luhan tepat sesaat sebelum dia menghilang di balik pintu.

“Kuharap semua akan berjalan lancar” ucap Yuri.

“Aku yakin Yoona akan menerima Luhan” kali ini Sooyoung.

“Tau dari mana kau ?” kata Kris.

“Karena aku yakin, Yoona juga menyukainya” jawab Sooyoung.

**

Untuk keselian kalinya hening diantara mereka….

“Sudah sore, kurasa aku harus pergi. Bukankah kau juga ada janji jam 5 dengan Luhan” ucap Jessica sebelum beranjak dari tempat duduknya. “Lay sangat mencintaimu” sambungnya.

Yoona hanya diam, tidak memberikan jawaban apa-apa atas ucapan Jessica barusan.

Setelah kepergian Jessica, kembali dirinya menatap gelas minuman yang ada dihadapannya dalam diam. Memikirkan semua yang dikatakan oleh Jessica.

Apa yang dikatakan Jessica memang benar. Luhan membantunya melupakan Lay dan itu tidak boleh terjadi. Apapun dan siapapun tidak boleh membuatnya melupakan Lay. Sampai kapanpun Lay selalu menjadi sebagian dari hatinya.

“Maaf membuatmu menunggu lama” ucapan seorang namja yang kini ada dihadapannya mampu membuat dirinya tersadar dari lamunannya.

Kembali senyuman terukir di bibir mungilnya. Namun kali ini senyumnya tidak seperti biasanya. “Tidak, aku yang datang terlalu cepat”

“Sudah makan ?” tanya Luhan lagi, Yoona hanya menggelengkan kepalanya sekilas untuk menjawab pertanyaan Luhan.

“Kau ?” tanya Yoona balik.

“Belum” jawab Luhan.

Kembali… Mereka berdua diam, tidak ada yang berbicara sama sekali. Sampai Luhan mengeluarkan suaranya.

“Baiklah. aku tidak akan berbasa-basi lagi. Aku tidak ingin ada orang yang tiba-tiba datang memotong pembicaraanku padamu dan menyeretku kembali”

Yoona mengangkat sebelah alisnya, tidan mengerti maksud Luhan. “Apa maksudmua ?”

“Saranghae…… Saranghae……… Saranghae….. Aku mencintaimu, sudah lama aku mencintaimu. Maukah kau menjadi yeojachinguku ?” tanya Luhan langsung, tidak terlihat sedikitpun keraguan di dalam tatapannya.

Sedangkan Yoona, terlihat kekagetan didalan tatapan Yoona saat ini setelah mendengar pernyataan Luhan barusan.

Yoona menundukkan kepalanya. Tidak ingin melihat wajah Luhan. Saat ini hatinya sedang berperang sampai pada akhirnya dia memutuskan sesuatu.

”Kuharap ini adalah pilihan yang tepat” batinnya.

“Jadilah yeojachinguku ? Aku berjanji tidak akan membuatmu menangis” ulang Luhan yang masih belum mendapat jawaban dari Yoona.

Kali ini Yoona mengangkat kepalanya, terlihat ketegasan dalam tatapan matanya. Ini adalah pilihannya dan dia yakin ini adalah pilihan terbaik.

“Mian” ucapnya “Mianhae…. Karena aku tidak bisa menerimamu”

-TBC-

Leave a Comment after read this, please…

15 thoughts on “Let’s Never Meet Again (Chapter 10)

  1. ya ampun Sica akhirnya muncul di ff ini, meskipun aku gak yakin dia protagonis atau antagonis disini..
    Yoong kenapa nolak Luhan, hiks ikut sedih
    lanjut ff nya thor, hwaiting!

  2. Aah ff ini akhirnya nongol juga.Itu kenapa Yoona nolak Luhan??
    Thor tanggung jawab , penasaran bgt nih.
    Next ditunggu~~ 😀

  3. thor, aku panggil kaka aja boleh ya?
    ka, kenapa pas bagian yang happy-happy aku kurang dapet feelnya. tapi pas bagian sad kaya part awal, aku nangis. emang akunya yang berlebihan atau emang sad banget ya?

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s