[Freelance] Me and My Husband (Chapter 7)

Untitled-1 (4)

 

Me, And My Husband (Chapter 7)

Author             :  _agrn

Main Cast        : Luhan, Yoona, and Sehun

Other Cast       : Seohyun , EXO-K, Jung Hyemi (OC)

Genre              : Romance, Marriage Life, Friendship, Family, Littlebit Comedy

Rate                 : PG 15

Length             : Multichapter

A/N                 : Hai Readers~ FF ini kembali berlanjut. ^^ Makasih banyak buat komentar kalian di chapter sebelumnya, kalau ada yang belum kubalas, aku minta maaf *bow bareng Yoona* Nah, sesuai janjiku, di Chapter ini alasan Luhan nyium Yoona waktu itu bakal terungkap ._. well, at last DON’T LIKE DON’T READ dan Happy Reading~

oOoOoOo

“Siapa bilang hanya dia yang bisa melakukannya, Im Yoona?”

Sehun menatap Yoona dengan tatapannya yang datar dan tajam. Sepertinya emosi sedang bergejolak didalam dirinya. Sedangkan Yoona sendiri hanya dapat terpaku. Ia tidak bisa melakukan apa-apa karena masih shock, apalagi posisi mereka sekarang belum berubah.

Sehun akhirnya bangkit dari posisinya. Ia berdiri lalu berjalan menuju kamarnya tanpa mengatakan apapun.

Perlahan, Yoona merubah posisinya menjadi duduk. Sebelah tangannya masih saja setia menutupi bibirnya. Jemarinya menyentuh permukaan bibirnya yang hari ini ‘dijamah’ oleh dua orang namja.

“Sebenarnya ada apa ini?!!!”batinnya. Setelah kembali fokus, ia meraih ponselnya dan segera menghubungi Seohyun. Ia ingin menceritakan semua yang terjadi hari ini dan berharap diary berjalannya itu dapat memberinya petunjuk.

Sayangnya, yang ia dengar bukanlah suara Seohyun, melainkan suara operator. Dengan heran, ia menutup panggilannya. Mungkin Seohyun sedang sibuk.

Tapi, sesibuk apapun dia, dia tidak pernah mengabaikan panggilan Yoona. Dari situlah Yoona mulai cemas. “Ada apa dengannya ya…”

Disaat Yoona sedang sibuk memikirkan Seohyun dan sedikit melupakan hal yang baru saja terjadi, Sehun sedang terlihat kacau dikamarnya. Begitu masuk kedalam, ia langsung merebahkan tubuhnya keatas tempat tidur dan mendengus.

“Kenapa kau melakukan itu Oh Sehun!!!!”gerutunya pelan. Baiklah, ia harus mengaku. Tadi ia sempat panas karena Yoona terlihat meremehkannya. Karena sifat dasarnya yang tidak suka diremehkan, ia langsung melakukan hal itu tanpa berpikir jernih. Apa itu bisa dibilang cemburu? Entahlah.

Dan sekarang ia menyesali perbuatannya. Apa yang akan dilakukan Yoona? Apa ia akan mengadu pada Ayah dan Ibunya? Tapi Sehun sadar Yoona bukan yeoja seperti itu, ditambah lagi statusnya sebagai Suami Yoona, bukankah Suami yang mencium Istrinya adalah hal yang wajar?

Tunggu dulu. Kenapa ia terdengar seperti mengakui kalau ia adalah suami Yoona? Astaga, dia sudah terlalu lelah sepertinya.

Akhirnya Sehun menggeleng pelan, lalu memutuskan untuk tidur.

oOoOoOo

Sehun terbangun dari tidurnya. Ia menoleh ke samping dan mendapati jamnya menunjukkan pukul 5 pagi. Tumben sekali ia bangun pagi.

Namja itu berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh dirinya. Setelah ia siap dengan seragamnya, ia segera keluar dari kamarnya.

“Ini masih pagi, dia mungkin belum ba…”

Pemikiran Sehun tadi tidak terbukti, karena dengan bersamaan, Sehun dan Yoona keluar dari kamar mereka. Mereka saling menatap untuk sementara waktu. Hening mendominasi hingga akhirnya Yoona menyapa dengan senyum kakunya. “P…Pagi”ucapnya.

Hei, ini lebih baik dibanding dia langsung berlari pergi karena malu bukan? Siapa yang tidak malu kalau bertemu dengan namja yang baru saja menciummu dengan ganasnya semalam? Walau Yoona sedikit melupakannya, ketika melihat wajah Sehun, ia jelas teringat kembali dengan kejadian itu.

Sehun bukannya tidak ingin membalas sapaan Yoona, ia hanya terlalu kaget dan malu saat melihat Yoona. Lama ia tidak menjawab, hingga akhirnya Yoona memutuskan untuk pergi ke ruang makan. Dan ternyata, Yoona berniat menghindari Sehun karena yeoja itu segera mengambil roti dan meminum sedikit susu, lalu pergi.

Sehun menghela nafas. Ia hanya bisa berharap, Yoona tidak banyak bercerita pada EXO, atau pada orang tuanya.

oOoOoOo

Sehun harus mengutuk guru yang menyuruh Yoona duduk disebelahnya. Karenanya, suasana semakin canggung sekarang.

Sesekali Sehun menatap Yoona, dan tak jarang mereka saling menatap. Ketika mereka sedang menatap satu sama lain, mereka langsung mengalihkan pandangan. Kai yang sesekali melihatnya tertawa dalam hati. Namun ia juga bingung, apa yang terjadi pada mereka berdua hingga menjadi begitu?

“Baiklah, untuk tugas selanjutnya, dilakukan per kelompok. Kerjakan saja dengan teman sebangku kalian. Kumpulkan sebelum bel berbunyi”pertintah sang Guru.

Yoona benar-benar ingin memenggal leher guru itu. Apa ia tidak sadar?! Dengan titah itu, sekarang Yoona harus berkomunikasi dengan Sehun, dan jelas ia masih malu dan canggung untuk sekedar menyapa Sehun seperti tadi pagi!!

Namun akhirnya ia menyerah. Ia harus mengerjakan tugas ini. Ia tidak boleh membiarkan hal sepele seperti ini membuatnya tidak bisa mengerjakan tugasnya.

“Emm… Sehun-ah”panggil Yoona ragu. Sehun menatapnya datar seperti biasa. Padahal didalam hatinya, Sehun sudah merasa bingung dan malu.

“Kau tidak perlu mengerjakan ini Sehun-ah, aku akan mengerjakannya untukmu”ucap Yoona diiringi senyumnya yang terlihat tulus. Padahal itu hanyalah kedoknya agar tidak berkomunikasi dengan Sehun.

Sehun menghela nafas. Ia terlalu pintar untuk tidak mengetahui maksud asli Yoona. Namun ia juga berpikir kalau itu adalah solusi terbaik. Mereka tidak mungkin bisa menyelesaikannya jika berdua. Lebih baik Yoona mengerjakannya sendiri. Sehun yakin Yoona bisa melakukannya. “Terserah kau saja”jawabnya berlagak cuek.

Yoona menghela nafas lega. Ia bersyukur karena Sehun tidak banyak bertanya. Pada akhirnya ia berhasil mengerjakan tugas itu, walaupun sendirian. Baru saja ia akan pergi untuk mengumpulkan tugas itu, ia sudah berhenti karena mendengar perkataan singkat Sehun.

“Maaf atas yang semalam”

Yoona terdiam sesaat sambil menatap Sehun. Sedangkan Sehun sendiri menatap keluar jendela. Yoona akhirnya menghela nafas dan berjalan menuju meja guru tanpa menjawab pernyataan Sehun. Ia tidak berniat untuk menjawabnya ataupun membahasnya sama sekali.

oOoOoOo

“Ya! Oh Sehun! Sebenarnya apa yang kau lakukan semalam huh?”tanya Kai penasaran. Suasana kelas sekarang sudah sepi karena bel telah lama berbunyi. Yoona –yang notabene ada kaitannya dengan pertanyaan Kai- pun sudah pulang.

Sehun menghela nafas. Benar kata Eomma-nya. Tidak enak jika kita menyimpan semuanya sendiri. Ia harus membaginya pada orang lain, setidaknya untuk meringankan bebannya. “Kemarin.. aku melihatnya… dicium oleh Luhan Hyung”

“Luhan Hyung?! Xi Luhan maksudmu?! Xi Luhan teman kita sewaktu di Beijing waktu itu?! Yang baru saja pindah ke sekolah kita?!”tanya Kai kaget dan bertubi-tubi.

“Iya”jawab Sehun singkat.

“Astaga… dan Kau cemburu sampai semalam kau melakukan hal yang sama seperti Luhan Hyung?!”tebak Kai.

“Well…. Yeah”jawab Sehun sedikit ragu.

“Kenapa kau terdengar ragu hah? Apa kau melakuan lebih!?”tanya Kai lagi sedikit histeris.

“Aku memang melakukan lebih tapi… Hei! Berhenti memasang wajah seperti itu! aku hanya hampir melakukan French kiss dengannya! Kau puas?!”jawab Sehun kesal. Seharusnya ia menceritakannya pada Suho atau D.O.

Sementara Sehun sibuk dengan Kai, Yoona untuk pertama kalinya pulang ke rumahnya setelah menikah dengan Sehun. Ia membuka pintu utama rumahnya yang begitu besar. Tidak ada yang tahu bahwa dia akan pulang. Itu bagus, karena jika Yoona pulang semua orang akan repot.

“Eomma?”panggilnya kecil,namun akhirnye bergema di rumah yang besar itu.

Jelas saja, Eomma-nya yang ternyata sedang berada di ruang keluarga –yang tidak jauh dari tempat Yoona berdiri- mendengarnya dan segera berdiri untuk menyambut anak semata wayangnya itu.

“Yoona-ah!”ujar wanita berusia hampir kepala lima itu. ia langsung memeluk anaknya itu dengan erat. “Eomma merindukanmu!!”

Yoona balas memeluk Ibunya. “Ne Eomma… Aku juga merindukanmu…”

Setelah melepas pelukan mereka, keduanya langsung berbagi cerita di ruang tengah ditemani beberapa cemilan. Well, mereka sebenarnya lebih terlihat seperti sepasang saudara ketika berdekatan. Pemandangan seperti itu sudah tidak asing. Mungkin banyak yang tidak percaya kalau Yoona adalah anak angkat dikarenakan kedekatan mereka itu.

“Emm… Eomma… Aku ingin cerita, tapi.. tolong jangan berpikir yang tidak-tidak…”ujar Yoona hati-hati.

Eommanya tersenyum. “Tentu saja, silahkan sayang”

“Eomma ingat Luhan? Sepupuku itu…”Nyonya Im mengangguk. “Kemarin… entah dikarenakan apa… ia menciumku…”

Nyonya Im mengerjapkan matanya 2 kali, terlihat bingung sekaligus lucu. Diusianya yang hampir kepala lima, kesan lucu dan imut diwajahnya tidak berubah. “Bukankah ia sudah sering menciummu?”

“Aish… Ia sering menciumku di pipi atau di dahi tapi itu saat kecil Eomma… Dan kemarin ia menciumku disini!!”Yoona menunjuk bibirnya.

Nyonya Im tidak memberi respon selama 5 detik, dan detik selanjutnya Nyonya Im tertawa-tawa hingga memegangi perutnya. Yoona bahkan sempat bingung. Apa ada yang lucu hingga Eomma-nya tertawa seperti itu?

“Aigoo… Jadi first kiss-mu sudah diambil oleh Luhan? Kurasa kau tidak akan menyesal karena Luhan adalah namja tampan…”gurau Nyonya Im.

“Eomma!”gerutu Yoona kesal.

“Geurae, apa hanya itu yang ingin kau ceritakan?”

Yoona terdiam sesaat. Wajahnya memerah. Apa ia harus menceritakannya? Atau tidak usah? Tapi ia butuh saran… akhirnya yeoja itu menghela nafas dan memutuskan untuk bercerita.

“Dan Sehun ternyata melihatnya Eomma… Malamnya, ketika aku sedang duduk disebelahnya, ia berkata bahwa ia melihat hal  itu. Gayanya yang sok membuatku kesal dan mengatainya sedikit. Aku tidak tahu kalau dia kesal… pada akhirnya ia mendorongku hingga posisi kami.. err… seperti itu… lalu tanpa aba-aba dia menciumku Eomma! Disini! Dia juga menciumku disini!!”jelas Yoona terputus-putus dan sedikit histeris. Wajahnya memerah karena malu.

Nyonya Im menutup mulutnya dengan sebelah tangan. “Astaga, anakku sungguh beruntung mendapatkan 2 namja tampan untuk mengulum bibirnya..”

“Eomma!!!”seru Yoona lagi. Ia bingung, kenapa Ibunya harus mengatakan kata-kata tidak berguna seperti itu?!

“Baiklah… Kau harus tahu Yoongie… Sehun itu cemburu”ucap Nyonya Im seraya tersenyum manis.

“Cem…buru?”tanya Yoona bingung.

“Ya, ia cemburu karena melihat Istrinya dicium lelaki lain Yoona-ya. Astaga.. anak-anak jaman sekarang..”Nyonya Im kembali tertawa. Sedangkan Yoona terdiam.

Sehun… cemburu? Dua kata itu sukses membuat wajah Yoona memerah menahan malu. “Berarti… apakah…”gumam Yoona kecil. namun dia menggeleng, mencoba menghalau peikirannya tadi.

“Sudahlah, aku masih punya tugas yang harus dikerjakan. Aku pulang Eomma”

Yoona berjalan menjauh hingga hilang dari pandangan Nyonya Im. Begitu tidak melihat Yoona lagi, Nyonya Im segera menelpon seseorang.

“Yoboseo?”

“Ne, ahjumma? Ada apa?”

“Kerjamu bagus sekali Lulu!! Eomma tidak salah memilihmu untuk membantu. Habis, Yoona dan Sehun jarang sekali terlihat melakukan skinship…”ujar Nyonya Im terlihat bahagia.

Luhan yang ditelepon hanya dapat tertawa “Hahaha… aku senang bisa membantu… Tapi sebelumnya aku minta maaf karena telah merebut ciuman pertama anakmu Ahjumma… Hahaha”guraunya

oOoOoOo

Sekarang Yoona sudah ada didalam kamarnya. Ia berbaring di tempat tidurnya sambil mengutak-atik ponselnya. Dan sekarang tiba-tiba ia teringat pada Seohyun. Yeoja itu sama sekali tidak menghubunginya. Apa yang terjadi sebenarnya?

Akhirnya Yoona memutuskan untuk segera menelepon Seohyun. Butuh waktu lama untuk menunggu sampai Seohyun menjawab teleponnya.

“Yoboseo?”ujar Yoona

“Ne eonni?”tanya Seohyun. Nada suaranya terdengar santai,namun entah kenapa Yoona merasa Seohyun sedang menyembunyikan sesuatu.

“Kau tidak apa-apa kan? Tadi kau tidak sekolah dan aku sulit menghubungimu”ucap Yoona jujur.

“Aku sedang banyak tugas dari Appa Eonni. Maaf aku sedang sibuk, kututup dulu ya?”

Yoona menghela nafas. Ini yang ia tidak suka dari Seohyun. Menyembunyikan masalahnya sendiri. “Jika terjadi sesuatu jangan lupa beritahu aku, ok?”

“Ne Eonni. Annyeong!”

Klik!

Sambungan ditutup. Yoona kembali menghela nafas. Seohyun sering sekali melakukan ini. Tidak tahukan yeoja itu? Yoona kesepian. Teman yang bisa ia percaya hanyalah Seohyun. Teman yang tahu dirinya bahkan melebihi orang tuanya hanyalah Seohyun dan yeoja itu menghilang sekarang.

Yoona akhirnya mendengus pelan lalu berjalan keluar. Ia akan menonton televisi sejenak untuk menghilangkan kekesalannya. Persetan bila Sehun juga ada disana. Ia sudah masa bodo.

Benar saja, ada Sehun yang sedang menonton acara berita sambil memakan makanan ringan. Yoona duduk disebelahnya dan mengambil remote yang dipegang Sehun, lalu yeoja itu segera memindahkannya ke channel lain.

Sehun menatap Yoona bingung. Tadinya ia ingin protes karena tingkah Yoona yang semena-mena, namun semua ia batalkan ketika melihat raut Yoona yang seperti ditekuk-tekuk.

“AAAAA!”

Sehun menoleh kearah layar televisi. Sepertinya yeoja ini sedang dirasuki setan. Dia yang biasanya menonton drama-drama roman, sekarang justru menonton film horror. Sebuah pemikiran terlintas di pikiran Sehun, membuatnya tersenyum-senyum sendiri.

“Lihat saja sampai kapan kau bertahan menonton film ini Im Yoona”batin Sehun. Ia kemudian mengambil buku bacaannya dan memakai kacamata bacanya. Bersikap cuek seperti biasanya.

Sehun benar. Tak lama kemudian Yoona sudah mulai ketakutan dengan monster-monster di layar televisi itu. Tak butuh waktu lebih bagi Sehun untuk mendengar jeritan Yoona.

“KYAAAAA!!!!!”Yoona menjerit keras lalu memeluk Sehun erat.

“Y..Ya!”Sehun mencoba menyingkirkan Yoona, namun Yoona justru makin menguatkan pelukannya.

“Sehun-ah usir mereka! Usir!! Aku tidak mau melihat mereka lagi!!! cepat!!!”jerit Yoona lagi.

Sehun menghela nafas. Yeoja ini jalan pikirannya tidak bisa ditebak. Tadi pagi ia terlihat canggung, tadi terlihat kesal, kemudian terlihat senang, lalu terlihat kerasukan setan dan sekarang memeluknya seakan tak pernah ada yang terjadi sebelumnya.

Namja itu mengambil remote dan memindahkan channel ke acara berita yang tadi ia tonton. Sehun menatap Yoona datar. “Sudah. Bisa kau lepas pelukanmu sekarang?”

Dengan canggung, Yoona melepas pelukannya. Wajahnya memerah untuk entah keberapa kalinya hari ini. “G..Gomawo”

Sehun tak menjawabnya. Namun dalam hati ia tersenyum. Menurutnya sikap Yoona tadi cukup lucu dan.. menggemaskan.

oOoOoOo

21:00…

21:45…

22:12…

22:50…

23:15…

23:38…

00:00…

Mata Yoona masih saja terbuka walau jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Yoona sudah berencana tidur sejak jam 9 tadi, namun ia tetap tidak bisa tertidur. Karena menonton film tadi, ia jadi parno.

“Aku tidak bisa tidur…”gumam Yoona kecil. ia juga merasa takut karena suara lolongan anjing tetangga yang menurutnya menyeramkan. Ditambah, sekarang badai sedang turun dengan hebatnya, petir pun menyambar.

“KYAAAA!”Yoona berteriak ketika bunyi petir terdengar besar dan kuat, apalagi ketika lampu mati seketika. Keadaan gelap dan Yoona semakin panik. Akhirnya dengan segenap tenaganya, ia berjalan keluar. untunglah tadi ia bisa menemukan pintu dengan mudah. Selanjutnya, ia segera meraba-raba dinding disebelahnya, mencoba mencari pintu kamar Sehun.

CTAAAR! /?/

Yoona kembali berteriak begitu suara petir kembali menggelegar. Segera, ia memukuli pintu itu berulang-ulang dengan sekuat tenaganya.

“Sehun-ah! Sehun-ah!!! OH SEHUN!!!!”teriak Yoona terus memukuli pintu itu. tiba-tiba Yoona mendengar suara aneh. Seperti benda benda yang berjatuhan, dan itu membuatnya kembali ketakutan dan semakin kuat memukuli pintu itu tanpa membuka matanya.

“H..Hei! Ya! Im Yoona!”

Yoona membuka matanya ketika mendengar suara Oh Sehun. Namja itu memegangi tangannya yang ia gunakan untuk memukuli pintu sedari tadi. “Ada apa hah?! Kenapa kau memukuli pintuku?! Kenapa kau malah memukuliku tadi?!”tanya Sehun. Well, sanking takutnya, Yoona tidak sadar kalau pintu sudah dibuka dan dia malah memukuli Sehun.

“A..Aku takut…”ujar Yoona. Sesungguhnya ia tidak ingin terlihat lemah didepan Oh Sehun, namun ketakutannya mengalahkan semuanya, ia tidak peduli lagi.

“Kumohon.. aku tidak bisa tidur… izinkan aku tidur denganmu mala mini Sehun-ah… kumohon”

Yoona bersyukur keadaan sekarang gelap, kalau tidak, Sehun pasti bisa melihat wajahnya yang ketakutan sekarang.

Sedangkan Sehun malah mengutuk keadaan sekarang. Ia ingin melihat bagaimana seorang Im Yoona yang terkenal bertangan dingin dan bijaksana ini memohon padanya. Namun akhirnya ia menyuruh yeoja itu masuk. Ada sesuatu dalam dirinya yang menyuruhnya untuk menolong Yoona dan menjaganya.

“Tidur saja di tempat tidurku. Aku akan tidur di sofa”ucap Sehun datar. Ia baru akan berjalan menuju sofa ketika tangan Yoona memegang ujung pergelangan bajunya. Sehun menoleh pada Yoona.

“D..Disini saja.”ujar Yoona. Sehun cukup pintar untuk mengetahui apa yang Yoona maksud. sebenarnya ia tidak ingin melakukannya… tapi Yoona terlihat begitu membutuhkannya.

“Tentu saja ia membutuhkanku, bukankah aku sua…”Pikiran Sehun tiba-tiba membuat wajahnya memerah karena malu. “Apa yang kau pikirkan Oh Sehun!!!?”jeritnya dalam hati.

Ia menghela nafas lalu ikut berbaring di tempat tidur berukuran King Size itu. Ia masih bisa merasakan pegangan Yoona pada ujung pergelangan bajunya. Sehun tergerak untuk menggenggam tangan Yoona. Menurutnya itu lebih baik daripada Yoona terus-terusan memegangi bajunya.

Yoona merasakan kehangatan dari tangan Sehun. Tangan yang lebih besar darinya, tangan yang memberinya kehangatan. Kehangatan itu menjalar dari tangannya, hingga keseluruh tubuhnya. Termasuk pipinya yang terasa hangat sekarang.

Tiba-tiba listrik kembali menyala, membuat lampu tidur di kamar Sehun menyala. Keadaan yang remang itu ternyata mampu membantu daya penglihatan kedua anak manusia itu.

Yoona menatap tangannya yang masih bertautan dengan tangan Sehun. Kini ia merasa malu, perlahan, ia mencoba melepaskan tautan itu. Ketika ia hampir berhasi melepaskan tautan itu,  Sehun justru menggenggam erat tangan Yoona.

Yoona terkesiap, tidak pernah ia menyangka Sehun akan melakukan hal itu. Yeoja cantik itu menengadahkan kepalanya, menatap Sehun dengan pandangan bingung. Sehun yang juga menatap Yoona mengerti akan arti tatapan Yoona. Namun tubuhnyalah yang melakukannya, otaknya tidak menyuruhnya untuk melakukan ini, tubuhnya bergerak sendiri.

“Sehun-ah…”Yoona memanggil Sehun, agar namja itu sadar dan melepaskan tautan tangannya.

Entah setan apa yang merasuki tubuh Sehun sekarang. Kini ia mulai mendekatkan tubuhnya pada Yoona. Sebelah tangannya yang bebas ia gunakan untuk menyentuh pipi Yoona, sedangkan sebelahnya lagi masih menggenggam tangan Yoona dengan erat.

Ia memajukan wajahnya, hingga kini jarak wajahnya dan Yoona hanya tinggal beberapa senti. Yoona sendiri merasa sedikit terbuai dengan sikap Sehun padanya, sehingga ia mengikuti instingnya untuk menutup matanya.

Sial bagi mereka, ketika bibir mereka hampir bertemu, mereka dikagetkan dengan suara ketukan pintu. Yoona segera mendorong pelan dada Sehun, membuat Sehun menjauhkan tubuhnya sekaligus melepas tautan tangannya dan Yoona.

Yoona merubah posisinya menjadi duduk. “S..Sehun-ah… s..siapa yang datang tengah malam begini…”bisik Yoona takut.

Sehun menggeleng pelan. Ia beranjak berdiri dan keluar untuk membuka pintu. Yoona mengekor dibelakangnya.

Ini malam… saat ini sedang badai. Siapa yang ingin berkunjung di saat seperti ini? Setidaknya itulah yang ada dipikiran Yoona.

“Sehun-ah, hati hati, siapa tahu itu monster”gumam Yoona. Sehun memutar bola matanya. Ada-ada saja yeoja itu.

Sehun membuka pintu. Yang dikatakan Yoona tidak sepenuhnya salah. Didepan mereka kini terdapat seorang yeoja dengan baju basah dan kotor. Rambutnya berantakan, kusut dan kotor. Tangannya memeluk dirinya sendiri, berusaha membuat dirinya hangat. Sekujur tubuhnya juga kotor.

Namun Yoona tahu, yang dihadapannya bukanlah monster. Yang ada didepannya dengan keadaan menyedihkan itu adalah temannya, seorang yang ia rindukan dan ia cemaskan sejak tadi.

“Seohyun-ah!”

TBC

Jjjeng jjeng~ inilah kelanjutannya. Lama banget ya? Duh, maaf banget ;; setidaknya aku udah berusaha cepet cepet ngelanjutinnya nih. RCL ya

 

 

132 thoughts on “[Freelance] Me and My Husband (Chapter 7)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s