The Endless Love

Tittle                      : The Endless Love

Author                  : J.M.A

Main Cast            :  Jessica Jung or Jessica (Snsd) & Wu Yi Fan or Kris (EXO-M)

Other Cast          : Choi SooYoung or Sooyoung (Snsd) & Xi Luhan or Luhan (EXO-M)

Length                  : Drabble (1.487 Words)

Genre                   : AU & Sad Romance (maybe)

Rating                   : PG-13

Author Note      : Hello~! Jasmine comeback sambil membawa 1 ff baru. Mianhae jika banyak typo, kurang dapet feelnya, alur ceritanya aneh,dll karena Jasmine juga masih author newbie di dunia per ff-an. Jangan lupa comment ya, biar Jasmine bisa intropeksi saat membuat ff lainnya. Di ff ini semua POV itu cuma difokuskan ke Kris hehe. Mianhae banyak bacot, Kamsahamnida ^^…

Disclaimer           : FF ini 100% hasil dari pemikiran Jasmine sendiri, cast milik Tuhan dan keluarganya, NO PLAGIARISM & NO BASH!

Cover The Endless Love-01

Kris POV

Di sore hari ini entah mengapa setelah selesai menyelesaikan tugasku dikantor aku ingin sekali pergi ke suatu tempat yang menyimpan sebuah kenangan dengannya. Hhh, jujur saja aku memang sangat merindukannya.

Akhirnya aku tepikan mobilku di ujung jalan yang menuju ke taman kota, kulangkahkan kakiku memasuki daerah taman tersebut dan entah mengapa juga kakiku dengan sendirinya mengarahkan ke arah sebuah pohon maple. Ya pohon maple itu adalah saksi bisu yang melihat pertemuan pertamaku dengan yeoja itu.

FLASHBACK

Aku sedang membaca buku tentang perbisnisan dibawah sebuah pohon maple, udara menusuk kulitku. Tapi entahlah aku tidak ingin beranjak dari tempat ini, setelah merasa sedikit jenuh akhirnya kuputuskan untuk beranjak dari tempat ini. Ketika aku sedang aku berjalan tidak sengaja aku menabrak seorang Yeoja.

BRUK

Yeoja itu terjatuh, aku pun dengan otomatis mengulurkan tanganku untuk membantunya. Yeoja itu pun menerima uluran tanganku.

“Jeosonghamnida ahgassi, gwaenchanayo?”, tanyaku seraya membantunya berdiri.

“Ne, nan-gwaenchanayo. Jeosonghamnida, karena aku tadi tidak terlalu memperhatikan jalan jadi aku menabrakmu. Nan-jeongmal jeosonghamnida.”, ucap yeoja itu seraya membungkukan badannya berkali-kali.

“Ne, gwaenchana. Joneun Kris imnida, neo?”, ucapku seraya mengulurkan tangan kananku untuk mengajak berjabat tangan denganku.

“Joneun Jessica imnida, bangapta Kris-ssi.”, yeoja bernama Jessica itu pun menerima uluran tanganku untuk berjabat tangan.

FLASHBACK END

Aku hanya terkekeh mengingat pertemuan pertama kami, kini kakiku melangkah pergi dari tempat ini. Entah kakiku akan membawaku kemana sekarang. Dan ternyata kakiku kini membawaku ke perpustakaan kota, aku masuk kedalam perpustakaan itu dan mengambil buku tentang design. Kubuka buku itu, kenangan itu kembali terlintas dalam pikiranku.

FLASHBACK

Kini aku sedang membaca buku tentang sejarah Korea Selatan di perpustakan kota. Ketika aku sedang serius membaca aku dapat merasakan bahwa ada seseorang yang duduk di sebelahku.

“Annyeong haseyo Kris-ssi.”, ujar seseorang yang berada di sebelahku, kurasa suara ini sangat familiar di indera pendengaranku. Kupalingkan wajahku dari buku ke seseorang yang duduk di sebelahku, aku cukup terkejut. Namun segera kupasang wajah biasaku kembali.

“Jessica-ssi?”

“Tidak kusangka kita bertemu lagi, namun di tempat dan waktu yang berbeda.”

“Ne, kau sedang membaca buku apa Jessica-ssi?”

“Eoh, aku sedang membaca buku tentang design baju. Kau sendiri Kris-ssi?”

“Aku hanya membaca buku sejarah Korea Selatan.”

“Ternyata kau ini sangat menyukai tentang sejarah ya?”

“Tidak juga, tapi aku hanya penasaran saja dengan Korea Selatan.”

“Memang kau bukan berasal dari Korea Kris-ssi?”

“Aku memang bukan berasal dari sini.”

“Lalu kau berasal dari mana?”

“Aku berasal dari China dan aku pindah ke Korea sekitar 2 bulan yang lalu.”

“Oh begitu rupaya, kalo gitu selamat membaca ne?”

“Ne, kau juga Jessica-ssi.”

“Arraseo Kris-ssi.”

FLASHBACK END

Aku tersenyum mengingat memori tersebut, kakiku mulai melangkah kembali. Kali ini kakiku membawaku ke sebuah restaurant bernuansa Jepang, ku masuki restaurant tersebut dan duduk di tempat favorit kami tiap kali bertemu. Sehingga suatu kejadian yang membuat hatiku terasa sakit dan sesak jika mengingatnya.

FLASHBACK

Hari ini aku sudah bertekad untuk menjadikan Jessica sebagai yeojachinguku, semenjak aku dan Jessica sering bertemu dengan ketidak sengajaan dan setelah beberapa bulan kemudian kami akhirnya menjadi teman dekat. Sekarang aku tengah menunggunya di restaurant Jepang favorit kami berdua.

“Hai Kris-ssi, mianhae aku terlambat. Karena tadi butikku sedang banyak kedatangan pelanggan.”, ujarnya seraya mengambil tempat duduk di depanku.

“Hai Sica-ssi, nan-gwaenchanayo.”, aku pun memanggil seorang pelayan untuk menulis pesananku dan Jessica. Selesai menulis pesanan kami, pelayan itu pun meninggalkan meja kami.

“So, bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor Kris-ssi?”, tanya Jessica memulai perbincangan.

“Hhh, belakangan ini perusahaanku sering mengadakan rapat. Dan bagaimana dengan butikmu Sica-ssi?”

“Belakangan ini butikku sedang mengalami sedikit masalah dan banyak pelanggan yang berbelanja di butikku.”

“Oh ya Kris-ssi, nanti akan ada seseorang yang ingin aku kenalkan padamu.”, lanjutnya tetap mengulum senyuman yang takkan pernah bosan untuk kulihat.

“Hm, nuguya?”, tanyaku sambil menatap wajahnya yang sangat manis.

“Itu rahasia Kris-ssi.”

“Mengapa rahasia Jessica-ssi?”

“Karena jika aku memberitahukannya padamu berarti itu namanya bukan rahasia lagi Kris-ssi.”, ucapnya seraya tersenyum misterius, aku hanya menghela nafas jika ia sudah bersikap seperti ini. Tidak lama kemudian pelayan datang ke meja kami seraya membawa pesanan kami berdua.

-SKIP-

Akhirnya aku dan Jessica telah selesai makan, dan kini aku menatapnya kembali.

“Jessica-ssi.”

“Hm, waeyo Kris-ssi?”

“Sebenernya ada yang ingin aku bicarakan padamu Sica-ssi.”

“Memangnya kau ingin membicarakan apa denganku Kris-ssi?”

“Sebenarnya –.”, belum selesai aku menyelesaikan perkataanku, ada sebuah suara yang memanggil nama yeoja yang sedang bersamaku saat ini.

“Jessica!”, sontak aku dan Jessica memalingkan wajah kearah sumber suara itu, ternyata ada seorang namja dengan senyum yang mengembang diwajahnya sedang berjalan kearah meja kami.

“Luhan akhirnya kau datang juga!”, ucap Jessica sambil menarik namja yang ia panggil Luhan duduk di sebelahnya.

“Jadi ini orang yang kau maksud Sica-ssi?”, tanyaku pelan. Jessica hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda ‘mengiyakan’ pertanyaanku.

“Ne, kenalkan dia Luhan tunanganku dan Luhan kenalkan ini Kris temanku.”

Mwo? Jadi selama ini yeoja yang kucintai sudah bertunangan dengan orang lain?

“Annyeong, Luhan imnida tunangannya Jessica.”, ucap Luhan seraya menjulurkan tangannya, aku pun menerima uluran tangan itu.

“Kris imnida.”, aku pun melepas jabatan tangan itu.

“Oh ya Kris aku punya berita bahagia untukmu.”, ucap Jessica sambil meminum jus strawberry-nya.

“Berita bahagia apa Sica-ssi?”

“Aku dan Luhan akan segera melangsungkan pernikahan minggu depan, kuharap kau datang ke acara pernikahan kami.”, ucap Jessica seraya memberikan sebuah undangan pernikahan dirinya dan Luhan.

Jika Jessica bilang itu adalah kabar yang membahagiakan namun bagiku itu adalah kabar yang menyedihkan, hatiku bagaikan teriris pisau yang sangat tajam. Pupus sudah harapanku untuk mendapatkannya. Tak tahukah ia bahwa hatiku kini sangat sakit? Namun kucoba untuk menahan emosi yang kini sudah meluap-luap dalam hati dan pikiranku.

“Pasti akan ku usahakan untuk datang, ngomong-ngomong chukkae ne? Semoga kalian hidup dengan bahagia dan mempunyai banyak keturunan.”, ucapku sedikit tak ikhlas.

“Hm Jessica-ssi Luhan-ssi, kurasa aku harus kembali ke kantor sekarang karena ada rapat yang harus kutangani. Berbahagialah kalian, Annyeong!”, aku pun meninggalkan mereka berdua yang sedang bermesraan. Hatiku sangat sakit dan sesak menerima semua kenyataan pahit ini.

Akhirnya aku memutuskan untuk menetap di Canada bersama appa dan eommaku disana selama beberapa tahun kedepan untuk melupakan yeoja itu, Jessica Jung.

FLASHBACK END

Aku masih termenung di tempat, sehingga dapat kurasakan ada sebuah tangan yang menepuk bahuku dan itu membuatku aku tersadar kembali. Aku membalikkan tubuhku untuk melihat orang yang menepuk bahuku.

“Annyeong Kris-ah! Long time not see you Kevin.”, ucap seorang yeoja dengan rambut panjang bergelombang berwarna coklat yang diurai dan poni yang menutupi keningnya.

“Mianhae, nuguseyo?”, tanyaku sepontan kepada yeoja tersebut.

“Aish jinjja?! Kau lupa dengan sahabat masa kecilmu hingga SMA-mu ini Kris-ah? Sungguh teganya kau Kris!”, ucapnya dengan sedikit penekanan, kuputar memori ketika masih kecilku hingga SMA.

“Choi Sooyoung, si yeoja shikshin yang cengeng?”, ucapku seraya mengingat-ngingat nama yeoja yang dihadapanku ini.

“YA! Rupanya kau masih mengingatnya namja tiang listrik nan angkuh.”, ucapnya seraya duduk dihadapanku, aku terkekeh pelan mendengarnya.

“Bagaimana kabarmu Sooyoungie?”

“Baik-baik saja, dan kau sendiri Kris-ah?”

“Sama sepertimu, aku baru sadar jika kau membawa banyak buku Soo-ah.”

“Hahahaha, kau saja yang tidak sadar. Ternyata kau tidak banyak berubah seperti 6 tahun yang lalu Mr. Wu.”

“Kau juga Mrs. Choi, sekarang apa profesimu?”

“Dokter spesialis anak, kau sendiri?”

“Direktur utama di perusahaan appa, chukka cita-citamu sebagai dokter spesialis anak tecapai Soo-ah!”

“Gomawo, chukkae juga ne atas keberhasilanmu menjadi direktur utama di perusahaan appamu Kris-ah!”, kami pun tertawa bersama, setelah bisa mengatur nafas Sooyoung kembali bertanya padaku.

“Oh ya Kris, bila kuperhatikan mengapa raut wajahmu sangat murung? Kau sedang ada masalah? Ceritakanlah padaku, mungkin aku bisa membantumu.”, aku hanya menghembuskan nafas mendengar rententan pertanyaan yang terucap dari mulut Sooyoung.

“Baiklah, sebenernya…”, aku pun menceritakan semua tentang masalahku mengenai Jessica, setelah selesai bercerita dia hanya menepuk-nepuk bahuku.

“Kau tahu Kris, ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu tidak selamanya harus memiliki?”, aku hanya menganggukan kepalaku ‘mengiyakan’ perkataannya.

“Itu artinya kau harus merelakan orang yang kau cintai untuk bersama dengan orang yang ia cintai, bukankah kau bilang ingin melihatnya hidup dengan bahagia? Kini mungkin ia telah hidup bahagia dengan pasangannya walau itu membuat hatimu sakit. Tapi percayalah, kau pasti bisa melupakan yeoja itu dengan perlahan walau sulit. Tapi aku percaya kau pasti bisa Kris.”

“Dan lagi pula di dunia ini banyak yeoja selain dirinya Kris, berjuanglah. Fighting!”, lanjutnya seraya mengepalkan kedua tangannya, senyumannya pun tidak pudar dari wajahnya.

“Gomawo Youngie.”

“Cheonma, dan satu lagi. Mulai saat ini mantapkanlah hatimu untuk melupakannya dan terus maju kedepan, dan anggaplah masa lalumu sebagai pelajaran cinta yang tidak akan kau lupakan.”

“Tidak kusangka ternyata uri Sooyoungie sudah beranjak dewasa.”, godaku seraya mengacak-ngacak rambutnya pelan, ia segera menepis tanganku dari kepalanya seraya mencibir kesal.

“Aish! Gara-gara kau kini lihatlah rambutku jadi berantakan tahu Kris nappeun namja! Kau harus tanggung jawab dengan cara mentraktirku di kedai ice cream langganan kita waktu masih SMP!”, tuturnya dengan nada kesal sambil memukul lenganku, aku hanya tertawa melihat tingkahnya itu yang menurutku lucu.

“Arraseo, sini biar kubawakan buku-bukumu itu.”, aku dan Sooyoung pun keluar dari restaurant  ini dan berjalan menuju mobilku yang kuparkirkan di dekat taman kota yang tidak jauh dari restaurant ini.

Mulai saat ini aku akan mengikuti saran Sooyoung untuk Memantapkan hatiku untuk melupakannya.

Good bye, Saranghae Jessica.

~ END ~

 

Fiuh akhirnya selesai juga nih ff dalam waktu 3 jam -_-.

Annyeong haseyo readers, apa kabar kalian? Mianhae Jasmine udah hampir bulan ga mempost ff disini dikarenakan kesibukan sekolah, osis, ekskul, ulangan kenaikan kelas,dan modem internet yang lemot menyebalkan -_- . Readers tolong bantuin Jasmine do’a ya supaya hasil rapot Jasmine bagus hehehe ^^.

Oh ya menurut kalian ff ini gimana? Bagus atau jelek atau apa? Tolong berikan Jasmine pendapat ya buat kebaikan Jasmine dalam membuat ff kedepannya hehe. Dan menurut kalian ff ini meningan ada sequel atau engga? Oh ya sama buat ff Strawberry Cake masih dalam tahap penyempurnaan, jadi buat yang nunggu diharapkan bersabar ne? Maaf banyak bacot.

With Love

J.M.A ak.a Jasmine

31 thoughts on “The Endless Love

  1. hallo jasmine unnie.. ny
    kok endinga hansica… akukan krissica shipper un,..
    hahaha tapi gapapa deh,.. hihihi

    keep writting ya unnie, aku tunggu ff mu yang lain🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s