[Freelance] The Girl (Chapter 4)

nbhbh

Tittle : The Girl

Author : Ohmija

Length : Chaptered

Genre : Romance,Friendship,Sad,Mystery

Rating : T

Main Cast :

–          Im Yoona

–          Seohyun

–          Xiao Luhan

–          Oh Sehun

Other cast :

–          Another SNSD member

–          Another EXO member

Hai…chapter 3 brojol juga.Ini ff dikebut semaleman dikerjainnya hahaha.Disini permasalahnnya udah mulai muncul kok.Udah kita langsung ke cerita

***

Sehun POV

“aku tak apa”katanya pelan.Luhan kah orangnya?orang yang dibicarakan Yuri?Sepertinya aku mendapatkan jawabannya

 “Sehun,kau tak apa?”aku mendengar suara Baekhyun disampingku.

“Aku tak apa”

“Maaf tadi aku sempat membuat masalah”aku mendongak menatap Luhan yang tersenyum kaku.Aku hanya diam dan justru menatap Yoona disampingku.Gadis itu tersenyum kaku sebelum berkata sinis

 “Bagus,kau menghancurkan atmosfer yang terbentuk tadi”

 “Maaf aku akan menjaga sikapku”Luhan membalas dengan pelan.Kemudian melanjutkan makannya.Sedangakan disampingku seseorang menghembuskan nafasnya berat

“Aku ke toilet dulu”

                                                                                ***

Luhan POV

 “Aku merindukan tempat ini”aku mendengar suara indah itu berkata.aku menoleh dan melihat Yoona tersenyum lebar.Senyum yang sangat kurindukan.Senyum yang selalu membuatku tenang.Senyum yang menghipnotis siapapun yang melihatnya.

“Berapa lama aku tak menaiki tangga ini?”lagi lagi suara itu bergumam ceria

Mataku terpejam.Menahan gejolak untuk membawanya pergi dari sini sekarang.Aku berlari cepat keatas—berusaha mengabaikan suara yang membuatku tak bisa tidur akhir akhir ini.Kufokuskan pikiranku ke kamar Seohyun.Ya pintu bercat biru yang telah berada di hadapanku ini

 Laura disana.terduduk di kasurnya.nampan makanan nya di sebelahnya tidak tersentuh.Ia sedang memegang foto dipangkuannya.Mulutnya bergumam pelan

 “Seohyun”aku memanggilnya pelan

Gadis itu berambut mahoni itu mendongak.Wajah cantiknya tersenyum.Namun senyum itu rapuh,tidak sesehat dulu.Rambut gadis itu juga diikat asal asalan.Mata itu tersenyum lemah.Membuat siapapun tak tega melihatnya.Mata itu menatapku penuh cinta.Membuatku merasa sesak dan bersalah

“Luhan,kau sudah pulang?mana Yoona?”katanya saat aku berjongkok dihadapannya.Aku terdiam dan menangkup wajahnya dengan tanganku.Aku menatap mata itu dalam.Aku meyakinkan diriku sendiri dan mengecup bibir pucat itu

“Aku mencintaimu”sedangkan gadis dihadapanku hanya tersenyum tipis

“Aku tahu,aku juga”ia mendongak melihat pintu dan tersenyum sangat lebar.

                                                                                                ***

Yoona POV

 “Yoona, aku merindukanmu”sosok cantik itu menjerit dan bangkit dari kasurnya.ia berlari dan memeluk ku erat.Aku terhenyak saat merasakan tubuh kurusnya

“Aku juga”kataku pelan

Seohyun melepas pelukannya dan menatapku intens.Aku juga melihatnya,ia bertambah kurus.Rambut mahoninya tidak selembut dulu,rambut itu sekarang basah oleh keringat.Bibirnya pucat,matanya sayu.Aku benar benar tak tega melihatnya seperti ini

“Wow.kau tambah cantik.Korea tidak merubahmu ya?”suara cerianya tertawa.Aku hanya tersenyum dan menatap seseorang dibelakang Seohyun

“Bisa kau keluar?”

“Untuk apa?aku akan tetap disini”pria itu bangkit dan duduk di kasur bersprei pink itu.Aku mendengus kesal dan menatap Seohyun.Gadis itu mengangguk mengerti

“Luhan,bisa tinggalkan aku sebentar?ada yang ingin kubicarakan dengan Yoona”pinta Seohyunseraya  berjalan dan menarik tangan Luhan hingga berdiri dan menariknya hingga pintu

“Apa yang akan kau lakukan?”ucap Luhan sinis saat ia sudah sampai dipintu.Ia menahan pintu yang akan ditutup oleh Seo.Aku memutar bola mataku dan berjalan kearah pintu– menyentak tangan Seo dan menatap Luhan tajam

“Bukan urusanmu”aku menjawab ketus.Aku menutup pintu tapi dia menahannya

“Apa yang akan kau bicarakan?Aku berhak tau,aku adalah kekasihnya.Kenapa aku tak boleh tahu urusan pacarku sendiri?”ia menatapku sinis

 “Jangan ikut campur.Ini urusanku”kataku dingin.menahan sesak atas pertanyaannya tadi

“Aku tidak akan membiarkanmu menyakitinya”ia berkata tak kalah dingin

“Aku tak akan menyakiti sahabatku sendiri”aku berteriak kesal

“aku tak percaya”

Yoona POV end

                                                                                                ***

Seohyun POV

 “aku tak percaya”suara Luhan yang biasanya lembut terdengar begitu dingin di telingaku

Aku disana.Melihat dua orang yang paling kusayangi.Dua orang yang telah kubuat terluka.Dua orang yang saling mencintai bersitegang.Mereka saling menatap tajam.Tangan Luhan terkepal kuat.Ia menatap Yoona yang hanya beberapa senti lebih pendek darinya dengan tajam.Sedangkan Yoona,wajah putihnya memerah menahan amarah.Dia menatap pria dihadapannya dengan penuh emosi

“Hey Luhan, sudahlah biarkan mereka berbicara.Bukankah ini tujuan kita meminta Yoona datang?” Baekhyun datang dan menarik tangan Luhan keluar.Namun pria itu justru mendorong Baekhyun kasar,membuat  Baekhyun terhuyung jatuh.

“Hey ada apa denganmu?”Kai berkata dan membantu Baekhyun bangun.Sedangkan Chanyeol dan Kris langsung menarik badan Luhan—tak mempedulikan pemberontakan yang dikeluarkan oleh Luhan.Mereka memaksanya menuruni tangga rumah,menjauh dari kamarku.Aku menatap Luhan sendu saat tiba tiba pintu dibanting dihadapanku.Aku terkejut dan melihat wajah Yoona yang begitu marah dihadapanku.

“Apa yang kau lakukan Seo Joo Hyun?”semburnya marah.aku tersenyum acuh dan berjalan kearah tempat tidurku

“Aku tak mengerti”kataku akhirnya.menontonnya yang berusaha mengontrol emosinya

“Kau!Kau tak mau makan,kau juga tak menepati janjimu”ia mengepalkan tangannya

“Kau juga tidak.Kulihat kau tidak menemukan orang baru”aku tersenyum tipis

“Tidak semudah itu”ia menjawab singkat.Aku menghembuskan nafas berat

“Kembalilah.Percuma saja.Luhan takan mencintaiku seperti ia mencintaimu”gadis dihadapanku terdiam.Matanya memancarkan keterjutan

“Kau sudah tau”ia tersenyum lemah

“Sangat mudah menebak ekspresi Luhan dihari keberangkatanmu ke Korea”kataku

“Lalu apa maksud ciuman tadi?Bukankah itu artinya dia mencintaimu?”Wanita berambut coklat gelap itu menyanggahku.membuatku terdiam,membaca setiap ekspresi yang ada.yang bisa kulihat hanya satu.Kemarahan dan Kesedihan

“Ciuman itu hambar.Aku memang memiliki Luhan.Tapi hatinya hanya untukmu,seberapa keras ia mencoba.Tetap saja.Aku menyerah Yoona,aku tak akan memaksakan cintaku lagi.Kau boleh memilikinya dan jangan pikirkan aku”aku menghirup nafas dalam

“Kau hanya perlu bersabar!Bisa kulihat bahwa Luhan sudah mencoba.Ia akan melupakan ku sepenuhnya.Dan kembali padanya?tidak semudah yang kau pikirkan nona Seo.Ia sudah membenciku.Seberapa besar rasa cintanya,tetap saja ia membenciku.Lagipula aku sedang tidak tertarik menjalin hubungan dengan siapa pun kali ini”ia berkata

“Aku melepasnya untukmu!Aku relakan kan kau untuknya.Pada awalnya aku sangat sakit.Tapi tinggal di Korea tidak terlalu buruk.Aku mulai mengerti kehidupan yang kujalani Seo.Kau wanita yang baik.Luhan pantas untukmu,begitupun sebaliknya.”ia melanjutkan

“aku tak sanggup melihat 2 orang yang paling kusayangi terluka.Aku melihatnya,YoonAh.Ia begitu tersiksa oleh permintaanmu.Dan kau,meskipun kau berusaha keras menutupinya.aku tahu kau terluka.Kalian saling terluka dan itu semua karna aku!Aku yang egois menginginkan Luhan disisiku.Aku yang memaksa Luhan merasakan rasa sakit.Aku tak sanggup!”teriakku.Mengeluarkan semua yang selama ini kupendam

“Dan lagipula,kalian masih saling mencintai.Meskipun aku memaksa,tetap saja.Kau fikir Luhan membencimu?Jika ia membencimu maka ia akan melupakan permitaanmu dan hidup sendiri tanpa aku.Tapi apa?ia masih bersama ku,ia masih mencoba mencintaiku.Itu artinya menuruti keinginanmu bukan?apa itu jika bukan dia masih amat mencintai mu?”bentakku.Air mataku mengalir begitu saja.Sedangkan ia hanya diam,kemudian aku berada dipelukannya

“Maaf,tapi bagiku Luhan hanya menepati janjinya.Ia bukan orang yang suka mengingkari janji tahu?Dan lagipula bukankah ia menyukaimu?Ia pernah berkata itu saat aku baru pertama kali bertemu dengannya,ia bilang dia menyukai seseorang berambut coklat panjang.Ia bilang menatap mata gadis itu membuatnya tenang.kau tahu saat aku pertama melihatmu,aku tahu kau lah yang dimaksudkannya saat itu”aku terdiam.kemudian ia melepas pelukannya,aku menatap matanya.Aku melihat kejujuran disana

“lagipula aku pikir aku menyukai seseorang”aku terkejut.mencoba mencari kebohongan dimata coklatnya.tidak ada!matanya memancarkan kejujuran

“kau bohong”aku mencoba menyakinkan diriku sendiri bahwa gadis dihadapanku ini berbohong

“aku tak berbohong.Jika aku berbohong.kau akan tahu bukan?’ia tersenyum manis

“siapa?siapa dia?”aku tanpa sadar menjerit senang .membuat Yoona tertawa kecil

Seohyun POV end

                                                                                                ***

 

 

Yoona POV

Aku memegang nampan menuruni tangga.Sedangkan Seohyun berjalan dengan senang didepanku.Aku hanya tersenyum melihatnya.Ia terlihat begitu bahagia ketika aku mengatakan bahwa aku menyukai seseorang.Ia befikir aku menepati janji bahwa aku akan menemukan seseorang yang jauh lebih baik dari Luhan untuk dicintai

“Hey”sapa Seohyun ceria kepada sekumpulan orang di ruang tamu.Luhan menatapku sekilas sebelum akhirnya ia berlari kearah Seohyun dan memeluknya erat

“Jangan berpelukan dihadapanku”lagi lagi Chanyeol berkata.merusak suasana

“Kau selalu merusak suasana.benar benar menyebalkan”aku memukul kecil lengan pria berambut berambut kriting itu

“Wah kau hebat.Seohyun tak pernah menghabiskan makannya,bahkan saat Luhan memaksanya.Tapi sekarang?makanannya habis”Baekhyun berkata dan bertepuk tangan ria

“Mungkin saja dia yang menghabiskan makanannya.kau tahu dia kan rakus”Chanyeol tertawa jahil dan menonjok lengan Baekhyun bersahabat

“Kau benar”Baekhyun setuju dan ikut tertawa bersama sahabatnya itu.Aku ikut tertawa bersama mereka,mengabaikan tatapan khawatir Yuri dan Jessica

“Berapa lama aku tak tertawa bersama kalian?6 bulan?1 tahun?ah masa bodolah”kataku senang dan memeluk Baekhyun erat

“Curang,apa temanmu hanya Baekhyun saja?”Chanyeol mengerucutkan bibirnya kesal dan ikut ikutan memelukku dan Baekhyun

“Ya.Aku bukan teddy bear Park Chanyeol”Baekhyun melepaskan pelukannya dan mendorong tubuh tinggi Chanyeol menjauh darinya dengan ekspresi lucu.Membuat semuanya ikut tertawa bersama

“Oh ya,nona Im itu teman temanmu?”Seo angkat suara dan menunjuk Yuri,Jessica dan Sehun yang sedang duduk

“Ya itu mereka.Yuri,Jessica dan…Sehun”aku menunjuk mereka satu persatu.Kulihat Seohyun memperhatikan Sehun penuh minat.Aku bisa menebak apa yang  dipikirkan olehnya

“aku kedapur dulu”

Yoona POV end

***

                                                                                                ***

Luhan POV

“aku kedapur dulu”Yoona bergegas pergi kebelakang.Meninggalkan Seohyun yang masih memandangi Sehun aneh,membuatku bingung.Aku menatap Kris dan ia menunjuk Yoona dengan dagunya

“Minta maaf sana.Kau terlalu overprotektif,buktinya Seohyun taka pa bukan?”aku mengangguk dan menyusul Yoona kedapur

“Apa yang kau bicarakan dengannya?”aku berkata setelah sampai didapur.Ia nampak terkejut dengan kehadiranku.

“Hanya masalah kecil,tapi aku berhasil membujuknya makan”ia tersenyum dan mengambil gelas

“Maaf.membentakmu tadi”aku memperhatikan wajah malaikat itu.Bibir pinknya mengulas senyum manis

“tak apa,aku tahu.Aku justru….senang”katanya membuatku mengerutkan kening

“Senang?”

“Ya,itu artinya kau mulai mencintainya.Kau berhasil”katanya tersenyum lebar.Membuatku kembali tersenyum miris

“Aku masih mencoba,bukan berarti aku berhasil.Kau masih disini Yoona”kataku masam

“Percayalah ,kau akan berhasil.Karna aku akan mencoba”katanya meneguk air hingga habis

“Aku mencintaimu Luhan,aku akui itu.Kau satu satunya orang yang membuatku merona—tapi itu dulu.Sekarang kusadari ada seseorang yang bisa membuatku kembali merona”lanjutnya sukses membuatku  terkejut

 “Sehun?”aku menebak.ia menggangguk dan aku kembali merasakan sakit di dadaku.Aku menarik tangannya hingga posisi kami berhadapan.Ia mendongak dan melihatku dengan tatapan aneh.Aku menatap matanya,mencoba mencari kebohongan disana.Tapi aku tak bisa membacanya.Ia tidak berbohong,namun juga tidak jujur.Membuatku merasa sesak menyadari bahwa itu adalah tekadnya

“Benarkah?Hatimu telah berubah?kalau begitu hatimu bukan milikku lagi?”kataku telak

“Aku tidak bilang begitu.Tapi aku mencobanya dan sepertinya akan berhasil”ia mengangkat bahu

                                                                                                ***

Normal POV

“Tidurlah,aku akan pulang saat kau tertidur nanti”Luhan membelai surai lembut Seohyun disampingnya

“Peluk aku sampai tertidur ya?”manja Seo dan memeluk pria itu erat di tempat tidur kecilnya

“Ya”Luhan tersenyum dan mengecup keningnya lembut.Bibirnya mendendangkan lagu pengantar tidur untuk gadis disampingnya—gadis yang terus diyakininya sangat dicintainya.Hingga akhirnya Seo benar benar tertidur dalam pelukannya,barulah Luhan bangkit perlahan dan membuka pintu kamar Seo perlahan.Ia hendak menjalankan mobinya saat ponsel disakunya bergetar

Taeyeon Calling

Luhan mengerutkan kening bingung melihat ID yang tertera dilayar.Untuk apa Taeyeon meneleponku tengah malam?Apa terjadi sesuatu?pikirnya

***

Sehun POV

 “Bisa kau temui aku dikamar?ada yang ingin kubicarakan”suara pelan Yoona berhasil membangunkanku sepenuhnya.Aku segera menutup telepon dan bergegas keluar kamar dan masuk ke kamar gadis itu.Aku menemukannya sedang memandangi pegunungan dibalik kaca kamarnya

“Ada apa?”kataku.ikut berdiri disampingnya

“Maaf membangunkanmu tengah malam begini”katanya tanpa menoleh

“tidak apa apa”aku ikut memandangi pemandangan indah di depanku.Ia sepertinya sibuk dengan pikirannya.Kuputuskan membiarkannya seperti itu dan ikut menatapap indahnya pantulan bulan di dinding kaca

 “Maaf melibatkanmu dalam hal ini.aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan”katanya lemah setelah hening yang hanya diisi oleh kicauan burung hantu

“Melibatkanku dalam hal apa?”kataku tanpa menoleh.kudengar ia menarik nafas dalam dalam dan berkata hati hati

“aku mengatakan pada Seohyun bahwa aku menyukai seseorang dan aku mengatakan bahwa itu adalah kau”perkataannya membuatku terkejut.Aku menoleh dan mendapati wajahnya memerah dalam terang bulan

“M..mwo?”gagapku

“Aku juga mengatakan kepada Luhan bahwa aku telah hampir berhasil melupakannya dan itu karna kau”ia melanjutkan

“A..aku?”kataku menunjuk diriku sendiri.Kulihat pipi putihnya semakin merona

“Aku tahu kau menanyakan hal ini ke Yuri bukan?aku yakin kau sudah tau tentang aku”ia menoleh dan menyentuh pipiku—membuat jantungku bekerja tak karuan atas sentuhannya

“Jika aku punya pilihan lain,aku tak akan melibatkanmu”mata itu terlalu sedih,mematahkan segala bentuk bantahan yang akan kukeluarkan.Aku hanya menggangguk dan memalingkan wajah

“Boleh aku tahu kenapa?”kataku pelan

“Karna jujur kau membuatku nyaman.Hanya kau yang terlintas dipiranku saat itu.Dan kurasa Chanyeol benar.Biasanya aku akan menepis laki laki manapun yang menyentuhku,tapi  tidak denganmu.Padahal aku tak terlalu dekat denganmu”katanya yang lagi lagi membuat jantungku melompat

“Baiklah.Kurasa aku bisa membantumu”kataku berusaha menyembunyikan rasa senang didalamnya

“terima kasih”ia menoleh.tapi wajah itu datar tanpa senyuman.Tidak tersenyum seperti biasanya

“Jangan sedih”pintaku pelan ,membuatnya tersenyum tipis

“Aku lelah,segalanya.Aku ingin berisitirahat”ia menghirup udara dalam dalam

“Istirahatlah,kau terlihat tidak baik”aku menyentuh rambut coklatnya – mengelusnya lembut.Membuatnya kembali terkesiap dan merona lalu aku berjalan kearah pintu

“Aku ingin tidur,besok akan melelahkan”kataku.Ia menggangguk dan kembali memandangi malam

“Sehun”aku berhenti ketika ia memanggilku

“Ya?”aku berbalik dan melihatnya berada didepan pintu kamar mandi

“Tidur nyenyak ya”

                                                                                                ***

Alexa

Aku menatap replika wajahku dicermin.Wajah itu terlihat buruk.Mata itu terlihat sayu.Bibir itu tak lagi menampilkan senyum manis.Pipi itu begitu lelah menampilkan wajah ceria.Ini sangat menyebalkan.Berkali kali aku mencuci wajahku di wastafel,mencoba mengembalikan cahaya wajah itu.Namun wajah itu sama sekali belum menampakan wajah cerianya.

“Tersenyumlah”aku menghembuskan nafas berat dan kembali membasuh wajahku dengan air.Aku menatap cermin.

“Kenapa kau belum tersenyum juga?”aku kembali menenggelamkan wajahku di air wastafel.Hingga aku sulit untuk bernafas,barulah aku mengangkat wajahku.

Dicermin itu aku melihat mata sayu itu mengeluarkan kesedihannya.

Tes

Tes

Tes

Butiran Kristal bening itu jatuh,membentuk riak kecil di air wastafel yang menggenang.

Kenapa?kenapa aku menangis?apa aku menyesali keputusanku?Aku tak boleh menyesalinya,itu pilihan ku.Aku harus bertanggung jawab.Inilah keputusanku.

Blur

Aku kembali menenggelamkan wajahku di air.Aku kesulitan bernafas,tapi aku membiarkannya.Biarkan aku tertidur untuk selamanya…..

Pyar

#backsound gagal

Sebuah tangan menarik ku dari wastafel itu.Aku melihat cermin dan melihat sepasang mata menatapku sedih

Tes

Bulir itu kembali menuruni wajahku.Kali ini bukan ke air,melainkan ke tangan kokoh milik seorang yang memeluk leherku.Aku mencoba tersenyum namun rasanya tulang pipiku tak mau bekerja sama.Aku hanya diam membiarkan air itu membasahi lengan pria yang sedang menatapku nanar

Ia membalik badanku,menghapus air mataku dengan ibu jarinya.

“Jangan menangis.air matamu terlalu berharga”ia tersenyum sedih

Dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya.Aku hanya terdiam dan tak melakukan apapun ketika bibir lembutnya menyapu bibirku,mengulum bibirku lembut.Tak tahu apa yang mendorongku, aku membalas ciuman lembutnya.Pria itu melepaskan ciumannya,mencium mataku lembut dan menarikku dalam pelukan hangatnya

Tanpa mereka sadari seorang pria menatap mereka dengan sedih

TBC

Hahhh gimana mana?konfliknya udah dapet kan?hahahaha.Kependekan ya?hahahaha.Coba tebak siapa yang berdiri di pintu 😛 chapter depannya mungkin agak lama karna aku mau UKK hehehe.Ok yang udh baca komen oke.Annyeong ‘-‘)/

27 thoughts on “[Freelance] The Girl (Chapter 4)

  1. penasaran sih siapa yang dicium siapa, tp diatasnya ada tulisan alexa ya, alexa siapa thor?

    lanjutannya ditunggu thor, 🙂

  2. wwwwaahhh DAEBAK Thor FFnya … 🙂
    It yg mLuk and cium Yoong unnie kyaknya Luhan Oppa / Sehun Oppa deh …
    Pnasaran sma kLanjutannya !!! >_<
    Next Chap. di tnggu yha and jngan Lma'' !!! 😀

  3. yg td kiss itu sehun & yoona kah ? ku rasa iya. . ceritany bner2 daebak. . . .kajja d next ya thor. .penasaran nih. . .

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s