[Freelance] Me, and My Husband (Chapter 4)

Untitled-1

Author             :  _agrn

Main Cast        : Yoona and Sehun

Other Cast       : Seohyun , EXO-K

Genre              : Romance, Marriage Life, Friendship, Family, Littlebit Comedy

Rate                 : PG 15

Length             : Multichapter

A/N                 : Readers~ Author disini ‘-‘)/ author kembali membawa lanjutan fic ini. Banyak yang suruh cepet update, tapi author baru bisa hari ini -_-)/ maaf yah, ini udah semampu author karena tugas banyak banget >.< Happy reading yah. DON’T LIKE DON’T READ!

oOoOoOo

“AAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Keduanya berteriak bersama. Yoona yang menyadari posisinya segera menendang Sehun hingga namja itu jatuh dari tempat tidur.

“Ya! Sedang apa kau dikamarku!? Dan lagi, kenapa kau memelukku tanpa seijinku!!!???”tanya Yoona sambil berteriak.

“Mana aku tahu! Tiba-tiba aku sudah berada disini! Kau lihat sendiri kalau tadi malam aku masuk ke kamarku bukan?! Lagi pula aku tidak tahu jika yang kupeluk itu tubuh cungkring-mu!”jawab Sehun.

“Apa?! Cungkring?! Kau sendiri tidak menyadari tubuhmu yang seperti lidi itu?!!”balas Yoona sambil melemparkan bantal-bantal.

“Ya!! Hentikan!!”teriak Sehun sambil berusaha menghalau serangan bantal Yoona.

“Yoona-a! Gwenchana…”

Mereka berdua menoleh kearah pintu dan mendapati Chanyeol, Kai, Baekhyun, Suho dan Kyungsoo. Suho terlihat sedikit kaget melihat keadaan di kamar itu. Yoona yang mengangkat bantal dan Sehun dibawah yang sedang memegang bantal hasil tangkapannya.

“Kalian… sedang apa?”ucap Suho kemudian.

“Mereka sedang bermain perang bantal di pagi hari Suho Hyung. Atau mungkin Sehun baru saja mencium Yoona tanpa izin lalu Yoona marah dan akhirnya mereka perang bantal. Well… itu bisa terjadi”celoteh Kai sambil menyeringai.

“Kai… kau yang melakukan ini?”tanya Sehun dengan death glare.

Kai tersenyum polos. “Yup. Bersama Chanyeol dan Baekhyun.”Ia menunjuk dua manusia yang dimaksud.

“Mwo?! Neo micheosseo?! Kenapa kau melakukan itu?! Apa untungnya bagimu Kim Jong In!?”tanya Yoona setengah berteriak.

“Wow wow, sabar dulu Yoona-a. Aku hanya ingin bersenang-senang”jawab Kai santai.

“Bersenang-senang dengan hal ini?! Apa kau gila?!”

“Tapi Yoona-a, bukannya kau dan Sehun sudah menikah, jadi tidak ada masalah jika Sehun berada satu ranjang denganmu bukan?”tanya Chanyeol kemudian.

Yoona menatap Chanyeol dengan death glare dan akhirnya turun dari tempat tidur, mengambil handuk dan berjalan melewati EXO tanpa mengatakan apapun.

“Oow… the princess is mad now”ucap Baekhyun.

Kyungsoo menghela nafas. “Yang jelas aku tidak ikut dalam hal ini”ujarnya dan pergi diikuti Suho.

Sehun pun beranjak berdiri dan menatap Kai tajam, lalu berlalu pergi. Sementara ketiga tersangka itu masih terdiam di tempat.

“Wow, mereka berdua sama-sama mengerikan ketika marah”celetuk Chanyeol.

“Mereka cocok”timpal Baekhyun.

“Sudahlah, lebih baik kita pikirkan nasib kita selanjutnya”tegur Kai dengan wajah muram. Sepertinya ia harus begadang untuk mengerjakan tugasnya selama Sehun marah.

oOoOoOo

Suasana di ruang makan sungguhlah tegang. Dan semua itu disebabkan oleh Sehun dan Yoona. Mereka diam dan tidak merespon sesuatu. Ketika orang berbicara, salah satu dari mereka akan meneguk air dan meletakkan kembali gelasnya dengan hentakan yang keras.

“Yoona-ah… kumohon, jangan marah lagi, ne?”pinta Baekhyun dengan puppy eyes miliknya.

“Kau kira membuat seorang namja tidur dengan yeoja itu suatu perbuatan yang akan selesai dengan perkataan seperti itu?”tanya Yoona tegas.

“Tapi Yoona-a…”

“Berhentilah berbicara ketika makan!”potong Yoona. Kemudian dia meminum airnya dan berangkat sekolah tanpa memperdulikan tatapan keenam namja itu.

“Sehun-ah, kau mendapatkan seorang istri yang menyeramkan”ucap Chanyeol

“Ya, aku setuju. Padahal awalnya ia terlihat anggun dan pendiam. Ternyata..”timpal Baekhyun.

Sehun menghela nafas. Ia juga tidak mengira yeoja itu bisa bersikap tegas. Ia mengira yeoja itu hanyalah seorang yang aneh dan berotak kosong. Namun sikap Yoona malah membuatnya semakin benci. Ia benci karena ia menganggap Yoona bersikap begitu untuk menarik perhatian teman-temannya.

“Kurasa kalian harus minta maaf.  Yoona terlihat sangat kesal dan kalian memang salah”ujar Suho disertai anggukan Kyungsoo.

“Ne Hyung…”jawab Chanyeol, Kai dan Baekhyun serentak. Kemudian mereka mulai berdiri dan bersiap sekolah.

oOoOoOo

“Jangan-jangan kau didalam hati kau menjerit kesenangan ya Eonni?”

“Mwoya?! Tentu saja tidak! Aku benar-benar marah!”seru Yoona setengah menjerit. Ia sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Karena ia kesal, ia segera menghubungi Seohyun. Ia ingin menceritakannya pada Seohyun dan berharap setelah itu akan mendapat solusi dari diary berjalannya.

Tapi sepertinya ia salah. Sekarang ia justru mendapatkan ejekan dari sang sahabat. “Sudahlah Eonni. Aku yakin tadi jantungmu berdegup kencang karena dipeluk oleh Oh Sehun. Apalagi di posisi tidur seperti itu. Dan wajah tampannya itu yang pertama kau lihat setelah bangun tidur…”

“Stop teasing me!”seru Yoona lagi. “Lagipula apa tampannya wajah datar seperti itu?! Oh, apa kau sudah mulai tertarik dengannya?”

“Tentu saja tidak. dia mungkin tampan, tapi Yonghwa Oppa seribu kali lebih tampan”jawab Seohyun tegas.

Yoona memutar bola matanya. Ia yakin jika ia tetap membicarakan ini, Seohyun akan memperpanjang pembicaraan dengan memuji-muji Yonghwa. Maka dari itu ia memutuskan untuk segera mengalihkan pembicaraan. “Baiklah, lalu kau sudah sampai disekolah?”

“Sebentar lagi akan sampai. Sampai jumpa disekolah ya~”

Yoona mengiyakan dan segera menutup telepon. Kini ia sudah sampai disekolah. Ia langkahkan kaki keluar dari mobil. Ia berjalan cepat menuju kelasnya, karena ia sama sekali tidak ingin bertemu dengan Sehun dan teman-temannya a.k.a EXO

Ia mungkin bisa duduk tenang di kelasnya. Namun itu hanya berlangsung 5 menit karena setelahnya, datanglah sekelompok orang yang tidak ingin ia temui. Keenam namja itu datang ke kelasnya dan mendekati mejanya. Yoona yang tidak berniat akan hal itu segera mengalihkan pandangannya ke jendela. Berbeda 100 persen dengan kebanyakan yeoja di sekelilingnya. Mereka sibuk mengangambil gambar keenam namja itu dengan antusias.

“Yoona-ah… Mianhaeyo~”ucap Baekhyun dengan aegyo ampuhnya. Yoona meliriknya sekilas dan menggelengkan kepalanya. Ia masih tidak ingin merespon mereka.

“Yoona-ah, maafkanlah mereka. Mereka hanya bercanda…”bujuk Suho, berusaha membantu para Saeng-nya.

“Candaan yang tak lucu”ujar Yoona singkat. Membuat keenam namja itu terdiam sejenak.

“Yoona-ah… memang mereka salah. Maka dari itu, bisakah kau memaafkannya?”tanya Kyungsoo.

Yoona mulai melunak. Kyungsoo benar. Tidak seharusnya dia begini. Namun di satu sisi ia masih kesal dan tidak mau memaafkan mereka. Untunglah bel berbunyi dan dapat membuat keenam namja itu membubarkan diri.

Sial bagi Yoona, keenam namja itu tidak menyerah. Setiap ada kesempatan, mereka selalu mendekat dan meminta hal yang sama pada Yoona. Maaf.

Seperti di kantin. Sekarang mereka sedang meminta-minta pada Yoona dan membuat keributan. Teriakan yeoja yang melihat aksi aegyo dari Baekhyun membuat Yoona jadi tidak nyaman. Ia menatap Seohyun yang ada didepannya, namun yeoja itu hanya tersenyum sambil memainkan ponselnya.

“Baiklah, baiklah. Aku memaafkan kalian”ujar Yoona akhirnya. Ia sudah lelah dengan semua perkataan enam namja ini dan ia harap mereka akan berhenti saat ia memaafkan mereka.

“Yeay! Thanks Yoongie~”

Mata Yoona membelalak ketika Chanyeol, Baekhyun dan Kai tiba-tiba memeluknya. Jantungnya terasa berhenti sanking gugupnya dia. Ia belum pernah dipeluk namja lain selain sepupunya dan ayahnya. Apalagi ia ditatap dengan tatapan tajam oleh yeoja-yeoja disekitarnya.

“Y..Ya! Lepaskan aku!”ujar Yoona lagi. Akhirnya ketiga namja itu melepaskan Yoona dengan cengiran yang menghiasi wajah mereka.

Bel pun berbunyi. Semua siswa segera pergi ke kelas masing-masing. Termasuk Yoona, Seohyun dan EXO. Seohyun-lah yang terakhir pergi dari kantin.

“Seo-ah, kenapa?”tanya Yoona ketika melihat Seohyun yang ternyata masih berdiri sambil menoleh ke belakang.

“A..Aniya Eonni. Kajja”Seohyun menarik lengannya agar pergi dari sana. Menyisakan Yoona yang masih kebingungan.

oOoOoOo

“Mwoya? Kau masih ingin di perpustakaan?!”tanya Seohyun kaget. Tentu saja, ini sudah jam 5 sore. Sudah waktunya pulang dan Yoona masih betah di perpustakaan? Hei, tugas lain yang lebih penting sudah banyak menunggunya.

“Eonni, pulanglah. Biar aku yang mengerjakannya untukmu”bujuk Seohyun.

“Aniya Seo-ah. Aku tidak mau merepotkanmu. Lagi pula kau ini kenapa huh?”tanya Yoona. Sedari tadi ia merasa Seohyun sedikit protektiv pada dirinya. Entah itu perasaannya saja atau itu memang kenyataannya.

Seohyun menghela nafas lalu menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa. Baiklah, aku duluan. Jangan pulang terlalu malam ya Eonni”ujarnya dan pergi keluar, meninggalkan Yoona yang kembali sibuk membaca bukunya.

“Im Yoona”

Yoona menengadah, menatap orang yang memanggilnya. Akhirnya ia dapat melihat seorang gadis dengan make up tebal, seorang dengan rok yang terlalu pendek dan seorang dengan tubuh gemuk.

“Ne? Ada apa?”tanya Yoona polos. Ia sudah merasakan firasat bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Ia juga telah dapat menilai siapa mereka sebenarnya. Dan satu hal yang pertama muncul dipikirannya ketika melihat ketiga yeoja ini. Mereka ada hubungannya dengan EXO

“Kau memang polos atau sebenarnya bodoh, Nona Besar Im Yoon Ah?”tanya yang bermake-up tebal dengan sarkastik.

Yoona tertawa dalam hati. Apa ia keluarganya sungguh terkenal hingga mereka memanggilnya Nona Besar? “Aku tidak tahu. Aku tidak bisa menilai diriku sendiri. Orang lainlah yang menilai, bukan diri kita sendiri bukan?”balas Yoona tenang.

“Hah! Bagiku kau hanyalah orang sombong. Coba kita lihat, apa kau mengenaliku, Nona?”tanyanya lagi.

Yoona menatap yeoja itu dan berkata dengan tenang. “Hmm… mungkin aku mengenalmu. Aku pernah melihat wajahmu di beberapa pertemuan antar perusahaan. Tapi, karena make up-mu yang terlalu tebal, aku jadi tidak mengenalimu. Jheosonghamnida, Agasshi”

Wajah yeoja itu terlihat memerah, entah menahan malu atau karena kesal. Yang jelas kedua yeoja dibelakangnya hanya bisa menganga ketika mendengar jawaban Yoona.

“Kau…”

PLAK!!!

Tak butuh waktu lama, tangannya sudah mendarat di pipi mulus Yoona dengan kuat hingga Yoona terjatuh dari kursinya. Yoona meringis pelan dan kembali berdiri sambil membersihkan sedikit debu di roknya.

Tanpa ia sadari, kelakuan refleknya membuat yeoja-yeoja itu semakin marah. Dan memberinya pukulan yang lebih keras lagi.

Sekitar 20 menit berlalu, dan akhirnya mereka berhenti memukuli Yoona. Yoona yang dipukuli pun hanya bisa mendengus dan menahan sakit yang dominan pada kakinya. Beruntung mereka tidak memukuli wajah Yoona.

“Kau tahu kenapa kami melakukan ini bukan?”tanya sang rok pendek.

Yoona menggeleng.

“Karena kau terlalu jual mahal! Apalagi kau melakukannya pada EXO! Apa kau bangga dengan perusahaan kecilmu itu?! hah! Perusahaan mereka tidak sebanding dengan perusahaan kecilmu! Dan lagi, kami tidak tahu bagaimana caramu menggoda mereka hingga mereka menempel padamu seperti tadi, tapi aku memperingatkanmu! JANGAN dekati mereka lagi!”

Dengan penjelasan panjang dari sang make up tebal, mereka pun meninggalkan Yoona yang termenung sendirian di lantai dingin perpustakaan.

Perlahan, Yoona beranjak bangkit. Ia kembali menepuk-nepuk rok-nya, membersihkan debu yang menempel. Ia berusaha menggerakkan tubuhnya, namun disaat bersamaan ia merasakan ngilu.

Ia menghela nafas. Ingin sekali ia membalas perkataan mereka. Namun itu semua jelas tidak ada gunanya. Itu hanya memperumit keadaan. Akhirnya ia hanya dapat merutuk didalam hati.

“Siapa yang bilang perusahaan Appa kecil?! Jika perusahaan Appa kecil, berarti perusahaan kalian tidak lebih besar dari semut. Dan lagi, apa maksud mereka menggoda?! Yang mendekatiku mereka dan itu karena salah mereka!!!”batinnya kesal.

Ia menengok jam tangannya dan menyadari bahwa hari sudah semakin gelap. Ia harus pulang. Ia pun meminta sang supir agar tidak menjemput. Yoona berencana untuk meminta jemput Seohyun.

“Seo-ah, bisakah kau jemput aku? Aku butuh bantuanmu”

Setelahnya, ia segera menutup sambungan telepon. Ia tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Biasanya dia akan tetap menunggu reaksi Seohyun baru menutupnya. Namun sekarang ia tidak punya waktu. Ia harus melakukannya sebelum Seohyun mendengarnya menangis.

Ya, ia menangis. Seorang Im Yoona yang biasanya tegas dan dewasa kini menangis. Bukan karena ejekan tentang dirinya. Melainkan karena kecewa. Kecewa akan dirinya. Seharusnya dia tidak seperti ini. Seharusnya ia bisa menjalankan hari-harinya tanpa masalah seperti ini. Baginya, masalahnya adalah aib keluarga. Entah itu disebabkan olehnya atau orang lain.

Dan dengan ini, ia telah membuat sebuah aib baru. Padahal ia sudah bertekad untuk tidak mengecewakan orang tuanya. Sekarang… ia merasa sudah membuat mereka kecewa…

“Astaga… Eonni!”

Yoona menoleh pada Seohyun yang ternyata telah berada didepan pintu perpustakaan. Ah, ia baru sadar, kenapa penjaga sekolah tidak mengunci ruangan ini? Apa karena Yoona menyalakan lampunya?

“Eonni, ada apa denganmu? Kau berantakan sekali? Kau tidak tertimpa rak buku bukan?”tanya Seohyun

Yoona menggeleng. “Kau bawa supirmu kan? Bisa kau antar aku pulang? Aku lelah Seo-ah”

Seohyun pun hanya bisa mengangguk. Ia tahu Yoona akan menceritakannya cepat atau lambat padanya. Sekarang, prioritasnya adalah menyembuhkan Yoona dari memar yang sempat ia lihat.

oOoOoOo

“Kau serius tidak ingin ke rumah sakit Yoona Eonni?”tanya Seohyun dengan raut cemas.

Yoona menggeleng. “Tidak. lagipula tidak terlalu terlihat. Terimakasih untuk tumpangannya Seo-ah”

“Eonni… kau serius tidak ingin membuat perhitungan dengan mereka?”tanya Seohyun. Dari cerita Yoona tadi, ia sekarang benar-benar ingin membunuh ketiga yeoja itu.

“Haha. Tentu saja tidak. Kau ini ada-ada saja Seo-ah”kekeh Yoona. Tiba-tiba ia menyadari sesuatu. “Ah, Seohyun. Kau harus janji tidak memberitahukan hal ini pada Sehun atau teman-temannya. Arra?”

Seohyun mendengus. Ia yakin Yoona akan meminta hal seperti ini. Padahal tadi ia benar-benar ingin memberi tahu Sehun. Apalagi Sehun memiliki status sebagai Suami Yoona.

“Ne, arasseo Eonni”jawab Seohyun akhirnya.

Yoona tersenyum. “Aku tahu aku bisa mengandalkanmu Seohyun-ah. Aku masuk dulu ya? Annyeong~”ujar Yoona sambil melambai.

Seohyun melambai sambil tersenyum. Namun setelah Yoona masuk ke dalam rumah, senyumnya luntur. Berganti dengan wajah sedih.

“Yoona Eonni… kau selalu seperti ini”

oOoOoOo

Sehun menatap pintu utama yang kini terbuka. Ia mendapati seorang yeoja yang kini sedang menutup pintu itu.

Yeoja itu menatapnya sekilas dan kembali berjalan ke kamarnya di lantai atas. Sehun menangkap sesuatu yang berbeda dari yeoja itu. Yeoja itu tampak lebih kacau dari biasanya. Lalu jalannya sedikit tertatih-tatih.

Namun Sehun segera menepis kebingungannya. “Untuk apa aku memikirkannya. Bukankah aku membencinya?”batin Sehun.

Akhirnya ia memutuskan untuk membaca bukunya lagi. Berusaha untuk menghilangkan pemikirannya tadi.

Tak lama kemudian Yoona keluar dari kamarnya dengan piyama. Ia kemudian duduk didekat Sehun. Ia mengambil remote TV dan memindahkan channelnya.

“Aku sedang memperhatikan acara itu”gumam Sehun. Namun dari nadanya, Yoona tahu Sehun sedang kesal.

“Kau tidak melihat ke arah TV sama sekali”ujar Yoona masih sambil memindahkan channel TV.

“Tapi aku mendengarnya”

“Kalau hanya ingin mendengarnya, lebih baik kau mendownload lagu-lagu jazz di acara itu.”balas Yoona lagi.

Sehun diam. Ia menutup bukunya dengan suara yang cukup keras dan menatap Yoona dengan pandangan tajam. Ia benci dibantah. Apalagi oleh seorang yang dibencinya.

Yoona balas menatap Sehun dengan pandangan tak kalah tajam. Ia sedang badmood karena kejadian di sekolah tadi dan dia tidak mau semakin merasa kesal akibat Sehun. “Apa?”ujarnya

Sehun baru saja ingin mengeluarkan suaranya ketika sebuah suara yang tidak diharapkannya keluar begitu saja… Suara perutnya.

Jelas saja Yoona terkekeh menahan tawanya dan memalingkan wajahnya dari Sehun. Sehun yang melihatnya menjadi malu dan kesal. Ia hanya dapat menggumamkan kata Sial dan menyembunyikan raut wajahnya.

“Kau lapar?”tanya Yoona. Namun Sehun hanya dapat mendengus dan berdiri lalu meninggalkan Yoona. Saat ia melewati Yoona, ia sempat berkata.

“Tidak”

Yoona tersenyum melihat Sehun. Baginya Sehun terlihat seperti adik kecil yang pemalu. Ia bersiap berdiri dan masuk ke kamar, namun kesialan jatuh padanya, sehingga ia tersandung kaki sofa dan jatuh.

“Akh!”serunya ketika merasakan sakit di kakinya. Bagian memar yang paling parah.

Sehun yang belum sempat naik ke lantai dua segera kembali ke ruang tamu ketika melihat Yoona yang sedang terduduk. Merasa harus membantu ia menghampiri Yoona. Well, pelayan sudah pulang sejak jam 7 malam, dan sepertinya tidak ada orang lain di rumah ini.

“Hei, kau kenapa?”tanya Sehun singkat.

Yoona terlihat sedikit kaget melihat Sehun dan akhirnya menurunkan kembali celananya yang tadi sempat ia angkat. Kemudian ia berdiri dengan susah payah dan berjalan keatas untuk masuk ke kamarnya. Meninggalkan Sehun yang sedang dibakar emosi.

“Yeoja sialan… aku sudah ingin membantumu dan kau bahkan tidak menjawab pertanyaanku?! Dasar!!!”batinnya kesal. Ia semakin menanamkan pada dirinya bahwa yeoja itu adalah seorang yang amat sangat dibencinya.

oOoOoOo

Entah apa yang telah dilakukan Yoona hingga dia mendapat kesialan seperti ini. Ia yang pada dasarnya tidak pernah ingin mendekati Sehun dan teman-temannya kini malah ditempeli oleh kelima namja itu. Ya, minus Oh Sehun. Namja itu tidak pernah mendekatinya. Ia hanya menghampirinya jika diajak oleh salah satu temannya. Well, Yoona bersyukur Sehun tidak mendekatinya.

Dan semuanya berakibat pembully-an. Belakangan ini ia sering menemukan sampah di lokernya maupun di laci mejanya. Sepatunya pun sering hilang dan ditemukan di tempat-tempat yang aneh. Seperti di tempat sampah, di toilet, di fentilasi atau di semak-semak. Tak hanya itu, ia juga kadang dicemooh atau dipukul.

Seohyun sering menasehatinya untuk segera mengambil tindakan. Namun Yoona enggan. Ia tidak ingin tindakannya menjadi suatu yang berbahaya bagi keluarganya. Bisa saja mereka mengarang cerita dan memutar balikkan fakta. Itu jelas membuat keluarganya dan dirinya sendiri rugi. Maka dari itu, ia tidak mau melakukannya. Ia hanya perlu bersabar dan tidak memberi tahu Oh Sehun dan teman-temannya. A.k.a Alasan dibalik semua ini.

Dan nanti mungkin Yoona akan mendapat serangan yang lebih besar. Karena EXO sekarang menempel padanya dikantin dengan wajah memelas dan meminta makan. Bahkan Sehun pun ada dibelakang mereka walau ia hanya diam dan tidak mengatakan apapun.

“Bisakah kalian membeli makanan saja? Kalian pikir makananku cukup untuk kalian?”gerutunya setelah diam.

“Tapi kami ingin mencicipi bekalmu”rayu Baekhyun dengan puppy eyesnya.

“Ayolah… bbuing bbuing~”timpal Chanyeol dengan aegyo yang dipaksakan.

Yoona mendengus. Setidaknya dengan memberi mereka makanan, mereka akan pergi. “Ambillah”ujar Yoona akhirnya dan menyerahkan kotak makanannya yang berisi pancake. Well, dia tidak terbiasa memakan makanan berat walaupun itu adalah jam makan siang.

“Yeay!!!!”teriak Kai, Chanyeol dan Baekhyun layaknya anak kecil. Sedangkan Kyungsoo dan Suho hanya dapat tersenyum canggung kepada orang-orang yang melihat mereka.

“Ya! Hyung! Daripada tersenyum-senyum begitu, lebih baik kau memakan ini! Ini memang enak!”ucap Kai pada kedua hyung-nya.

Kedua orang itu tersenyum singkat lalu langsung mengambil tempat untuk memakan bekal Yoona yang ternyata adalah pancake buatannya sendiri.

“Hmm… Sehun-a, kau tidak ingin memakan masakan kesukaanmu ini?”bisik Baekhyun.

“Tidak”jawab Sehun singkat.

“Walaupun ini dibuat oleh Is.. Akh!!”

Ucapan Kai segera dipotong oleh Yoona dengan menginjak kaki Kai. Ia menatap Kai sejenak kemudian berdiri dan beranjak pergi.

“Ups, sepertinya aku membuatnya semakin marah”gumam Kai.

Sehun menghela nafas. Untung Kai tidak melanjutkan ucapannya. Kalau tidak entah apa yang akan terjadi padanya.

oOoOoOo

Yoona POV

Aku mengusap tengkukku. Sedari tadi aku merasakan sesuatu yang aneh. Sesuatu yang kukenal sebagai tatapan tajam belakangan ini.

Aku menghela nafas. Aku tahu setelah ini aku akan dibully, dan bully-annya jelas akan lebih parah daripada sebelumnya. Ditambah tadi aku menginjak kaki anak hitam itu.

Waktunya pas. Ini sudah sore. Sudah banyak orang yang pulang dan aku masih disini untuk mengerjakan tugas dari sonsaengnim. Aish, tugas ini harus selesai sekarang. Kenapa tidak boleh dikerjakan di rumah!

Jelas saja aku lelah dengan semua ini. Siapa yang tidak lelah jika dipukul dan ditendang hampir setiap hari!?

“Im Yoona!”

Aku menoleh kebelakang. Seketika mataku membelalak. Jumlahnya lebih banyak. Biasanya hanya ada 3-5 orang. Sekarang ada 10 orang dan aku yakin mereka tidak akan puas hanya dengan memukuliku.

Tanpa basa-basi mereka langsung menyerangku. Jelas aku tidak terima dan berusaha melawan, namun pada akhirnya mereka bisa menyeretku dengan memukul tengkukku hingga aku tak sadar.

Ketika aku bangun, aku sudah berada di tempat lembab, bau dan gelap. Jujur, sekarang aku mulai ketakutan. Apa tidak ada yang tahu bahwa aku mempunya phobia pada tempat gelap?

“A..Ada orang diluar?!”jeritku.

Namun yang bisa kudengar hanyalah tertawaan dari luar. Ah! Aku yakin mereka yang mengurungku!

“Rasakanlah itu, Im Yoona! Aku yakin tidak akan ada yang bisa menemukanmu!”

Kemudian mereka tertawa keras, namun suara tawanya semakin jauh. Oh tidak… apa aku benar-benar sendiri sekarang? Apa benar-benar tidak ada orang diluar?

“A..Andwaeyo!!! Seseorang tolong aku! Kumohon tolong aku!!!!”teriakku. Aku meraba-raba dinding disebelahku dan akhirnya menemukan pintu. Aku mulai memukulinya, berharap suaranya bisa menyadarkan seseorang bahwa aku ada disini.

Air mataku mengalir seiring lemahnya pukulanku. Aku lelah dan aku takut sekarang. Eomma… Appa… Seohyun-a… tolong aku…

Pandanganku sepertinya memudar, dan kepalaku terasa berat.. dan aku mengucapkan satu nama yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya.

“Oh Sehun…”

oOoOoOo

Ini lumayan panjang gak? ‘-‘ well, kuharap cukup segini ya. Terimakasih buat yang udah baca dan jangan lupa RCL yah~

82 thoughts on “[Freelance] Me, and My Husband (Chapter 4)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s