( Sequel Noona, No.1 ) Ficlet He Is Not A Boy

He is not a boy  copy

( Sequel Noona, No.1 )

Ficlet He Is Not A Boy

Present by

Lee Midah (@leemidah_89)

 SNSD Kwon Yuri || Exo-K Kai / Kim Jong-in

Sub cast

Find Yourself

Length : Ficlet || Rating : PG-15 || Genre : Romance, Fluff

Disclaimer

Story Asli milikku, sequel dari Noona No 1. Cast milik diri mereka sendiri & God.

Note :

Don’t Be Siders!!! Don’t Plagiat!!! If You Respect To Me, Leave A Comment After Read!!! Typo Is Art ^_^ Yang tidak suka pairingnya jangan baca dari pada ngebashing! Kalau memang mau baca tolong jangan bashing ya!!!

Happy Reading All!!!! ^___^

Keseluruhan cerita sudut pandang Yuri :

Aku tidak bisa menghapus kejadian itu dikepalaku. Bagaimana seorang Kai bilang dia menyukaiku? Tapi… jika tidak, mengapa dia menciumku? Aish! Aku mengacak rambutku frustasi! 5 tahun? Tidakkah itu terlalu jauh? Ya! Kwon Yuri apa yang kau pikirkan? Kau tidak menyukainya, kau tidak mungkin! Dia hanya seorang namja yang lebih muda 5 tahun dibawahmu, jadi jangan berharap kau bisa bersamanya! Kuingatkan kata – kata itu dalam hati dan pikiranku.

“ Arghhhhh!!!!! “, teriakku sambil membenamkan wajahku dibawah bantal membuat Yoona yang baru saja pulang dari jadwalnya aneh menatapku.

“ Waeyo Eonni?!!! “, tanyanya heran padaku.

“ Kau sudah pulang? “,

“ Aaanio… gwenchana. Aku hanya belajar akting saja “, jawabku sambil memamerkan deretan gigi putihku padanya dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal sama sekali.

“ Geurae? Kupikir kau sudah gila Eonni?! “, ucap Yoona sambil terkekeh.

“ Ya! Kau mengatakan aku gila?! “, kesalku padanya.

Tapi bila dipikir – pikir aku mungkin memang sudah gila, gila karena namja 5 tahun dibawahku. Aish! Nan micheoseo!

~o0o~

Hari ini aku bingung mau ngapain? Tidak memiliki jadwal memang enak, tapi jika harus berdiam diri dorm tidakkah itu membosankan? Apa lebih baik aku jalan – jalan saja? Tapi kemana? Jalan – jalan sendirian terasa sama saja untukku dengan berdiam diri didorm. Ah… ke toko buku saja, siapa tahu disana ada novel atau buku yang bagus. Begini nasibku jika member yang lain memiliki jadwal individu, membuatku jadi bingung sendiri. Tapi siapa tahu dijalan nanti aku ketemu Song Seunghyun Oppa dan makan bersamanya. Kekeke ternyata khayalanku melebihi Sooyoung yang biasa berkhayal dengan aktor  yang dia tonton di film. Aku mulai siap – siap dengan kacamata hitamku, walaupun tidak memakai penyamaran berlebih tetap saja kita harus menjaga agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan kan? Pakaianku sekarang, hanya pakaian casual sehari – hari namun tidak terlalu mencolok, tapi jika ada fans yang tahu banyak tentangku pasti mereka langsung mengenaliku.

Aku pergi menggunakan taxi, karena van pasti dipakai member lain. Kalau mobil pribadi? Aku malas menyetir, jadi kuputuskan untuk naik taxi. Setelah sampai didepan toko buku, aku turun dari taxi dan membayarnya. Setelah itu aku masuk ke toko buku untuk melihat – lihat sebelum kuputuskan untuk membelinya. Saat aku sedang asyik mencari novel yang mungkin menarik perhatianku, aku merasakan ada seseorang yang memegang pundakku dan menyapaku.

“ Anyeong Noona! “, ucapnya yang sepertinya suara itu tidak asing ditelingaku.

Aku membalikkan tubuhku dan mendapati seorang namja tersenyum lebar padaku.

“ Kai?!!! “, ucapku kaget.

“ Ssttttt….Noona, nanti ada orang yang mengenali kita “, ucapnya sambil menempelkan jari telunjuk dibibirnya.

“ Tapi apa yang kau lakukan disini?! “, tanyaku yang masih heran dengan nada yang sudah pelan.

“ Tadi aku tidak sengaja melihatmu dan kuikuti saja “, jawabnya sambil memamerkan deretan gigi putihnya itu.

Aigo! Dia cute sekali! Padahal di Mv dia selalu terlihat cool.

“ Geurae, lebih baik sekarang kita mencari tempat yang aman dulu. Disini banyak sekali orang! “, ajakku padanya sambil menarik tangannya keluar dari toko itu.

~o0o~

Aku membawa Kai kesebuah cafe terdekat dan kami pun duduk di kursi paling pojok. Biasa sebagai seorang idol kita harus tetap menyamar di tempat publik.

“ Duduklah! “, suruhku padanya dan dia pun menurut.

“ Kenapa kau mengikutiku? “, tanyaku padanya.

“ Karena aku ingin! “ jawabnya singkat sambil tersenyum.

“ Memangnya kau tidak memiliki jadwal? “,

“ Eopseoyo, hari ini kami semua kosong “, jawabnya lagi dan aku mengangguk – anggukkan kepalaku.

“ Geurae kalau begitu, aku jadi tidak akan bosan sendirian “, ujarku sambil tersenyum manis padanya.

“ Jadi kau tidak keberatan aku ikut denganmu, Noona? “, tanyanya antusias.

“ Neh! “

“ Apa ini kencan? “,

“ Mwo?! “ kagetku.

Ternyata semua member Exo benar tentang namja ini. Kai hanya terlihat cool saat di panggung tapi ketika dia di kehidupan aslinya, dia tak lain hanya seorang namja kekanak – kanakan yang membuatku gemas padanya.

~o0o~

Kami berjalan menuju taman hiburan, memang untuk datang kesini sudah tidak aneh. Tapi bagi kami para idol, pergi ke taman hiburan atau taman bermain adalah sesuatu yang sangat menyenangkan selain menghilangkan stress karena jadwal yang padat juga bisa menjernihkan pikiran yang sedang pusing karena masalah kita di dunia entertaiment. Kai memakai jaket kulit dan kacamata hitam untuk menyamar. Memang terlihat mencolok bagi yeoja yang melihatnya namun siapa sangka mereka tidak mengenali bahwa dia adalah seorang Lead Dancer & rapper dari Exo.

“ Apakau kau mau naik itu, Noona? “, tunjuk Kai pada permainan roller coster.

“ Kau yakin? Apa kau tidak takut? “, godaku dengan nada menantangnya

“ Mwo? Takut? Kau pikir aku ini anak kecil, Noona? Aku ini seorang namja, The Real Namja! “, jawabnya yang membuatku ingin sekali tertawa.

“ The Real Namja? Kau ini lucu sekali, Kai! “, tawaku padanya.

“ Ya sudah. Kajja! The Real Namja! “, ledekku sambil menariknya menuju permainan roller coster.

Ternyata dia memang tidak takut menaiki roller coster, kami berjalan memilih permainan apalagi yang akan kami naiki.

“ Noona! Kita coba yang itu saja! “, saran Kai sambil menunjuk suatu wahana.

Aku kaget dengan wahana yang dia tunjuk, Hysteria. Wahana yang menurutku mengerikan. Senyumanku tiba – tiba saja lenyap. Aku teringat saat aku menaiki wahana itu bersama Sooyoung dan Seohyun. Kalian tahu apa yang  terjadi? Kakiku tidak berhenti bergetar dan aku menangis.

“ Kalau kau mau naik, kau saja Kai. Aku… ingin membeli minumanku dulu “, alasanku namun Kai menatapku heran.

“ Jangan bilang kau takut Noona? “,Godanya sambil memperlihatkan senyum evil #minjem punya Kyuppa.

“ A…Ani. Siapa yang takut? “, elakku namun tetap saja dengan nada gugup.

“ Atau kau takut menangis seperti waktu dulu saat bersama Sooyoung dan Seohyun Noona? “,

“ Kau tahu?! “ tanyaku kaget.

“ Tentu saja. Aku kan sudah bilang kalau aku menyukaimu sebelum mengikuti trainer di SM. Dan aku menjadi fansmu saat kau debut “, jawabnya dengan tersenyum. Anak ini!

“ Aish! Jinjja! Kau ini! “,

“ Tenanglah Noona. Ada aku yang akan selalu disampingmu. Jika kau menangis, pundakku akan selalu tersedia untukmu “, ucapnya genlte. Rasanya bersamanya banyak hal yang tak terduga tentang Kai.

“ Geurae, Kajja! Dari pada aku terus diejek anak kecil sepertimu “,

“ Mwo?! Anak kecil? Noona, aku ini seorang namja! “, Kai cemberut dengan kata – kataku.

“ Neh. Kajja! “, ucapku sambil menariknya menuju wahana itu.

Setelah sampai kami pun naik. Jantungku berdegup sangat kencang sekali, kakiku mulai bergetar. Kai menoleh kearahku dan tangannya mulai menggenggam milikku. Aku pun menolehkan kepalaku padanya dan dia tersenyum manis membuatku tenang sejenak. Namun saat wahana ini bergerak aku memejamkan mataku dan berteriak sekencang mungkin.

“ Arghhhhh!!!!!! “,

Setelah wahana ini berhenti, aku menundukan kepalaku yang kini tertutupi rambutku. Aku masih terdiam dan tak bergerak sedikitpun. Kai mulai berdiri dihadapanku.

“ Noona?! “,

Terdengar suaranya yang khawatir dan aku mulai mengangkat kepalaku sedikit demi sedikit. Terlihat tampang kaget terpancar di wajah tampannya. Karena kini pipiku basah dengan airmata yang turun dari pelupuk mataku. Dia menghapusnya dengan ibu jarinya, dan Kai membantuku melepaskan penyangga wahana yang masih menempel pada tubuhku. Saat aku mencoba berdiri kakiku bergetar hebat dan Kai menahanku dan membopongku keluar.

“ Saat ini hanya satu yang ada dipikiranku He is not a boy but He is a real namja “,

~o0o~

“ Minum dulu Noona! “, ucap Kai sambil menyodorkan sebotol air mineral saat kami duduk disebuah bangku.

“ Gomawo “,

“ Kalau kau takut, seharusnya kau tidak naik wahana itu Noona “, ucapnya yang kini menatapku.

“ Itu karena aku tidak ingin terlihat takut didepanmu “, jawabku.

“ Aish! Jinjja! Aku lebih tidak menyukai saat melihat wajahmu yang seperti mayat hidup seperti tadi Noona “,

“ Mwo? Mayat hidup?! Ya! Kau mengataiku mayat hidup?! “, kesalku padanya sambil memukul kepalanya.

“ Aw! Apo Noona! “, ringisnya.

“ Aku memang tidak menyukainya, karena aku lebih suka melihatmu yang tersenyum. Kau terlihat cantik saat tersenyum “, ujarnya yang masih mengusap kepalanya.

“ Aish! Kau merayuku lagi! “,

“ Aku tidak! Itulah perasanku Noona “,

Please Kai, jangan seperti itu. Kau tahu kita tidak mungkin bisa bersama. Umur kita terpaut jauh dan masa depanmu masih panjang.

“ Ya, sudahlah. Kajja kita pulang! Sepertinya hari sudah mau hujan “, ucapku mengalihkan pembicaraan.

Tapi memang benar langit sudah mulai mendung dan sepertinya akan ada hujan deras. Saat kami mau beranjak, hujan pun turun. Dengan cepat Kai membuka jaketnya untuk di jadikan pelindung kepalaku dan kepalanya. Kulihat tubuhnya yang hanya memakai kaos tanpa lengan memperlihatkan tubuh kekarnya. Aku baru sadar kalau Kai itu tinggi dan badannya cukup berisi. Dia memang the real namja.

“ Noona, sampai kapan kau akan berdiri terus. Kajja! Hujan semakin deras “, ujarnya yang membuyarkan lamunanku.

Kamipun mulai berjalan dipayungi jaket kulit Kai. Kami berhenti disebuah pertokoan yang sepertinya sudah tutup, cukup untuk meneduhkan kami dari derasnya air hujan. Tempat itu sangat sepi, mungkin karena Hujan terlalu deras. Lalu bagaiman cara kami untuk pulang? Jalanan ini sungguh sepi sekali tidak ada tanda – tanda taxi yang akan lewat. Bus pun tidak ada.

~o0o~

“ Sepertinya hujan ini akan turun lama “, ucapku sambil melihat ke atas langit dimana air hujan terus berjatuhan dengan derasnya.

“ Berarti kita akan disini sampai malam? Ani, mungkin sampai besok?! “, ucapnya yang membuatku menatapnya.

“ Mwo?! Aish! Aku akan mencoba menghubungi member lain atau Manager Oppa “, ucapku sambil mengeluarkan ponselku namun ternyata ponselku lowbet.

“ Aish! Diwaktu seperti ini masih saja lowbet. Kai, kau bawa ponselmu? “, ujarku menghadap ke arahnya.

“ Aku lupa membawanya Noona “, jawabnya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.

“ Aish! Bagaimana ini? Yang bisa kita lakukan sekarang hanya berdoa agar hujan cepat reda “, gumamku.

“ Noona, kapan kau akan menjawabku? “, tanya Kai tiba – tiba.

“ Mwo?! “,

“ Perasaanku padamu? “, lanjutnya membuatku gugup.

Jadi Kai menyukaiku itu bukan mimpi?

“ Hmmm… ani… itu… Tidakkah kita lebih baik seperti ini saja Jongin-a? Aku tidak ingin ada skandal lagi seperti aku dengan Minho. Lagian umur kita terpaut cukup jauh, seharusnya kau mencari yeoja yang seumuran denganmu “,

“  Jadi karena perbedaan umur kita yang 5 tahun, kau tidak ingin menerimaku Noona? “ tanyanya membuatku diam.

“ Apa kau tidak percaya aku bisa membahagiakanmu? “, aku masih diam.

“ Apa kau masih menganggapku anak kecil, Noona? “,

“ A…ania. Bukan itu “, elakku.

Tiba – tiba Kai menggendongku dengan kedua tangan kekarnya membuatku kaget dan langsung memeluk lehernya.

“ Apa yang kau lakukan? Turunkan aku! “, pintaku sambil mencoba melepaskan diri dari Kai.

“ Shirheo! Sebelum kau bilang, aku bukan anak kecil! “, tolaknya.

“ Jangan bercanda Kai! Turunkan aku! “,

“ Anio! “

“ Kai! “

“ Shirheo! “

“ Geurae, araseo! Kau seoarang namja. Namja sejati! “, ucapku yang membuatnya tersenyum

Aish! Jika ada wartawan yang lihat pasti skandal itu akan lebih parah. Untung saja tempat itu sepi.

“ Bukankah aku sudah mengatakannya, sekarang turunkan aku! “, pintaku namun dia tidak menurunkan aku.

“ Anio, sebelum kau menciumku! “,

“ Aish! Ya! Bukankah kau bilang aku hanya mengakuimu menjadi seorang namja sejati? “, protesku.

“ Aku berubah pikiran! “, jawabnya sambil tersenyum.

“ Aish! Kai, kalau kau tidak menurunkan aku sekarang juga. Aku akan marah padamu selamanya dan tidak mau berbicara lagi denganmu! “, ancamku.

Terlihat raut wajahnya berubah. Dengan berat hati dia menurunkanku, setelah itu aku merasakan tangan kekarnya memelukku dari belakang.

“ Nan saranghae, Noona “, ucapnya ditelingaku.

Seketika itu tubuhku kaku, nafasku tercekat dan jantungku berdegup kencang seperti ingin keluar dari dalam dadaku.

“ Kai… “, lirihku berusaha membalikkan tubuhku namun dia menahannya.

“ Biarkan seperti ini, Noona. Aku ingin merasakannya lebih lama “,

Aku pun membiarkanya memelukku selama yang dia mau. Kurasakan hangat tubuhnya yang juga menghangatkanku. Dia pun meletakkan dagunya dipundakku seakan ingin beristirahat. Tuhan, apakah salah jika aku menerima cintanya saat ini? Jujur, aku ingin sekali bilang padanya aku juga mencintainya. Tapi bagaimana dengan karir kami? Tidakkah hubungan kami terlalu beresiko? Apa yang harus aku lakukan sekarang?

“ Noona, Aku ingin menunggumu sampai kau menerimaku. Bolehkah aku melakukan itu? Karena hanya kau yeoja yang kuinginkan “,

“ Jongin-a… “, panggilku lembut.

“ Hmmm…. “, dia hanya menyaut tanpa mengatakan sesuatu.

“ Lepaskan, ini sudah terlalu lama “, suruhku.

Dia sepertinya kaget dan perlahan – lahan melepaskan tangannya yang melingkar di tubuhku.Aku membalikkan tubuhku menghadapnya dan kini mata kami saling bertatapan.

“ Kau tidak usah menungguku! “, ucapku dna kulihat wajahnya semakin kaget.

“ Eh?! “,

“ Karena aku juga menyukaimu “, ucapku lalu aku mencium bibirnya kilat membuat matanya membulat kaget dan tidak percaya. Aku langsung melepaskan ciumanku lalu menatapnya. Dia kemudian sadar dengan apa yang aku lakukan barusan.

“ Kau? Kau? Kau mencimku, Noona? “, tanyanya tidak percaya dan aku hanya membjawab dengan anggukan kepala.

“ Ja… jadi kau menyukaiku juga? “, tanyanya masih tidak percaya aku menganggukkan kepala lagi sambil tersenyum.

Dia langsung menarikku kedalam pelukannya erat sekali. Ya, aku juga tidak ingin membohongi diriku sendiri tentang perasaanku padanya. Aku tidak peduli dengan masalah atau rintangan yang akan menghadang kami nantinya. Yang sekarang aku pikirkan aku ingin bersama namja ini.

“ Gomawo, Noona. Jeongmal Saranghae! “, ucapnya senang disela – sela pelukan kami.

Aku juga bahagia sekarang, Gomawo Kai sudah mencintaiku dengan tulus. Mulai hari ini dan seterusnya aku akan jujur tentang perasaanku padamu. Walau kita harus merahasiakan hubungan ini dari semua member dan publik, tidak apa – apa. Yang penting kita bisa bersama – sama dan memiliki satu sama lain. Walau terkadang harus kencan diam – diam, tapi kami sangat bahagia dengan hubungan kami ini.

~oo00 The End 00oo~

Tercipta lagi satu FF gaje milik author karena banyak yang bilang Noona, No.1 endingnya gantung , Readers gimana tanggapannya? semoga puas dengan yang ini 🙂 Jangan lupa Rate, Comment dan Likenya ya untuk spirit buat Author agar terus bisa membuat FF yang lainnya. Kamshamida #bow ^__^

27 thoughts on “( Sequel Noona, No.1 ) Ficlet He Is Not A Boy

  1. asyikk, sekarang makin banya KaiYul couple favorite aku, thor request nih..
    banyakin FF yang KaiYul yah, thanks..
    and salam kenal 🙂

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s