Let’s Never Meet Again (Chapter 8)

Let's Never Meet Again 5

 

Title     : Let’s Never Meet Again

Author : Berries (@berries_cocoa)

Length : Series

Rating : PG-13

Genre  : Sad, Romance, Friendship

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Luhan EXO-M
  • Lay (Zhang Yixing) EXO-M

Other Cast :

  • Chen (Kim Jong Dae) EXO-M
  • Seohyun SNSD
  • Yuri SNSD
  • Sooyoung SNSD
  • Kris EXO-M
  • Sehun EXO-K
  • Kai EXO-K

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan  murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow Maklumin ya kalo author lama ngepostnya 😦 Maaf lagi di chapter ini gak ada Lay nya. Maaf kalo ceritanya jelek, feelnya kurang dapet. Please Don’t Bash ya and Sorry For the TYPO. Sesuai dengan permintaan, kali ini agak panjang. FF ini juga di publish di blog author cocoafanfiction.wordpress.com

Dengan sangat, author mohon tinggalin jejak ya

Happy Reading!!!

***

“Sudahlah Chen, paling tidak biarkan mereka berdua saja. Lagipula tidak akan terjadi sesuatu pada Yoona. Kan ada Luhan” ucap Yuri menenangkan Chen yang sejak kepergian Luhan dan Yoona dia tidak pernah merasa tenang.

“Bukan itu yang kutakutkan” ucap Chen

“Lalu apa ?”

“Yang kutakutkan justru jika mereka berdua…” ucap Chen menggantung

“Apa ?” tanya Yuri penasaran

“Ani…. Kurasa kau benar” jawab Chen untuk menghindari kecurigaan Yuri

“Dasar aneh” kesal Yuri pada sikap Chen

“Yang kutakutkan justru jika mereka berdua beersama” ucap Chen pelan yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.

***

“Kau kenapa menangis ?” tanya Luhan yang kini sedang duduk di sebelah Yoona. “Tidak apa-apa. Hanya teringat masa lalu” jawab Yoona. “Kau sendiri pergi kemana ?”

“Aku ? Oh, aku pergi membeli es krim. Aku tidak tau apa rasa kesukaanmu, jadi aku membeli rasa mint”

“Oohh….” ucap Yoona sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti tapi sedetik kemudian Yoona melihat ke arah Luhan lalu melihat ke segala arah yang ada di didekat Luhan.

“Kau mencari apa sih ? Apa ada yang aneh denganku ? Atau kau baru menyadari kalau aku ini tampan ?” tanya Luhan yang membuat Yoona jengkel.

“Satu, kau itu sudah aneh dari dulu. Dua, bercerminlah atau perlu kubelikan cermin. Dan tiga, mana es krim yang kau beli ?” Yoona bingung melihat tangan Luhan yang kosong. Tidak seperti membeli apa-apa.

“Mwo ?!!! Ya!!!! Aku tidak perlu kau belikan cermin. Kau saja yang tidak menyadari ketampananku. Apa kau but- Eh…. Es krimku ? Es krimku mana ?” tanya Luhan sambil mencari-cari es krim yang baru saja di belinya.

Sedangkan Yoona hanya terkekeh melihat tingkah laku Luhan yang sedang sibuk mencari es krimnya.

“Mian, sepertinya aku menjatuhkannya saat menghampirimu tadi” ucap Luhan akhirnya setelah puas mencari es krimnya.

Tiba-tiba wajah Yoona berubah. Wajahnya terlihat seperti ingin menangis sampai “Huwaaaaaa………. Aku ingin es krim” teriaknya sambil menutup mata layaknya anak kecil. Membuat semua orang yang berada di sekitar mereka menatapnya.

“Eh… Eh….. Kenapa kau menangis ?” tanya Luhan kaget dengan teriakan Yoona yang tiba-tiba.

“Aku ingin es krim!!!!”

“Jangan menangis nanti kubelikan”

“Aku ingin sekarang!!!”

“Eh tap- tapi”

“Huwaaaa……”

“Jangan menangis, semua orang melihat ke arah kita. Mereka akan berpikir aku melakukan sesuatu padamu”

“Tapi kau memang melakukan sesuatu padaku”

“Mwo ?!! Memangnya aku melakukan apa ?” tanyanya kaget

“Kau meninggalkanku sendiri”

“Tapi kan itu untuk membelikanmu es krim”

“Lalu mana es krimku”

“…..”

“Tuh kan, huwaaaa…..”

“Baiklah akan kubelikan es krim, tapi nanti. Nanti akan kubelikan es krim. Apa saja asal kau berhenti menangis”

Yoona menghentikan tangisannya “Benarkah ?” tanyanya.

“Ne” jawab Luhan. “Okee…… Ayo kita bermain lagi” ucap Yoona seketika dengan riangnya, seperti tidak habis menangis.

“Kau…. Kau membohongiku”

“Kau sudah berjanji untuk mentraktirku, ingat itu. Hore di traktir es krim” teriak Yoona kali ini dengan kegirangan.

Luhan menghela nafasnya “Terserah kau saja, asal kau tidak menangis”. Tiba-tiba Yoona membalikkan badannya “Kau berbicara sesuatu ?” tanyanya, merasa seperti ada ucapan yang baru saja keluar dari bibir Luhan.

Luhan menggelengkan kepalanya “Ani…. Ayoo bermain” jawab Luhan lalu menggandeng tangan Yoona.

“Eh..” ucap Yoona kaget dengan apa yang baru saja Luhan lakukan.

*SKIP*

“Kenapa kau diam saja ? Kau takut ?” tanya Yoona pada namja yang diam membisu dengan wajah pucatnya sejak mereka berdua duduk di wahana Bungee Drop.

“M-mwo ? A-a-niyo….” jawabnya terbata-bata.

“Benarkah ?”

“S-sudah kukatakan a-aku baik-baik saja !!” jawab Luhan sedikit keras.

“Baiklah terserah kau. Aku kan hanya bertanya” kesal Yoona. “Wajahmu terlihat pucat sih. Kalau kau takut bilang saja” sambungnya.

“Sudah kukatakan aku baik-baik sa- Huwaaaaaa……!!!!!” ucap Luhan terputus, digantikan dengan suara teriakannya saat Bungee Drop itu mulai melakukan tugasnya.

Yoona ? Dia hanya tertawa. Antara tertawa bahagia melakukan permainan itu dan tertawa karena melihat Luhan yang terlihat sangat takut bahkan tidak pernah sekalipun bibir Luhan tertutup.

*SKIP*

“Hoek… Hoek….”

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau takut ketinggian ?”

“Haah….. Ak- Hoek…. Hoek”

“Kau tau ? Wajahmu tadi saat di Bungee Drop sangat sangat ….. Hahahahah” ucap Yoona terputus yang di sambung dengan tawanya mengingat Luhan saat bermain Bungee Drop tadi.

“Kau menyeba-”

“Jangan bilang sebenarnya ini alasanmu kenapa kau tidak ingin ikut mereka saat bermain Giant Loop tadi ?” tanya Yoona memutuskan ucapan Luhan yang tidak sempat terselesaikan.”Bagaimana bisa seorang namja takut ketinggian hahahaha” sambungnya.

Kesal “Ya!!! Memangnya namja tidak boleh takut ketinggian. Bukan salahku kalau Tuhan memberikanku kekurangan. Lagipula namja sempurna sepertiku paling tidak harus mempunyai satu kekurang-”

“Ne, ne. Arraseo. Lebih baik kau muntah lagi sana, paling tidak aku tidak harus mendengar ocehanmu” jelas Yoona sambil menjulurkan lidahnya.

“Ya!!! Kau kira telingaku tidak sakit mendengar kau yang dari tadi dengan bahagianya menertawaiku. Menangis lagi sana”

“Mwo ?!! Lebih baik kau diam atau akan kubuat kau menaiki Bungee Drop lagi bahkan tidak hanya itu, aku akan membuatmu menaiki Gyro Swing dan permainan-permainan tinggi lainnya. Kau mau ?”

Luhan terdiam. Kali ini dia benar-benar telah kalah berbicara dengan yeoja di hadapannya ini.

“Kau benar-benar yeoja menyebalkan” kesal Luhan menyerah lalu memilih berjalan ke arah tempat duduk yang ada di dekat mereka.

“Dari pada kau, namja cerewet. Sudahlah, ini” ucap Yoona menyusul Luhan sambil memberikan minuman botol dari tasnya. “Kau tidak pusing ?” tanyanya.

“Sangat pusing, apalagi setelah mendengar tawa dan ocehanmu barusan” jelas Luhan mengambil botol yang ada di tangan Yoona lalu meminumnya.

Setelah itu dia mengembalikan botol tersebut pada Yoona yang sekarang berada di sampingnya. Sedetik kemudian Luhan berbaring sambil menidurkan kepalanya di pangkuan Yoona.

Kaget dengan kelakuan Luhan “Ap- apa yang kau lakukan ?”

“Sebentar saja”

“Tap- tapi….”

“Kepalaku pusing. Lagipula kau harus bertanggung jawab” ucap Luhan.

Yoona terdiam, menyerah begitu melihat Luhan sudah tertidur di pangkuannya. Yoona melihat wajah namja yang sedang tertidur itu. Wajahnya terlihat damai, baru kali ini Yoona melihat wajah namja itu dari dekat dan baru kali ini juga Yoona menyadari betapa tampannya namja di pangkuannya itu.

“Kau tau ? Entah kenapa saat bersamamu semua rasa sedihku hilang” ucap Yoona sambil membenarkan rambut Luhan.

*SKIP*

“Dasar, dihubungi tidak bisa. Dicari kemana-mana ternyata ada disini, tertidur” ucap Sooyoung sambil menghela nafasnya.

“Mereka lucu sekali” kali ini Seohyun yang berbicara, tersenyum melihat Luhan yang tertidur di pangkuan Yoona sedangkan Yoona tertidur dengan posisi duduknya.

“Apa yang kau lakukan ?” tanya Yuri ketika melihat Kai yang sedang mengambil ponselnya. Kai tersenyum memamerkan gigi putihnya “Tentu saja memotret mereka” jawabnya.

Semua diam. Berpikir. “Ide bagus” Sehun pertama kali berbicara dan langsung mengambil ponselnya mengikuti Kai yang sekarang sedang sibuk memotret kedua manusia yang tertidur itu.

Seketika semuanya pun ikut memotret, mengambil dari segala sisi kecuali satu orang yang hanya berdiri diam memperhatikan Luhan dan Yoona.

“Kau kenapa Chen ?” tanya Kris yang menyadari diamnya Chen. Tidak ada jawaban, matanya masih fokus pada dua manusia itu.

“Ehmm….” gumam Luhan, membuka matanya lalu membenarkan posisinya. Seketika Yuri, Kai, Sehun, Seohyun dan Sooyoung menghentikan kegiatan mereka lalu menyembunyikan ponsel mereka agar tidak ketahuan.

Luhan mengucek matanya. “Apa yang kalian lakukan ?” tanyanya

“Harusnya kami yang bertanya seperti itu” jawab Sooyoung.

Luhan tidak mengerti apa maksud perkataan Sooyoung. Beberapa detik kemudian “Eh..” ucapnya, teringat dengan Yoona. Tidak peduli dengan ucapan Sooyoung. Dia lalu melihat ke sampingnya, Yoona masih tertidur. Luhan tersenyum melihat wajah damai Yoona.

Tapi…

“Yoong, bangunlah” ucap Chen pelan, dia mensejajarkan tubuhnya dengan Yoona sambil mengelus lembut pipi Yoona yang ada di hadapannya sekarang.

Luhan yang melihat tingkah Chen kesal karena Chen berhasil mendahuluinya.

“Emm…” gumam Yoona pelan membuka matanya sambil menguap lalu dia meregangkan tubuhnya. “Eh….. Sedang apa kalian ?” tanyanya melihat teman-temannya memperhatikan.

“Percuma aku menjawab” kesal Sooyoung diikuti dari lainnya kecuali ketiga orang tersebut pastinya.

*SKIP*

-Dua Minggu Kemudian-

“Kalian semua merasa aneh tidak ?” tanya Sooyoung pada yang lainnya sambil mengemut permen lollipopnya. Ya, seperti biasa mereka makan siang di atap gedung kampus mereka. Kali ini hanya ada Sooyoung, Seohyun dan Yuri. Sedangkan para namja sedang pergi membeli makan siang untuk mereka semua termasuk Luhan, Sehun dan Kai. Yoona ? Dia masih memiliki jam kuliah.

“Aneh bagaimana ?” tanya Yuri

“Yoona”

“Memangnya kenapa dengan Yoona eonni ?” kali ini giliran Seohyun yang bertanya

“Aku merasa dia lebih ……. Ceria” jawab Sooyoung

“Kurasa kau benar” setuju Yuri “Dia sekarang juga jarang membicarakan Lay”

“Juga jarang menangis” sambung Seohyun “Bahkan Baekhyun sampai meneleponku”

“Baekhyun ?” tanya Yuri dan Sooyoung bersamaan.

“Ne, dia bertanya tentang Yoona. Katanya semenjak pulang dari Lotte World Yoona berubah” jelas Seohyun.

“Maksudmu ?” tanya Sooyoung.

“Dia jadi tidak pendiam seperti biasanya. Dia jadi lebih sering tersenyum dan berkumpul bersama keluarganya. Dia juga jarang menangis bahkan dia pernah mengajak Baekhyn untuk berbelanja bersama”

“Baiklah, itu adalah hal yang tidak wajar” kali ini Yuri.

“Tapi bukankah itu bagus ?” tanya Seohyun heran dengan Yuri.

“Tentu saja bagus, hanya saja itu aneh. Kurasa dia mulai bisa melupakan Lay” jawab Sooyoung “Bukan berarti aku senang melihat dia melupakan Lay”

“Ya, aku tau. Kurasa kita harus menemukan penyebab Yoona seperti itu” sambung Yuri.

“Kita harus menyusun rencana” Seohyun menyetujui ucapan Yuri barusan.

“Ya, kurasa kau ben-” ucapan Sooyoung terputus ketika mendengar suara pintu atap terbuka, sedikit keras sepertinya.

“Annyeong!!!” sapa Yoona dengan senyum manisnya.

Permen lollipop yang sedang dimakan Sooyoung pun terjatuh, Seohyun yang sedang minum mendengar teriakan Yoona pun tanpa sengaja memuncratkan minumannya, Yuri ? Dia hanya bengong melihat Yoona.

Tentu saja ketiga orang sahabatnya itu kaget melihat tingkah Yoona yang seperti itu. Walaupun beberapa hari ini mereka sudah sering melihat Yoona yang seperti ini tapi tetap saja mereka masih belum terbiasa.

“Ada apa ? Apa ada yang aneh ?” tanya Yoona merasa aneh melihat tingkah ketiga sahabatnya itu.

“Yang aneh itu kau” jawab Sooyoung pelan setelah tersadar dari kekagetannya.

“Apa ?” tanya Yoona yang memang tidak mendengar apa yang barusan dikatan Sooyoung.

“Ani…” ucap Sooyoung lagi kali ini memalingkan wajahnya.

“Baiklah” jawab Yoona sambil mengedikkan bahunya. “Mana yang lainnya ?”

“Yang lainnya sedang membeli makanan. Sudah lupakan saja paling sebentar lagi mereka kembali” jawab Yuri

Yoona membulatkan bibirnya membentuk kata ‘Oh’. “Eonni, saat kau di Lotte World kau bermain apa saja sampai tertidur pulas seperti itu ?” tanya Seohyun memulai rencananya untuk mencari tau namun dengan cara yang lebih halus agar maksudnya tidak diketahui Yoona.

“Aku ?” tanya Yoona sambil menunjuk dirinya sendiri dan yang lainnya hanya mengangguk, mengiyakan. “Hmmm…….” gumam Yoona berpikir. “Kami bermain Bumper Car terus masuk ke Ghost House setelah itu kami bermain Bungee Dro….p hahahhaahha” tawa Yoona seketika mengingat Luhan saat bermain Bungee Drop.

“Kau kenapa ?” tanya Yuri merasa aneh karena tiba-tiba Yoona tertawa.

Yoona menggelengkan kepalanya “Ani….. Hanya teringat sesuatu yang lucu” jawabnya sambil menghapus setetes air yang keluar dari matanya, tentu saja menambah curiga dari yang lainnya.

“Sesuatu apa ?” tanya Seohyun penasaran dengan ‘sesuatu’ lucu yang sampai membuat Yoona menangis seperti itu.

“Aniyo….” Yoona berniat untuk merahasiakannya.

“Oh ayolah Yoona… Bagaimana bisa kau bermain rahasia dengan kami” ucap Sooyoung akhirnya, kesal dengan Yoona yang tidak mau memberitahukan mereka semua.

“Nanti aku bisa di marahi Lulu”

“Lulu ?” Seohyun angkat bicara.

“Maksudmu Luhan ?” kali ini Yuri, Yoona pun mengangguk mengiyakan.

“Kenapa dan sejak kapan kau memanggilnya dengan sebutan itu ? tanya Sooyoung penasaran.

“Sejak sa-”

“Makanan dataaang!!!!” teriak Kris sambil membanting pintu memutuskan ucapan Yoona.

“Kau mengganggu saja!!!” kesal Sooyoung meneriaki Kris.

“Sangat mengganggu” sambung Yuri.

“Haahh…… Hilang sudah kesempatan” ucap Seohyun sambil menghela nafasnya.

Kris bingung dengan semua ucapan yang ditujukan padanya “Memangnya apa yang kulakukan ?” tanyanya dengan wajah bingungnya.

“Hyung, kurasa harimu akan segera gelap” tawa Kai yang langsung mendapat tatapan sinis dari Kris.

“Sudahlah, kalian tidak lapar ? Ayo kita makan” ucap Chen menengahi. Dia langsung mengambil tempat tepat di samping Yoona diikuti dengan Luhan di sisi lainnya.

*SKIP*

Mereka semua sibuk memakan makanan mereka sambil melontarkan lelucon yang diikuti tawa dari yang lainnya. Sesekali mereka yang mempunyai pasangan saling bermesraan.

“Apa kalian masih ada jam kuliah habis ini ?” tanya Sooyoung.

“Aku ada, kenapa ?” tanya Chen balik.

“Ani… Hanya bertanya, tidak boleh ?” jawab Sooyoung sinis.

“Menyeramkan sekali” ucap Chen pelan lalu memalingkan wajahnya.

“Aku tidak ada” sahut Yuri

“Aku juga” sambung Seohyun

“Kau Yoong ?” kali ini Yuri yang bertanya

“Aku mau pergi ke toko buku” jawabnya

“Mau kutemani ?” tawar Luhan

“Eh, tidak usah. Aku bisa sendiri”

“Sudahlah, tidak apa-apa. Aku juga ingin membeli sesuatu di Toko Buku” bohongnya, tentu saja dia ingin pergi berdua dengan Yoona.

“Benarkah ? Baiklah kalau begitu” setuju Yoona sambil tersenyum ke arah Luhan yang di balas Luhan dengan senyumnya juga.

“Ehem…. Masih ada kami disini” ucap Sehun di ikuti tawa dari Kai yang berhasil membuat wajah Yoona dan Luhan memerah. Sedangkan yang lainnya hanya diam melihat pemandangan di hadapan mereka.

Chen ? Dia merasa tidak suka dengan kedekatan Yoona dengan Luhan. Kris ? Dia merasa ada yang aneh dengan Yoona. Sooyoung, Seohyun dan Yuri ? Tentu saja kecurigaan mereka dengan Luhan bertambah.

“Chen bukankah kau masih ada jam kuliah ?” tanya Kris yang sekarang sedang memperhatikan jam tangannya.

Chen yang mendengar ucapan Kris ikut melihat ke arah jam tangannya “Aku harus segera pergi. Aku pergi dulu, Annyeong” teriaknya sambil berlari, sepertinya dia terlambat.

“Mau pergi sekarang ?” tanya Luhan

“Tentu, kami pergi dulu. Annyeong” kali ini Luhan dan Yoona yang pergi menyisakan tiga pasang kekasih.

“Yeobo, ayo kita berkencan. Bukankah kau tidak punya jam kuliah lagi” ajak Kai

“Seo, kita juga berkencan saja bagaimana ?” kali ini Sehun

“Hey evil Soo, apa yang akan kita lakukan ?” tanya Kris

Sedangkan ketiga yeoja yang ditanyai hanya diam. Sibuk berpikir, tak lama kemudian.

“Apa yang kalian pikirkan sama dengan yang kupikirkan?” tanya Sooyoung pada kedua sahabatnya.

“Kurasa sama” jawab Yuri di ikuti anggukan dari Seohyun

“Kalau begitu ayo” ucap Sooyoung lalu beranjak pergi di ikuti Seohyun dan Yuri.

“Eh kalian mau kemana ?” tanya Sehun

“Kami ? Kami ingin bermain menjadi detektif” jawab Seohyun asal dan tetap pergi

“Main detektif ?” guman Sehun pelan, masih memikirkan jawaban Seohyun barusan

“Hyung, apa yang akan kita lakukan ?” tanya Kai pada Kris yang saat ini masih tidak tau akan melakukan apa.

Tiba-tiba muncul sebuah ide.

“Kita ikuti mereka saja bagaimana ?” usul Kris. Dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan ketiga yeoja yang baru saja pergi itu.

-TBC-

16 thoughts on “Let’s Never Meet Again (Chapter 8)

  1. thor,, aku dah baca part 9 nya di blog author,,
    aku nggu part 10 nya ya thor,,
    jebal jgn lama2 ya thor,,
    luyoon jjang,,

    • Hehe
      Iyaaa author emg sengaja ngepost di blog author duluan
      Ini sedang dalam pengerjaan
      Tunggu ya chapter 10 nya
      Yeah !!! LuYoon JJANG !!!
      ^^

  2. Hahahah…
    Lucu,,Yoong eonni kayak anak kecil,nangis minta ice cream.. 😀
    Soo eonni dkk juga bikin ngakak..
    hahahah
    Ditunggu lanjutannya thor~ 🙂

  3. Wahhh Thor itu Yoong oeni kya anak kecil, masa gak dibeliin es krim nangis, ceritanya kere thor. 🙂 Daebakk. Di tunggu lanjutannya. Keep writing thor. 🙂

  4. ff nya keren!! meskipun bias aku bukan yoona, tp aku luyoon shipper hehe.
    sookris nya kocak xD suka sama chara mereka disini, kocak tp romantis.

    kapan2 bikinin ff sookris ya thor? hehe ^^

  5. ff nya keren!! meskipun bias aku bukan yoona, tp aku luyoon shipper hehe.
    sookris nya kocak disini xD suka sama chara mereka disini, kocak tp romantis.

    aku udah baca sampe part 9 di blog author. nunggu next partnya nih 🙂

    kapan2 bikinin ff sookris ya thor? hehe ^^

    • Gamsahamnida
      Hehe
      Kita sama2 luyoon shipper dong 😉
      Makasiih ya ^^
      Seneng deh

      Iyaaa author bikinin deh ntar, author sedang nyari cerita yg pas ni hehe ^^

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s