[Freelance] Mystery Of Ghost Island (END)

Title                 : Mistery of Ghost Island (END)

Author             : Tiffany Tania

Length             : Chaptered

Genre              : Horror, Romance

Main Cast        : EXO and SNSD

Hello, tiff here again. Makasih buat para chingudeul  yang udah ngasih masukan tentang kesalahan teknis yang fatal yang aku buat-_- Mianhae jeongmal mianhae aku itu terlalu terburu-buru makanya ancur deh FF nyaL  Buat nebus kesalahan aku, aku kasih kalian chapter ke-3 nya. Disini horrornya mau lebih ditambah semoga aja feelnya dapet ya~ . Sebenernya ini FF udh admin post di WP author “taniatiffany.wordpress.com” *cielah malah promosi lagi*. Yaudah deh tanpa banyak basa basi happy reading chingudeul^^

oOo

“THEIR DREAM HOLIDAY BECAME THEIR WORST NIGHTMARE”

Lay yang melihat Hyoyeon mulai tenggelam mencoba berenang dan menangkapnya. Semua member semakin histeris melihat Hyoyeon yang sudah tidak ada dipantai tersebut. Lay mencoba menyelam mencari Hyoyeon, namun anehnya Hyoyeon tidak ada disana. Dia sudah mencari kemana-mana namun nihil tidak ada hasil sama sekali.

“Bagaimana Lay? Dimana Hyoyeon?” ucap Taeng yang masih histeris.

“Mi-mianhae. Hyoyeon tidak ditemukan” ucap Lay melemas. Seketika dia jatuh terduduk. Dia mulai menangis. Seluruh member terutama yeoja malah semakin menjerit histeris.

“Sudah, kita kembali dulu ke penginapan sekarang” tegas Kris sambil menenangkan Jessica yang ikut histeris. Mereka semua kembali ke penginapan. Kris berjalan mundar-mandir tidak jelas. Dia merasa gelisah memikirkan menghilangnya Hyoyeon di pantai.

“Hyung, ottokhae?” ucap Kyungsoo pada Kris. Kris hanya menggeleng lemah dia juga tidak mengerti apa yang harus dia lakukan. Dia benar-benar sudah kehilangan akal.

“Bagaimana jika kita menghubungi Lin ahjumma?” usul Chen.

“Ya, sebaiknya kita menghubungi Lin ahjumma dan meminta bantuan kepadanya” ucap Kai menambahi. Mereka pun menghubungi Lin ahjumma. Sambil menunggu Lin ahjumma mereka semua berdoa semoga Hyoyeon segera ditemukan. Datanglah Lin ahjumma.

Ahjumma, tolong kami kumohon” ucap Sunny dan Xiumin

Chankaman, ada apa ini? Kenapa semuanya terlihat sedih?”

“Hyoyeon menghilang dipantai ahjumma, bagaimana ini?” ucap Seohyun menangis lagi sedangkan Yuri berusaha menenangkannya.

“HAH? Bagaimana bisa?”

“Aku tidak mengerti ahjumma tadi aku melihat dia berjalan tengah pantai dan tenggelam. Tapi, setelah Lay mencarinya Hyo tidak ada disana” ucap Sooyoung melemah.

“Ini tidak mungkin terjadi”

“Memangnya kenapa ahjumma?” ucap Taeyeon dan Baekhyun bersamaan.

“Dua tahun yang lalu, ada segerombolan anak seusia kalian yang melakukan liburan disini. Dan satu per-satu temannya menghilang”

“MWO? Bagaimana bisa ahjumma?” ucap Tiffany keheranan.

“Mereka melanggar peraturan disini. Mereka bermain melebihi batas yang ditentukan pihak kami, sebentar apa ada yang melanggar peraturan disini?” ucap Lin ahjumma menginvestigasi mereka. Mereka hanya terdiam tak ada yang berani menjawab.

“Jawab! Siapa pelakunya? Berani berbuat harus berani bertanggung jawab!” ucap Lin ahjumma menyentak. Kami sontak kaget melihat sosok Lin ahjumma yang mulai marah.

“Siapa yang berani-beraninya melanggar aturan disini? Siapa?” ucap Jessica ikut marah.

“Noona-“ ucap Chanyeol

“Apa kau pelakunya?” ucap Tao mendelik pada Chanyeol

“Mianhae, aku benar-benar tidak tahu. Aku dan Suho hyung pergi kebelakang pantai. Jeongmal mianhae, aku tidak sengaja aku tidak melihat tulisan apapun pada saat kami bermain jetsky, ya kan Hyung?” ucap Chanyeol menyikut Suho. Suho hanya menunduk.

“Jadi kau ulah penyebab ini semua? Kurang ajar!” ucap Lay langsung meninju pipi mulus Chanyeol dia sangat marah besar. Karenanya orang yang dia sayangi menghilang. Kris dan Sehun berusaha melerai mereka.

“Sudah, jangan berkelahi. Ini tidak akan memecahkan masalah! Sudahlah” ucap Yoona sambil terisak.

“Benar apa kata Noona, berkelahi bukanlah cara yang terbaik. Sudahlah Hyung belajar dewasa” tegas Luhan. Kini emosi Lay sedikit mereda, dia sangat terpukul sekali dengan kehilangan Hyoyeon. Chanyeol hanya bisa meringis kesakitan namun dia tidak melawan, karena memang pada dasarnya dia mengakui kesalahannya. Chanyeol bergegas keluar.

“Kali ini sudah tidak ada yang mempercayaimu, Park Chanyeol.” Ucap Chanyeol menyesal. Namun seseorang merangkulnya. Sooyoung.

“Ingat kau masih punya aku, diantara berjuta –juta orang yang tidak mempercayaimu. Akulah orang pertama dan satu-satunya yang mempercayaimu” ucapnya sambil memeluk Chanyeol dari belakang sambil membenamkan wajahnya pada bahu namja itu.

“Gomawo, noona.” Ucap Chanyeol memegangi tangan Sooyoung yang melingkar dipinggangnya.

Mereka berkumpul di ruang tengah dengan perasaan cemas. Hyoyeon belum kembali. Mereka benar-benar masih shock dengan kepergian Hyoyeon yang tiba-tiba.

“Hyung, bagaimana ini? Hyoyeon noona belum kembali” ucap Tao. Kini tidak ada jawaban. Mereka sama-sama bingung harus melakukan apalagi. Mereka sudah benar-benar kehilangan akal. Tiffany mulai menangis.

“Aku ingin pulang, aku tidak ingin salah satu dari kita semua menjadi korban lagi” ucap Tiffany sambil terisak.

“YA! Kau jangan egois! Kau fikir kita akan meninggalkan Hyoyeon disini? Tak bisa! Jika perlu, hilang satu hilang semuanya!” ucap Yoona geram. Semua member membelalakkan mata.

“Noona, are you serious?” ucap Baekhyun.

Yes. I’m serious. Why?”. Semuanya terdiam, tidak ada yang menjawab pertanyaan Yoona. Jika dipikir kembali ada benarnya perkataan Yoona. Namun jauh dilubuk hati mereka, mereka masih ketakutan.

“Bagaimana jika kita mencari Hyoyeon?” ucap Seohyun.

“Jangan, ini sudah larut malam. Lebih baik kita mencarinya besok saja. Demi keamanan semuanya bagaimana jika kita tidur disini saja, setuju?” ucap Taeyeon.

Geurae, itu lebih baik” ucap Chen.

Semua member tidur diruang tengah, namun tengah malam Yuri ingin keWC dia ketakutan jika harus pergi sendiri. Dibangunkannya, Jessica.

“Sica, antar aku ke WC. Aku takut” ucap Yuri membangunkan Sica. Setengah sadar Sica pun mengantar Yuri ke WC yang memang jaraknya agak jauh dengan ruang tengah terlebih lampu disana dimatikan jika malam menjelang dan tidak boleh dinyalakan. Itu syarat yang diajukan Lin ahjumma.

“Jangan lama-lama, ne?”

“Ne, tunggu aku disini. Jangan kemana-mana”

“Hmmm” ucap Sica berdehem karena masih mengantuk. Sambil menunggu Yuri, Sica terlelap sambil duduk dikursi. Namun, suara yang timbul diruangan itu sedikit mengganggu.

SREK SREK *anggap suara kursi dipindah-pindahin*

Nuguya?” ucap Sica masih dalam keadaan setengah sadar. Suara itu semakin menjadi-jadi, Sica yang penasaran mendekati kursi itu. Dan benar, kursi itu bergerak sendiri. Sica semakin ketakutan, bulu kuduknya seketika berdiri.

Nu..nu..nuguya?”

Hihihihihisuara cekikikan terdengar.

KYAAAAAAA!ucap Sica masih berteriak dan akhirnya Sica berlari ke WC.

“Yuri ppali, Yuri-yaaaa!” ucap Sica memukul pintu WC. Tiba-tiba pintu WC terbuka dengan sendirinya, dan betapa kagetnya Jessica dia tidak melihat Yuri berada disana. Lantas dia berlari keruang tengah tempat dimana teman-teman dia berada. “Yu..yuri?” Sica menganga kaget melihat Yuri yang memang sedang tertidur disana. “La..lalu yang tadi si..siapa?” ucap Sica mengigit bibir bawahnya.

oOo

Pagi ini mereka sudah bangun, namun mereka agak sedikit aneh karena Jessica tidak ada disana. Mereka mengerutkan dahinya terutama Kris, namja yang sedang ada hubungan dekat dengannya.

“Sica kemana?” ucap Yuri.

“Tidak tahu noona, kita kan baru bangun” ucap Sehun menaikkan bahunya.

“Jangan jangan-“ ucap Kyungsoo. Langsung dengan terburu-buru mereka berlarian mencari Sica disekitar penginapan. Mereka mencari disekitar pantai, namun tidak dengan Kris. Dia cemas mencari sunbae-nya ini. Dia mencari kehalaman belakang, siapa tahu Sica ada disana. Benar saja ada seorang yeoja yang sedang memeluk lututnya sambil menggigil ketakutan didekat kolam renang. Kris pun mendekatinya. “No..noona?” namun hening tidak ada jawaban.

“No..noona? Apa yang kau lakukan disini?” ucap Kris kaget yang melihat Sica tengah kedinginan dengan wajahnya yang pucat. Diangkatnya Jessica dari sana dan dibawanya keruang tengah. Kris mendudukannya disofa.

“A..aku ingin pulang Kris” ucap Sica

“Ne, noona kita pasti pulang. Tenanglah dulu noona”

“Sica? Kau menemukan Sica dimana Kris?” ucap Tiffany

“Noona berada dikolam renang dibelakang halaman. Aku melihatnya sudah dengan keadaan begini” ucap Kris.

“OMO! Sica, ada apa? Ayo cerita jika memang ada masalah. Apa kau diteror lagi?” ucap Yoona yang langsung memeluk Sica. Jessica hanya bisa terdiam.

“Badanmu panas sekali Sica” ucap Yoona memegangi kening Jessica.

“A..aku ingin pulang Yoon, hiks.. Ingin pulang.. hiks” ucap Sica menangis. Semua member semakin bingung, terror itu semakin mengancam mereka. Jujur saja mereka ingin sekali pulang, namun mustahil jika mereka meninggalkan Hyoyeon sendirian disana. Walaupun mereka tidak tahu keadaan Hyoyeon. Apa sudah meninggal atau belum.

“Aku akan keluar sebentar” ucap Sunny.

“Kemana chagi?” ucap Xiumin.

“Aku ingin mencari udara segar, jangan mengikutiku aku ingin sendiri” ucap Sunny keluar. Xiumin ingin sekali menyusulnya namun tangan Luhan mencegah “Biarkan noona sendiri. Dia pasti lelah” Xiumin hanya mengangguk lemah.

“Hyoyeon kau dimana? Bogoshippo” ucap Sunny menangis.

Sunny pun berjalan dipinggir pantai, dia memainkan kakinya dengan air dipantai itu. Dia masih tidak percaya jika sahabatnya itu menghilang begitu saja. Pada saat dia berjalan, dia merasa menendang sesuatu. Sunny melihat ke sumber. Dia langsung berteriak histeris.

“KYAAAAAAAAAA! HYOYEON!” ucap Sunny. Lantas semua member keluar dan mendekati Sunny. Betapa kagetnya mereka melihat Hyoyeon yang sudah tidak bernyawa. Wajahnya pucat, bibirnya keunguan.

“Noonaaaaaaaaa” teriak Lay langsung meraih jasad Hyoyeon. Menangislah dia disana. Lay memeluk jasad Hyoyeon erat.

“Noona, kenapa meninggalkanku? Noona kan berjanji untuk tetap menjadi teman danceku? Mengapa noona meninggalkanku secepat ini? Noona bangun” ucap Lay menangis sesenggukan. Seluruh member menangis, mereka sangat terpukul dengan meninggalnya Hyoyeon. Merasa lemas, Jessica pingsan dipelukan Kris. Jasad Hyoyeon kini telah disimpan diruang tengah, mereka masih tidak percaya jika liburannya akan menjadi seperti ini.

“Hyo” ucap Sooyoung lirih. Chanyeolpun memeluk Sooyoung yang masih merasa shock dengan keadaan ini.

“AKU INGIN PULANG HIKS.. AKU TIDAK MAU KITA SEMUA MENJADI KORBAN SELANJUTNYA! JEBAL, AKU INGIN PULANG” ucap Seohyun meronta. Sehun yang melihatnya hanya bisa memeluk sunbaenya ini. Semua member menangis sejadi-jadinya. Sedangkan Sica hanya menatap kosong kearah Hyoyeon. Dia sungguh tidak rela kejadian ini merenggut nyawa sahabatnya.

“Baiklah, aku akan memanggil kapal untuk menjemput kita semua” ucap Suho ditemani Baekhyun.

“Kalian segera bersiap mengemasi barang. Kita akan pulang sekarang juga” ucap Kris. Mereka semua menuruti perintah Kris. Mereka bergegas mengemasi barang-barang mereka. Sesudah mengemasi barang mereka kembali keruang tengah penginapan.

“Mianhae Hyoyeon, aku tidak bisa menjagamu. Aku sungguh menyesal” ucap Yuri menangis sambil mencium kening Hyoyeon. Begitupun bergiliran setiap member memberikan ucapan terakhir untuk Hyoyeon dan tiba saatnya Lay. Dia terlihat begitu rapuh setelah berada didepan jasad seorang yeoja yang dia sayangi.

“Noo..noona mi..mianhae.. aku tidak bisa menjagamu dengan baik.. Aku memang bukan namja yang baik untuk noona, tapi percayalah noona aku sangat menyayangimu” ucap Lay menangis memeluk jasad Hyoyeon. “Saranghae, Kim Hyoyeon” ucap Lay lalu mencium bibir Hyoyeon sekilas. Kris pun membopong Lay yang masih merasa lemas. Diliriknya jasad Hyoyeon kebelakang berkali-kali, namun sekarang mereka sudah mencoba merelakan kepergian Hyoyeon. Mereka sekarang sedang menunggu kapal. Tibalah kapal yang mereka tunggu, dengan berat hati mereka harus meninggalkan jasad Hyoyeon dipenginapan lalu mereka melangkahkan kaki kekapal.

“ Hyoyeon, mianhae” ucap Taeyeon menangis sambil melihat pulau Seram yang semakin menjauh. Semuapun terduduk lemas, bagaimana caranya mereka menjelaskan kepada pimpinan mereka, Lee Soo Man. Tidak mungkin mereka menceritakan penyebab Hyoyeon meninggal.

“Bagaimana jika kita ditanya pimpinan kita? Apa yang harus kita lakukan Hyung?” ucap Tao kepada Suho.

“Aku tidak tahu” ucap Suho

Mereka semua benar-benar dibuat bimbang, apa yang akan mereka jelaskan jika pimpinan mereka, Lee Soo Man bertanya keadaan Hyoyeon. Tidak mungkin mereka berbohong. Namun tiba-tiba mesin kapal mereka mati dan kapal merekapun berhenti.

“E..eh wae? Mengapa kapalnya berhenti ahjussi?” ucap Kai

“Tidak tahu, sepertinya ada masalah dengan mesinnya” ucap ahjussi itu. Namun setelah dia melihat kondisi mesin kapal tersebut dia kaget. Kondisi mesinnya tidak kenapa-kenapa. Tapi kenapa mesinnya mati.

Jungsuhamnida, mesin kapal baik-baik saja. Tapi kenapa kapalnya tidak jalan ya?” ucap ahjussi sambil menggaruk tengkuknya.

“Sepertinya ada masalah dikipas, coba aku lihat” ucap Kyungsoo yang memang mengerti sedikit tentang kapal layar. Dia mencoba mencari apa ada yang menyangkut dikipas itu benar saja dia menemukan segumpalan rambut.

“Ra..rambut?” ucap Kyungsoo

“A..apa? Rambut siapa itu?” ucap Tiffany

Mereka semua bertatapan aneh, mengapa ada rambut yang menyangkut dikipas itu? Bagaimana caranya? Mereka hanya saling menatap.

“Sudah, kita lanjutkan perjalanan ahjussi” ucap Luhan kepada ahjussi dan langsung mereka berangkat lagi. Diperjalanan mereka hanya bisa berdiam diri, tidak ada pembicaraan sama sekali. Mungkin mereka masih shock dengan kejadian yang mereka alami pada saat liburan tersebut. Namun tiba-tiba kapal yang mereka kendarai oleng, mereka semua sontak kaget. Kapal tersebut terbalik dan

BYUR!

Mereka semua tenggelam disana, tidak ada seorangpun yang selamat entah apa penyebabnya yang jelas alasan kapal mereka oleng karena ulah hantu yang meneror mereka.

“Mianhae noona, oppa, ahjussi aku merenggut nyawa kalian aku merasa kesepian jika hanya aku yang mendiami pulau ini sendirian. Sekarang aku tidak kesepian lagi, Hihihihi”

“THEIR HOLIDAY BECAME THEIR WORST NIGHTMARE”

*END*

Endingnya jelek banget ya? Sumpah aku gakepikiran gimana akhirnya. Bingung. Jadi aku pakai end nya meninggal semua. Maaf buat yang gasuka sama ending FF nya. Sampai jumpa di FF selanjutnya^^ Don’t be secrets readers ya.. Kritik dan saran sangat-sangat dibutuhkan!

Annyeong chingudeul^^

 

27 thoughts on “[Freelance] Mystery Of Ghost Island (END)

  1. Thor, ceritanya serem bener thor.. sumpah, bagus banget.
    Aku kira, yang yuri mau ke kamar mandi itu beneran, thor. Setelah baca, ternyata gak bener. kematian hyo sungguh menyeramkan! Akhirnya, hyo ditemukan. tapi dalam keadaan mati. itu serem banget thor! bener, BAGUS CERITANYA! 😀

  2. Daebak keren chingu.. oh ya,,,
    chingu, kalo’ lk2 manggil perempuan yg lebih tua
    itu “NOONA” bkn “EONNIE” *cm bilang*

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s