[EXOShidae Drabble Collection] Pregnant Days

pregnant-days

Title : Pregnant Days

Author : nanachaa

Main cast(s) :

–          SNSD

–          EXO

Pairing : look at poster ^^

Summary : Para member SNSD mengalami perubahan-perubahan aneh selama hamil, dan itu membuat suami-suami mereka merasa frustasi (author enggak bisa bikin summary -,-).

Genre : romance, comedy (?), fluff, family

Rating : PG-13

Length : drabble pack – 9 drabbles.

A/N : Maaf posternya kayak gitu, lagi malas ngedit ‘-‘)v

WARNING GARING!

+++

Luhan – Yoona

Pagi yang cerah di kediaman keluarga Xi. Seperti biasa, Luhan sedang menikmati kopi di meja makan.

“LUHAAAN!”

Pyuuh! Luhan menyemburkan kopinya karena terkejut. Sambil mengomel, ia menyeka kopi yang mengotori wajahnya.

“Ah, Ibu Manja itu lagi,” gerutu Luhan kesal. Ia segera membersihkan baju depannya yang juga basah oleh kopi dan bangkit menuju kamarnya.

“Ada apa, Yoong?”

Yoona tersenyum sumringah, memamerkan deretan giginya, “Ambilkan aku remote.”

Luhan melotot. Remote itu jaraknya kurang dari 1 meter dari tempat Yoona berbaring. Tapi memang, sejak mengandung, Yoona jadi super malas. Tingkat kemalasannya menjadi sangat akut, benar-benar pencapaian yang ekstrem. Bahkan pembantu mereka jadi mengundurkan diri setelah Yoona mengandung. Alhasil Luhan-lah yang menjadi korban kemalasan Yoona.

“Ya Tuhan, kalau hanya remote kau bisa ambil sendiri, kan?” keluh Luhan sambil memberikan remote itu pada Yoona.

Yoona berdecak, “Kau mau membunuh Baby Xi? Bagaimana kalau aku malah jatuh dari kasur? Bagaimana kalau aku terpeleset? Bagaimana kalau…”

“Sssst! Diamlah,” seru Luhan frustasi. Kemudian ia mengelus perut buncit Yoona. “Baby Xi, cepat lahir ya. Appa sudah capek dengan Umma-mu yang manja ini.”

“HEI!”

“Ampun, Yoong…”

+++

Suho – Seohyun

“Aku pulang…!”

Seohyun tersenyum cerah. Dengan cepat ia menyibak gorden untuk mengintip ke halaman depan. Tampak Suho yang berjalan keluar dari mobilnya sambil menenteng…fastfood? Mata Seohyun membulat.

“Seohyuuuun! Apa kabarnya Baby Kiiim?” tanya Suho bersemangat sambil membuka pintu.

“Suho!” seru Seohyun.

Suho menoleh, lalu tersenyum, “Ah kau di situ ternyata. Ada apa?”

“Ayo, berikan itu padaku!” kata Seohyun, menunjuk bungkusan yang dibawa Suho.

“I…ini?” tanya Suho bingung. “Ini untuk makan malam kita. Mau kau apakan?”

“Buang,” jawab Seohyun singkat, sebelum menyambar bungkusan itu dari tangan Suho. “Ya ampun Suho… apa ini? Burger? Makanan ini tidak sehat, bisa membuatmu cepat mati! Dan ini? Soft drink? Ini juga membuatmu cepat mati. Kau ingin Baby Kim panjang umur kan?”

Suho menelan ludahnya. Ia hampir saja lupa bahwa Seohyun adalah anggota resmi Komunitas Pembasmi Fastfood. Ia membenci fastfood lebih dari apapun. Apalagi setelah mengandung, ia jadi Siaga 1. Ia tidak akan membiarkan satu fastfood pun mendekatinya. Alasannya tentu saja demi kesehatan bayinya.

“Jadi…malam ini kita makan apa?” tanya Suho pelan.

“Salad.”

“Astaga, salad itu makanan ternak, Seohyun-ah. Mana bisa kenyang?”

+++

Kris – Jessica

Kris menghempaskan tubuhnya ke sebelah Jessica yang sedang menonton TV. Jessica memicing, menatap sang suami yang sepertinya sama sekali tak sadar bahwa dirinya sedang ditatap. Tanpa ragu, Jessica menginjak kaki Kris kuat-kuat.

“AWWW!” Kris menjerit. Refleks ia bangkit dari sofa, lalu meloncat-loncat seperti orang gila sambil memegangi kakinya. “Kau kenapa sih, Sic? Aku tidak melakukan apapun padamu!”

Jessica menatap Kris dengan tatapan tak berdosa, “Baby Wu bilang kau bau.”

“Dia belum lahir, mana bisa bicara.”

Jessica memutar bola matanya, “Baik, baik. Jessica Jung bilang kau bau dan harus mandi.”

Kris mendesah. Ia ingat, sebelum Jessica mengandung, ia tak perlu mandi hanya untuk duduk di sebelahnya. Tapi entah kenapa, sejak Jessica mengandung, ia jadi sensitif sekali dengan yang namanya ‘belum mandi’. Semua orang harus sudah higenis kalau berdekatan dengannya. Bahkan kemarin pagi, saat bangun tidur, Kris mendapati dirinya sudah berada di lantai. Ketika ia bertanya pada Jessica, jawabannya konyol. “Kau bau, aku jadi tak bisa tidur. Makanya kau kupindah ke lantai.”

Jessica mengangkat alisnya ketika Kris tetap bergeming, “Apa?”

“Tidak,” jawab Kris. “Jadi, aku harus mandi, baru boleh duduk di sebelahmu?”

Jessica mengangguk dengan polos. Dengan wajah ditekuk, Kris pun berjalan menuju kamar mandi.

+++

Chanyeol – Sooyoung

“S-Sooyoung…”

“Hmm?” balas Sooyoung, tatapannya masih terfokus pada makanan-makanan lezat di hadapannya.

“Kau yakin…habis?” tanya Chanyeol, wajahnya memucat. Sebenarnya yang ia khawatirkan bukan Sooyoung, tapi dompetnya. Oh ayolah, Sooyoung itu Ratu Makan, ia sudah terbiasa makan banyak. Buat apa dikhawatirkan?

“Tentu!” jawab Sooyoung. “Baby Park bilang makanannya enak sekali. Iya kan?” Ia berhenti sejenak untuk mengelus perutnya yang membuncit.

Chanyeol menggigit bibirnya. Diam-diam ia mulai menghitung harga makanan-makanan itu. Karena matematikanya payah, ia terpakasa menggunakan aplikasi kalkulator yang ada di iPhone-nya.

“$100,” gumamnya pasrah.

Mau apa lagi? Nafsu makan Sooyoung yang hebat itu semakin hebat ketika dia hamil. Chanyeol jadi takut jika anaknya nanti juga suka makan. Bayangkan, hidup bersama 2 Sooyoung di bawah 1 atap! Ia bisa gila! Belum lagi biaya pengeluarannya.

“S-Soo…,” panggil Chanyeol takut-takut.

Sooyoung mendangak, “Apa lagi?”

“Baby Park…jangan kau jadikan shikshin, ya?”

+++

Kai – Yuri

Malam semakin larut. Bukannya naik ke atas kasur dan berbaring di sebelah istrinya, Kai justru berdiri mematung di depan pintu kamarnya. Tangannya memeluk erat-erat bantalnya. Bayangan kaki Yuri yang menendang wajahnya mulai menghantuinya.

Tidak. Ia tidak mau lagi seperti semalam. Ditendang Yuri dan terjatuh ke lantai. Ia tak mau pantatnya nyeri lagi.

“Kai…! Cepat, kau mau tidur tidak?” tanya Yuri tak sabar.

Kai menelan ludahnya. Jujur, ia ingin sekali tidur. Namun setiap kali rasa kantuk menyerangnya, bayangan kaki Yuri pasti sukses membuat rasa kantuknya itu hilang.

“Ya sudah kalau tidak mau,” Yuri mendelik. Ditariknya selimutnya hingga menutupi seluruh wajahnya.

Akhirnya Kai memutuskan untuk tidur di lantai. Bagaimana pun juga tidur di lantai masih jauh lebih nyaman. Toh kalaupun ia tidur di atas kasur nantinya juga pasti akan berakhir di lantai gara-gara tendangan Yuri. Yuri memang jadi begitu sejak hamil. Sebelum hamil saja tidurnya sudah heboh, apalagi sesudah hamil.

“Aku tahu kau Ratu Yoga, Yul. Tapi bukan berarti kau yoga sambil tidur. Apalagi aku yang jadi alasnya,” gerutu Kai.

“Apa kau bilang?”

“Eh, kau masih bangun,” Kai nyengir lebar, meskipun ia tahu Yuri tak mungkin melihatnya.

“Aku tanya, apa yang kau bilang?”

“T-tidak ada.”

+++

Xiumin – Sunny

“Sunny-ah…”

“Tidak!”

“Sun—“

“TIDAK!”

“Ayolah…,” Xiumin menatap segelas susu ibu hamil di tangannya dengan tatapan memelas. “Kau harus minum susu, Sunny. Susu ini baik untuk bayi kita.”

“Tidak! Tidak mau susu!” tolak Sunny mentah-mentah.

“Tapi ini demi kesehatan Baby Kim…,” mohon Xiumin.

“Kalau Baby Kim mau minum susu, suruh dia minum susu sendiri,” kata Sunny asal. “Xiumin-ah, kau tahu kan aku benci susu. Kenapa kau tega sekali…,” Ia memasang puppy eyes andalannya yang selalu berhasil meluluhkan hati Xiumin.

Xiumin menghela napas. Inilah yang ia takutkan sejak pertama kali mendengar kabar kehamilan Sunny. Oke, ia akui ia senang. Ayolah, siapa yang tak senang jika tahu istrinya hamil? Yang ia khawatirkan adalah, sejak awal Xiumin tahu bahwa Sunny benci susu. Padahal zaman sekarang ini susu sudah jadi minuman wajib bagi ibu hamil.

“Sunny-ah…,” Xiumin masih belum menyerah rupanya. Dengan tatapan memohon ia berjalan mendekati Sunny.

“Jaga jarak dariku!” jerit Sunny, menunjuk ke arah susu di tangan Xiumin.

“Sunny-ah…!”

+++

Lay – Hyoyeon

“Ciluk…ba!”

Lay meloncat bangun dari sofa. Ia menatap Hyoyeon dengan tatapan aneh. Entah apa yang membuat istrinya itu mengagetkannya secara tiba-tiba seperti itu. Setelah menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran, Lay menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa.

“Ciluk…ba!”

“Sudah tidak mempan,” ujar Lay asal. Ia sedikit kesal karena acara menonton TV-nya terganggu oleh Hyoyeon.

Hyoyeon cemberut. Ia menyambar remote TV, kemudian mematikannya. Mata Lay membulat.

“Hyoyeon-ah, kau kenapa, sih?” seru Lay kesal. Ia merebut paksa remote dari tangan Hyoyeon, namun dengan cekatan Hyoyeon menyembunyikannya.

“Baby Zhang bilang dia ingin main dengan Appa.”

Lay menghela napas. Beginilah Hyoyeon ketika hamil. Ia ingin seluruh perhatian Lay hanya tercurah padanya dan bayinya. Bahkan pernah saat mereka jalan-jalan di taman dan Lay melihat seekor anjing yang lucu, Hyoyeon mendelik heboh. Katanya, ‘Kau lebih tertarik pada anjing itu daripada padaku dan Baby Zhang!’.

“Aduh,” Tiba-tiba Hyoyeon memegangi perutnya. “L-Lay…perutku…perutku…”

Mata Lay melebar, “Apa yang terjadi? Apa bayinya mau lahir?”

“L-Lay… t-tolong… t-BWAHAHAHA!”

Lay terpana. Butuh waktu 1 menit baginya untuk sadar apa yang terjadi.

“Itu tidak lucu, Hyo!” seru Lay kesal. “Aku bisa mati panik, kau tahu?”

“Hahaha, maaf, maaf,” kata Hyoyeon di sela tawanya. “Tapi aku senang, setidaknya itu artinya kau masih peduli padaku dan Baby Zhang, kan?”

Lay menoleh menatap istrinya, kemudian tersenyum lembut. “Tentu saja. Kalian berdua kan keluargaku.”

+++

Baekhyun – Tiffany

“Hai, Fany-ah.”

Baekhyun menghempaskan tubuhnya ke sebelah Tiffany yang sedang asyik menonton TV. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Tiffany langsung bangkit dari sofa, meninggalkan Baekhyun yang menganga heran.

“Dia kenapa, sih?” gumam Baekhyun pada dirinya sendiri. Ditatapnya Tiffany yang berpindah tempat duduk ke meja makan. Bahkan yeoja itu tak sudi menatapnya.

Baekhyun bangkit dari sofa, lalu duduk di meja makan, tepat di hadapan Tiffany.

“Kau kenapa, Yeobo-ah?” tanya Baekhyun dengan nada romantis.

Tiffany membuang mukanya. Dengan acuh ia mulai memakan apel yang disediakan pembantu mereka.

Baekhyun menghela napas.

“Ibu hamil itu biasnya  mood-nya sering berubah-ubah. Kau harus sabar kalau Tiffany begitu.” Kata-kata Ny. Byun terngiang-ngiang di telinga Baekhyun.

“Fany…” Baekhyun memasang senyum termanisnya. Tiffany menoleh sekilas, kemudian membuang mukanya lagi.

“Pergi,” bisik Tiffany sadis.

“A-apa?”

“Pergi. Aku tidak mau melihat wajahmu.”

Baekhyun mengelus dadanya, shock mendengar ucapan Tiffany. Sabar, Baekhyun… Sabar…

“B-baiklah… A-aku…pergi dulu ya.”

+++

Chen – Taeyeon

“Ayo…nyanyikan lagu lagi!”

Chen menghela napas mendengar rengekan Taeyeon. Sudah 6 lagu ia nyanyikan untuk Taeyeon, tapi sepertinya sang istri belum puas.

“Baby Kim ingin mendengar suara Appa, iya kan?” Taeyeon bertanya pada perutnya yang membuncit. “Tuh, dengar kan, Baby Kim bilang dia mau.”

Chen menatap Taeyeon dengan frustasi. Sebagus apapun suaranya, tetap saja ada batasnya. Dan sekarang ini tenggorokannya sudah menangis minta istirahat.

“Begini saja, bagaimana kalau aku nyanyikan lagu ciptaanku?” tanya Chen.

Taeyeon mengangguk, “Lagu apapun tidak masalah. Yang penting kau yang menyanyi. Iya kan, Baby Kim?” Lagi-lagi ia mengelus perutnya.

Chen berdehem, lalu mulai menyanyikan lagu teraneh di dunia.

“Aku punya istri, Taeyeon namanya…

Dia sedang hamil besar, hamil anakku…

Oooh…

Setiap hari minta dinyanyikan lagu,

Benar-benar menyebalkan…”

“HEI! Lagu macam apa itu! Baby Kim bilang lagunya jelek!”

Chen tetap menyanyi, tanpa memedulikan ocehan Taeyeon.

“Tenggorokanku sampai lecet…

Tapi aku tak bisa melawan Taeyeon…

Oooh…

Bagaimana pun juga dia istriku…

Jadi aku terpaksa menurutinya…”

“KIM JONG DAEEE!”

+++

END

 

Oke, aku tahu ini agak garing -,- dan pendek.
Tapi gak papa-lah… /slapped/
Comment juseyo…! (/^O^)/

 

150 thoughts on “[EXOShidae Drabble Collection] Pregnant Days

  1. annyeong!!!!! reader baru!!!!!! *lambai2 tisu bekas*
    hahahahahahaha……………..
    LuYoon, KrisSica, TaengChen….!!!! lucu banget…. ga bisa ngebayangin 3 namja tampan dikerjain istrinya yang lagi hamil…. 😀
    Chanyeol kasian… dompetnya lama lama kurus tuh gara2 kebiasaan Sooyoung… ikut berdoa supaya baby park ga shikshin.. 😀
    Kopplaakkk author!!!!!!!

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s