[Freelance] It’s Me (Part 8/END)

its-me

Tittle : It’s me! Part 8 (END)

Author : Yufikee

Length : Series

Cast   : Taeyeon SNSD & Kris EXO M

Other : Yoona SNSD & Chanyeol EXO K

Rating  : T

Genre : romance

Poster : art factory

 

***

“National’s Couple?” dahi Kris lagi-lagi berkerut setiap kali ia melihat judul artikel yang ada di Vogue Magazine.

Sementara itu, Chanyeol yang berada di samping Kris sudah tak bisa menahan tawanya yang sudah membludak sejak tadi.

“HAHAHAHA, lihat posisimu Hyung” kali ini Chanyeol sudah memegang perutnya kuat-kuat.

Kris mendecakkan lidahnya pertanda kesal. Ia menatap Chanyeol tajam, agar namja itu menghentikan tawanya. Tapi hal itu percuma. Tatapan dari Kris tak mampu mengalahkan tawa Chanyeol.

“CK, berhenti meledekku, Park Chanyeol!” kali ini Kris benar-benar kesal.

Cahnyeol menghembuskan nafasnya berkali-kali bermaksud menghentikan tawanya “Huft,Huft”

“Posisimu hyung, lihat sangat aneh” celoteh Chanyeol lagi.

Kris memandang kembali majalah tersebut. Disana terdapat artikel dengan judul ‘NATIONAL’S COUPLE’ yang menampilkan sebuah foto yang sangat mengejutkan Kris dan orang-orang di sekitarnya. Foto itu adalah foto yang menampilkan Kris dan Taeyeon yang sedang berpelukan ala Titanic beberapa hari yang lalu.

Bisa dilihat sangat menundukkan kepalanyaagar bisa mencapai di leher Taeyeon. dan juga Kris sedikit menekuk lututnya. Chanyeol yang melihat posisi aneh dari Kris lantas tertawa membuncah.

Tapi ada sesuatu yang membuat hati Kris mendapatkan butiran-butiran sejuk. Yaitu, Kris dan Taeyeon d nobatkan menjadi “National Couple” atau “Sweet Couple” oleh masyarakat Seoul. Kris merasa ia sangat senang dengan hal ini. Ia tak pernah membayangkan sebelumnya bahwa masyarakat Seoul akan mendukung hubungannya dengan Taeyeon.

***

Sedari tadi tatapan aneh menghampiri Taeyeon. yeoja itu merasa bahwa hari ini adalah hari teraneh selama ia bekerja di Wu Pro.

“Taeng!” terdengar suara teriakan dari Yoona.

Taeyeon menatap Yoona yang saat ini berlari ke arahnya. Yoona mengambil nafas panjang saat ia telah berada di hadapan di hadapan Taeyeon. taeyeon hanya menatap heran.

Sedetik kemudian Yoona langsung memeluk erat Taeyeon. “Taeng-a, kau berhasil. Kau berhasil” ucap Yoona kegirangan.

“Ya! Lepaskan aku!” Taeyeon menyalurkan seluruh energinya untuk melepaskan pelukan Yoona. Tapi sepertinya tenaga Yoona lebih besar daripada Taeyeon. Taeyeon mendecak kesal. Yoona yang merasa raut wajah Taeyeon yang saat ini berubah menjadi kesal langsung melepaskan pelukannya.

“Taeng-a, kenapa kau tak pernah bercerita sebelumnya?” kali ini Yoona telah mengajak Taeyeon duduk di tempat duduk mereka masing-masing.

Taeyeon mengerutkan keningnya tak paham “Apa maksudmu?” dan detik berikutnya Taeyeon dapat menangkap raut kecewa dari Yoona.

“Tunggu sebentar” ucap Yoona dan kemudian ia membuka laci mejanya. Yeoja itu mengeluarkan benda yang di carinya. Vogue Magazine.

“Lihat ini” perintah Yoona pada Taeyeon. pandangan Taeyeon benar-benar heran ‘Apa sebenarnya yang terjadi’ pikirnya.

Taeyeon membuka dengan bosan setiap halaman majalah tersebut. Ia sudah paham betul jika di dalam majalah ini hanya berisi mode fashion dan make up terbaru. Dan ia tak suka itu. Yoona yang melihat sikap Taeyeon tersebut dengan sigap ia kembali merebut majalah tersebut. Taeyeon hanya mampu mendecak.

“Ini! Ini yang harus kau baca!” kali ini Taeyeon sudah membuka sebuah halaman.

Taeyeon menganga. Matanya lupa untuk berkedip. Sedangkan Yoona senyum-senyum tak jelas.

“Bagaimana?” tanya Yoona penasaran

Taeyeon yang sudah mendapatkan kembali kesadarannya menyahut pertanyaan Yoona “Aku takut, Yoong-a”kata Taeyeon gemetar.

Yoona yang merasa heran dengan pernyataan Taeyeon pun semakin penasaran. ‘Takut? Harusnya ia kan bahagia’ pikirnya

“Aku takut Yifan marah padaku” ucap Taeyeon lagi

“Kenapa bisa?” tanya Yoona penasaran.

Taeyeon mengambil nafas sebentar “karena pada saat itu Jessica melihat adegan itu”

“Yang memelukkan dia” protes Yoona.

“Ya, memang benar” Taeyeon mengambil nafas sebentar. “Tapi kau bisa merasakan suasana hati Yifan berubah pada saat Jessica terlihat dimatanya”

Yoona terdiam. Ia mengerti perasaan Taeyeon saat ini. Perasaan ini lebih rumit daripada perasaanya saat ia harus bersaing dengan Yura untuk mendapatkan Luhan.

“Menurutmu, Yifan akan dengan mudah melupakan Jessica?” lagi-lagi pertanyaan itu yang keluar dari mulut Taeyeon selama beberapa hari terakhir ini.

Yoona berpikir sejenak. Otaknya hati-hati dalam memilih kata agar tak menyakiti hati Taeyeon “Aku rasa butuh usaha yang keras untuk itu”

Taeyeon yang mendengar hal itu, seketika telinganya melemas “Aku sudah tahu itu dan dengan bodohnya kau menerima permintaan Yifan untuk membantunya melupakan Jessica” keluhan Taeyeon terdengar percuma untuk di dengar. Andai saja Taeyeon tahu isi hati Kris sudah sepenuhnya diisi oleh nama Kim Taeyeon. mungkin Taeyeon tak akan segusar ini. Tapi faktanya, manusia memang tak bisa membaca hati seseorang.

***

3 hari kemudian

“Taeyeon Nuna” panggil namja tampan dan tinggi kepada yeoja yang baru saja memasuki cafe minimalis tersebut. Yeoja itu tersenyum saat seseorang yang telah membuat janji dengannya tadi siang. Dengan langkah sedikit berlari ia menghampiri namja tersebut.

“Aigo, Chanyeol-a, mian sudah membuatmu menunggu” ucap Taeyeon saat telah mendudukan dirinya di kursi hadapan Chanyeol.

“Gwenchana’ sahut Chanyeol yang tak lupa memamerkan gigi rapinya. Namja itu terlihat imut jika sudah seperti itu.

“Ini” ucap Chanyeol sambil memberikan sebuah surat. Atau lebih tepatnya sebuah surat undangan. Taeyeon yang menerima surat undangan tersebut menaikkan sebelah alisnya heran. ‘Surat undangan? Untuk siapa?’ pikirnya

Chanyeol yang paham dengan reaksi yang di berikan oleh Taeyeon segera memberikan pernyataan “Ini adalah surat undangan pertunangan Sicca nuna dan Donghae hyung”

Mulut Taeyeon membulat sambil bergumam “Ooo jadi ini untukku”

Taeyeon meraih undangan tersebut. Bisa dilihat dari kertas undangan yang berwarna perak serta di hiasi warna pastel disetiap sudutnya disana terpampang foto mesra Jessica dan juga Donghae yang mengenakkan pakaian tradisional Korea dan bertuliskan nama dan hari pertunangan mereka.

Taeyeon sedikit tersentak melihat undangan tersebut. Faktanya, Taeyeon juga telah dengan isengnya merancang undangan pernikahannya hampir sama dengan undangan yang tengah di pegangnya saat ini. Perak, warna pastel dan pakaian tradisional. Itulah idenya.

Chanyeol menatap Taeyeon heran. Sedari tadi Taeyeon hanya memandang bolak-balik undangan tersebut. Chanyeol  pun memberanikan dirinya untuk bertanya “Waeyo, Nuna?”

Taeyeon tersentak mendengar pertanyaan Chanyeol. Sedetik kemudian ia tersenyum “A,aniyo”

Chanyeol mengangguk perlahan. Namun ia terkejut seketika saat Taeyeon dengan tiba-tiba memberikan sebuah pertanyaan.

“Yifan? Bagaimana keadaan Yifan?” tanya Taeyeon penuh nada khawatir. Matanya menyiratkan bahwa ia sangat khawatir dengan Kris. Chanyeol merasa sedikit iri dengan perhatian yang di berikan untuk Kris. chanyeol juga ingin mendapatkan yeoja yang seperti Taeyeon.

“Kris hyung? Aku rasa dia baik-baik saja” jawab Chanyeol seadanya.

Taeyeon mengangguk paham “Oh, syukurlah”

***

Kris kembali melirik meja Taeyeon. sejak kejadian di pinggir sungai Han, Taeyeon tak lagi menunggui kris seperti dulu lagi. ada sedikit rasa kecewa di lubuk hatinya. Penyesalan. Kris memijat pelan keningnya, berusaha menenangkan diri. Sekelabut bayangan kejadian di sungai Han yang membuat dia dan Taeyeon di nobatkan menjadi Sweet Couple. Kris tak pernah menyangka kehilangan Taeyeon beberapa hari sudah bisa membuatnya kacau setengah mati. Andai saja ia tak melihat dan menggumamkan nama Jessica tepat di telinga Taeyeon, maka hubungannya dengan Taeyeon tak akan seperti ini.

Kris sadar ia sudah menyakiti hati Taeyeon terlalu lama. Yeoja itu sudah mencintainya bahkan sudah menolak seorang Kwon Jiyong hanya demi namja dingin dan tak memperhatikan hatinya. Siapa lagi kalau bukan Kris Wu. Namja ini selalu terpampang indah di hati Taeyeon.

Kris menghembuskan nafas panjang. ‘Yeoja itu sudah berhasil mengambil alih seluruh hatiku dan juga otakku’ batin Kris.

Sedetik kemudian namja itu tersenyum hambar saat mengingat kembali usaha-usaha Taeyeon mendekatinya dan usaha-usahanya agar Taeyeon berhenti mengganggunya. Kris tersenyum geli saat ia harus berkencan dengan Taeyeon, rasa cemburunya saat melihat Taeyeon dengan Chen, saat melihat Taeyeon menangis dihadapannya dan berjanji agar pergi dari kehidupannya, serta kejadian tak terduga di bandara saat Taeyeon mengecup pipi kirinya.

Dan sebuah kejadian yang benar-benar tak akan pernah terlupakan oleh memori otak Kris. saat ia dan Taeyeon tidur bersama. Pada saat itulah Kris benar-benar melakukan hal di luar kendalian otaknya. Mencium Taeyeon.

Entahlah. Saat itu Kris benar-benar terlarut dalam wajah damai Taeyeon yang saat itu tengah tertidur lelap. Tanpa di sadari Taeyeon, Kris sudah mengecup bibirnya dengan lembut dan penuh hati-hati. Ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik. Kris menjauh. Dengan cepat ia bangkit dari posisi tidurnya. Kris melirik kearah Taeyeon, dan dia bersyukur serta bernafas lega saat Taeyeon masih dengan posisi tidurnya. Dengan kondisi jantungnya yang semakin melambat, Kris berjalan menuju sofa yang ada di kamarnya tersebut. Namja itu pun memutuskan untuk tidur disana hingga pagi.

Kris tersenyum miris mengingat hal itu. Ia tahu bahwa ia terlalu egois bahwa sudah lama ia menyimpan rasa untuk Taeyeon. namun rasa gengsinya terlalu besar untuk mengungkapkan hal itu. Kris tahu, mulai sekarang ia juga harus memperhatikan Taeyeon, layaknya seorang namja kepada yeojanya. Kris bertekad.

***

Taeyeon mengintip-intip ke dalam kantor Wu Pro. Sudah sedari tadi ia menunggu dengan diam-diam Kris. hidung yeoja itu pun memerah karena menahn suhu yang sangat dingin.

“Taeyeon-ssi?” panggil seseorang di belakang Taeyeon. suara itu. Suara namja.

Taeyeon terlonjak kaget saat namanya di panggil. Ia menoleh ke arah belakangnya. Taeyeon mendapati sosok namja manis yang tengah terseyum padanya saat ini. Taeyeon hanya beberapa kali bertemu dengan namja yang ada di hadapannya saat ini.

“Kau masih mengingatku, kan?” tanya namja itu lagi

Taeyeon membalas senyuman namja tersebut. “Tentu saja. Bukankah anda Donghae-ssi?”

Namja itu semakin melebarkan senyumnya ketika Taeyeon sudah menyebutkan namanya. Taeyeon terpesona dengan senyuman itu ‘Pantas saja Jessica jatuh hati’ pikirnya.

“Kau sedang apa?” tanya Donghae basa- basi

Taeyeon yang di tanya seperti itu lantas kelabakan. Ia tak tahu harus menjawab apa. “A..aku,,”

Belum sempat Taeyeon mengucapkan jawabannya, Donghae terlebih dulu memotong ucapannya “Kau ingin menemui Kris, kan?” tebaknya sumringah. Taeyeon yang mendengar tebakan itu hanya tersenyum hambar.

“Kalau begitu kita satu tujuan, Taeyeon-ssi”

“Benarkah?”

“Ne”

Taeyeon dan Donghae pun berjalan memasuki Wu Pro dengan tujuan utama mereka adalah ruangan Kris. namun sepertinya tenaga Taeyeon dan Donghaev tak akan terbuang banyak. Orang yang mereka cari sudah terlebih dulu keluar dari ruangannya.

Kris yang melihat Taeyeon dan Donghae datang bersamaan menjadi tanda tanya besar di kepala Kris. ‘Mereka bersama? Bagaimana bisa?’

Taeyeon tergagap saat ia melihat sosok Kris di hadapannya. Yeoja itu masih ragu untuk menatap mata Kris. sedangkan Donghae tersenyum senang dengan kedatangan Kris tersebut.

“Kris-ssi aku senang bisa bertemu denganmu lagi” ucap Donghae

Sementara Kris tak menyahut ucapan itu. Ia malah menatap Taeyeon dengan pandangan yang sulit untuk di tebak. Bahkan Taeyeon tak mampu mengangkat kepalanya sedikit pun.

Donghae yang merasa ada gelagat aneh dari Kris dan juga Taeyeon, merasa sedikit bersalah. Menurutnya Kris dan Taeyeon akan berkencan tapi terganggu oleh kehadirannya.

“Ehem..” Donghae mencoba mencairkan suasana.

Kris beralih menatap Donghae. Terlihat di raut wajahnya bahwa Kris kesal. Namun Donghae tak memperdulikannya.

“Ada apa?” tanya Kris akhirnya

Donghae sedikit tersentak. Pasalnya, Kris yang memulai pembicaraan untuk saat ini. “Aku hanya ingin memberikan undangan ini” Donghae menyodorkan sebuah undangan. Taeyeon perlahan mengangkat kepalanya. Yeoja itu penasaran dengan reaksi yang di berikan oleh Kris.

“Aku sudah mendapatkannya dari Jessica” jawab Kris. dari nada suara Kris ada nada dingin di sana. Tapi, bukankah namja ini memang dingin.

Donghae yang mendengar hal tersebut mengerutkan keningnya “Benarkah? Jessica tak mengatakannya” sahutnya dengan sedikit malu. “Kalau begitu aku pulang dulu saja” ucapnya kemudian.

Donghae pun meninggalkan Kris dan Taeyeon. belum sempat pergi terlalu jauh, Donghae kembali berbalik kembali ke belakang. “Kris-ssi, jangan biarkan kekasihmu menunggu di luar. Lihatlah hidungnya sampai memerah karena kedinginan” sahutnya dan kembali melanjutkan jalannya.

Taeyeon yang mendengar hal itu menegang. Ia tak menyangka Donghae akan menyebutkan hal aneh tersebut di hadapan Kris. sementara Kris tersenyum aneh mendengar hal itu. Ia bisa menangkap raut wajah Taeyeon yang malu ‘Jadi, dia menungguku diluar’

Suasana ruangan saat ini hanya tertinggal Kris dan Taeyeon. Kris berjalan ke arah Taeyeon. senyuman aneh masih ada di wajahnya. Taeyeon semakin tergugup.

“Kalau menungguku di dalam saja dan jangan di luar” sahut Kris. namja itu sudah berhadapan langsung dnegan Taeyeon. taeyeon terbelalak. Ia tidak tahu tahu bahwa Kris akan mengetahuinya. Taeyeon berusaha mencari alasan yang tepat untuk membantah perkataan dari Kris tadi.

“Ani! Aku kesini bukan karena menunggumu, Yifan-a. Aku kesini karena,,, karena mencari sesuatu yang hilang. Ya sesuatu yang hilang” ucap Taeyeon berusaha untuk menghilangkan nada kebohongan.

Kris hanya mengangguk. Sebenarnya namja ini tahu bahwa Taeyeon berbohong padanya. Kris juga tahu alasan Taeyeon berbohong. Malu. Itu alasannya. ‘Tapi sejak kapan yeoja ini punya malu?’ pikir Kris.

“Oh, benarkah? Kalau begitu apa yang kau cari?” pertanyaan Kris kali ini benar-benar membuat Taeyeon kelabakan. Wajahnya berubah kaku. Sedangkan Kris menahan senyumnya melihat raut wajah Taeyeon. taeyeon terlalu menggemaskan.

“Errr aku lupa, benda apa yang harus aku cari” sahut Taeyeon tanpa menatap Kris.

Kris terkekeh pelan mendengar jawaban aneh seperti itu. “Mwo? Aigo, kenapa kau begitu bodoh, Taeyeon-a” ucap Kris masih dengan tawaanya.

Taeyeon terkesima mendengar dan melihat tawa renyah dari Kris. ia pun merasa tak gugup lagi “YA!” pekik Taeyeon

“Jadi, bagaimana? Aku bersedia menemanimu mencari benda hilang yang tak di ketahui itu” lagi-lagi Kris meledek Taeyeon.

Taeyeon yang tak tahan di ledek akhirnya hanya bisa pasrah dan mengatakan hal yang sebenarnya “Baiklah, aku memang menunggumu”

Kris tersenyum lebar mendengar hal itu “Aku juga sudah tahu kau berbohong sebelumnya”

***

Yoona sedikit kesusahan berlari menggunakan sepatu heels yang baru saja di beri oleh Luhan untuknya. Yeoja itu berusaha mengejar seorang turis yang baru saja meninggalkan pasportnya di kursi taman. Namun sepertinya dewi fortuna berada di pihak Yoona. Sebuah mobil yang tak asing lagi di mata yeoja itu tepat berhenti di samping Yoona

“Nona, aku siap membantumu” ucap si pengemudi ramah

“Lu,,Luhan?”

***

“Taeyeon –a” panggil Kris sedikit berbisik

Taeyeon beralih menatap Kris “Wae? Jika urusannya panjang, sebaiknya kau fokus menyetir, Yifan-a” kris tertawa mendengar nasehat unik dari Taeyeon tersebut.

Kris akhirnya mematuhi perkataan Taeyeon dan terus fokus dengan mengemudinya. Jalanan ini sepertinya akan sering di lewati oleh Kris nantinya. Karena jalan ini jalan ke rumah Taeyeon.

“Kita sudah sampai” ucap Kris dan Taeyeon bersamaan.

Mereka saling bertatapan dan detik berikutnya tertawa bersama.

Taeyeon pun turun dari mobil Kris dan mengucapkan terimakasih sambil membungkukkan badannya yang di balas oleh Kris dengan senyuman dan tentu saja itu membuat Taeyeon merasakan debaran jantungnya yang terkendalikan lagi.

***

Suasana musim semi semakin menghilang. Taeyeon tak menyukai ini. Jika musim ini berganti maka Taeyeon adalah orang yang paling tak rela akan hal itu. Musim semi tahun ini terlalu berarti baginya. Rasa enggan itu terlalu besar. Kenagan bersama Kris adalah kenagan yang tak akan di lupakan oleh Taeyeon.

Jika saja Tuhan memberinya satu harapan, maka ia akan memilih perulang terus kejadian ini hingga ia mati. Ia tak peduli jika hatinya terlalu memikirkan Kris. ia rasa hatinya sudah terpaku kuat oleh nama Kris. walaupun Kris tak pernah membalasnya ia tak akan pernah merasa menyesal. Taeyeon tahu. Ia begitu bodoh. Like an idiot.

DRRT..;

Getaran ponsel Taeyeon meleburkan Taeyeon dari dunia lamunannya. Sebuah nama yang benar-benar membuat Taeyeon melotot tak percaya.

My Kris-

Layar ponsel tersebut berkedip-kedip. Dengan langkah hati-hati Taeyeon mengangkat panggilan tersebut.

“Yeoboseyo” jawab Taeyeon menahan rasa bahagianya

Sepi. Kris belum menyahut sapaan Taeyeon tadi. Yeoja itu heran dengan Kris yang ada di ujung telepon sana. Taeyeon mulai kehilangan sedikit demi sedikit rasa bahagianya. ‘Kris mungkin salah menekan nomor’ batinnya

“Taeyeon-a” sahut Kris

Taeyeon kembali tersenyum mendegar suara Kris. inilah pertama kalinya ia dan Kris saling menghubungi. Taeyeon merasakan rasa bahagianya yang sangat membuncah. Bahkan matanya saja sudah berkaca-kaca akan hal ini.

“Ne” sahut Taeyeon

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa Chanyeol mau berbicara denganmu” jawab Kris dan detik berikutnya taeyeon dapat mendengar suara Chanyeol. Terjadi keributan kecil yang dapat di tangkap Taeyeon. tapi keributan itu tak terlalu terdengar jelas.

“Yeoboseyo, Nuna” kali ini suara berat dari Chanyeol yang mengambil alih.

“Ne, Chanyeol-a, ada apa?” tanya Taeyeon.

“Lho,bukannya nuna ingin berbicara denganku?” Taeyeon merasa heran dengan Chanyeol. Namja itu malah balik menanyai dirinya.

“Mwo? Tadi, Yifan bilang bahwa kau ingin bicara denganku” Taeyeon benar-benar heran. Dahi yeoja itu sempat berkerut beberapa saat.

Terdengar suara desisan kesal dari Chanyeol “Aigo, ini pasti ulah Kris hyung. Nuna-a mian aku telah menganggu” ucap Chanyeol cepat. Beberapa detik kemudian sambungan telepon itu pun terputus.

Taeyeon mengedikkan bahunya tidak mengerti. Ia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan setelah itu tidur nyenyak di ranjangnya.

***

“Apa maksudmu, hyung?” tanya Chanyeol mengintimidasi Kris.

Kris tak menghiraukan pertanyaan itu. Ia malah tetap sibuk dengan acara Tvnya. Chanyeol benar-benar geram di buatnya. “YA HYUNG!”

Kris tetap tak menoleh. Teriakan Chanyeol tadi tak ampuh sama sekali. Chanyeol mendecakkan lidahnya “Ck, dasar pengecut. Jika kau ingin berbicara dengannya bicara saja” setelah itu Chanyeol pergi meninggalkan Kris yang terdiam di tempat. Pengecut? Kata itu mungkin bisa mewakili kondisi Kris saat ini.

Kris menatap kepergian Chanyeol dan merasa bersalah kepada Chanyeol.

***

Pagi musim semi telah tergantikan oleh pagi musim gugur pertama kali ini. Taeyeon keluar dari rumahnya dann melihat taman yang dulunya di tumbuhi oleh bunga tetapi sekarang malah di gerubungi oleh daun-daun yang gugur.

Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Taeyeon. yeoja itu melihat mobil itu adalah miliknya Kris.

“Yifan-a” sapa Taeyeon

Kris yang di sapa hanya menyuruh Taeyeon masuk kedalam mobilnya dengan gerakan kepalanya. Taeyeon yang paham segera mengangguk dan masuk kedalam mobil Kris. saat Taeyeon ingin memasangkan sabuk pengamannya, Kris menghetikan hal tersebut. Taeyeon herann dan menatap penuh tanda tanya pada Kris. tanpa di rencana sebelumnya Kris telah menempelkan bibirnya tepat di bibir Taeyeon. taeyeon mengedipkan matanya berkali-kali. Ia tak menyangka hal ini akan terjadi padanya. Kris semakin memperdalam ciumannya di bibir Taeyeon, sementara Taeyeon semakin merasakan gelombang aneh datang menghujaninya. Ciuman Kris terhenti saat Taeyeon sudah hampir kehabisan nafas.

Kris kembali ke posisi semula. Ia merasakan jantungnya tak berdetak lagi. sedangkan Taeyeon tertunduk dalam dan di pipinya keluar semburat merah merona.

“Mulai sekarang, kau milikku” sahut Kris

Taeyeon terkejut. Ia berusaha sekuat tenaga berani menatap Kris “Apa maksudmu?” tanya Taeyeon balik

“Apa hal yang aku lakukan tadi tidak jelas? Apa aku harus melakukannya untuk ketiga kalinya?” tanya Kris kesal

Taeyeon terdiam.  ‘Apa ciuman itu maksudnya Kris mencintaiku?’ pikirnya keras.

“Ja..jadi kau menintaiku?” tanya Taeyeon penasaran

Kris tak menjawab. Namja tu masih mementingkan rasa egonya.

Taeyeon tersenyum senang mengetahui hal ini. Ia sudah berhasil mendapatkan hati Kris. ya. Dia sudah berhasil. Kim Taeyeon berhasil mendapatkan Wu Yifan. Tapi detik berikutnya Taeyeon kembali terheran dengan ucapan Kris sebelumnya.

“Ciuman ketiga? Yang tadi adalah ciuman pertamaku” ucap Taeyeon malu-malu

“siapa bilang? Itu adalah ciuman keduamu” sahut Kris dengan nada menggoda

Taeyeon mengerutkan keningnya “Wae? Kenapa bisa?”

Kris tersenyum jahil “Jika kau ingin tahu jawabannya, maka berikan aku ciuman ketiga terlebih dahulu”

Seketika itu juga wajah Taeyeon memerah “YA! Dasar mesum!”

 

END~~

Bagaimana???? End juga ya *huft.. aku gak tahu ini bagus atau gak, tapi aku sangat terimakasih untuk chingudeul yg setia nunggu ff aneh ini. Ff ini adalah ff debut aku alias ff pertama. Aku harap chingudeul mau memberikan kritik dan saran yang membangun untuk ff ku yang berikutnya

Yasuholah,,, sampai disini saja ANNYEONG ~~

42 thoughts on “[Freelance] It’s Me (Part 8/END)

  1. wahh!!! keren banget thor… romantis gitu ya..
    tapi itu Taeyeon sama Kris sebenarnya mau syuting Titanic tapi gara-gara gak punya modal buat kapal sama gunung es, jadinya pake sungai Han aja.. kkk~ 😀
    tapi thor kalo boleh boong.. ini FF yang paling aku benci.. kalo jujurnya ini FF yang paling aku tunggu-tunggu dan yang paling aku suka *-*

  2. yah udah ending padahal aku suka loh sama jalan ceritanya gag ngebosenin.

    buat authornya ditunggu ff Kris-Yeon yg lain 😉

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s