[HunSoo] AS LONG AS YOU”RE HAPPY [Part 2] #END

A-B5p8XCEAAQg8v

Title                 : LOVE, One Word Can Change the Life

 

Sub Tittle         : AS LONG AS YOU’RE HAPPY [Part 2] #END

Author             : JeniHwang (@cinddyjenifer)

Main Cast                    :

–          Choi Sooyoung a.k.a Sooyoung/Syoo

–          Oh Sehun a.k.a Sehun

 

Length             : Series

Genre               : Romance, Sad, Angst, Friendship

 

Author’s Talk :

Akhirnya Sub Cerita(?) dari “Love, One word can change the life” part 2 HunSoo keluar juga :D maaf ya maaf kelamaan nunggu ^^v Ini baru dapet inspirasi dan maaf juga kalau nanti banyak typo😄 Tapi aku jamin endingnya menarik(?) kkk~ Selain itu kalau alurnya berantakan maafkan juga ya(?) ^^v Thanks To Salsa untuk covernya😄 kkk~ disini anggap aja Sehun dan Sooyoung seumuran..  Jangan lupa baca Prolog, sama partnya KrisSica yaa ^^

 

[PROLOG] : LOVE, ONE WORD CAN CHANGE THE LIFE

[KrisSica] : REGRET (PART 1) | REGRET [Part 2] #END

[HunSoo] : AS LONG AS YOU’RE HAPPY (Part 1)

HAPPY READING ^^~

***

-Author POV-

“Syoo, are you okay?? Syoo…” Sehun memanggil Sooyoung perlahan dan melambaikan tangannya didepan wajah Sooyoung. Sooyoung tersentak kaget dan tersadar dari lamunannya.

 

“Ne, I’m okay ..” Kata Sooyoung dengan seulas senyum tipis. Ia tersadar akan kekacauan yang telah ia buat begitu melihat Sehun memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan gelas yang terjatuh tadi dan membawakan segelas es krim baru.

 

“Mianhe Hun…” Kata Sooyoung lemah. “gwaencha, hanya kecelakaan kecil..” Jawab Sehun lembut.

Sooyoung merasa tidak enak begitu Sehun menyodorkan es krim yang baru untuk mengganti es krimnya yang awal. Tapi Sehun memaksa ,dan akhirnya ia menurut untuk memakan es krim itu..

 

“Sebenarnya kau tadi kenapa sih? Aku kan baru saja mau bercerita panjang lebar…” Kata Sehun yang kembali ke sikap kekanakkannya, mengerucutkan bibir.

 

Sooyoung tersenyum geli melihat tingkah sahabatnya itu. Dalam hati ia merutuki segala kebodohannya tadi. Ia sadar dan tau pasti kalau hatinya sangat sakit, tapi mau apa lagi? Sehun adalah sahabat terbaiknya.. Dan ia bukan yeoja egois yang tega menghancurkan persahabatan manis yang terjalin sejak kecil hanya demi perasaan cintanya.

 

Sooyoung memutuskan untuk terlihat tegar dan biasa saja didepan Sehun. Ia tidak ingin membuat Sehun merasa tidak nyaman untuk bercerita kepadanya. Ia menarik napas panjang dan bergumam “Ganbatte!’’ kepada dirinya sendiri ketika Sehun sedang sibuk dengan handphonenya.

 

Dengan tawa kecil yang sebenarnya hanyalah sebuah tawa palsu, Sooyoung berujar “Haha.. mian mian.. Aku hanya kaget kalau ternyata si kecil Sehun sudah beranjak dewasa dan menyukai seorang gadis.. haha..”

 

“Yak! Memangnya salah? Lagipula aku sudah 18 tahun Syoo, hanya satu tahun dibawahmu…” Jawab Sehun.

Sooyoung masih melanjutkan tawa ketirnya, “Baguslah kalau kau sudah dewasa..”

“Jadi? Kau mau mendengar ceritaku atau tidak sih?” Lanjut Sehun dengan tak sabar.

“Okay okay.. Ceritakan..Dan jangan ada satu detailpun yang tertinggal..” Jawab Sooyoung setelah menyendokkan sesendok es krim ke mulutnya.

 

-END Author POV-

 

-Sooyoung POV-

“Okay okay.. Ceritakan..Dan jangan ada satu detailpun yang tertinggal..” Kataku pada Sehun dengan seulas senyum. Astaga Tuhan, apakah aku harus terus memasang fake smile seperti ini didepannya? Apa aku harus tetap menahan semua rasa ini?

 

Dengan lancar Sehun menceritakan semuanya. Saat pertama kali ia melihatku ,Jessica ,dan Seohyun di tempat parkir, saat ia membantu Seohyun yang akan ke perpustakaan, dan yang lainnya.. Sesekali ia tersenyum lebar saat bercerita. Dari sorot matanya aku tau ia benar-benar sedang jatuh cinta. Aku tersenyum miris. Sungguh malang nasibku.

 

“Jadi Syoo, bagaimana menurutmu?” Tanya Sehun diakhir ceritanya.

“Maksudmu?” Tanyaku heran.

“Eumm ya begitu.. Apakah menurutmu aku bisa dekat dengannya?” Tanyanya lagi.

“Tak ada yang tak mungkin..” Jawabku singkat.

“Baiklah..!! Aku akan mendekatinya..”

Katanya semangat sambil mengepalkan kedua tangannya.

 

Aku hanya diam menunduk dan berkutat dengan es krimku. Ayolah, kalau aku menengadahkan kepala aku yakin air mata akan menetes dari kedua pelupuk mataku.

-END Sooyoung POV-

 

-Author POV-

Ternyata Sehun tidak main-main dengan kata-katanya. Ia benar-benar mendekati Seohyun. Saat Sooyoung,Jessica dan Seohyun sedang bersama, tak jarang Sehun tiba-tiba muncul dan ikut bergabung. Seohyun yang pada dasarnya belum tau kalau sebenarnya Sehun sedang mendekatinya ,bersikap biasa saja pada Sehun.

 

Semakin hari Sehun semakin dekat dengan Seohyun. Sementara Sooyoung hanya bisa tersenyum miris melihat kedekatan kedua insan itu. Sangat jelas terlihat oleh mata kalau Seohyun mulai terbiasa dan merasa nyaman berada didekat Sehun. Tak pernah ada yang menyadari kalau Sooyoung sekarang menjadi lebih pendiam, terlihat sering murung.. Ya tak seorangpun menyadari kecuali sahabatnya yang berambut kecoklatan itu. Tapi entahlah, sahabatnya itu belum yakin..dan memutuskan untuk tetap mengamati Sooyoung.

 

***

Siang ini hujan turun cukup deras. Beberapa mahasiswa terlihat berteduh di depan gedung fakultasnya masing-masing. Ada yang berteduh dikantin sambil menyesap teh hangat atau makan ramyun, ada juga yang nekat pulang dengan keadaan basah, dan ada juga yang langsung pulang karena membawa payung atau mantel.

 

Sialnya ketiga yeoja yeppeo, Sooyoung, Jessica ,dan Seohyun benar-benar teledor. Mereka lupa membawa payung karena terbuai oleh teriknya sinar matahari di musim panas seperti ini. Bahkan Seohyun yang biasanya paling prepare pun lupa membawa payung. Dan jadilah mereka bertiga sekarang masih terduduk malas di kelas mereka di fakultas seni tempat mereka menuntut ilmu. Padahal kelas tersebut telah sepi..

 

“Aku bosan …” Keluh Sooyoung sambil meratapi tiap tetesan hujan yang turun melalui kaca jendela.

“Aku juga… Aku ingin pulang, tapi kalau kupaksakan pulang sekarang, rambut dan make up ku pasti berantakkan..” Keluh Jessica.

 

“Ah kalian mengeluh terus,… Aku juga bosan, tapi kalau kita mengeluh terus memang hujan akan langsung berhenti? Haha..” Ledek Seohyun sambil mengerjakan tugas yang tadi diberikan Byun songsaengnim.

 

Sooyoung pun menoleh ke arah Seohyun, “aigoo Seo-ah, kau sempat-sempatnya mengerjakan tugas disaat begini? Ckck.. Kau memang rajin..” Puji sooyoung tulus. ‘Tak salah bila Sehun menyukaimu…’ lanjut Sooyoung dalam hatinya. Sehun….. lagi-lagi ia mengingat nama itu… Sungguh sangat disayangkan ,karena pada kenyataannya semakin hari hati Sooyoung semakin sakit..

 

“Dia kan memang rajin.. Tidak sepertimu..” Kata Jessica asal.

 

“Hello nona Jung, sebaiknya kau berkaca. Kau jauh lebih malas dariku..” Cibir Sooyoung sambil melemparkan tisu yang daritadi dikepalnya dan mengenai kepala Jessica. Tak lama kemudian tawa mereka bertiga membahana di penjuru kelas yang sedang mereka tempati. Sesekali lelucon konyol dicetuskan oleh bibir mungil Jessica, atau mungkin tingkah konyol Sooyoung, membuat mereka terbahak-bahak sampai sakit perut. Sementara Seohyun, hanya bisa tertawa lebar melihat kedua sahabatnya itu.

 

Tak terasa sudah satu jam lebih mereka bertiga berada di dalam kelas, hujan pun sudah mulai reda dan hanya menyisakan gerimis kecil yang cukup halus.

“Hei, hujan sudah berhenti..” Kata Seohyun sambil menunjuk ke arah jendela.

 

Jessica dan Sooyoung mengikuti arah telunjuk lentik Seohyun. Sooyoung mendekat ke jendela dan memandang keluar, “benar..tinggal gerimis kecil..” Katanya.

 

Jessica dan Seohyun segera merapihkan buku-buku dan tas mereka untuk bersiap turun. Sementara itu, Sooyoung masih memandang kesekitar. Dari sudut matanya, ia bisa melihat Sehun yang mengenakan Sweater biru donker dan celana jeans hitam  baru saja keluar dari gedung fakultas elektro.Spontan seulas senyum kecil terukir dibibir Sooyoung. Ia sangat menyanyangi namja itu.. Tapi seketika itu juga ia kembali sadar, bahwa pada dasarnya Sehun hanya menganggap dirinya sebagai sahabat….dan mungkin tak akan pernah lebih dari itu.

 

“Youngie-ah, sampai kapan kau akan melamun di dekat jendela seperti itu?” Teriak Jessica dengan suara cemprengnya dari arah pintu kelas. Sooyoung pun tersadar dan segera mengambil tasnya diatas meja dan berjalan menghampiri Jessica dan Seohyun

 

Mereka bertiga menuruni tangga gedung dalam diam. Seohyun yang pada dasarnya memang pendiam, tidak berbicara apa-apa. Sooyoung diam karena ia sibuk berkutat dengan pikirannya, dan Jessica diam karena kedua sahabatnya itu diam.

 

Begitu mereka tiba dihalaman depan gedung, mereka bertiga terkejut dengan kehadiran Sehun. Sehun tersenyum ke arah mereka bertiga, ah tidak… Ternyata senyumannya itu lebih difokuskan kepada salah satu diantara mereka bertiga.

-END Author POV-

 

-Sooyoung POV-

Begitu turun dari tangga bersama Jessica dan Seohyun, aku terkejut melihat Sehun berdiri didepan gedung fakultasku. Mau apa dia…

 

Sehun tersenyum sangat manis. Apa dia tersenyum padaku? Aku memperhatikan arah tatapan matanya. Alu mendengus.. Ah aku lupa kalau ada Seohyun disini.. Senyum manis itu untuk Seohyun.

 

Kami bertiga pun menghampiri Sehun.

 

“Kau belum pulang?” Tanyaku singkat.

“Seperti yang kau lihat, aku masih disini..hehe ..”Jawabnya sambil nyengir.

“Aku seriuss…” Kataku sambil memutar kedua bola mataku karena kesal. Jessica hanya tertawa geli melihat aku dan Sehun.

 

“Hehe.. Ne ne.. Choi Ahjumma menyuruhku untuk pulang bersamamu tadi. Katanya di rumah masih hujan deras, dan kau tidak bawa kendaraan apapun..” Lanjutnya acuh tak acuh.

 

“Aigoo…. Supirku tidak mengangkat teleponku dari  tadi..” Tiba-tiba terdengar suara Seohyun yang seperti orang frustasi sambil nerulang kali memncet-mencet angka-angka di Androidnya.

 

“Ada apa Seo?” Tanya Jessica.

“Aku sudah berulang kali menelpon Kim Ahjussi tapi tidak diangkat..” Jawabnya dengan muka memelas.

 

Aku kasihan melihat Seohyun seperti itu. Dari sudut mataku aku menangkap secercah kegembiraan dari mata Sehun.

 

“Eum, aku bisa mengantarmu pulang kalau kau mau Seo…” Kata Sehun berusaha terlihat sewajar mungkin. Tapi sayangnya aku tau kalau ia pura-pura terlihat biasa saja.Aku mengalihkan arah pandanganku ke arah lain. Aku tak mampu melihat ataupun mendengar pembicaraan Sehun dan Seohyun lebih lanjut”

-END Sooyoung POV-

 

-Jessica POV-

Aku memperhatikan Sooyoung yang mengalihkan pandangannya. Aku tau ia sakit… Sejak lama aku tau dan sadar kalau sahabatku ini sangat menyukai Sehun. Dari cara Sooyoung memberikan perhatian kepada Sehun, cara Sooyoung menatap Sehun, cara Sooyoung khawatir kepada Sehun saat Sehun kecelakaan tahun lalu dan semua yang Sooyoung lakukan ke Sehun memang tulus dari hatinya..

 

Mungkin tak semua orang menyadari hal itu, termasuk Sehun.. Tapi sungguh keterlaluan sebenarnya kalau Sehun sampai tidak menyadari semua itu. Berulang kali aku berkata pada Sooyoung untuk mengatakan sejujurnya kepada Sehun mengenai perasaanya itu. Tapi berulang kali juga Sooyoung menolak. Katanya, ia tidak ingin menghancurkan persahabatannya.

 

Alasan klasik menurutku.

-END Jessica POV-

 

-Author POV-

“Kau lupa kalau Choi Ahjumma menyuruhmu pulang dengan Syoo?” Kata Jessica dingin. Tapi ayolah, hanya Sooyoung yang merasakan aura dingin dari Jessica tersebut.

 

“Ah iya benar.. Memangnya tida apa-apa kalau aku pulang denganmu dan Syoo?” Tanya Seohyun memastikan..

 

Sehun menepuk jidatnya pelan. Dia lupa kalau ia juga akan pulang dengan Sooyoung. Sementara itu Sooyoung hanya menatapnya tanpa ekspresi. Sedangkan Sehun memberi kode kepada Sooyoung melalui tatapan matanya. Tatapan mata Sehun kepada Sooyoung seolah berkata ‘ayolah-Syoo-biarkan-aku-pulang-berdua-dengan-Seohyun-plisss-biar-aku-semakin-dekat-dengannya-‘. Sooyoung menghela napasnya. Seohyun tidak menyadari kode yang ditujukan Sehun kepada Sooyoung, tapi Jessica menyadarinya. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.

 

Sooyoung pun angkat bicara, “Ah aku lupa kalau aku harus ke suatu tempat dengan Jessica..”

Jessica terkejut dan menatap Sooyoung dengan heran. Tapi dengan segera Lengan Jessica disikut oleh Sooyoung, sehingga Jessica pun berkata “Ah iya iya…”

“Loh? Kalian mau kemana sih? Kok aku tidak tau?” Tanya Seohyun. Sementara itu Sehun yang mengerti maksud Sooyoung pun langsung memasang ekspresi gembira.

 

“Aku mau menemani Jessica membeli kado ulang tahun untuk sepupunya. Kau pulang saja dengan Sehun ya Seo..” Kata Sooyoung lagi.

 

“Kita pergi dengan mobilmu kan Jess?” Tanya Sooyoung dan dijawab anggukan kepala oleh Jessica. “Nah kalau begitu Sehun, titip Seohyun ya. Awas kau macam-macam padanya..” Lanjut Sooyoung dengan senyum dan kerlingan mata.

 

“Ah tenang saja.. Seohyun pasti akan sampai dirumahnya dengan selamat..” Jawab Sehun mantap. Sementara itu Seohyun hanya tersenyum kecil. Dan lagi, aku mendengar Jessica mendengus kesal. Maafkan aku Jess…

 

Sooyoung melihat Sehun membukakan pintu bagian depan untuk Seohyun. Seohyun tersenyum dan segera masuk. Lalu Sehun segera berlari kecil menuju pintu pengemudi. Sebelum ia masuk ia sempat mengedipkan matanya ke arahku dan melambaikan tangannya. Sooyoung balas melambaikan tangan.

 

Mobil sedan berwarna putih itu pun berlalu dari depan gedung fakultas seni. Sepeninggal Sehun dan Seohyun, aku dan Jessica segera beranjak menuju mobil Jessica. Jessica diam, tidak berbicara sepatah katapun

Di dalam mobil, Jessica bertanya dengan nada dingin “Itukah yang tadi ingin kau lihat?”

Sooyoung menoleh ke arah Jessica yang duduk disebelahnya, dibalik kemudi. Yeoja berambut kecoklatan itu terlihat menatap lurus kedepan dengan ekspresi datar. Aku mengerti apa yang ia bicarakan. Aku terdiam.

 

“Syoo, jawab aku..” Lanjutnya.

“Apa yang kau bicarakan?” Tanyaku pura-pura tidak tahu.

 

“Ayolah Youngie, sampai kapan kau mau seperti ini??? Tidak ada yng lebih perih selain melihat orang yang begitu kita sayangi, pergi dengan yeoja lain..”

 

“Jess, kau tau alasannya….” Jawab Sooyoung pelan.

“Ya ya ya … ‘Aku tidak ingin menghancurkan persahabatan Jess..’ “ Jawab Jessica sambil meniru gaya bicara Sooyoung

“Kalau kau tau kenapa masih bertanya?” Tanya Sooyoung lagi.

 

“Alasanmu terlalu klasik Choi Sooyoung.. come on, dia harus tau apa yang kau rasakan…” Kata Jessica lagi yang mulai terlihat kesal.

 

“Jess.. ini kehidupanku.. Biarkan aku yang menjalaninya..” Kata Sooyoung datar.

 

Jessica melirik Sooyoung “Tapi kau sahabatku, dan aku ingin yang terbaik untukmu..”

 

“Arraseo.. Aku mengerti niatmu baik. Tapi, kebahagiannya lebih penting.. Ia menyukai Seohyun, dan aku tidak ingin mengacaukannya.. It’s okay as long as he’s happy Jess…” Kata Sooyoung pelan dan tak terasa sebulir air mata meluncur turun di pipi putihnya.

 

Jessica hanya bisa mendesah pelan melihat kelakuan sahabatnya itu. Sooyoung memang keras kepala.

***

Selama diperjalanan , Sehun dan Seohyun membicarakan banyak hal dan tertawa. Mulai dari hal penting sampai hal yang tidak begitu penting. Mulai tentang kuliah mereka, band-band yang sedang naik daun, hingga warna sepatu Sehun yang bertabrakkan dengan warna sweaternya.

 

“Kau lapar Seo?” Tanya Sehun.

“Tidak begitu.. Waeyo? Kau lapar Hun?” Tanyanya.

“Ne, perutku sudah demo minta diisi..Haha..” Jawab Sehun.

“Ahahaha kau ini bisa saja..” Kata Seohyun tertawa kecil.

 

“Ayo kita makan dulu. Kita ke kedai es krim dekat sini. Disana juga menjual makanan enak.. Aku dan Sooyoung sangat suka ke kedai itu. Itu tempat favorit kami..” Kata Sehun sambil menunjuk sebuah kedai diujung jalan sana. Seohyun pun mengangguk. Sehun segera mengarahkan mobilnya ke depan kedai dan memarkirkannya. Lalu ia dan Seohyun masuk ketempat itu. Mereka makan disana hingga akhirnya Sehun menyatakan perasaannya.

 

“Seo-ah, joahe…saranghae..” Kata Sehun pelan

 

Seohyun yang sedang meneguk lemon tea nya tersedak begitu mendengar omongan Sehun.

“Mwo….???” Tanya Seohyun kaget.

 

Sehun tersenyum kecil melihat ekspresi terkejut di wajah Seohyun, Ia menarik kedua tangan Seohyun. “Apa perlu diulang? Aku menyukaimu, aku mencintaimu… Would you be my girl?” Tanya Sehun dengan tersenyum.

 

Beberapa lama Seohyun terdiam.. Kemudian ia bertanya dengan polosnya “Tapi.. Bukankah kau menyukai Sooyoung?” .Spontan Sehun tertawa mendengar pertanyaan Seohyun. Sementara itu Seohyun mengernyit heran melihat sikap Sehun.

 

“Kenapa tertawa?” Tanya Seohyun.

Sehun mengontrol tawanya dan mulai berbicara, “Eum.. Bagaimana mungkin kau bisa berpikir begitu?”

“Kalian sangat dekat… Bahkan sudah lama dekat..” Kata Seohyun lagi.

 

“Aku memang sangat dekat dengannya dari kecil. Ia sahabatku. Ia orang yang berharga untukku setelah keluargaku. Tapi sekali lagi aku tegaskan, aku hanya menganggapnya sebagai sahabat, tidak pernah lebih..Aku menyukaimu, bukan dia..Aku menyukaimu sejak pertama aku melihatmu. Entahlah, rasanya hatiku langsung berkata bahwa kau adalah pilihanku” Kata Sehun lagi.

 

Seohyun speechless mendengar perkataan Sehun. Rona merah menghiasi pipi chubbynya.

 

Sehun melepaskan genggamannya pada Seohyun dan mengambil sesuatu dari tasnya. Sehun mengeluarkan dua buah kalung kecil dengan bandul ‘SS’ dan ‘S’.

 

“Kalau kau menerimaku, ambil kalung berbandul ‘SS’ ,tapi kalau kau menolakku, ambil kalung dengan bandul ‘S’. ‘SS’ artinya ‘Sehun Seohyun’ dan ‘S’ artinya Seohyun..” Kata Sehun panjang lebar.

 

Seohyun terlihat berpikir sejenak. Tak lama  kemudian, Seohyun mengambil kalung berbandul ‘SS’ dari tangan Sehun. Sehun membulatkan matanya tak percaya. “Kau Serius?” Tanya Sehun. Seohyun hanya mengangguk dan tersenyum.

 

“Gomawo! Jeongmal Gomawo..” Kata Sehun senang. Ia segera memakaikan kalung berbandul ‘SS’ itu di leher jenjang Seohyun.

Setelah selesai makan, Sehun menggandeng tanagn Seohyun dan segera mengantar Seohyun pulang.

“Gomawo sudah mengantarku Hun..” Kata Seohyun.

“Nevermind chagi.. Hehe..” Jawab Sehun.

Setelah melambaikan tangan, Sehun pun berlalu dari rumah Seohyun dengan senyuman yang masih terus terukir dibibirnya.

-END Author POV-

 

-Sooyoung POV-

 

Hari ini aku memutuskan untuk membawa mobil sendiri ke kampus. Karena mungkin mulai sekarang, Sehun tidak akan pernah bisa berangkat denganku.. Tau kenapa? Ya karena tentu saja ia akan berangkat dengan yeojachingunya tercinta, Seohyun.. Beberapa hari lalu mereka mulai berpacaran dan aku sudah mendengar cerita dari masing-masing pihak, baik Sehun maupun Seohyun. Aku sangat amat amat terkejut. Ingin rasanya aku melompat ke jurang terdalam saat itu juga. Tapi aku tersenyum lebar didepan mereka, dan aku tau Jessica tidak suka aku berpura-pura seperti itu. Karena sesungguhnya, hatiku sangat sakit teriris-iris. Tapi sudahlah, sudah ku bilang, aku baik-baik saja selama Sehun bahagia..

 

Semoga saja….

 

Hari masih pagi ketika aku tiba dan kampus masih terlihat sepi. Hanya beberapa mahasiswa yang sudah datang. Aku melirik jam tangan Casio Baby-G ku, ah masih jam 7 pagi rupanya. Aku memutuskan untuk ke taman utama universitas dan duduk disana sambil mendengarkan musik dengan headsetku.

 

Taman ini cukup strategis karena menghadap langsung ke pintu gerbang dan berada disebelah kanan tempat parkir.  Aku memperhatikan para mahasiswa yang mulai berdatangan dengan berbagai jenis kendaraan mereka. Aku pun memandang ke sekeliling dan tiba-tiba saja mataku tertumpu pada pemandangan dilapangan parkir. Mobil sedan putih yang sudah sangat aku kenal. Dari dalam sana ku lihat Sehun turun. Ia menggunakan kaos abu-abu dengan jaket putih, celana jeans hitam dan sebuah topi hitam. Tampan…

 

osh

Seperti biasanya sejak beberapa hari ini, Sehun tidak datang sendiri. Ia segera berlari kecil menuju pintu penumpang bagian depan dan membuka pintunya. Dari sana turun sesosok wanita tinggi aku kenal. Wajahnya tidak terlalu jelas dari sini, tapi tanpa harus memicingkan matapun aku tau, itu Seohyun.

snsd-gallery

          Seohyun menggunakan dress sedikit diatas lutut yang berwarna coklat, tas hitam dan sepatu yang berawarna senada dengan tasnya.. Dia terlihat sangat cocok disandingkan dengan Sehun… Cantik, dan Tampan.. Ha ha .. Perfect Couple…… :’

 

Aku membandingkan style ku dengan Seohyun ..Sangat berbeda jauh.. Hanya memakai blus santai berwarna putih dengan garis-garis merah,celana jeans, tas tangan coklat terang, dan wedges senada dengan warna tasku. Style yang terlalu biasa…

cssy

Aku memegang dadaku yang terasa nyeri.. Sakit…. Sakit sekali melihat pemandangan ditempat parkir itu. Sehun terlihat bergurau dengan Seohyun dan ditanggapi dengan tawa oleh Seohyun

 

“Kau sakit bukan melihat mereka?” Tiba-tiba terdengar suara Jessica dari belakangku. Seperti biasa,ia selalu tampil dengan style nya yang selalu ku kagumi. Lihatlah betapa sempurnanya ia pagi ini. Hanya dengan kaus, jaket, dan jeans, dapat membuat ia terlihat begitu cantik. Kadang aku iri dengan Seohyun dan Jessica yang bisa terlihat begitu cantik hanya dengan sedikit ‘sentuhan’

jsy

“Aigo Jessica.. Sejak kapan kau ada disini??” Tanyaku heran.

 

“Sejak kau memperhatikan mereka berdua..” Katanya dan langsung duduk disebelahku.

“Kau tau, rasanya aku ingin mencekikmu karena kau masih saja memendam semuanya…” Kata Jessica lagi. Ia segera mengeluarkan majalah langganannya, Ceci magazine dan mulai masuk ke dunianya sendiri.

 

Aku hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Jessica, sambil melihat kedua sejoli itu berjalan bersama..

Aku tak bisa Jes, tak akan pernah bisa..

-END Sooyoung POV-

 

-Author POV-

Sooyoung sedang asik dengan Photoshopnya ketika mendengar handphonenya berdering .

 

“Yoboseyo..” Kata Sooyoung

….

“Ah? Jinjja? Kau tidak bercanda bukan?”

….

“Aigoooo…. Katakan padaku kalau ini semua hanya mimpi..”

….

“Bukannya aku tak percaya,  tapi banyak penipuan akhir-akhir ini”

….

“Baiklah.. Aku akan segera membawa semua arsip yang diperlukan kesana..”

….

“Ne arraseo… Annyeong..” Kata Sooyoung dan menutup teleponnya.

 

Setelah menutup teleponnya, senyum kebahagiaan terukir di kedua lesung pipinya. Ia berputar dan menjatuhkan tubuh rampingnya ke atas kasurnya.

 

“Akhirnyaa….” Katanya dengan senyum lebar. Tapi tiba-tiba terlintas wajah Oh Sehun dalam benaknya. Seketika itu pula wajahnya kembali murung.

 

“Apa aku bisa melakukan ini semua??” Tanyanya pada dirinya sendiri..

 

“Ah, aku pasti bisa…Lagipula sudah ada Seohyun” Jawabnya sendiri sambil tersenyum ketir.

END Author POV-

 

-Sooyoung POV-

“Jess, sudah cukup… Kau membuat kuku-kuku ku ini terlihat aneh..” kataku pada Jessica yang sibuk memainkan jari-jariku. Saat ini sedang tidak ada mata kuliah, sehingga aku dan Jessica bisa duduk-duduk santai ditaman. Jessica yang emmang penggila fashion ini sedang sibuk bereksperimen dengan kukuku, dan aku hanya bisa pasrah.

 

“Selesai..” Katanya puas.

Aku memperhatikan jari-jari ku yang sudah dimasukki beberapa cincin dan kukunya habis direnovasi(?) Jessica.

Executive nail art(The executive gil nail design in love style)

          “Cantik bukan?” Tanyanya dengan senyuman lebarnya ..

“Okay, not too bad Ms. Jung” Jawabku sambil masih memperhatikan kuku-kuku ku.

“Hey Jess, Syoo~” Tiba-tiba aku mendengar ada suara yang memanggil. Aku menoleh dan mendapati Seohyun yang baru saja berpisah arah dengan Sehun ditempat parkir, datang menghampiri kami.

 

“Hello Seo,” Kataku singkat.

“Kenapa kau tidak bersama Sehun?” Tanya Jessica yang sudah kembali asik dengan Ceci Magazine langganannya.

 

“Oh.. Dia ada kelas tambahan pagi ini, jadi nanti kami akan bertemu untuk makan siang..” Jawabnya dengan angel smile nya seperti biasa.

 

Aku hanya bisa diam. Sepertinya mereka sudah sangat dekat. Tidak akan mudah bagiku nanti kalau sudah ada Seohyun.

“Tapi aku bingung…” Lanjut Seohyun lagi.

 

“Waeyo?” Tanya Jessica sambil menumpukan kedua tangannya diatas meja taman. Ia masih sibuk dengan majalahnya. Matanya sesekali ia gunakan untuk melirik Seohyun.

 

“Hm… rencanya kami akan makan dirumahku, dan aku ingin memasak sesuatu yang special untuknya….”

 

“Itu bagus, lalu apa yang kau bingungkan?” Tanyaku heran. Dalam hati aku semakin patah hati… Mereka berdua semakin makin dekat

 

“Masalahnya adalah …. Aku ingin memasak makanan kesukaannya tapi aku tidak tau apa yang dia suka..” Jawab Seohyun lemas.

 

“Itu masalah mudah. Tanya saja Sooyoung. Dia kan sahabat Sehun dari kecil. Pasti ia tau apa yang disukai Sehun dan apa yang tidak disukainya..” Kata Jessica acuh tak acuh. Aku memelotokan mataku ke arahnya. Tapi yang ku dapat hanya tatapan tak peduli darinya

 

Bagus….

 

Jadi sekarang aku harus menceritakan semua tentang Sehun? Haft..

Seohyun terlihat senang mendengar jawaban Jessica yang telah kembali sibuk dengan majalahnya itu. Ia menatapaku dengan kedua bola matanya yang jernih dan bulat. “Jadi,……?” Tanyanya. Ia segera menyiapkan sebuah note kecil untuk mencatat. Mencatat segala yang akan ku ceritakan mungkin?

 

Aku diam, berpikir sejenak. Aku menerawang semua tentang Sehun “Sehun menyukai spaghetti dengan saus yang tidak terlalu berwarna merah dan encer. Dia menyukai nasi goreng bakso. Tapi ingat, gunakan bakso daging sapi, karena ia alergi terhadap bakso ikan. Dulu pernah aku mengerjainya dengan memasukkan bakso ikan ke dalam nasi gorengnya, dan hasilnya, badannya merah-merah selama 4 hari… Haha.. “ Kataku tertawa Kecil. Seohyun sibuk mencatat yang ku omongkan, sedangkan Jessica menatapku heran.

 

“Untuk cemilan dia sangat menyukai pudding coklat dengan jelly di dalamnya. Jangan pernah menggunakan pudding coklat dengan Kakao bermerk ABC untuknya, menurutnya itu adalah kakao terburuk sepanjang masa. Lebih baik kau buat dari merk XYZ. Dia juga suka pastel dengan isi hanya bihun dan telur puyuh. Jangan pernah kau memasukkan wortel kedalamnya, karena itu akan membuatnya muntah. Wortel dan papaya adalah hal yang dia benci. Oh iya, dia sangat suka es krim sepertiku. Kami punya kedai favorit ..” Kataku riang.

 

“Ah aku tau.. Sehun menyatakan perasaannya padaku di kedai itu..” Jawab Seohyun dengan tawa kecil.

 

Aku mendesah pelan.. Ya, aku tau….

 

“Lalu? Apalagi?” Tanya Seohyun masih semangat.

“Dia sangat menyukai warna biru, putih, dan hitam. Aksesoris favoritnya adalah jam tangan, topi, dan gelang perak kecil yang selalu melingkar di pergelangan kanannya..” Kataku lagi.

 

“Ah iya.. aku tau gelang itu.. Kenapa gelang itu mirip punyamu Syoo?” Tanyanya

 

“Tentu saja.. Kami membelinya berdua saat ke Lotte World tahun lalu..” jawabku dengan senyum. Sekelebat bayangan saat aku dan Sehun pergi ke Lotte World kembali berputar… Seandainya waktu bisa diputar…

 

“Ohh begitu… Baiklah, apa lagi?” Tanya Seohyun

 

“Apa ya …. “ Pikirku.

Tak lama, semua cerita tentang Sehun mengalir lancar dari mulutku. Aku tersenyum dan tertawa sendiri saat menceritakannya..

 

“Begitulah…” Aku mengakhiri ceritaku.

“Whoaaa… Jeongmal Gomawo Sooyoungie~ Kau sangat membantuku untuk lebih mengenal Sehun..” Kata Seohyun dengan riang. Aku hanya tersenyum singkat melihatnya. “Nevermind..” Kataku.

Seohyun masih mencatat beberapa hal di notenya sebelum akhirnya ia melihat jam tangannya dan tersentak. “Astaga… aku harus segera ke perpustakaan..~ annyeong…” Kata Seohyun berlalu dan meninggalkan Jessica dan aku.

Sepeninggal Seohyun, aku hanya bisa terduduk lemas menyadari semuanya..

-END Sooyoung POV-

 

-Jessica POV-

Aku sangat tercengang melihat Sooyoung begitu tau semua yang Sehun suka dan tidak suka. Oke..aku tau ia sangat memperhatikan Sehun, tapi aku tidak menyangka bahwa detail-detail terkecil pun tak luput dari perhatiannya.

 

Sungguh Sooyoung sangat kuat menahan semua ini.. Aku salut dengannya. Sudah terlalu banyak ia berkorban. Ingin rasanya aku menampar pipi Sehun, menendangnya ,atau apapun itu untuk membuatnya sadar siapa yang sebenarnya sangat memperhatikannya selama ini.

 

Sepeninggal Seohyun, aku mulai berbicara pada Sooyoung, “Tak aku sangka kau begitu sangat amat banyak mengetahui tentang Oh Sehun..”

 

Sooyoung hanya tersenyum kecil. Aku muak. Itu adalah fake smile yang kesekian kali aku lihat darinya.

-END Jessica POV-

 

-Author POV-

Sudah 3 bulan lebih Seohyun dan Sehun berpacaran. Dan juga sudah selama itulah Sooyoung menahan semua sakit dalam dirinya.

 

Sooyoung tau Sehun menjadi semakin menyayangi Seohyun, apalagi Sehun tau kalau Seohyun sangat mengerti dirinya dan selalu memberikan apa yang Sehun suka dan menghindari yang Sehun tak suka. Tentu saja Seohyun berhasil.. Sooyoung yang menceritakan semuanya bukan? Dan Sooyoung melarang Seohyun untuk memberitahu kalau semua informasi tentang Sehun berasal darinya..

 

Sebenarnya Seohyun sendiri tidak begitu menyukai Sooyoung semenjak ia berpacaran dengan Sehun. Bukannya lupa diri atau apa, tapi Seohyun merasa selalu ada Sooyoung dalam tiap perbincangannya dengan Sehun.

 

Bila mereka makan es krim, dengan riang Sehun akan berkata “Kau tau Sooyoung sangat suka duduk dibagian sini saat makan es krim di kedai ini” atau Sehun akan berkata “Cara makanmu begitu telaten dibanding Sooyoung yang suka meninggalkan sebutir nasi di pinggiran bibirnya” Seohyun tau kadang ia lebih dipuji lebih dari Sooyoung, tapi ia muak bila Sehun terus menerus membicarakan Sooyoung.

 

Seohyun sendiri merasa ada yang aneh pada Sooyoung, dia terlihat lebih pendiam setelah Seohyun dekat dan berpacaran dengan Sehun. Dan lebih lagi, Seohyun menangkap pancaran kasih di kedua bola mata Sooyoung saat yeoja tinggi itu menceritakan tentang Sehun. Tapi Seohyun berusaha menepis semua pikiran buruknya. Ia memang tidak begitu menyukai Sooyoung, tapi baginya Sooyoung dan Jessica adalah sahabat terbaiknya.

 

Seperti saat ini, Sehun dan Seohyun sedang ada di salah satu tempat permainan di Lotte Department Store. Dan lagi-lagi Seohyun harus mendengus kesal mendengar Sehun mengulang-ulang menyebutkan nama Sooyoung dalam ceritanya.

 

“Yak chagi, ayo pukul kepala tikus-tikus itu sampai mereka kalah..” Teriak Sehun dengan tawanya saat melihat Seohyun sedang bermain memukul kepala tikus(?),

 

“Aku sedang beruaha… Ahahahah” kata Seohyun sambil tertawa.

 

“Yahh kalah….” Kata Sehun melihat ke papan skor. “Kalau aku bermain permainin ini dengan Sooyoung, pasti ia akan selalu menang.. Hahha..” Lanjut Sehun lagi

 

Seohyun mendengus pelan. Dia terlalu menyayangi Sehun untuk bisa marah padanya.

Mata Sehun menjelajahi tempat permainan itu dan menemukan apa yang ia cari.

“Mesin Dance!! Ayo kita Dance Battle Seo..” Ajak Sehun dengan riang.

 

Seohyun ingat kalau ia sangat lemah dalam hal menari.. “Aku tak bisa.. Aku tidak pandai menari..” Jawab Seohyun sambil mengerucutkan bibir mungilnya.

 

“Yahh sayang sekali. Dulu aku dan Sooyoung sangat suka melakukan batlle dance disini..” Kata Sehun sambil terus memperhatikan dua orang namja yang masih berkutat dengan mesin dance itu. Ia tidak menyadari Seohyun sudah menunduk mendengar jawabannya.

 

Tak berapa lama kemudia Sehun menyadari perkataanya dan berkata, “Mianhe Seobaby, aku tak bermaksud untuk….”

“Gwaencha..” Potong Seohyun cepat dengan angel smilenya. Walau sebenarnya hatinya sakit.. Tidak.. Seohyun tidak ingin terlihat kecewa di depan Sehun. Bagaimanapun juga, ia menyayangi Sehun.

***

“Kau yakin tidak akan memberitahu Sehun tentang keberangkatanmu ke LA besok?” Tanya Jessica khawatir.

Saat ini ia sedang ada di kamar Sooyoung untuk membantu yeoja itu membereskan baju dan barang-barangnya

 

“Aku yakin.. Berpamitan padanya hanya akan membuatku semakin sakit bukan? Lagipula ia tidak akan merasa kehilangan siapapun.. Seohyun sudah lebih dari cukup untuk ada disisinya..” Jawab Sooyoung sambil melipat beberapa dress miliknya dan memasukkannya kedalam koper.

 

“Aissshh jinjja… Kau juga kenapa baru memberitahu tentang beasiswa yang kau dapat itu minggu lalu? Sementara kau sudah menerima dan menyetujuin beasiswa itu 3 bulan yang lalu..” Kata Jessica sedikit kesal.

Aku tersenyum kecut mendengar omongannya , “Mianhe… Aku hanya tidak mau kau melarangku pergi. Pergi ke LA dengan beasiswa full dibidang seni dan modeling ini. Ini cita-citaku…”

 

“Cita-cita atau ingin menjauhi Sehun?” Cibir Jessica.

 

“Sica-ah, jangan seperti itu. Sehun sudah bahagia dengan Seohyun. Dan kau kan tau sendiri kalau aku memang sangat berminat di bidang seni dan modeling..” Kata Sooyoung pelan.

 

“kau benar-benar membuatku gemas Ms.Choi… Sampai kapan si pabbo itu akan buta? Kaulah ,yang sejak kalian kecil, selalu bersama dengannya.. Kau terlalu banyak berkorban untuknya dan aku benci itu..” Kata Jessica sambil melipat kedua tangannya.

 

“Cinta tak harus memiliki bukan?” Kata Sooyoung dengan seukir senyum yang dipaksakan.

“Sayangnya kata-kata itu hanya berlaku untuk orang lemah sepertimu..” Kata Jessica ketus.

 

Air mata Sooyoungpun menetes, ia tau kata-kata Jessica selalu benar. Tapi sekali lagi perlu ditekankan, kebahagiaan Sehun sangat penting di matanya. Jessica pun menyadari Sooyoung yang sedang menangis dan semakin terisak.

 

“Aigoo.. Mianhe Youngie-ah, aku tidak bermaksud….” Kata Jessica sambil memeluk sahabatnya itu.

“Gwaencha Jess, bukan salahmu…Akulah yang terlalu bodoh Karena terlalu menyukai dan menyayanginya sepenuh hatiku.. Dan pada faktanya, aku hanyalah seorang sahabat bagina..” Kata Sooyoung sambil balas memeluk Jessica.

 

“Semoga kau akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik disana…” Kata Jessica pelan

.

Sementara itu, tanpa sepengetahuan keduanya, Seohyun sudah menyaksikan dan mendengar pembicaraan Jessica dan Sooyoung. Sore itu ia berniat mengembalikan buku-buku milik Sooyoung yang ia pinjam beberapa hari lalu. Tapi saat ia akan mengetuk pintu kamar yang sedikit terbuka itu, ia mendengar semua pembicaraan Jessica dan Sooyoung..

END Author POV-

 

-Seohyun POV-

‘’Jadi selama ini persepsi ku tentang ini semua benar? Sooyoung menyayangi Sehun.. Dan astaga.. Apakah aku begitu jahat telah hadir diantara mereka berdua?”

 

Ku lihat Sooyoung menangis terisak dipelukkan Jessica. Aku juga seorang yeoja, aku tau sangat sakit ada diposisi Sooyoung..

 

Aku raba kalung berbandul ‘SS’ yang diberikan Sehun..

Tapi.. Tapi aku sungguh menyayangi Sehun.

 

Aku memutuskan untu meninggalkan rumah Sooyoung.. Pikiranku benar-benar kacau sekarang..

-END Seohyun POV-

 

-Sehun POV-

         

Akhir-akhir ini aku jarang melihat Sooyoung. Terasa sepi… Biasanya juga tiap malam aku dan dia akan bersenda gurau di balkon kamar kami masing-masing yang bersebelahan.

 

Terakhir kali aku membuka jejaring sosial minggu lalu, aku melihat ia mengupdate sebuah selca dirinya di Weibo. Sedang memegang biola kesayangannya. Dalam update-an itu ia menulis “Hello new life, I’m coming yeahh! \(^o^)/”

 

csyy

          Aku sendiri masih penasaran dan bingung dengan maksud dari kata-kata itu. New life?  aissh… Tapi yasudahlah.. Sudah biasa ia menulis update aneh-aneh. Oh iya satu lagi, ia tampak lebih cantik di selca itu.. Baiklah, dia memang selalu cantik.. Tunggu!! apa baru saja aku mengatakan dia cantik? Ah..lupakan-,-

 

Sekarang aku berada di taman bermain dengan Seohyun. Ia terlihat cantik hari ini. Dengan gaun selutut berwarna hitam dan rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai. Seohyun memang yeoja termanis yang pernah aku temui

large (7)

Tapi entahlah, akhir-akhir ini aku tidak begitu tertarik untuk memperhatikan Seohyun.. Apa aku jahat? Aku sendiri tidak tau.

 

Di pinggir taman aku melihat sepasang remaja seusiaku sedang bermain sepatu roda bersama. Spontan aku berkata, “Lihat Seo, dulu aku dan Sooyoung juga sering bermain sepatu roda seperti mereka”

 

Seohyun mendengus kesal. Aku tidak menghiraukannya. Aku melihat Seohyun sedang bermain dengan beberapa tangkai bunga matahari ditangannya. Secara spontan mulutku berkata lagi, “Kau tau tidak? Sooyoung sangat menyukai bunga matahari.. Katanya bunga matahari terlihat sangat menarik..”

 

Seohyun menjatuhkan bunga matahari itu, ia menunduk dan terdiam beberapa kama..

“Ternyata benar..” Katanya sambil menegadahkan kepalanya. Air mata sudah membanjiri kedua mata indahnya. Aku panik dan berniat menghapuskan air mata itu, tapi dengan cepat tanganku ditangkis Seohyun.

“Kau memang menyukai Sooyoung.. Tapi kau mengapa belum menyadarinya juga?? Kau pabbo atau apa?” Isaknya.

“Maksudmu??” Tanyaku ragu.

“Bahkan kau selalu membicarakan Sooyoung disetiap apapun kegiatan yang kita lakukan. Tak pernah sekalipun kau tidak mengucapakan nama ‘Sooyoung’ saat kita bertemu, atau saat di telepon. Katamu Sooyoung begini, Sooyoung begitu..Kau menyukainya Sehun!! Kau menyayanginya..Bukan aku..!” Teriak Seohyun.

 

Aku terhenyak mendengar semua omongan Seohyun.. benarkah selama ini aku menyukai Sooyoung?

Seohyun melepaskan kalung yang aku berikan kepadanya waktu itu.. “kau tau? Aku rasa makna huruf ‘SS’ pada kalung ini adalah ‘Sehun Sooyoung’ ,bukan ‘Sehun Seohyun’ .Kalung ini lebih pantas bila Syoo yang menggunakan, bukan aku… ” Kata Seohyun pelan sambil meletakkan kalung itu ditanganku dan menutup rapat telapakku.

 

“Ia akan ke LA satu jam lagi…” Lanjut Seohyun. Aku terlonjak kaget.. Apa maksud semua ini..

 

“Ia menerima beasiswa full di bidang seni dan modeling di LA. Ia tidak memberitahumu karena hanya akan membuat dirinya sakit.. Kemarin aku tak sengaja menguping pembicaraannya dengan Jessica, aku tak mau membuang banyak waktumu untuk mengejarnya.. Intinya, dia sangat menyayangimu.. Dia mencintaimu bahkan sejak pertama kali bertemu denganmu.” Kata Seohyun pelan.

 

Aku masih mematung tak percaya… Senang, Kaget, gembira,sedih semua tersa bercampur dipikiranku.

 

“Kejar ia sekarang bodoh..Kau mau kehilangannya hah??!!” Bentak Seohyun kemudian. Ia langsung terduduk lemas di bangku taman.

Aku pun tersadar dan segera berlari meninggalkan Seohyun walau sesungguhnya aku tak tega. Aku segera mengemudikan mobilku ke arah Incheon airport secepat mungkin.

 

Ku genggam kalung berbandul ‘SS’ ini.

 

Ya Tuhan, aku sangat berharap kalau semuanya belum terlambat..

 

-END Sehun POV-

 

-Author POV-

 

Sehun sampai di Incheon airport dan segera mencari penerbangan ke LA. Tepat saat ia tiba di Gate keberangkatan , pengeras suara menginformasikan kalau pesawat dengan tujuan LA akan lepas landas. Dan saat itu juga, sebuah pesawat mulai lepas landas.. Sehun hanya mematung menyaksikannya..

 

“Aku..terlambat..” Katanya frustasi. Ia menonjok pilar yang ada disampingnya dan jatuh terduduk di lantai.

 

“Sehun…??” Tiba-tiba suara yeoja memanggil Sehun dari belakang. Sehun berharap itu Sooyoung. Ia  menoleh, dan betapa kecewanya ia. Yang memanggil ia adalah Jessica, bukan Sooyoung..

 

“Aku terlambat jess…” kaa Sehun frustasi. Jessica menepuk-nepuk pundak Sehun pelan. “Tenanglah, baca surat ini…” Kata Jessica. Ia memberikan sebuah amplop orange kekuningan kepada Sehun, dan dibuka Sehun dengan hati-hati. Berisi selembar surat dan sebuah foto.

 

“Annyeong Sehunnie jelek pabbo menyebalkan, hahaha.. Saat kau membaca surat ini, aku sedang dalam perjalanan ke LA atau mungkin sudah tiba disana.. Aku minta maaf tidak memberitahumu tentang keberangkatanku sebelumnya. Kau tau, sangat sulit mengucapkan salam perpisahan kepada orang yang kita sayangi bukan? Ya,, aku memang menyayangimu.. Bukan sekedar sebagai sahabat, tapi lebih dari itu.. Ya kau taulah, aku yeoja dan kau namja..

          Tapi aku tau, kau hanya menganggapku sebagai sahabat. Dan selama ini aku selalu memahami itu.. Aku selalu berusaha diam dan mengubur perasaanku demi persahabatan kita dan tentu saja demi kebahagianmu.. Hingga pada saat kau bilang kau menyukai Seohyun.. Apa kau ingat saat aku membuat gelas di kedai itu pecah? Saat itu gelasku pecah karena aku terkejut ..Kau menyukai Seohyun, sahabatku.. Dan aku benar-benar tidak tau harus apa.. Mengalah? Tentu saja itulah yang pada akhirnya aku lakukan bukan? hehe..

          Tapi aku yakin, Seohyun adalah yang terbaik untukmu.. Jaga dia dan jaga dirimu baik-baik.. Aku akan berusaha melupakan semua cintaku padamu di LA.. Selamat Tinggal~”

 

Sooyoungie~

“Btw, itu foto beberapa hari lalu saat ia datang kesini untuk mengkorfirmasikan jadwal penerbangannya..” Kata Jessica sambil menunjukkan foto yang ada bersama surat tersebut.

tumblr_m991dm8iZJ1r47zngo1_500

“Aku yang mengambilkan gambar itu dengan handphonenya, dan ia yang menyuruhku untuk memberikannya beserta surat ini padamu” Lanjut Jessica lagi.

 

“Bodoh… Kenapa dia mengucapkan selamat tinggal…” Kata Sehun pelan. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga urat-urata tangannya terlihat.

 

“Well, penyesalan memang selalu datang terlambat kan Oh Sehun..” Cibir Jessica. “Tak ada gunanya kau seperti ini terus. Apa setelah ini kau mau menjadi namja yang terlihat gila dan frustasi hanya karena yeoja? Apa kau namja lemah yang akan menangis setelah ini? Ah ..bila itu semua terjadi tentu seluruh dunia akan mengejekmu” Cibirnya lagi. Ia sengaja mengatakan hal pedas seperti itu,. Ia tau Sooyoung tidak akan senang bila tau Sehun terpuruk. Jadi mau tak mau,keluarlah kata-kata pedas itu dari mulutnya.

 

“Apa maksudmu Jessica…..” Tanyanya masih dalam posisinya semula.

 

“Simpel.. Kalau kau memang mencintai Sooyoung, selesaikan kuliahmu tepat waktu, raih cita-citamu dan kejar ia ke LA..” Jawab Jessica dan kemudian ia berlalu meninggalkan Sehun yang masih terdiam merenungi semua perkataan Jessica.

END Author POV-

 

-Sehun POV-

 

Aku merenungkan semua perkataan Jessica tadi. Benar, tak ada gunanya terpuruk begini.

 

“Lihatlah Sooyoung, aku akan menyusulmu…”

 

-END Sehun POV-

[ 3 tahun kemudian ]

 

-Author POV-

“Yak bagus Summer. Pertahankan senyumanmu seperti itu.. Yak angkat tanganmu, bagus,… Tunggu, jangan senyum terlalu lebar… Duduk disana dengan mengangkat satu kakimu…  Nah seperti itu..” Teriak seorang Pria berusia 40-an kepada seorang yeoja muda berumur 22 tahun yang sedang diarahkannya. Seketika itu juga bunyi jepretan kamera mulai terdengar, dan menampilkan hasilnya di layar monitor tepat dihadapan sang produser..

 

Produser itu melihat hasil jepretan itu dan tersenyum puas. Memang tidak salah ia membanggakan Summer dan menjadikannya model kesayangannya. Yeoja itu selalu tampil memukau.

 

pemotretan1

          “Kau memang sempurna Summer…!” Seru sang produser kepada modelnya bernama Summer tersebut. Summer tersenyum lebar dan mengacungkan kedua jempolnya kepada sang sutradara.

 

Kali ini Summer sedang diganti riasannya oleh salah seorang make up artist. Ia harus mengikuti pemotretan sesi selanjutnya.

 

Lampu-lampu terang sudah bersiap kembali disekitar studio itu, para kru dan tentu saja Summer juga telah siap. Ia segera memasuki area pemotretan. Tapi ia terkejut karena melihat fotografer yang akan memotretnya bukanlah fotografer yang biasanya.

 

“Ehm ,i’m sorry sir, bukan Edrick yang kali ini memotretku?” Tanyanya bingung.

 

“Ah iya, aku lupa memberitahumu, pemuda ini lah yang akan memotretmu untuk beberapa sesi ke depan. Dia juga yang akan mengarahkan semua gayamu. Aku percaya padanya. Lagipula ia cukup sukses sebagai fotografer di negaranya di Korea..” Kata sang produser. “Oh iya, korea kan negara asalmu juga..Hahah..” Lanjut sang produser.

 

Korea… lagi-lagi setiap mendengar nama itu, ia selalu mengingat separuh hatinya yang tertinggal disana…

“Agashi, kau siap?” Tanya fotografer itu kemudian. Summer kaget dan segera menganggukkan kepala. Ia ingin sekali melihat seperti apa wajah fotografer itu, tapi sayang ia tidak bisa karena wajah fotografer itu  tertutup kamera, dan tempat fotografer itu berdiri tidak begitu terang, karena cahaya hanya difokuskan kepada area pemotretan.

 

Pemotretan tersebut berjalan dengan lancar. Berbagai arahan yang fotografer misterius itu lakukan selalu dapat dilakukan dengan baik oleh Summer.

 

Setelah selesai, Summer kembali ke meja riasnya dan dibenahi oleh beberapa kru. Sang fotografer pun langsung berjalan menuju sang produser.  produser melihat hasil jepretan fotografer barunya dengan senyum puas.

 

pemotretan2

          “Tidak salah aku percaya akan omongan kedua orang tuamu untuk membiarkanmu mencoba skill mu disini. Kau sangat membuatku kagum Oh Sehun.” Kata sang produser sambil menepuk pundak si fotografer.

 

Summer yang duduk tak jauh dari tempat kedua orang itu langsung terkejut mendengar nama yang sangat familiar, “Oh Sehun??” Pikirnya heran.

 

Rasa penasaran Summer benar-benar sudah diambang batas. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri tempat sang produser. Perlahan ia membalikkan pundak sang fotografer misterius, dan betapa terkejutnya ia….. Fotografer itu memang Sehun.. Oh Sehun,, namja yang sangat ia cintai.

 

“Annyeong Choi Summer….” Kata Sehun dengan seulas senyum dibibirnya. Senyuman khasnya yang selalu mampu membuat jantung  Summer, nama Barat dari Sooyoung, berdegup lebih kencang.

 

“Sehunie….~” Seru Summer a.k.a Sooyoung. Ia sangat kaget.. Tak menyangka kalau ia akan bertemu Sehun lagi..

 

“Loh? Kalian saling mengenal?” Tanya sang produser heran.

 

Mereka berdua tidak merespon omongan sang produsen. Sehun segera menarik Sooyoung ke dalam pelukannya.

 

“Aku berhasil mengejarmu bukan..” Bisiknya lirih tepat disamping telinga Sooyoung.Sooyoung semakin mempererat pelukannya dan memejamkan mata.. Sungguh ia sangat merindukan namja ini.

 

Sehun membelai lembut rambut Sooyoung. Ia tidak peduli kalau sekarang seluruh staff sedang melihat ke arah dirinya dan Sooyoung. Ia terlalu merindukan yeoja ini melebihi apapun juga.

 

Sehun melepaskan pelukannya dari Sooyoung. Mata yeoja  itu terlihat sembab dan tetesan air mata masih terlihat di kedua pipinya. Dengan segera Sehun menghapus air mata Sooyoung.

 

“Choi Summer, ah maksudku Choi Sooyoung.. Taukah kau kalau aku sangat menunggu datangnya hari ini? Hari dimana aku bisa bertemu lagi denganmu, memelukmu…” Kata Sehun.

 

“Aku lebih merindukanmu pabbo.. Ta..tapi bagaimana caranya kau menjadi fotografer sementara dulu kau kuliah jurusan elektro?” Tanya Sooyoung ditengah sesegukkannya.

 

“Menjadi ilmuwan terlalu membosankan. Aku lebih tertarik dengan dunia fotografi. Appa dan eomma juga tak keberatan. Lagipula karena fotografi, aku bisa bertemu dengan jodohku bukan?” Kata Sehun lagi.

 

“Ah? Nuguya..? Seohyun kah? Kau masih bersamanya??” Tanya Sooyoung pelan.. Ia merasa sedikit nyeri ketika mengingat Sehun dan Seohyun dulu.

 

“Anniya, aku sudah lama putus dari Seohyun.. Saat keberangkatanmu..” Jawab Sehun.

Sooyoung terdiam. Tak lama, ia bersuara, “Lalu??”

 

Sehun hanya tersenyum simpul. Ia mengeluarkan sebuah benda berkilauan dari kantung celananya. Ia berjalan ke belakan Sooyoung, menyibakkan rambut yeoja itu dan memasangkan benda berkilauan itu di leher jenjangnya. Ya..benda berkilauan itu adalah sebuah kalung..  Sooyoung melihat bandul kalung tersebut. Bandul dengan huruf ‘SS’.

 

Sehun membalikkan badan Sooyoung untuk menghadap ke arahnya. Sooyoung masih sibuk memperhatikan kalung itu. Kemudian ia menatap Sehun dengan tanda tanya besar dikepalanya.

 

“Kau.. Choi Sooyoung, kau adalah jodohku. You are my destiny.. Aku mencintaimu… ” Kata Sehun sambil menggenggam kedua tangan Sooyoung.

 

“Would you be mine? Now? Tomorrow? Forever? I really love you….” Lanjut Sehun lembut sambil mengecup kedua punggung tangan Sooyoung.

 

Sooyoung menangis sejadinya. Ia menangis terharu dan bahagia.. Sungguh ia tak menyesal sekarang karena begitu mencintai Sehun. Dengan segera ia menghambur kepelukkan Sehun,

 

“I would…” Kata Sooyoung dengan gembira

 

**END**

Gimana readrs?? Baguskah endingnya? Kurang greget kah? Atau kepanjangan?? Maaf yaa..Hehe..

Btw mungkin sampe pertengahan April, Jeni ga bisa sering muncul dengan ff ff lainnya.. Soalnya 15-18 April UN SMK ‘-‘)9 Tolong didoain yaa ~~

Btw, jangan lupa RCL nya ^^ annyeong~

30 thoughts on “[HunSoo] AS LONG AS YOU”RE HAPPY [Part 2] #END

  1. Aku terharu :’)
    Akhirnya setelah beberapa tahun menahan sakit, Syoounnie mendapat balasannya :’)

    Ceritanya bagusss :’)
    Nyesek, romantis, n ngegemesin gimanaaa gitu~

  2. Pingback: FRIENDZONE [ONESHOOT] | EXOShiDae Fanfiction

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s