Complication [Chapt.5] (Sequel Bittersweet of Love)

3

Tittle : Complication (Sequel Bittersweet of Love)

Author : ME

Genre :  Angst, Romance, Sad, Family, Friendship.

PG : 13

Cast :

SNSD Jessica

EXO Luhan

Support Cast :

SNSD Seohyun

SNSD Yuri

SNSD Tiffany

Note :  Woyoo~ Hansica couple comeback again. Saya ga tau mau ngomong apa -_- jadi langsung baca deh hehe

 

~~

 

 

“Maaf aku tidak punya banyak waktu, aku harus pergi” ucap Jessica membelakangi Luhan.

 

Air mata yang ia tahan sejak tadi kini terjatuh bebas membuat arus kecil dipipinya.

Luhan menahan lengan Jessica tapi Jessica menghempaskan tangan namja itu dengan kasar.

Dia berjalan terus tanpa memedulikan Luhan yang sedari tadi memanggilnya.

 

 

Sosok Luhan menghilang dari pandangan Jessica seiring pintu lift tertutup, namja itu menatap Jessica dengan pandangan tidak bisa diartikan.

 

 

Baru saja mereka berpisah, mereka berdua saling menangisi hal yang baru saja terjadi. Saling menyesali karena mereka berdua tidak menyangka jika akan terjadi seperti ini.

 Mungkin untuk kedepan merupakan waktu yang sangat berat bagi keduannya.

 

 

 

~~

 

 

 

Brakk

 

 

Pintu ruangan kantor menjeblak terbuka lebar, membuat penghuni ruangan tersebut terkaget dengan apa yang dilakukan Luhan.

Wajah Luhan benar-benar mengerikan ditambah lagi keadaan fisiknya yang kacau.

 

 

“Yuri!” teriak Luhan membuat orang yang dipanggil menegang

 

“A-ada apa Luhan?”

 

“Apa yang kau lakukan dikamarku kemarin? Kenapa kau bisa berada disana?!”

 

 

Gertakan Luhan membuat Yuri ketakutan menghadapi namja itu, “A-aku hanya membantumu

kembali kekamar saja..” jawab Yuri terbata-bata.

 

 

“Lalu kenapa kau membuka kemejaku apalagi kau memelukku juga..”

 

 

“Emh, A-aku ha- hanya..”

 

 

Luhan mengacak rambutnya kesal, “Argh! Karena kau Jessica menganggap kita dengan pendapat yang salah..!”

 

 

Yuri semakin ketakutan melihat Luhan yang bertambah marah. Jika bukan karena ‘perasaan khusus’nya ia tidak akan melakukan hal itu.
Karena kemarin ia memiliki rencana menghancurkan mereka dengan cara itu.

 

Ia ingin memiliki Luhan, ya.. Luhan.

 

 

Dan sekarang yang dipentingkan hanya Jessica Jessica dan Jessica. Mendengar nama itu disebutkan oleh Luhan membuatnya cemburu.

Ia sudah tidak tahan melihat Luhan tersenyum pada Jessica, namja itu yang selalu menghawatirkan Jessica, selalu memikirkan Jessica. Semuanya hanya untuk Jessica dan Yuri muak akan hal itu. Ia ingin Luhan menjadi miliknya, hanya dia seorang.

 

 

“Luhan hentikan!”

 

 

Yuri menutup kedua telinganya, menghalangi getaran nada itu memasuki indra pendengarannya. Ia sudah tidak tahan dengan ucapan Luhan yang terus menerus membahas Jessica.

 

“Kenapa kau hanya menyebut Jessica?! Aku muak mendengarnya!! Tidak taukah kau bahwa aku mencintaimu?! Aku mencintaimu sejak dulu! Sudah berulang kali aku mengatakannya, tapi kau hanya terus-menerus mencintai yeoja itu”

 

 

“Aku juga sudah bilang bahwa aku tidak bisa, aku hanya mencintai Jessica..”

 

 

Jawaban Luhan membuat Yuri lebih marah. Bagaimana namja itu bisa memberikan jawaban yang sama. Apalagi menyangkut Jessica..

 

“Tapi Luhan.. Aku bahkan mencintaimu terlebih dahulu ketimbang yeoja itu!”

 

“Yuri.. Tolong jangan mengganggu kehidupan kami berdua. Jangan sekali-sekali kau melakukan hal ini. Dan satu lagi.. Sampai kapanpun aku tetap mencintai Jessica. Jadi jangan berharap terlalu banyak kepadaku. Aku memberimu peringatan ini agar kau tidak sakit hati nantinya”

 

 

“Jangan membuat Jessica pergi dari sisiku, jika itu terjadi aku tidak akan segan-segan melakukan hal diluar kontrolku..”

 

 

Setelah itu Luhan meninggalkan Yuri yang menahan marah. Yuri melempar berkas di mejanya sekuat tenaga, membuat lembaran-lembaran kertas melayang di udara lalu mendarat dilantai perlahan. Ia tidak habis pikir kenapa yang ada dipikiran namja itu serba Jessica. Ukh.. Nama yeoja bernama Jessica membuat amarah Yuri bergejolak kembali.

 

 

Ide gila muncul dikepala Yuri, hanya dengan cara ini sajalah ia bisa menggantikan Jessica.

Bibir Yuri menyeringai membuat yeoja itu terlihat mengerikan. Ia jamin dengan adanya ide ini Luhan akan berhenti menyebut nama Jessica didepannya.

 

 

Ide gila itu, Ia harus menyingkirkan Jessica meskipun harus membunuhnya..

 

 

 

~~

 

 

 

“Eonni.. Kumohon jangan seperti ini, makanlah demi Eonni dan anak Eonni sendiri”

 

 

Yang menjadi lawan bicara hanya diam tak bergerak secenti pun. Keadaan Jessica sangat kacau. Wajah pucat dan badannya terasa dingin, membuat Seohyun sangat khawatir akan kondisi yeoja dihadapannya yang hanya diam saja dan memandang lurus dengan tatapan kosong, seakan manusia tanpa jiwa.

 

 

“Eonni.. Kumohon, hanya sesuap saja yang penting Eonni makan”

 

 

Raga Jessica ditempat tapi pikirannya berpencar kemana-mana. Kejadian Luhan dan Yuri terus saja berulang dipikirannya tanpa diminta. Ingin sekali ia hapus memori tersebut tapi ingatannya menolak.

Rasa rindu kepada namja itu sangatlah besar tapi karena Luhan terlanjur menyakiti hatinya, Jessica menolak habis-habisan rasa rindunya.

 

 

Jessica tau Luhan sudah menjelaskan semuannya.. Tapi kata maaf tidak mampu menghapuskan rasa sakit dalam hatinya. Semua terlalu menyakitkan.

 

 

Ding dong

 

 

Bel rumah berbunyi tanda ada tamu didepan rumah. Siapakah yang mau bertamu dimalam hari seperti ini? pikir Seohyun.

 

 

Yeoja itu meninggalkan Jessica untuk membukakan pintu untuk tamu yang masih saja sabar menunggu didepan pintu.

Betapa kagetnya ia melihat Luhan berserta koper yang ia bawa setelah dari Jeju.
“Luhan oppa? Bukankah Oppa akan pulang 1 minggu lagi?”

 

 

“Aku meminta izin untuk pulang lebih awal”

 

 

“Oh jadi begitu..”

 

 

Luhan hanya tersenyum lemah menanggapinya, fisik dan batinnya terlalu lelah untuk menanggapi hal kecil seperti ini, “Seohyun-ah.. Dimana Jessica?”

 

 

Karena tadi Seohyun masih melamun memikirkan bagaimana keadaan nanti jika Jessica mengetahui Luhan sudah pulang ia segera sadar dan mengerti apa maksud Luhan, “Eonni ada di kamar” ucap Seohyun sambil mengekori Luhan yang masuk kedalam rumah.

 

 

“Oppa.. Jessica Eonni tidak mau makan sejak lusa. Aku bingung apa yang harus kulakukan..”

 

 

“Apa?! Dia belum makan dari lusa?”

 

 

Seohyun mengangguk pelan. Luhan tidak menyangka bahwa dampak kejadian itu sampai seperti ini. Tanpa berpikir lebih panjang namja itu menaiki tangga menuju kamar Jessica tentu juga termasuk kamarnya.

 

 

 

Dikamar Jessica terbaring lemah, sisa-sisa air mata masih terlihst jelas dipipinya. Untuk membuka matanya saja ia tidak mampu.

 

 

Cklek

 

 

Suara pintu kamarnya terbuka. Yang ada didalam pikiran Jessica mungkin yang membuka pintu itu adalah Seohyun yang memaksanya untuk makan. Sebenarnya Jessica tidak tega membuat Seohyun seperti itu, gara-gara masalahnya sepertinya Seohyun juga terkena dampaknya.

 

 

“Sica..” suara yang sangat Jessica kenali memasuki pendengarannya. Entah darimana ia mendapat kekuatan untuk bangkit dari berbaringnya dan menatap tajam orang yang memanggilnya sedang duduk ditepi ranjang.

 

 

“Kenapa kau kesini? Bukankah bersama Yuri lebih menyenangkan?”

 

 

Orang dihadapan Jessica menghela nafas berat. “Sudah kubilang itu hanya kejadian tiba-tiba yang aku sendiri juga tidak tau kenapa ia ada dikamarku”

 

 

“Bagaimana dengan proyek di Jeju itu? Pasti menyenangkan karena ada Yuri.. Ah! Proyek itu menguntungkanmu bukan? Bisa bersama dengan Yuri, atau mungkin kalian bisa mengabiskan waktu selama 1 bulan bersama-sama”

 

 

 

“Sica! Sudah kubilang kau salah paham, kau datang diwaktu yang salah saat itu..”

 

 

“Oh, jadi kedatanganku itu di waktu yang salah karena telah mengganggu acara kalian?”

 

 

Tanggapan Jessica yang sangat salah membuat Luhan mengusap wajahnya kesal. Dalam keadaan seperti ini sangat sulit baginya.

 

 

Untuk menenangkan Jessica Luhan menggenggam tangan yeoja itu, “Jessica.. Aku tidak perlu menjelaskan kronologi kejadiannya, tapi kau harus percaya bahwa aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Kau sendiri mengerti bahwa aku sangat mencintaimu, mana mungkin aku menyakitimu dan melakukan hal itu dibelakangmu, dia menjebakku..”

 

 

“Aku hanya menginginkanmu saja.. Tidak ada orang lain selain dirimu. Jangan seperti ini.. Ini sama saja dengan menyiksaku. Kumohon”

 

 

“Aku mencintaimu.. Percayalah kepadaku. Bukankah sudah jelas? Bayi didalam rahimmu itu adalah tanda seberapa besar cintaku padamu..” Genggaman tangan Luhan semakim erat untuk meyakinkan Jessica.

 

 

Tatapan Jessica meneduh, ia sangat tidak tega membuat Luhan seperti ini. Mungkin karena sifat egoisnya membuat semuanya semakin rumit. Ia hanya berani lari dari masalah yang tidak mampu tuk dibebankan padanya. Harusnya ia mengerti dan bersikap dewasa, bukan seperti anak kecil.

 

 

“Baiklah.. Aku memaafkanmu”

 

 

Ucapan Jessica membuat Luhan yang seperti kehilangan arah hidup kini berganti seseorang yang bersemangat untuk hidup. Perasaannya sangat lega setelah Jessica memaafkannya dan berjanji agar ia tidak terjebak lagi.

 

 

Senyuman yang sempat tenggelam kini muncul diwajah Luhan. Namja itu terlalu senang sampai memeluk Jessica erat-erat.

 

“Gomawo..” lirih Luhan. Jessica membalas pelukan Luhan, beban yang ia menumpuk di pundaknya serasa hilang tanpa sisa.

 

 

~~

 

 

“Jessica buka mulutmu.. Aaa~” Jessica membuka mulutnya membiarkan Luhan menyuapi dirinya. Kini tidak hanya hari libur saja Luhan merawat Jessica, dihari biasa ia juga menyempatkan mengurusi Jessica.
Hari-hari sudah dijalani seperti semula, banyak yang terjadi dalam masa-masa kehamilan Jessica. Diantara berbagai macam keinginan aneh Jessica, ada satu yang sangat mengenaskan bagi Luhan.

 

 

Pada suatu hari Jessica tiba-tiba bangun dan meminta untuk dibelikan ddeobokki padahal itu sudah larut malam, Luhan yang sebenarnya kelelahan tapi ia masih mau menuruti keinginan istrinya itu.

Dimalam hari kedai ddeobokki sudah tutup tapi Jessica masih saja merengek minta dibelikan. Setelah berusaha keras akhirnya Luhan mendapatkan kedai ddeobokki yang masih buka walaupun jaraknya sedikit jauh.

Sesampainya dirumah Jessica mengatakan bahwa ia tidak ingin makan ddeobokki malah ingin makan jajangmyeon. Kemudian Luhan keluar lagi untuk mencari jajangmyeon, sama seperti tadi Jessica mengatakan bahwa ia tidak ingin makan lalu kembali tidur dengan pulasnya.

 

 

Luhan masih tetap sabar menghadapinya. Maklumlah, apapun yang diinginkan yeoja itu Luhan pasti akan menurutinya.

 

 

Sama seperti saat ini, Jessica tiba-tiba muncul di ruangan kerja Luhan. Membuat Luhan yang baru saja selesai rapat kaget karena kedatangan istrinya. Tidak mungkin Jessica mau bersusah payah datang ke kantornya jika tidak ada sesuatu yang penting. Saat Luhan bertanya, dengan senyuman tidak berdosa Yeoja itu mengatakan bahwa ia merasa ingin berada didekat Luhan untuk seharian.

 

 

Dengan setia Jessica menunggui Luhan meskipun namja itu sibuk mengurusi data-data yang Jessica tidak ketahui apa itu. Menghabiskan waktu hanya dengan duduk membuat Jessica bosan tapi ia tidak mau menjauh dari Luhan.

Saat ia teringat kedai permen lollipop kesukaannya Jessica langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar membuat Luhan tidak tahan untuk tidak bertanya.

 

 

“Sica kau mau kemana?”

 

Jessica menghentikan langkahnya,”Aku ingin membeli permen lollipop kesukaanku..” ucap Jessica dengan cengiran khasnya. Luhan bangkit dari duduknya sambil melepas kacamata yang bertengger dihidungnya.

 
“Biar aku saja yang beli”

 

 

“Eh.. Tapi Luhan, kau kan masih ada pekerjaan. Kedai lollipopnya juga lumayan dekat”

 

 

“Tidak apa-apa, lebih baik kau duduk saja. Tidak baik untuk wanita hamil jika terlalu banyak aktivitas” ucap Luhan sambil menuntun Jessica duduk kembali.

 

 

Belum sempat ia mengeluarkan penolakan Luhan sudah keluar dari ruangannya. Tentu saja hal itu membuat Jessica kesal sekaligus senang. Kesal karena Luhan bertindak seenaknya tetapi Jessica juga senang karena Luhan memperhatikannya. Betapa beruntungnya ia mempunya suami yang perhatian seperti Luhan.

 

 

Setiap saat pikiran Jessica selalu dipenuhi Luhan. Tidak ada waktu sekedar untuk mengabaikan namja itu, namja yang mampu membuatnya tersenyum sendiri.

Mungkin orang yang melihat menganggap Jessica gila. Ya memang, dia sudah gila. Gila karena seorang namja Xi Luhan yang menjadi suaminya.

 

 

Jessica ingin melihat-lihat tempat yang menjadi tempat keseharian Luhan selain dirumah. Matanya menelusuri seluruh sudut ruangan yang cukup besar itu, tatapannya berhenti pada meja kerja Luhan.

 

 

Ditempat itulah Luhan menghabiskan waktu dengan laptop dihadapannya selama berjam-jam. Perlahan Jessica menghampiri meja tersebut. Meja panjang yang dipenuhi kertas yang terdapat coretan angka dan tulisan oleh Luhan, juga ada laptop milik namja itu yang masih menyala. Tatapan Jessica terhenti pada satu benda yang turut ikut memenuhi meja tersebut, ia mengambil benda berbentuk persegi panjang kecil dibingkai dengan pigura berwarna putih.

 

 

Itu adalah sebuah foto yang memperlihatkan foto pernikahan mereka berdua. Difoto itu ada Luhan yang memakai tuxedo dan juga Jessica yang memakai gaun pengantin yang ia gunakan saat itu dengan tersenyum bahagia.

Bibir Jessica membentuk senyuman manis. Tidak menyangka bahwa Luhan akan menaruh foto ini dimeja kerjanya.

 

 

Jessica kembali mengotak-atik barang milik Luhan, kini laptop milik Luhan lah yang menjadi sasarannya. Iseng-iseng Jessica membuka layar desktop laptop itu, membuat memperlihatkan tampilan foto yang digunakan namja itu menjadi memenuhi layar LCD laptop tersebut.

 

 

Foto itu foto mereka berdua saat berbulan madu di Spanyol yang diambil di villa milik keluarga Luhan. Jessica tertawa kecil melihat foto tersebut, itu foto mereka saat selesai berkebun dengan Rissa.
Rissa lah yang memfotokan mereka berdua, wajah Luhan yang dibuat pose sedang memejamkan mata sambil mengerucutkan bibirnya seolah mencium pipi Jessica dan Jessica berpose seolah dia kaget. Hahaha, benar-benar lucu sekali foto itu.

 

 

Kini Jessica beralih keluar dari ruangan Luhan, dia ingin merasakan suasana yang familiar untuk Luhan. Perlahan yeoja itu berjalan perlahan menyusuri lorong yang setiap 5 meternya terdapat pintu sebuah ruangan dan seterusnya.

 

 

Sampai kemudian dia bertemu yeoja yang sempat membuatnya kehilangan kepercayaan untuk Luhan, Yuri.

 

Tatapan pertama yang ditunjukan Yeoja itu sangat tajam tapi Jessica tidak menghiraukannya dan terus berjalan lurus. Kesal karena kelakuan acuh tak acuh Jessica itu membuat Yuri geram. Perasaan benci, cemburu dan amarah menjadi satu, dengan kasar Yuri mencengkram lengan Jessica saat melewati dirinya tanpa mempedulikan Yuri sedikitpun.

 

 

Helaan nafas kesal keluar dari mulut Jessica, menandakan bahwa dirinya malas untuk berurusan dengan yeoja dihadapannya.

 

 

“Ada apa Yuri?”

 

 

“Jauhi Luhan.. Aku muak melihat mu terus-terusan”

 

 

Jessica berdecak, “Memang apa hakmu menyuruhku menjauhi Luhan?”

 

 

“Aku hanya memperingati mu saja.. atau aku akan melakukan hal yang bisa membuatmu hancur”

 

 

“Memang kau siapa? Aku kan istrinya jadi apa salahku jika aku selalu berada di sisinya?”

 

 

“Sudah kubilang.. Jauhi dia atau aku mengenyahkanmu dari permukaan bumi ini, aku tidak main-main”

 

 

TBC

 

Hai.. Gimana komen para readers tentang part ini?
Kalau menurut saya sendiri, ini part yang paling hancur disekian part.
Part ini pendek, alurnya terlalu cepat, konfliknya gaje dan sebagainya. Ya mau gimana lagi, pikiran author ga bisa jalan gegara ujian praktek, ujian akhir semester, tugas banyak banget apalagi mulai akhir bulan sampai bulan depan banyak kegiatan, stres sendiri jadinya -_- (sekian curhatan saya)
dan juga saya ga kuat bikin Hansica terlalu sedih, kesannya tega banget  keke

Saya minta maaf  kalau part ini ga memuaskan. Mianhae T.T

And the last : I love you all readers \(^o^)/.. astaga komenan kalian bener-bener bikin saya seneng, apalagi supportnya. Duh speechless jadinya.. muahmuah deh pokoknya keke

 

69 thoughts on “Complication [Chapt.5] (Sequel Bittersweet of Love)

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s