Hurt,Revenge become Regret [Drabble]

Hurt,Revenge become Regret….

hurt revenge become regret

Title             : Hurt,Revenge become Regret….

Author         : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre           : Romance, Sad

Length          : Drabble

Pairing         : KaiFanny

Main Cast     : Tiffany,Kai

Support Cast : Jessica,Sehun(dokter Oh) ^^

*Recommendation song : JB-When I Can’t Sing, Gyuri-I Love U More than the Soul (semoga nyambung dengan ceritanya) ^^

Note  : mian… judul yang tertera di cover beda dengan yang saya tulis di title, soalnya cover udah keburu saya bikin sebelum saya berpikir merubah judulnya, hehehe ^^

~Happy Reading~

“UMMA…. AMPUN!!! Aku mohon….”

Terdengar suara seorang bocah malang yang berasal dari sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Suara itu semakin melemah seiring dengan bertambahnya lebam di sekujur tubuhnya. Orang orang yang tinggal di sekitar rumah itu seakan bisu. Mendengar, namun berpura pura tidak mendengar. Mengabaikan suara rintihan kesakitan yang terdengar memilukan itu.Bagi mereka, suara itu lebih mirip ‘angin malam’ yang tentunya tak cukup penting untuk dihiraukan.

“Berhenti menangis! Aku benci melihat tangisan seorang pembohong….”

  Nyonya Kim-yang dipanggil umma- terus saja memukuli yeoja kecil yang bernama Hwang Tiffany  itu. Sorot matanya menunjukkan betapa kebencian yang begitu besar meluap dari dalam dirinya saat menatap sosok Tiffany yang kini sedang bersimpuh di hadapannya. Nyonya Kim tak lagi mempedulikan airmata yang terus saja mengalir dari pelupuk mata Tiffany.

“Umma…..”

“Berhenti memanggilku umma!”Hardik nyonya Kim “Apa kau tahu, betapa tersiksanya aku selama ini, membesarkan aib keluarga sepertimu,hah?!”

Tiffany yang sejak tadi terus bersimpuh, merasa terkejut mendengar ucapan Nyonya Kim

“M….Mwo?”

“Kau tahu…..  Aku terpaksa merawatmu. Dan ini semua demi anakku,Jong in….”

“Umma…”

PLAK

Sebuah tamparan lagi lagi dilayangkan Nyonya Kim di wajah Tiffany

“Berhenti memanggilku umma! Sekarang…. Tak ada lagi alasan untukku merawatmu, karena suamiku telah meninggal. Dan itu semua karenamu, pembawa sial!”

Nyonya Kim dengan kebencian yang memenuhi hatinya itu langsung menarik rambut panjang Tiffany dan mendorongnya keluar, membiarkan tubuh yang lemah itu dibasahi oleh dinginnya air hujan.  Sesaat, Tiffany menatap sosk Jong In yang sejak tadi mengalihkan pandangannya. Sepertinya dia berusaha menghindari Tiffany

“Umma….Buka. Aku mohon…. Aku akan menjadi….anak…ba….ik….”

BRUK

Tubuh kecil Tiffany itu akhirnya ambruk

***

“Kau sudah sadar…..”

Kudapati diriku tengah berbaring, dengan selang yang menyambung ke cairan infus. Kuamati ruang dengan warna yang didominasi putih ini. Terlihat olehku sosok seorang dokter yang tersenyum padaku

“Kau….Merasa baikan?”

Kurasakan tenggorokanku seperti tercekat saat akan menjawab pertanyaannya. Suaraku….Tidak mau keluar

“Kau….. Sepertinya mengalami kejadian yang cukup berat, sehingga membuat suaramu menghilang. Kau…Mengalami depresi berat”

Pernyataan yang terasa seperti palu besar yang begitu saja menghantam tubuhku. Benarkah ini….

“Mulai sekarang…. Aku yang akan merawatmu, hingga perlahan trauma dalam dirimu menghilang”

***

Sembilan tahun berlalu…..

  Kini, aku telah berhasil mengembalikan suaraku. Kata dokter Oh, yang merawatku aku telah sedikit demi sedikit menghilangkan trauma yang dulu mendera. Aniyo, trauma ini tidaklah menghilang dari dalam diriku. Rasa trauma yang kuderita ini akan kujadikan sebagai sumber ‘kekuatan’ untuk membalas mereka.

“Fanny-ah…. Kau yakin akan melakukan ini?”

“Ne! Dan akan kupastikan aku akan menikmati penderitaan mereka”

“Baik, aku takkan menghalangimu. Tapi…. Ingatlah, penyesalan akan selalu…..”

“Aniyo! Aku, takkan pernah menyesal”

Untuk apa aku harus menyesal? Mereka dengan kejamnya membuat hidupku menjadi menyedihkan. Mereka takkan benar benar tahu penderitaanku sebelum mereka sendiri merasakannya

“Aku pergi”Ucapku

“Ingatlah Fanny-ah. Aku… Akan ada disini jika kau memutuskan untuk mencari kebahagiaan sejati.”

Gomawo, dokter Oh. Tapi….Kebahagiaan sejatiku adalah, melihat tangisan dan keterpurukan mereka dengan mata ini…..

***

Kuamati sosok Kim Jong In-anak nyonya Kim- yang kini telah resmi menjabat sebagai direktur perusahaan milik appa. Inilah yang dulu dimaksudkan Nyonya Kim, menjadikannya sebagai pewaris perusahaan yang seharusnya diwariskan padaku. Sungguh, aku benci melihatnya. Dia tersenyum seperti sekarang tanpa mempedulikan aku, yang dulu menyukainya.

Kenapa…. Perasaan ini muncul lagi? Tiffany, sadarlah! Dia tak peduli padamu. Tak perlu lagi kau mencintainya….

“Kau… Takkan bisa lagi tersenyum, Jong In”

***

“Aku terlambat menemui Jessica”

Kuamati jam tanganku. Waktu kini menunjukkan pukul 8. Aku telah membuatnya menunggu lebih dari satu jam. Aigo….

 Dengan segera kuraih kotak kecil yang memang sejak kemarin telah kupersiapkan untuk yeoja yang kucintai. Tak lupa, kubawa  juga selebaran dan foto  untuk mencarinya…

Drrttt…..

“Yoboseyo?”

Tubuhku rasanya membeku begitu mendengar ucapan si penelpon yang mengatakan telah menemukannya. Akhirnya….Setelah 8 tahun berlalu… Kini aku akan dapat bertemu dengannya….

“Aku… Pasti akan menebus segalanya, Fanny-ah….”

Kupercepat langkah kakiku. Aku tidak sabar untuk semuanya. Menemui dua orang ‘penting’ dalam hidupku. Aku berharap…. Semua akan menjadi baik nanti….

“Oppa!!!”

Aku menoleh begitu mendengar suara seseorang memanggilku. Suara itu….Pasti Jessica. Kulihat sosoknya yang sedang tersenyum dari seberang jalan dengan tangan melambai kepadaku. Hampir disaat yang sama, kurasakan sinar yang begitu menyilaukan datang dari depan dan….. Tubuhku terhempas. Semua berubah menjadi gelap

***

Tubuhnya terhempas saat kutabrakkan mobil dengan sengaja. Benci dan trauma yang masih begitu melekat ini seakan membutakanku hingga akhirnya kuputuskan untuk melakukannya.

“Oppa!!!”

Kulihat seorang yeoja menghampiri Jong In yang terkapar di jalan dengan bersimbah darah itu. Dia terus menangisi sosok Jong In hingga ambulance tiba dan membawa Jong In dan yeoja itu.

“Cih…..Kenapa orang jahat seperti itu….Masih ada yang mencintai…..Wae?!”

Aku tertawa… Aku puas melihat kondisinya itu. Benarkah? Lantas kenapa aku….Menangis?

***

“Fanny-ah…..”

“Ne?”

“Ini…Fotomu kan?”

Kuamati selembar foto yang dibawa dokter Oh saat kami bertemu. Foto itu…. Yang kuambil saat aku dan Jong In berdarmawisata.

“Kau mendapatkannya…..”

“Dari seseorang yang katanya selalu mencarimu selama 8 tahun. Aku pikir dia itu…. Jong In”

“Bagaimana….”

“Foto itu kutemukan saat aku menangani Jong In. Dia… Berada dalam kondisi kritis saat ini”

Jong In….Mencariku? Benarkah yang kudengar ini? Dia….

“Pergilah…Sebelum kau menyesali segalanya”

Dengan cepat aku berlari, menuju rumah sakit. Airmata terus mengalir dari ujung mataku. Jong In…. Aku memaafkanmu, mulai saat ini

***

Begitu tiba, kulihat yeoja tadi sedang menangis sambil terus menatap ke ruangan yang ada di hadapannya.Sepertinya yeoja itu….Mencintai Jong In

“Yo…Boseyo”Ucapku ragu. Yeoja itu reflek menoleh ke arahku dan perlahan, mendekat ke arahku

“Oppa…. Terus membawa ini….”Yeoja itu kembali terisak saat menyerahkan sebuah selebaran di tangannya dan sebuah kotak kecil

“Ini…..”

“Oppa….. Terus menunggu hingga dia bisa menyerahkan itu pada orang yang dia cintai. Sayang…. Dia tidak bisa menyrahkannya langsung padamu”

Apa maksudnya aku…..

“Oppa…. Sejak dulu, selalu menyukaimu.Dia…. Selalu mencarimu. Bahkan aku yang kini berada di dekatnya, takkan bisa menggantikan dirimu…..”

Jong In….. Mianhae…..

~END~

Yay~~ Setelah ngilang(?) selama sepekan lebih*mungkin* akhirnya saya bisa menyelesaikan FF abal abal ini. Selain disibukkan dengan tugas yang membludak(?) saya juga terserang lazy virus, makanya ide dan feel yang ada langsung kabur,hehehe ^^

Karena efek lazy virusnya, jadi tentunya FF ini masih dipenuhi banyak typo,penggambarannya yang masih kurang serta endingnya yang aneh bin gaje.  Tapi….Semoga readers suka yah…. *amin* (BOW)^^

Ok, sekian…. *dadahbarengLuhanYeol* ^^

8 thoughts on “Hurt,Revenge become Regret [Drabble]

  1. Aagggghhhh!!!! Thooooor ini ff sadis sedih and full of romantis:’) thooor lanjutin ff ini dooong :3 pliiiss pliiiisss :3 ini endingnya kepotong bangeeeddd-______- tapi ffnya pairing fave akuuuu:3 pliss… Makasiiiiii

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s