Still [Drabble]

still

Title        :  Still…

Author     : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre      : Romance, Sad

Length    :  Drabble

Rating     : PG15

Pairing    : SeoHan

Cast         : Look at Cover ^^

Note  : Annyeong…. Masih ingat ama FF HanSeoHun yang saya buat? Ini adalah lanjutannya, tapi masih dalam bentuk drabble tentunya, hehehe ^^ Dan dalam FF ini saya pakai sudut pandang Luhan. Kan Seo ama Hun udah kemarin kemarin…. Dan mungkin setelah FF ini, saya bakal post ending ceritanya dan kalo banyak yang ngasih komentar bakal saya post juga sekuel dari FF ini.  ^^

*Masih belum jelas dengan ceritanya? Kalo gitu baca FF ini dulu | 60 Second | Rain | Hard to Say ~I Love You~ | Mianhae, Saranghae | Waiting | Accident | Missing |

~Happy Reading~

~Still~

Sejak mereka menikah, hidupku tiba tiba saja terasa begitu hampa. Kini tak ada lagi suara tawa yang sering kudengar itu. Itu… Bagian dari kenangan indah yang kumiliki tentangnya. Aku….Begitu menyukainya. Tapi aku pun tak ingin melukai sahabatku dengan perasaan ini. Dia…. begitu mencintainya, sama sepertiku. Karena itu, aku tak memperjuangkan cintaku. Aku terlalu takut melukai orang lain… Terlebih karena dia… Sahabatku

“Apa cinta…. Serumit ini?”

Jika bisa, ingin kuhilangkan segala perasaan ini. Tapi… Aku tak dapat membohongi diriku sendiri. Jujur…. Aku masih mengharapnya…

“Luhan…”

Terdengar suara umma yang memanggilku dari balik pintu kamar

“Ne umma?”

“Ibunya Seohyun menelponmu”

Bergegas aku keluar dari kamar, menuruni deretan anak tangga dan segera meraih gagang(?) telpon yang tadi berada di tangan umma

“Yoboseyo?”

“Luhan….Itu kau?”

“Ne, ajjuma. Ada apa?”

“Bisakah kau datang ke rumah ajjuma sore ini? Ada hal penting yang harus ajjuma bicarakan denganmu”

“Ah, ne ajjuma……”

***

Rumah yang sudah lama tak ku kunjungi….. Ah… Ternyata aku begitu merindukan tempat ini. Tak sedikit waktu yang telah kulewatkan bersamanya di rumah ini. Seakan akan rumah ini menjadi ‘saksi’ kisah kami.

“Luhan…. Masuklah”

“Ah, ne ajjuma…..”

Kulangkahkan kakiku dan sampailah aku di dalam rumahnya. Tak banyak yang berubah di tempat ini sejak terakhir kali aku berkunung kemari. Mungkin… Hanya deretan foto itu saja yang membuat tempat ini terlihat sedikit berbeda dari sebelumnya. Mataku tertuju pada sebuah foto yang dihiasi bingkai dengan motif bunga matahari

“Itu…Bunga kesukaannya”

Benar… Bunga matahari merupakan bunga kesukaan Seohyun. Entah hanya perasaanku saja atau memang benar…. Diantara deretan foto yang menghiasi dinding, foto itulah yang terlihat ‘berbeda’ dari yang lain….. benarkah?

“Seohyun… Sengaja memilih bingkai bunga matahari untuk kalian berdua”

Suara lembut ajjuma membuatku sedikit terkejut. Dengan segera aku mengambil tempat untuk duduk.

“Katanya…. Dia ingin mengabadikan momen istimewa di hidupnya dengan ada bunga mathari”

Mwo? Jadi…. Bagi Seo-ah…. Fotoku bersama dengannya……

“Luhan…. Ajjuma menyuruhmu datang untuk menyerahkan ini”

Ajjuma menyodorkan kotak-yang entah apa isinya- padaku….

“ajjuma, ini….”

“Aku ingin…Kau ke Jeju. Berikan ini pada Seohyun…..”

“Kenapa…. Aku?”

“Kau harus memastikannya sekali lagi, Luhan…. Perasaan anak perempuan ajjuma itu. Pastikan bagaimana perasaannya padamu….”

***

Karena itulah…. Sekarang aku berada di Jeju. Untuk menyerahkan ini dan juga untuk memastikan perasaan Seohyun padaku. Jahatkah diriku ini? Jelas jelas dia telah menikah, tapi aku dengan seenaknya hadir diantara mereka. Hanya untuk menanyakan hal konyol…. Bodohkan dirimu Xi Luhan? Ya…. Kau memang bodoh!

“Bodoh. Kenapa bisa aku lupa menanyakan alamat hotel mereka? Aish….”

Kurutuki kebodohanku. Bisa bisanya aku datang tanpa tahu alamat mereka. Apa aku harus bermalam di halte? Aish….

“Ah….Telpon sajalah”

Kuputuskan untuk menelpon Seohyun. Mngkin ini akan mengganggu, tapi jika tidak kubungi dia aku harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Bermalam di halte

Telah kucoba berulang kali untuk menghubunginya, tetap saja tak ada jawaban. Aish….

“Ya! Jebal, angkat telponku, Seo-ah…. Aku tidak ingin bermalam di sini”

Akhirnya kuputuskan untuk mencari alamat mereka, sambil tetap mencoba menghubungi Seo-ah. Ayolah… Jangan biarkan aku bermalam di halte!

“Ya! Awaaaasssss!!!!”

Suara seorang ajjuma membuatku terkejut. Kurasakan tubuhku ditabrak, hingga membuat tubuhku terhempas. Perlahan mataku mulai terpejam, segera setelah kutitpkan handphoneku pada ajjuma itu. Mungkin saja.. Seohyun akan datang mencariku…..

~END~

Mian kalo isinya jelek dan penuh typo >.<

Dan jangan lupa…. Tinggalkan komentar setelah membaca  FF abal abal ini yah…. ^^

8 thoughts on “Still [Drabble]

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s