Please Don’t

Tittle                      : Please Don’t

Author                  : J.M.A

Main Cast            :  Choi Sooyoung a.k.a Sooyoung (Snsd) & Wu Yi Fan a.k.a Kris (EXO-M)

Other Cast          :  Snsd member, EXO member, and many more (find by your self :p)

Length                  : Ficlet

Genre                   : Romance and Sad(Maybe)

Rating                   : PG-15

Note                      : Annyeong Jasmine comeback! Kali ini Jasmine bawa ff yang bergenre sad romance, jujur Jasmine bikin ff ini aja dengan perasaan bimbang. Jadi kalo ada banyak typo, kurang dapet feelnya, dan kesalahan-kesalahan lainnya mohon dimaafkan ya readers? Hehehe😀

Don’t be SILENT READERS, Don’t Bash, Don’t PLAGIARISM,& Don’t forget to RCL ^^. Mianhae banyak bacot langsung aja HAPPY READING! ^o^

Warning               : Do not like the cast? DON’T READ THIS FANFIC!

Backsound          : Miley Cyrus – Goodbye, Maroon 5 – She Will Be Loved, and K.Will – Please Don’t (tapi terserah readers mau denger lagu apa aja, yang pasti menurutku yang nadanya mellow hehehe.)

Summary             :

“Please don’t go from my side.” – Wu Yi Fan a.k.a Kris

 

Cover FF Please Don't (Kris & Sooyoung) with PSD-01

Author POV

 

Seoul, 20 September 2011

 

Mentari pagi menyambut aktivitas seluruh warga Busan, silauanya cahaya matahari menembus kedalam kamar seorang yeoja dari sisi jendela kaca yang tidak tertutup oleh tirai. Yeoja itu masih terbaring di ranjangnya, dengan selimut tebal yang menghiasi tubuh jangkungnya.

 

“Chagiya irreona, ini sudah pukul 8.”, ucap seorang namja berambut pirang mencoba membangunkan sang yeoja. Yeoja itu tetap tidak bangun, akhirnya sang namja pun mendekatkan wajahnya ke wajah sang yeoja, dan.

 

CHU~!

 

Yeoja tersebut mulai mencoba membuka matanya.

“Kris? Kenapa kamu bisa ada disini?”, tanya yeoja tersebut sambil mengucek-ngucek matanya yang masih belum seutuhnya terbuka.

“Aku sedang mendapat tugas dari ahjumma untuk membangunkan putrinya yang tidak lain adalah yeojaku.”, ucap namja yang dipanggil yeoja itu Kris.

“Aish, ini masih pagi Kris. Aku ingin tidur kembali.”, ucap sang yeoja. Kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya kembali.

 

Sebuah ide terlintas dipikiran Kris, ia segera mengangkat tubuh sang yeoja dan membawanya ke kamar mandi.

“Ya Ya! apa yang kau lakukan Kris?”, ucap yeoja itu sambil memberontak dari gendongan sang namja.

“Aku hanya ingin memandikanmu Sooyoungie.”, ucap Kris menggoda yeoja yang bernama Sooyoung tersebut.

 

“YA YA Lepaskan BABO!”, teriak Sooyoung. Kris pun melepaskan tubuh Sooyoung ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat.

“YA KELUAR KAU BABO! Jika sudah seperti ini lebih baik aku mandi, menyebalkan!”, umpat Sooyoung pada Kris. Kris segera keluar dari kamar mandi dan menunggu Sooyoung di lantai bawah rumah Sooyoung.

 

“Kris-ah apa youngie sudah bangun?”, tanya Mrs. Choi yang tidak lain adalah eommanya Sooyoung.

“Sudah ahjumma, sekarang ia sedang mandi.”, ucap Kris kemudian duduk di sofa ruang tengah.

“Tumben sekali anak itu mandi pagi dihari minggu seperti ini, pasti karena ada kau ia makanya mau mandi?”, tebak Mrs. Choi yang disambut tawa oleh mereka berdua.

 

Derapan langkah kaki menuruni tangga mulai terdengar, dan kini Sooyoung sudah berada di dapur untuk membantu eommanya memasak sarapan pagi. “Eomma, mengapa eomma memperbolehkan Kris masuk kedalam kamarku tanpa seizinku terlebih dahulu?”, ucap Sooyoung pada eommanya.

“Jika tidak seperti itu mungkin kau tidak akan bangun-bangun chagi.”, ucap Kris ikut membela Mrs. Choi.

“Benar sekali yang dikatakan Kris tadi. Lagiankan 1 bulan lagi kalian akan menikah.”, ucap Mrs. Choi menyetujui perkataan Kris.

 

Sooyoung mempoutkan bibirnya kesal, karena diantara mereka berdua tidak ada yang membela dirinya. “Aigoo, uri youngie jangan cemberut ne. Nanti mukanya jadi jelek lho…”, goda Mrs. Choi pada anaknya.

“Aku bukan anak kecil lagi eomma, yang bisa eomma goda seperti itu.”, ucap Sooyoung kesal kepada Mrs. Choi. “

Tuan puteri jika kau terus cemberut, nanti kau akan aku sihir menjadi cantik kembali.”, ucap Kris menggoda Sooyoung.

“Aku memang sudah cantik ko, jadi tidak perlu di sihir. Wlee :p.”, ucap Sooyoung menjulurkan lidahnya pada Kris.

“Tapi kau akan lebih cantik bila tidak cemberut, jadi aku akan menyihirmu agar tidak cemberut kembali.”.

 

“Emang gimana caranya?”, tanya Sooyoung bingung pada Kris. Secepat kilat Kris mencium bibir mungil Sooyoung. Badan Sooyoung kaku seketika menerima ciuman dari Kris.

“KRIS MENGAPA KAU MENCURI CIUMAN DIPAGI HARIKU INI!”, teriak Sooyoung sambil memukul lengan Kris secara brutal.

“Sebenarnya itu ciuman keduamu chagi, kerena aku membangunkanmu dengan cara menciumu tadi.”, ucap Kris santai. Sooyoung pun menundukan kepalanya menahan malu. Kris mengusap lengannya yang dipukul Sooyoung tadi, dan mengangkat wajah Sooyoung kembali.

 

“Kau terlihat lebih cantik jika pipimu berwarna pink seperti ini. Hahahaha.”, goda Kris kemudian mencubit kedua pipi chubby Sooyoung.

“YA! Lepaskan babo!”, ucap Sooyoung sambil terus memukul tangan Kris yang berada dipipinya. Kris akhirnya melepaskan cubitannya dari pipi Sooyoung, Sooyoung hanya merintih kesakitan.

 

“Ekhem, sepertinya kalian lupa dengan kehadiranku disini.”, ucap Mrs. Choi kepada kedua sejoli tersebut. Kris dan Sooyoung pun menoleh kearah Mrs. Choi.

“Mianhamnida eomma, ahjumma.”, ucap Sooyoung dan Kris berbarengan.

“Kris mulai sekarang biasakan panggil aku dengan sebutan eomma seperti youngie, arrachi?”, pinta Mrs. Choi pada Kris.

“Ne ahjumma eh eomma.”

“Good, lebih baik pernikahan kalian dipercepat saja. Agar kalian bisa segera memberiku seorang cucu.”, ucap Mrs. Choi membuat wajah kedua sejoli tersebut merah padam.

“Eomma.”, ucap Sooyoung menahan malu.

 

“Ah sarapan sudah siap, Kris beruntung kau pagi ini datang kesini. Karena eomma membuat sarapan kesukaan Sooyoung.”, ucap Mrs. Choi.

“Ah ne eomma.”, Kris pun makan bersama dengan Mrs. Choi dan Sooyoung dikediaman Choi yang mewah.

“Oh ya eomma appa eodiga?”, tanya Sooyoung sambil mengambil nasi untuk Kris.

 

“Appamu sedang mendapat kerja di China, mungkin 5 hari lagi ia baru pulang.”, ucap Mrs. Choi sambil menuangkan air putih kedalam gelasnya. Sooyoung hanya mangut-mangut mendengar jawaban dari Mrs. Choi.

 

Setelah selesai makan Kris dan Sooyoung berpamitan pada Mrs. Choi untuk jalan-jalan. Didalam mobil Kris dan Sooyoung selalu bercanda gurau.

“Kris bolehkah aku menyalakan musik?”, tanya Sooyoung yang hanya dijawab senyum dan anggukan dari Kris. Begitu mendapat persetujuan dari Kris, Sooyoung segera memutar lagu Maroon 5 – She Will Be Loved. Sooyoung pun ikut menyanyikan lirik lagu tersebut.

 

 

I don’t mind spending everyday

Out on your corner in the pourin’ rain

Look for the girl with the broken smile

Ask her if she wants to stay awhile

And she will be loved, and she will be loved

And she will be loved, and she will be loved (Please don’t try so hard to say goodbye)

Yeah, I don’t mind spending everyday (Please don’t try so hard to say goodbye)

Out on your corner in the pourin’ rain (Please don’t try so hard to say goodbye)

 

(Maroon 5 – She Will Be Loved)

 

“Suaramu sangat bagus chagiya.”, puji Kris begitu Sooyoung usai menyanyikan lagu tersebut.

“Suaraku biasa saja Kris.”, pungkir Sooyoung halus.

“Sebenarnya kau ingin membawaku kemana Kris?”, tanya Sooyoung karena Sooyoung memang tidak mengetahui Kris akan membawanya kemana.

“Rahasia chagiya. Nanti kau akan mengetahuinya sendiri.”, ucap Kris dengan sebuah senyuman misterius di wajahnya.

“Arraso, lebih baik aku tidur lagi saja.”, ucap Sooyoung. Kris hanya terkekeh kecil melihat tingkah kekanak-kanakan Sooyoung.

 

Setelah melakukan perjalan selama setengah jam, akhirnya Sooyoung dan Kris tiba di tempat tujuan mereka. Kris segera membangunkan Sooyoung dengan lembut.

“Chagiya irreona kita sudah sampai.”, ucap Kris lembut sambil mengelus-ngelus rambut panjang Sooyoung. Sooyoung segera bangun dari tidurnya kemudian mengucek-ngecuk matanya.

“Kita sudah sampai Kris?”, tanya Sooyoung sekali lagi yang hanya dijawab anggukan dan senyuman simpul dari Kris.

 

Kris dan Sooyoung pun berjalan bersama mengikuti rute yang ada ditempat tersebut.

“Sebenarnya kau akan membawaku kemana Kris?”, tanya Sooyoung pada Kris.

“Rahasia chagi.”, jawab Kris sambil tetap memainkan jari-jari Sooyoung.

“Sekarang tutuplah matamu, jangan buka matamu sebelum ada intruksi dariku oke?”, Sooyoung hanya menganggukan kepalanya kemudian menutup matanya. Kris membimbing Sooyoung pada suatu tempat setibanya di tempat tersebut.

 

“Sekarang bukalah matamu.”, Sooyoung segera membuka matanya, ia tidak percaya dengan pemandangan dihadapannya. Ternyata Kris membawa Sooyoung ke sebuah taman bunga yang ia temukan beberapa hari yang lalu, taman tersebut sangat banyak ditanami berbagai jenis bunga.

 

“Kris…”, Sooyoung masih tidak sanggup berkata-kata. Ia masih terkagum-kagum dengan pemandangan yang dilihatnya.

“Ini semua untukmu, taman ini sangat terpencil tapi tenang masih ada sinyal ko. Aku tahu kau sangat suka surfing internet chagi.”, ucap Kris sambil merangkul pundak Sooyoung, Sooyoung segera memeluk tubuh Kris dengan erat.

“Gomawo.”, ucap Sooyoung tulus sambil tersenyum manis.

“Cheonma chagi.”, ucap Kris seraya membalas pelukan Sooyoung sesekali ia juga mencium puncak kepala Sooyoung.

“Kris, mau kah kau berjanji satu hal padaku?”, ucap Sooyoung dengan nada memohon.

“Ne, aku pasti akan menepati janji tersebut. Memang kau ingin aku berjanji apa chagi?”, tanya Kris pada Sooyoung.

“Berjanjilah untuk selalu mencintaiku dengan sepenuh hati dan tidak akan berpaling kepada yeoja lain walau aku dalam keadaan yang sangat menyedihkan, maukah kau menuruti janjiku itu Kris?”, pinta Sooyoung pada Kris sambil tetap memeluk Kris dengan erat.

“Mengapa kau memintaku berjanji seperti itu? Tanpa kau minta aku berjanji pun aku pasti akan melakukan hal tersebut chagi. Trust me.”, jawab Kris dengan penuh keyakinan.

“Jeongmal gomawoyo Kris atas cintamu padaku.”, ucap Sooyoung. Tidak terasa setetes air mata berhasil lolos keluar dari mata indah Sooyoung. Kris yang merasakan bajunya basah segera melepas pelukannya dan menatap wajah Sooyoung.

“Chagi mengapa kau menangis? Apa aku salah berbicara?”, tanya Kris panic saat melihat mata Sooyoung mengeluarkan air mata.

“Aku menangis bahagia babo.”, tutur Sooyoung sambil memukul lengan Kris pelan.

“Aw, appo chagiya.”, ucap Kris manja pada Sooyoung.

“Mwo? Padahalkan aku memukulmu pelan, dasar namja payah.”, ejek Sooyoung pada Kris.

“Walau pun aku namja payah, tapi kau tetap mencintaikukan? Hahaha.”, ucap Kris sambil menyeringai jahil pada Sooyoung. “YAK! Rupanya kau mau mencari mati denganku Kris! Kembali kau!”, akhirnya kedua sejoli itu saling kejar-kejaran. Tawa mereka pecah, pancaran kebahagian sangat terlihat jelas diwajah mereka.

 

Kris dan Sooyoung memutuskan untuk pulang karena sekarang sudah pukul 5 sore dan langit sudah mulai mendung. Hujan turun saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.

“Bbrr dingin sekali, padahalkan sudah menyala mesin penghangatnya.”, gumam Sooyoung seraya memeluk tubuhnya sendiri. Kris yang melihat kekasihnya kedinginan segera meminggirkan mobilnya dan mengambil jaketnya di jok belakang.

 

“Pakailah ini.”, ucap Kris kemudian menyerahkan jaketnya pada Sooyoung.

“Gomawo Kris.”, Sooyoung segera memakai jaket yang diberi Kris tersebut. Kris menjalankan kembali mobilnya, kini hari sudah berganti menjadi malam. Jalanan mulai terlihat gelap, Kris tetap fokus menyetir. Tiba-tiba ada sebuah suara dari arah samping mereka, sebuah truk dengan kecepatan tinggi sedang melaju kearah mereka.

 

“KRIS AWAS!!!”, teriak Sooyoung. Namun naas, truk tersebut menabrak mobil yang ditumpangi Kris dan Sooyoung hingga terjungkal sejauh 5 meter. Keadaan mobil Kris sudah hancur, Sooyoung dan Kris kini dalam keadaan tidak sadarkan diri. Orang yang melihat kejadian tabrakan tersebut segera menghubungi pihak medis, setibanya pihak medis di tempat kejadian kecelakaan pun segera menolong Kris dan Sooyoung yang sudah berlumuran darah.

 

Kris dan Sooyoung kini sedang ditangani oleh beberapa dokter dan suster. Keluarga Sooyoung dan Kris yang mengetahui anaknya kecelakaan segera pergi menuju rumah sakit yang dimaksud oleh pihak kepolisian dan terus berdo’a supaya anak mereka selamat dari kecelakaan tersebut. Setelah 5 jam dokter beserta suster menangani Sooyoung dan Kris, mereka berdua dipindahkan ke ruang perawatan intensif.

 

27 September 2011

 

Sooyoung kini sedang berada dihamparan ilalang yang luas, angin lembut membelai wajahnya dan menerbangkan beberapa helai rambutnya. Sooyoung bingung. Dimana aku sekarang? Pikirnya. “Kau tidak perlu tahu kau berada dimana sekarang Youngie.”, ucap sebuah suara dari arah belakang Sooyoung. Lantas Sooyoung pun menolehkan kepalanya kearah sumber suara tersebut. “Haraboeji?”, tanya Sooyoung terheran-heran.

 

“Ne, ini haraboeji Youngie-ah.”, jawab sang haraboeji. Sooyoung segera memeluk harabeojinya dengan sangat erat.

“Haraboeji Youngie sangat rindu dengan haraboeji, malah eomma, appa, Soojin eonni, dan aku ketika sedang pergi ke gereja akan mendo’akan haraboeji agar tenang di atas sana. Eh sebentar di atas sana? Bukankah haraboeji telah tiada 4 tahun yang lalu? Apa aku juga sudah tiada seperti haraboeji?”, tanya Sooyoung polos pada haraboejinya, haraboejinya hanya tertawa mendengar perkataan Sooyoung.

“Kamu belum tiada seperti haraboeji Youngie, tapi raga dan jiwamu sedang terpisah.”, mendengar perkataan sang haraboeji mata Sooyoung langsung membulat sempurna.

 

“MWO? I-ini tidak mungkin haraboeji.”, ucap Sooyoung tidak percaya.

“Jika kau belum percaya pegang tangan haraboeji, haraboeji akan membawamu kesuatu tempat.”, Sooyoung segera memegang tangan sang haraboeji saat itu juga mereka berpindah dari hamparan ilalang ke sebuah ruangan.

“Bukalah matamu Youngie.”, Sooyoung pun membuka matanya perlahan. Ia kaget melihat pemandangan dihadapannya, ia tidak percaya melihat tubuhnya terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit dengan beberapa selang dan alat kedokteran lainnya yang melekat pada tubuhnya.

“I-ini tidak mungkin haraboeji, a-aku masih ingin hidup!”, tidak terasa air mata Sooyoung jatuh membasahi kedua pipinya.

 

“Sebenarnya kau sedang koma sejak 1 minggu yang lalu Youngie-ah.”, ucap sang haraboeji.

“MWO? K-koma? T-tidak mungkin, buktinya aku kini masih hidup haraboeji.”, ucap Sooyoung menangkis perkataan haraboejinya. Sooyoung terduduk lemah diatas lantai rumah sakit yang dingin, tangis Sooyoung pecah seketika.

“Aku belum siap untuk meninggalkan orang-orang yang sangat kusayang dan kucintai haraboeji.”, tutur Sooyoung disela tangisannya. Haraboejinya segera memeluk Sooyoung.

 

“Mungkin Tuhan sedang memberikanmu ujian kesabaran, ingat. Hidup di dunia ini hanyalah sebentar, Karena kita hidup disini hanya untuk beramal dan berbakti pada-Nya. Jadi bersabarlah Youngie, suatu saat nanti pasti kau akan kembali pada ragamu. Haraboeji akan meninggalkanmu disini, jika kau ingin menemui haraboeji kau tutup matamu dan sebutkan tempat tujuanmu arrachi? Annyeong.”, ucap haraboeji detik berikutnya sang haraboeji pun hilang entah kemana.

 

Sooyoung bangkit dan berjalan menuju raganya yang terlihat sangat mengenaskan, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. “Kris…”, ucap Sooyoung tersedat. Kris kini berjalan dengan susah payah walau sudah menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Kris pun duduk dikursi yang berada disebelah ranjang Sooyoung.

“Chagiya, cepatlah sadar. Jika kau sudah sadar nanti aku berjanji, kita akan segera menikah dihadapan Tuhan.”, ucap Kris seraya menggenggam tangan kanan Sooyoung yang dipakaikan selang infus. Sooyoung menangis lagi, Sooyoung segera memeluk Kris. Namun hasilnya adalah, nihil.

 

Kini Sooyoung telah menjadi tembus pandang, ingin rasanya Sooyoung memeluk tubuh Kris dengan erat. “Kris, aku ada disini babo.”, ucap Sooyoung sambil terus menangis. Ia yakin Kris tidak akan bisa mendengarnya, hati Sooyoung sangatlah perih.

“Ya Tuhan apa salahku padamu? Sehingga kau memberiku ujian seperti ini?”, ucap Sooyoung sambil terus melihat kearah tanda salib di atas ranjang Sooyoung.

 

“Chagiya aku kembali ke kamar dulu ne? Cepatlah sadar chagi, Annyeong”, ucap Kris kemudian ia mencium kening Sooyoung. Dan kening Sooyoung basah karena air mata Kris yang jatuh tepat dikeningnya.

“Kris kumohon tunggulah aku hingga aku sadar, begitu aku telah sadar aku akan menagih janjimu Kris. Wait me.”, ucap Sooyoung lirih sambil melihat kepergian Kris dari hadapannya. Setelah Kris pergi pintu kembali terbuka dan menampakan sosok yang sangat ia rindukan.

 

“Eomma, appa, Soojin eonni…”, ucap Sooyoung lirih. Sooyoung berjalan mendekat kearah mereka. Keluarganya masih sangat shock melihat keadaan Sooyoung, mereka pun membuka alkitab dan berdo’a untuk Sooyoung. Sesekali Sooyoung melihat keluarganya tersebut menghapus jejak air mata dengan telapak tangannya.

 

“Eomma, appa, Soojin eonni uljima. Aku ada disini, aku belum meninggalkan kalian.”, ucap Sooyoung sambil mencoba menghapus air mata ketiga orang yang sangat berarti baginya tersebut. Ia tahu, ia tidak akan bisa menghapus air mata mereka bertiga.

“Kumohon kalian jangan tangisi aku seperti ini, jika kalian seperti ini kalian hanya membuat hatiku bertambah sakit.”, ucap Sooyoung setengah berteriak frustasi. Badannya kembali ambruk ke lantai. Bahunya berguncang naik turun beriringan dengan air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya. “Ya Tuhan kumohon, tolong kuatkanlah diriku ini.”, ucap Sooyoung sambil terus menangisi nasibnya yang kurang beruntung saat ini.

 

Seoul, 10 Februari 2012

 

Tidak terasa Sooyoung sudah koma hampir 1 tahun, Kris dengan setia selalu berada disampingnya. Kini Kris sudah sehat kembali seperti dulu, hari ini adalah hari yang sangat special bagi Sooyoung karena sekarang kalender menunjukan tanggal 10 februari yang tidak lain adalah hari ulang tahun Sooyoung. Kris datang sambil membawa sebucket bunga perpaduan dari bunga mawar merah, mawar putih, dan mawar merah muda dan membawa 1 buah kue tart cokelat strawberry kesukaan Sooyoung.

 

Sooyoung terharu melihat betapa setianya Kris padanya, ternyata Kris benar-benar menuruti perkataannya untuk tetap setia padanya meski hingga saat ini jiwa Sooyoung belum kembali kepada raganya.

 

“Chagiya saengil chukka hamnida, kuharap kau akan segera membuka matamu dan dapat melihat dunia yang indah ini dan kita akan segera menikah, kemudian kita memiliki anak dan hidup dengan bahagia.”, tutur Kris sambil menggenggam tangan Sooyoung erat, kemudian Kris mencium permukaan tangan Sooyoung.

 

“Chagi please don’t go from my side, because you are my life.”, lanjut Kris sambil mencium kening Sooyoung.

 

“Kris gomawo, aku janji setelah aku kembali pada ragaku kita akan segera menikah dan memiliki anak. I promise that Kris.”, ucap Sooyoung tersentuh, air mata Sooyoung turun kembali. Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengagetkan Sooyoung.

“Youngie-ah temui haraboeji di hamparan ilalang sekarang, ada hal yang ingin haraboeji sampaikan padamu.”, suara sang haraboeji bagaikan angin yang masuk kedalam telinga Sooyoung. Sooyoung akhirnya menutup matanya dan bergumam. “Hamparan ilalang.”

 

Sooyoung membuka matanya dan ia kini sudah berada dihamparan ilalang, ia segera menyusuri hamparan ilalang tersebut. Sooyoung berjalan tanpa arah, tetapi kakinya tetap melangkah menyusuri hamparan ilalang yang sangatlah luas ini. Hingga kakinya berhenti tepat di depan sebuah pohon maple, dimana sang haraboeji sedang berdiri menunggunya.

 

“Akhirnya kau datang juga Youngie-ah.”, ucap sang haraboeji sambil tersenyum manis pada Sooyoung.

“Ne haraboeji, sebenarnya apa yang ingin haraboeji sampaikan padaku?”, tanya Sooyoung to the point pada haraboejinya.

“Hhh, apa kau ingin kembali pada ragamu?”, tanya haraboeji pada Sooyoung.

“Sangat ingin haraboeji.”, jawab Sooyoung dengan mata berbinar.

“Baiklah kini sudah waktunya kau kembali pada ragamu, tapi haraboeji punya 2 permintaan padamu.”, tutur haraboeji dengan nada serius.

“Apa permintaan itu haraboeji? Aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyanggupi permintaan haraboeji tersebut.”, jawab Sooyoung mantap.

“Yang pertama kau tidak boleh bilang kepada orang-orang bahwa kau pernah ketempat ini dan menjadi seorang roh yang terpisah dari raganya.”, Sooyoung hanya mangut-mangut tanda mengerti mendengar permintaan pertama sang haraboeji.

“Lalu permintaan yang kedua apa haraboeji?”, tanya Sooyoung kembali pada haraboejinya. Haraboejinya menarik nafas sebentar.

“Titipkan salamku untuk halmeonimu dan keluargamu Youngie-ah, kuharap kau dapat menuruti permintaanku tersebut.”, ucap haraboejinya sambil mengelus puncak kepala Sooyoung.

“Arraseyo haraboeji, aku pasti akan menuruti permintaan haraboeji tadi.”, ucap Sooyoung sambil tersenyum tulus pada haraboejinya.

“Sekarang kau berjalanlah kearah pohon maple itu dan pegang batang pohonnya seraya menutup mata.”, Sooyoung hanya mengangguk. Sebelum berjalan kearah pohon maple tersebut, Sooyoung memeluk erat sang haraboeji untuk terakhir kalinya.

“Jeongmal gomawoyo haraboeji atas bantuan haraboeji selama ini, saranghae.”, ucap Sooyoung sambil terisak.

“Nado saranghae Youngie-ah, jagalah dirimu baik-baik disana. Jangan lupa jaga juga semua orang tersayangmu, uljima. Mana Sooyoungie haraboeji yang sangat ceria? Dan sebenarnya ada satu lagi permintaan dari haraboeji padamu,”, Sooyoung melepaskan pelukannya dan menatap wajah haraboejinya penuh tanda tanya.

“Permintaan apalagi haraboeji?”, tanya Sooyoung sakratis pada haraboejinya.

“Haraboeji minta hiduplah dengan bahagia dengan Kris, haraboeji janji ketika kau menikah nanti haraboeji akan datang ke acara pernikahanmu. Ya, walau hanya kau dan Kris yang dapat melihat haraboeji.”, ucap haraboeji sambil mengelus-ngelus rambut panjang Sooyoung.

“Hahaha kukira apa, tapi gomawo atas ucapannya haraboeji. Baiklah pokoknya aku akan menunggu haraboeji datang ke acara pernikahanku nanti.”, jawab Sooyoung sambil tetap tersenyum tulus pada haraboejinya. Haraboejinya menghapus sisa jejak air mata yang ada dipipi Sooyoung.

“Sekarang pergilah, aku akan selalu menjagamu dari atas sini.”, ucap haraboeji kemudian mencium kening Sooyoung.

“Arraseyo, aku pergi dulu aboeji. Jaga diri aboeji baik-baik juga disini, Annyeong~!”, ucap Sooyoung kemudian ia mulai melangkahkan kakinya mendekat kearah pohon maple tersebut. Sebelum menyentuh batang pohon maple tersebut, ia melambaikan tangannya seraya tersenyum pada haraboejinya untuk terakhir kalinya. Setelah memantapkan hatinya, Sooyoung memegang batang pohon tersebut seraya menutup matanya.

 

Sooyoung mencoba membuka matanya meski matanya sangat berat untuk dibuka.

“Chagi, chagiya kau sadar? Jangan bergerak aku akan panggilkan dokter untuk memeriksamu.”, sayup-sayup Sooyoung dapat mendegar suara sang namja yang tidak lain adalah Kris. Mata Sooyoung kini sudah terbuka sempurna walau pandangannya masih agak kabur karena belum terbiasa dengan cahaya yang masuk kedalam matanya.

 

Tidak lama kemudian seorang dokter dan beberapa suster masuk kedalam ruangan Sooyoung dirawat, setelah memeriksa Sooyoung sang dokter tersenyum cerah pada Kris.

“Tidak sia-sia selama ini kau menunggu kekasihmu sadar, selamat dia sudah berhasil melewati masa komanya. Dia memang sudah sadar tapi mungkin ia harus menjalankan beberapa terapi untuk meregangkan ototnya yang kaku selama koma kemarin.”, ucap sang dokter sambil menepuk-nepuk pundak Kris.

“Tolong jaga dia dengan baik, saya permisi dulu. Sekali lagi selamat atas kesadaran kekasihmu.”

“Ne, pasti saya akan menjaganya dengan baik. Kamsahamnida dokter.”, ucap Kris sambil membungkuk. Dokter dan suster pun keluar dari ruangan Sooyoung. Kini di ruangan tersebut hanya ada Kris dan Sooyoung.

 

“K-kris…”, ucap Sooyoung dengan susah payah.

“Chagiya akhirnya kau sadar, selamat datang kembali chagi. Saranghae.”, ucap Kris bahagia kemudian memeluk tubuh Sooyoung.

“N-nado s-saranghae K-kris.”, jawab Sooyoung walau masih terputus-putus. Ingin rasanya Sooyoung membalas pelukan Kris, namun kini badannya sangat sulit untuk digerakan.

 

Seoul, 02 Juli 2012

 

Setelah selama hampir 5 bulan Sooyoung menjalankan terapi, kini Sooyoung sudah kembali sehat dan dapat melakukan aktivitasnya kembali. Seperti janji Kris saat Sooyoung masih koma dulu, ia segera melamar Sooyoung untuk kedua kalinya dan segera melangsungkan pernikahan dihadapan Tuhan.

 

Sooyoung kini berjalan menuju kearah altar dengan menggunakan baju pengantin yang membuatnya terlihat sangat manis dan anggun, setibanya di altar Sooyoung segera meraih ulurang tangan dari Kris. Kini dua sejoli itu berdiri di atas altar dihadpan Tuhan dan para jemaat yang hadir di acara pernikahan mereka. Sang pendeta mulai membacakan janji pernikahan.

 

“Saudara Wu Yi Fan bersediakah kau menerima saudari Choi Sooyoung untuk menjadi pendamping hidupmu, dikala sedih maupun duka, kaya ataupun miskin, sakit ataupun sehat, dan akan selalu mencintainya hingga ajal memisahkan?”, ucap sang pendeta pada Kris penuh kebijaksanaan.

 

“Ne, saya bersedia menerima saudari Choi Sooyoung untuk menjadi pendamping hidupku, dikala sedih maupun duka, kaya ataupun miskin, sakit ataupun sehat, dan akan selalu mencintainya hingga ajal memisahkan.”, ucap Kris mantap tanpa ada rada ragu.

 

“Dan saudari Choi Sooyoung bersediakah kau menerima saudara Wu Yi Fan untuk menjadi pendampingmu, dikala sedih maupun duka, kaya ataupun miskin, sakit ataupun sehat, dan akan selalu mencintainya hingga ajal memisahkan?”, kini sang pendeta mengucapkannya pada Sooyoung.

 

“Ne, saya bersedia menerima saudara Wu Yi Fan untuk menjadi pendamping hidupku, dikala sedih maupun duka, kaya ataupun miskin, sakit ataupun sehat, dan akan selalu mencintainya hingga ajal memisahkan.”, ucap Sooyoung tidak kalah mantap dari Kris.

 

“Baiklah, kalian sudah berjanji untuk saling mencintai dan mengasihi di hadapan-Nya. Kini kalian telah sah menjadi sepasang suami-isteri, semoga Tuhan memberkati kalian. Bagi mempelai Pria silahkan anda mencium mempelai wanita.”, Kris pun membuka kain putih tipis (apapun itu namanya sumpah aku ga tau -_-) yang menutupi wajah Sooyoung, kemudian mendekatakan wajahnya pada Sooyoung. Kris dan Sooyoung kini menutup matanya masing-masing.

 

CHU~!

 

Mereka berciuman sebagai tanda telah reseminya mereka menjadi pasangan suami-isteri dihadapan Tuhan, suara riuh tepuk tangan dan sorak-sorai memenuhi gereja tersebut. Kris melepaskan ciumannya dan mencium puncak kepala Sooyoung. Hati Sooyoung kini sangatlah bahagia karena Kris benar-benar menepati janjinya.

 

Acara pernikahan mereka telah usai sejak satu jam yang lalu, kini Sooyoung dan Kris dalam perjalanan menuju rumah baru mereka yang diberikan oleh kedua orang tuanya sebagai hadiah pernikahan untuk Kris dan Sooyoung. Setibanya Kris dan Sooyoung di rumah tersebut, mereka segera masuk kedalam rumah. Sooyoung mendudukan tubuhnya di sofa ruang tengah sementara Kris masih mengambil barang-barang mereka berdua dibagasi mobil.

 

“Youngie-ah.”, ucap sebuah suara. Sooyoung terlonjak kaget mendegar ucapan tersebut.

“Youngie lihatlah kearah belakangmu.”, tutur suara itu kembali. Sooyoung menuruti perkataan dari suara tersebut, ia terlonjak kaget setelah melihat kearah belakangnya.

 

“Haraboeji!!!”, teriak Sooyoung girang. Ia langsung memeluk tubuh haraboejinya dengan erat.

“Haraboeji benar-benar datang rupanya, ya walau acara pernikahannya sudah selesai sejak sejam yang lalu. Tapi aku tetap senang, karena haraboeji datang untuk menemuiku.”, ucap Sooyoung. Dari arah pintu masuk terdengar suara Kris.

 

“Yeobo mengapa kau berteriak?”, tanya Kris sambil memapah beberapa koper milik mereka.

“Yeobo kenalkan ini haraboejiku.”, ucap Sooyoung sambil menarik Kris.

“Ah, Annyeong haraboeji.”, ucap Kris sambil menunduk.

“Annyeong Kris, aku sudah tahu sifatmu karena Sooyoung sering bercerita padaku tentang dirimu. Dan aku ingin ingin mengucapkan terima kasih padamu, karena kau telah mencintai cucuku dengan sepenuh hatimu.”, ucap haraboeji sambil menepuk-nepuk pundak Kris.

“Cheonma haraboeji, karena saya memang sangat mencintai Sooyoung.”, jawab Kris.

“Baiklah waktuku tidak lama, sekali lagi selamat atas pernikahaan kalian. Hiduplah dengan bahagia di dunia ini, Annyeong.”

“Annyeong haraboeji.”, jawab Sooyoung dan Kris bersamaan. Detik berikutnya sosok haraboeji pun hilang dari pandangan Sooyoung dan Kris. Kris shock melihat kejadian tersebut, Sooyoung yang menyadari hal itu segera memeluk Kris.

 

“Haraboejiku telah meninggal sejak 5 tahun yang lalu, ia pernah berjanji akan datang menemuiku ketika aku sudah menikah. Dan ternyata ia menepati janjinya tersebut.”, Kris yang tadinya shock kini sudah mulai tenang.

 

“Kris gomawo kau sudah menepati janjimu untuk selalu mencintaiku dengan tulus dan tidak akan berpaling dariku, meski saat itu aku sedang dalam keadaan koma yang sangat kemungkinan untuk bangun kembali.”, ucap Sooyoung tulus.

 

“Cheonma Youngie-ah, because you are my life.”, ucap Kris dengan penuh kasih sayang.

 

“Yeobo ~.”, panggil Kris manja pada Sooyoung.

“Wae geurae yeobo?”, jawab Sooyoung heran.

“Aku ingin memilikimu seutuhnya malam ini.”, ucap Kris dengan nada menggoda. Kris pun segera menggendong tubuh Sooyoung ala bride style menuju kamar baru mereka tanpa seizin Sooyoung terlebih dahulu.

“YA YA, LEPASKAN BABO!!”, ucap Sooyoung memberontak dalam gendongan Kris.

 

Cinta sejati itu adalah cinta yang saling melengkapi dan berjanji untuk saling mengasihi hingga akhir hayat.

 

– Finish –

 

Akhirnya selesai juga nih FF abal bin absurd -_- #ngelap keringet

Readers gimana nih tanggapan kalian tentang ff ini? Bagus kah, jelek kah, atau bagaimana?

Entah kehasut apa, kali Jasmine membuat ff bergenre Sad Romance. Ya walau Jasmine sebenarnya kurang yakin apa sadnya itu dapet feelnya atau engga -_-.

Terus buat para readers yang nunggu ff EXOShidae the series tunggu aja ya, karena lanjutan ff itu lagi tahap penyelesaian. hehehe😀

Pokoknya Jasmine tunggu pesan dan kesan para readers yang baca ff ini aja deh, Oh ya Jasmine mau ngucapin banyak terima kasih buat readers yang udah RCL di ff Jasmine kemarin ^^.

Dan jangan lupa juga buat baca ff Jasmine lainnya, tinggal klik tittle dibawah ini ya (tapi jangan lupa RCL juga ya hehehe ^^)

Marry You Noona

EXOShidae the Series: “Ketika Bu Hajah Sooyoung, Bu RW Sunny,& Bu RT Tiffany Melahirkan”.

Jangan pernah bosen ya nunggu ff abal Jasmine lainnya hehehe, see you next time. Annyeong~! ^^

39 thoughts on “Please Don’t

  1. Kris setia banget.. bersyukur ternyata happy ending. Aku biasnya soo eonnie jadi terus bikin fanfic yg castnya sooyoung ya

☆ Comment Juseyo ☆

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s